0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan9 halaman

Catatan DDP Riskawati-D0219017

Dokumen ini membahas tentang algoritma dan pemrograman, termasuk definisi algoritma, sejarah algoritma, komponen komputer, bahasa pemrograman, notasi algoritma, dan pemrograman prosedural. Dokumen ini juga membahas struktur dasar algoritma seperti pernyataan dan aliran eksekusi pernyataan.

Diunggah oleh

Achmad Zakaria
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
54 tayangan9 halaman

Catatan DDP Riskawati-D0219017

Dokumen ini membahas tentang algoritma dan pemrograman, termasuk definisi algoritma, sejarah algoritma, komponen komputer, bahasa pemrograman, notasi algoritma, dan pemrograman prosedural. Dokumen ini juga membahas struktur dasar algoritma seperti pernyataan dan aliran eksekusi pernyataan.

Diunggah oleh

Achmad Zakaria
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MARINGKAS MATERI DASAR-DASAR

PEMROGRAMAN
Nama : Riskawati
Kelas : Informatika A
NIM : D0219017
BAB I
ALGORITMA DAN PEMOGRAMAN
A. Masalah
Menurut [NEA96], masalah adalah pertanyaan atau tugas yng kita cari jawabannya.
Secara generik kita sering mendeskripsikan masalah-masalah yang muncul didunia nyata
dengan menggunakan beberapa ukuran (parameter), misalnya sebagai berikut:
1. [masalah pengurutan] diberikan sebuah senarai (list) S yang terdiri dari n buah nilai
bilangan bulat. Bagaimana mengurutkan n buah nilai tersebut sehingga terurut secara
menarik?
2. [masalah pencarian] tentukan apakah suatu nilai x terdapat dalam sebuah senarai S
yang terdiri n buah bilangan bulat !
3. [masalah mencari elemen terbesar] diberikan senarai (list) S yang terdiri dari n buah
bilangan bulat. Carilah elemen terbesar didalam senarai tersebut.
Setiap masalah umumnya mengandung satu atau lebih parameter yang dinyatakan
didalam masalah tersebut. Misalnya pada contoh masalah pengurutan diatas, S dan n
adalah parameter masalah. Parameter ini didalam pernyataan masalah belum diberi nilai
spesifik, dan semua nilai parameter merupakan masukan (input) untuk masalah tersebut.
Setiap pemberian nilai untuk semua parameter masalah dinamakan instansiasi masalah
(instance of a problem). Jawaban terhadap instansiasi masalah disebut solusi [NEA96].
Sebagai contoh instansiasi masalah untuk masalah pengurutan adalah
S=[15, 4, 8, 11, 2, 10, 19] n=7
Dan solusinya adalah barisan nilai terurut S=[2, 4,8,10,11,15,19]. Pada gambar berikut
memperlihatkan keadaan awal S dan keadaan akhir S sesuda di urutkan.
Sebelum terurut:
S 4 8 2 10
15 11 10
Sesudah dirurut:
S 2 4 8 10 11 15 19

B. Algoritma
Algoritma adala deretan langkah-langkah untuk memecahkan suatu masalah. Terdapat
beberapa defenisi lain dari algoritma – tetapi pada prinsipnya senada dengan defenisi
yang diungkapkan diatas – yang kita kutip dari berbagai literatur, antara lain:
Algoritma adalah deretan langkah-langkah komputasi yang menstrampormasikan
data masukan menjadi keluaran [COR92].

Algoritma adalah deretan instruksi yang jelas untuk memecahkan masalah, yaitu
untuk memperoleh keluaran yang di inginkan dari suatu masukan dalam jumlah
waktu yang terbatas. [LEV03].

Algoritma adalah prosedur komputasi yang terdevenisi dengan baik yang


menggunakan beberapa nilai sebagai masukan dan menghasilkan beberapa nilai yang
disebut keluaran. Jadi, algoritma adalah deretan langkah komputasi yang
mentranformasikan masukan menjadi keluaran [COR89].
Contoh masalah dan penyelesainannya:
Contoh masalah:
Misalkan ada dua buah ember atau bejana yang berisi air (larutan) yang berwarna,
Sebut ember A dan ember B. embr A berisi air yang berwarna merah, sedangkan
ember B berisi air yang berwarna biru. Volume air didalam ember sama.
Bagaimana mempertahankan isi kedua ember itu sedemikian sehingga nantinya
ember A akan berisi air berwarna biru dan ember B berisi air berwarna merah.

Penyelesaian:
kita tidak bias langsung mempertukarkan air kedalam kedua ember tadi begitu saja.
Sebab cara seperti itu menyebabkan terjadinya pencempuran. Agar bisa
dipertukarkan, kita memerlukan sebuah ember tambahan sebagai tempat
penampungan sementara. Misalkan tambahan tersebut adalah ember C. Dengan
menggunakan ember C ini, algoritma mempertukarkan isi kedua buah ember adalah
seperti algoritma berikut ini:

ALGORITMA mempertukarkan isi dua buah ember, A dan B:


1. Tuangkan air dari dalam ember A kedalam ember C.
2. Tuangkan air dari dalam ember B kedalam ember C.
3. Tuangkan air dari dalam ember C kedalam ember B.

C. Sejarah Algoritma
Parah ahli sejarah matematika menemukan asal kata algorism. Kata algorism berasal dari
nama penulis arab terkenal , yaitu Abu ja’far muhammat ibnu musa al-khuwarizmi
menulis buku yang berjudul kitab al jabar wal-mukabala, yang artinya “buku pemugaran
dan pengurangan” (The book of restoration and reduction). Dari dujul buku itu kita juga
memperoleh akar kata “aljabar” (algebra). Perubahan dari kata algorism menjadi
algorithm muncul karena kata algorism sering dikelirukan dengan arithmetic sehingga
akhiran –sm berubah menjadi –thm. Pada tahun 1950, kata algoritma pertama kali
digunakan pada “algoritma Euclidean” (euclit’s algorithm), Euclid, seorang
matematikawan yunani (lahir pada tahun 130 M), dalam bukunya yang berjudul Element
menuliskan langkah-langkah untuk menemukan pembagi bersama terbesar (common
greatest divisor atau ged), dari dua buah bilangan bulat, m dan n [KNU73] (tentu saja
Euclid tidak menyebut metodenya itu sebagai algoritma, baru di abat modernlah orang-
orang metodenya itu sebagai “algorima Euclidean”). Pembagi bersama terbesar dari dua
buah bilangan bulat tak-negatig adalah bilangan bulat positif terbesar yang habis
membagi kedua bilangan tersebut.

D. Program dan pemrograman


Secara garis besar, computer tersusun atas empat komponen utama: piranti masukan,
piranti keluaran, unit memproses utama (central processing Unit – CPU) adalah “otak”
computer, yang berfungsi mengerjakan operasi-operasi dasar seperti operasi
perbandingan , operasi perhitungan, operasi membaca, dan operasi menulis. Memori
adalah komponen yang berfungsi menyimpan atau mengingat-ngingat. Yang disimpan
didalam memori adalah pogram (berisi operasi-operasi yang akan dikerjakan oleh CPU)
dan data atau informasi (sesuatu yang diolah oleh operasi-operasi). Puranti masukan dan
keluaran (I/O devices) adalah alat yang memasukkan data atau program kedalam memori
dan alat yang digunakan computer untuk mengomunikasikan hasil-hasil aktivitasnya.
Contoh piranti masukan antara lain papan ketik (keyboard). Pemindai (scanner), tikus
(mouse), joystick dan cakram (disk). Contoh piranti keluaran adalah layar peraga
(monitor), pencetak (printer), perajah (plotter) dan cakram.
Berikut akan digambarkan komponen utama computer

Unit
Piranti pemroses Piranti
masukan utama keluarn
(CPU)

memori

E. Belajar Memprogram Dan Belajar Bahasa Pemprograman


Bahasa pemrograman dikelompokkan atas dua macam:
1. Bahasa tingkat rendah.
Bahasa jenis ini dirancang agar setiap intruksinya langsung dikerjakan oleh computer,
tanpa harus melalui penerjemah (translator).
2. Bahasa tingkat tinggi.
Bahasa jenis ini membuat program menjadi lebih muda dipahami, lebih “manusiawi”,
dan lebih dekat kebahasa manusia (bahasa inggris terutama). Kelemahannya, program
dalam bahsa tingkat tinggi tidak dapat langsung dilaksanakan oleh computer. Ia
perluh terjemahan terlebih dahulu oleh sebuah translator bahasa (yang disebut
kompilator atau compiler) kedalam bahsa mesin sebelum akhirnya di eksekusi oleh
CPU. Tahapan pempograman bahasa tingkat tinggi digambarkan berikut ini:

algoritma

Program dalam bahsa


tingkat tinggi

F. Notasi Algoritmik Program dalam bahasa


mesin
Berdasarkan notasinya, bahasa pempograman dapat digolongkan menjadi dua kelompok:
1. Bahasa pempograman bertujuan khusus (specific purpose programming language),
yang termasuk kelompok ini adalah Cobol (untuk terapan bisnis dan administrasi),
fortran (aplikasi komplitasi ilmiah), bahasa assembly (aplikasi pemrograman mesin),
prolog (aplikasi kecerdasan buatan), bahasa-bahasa simulasi (simcript) dan
sebagainya.
2. Bahasa pemrograman bertujuan umum (general purpose programming language)
yang dapat digunakan untuk berbagai aplikasi. Yang termasuk kelompok ini adalah
bahsa pascal, basic, dan C, C++. Berikut ini dikemukakan bebepa notasi yang
digunakan untuk menulis Algoritma.
1. Notasi I: menyatakan langkah-langkah algoritma dengan untaian kalimat
deskriptif
2. Notasi II: menggunakan bagan-alir (flowchart).
3. Notasi III: menggunakan paseudo-code.
G. Pemrograman procedural
Defenisi prosedur menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
Prosedur: 1. Tahap-tahao kegiatan untuk menyelesaikan satu aktivitas;
: 2. Metode langkah demi langkah secara eksak dalam memecahkan suatu
masalah.

Pada program procedural, program dibedakan antara bagian data dengan bagian intruksi.
Bagian intruksi terdiri atas runtunan (sequence) intruksi yang dilaksaksanakan satu
persatu secara berurutan oleh sebuah pemroses. Alur pelaksanaan intruksi dapat beribah
karena adanya percabangan/kondisional. Data yang disimpan didalam memori
dimanipulasi oleh intruksi secara berurutan. Paradikma pemprograman seperti ini
dinamakan pemograman prosedural. Selain paradikma pemograman procedural,
paradikma procedural yang lain adalah pemrograman paradikma objek.

BAB II
Struktur Dasar Algoritma
A. Pernyataan
Sebuah algoritma merupakan deskripsi langkah-langkah pelaksanaan suatu proses-
setiap langkah didalam algoritma dinyatakan dalam sebuah pernyataan (statement) atau
istilah lainnya intruksi. Sebuah pernyataan berupa aksi (action) yang dilakukan. Bilah
sebuah pernyataan di eksekusi oleh memproses, maka aksi yang bersesuaian dengan
pernyataan itu dikerjakan.
Sebagai contoh, misalkan didalam algoritma ada pernyataan berikut:
 Tulislah “hello, world”
Maka pernyataan tersebut menggambarkan aksi menulis pesan “Hello, world”.
 Pernyataan
Kalikan a dengan 2
Menggambarkan aksi mengalikan a dengan 2 dan hasil perkalian disimpan didalam
perubahan a lagi.
B. Konstruksi Dasar
Sebuah algoritma dapat dibangun dari tiga buah kontraksi atau struktur dasar yaitu
runtunan (seguence), pemilihan (selection), dan pengulangan (repetition).
a. Runtunan
Sebuah runtuhan terdiri dari satu atau lebih pernyataan, setiap pernyataan ditulis
dalam 1 baris atau dipisahkan dengan tanda titik koma. Tiap pernyataan dikerjakan
secara berurutan (satuensial) sesuai dengan urutannya didalam teks algoritma, yaitu
sebuah intruksi dilaksanakan setelah intruksi sebelumnya selesai dilaksanakan. Bilah
urutannya diubah, maka hasil akhirnya mungkin juga berubah. Runtunan 1 atau lebih
pernyataan dinamakan pernyataan gabungan (compound statements).
Contoh:
Algoritma mempertukarkan isi dua buah ember, A dan B
1. Tuangkan air dari ember A kedalam ember C
2. Tuangkan air dari ember B kedalam ember A
3. Tuangkan air dari ember C kedalam ember
Algoritma diatas adalah sebuah runtunan yang terdiri atas 3 buah pernyataan.
Tiap pernyataan akan dieksekusi dalam urutan yang sama sebagaimana tertulis
didalam teks algoritma tersebut. Hasil akhir algoritma ini adalah ember A berisi
air dan ember B semulah , dan ember B berisi air dari ember A semula.
b. Pemilihan
Kelebihan struktur pemilihan terletak pada kemampuannya yang memungkinkan
pemroses mengikuti jalur aksi yang berbeda berdasarkan kondisi yang ada.
Ada kalanya sebuah intruksi dikerjakan jika kondisi tersebut dipenuhi. Misalnya tiba-
tiba kendaraan anda diperampatan yang ada traffic light. Jika lampu traffic light
sekarang berwarna merah, maka kendaraan anda harus berhenti. Langkah ini ditulis
dalam pernyataan berikut.
 Jika lampu traffic light berwarna merah, maka berhenti. Pernyataan tersebut dapat
ditulis dalam pernyataan pemilihan (selection skatematik), atau disebut juga
pernyataan kondisi onal sebagai berikut.
If kondisi then
Aksi
Dalam bahasa Indonesia if berarti “jika” dan then artinya “maka”, kondisi adalah
pernyataan yang dapat ternilai benar atau salah satu aksi sesuda kata then hanya
dilaksanakan apabila kondisi bernilai benar. Sebaiknya, apabilah kondisi bernilai
salah, maka aksi tidak dilaksanakan. Perhatian bahwa kata yang digaris bawahi, if dan
then, merupakan kata kunci (keywords) untuk struktur pemilihan ini.
Struktur pemilihan if-then hanya memberikan pemilihan 1 aksi bila kondisi
(persyaratan) dipenuhi (bernilai benar), dan tidak member pemilihan aksi lain bila
kondisi bernilai salah. Bentuk pemilihan yang lebih umum ialah memilih 1 dari dua
buah aksi bergantung pada nilai kondisinya.
If kondisi then
Aksi 1
Else 2
Else artinya “kalau tidak” bila kondisi terpenuhi aksi 1 akan dikerjakan, tetapi kalu
tidak (yaitu kondisi salah), aksi 2 akan dijalankan. Misalnya pada pernyataan berikut:
I If lampu A nyala then
Tekan tombol merah
Else
Tekan tombol biru
Jika lampu A menyalah, maka aksi tekan tombol merah dilakukan, sebaliknya aksi
tekan tombol biru dilakukan bila lampu A tidak menyalah.
Perhatikan bahwa penggunaan indentasi (rongak kosong) membuat algoritma lebih
mudah dibaca. Tanpa identasi, algoritma mungkin sulit dibaca.
 Contoh tentang pentingnya penggunaan identasi adalah pada pemilihan bersarang
untuk menentukan bilangan terbesar dari tiga buah bilangan: x, y dan 2.
If x > y then
If x > 2 then
Tulis x sebagai bilangan terbesar
Else
If y > 2 then
Tulis y sebagai bilangan terbesar
Else
Tulis 2 sebagai bilangan terbesar
Kelebihan struktur pemilihan terletak pada kemampuan yang memungkinkan
pemproses mengikuti jalur aksi yang berbeda berdasarkan kondisi yang ada.

c. Pengulangan
Salahsatu kelebihan adalah kemampuan untuk mengerjakan pekerjaan yang sama
berulang kali tanpa kenal lelah.
Didalam algoritma terdapat banyak notasi pengulangan yang bisa digunakan antara
lain repeat N times (yang artinya: ulangi sebanyak N kali), maka algoritmanya dapat
ditulis menjadi:
Algoritma ditulis sebanyak 100 kali:
Repeat N timem
Aksi
Yang artinya: aksi di ulang dikerjakan sebanyan N kali.
 Struktur pengulangan yang mirip dengan repeat N times adalah for
For pencaca pengulangan dari 1 sampai N do aksi
Yang artinya: aksi dilakukan sebanyak hitungan cacah, pengulangan yaitu dari 1
sampai N (yaitu sebanyak N kali)
 Struktur pengulangan yang ketiga adalah repeat-until (repeat artinya “ulangi” dan
intil artinya “sampai” atau “hingga”) yang mempunyai bentuk umum sebagai berikut:
Repeat
Aksi
Until 1 kondisi
Yang artinya adalah pengulangan aksi dilakukan hingga kondisi (persyaratan)
berhenti terpenuhi.

Anda mungkin juga menyukai