NIM: 19211119
Nama: Desi Puspita Sari
Kelas: 19.7F.28
Jawaban Sertifikat Programmer
Kode Unit = J.620100.009.01 - Menggunakan spesifikasi program
1.1 =
a. Metode SSAD menggunakan pendekatan fungsional, sedangkan metode OOAD
menggunakan pendekatan berbasis objek oriented.
b. Metode SSAD mendekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan fungsi atau
proses secara hirarki, mulai dan konteks sampai proses-pro
2.1 = Pengembangan perangkat lunak terstruktur merupakan hasil turunan dari pemrograman
terstruktur. Metode pengembangan dengan metode terstruktur ini terus diperbaiki sampai
akhirnya dapat digunakan dalam dunia nyata. Perancangan ini bertujuan untuk membuat
model SOLUSI terhadap PROBLEM yang sudah dimodelkan secara lengkap pada tahap
analisis terstruktur. Sedangkan Perangkat Lunak berorientasi objek endekatan terhadap
masalah dari perspektif obyek, tidak pada perspektif fungsional seperti pada
pemrograman terstruktur. Akhir-akhir ini penggunakan OOAD meningkat dibandingkan
dengan pengunaan metode pengembangan software dengan metode tradisional.
2.2 = DFD adalah representasi grafis tentang bagaimana data mengalir melalui sistem,
sedangkan UML adalah bahasa pemodelan yang digunakan dalam desain perangkat lunak
berorientasi objek. UML menetapkan kelas diagram yang dapat digunakan untuk
memodelkan struktur dan perilaku sistem perangkat lunak. Oleh karena itu diagram
UML, bila digabungkan mewakili tampilan sistem yang lebih rinci daripada hanya
menggunakan DFD. DFD memberikan titik awal yang baik untuk memahami bagaimana
sistem sebenarnya bekerja tetapi ketika mengembangkan sistem, diagram UML seperti
diagram kelas, diagram struktur, dll. Akan sangat berguna.
3.1 = Menggunakan Bahasa pemrogramana Java
4.1 =
a. Bersifat open source
b. berjalan di berbagai platform dan bahasa pemrograman yang didukungnya
c. Memiliki fitur code completion dan syntax highlighting dan refactoring
d. Memiliki alat pengujian dan debugging
Kode Unit = J.620100.016.01 - Menulis kode dengan prinsip sesuai guidelines dan best
practices
1.1 =
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan program, sebagai berikut : a.
Penggunaan indentasi dan spasi di dalam penulisan program; b. Penamaan identifier
pada program; c. Pemberian komentar di dalam program; d. Penulisan kode program
mengikuti
1.2
1.3 =
Menambahkan perintah untuk mendeteksi kesalahan secara otomatis menggunakan
perinth try-catch
2.1 =
O(n) adalah waktu eksekusi yang dibutuhkan tergantung pada ukuran array.=
Kemudahan interaksi adalah mudah melakukan interaksi yang terjadi pada program untuk
menghindari CPU time yang besar. Cara untuk menerapkan kemudahan interaksi pada
program sebagai berikut : a. Simpan hasil perhitungan ke dalam variabel; b. Minimali
2.2 =
a) Manajemen Variable,Gunakan variable untuk menyimpan nilai yang akan dipanggil,
usahakan tidak ada variable yang tidak terpakai.
b) Menyimpan hasil perhitungan kedalam variable, Simpanlah hasil perhitungan ke
dalam variable jika terdapat operasi aritmatika yang dilakukan lebih dari sekali, ini
juga berlaku untuk fungsi yang mengembalikan nilai.
c) Meminimalisir perulangan bertingkat, Semakin banyak perulangan bertingkat yang
dilakukan, maka akan semakin meningkatkan CPU time. Jika menggunakan
perulangan bertingkat, batasi perulangan yang berada paling dalam dan perulangan
pertama bernilai lebih besar dibanding perulangan di dalamnya.
d) Menghindari perulangan fungsi, Jika terdapat perulangan yang memanggil fungsi
yang menggembalikan nilai, jadikanlah fungsi tersebut sebuah perulangan.
Kode Unit = J.620100.017.02 - Mengimplementasikan pemrograman terstruktur
1.1 =
Tipe data terstruktur dapat menyimpan lebih dari satu nilai data sedangkan tipe data
sederhana hanya dapat menyimpan satu nilai data pada setiap variabelnya
1.2 =
Cari baris kode yang mengakibatkan error dan Ubah kode tersebut dengan cara terhubung
ke server Anda.
1.3 =
Jawab salah satu
a) nama program,
b) bagian deklarasi
c) perintah (statement)
d) komentar
2.1 =
Berikut ini yang akan saya lakukan apabila program menampilkan output yang tidak sesuai
dengan input : (a) Mengecek kembali variabel masukan (input) pada program, apakah sudah
sesuai dengan kebutuhan; (b) Mengecek satu-persatu proses di dalam program, jik
2.2 = If Berfungsi untuk menentukan perintah mana yang akan digunakan dalam artian jika
pernyataan tersebut bernilai benar maka akan dijalankan perintahnya. Jika salah maka tidak
dapat dijalankan. Sedangkan case merupakan pernyataan yang dirancang khusus untuk
menangani pengambilan keputusan yang melibatkan banyaknya alternatif dalam suatu
masalah.
3.1 =
Prosedur adalah fungsi yang tidak mengembalikan nilai. Contoh prosedur banyak tergantung
studi kasus (prosedur cetak_garis() dan prosedur cetak_output() )
3.2 =
fungsi merupakan kumpulan perintah atau statemen yang dikelompokkan ke dalam suatu
blok program untuk menyelesaikan suatu tugas khusus tertentu. Ditinjau dari pengembalian
nilainya, fungsi terbagi ke dalam dua jenis yaitu: Fungsi dengan nilai balik dan Fungsi tanpa
nilai balik
3.3 =
a. Prosedur dideklarasikan menggunakan sintaks procedure, sedangkan fungsi dideklarasikan
menggunakan sintaks function; b. Prosedur bisa dibentuk dengan parameter maupun tanpa
parameter, sedangka fungsi harus dibentuk menggunakan parameter; c. Nilai yang
3.4 =
Menuliskan informasi pada setiap fungsi dan prosedur yang dibuat, seperti : nama
fungsi/prosedur, tujuan fungsi/prosedur, menjelaskan algoritma fungsi/prosedur dan
parameter yang digunakan
3.1 =
Array dua dimensi
4.2 =
4.3 = Saya bisa menulis ulang beberapa kode saya untuk tetap mempertahankan objek ke
sistem file (menggunakan database adalah hal yang sama) untuk membebaskan memori. Itu
bisa berhasil, tapi mungkin itu juga banyak pekerjaan.
4.4 = Bisa menggunakan metode sorting
5.1 = Sistem File atau Sistem Berkas
5.2 = menambahkan tipe data pada fungsi pangkat sehingga fungsi dapat mengirimkan nilai
ke program utamanya
6.1 = Kompilasi adalah suatu proses penggabungan serta menterjemahkan sesuatu (source
program) menjadi bentuk lain
6.2 = Kesalahan syntax adalah program gagal Running atau eror dikarenakan kode program
yang ditulis tidak sesuai dengan bahasa pemrograman
Kode Unit = J.620100.018.02- Mengimplementasikan pemrograman
1.1 =
Untuk pembuatan sebuah class, dimulai dengan kata kunci class dan diikuti dengan nama
kelasnya, dibuka dengan tanda kurung kurawal buka ({), isi dari class, ditutup dengan
tanda kurung kurawal tutup (}). Berikut adalah sintaks pembuatan class :
1.2 = Property adalah data yang terdapat dalam sebuah class sedangkan method adalah
sebuah aksi yang terdapat di dalam kelas.
1.3 = Method setter dan getter adalah dua method yang tugasnya untuk mengambil dan
mengisi data ke dalam objek
1.4 = Memanfaatkan method setter dan getter
2.1 = Object
2.2 = Memperbaiki penulisan deklarasi tipe BOOLEAN dari huruf kapital menjadi huruf
kecil.
2.3 = kondisi yang digunakan oleh IF dapat berupa range dan object sedangkan switch-case
memiliki kondisi yang tetap. Perbedaan lainnya adalah IF dapat memiliki beberapa kondisi
dari variable atau obyek yang berbeda sedangkan switch-case hanya dapat berisi 1 v
3.1 = Konsep pewarisan adalah sebuah konsep pemrograman dimana sebuah class dapat
menurunkan property dan method yang dimilikinya kepada class lain. Pembuatan sebuah
class turunan, dengan menambahkan kata kunci extends setelah deklarasi nama class,
kemudian dii
3.2 = Pada overloading, kita boleh menuliskan method yang sama namun dengan jumlah
parameter yang berbeda dan nilai kembalian harus sama. Seadngkan, pada overriding
konsepnya sama dengan overloading yaitu menulis kembali method. Namun, caranya
overriding menuli
3.3 = Untuk membuat method overloading diperlukan, dapat menggunakan salah satu dari
tiga cara di bawah ini :
a. Method mempunyai jumlah argument yang berbeda
b. Method mempunyai tipe data argument yang berbeda
c. Method mempunyai urutan argument yang berbeda
4.1 = Interface class adalah class yang tidak memiliki isi pada method-methodnya. Beberapa
hal yang tidak boleh dilakukan pada interface, sebagai berikut :
a. Membuat variabel di dalam interface, tapi membuat konstanta boleh.
b. mengisi method-nya, cukup tulisk
4.2 = Package adalah koleksi dari beberapa class dan interface yang berhubungan, dan
menyediakan proteksi akses dan pengelolaan namespace. Bentuk umum deklarasi package
sebagai berikut :
package namaPackage;
5.1 = J awaban tergantung kepada kesalahan atau erorr, melihat dokumentasi pesn error
apakah dari program, database atau dari tampilanny
5.2 = Memperbaiki kembali program agar bisa lebih sesuai dan melihat di beberapa perangkat
lain jika peramsalahannya sama
Kode Unit = J.620100.019.02 - Menggunakan library atau komponen pre- existing
1.1 =
Beberapa macam class yang dapat digunakan kembali pada pengembangan aplikasi baru,
sebagai berikut :
a. Database class adalah class yang digunakan untuk mendukung akses dan pengolahan
data dalam database.
b. Calendar class adalah class yang digunakan unt
1.2 = Constructive Cost Model
1.3 = Kode program pada open source software terbuka dan didistribusikan dalam suatu
format lisensi yang memungkinkan pihak lain secara bebas memperbanyak dan memodifikasi
source code (informasi) didalamnya. Sedangkan kode program pada proprietary software da
2.1 = Depedency Manager
2.2 = Membuka file konfigurasi database.php dan merubah driver database mysql menjadi
'mysqli'.
2.3 = Tahapan menerapkan library pada program yang dibuat sebagai berikut :
a. Tambahkan library pada folder yang telah ditetapkan.
b. Import atau load library
c. Menjalankan library
3.1 = Depedency Manager
3.2 = a. Composer
b. Maven
c. NPM
d. RubyGems
Kode Unit = J.620100.021.02 - Menerapkan akses basis data
1.1 = Perintah insert digunakan untuk menambahkan record baru ke dalam tabel sedangkan
replace melakukan dua tugas sekaligus, yaitu INSERT jika datanya belum ada dan UPDATE
jika datanya sudah ada
1.2 = Query ON NIP_dosen=NIP_dosen menjadi ambigu karena kedua tabel memiliki nama
kolom yang sama. Seharusnya ditambahkan nama tabelnya menjadi
mata_kuliah.NIP_dosen=daftar_dosen.NIP_dosen
1.3 = Ada 2 cara untuk membuat index pada MySQL, yaitu :
a. Membuat index saat pertama kali membuat tabel menggunakan pernyataan CREATE
TABLE
b. Membuat index setelah membuat tabel menggunakan pernyataan CREATE INDEX
2.1 = Menambahkan/memasang library akses basis data pada program yang digunakan,
seperti berikut :
a. Java
Tambahkan library JDBCdriver ke dalam project dengan cara Klik kanan pada Libraries >
ADD Jar / Folder dan pilih file MySQL JDBC Driver yang bisa kamu dow
2.2 = [IF NOT EXISTS]
3.1 = Basis Data
3.2 = a. Menggunakan enkripsi untuk melakukan koneksi basis data yang saat ini ada seperti
metode enkripsi MD5(), SHA1
b. Menghilangkan Kode SQL agar tidak dapat dimasukan oleh user. Jika administrator
system yang membutuhkan koneksi ODBC, pastikan koneksi yang
4.1 = Skenario pengujian basis data, sebagai berikut :
a. Pengujian Basis Data Terstruktur
Skenario database untuk pengujian basis data terstruktur, sebagai berikut :
1) Memverifikasi nama database, memverifikasi perangkat data, membuang perangkat dan
perangka
4.2 = satu
4.3 = a. JMeter
b. Apache benchmark
c. SQLIO
d. Load runner
Kode Unit = J.620100.023.02 - Membuat dokumen kode program
1.1 = Rekayasa Perangkat Lunak
1.2 = Parameter formal adalah variabel yang ada pada daftar parameter dalam definisi fungsi.
Pada contoh program di atas misalnya, maka dalam fungsi jumlah() variabel x dan y
dinamakan sebagai parameter formal. Adapun parameter aktual adalah parameter (tidak
selalu berupa variabel) yang dipakai dalam pemanggilan fungsi.
1.3 = Perbedaan antara pseudocode dengan flowchart yang paling mudahnya adalah dari
bentuknya. Pseudocode ditulis dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. Sedangkan
flowchart disusun dalam bentuk diagram dengan simbol-simbol grafis yang menyatakan
aliran al
2.1 = Cara membuat dokumentasi modul program sebagai berikut :
a. Mengidentifikasi identitas modul program
b. Menambahkan komentar pada bagian atas modul program dengan menggunakan tag sesuai
dengan Bahasa pemrograman.
2.2 = Melakukan identifikasi identitas modul program, sebagai berikut :
a. Kegunaan modul program
b. Informasi tentang siapa yang membuat, kapan pertamakali dibuat, kapan terakhir
diperbaiki, jika mungkin informasi perubahan dari waktu ke waktu
2.3 = Menggunakan Program
2.4 = Menambahkan komentar dengan tag @desprecated dan melakukan generate
dokumentasi kode program
3.1 = /**
*description fungsi/metode ini untuk mengembalikan kuadrat dari angka
*param angka nilai yang akan dikuadratkan
*return angka kuadrat
**/
3.2 = /* @exception IOException on input error */
3.3 = a. penambahan ataupun pengurangan parameter
b. penambahan eksepsi
c. pengubahan algoritmanya
d. perubahan status metode
4.1= Tools yang umum digunakan untuk generate dokumentasi, sebagai berikut :
a. Javadoc
Javadoc adalah dokumentasi generator dari Oracle Corporation untuk menghasilkan
dokumentasi API dalam format HTML pada source code Java.
b. Doxygen
Doxygen adalah salah sat
4.2 = Berikut ini cara melakukan generate dokumentasi kode program :
a. Jalankan tools generate yang digunakan.
b. Pilih project yang akan di generate dokumentasi kode program.
c. Pilih menu generate pada tools generate yang akan digunakan.
d. Ikuti langkah dem
Kode Unit = J.620100.025.02 - Melakukan debugging
1.1 = 1. Berikut ini bagian-bagian yang ada di dalam debugger (penamaan mungkin
saja berbeda di tiap IDE) :
a. Call stack watcher
b. Variable Watcher & Log Output
c. Debug control (start/stop debug, pause/continue eksekusi kode program, step over
instruction,
1.2 = Perbedaan antara Compiler dengan Interpreter, sebagai berikut (satu jawaban saja sudah
benar) :
a. Interpreter menterjemahkan baris per baris. Sedangkan compiler, menterjemahkan seluruh
instruksi sekaligus. Selanjutnya hasil terjemahan (setelah melalui ta
2.1 = Istilah build dalam komputer adalah Perintah dalam bahasa pemrograman untuk
menjalankan kembali program yang dibuat dari awal. Kriteria program yang lulus build,
sebagai berikut :
a. Tidak ada kesalahan sintaks
b. Tidak ada kesalahan logika
c. Ada file h
2.2 = Cara untuk menganalisis kriteria eksekusi aplikasi, sebagai berikut :
a. Mengidentifikasi kesalahan sintaks.
b. menelusuri kode sumber baris per baris, dimulai dari posisi break point. Berguna untuk
memahami pemrosesan data (inisialisasi, formula, penggun
2.3 = Kesalahan kompilasi (Compilation Errors), kesalahan waktu kerja (Run-time Errors),
kesalahan pembulatan (Rounding Errors), kesalahan logika (Logic Errors), Arithmetic Error
dan Resource Errors
2. 4=
Kode Unit = J.620100.033.02 - Melaksanakan pengujian unit program
1.1 = 1. Perbedaan antara pengujian unit pada perangkat lunak terstruktur dan pada
perangkat lunak berorientasi objek, sebagai berikut :
a. Bagian terkecil yang diuji pada pengujian unit perangkat lunak berorientasi objek
adalah kelas atau objek, tidak seperti
1.2 = Kriteria pemilihan automation testing tools yang utama menyangkut fungsi spesifik,
biaya dan kemampuan pengaplikasiannya. Beberapa automation testing tools sesuai dengan
bahasa pemrograman, sebagai berikut :
a. Nunit untuk bahasa pemrograman .Net
b. Juni
1.3 = sudah standar
2.1 = Dilakukan uji coba lapangan
2.2 = iya sudah
2.3 = a. Skenario pengujian berisi dokumentasi tingkat tinggi yang menjelaskan
fungsionalitas ujung ke ujung yang akan diuji sedangkan kasus pengujian berisi langkah uji
yang pasti, data, hasil yang diharapkan untuk menguji semua fitur aplikasi
b. Skenario peng
3.1 = 170
3.2 = a. Secara manual
b. Salinan massal data dari produksi ke lingkungan pengujian
c. Salinan massal data pengujian dari sistem klien lama
d. Test Data Generation Tools
4.1 = manual, Salinan massal data dari produksi ke lingkungan pengujian, salinan massal data
pengujian dari sistem klien lama, dihasilkan dari alat penghasil data pengujian otomatis
4.2 = Standar pengkodean pengujian unit testing, sebagai berikut :
a. Arrange, adalah mempersiapkan semua precondition dan input yang akan digunakan
untuk melakukan testing.
b. Act, lakukan testing pada kode yang akan dites.
c. Assert, bandingkan antara expect
4.3 = Memeriksa apakah sudah menuliskan perintah Assert untuk membandingkan antara
expected result dengan actual result yang didapat setelah proses eksekusi testing
5.1 = ya menampilkan
5.2 = Cara melakukan analisis hasil pengujian, sebagai berikut :
a. Memeriksa kesesuian status hasil pengujian baik passed maupun failed dengan
masukan, actual result sesuai dengan expected result.
b. Mengidentifikasi kode program yang bermasalah
5.3 = a. Membuat daftar step by step yang perlu dijalankan untuk mengetahui letak bug
yang dilaporkan. b. Menuliskan Actual result pada bug report harus bisa menjelaskan apa
yang akan muncul atau terjadi setelah melakukan langkah-langkah menemukan bug.
5.4 = 15. Cara memperbaiki kesalahan logika, sebagai berikut :
a. Penguasaan terhadap permasalahan yang dihadapi dan akan dibuat programnya,
meliputi penyusunan langkah-langkah penyelesaian masalah / algoritmanya.
b. Cari contoh kasus dari permasalahan yang and