0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
160 tayangan55 halaman

Proxmox dan Infrastruktur sebagai Kode

Tipe-tipe IaC meliputi ad-hoc scripts, configuration management tools seperti Ansible dan Chef, server templating tools seperti Docker dan Packer, serta server provisioning tools seperti Terraform dan CloudFormation. Keuntungan configuration management tools adalah mendukung konvensi, idempotensi, dan distribusi otomatis ke beberapa server sekaligus.

Diunggah oleh

Victor Mongi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
160 tayangan55 halaman

Proxmox dan Infrastruktur sebagai Kode

Tipe-tipe IaC meliputi ad-hoc scripts, configuration management tools seperti Ansible dan Chef, server templating tools seperti Docker dan Packer, serta server provisioning tools seperti Terraform dan CloudFormation. Keuntungan configuration management tools adalah mendukung konvensi, idempotensi, dan distribusi otomatis ke beberapa server sekaligus.

Diunggah oleh

Victor Mongi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

4 NOVEMBER 2022

DevOps

IAC
Proxmox

with
PROXMOX
By Victor Mongi IaC
Hypervisor
KANDOU TECH STACK
Implementasi SIMRS menggunakan

teknologi stack dan integrasinya

dengan infrastruktur di RSUP Kandou


Kandou Tech Stack FRONTEND
Kandou Tech Stack BACKEND
Kandou Tech Stack INFRASTRUCTURE TOOLS
HYPERVISOR
Hypervisor adalah salah satu teknik

virtualisasi yang bertugas untuk

membagi-bagikan sumber daya dan

mengalokasikannya ke beberapa sistem

operasi/virtual machine yang berbeda.

Program yang bertindak sebagai

hypervisor biasanya mampu

mempartisi, mengisolasi, dan

mengabstraksi sumber daya dalam

sebuah server. Ia bisa juga disebut

sebagai Virtual Machine Manager

(VMM).
2 TIPE HYPERVISOR

TYPE 1 BARE METAL ARC

Type 1 Hypervisor adalah tipe yang berjalan

bersamaan dengan hardware server, sehingga

kita tidak perlu sistem operasi lagi untuk

menjalankan hypervisor tipe ini.

TYPE 2 HOSTED ARC

Type 2 Hypervisor adalah jenis yang berperan

sebagai software dalam sebuah server.

Hypervisor tipe ini akan berjalan sebagai aplikasi

diatas Sistem Operasi utama yang sudah ada.


CONTOH 2 TIPE HYPERVISOR

TYPE 1 BARE METAL ARC

TYPE 2 HOSTED ARC


PROXMOX
Proxmox Virtual Environment (VE)

merupakan salah satu platform

virtualisasi open-source berbasis

Linux Debian, baik hardware

maupun operating system, untuk

mengelola dua teknologi virtualisasi.


KELEBIHAN PROXMOX

GRATIS

Keunggulan Proxmox VE yang pertama adalah pengguna dapat mengunduh dan

menggunakannya secara gratis. Kita juga dapat membuat cluster data dengan fitur yang

lengkap, tanpa perlu membayar. Walau demikian, bila kita sewaktu-waktu membutuhkan

dukungan support, kita dapat membeli layanan support agar dapat membantu keluhan atau

pertanyaan mengenai Proxmox VE. Untuk update aplikasi, kita tetap dapat memperbarui

aplikasi secara gratis atau berbayar. Bila memilih update yang berbayar, kita akan

mendapatkan fitur yang lebih lengkap.


KELEBIHAN PROXMOX

TERINTEGRASI KVM DAN LXC

Kernel-based Virtual Machine atau KVM adalah sebuah teknologi virtualisasi yang

digunakan untuk membagi server fisik secara virtual menjadi beberapa resource dedicated.
Virtualisasi KVM memungkinkan kita memiliki RAM dan CPU sendiri. Artinya, pengguna lain

tak bisa “nyomot” resource yang ada pada RAM dan CPU Anda. Begitu juga sebaliknya.

Linux Container (LXC) merupakan suatu metode virtualisasi level sistem operasi linux

menggunakan untuk menjalankan beberapa os linux yang terisolasi pada satu host. LXC yaitu

virtualisasi operating system (OS), LXC adalah virtualisasi yang menggunakan container.

Virtualisasi ini memiliki tingkat efisiensi yang tinggi dan juga kecepatan aksesnya

menjadikan LXC berkembang dengan cepat.


KELEBIHAN PROXMOX

CLUSTERING DAN HIGH AVAILIBILITY

Clustering server proxmox yaitu kita bisa membuat kumpulan beberapa server proxmox

menjadi satu, jadi pada server utama kita bisa menjoinkan server-server yang lain untuk

nantinya bisa di kontrol di satu server saja. Dan dengan cara ini kita dapat

mengimplementasi high availibility, atau menggabungkan ketiga sumber daya server

tersebut sehingga dapat berkolaborasi untuk menangani trafic.


KELEBIHAN PROXMOX

WEB MANAGEMENT AND CLI

Untuk urusan mengatur mesin-mesin virtual dan cluster, Proxmox

menyediakan sebuah kontrol panel berbasis web, dari kontrol panel ini

anda bisa melakukan semua pekerjaan yang dibutuhkan untuk

mengatur mesin virtual anda.


KELEBIHAN PROXMOX

VARIASI STORAGE SUPPORT

Proxmox VE mendukung local directory, iSCSI, LVM, NFS, GlusterFS,

Ceph RBD, dan ZFS. Adapun Proxmox VE dapat dipasang pada

hardware apa saja selama kompatibel dengan Linux. Namun, ada

beberapa hal yang harus dipertimbangkan, seperti memiliki RAM dan

kapasitas hard disk yang harus besar.


KELEBIHAN PROXMOX

BACKUP AND RESTORE

Kita bisa membuat backup dan restore virtual machine, bahkan

memindahkan hasil backup ke node/server proxmox yang lainnya.


KELEBIHAN PROXMOX

RESTFUL WEB API

Proxmox juga support RESTful API, jadi bisa kita akses server,

mengatur konfigurasi dan fitur ini.


REQUIREMENTS
CPU: 64bit (Intel EMT64 or AMD64)
Intel VT/AMD-V capable CPU/Mainboard (for

KVM Full Virtualization support)


Minimal RAM 8 GB
Hardware RAID with batteries protected write

cache (BBU) atau flash protection Fast hard

drives, best results with 15k rpm SAS, Raid10


Minimal 2 Network Interface Card (NIC)
https://www.proxmox.com/en/proxmox-ve/pricing
https://www.proxmox.com/en/downloads
INSTALASI
TIMESTAMP
Bootable Proxmox
Instalasi Proxmox di Server
Web Interface
Update Proxmox
Clustering
Storage (Menghapus/Membuat Partisi)
Networking
Membuat Linux Container
Membuat Linux VM
Membuat Template
Backup dan Restore
BOOTABLE PROXMOX
INSTALASI PROXMOX VE
PILIH HARDISK DAN FILESYSTEM
LOKALISASI DAN ZONA WAKTU
PASSWORD
SETTING IP ADDRESS DAN HOSTNAME
SUMMARY
UPDATE PROXMOX
WEB INTERFACE
Model Infrastruktur

172.31.64.50/24 172.31.64.51/24 10.0.N.N/24


Entrypoint to cluster

10.0.1.101 10.0.2.101 10.0.N.N

Ingress
LB to cluster k8s

10.0.1.102 10.0.2.102 10.0.N.N

K8S - Clusters
10.0.1.N 10.0.2.N 10.0.N.N
UPDATE PROXMOX
IAC
Infrastruktur sebagai kode

(infrastructure as code, atau

selanjutnya kita singkat sebagai IaC)

merupakan DevOps practice. Secara

spesifik, IaC merupakan salah satu

cara untuk melakukan otomasi pada

infrastruktur sebuah sistem

perangkat lunak.
TRANSISI MODEL
Kandou Tech Stack INFRASTRUCTURE MODEL

Kandou Virtual Network


10.0.1.1/16 Horizontal Scaling

10.0.1.1/24 10.0.2.1/24 10.0.N.N/24


Entrypoint to cluster

10.0.1.101 10.0.2.101 10.0.N.N


Vertical Scaling

Ingress
LB to cluster k8s

10.0.1.102 10.0.2.102 10.0.N.N

K8S - Clusters
10.0.1.N 10.0.2.N 10.0.N.N
TIPE IAC

TIPE 1

Tipe pertama adalah ad-hoc scripts. Biasanya ad-hoc scripts dibuat

dengan menggunakan Bash script, Python, atau Ruby. Berikut adalah

contoh ad-hoc script untuk menjalankan webserver dengan docker

container:
TIPE IAC

TIPE 2

Selanjutnya, pada tipe kedua, kita juga bisa

menggunakan configuration management tools

semacam Ansible, Chef, atau Puppet sebagai

teknologi IaC pilihan kita. Berikut adalah manifes

konfigurasi Ansible untuk melakukan hal yang

sama dengan ad-hoc script di sebelumnya:


KELEBIHAN TIPE 2

Konvensi. Dengan configuration management tools, kita bisa menerapkan konvensi pada kode

yang kita tulis. Dengan mengikuti konvensi yang sama, kolaborasi dalam menulis kode lebih

mudah dilakukan.

Idempotensi. Diambil dari istilah matematika, idempotensi merupakan atribut dari operasi

matematika yang jika dilakukan berulang kali akan menghasilkan hasil yang sama. Dalam

konteks IaC, idempotensi artinya kita bisa berulangkali menjalankan perintahansible-playbook

terhadap manifestasi provision-web-server.yml di atas dan akan mendapatkan hasil yang sama

persis setiap kalinya.

Distribusi. Jika kita perlu mengelola beberapa server sekaligus, dengan ad-hoc script, kita

harus menjalankan script provision-web-server.sh di atas secara manual di semua server

tersebut. Dengan Ansible, misalnya, kita cukup menuliskan daftar server yang perlu dikelola

pada inventori Ansible, maka ketika kita menjalankan perintah ansible-playbook, operasi akan

dilakukan terhadap seluruh server pada daftar inventori kita.


TIPE IAC

TIPE 3

Tipe IaC yang ketiga adalah server templating

tools. Pada model ini, kita membuat sebuah

template yang kemudian diubah menjadi artifak

yang mudah didistribusikan. Contoh dari ragam

ketiga ini adalah tekologi-teknologi semacam

Docker, Packer, dan Vagrant. Di bawah ini

merupakan manifes Packer untuk melakukan hal

yang sama dengan dua ragam yang sudah kita

bahas sebelumnya:
TIPE IAC

TIPE 4

Tipe yang keempat dan terakhir biasa disebut

sebagai server provisioning tools. Terraform,

CloudFormation, dan Open Stack termasuk dalam


kelompok ini. Berikut adalah manifes Terraform

untuk melakukan tugas yang sama dengan

berbagai teknologi IaC di sebelumnya


KELEBIHAN TIPE 4

Self-service. Dengan menggunakan teknologi IaC, tim pengembang bisa menulis sendiri kode

yang diperlukan untuk mempersiapkan infrastruktur sistem yang mereka butuhkan karena

kodenya tidak berbeda jauh dengan kode bahasa pemrograman yang mereka gunakan sehari-

hari.
Kecepatan. Operasi-operasi yang diperlukan untuk mengelola infrastruktur jauh lebih cepat

jika dijalankan oleh mesin (melalui teknologi IaC) ketimbang jika diketikkan secara manual

oleh manusia.
Keamanan. Mayoritas teknologi IaC memiliki mekanisme untuk memastikan konsistensi pada
kode yang ditulis. Hal ini meminimalisir peluang terjadinya kesalahan fatal ketika kode

diterapkan ke infrastruktur kita.


Dokumentasi. Sepanjang seluruh anggota tim kita bisa membaca kode, maka semua anggota

tim bisa melihat dengan jelas dari kode IaC yang kita tulis bagaimana infrastruktur tersebut

dibuat dan apa saja komponennya.

KELEBIHAN TIPE 4
Version Control. Sebagaimana semua kode, kode IaC yang kita tulis bisa dikelola

dengan version control tools seperti git. Dengan demikian maka kita bisa

senantiasa memantau riwayat perubahan kode IaC yang kita kelola.

Validasi. Dengan menggunakan IaC, kita bisa melakukan code review, automated

test (baik unit test maupun integration test), atau teknik lainnya yang bisa

mengurangi resiko cacat produksi pada kode IaC kita.

Penggunaan Ulang. Sebagian besar teknologi IaC memiliki modul yang bisa

disebarluaskan dan digunakan ulang dengan mudah. Misalnya saja Ansible

memiliki playbook, Chef memiliki cookbook, dan Terraform memiliki module.

Kebahagiaan. Teknologi IaC memudahkan pengembang untuk melakukan apa

yang menjadi keahliannya (menulis kode) dan menyerahkan sisanya untuk

diotomasi oleh mesin.

https://medium.com/@iqbal_farabi/pengenalan-teknologi-infrastruktur-sebagai-kode-62b295d0285c
Keduanya sama-sama merupakan tool

Infrastuktur as Code. Artinya, kedua tool ini sama-

sama mengotomasi, provision, Konfigurasi, dan

manage infrastruktur.

Terraform biasanya hanya dipakai untuk

provision infra. Sementara, Ansible adalah tool

untuk konfigurasi infra yang sudah ada/sudah jadi


YAML
YAML (YAML Yet Another Markup

Language) adalah format serialisasi data

yang biasanya digunakan sebagai

configuration file maupun hanya sebagai

penyimpan data. Sebagai configuration file,

YAML kerap digunakan pada DevOps

(Docker, Kubernetes, Ansible, etc.)


TIMESTAMP

Membuat SSH Keys (Public dan Private Key)


Ubuntu CloudImage dan CloudInit
Provision infrastruktur dengan Terraform
Otomasi konfigurasi dan penginstalan dengan

Ansible
SETUP TERRAFORM DAN ANSIBLE
MEMBUAT SSH KEYS
INTEGRASI CLOUD INIT - HAL 1
INTEGRASI CLOUD INIT - HAL 2
DIGITAL MARKETING

THANK I sincerely appreciate that

I’ve had this opportunity

to present to you.

YOU

Anda mungkin juga menyukai