0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
193 tayangan16 halaman

Install Proxmox VE 6

Proxmox dapat diinstal pada server dengan spesifikasi minimal seperti CPU 64-bit, memori minimal 1 GB, dan jaringan gigabit. Langkah-langkah instalasinya meliputi membuat bootable USB, memilih partisi disk untuk instalasi, mengkonfigurasi jaringan manajemen, dan merestart server setelah selesai. Setelah instalasi, Proxmox dapat diakses melalui alamat URL melalui browser web.

Diunggah oleh

Lugina Wiyata
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
193 tayangan16 halaman

Install Proxmox VE 6

Proxmox dapat diinstal pada server dengan spesifikasi minimal seperti CPU 64-bit, memori minimal 1 GB, dan jaringan gigabit. Langkah-langkah instalasinya meliputi membuat bootable USB, memilih partisi disk untuk instalasi, mengkonfigurasi jaringan manajemen, dan merestart server setelah selesai. Setelah instalasi, Proxmox dapat diakses melalui alamat URL melalui browser web.

Diunggah oleh

Lugina Wiyata
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Panduan Cara Install Proxmox VE Terbaru

6.2
Yogi Aprilian-Virtualisasi-406 Views

Proxmox adalah salah satu virtualisasi berbasis linux dan bersifat open source. Serta
mudah untuk diinstall dan memiliki halaman administrasi berbasis GUI/Web.

Sebelum melakukan instalasi pastikan server kalian sudah memenuhi syarat. Baca dulu
system requirmentnya.

System Requirements
For production servers, high quality server equipment is needed. Proxmox VE supports clustering, this
means that multiple Proxmox VE installations can be centrally managed thanks to the integrated cluster
functionality. Proxmox VE can use local storage like (DAS), SAN, NAS, as well as shared, and distributed
storage (Ceph).

Pengertian Storage Server DAS, NAS dan SAN


Pengertian, Perbedaan serta Fungsi Storage Server DAS, NAS dan SAN dalam Jaringan
Komputer – Storage server merupakan sebuah server yang dapat menyimpan server dalam
kapasitas yang sangat besar. Storage server pun memiliki 3 teknologi berbeda yaitu DAS, NAS
dan SAN. Untuk dapat memilih salah satunya, maka tentu saja ada beberapa hal yang harus
menjadi pertimbangan tersendiri oleh anda, misalnya saja seperti banyak kapasitas data yang
anda butuhkan, kepentingan backup data, biaya dan masih banyak lagi pertimbangan yang lain.

Untuk merk Stroage NAS dan SAN sendiri banyak beberapa merk yang berkualitas
seperti merek Storage Server SAN / NAS yang bagus seperti Asustor, Buffalo, Fujitsu, HP, IBM
, Infortrend, Qnap, Seagate, D-Link, Thecus maupun Western Digital. Untuk membantu dan
mempermudah anda dalam memilih salah satunya, maka kami akan memberikan pengertian
mengenai storage server DAS, NAS dan SAN dalam jaringan komputer seperti di bawah ini.

1. NAS (Network Attached Storage)


Jenis pilihan server ini seringkali disebut dengan pilihan hybrid. Server ini biasanya
menggunakan dedicated server atau sebuah alat yang dapat melayani array storage. Pada
umumnya penyimpanan biasanya dibagi kepada beberapa klien yang dalam waktu yang
bersamaan pada semua jaringan Ethernet yang ada. Server NAS ini biasanya memanfaakan
transfer pada tingkatkan file. Penyimpanan NAS biasanya memiliki biaya startup yang lebih
rendah meskipun jika dibandingkan dengan DAS. Hal ini membuat penyimpanan NAS ini juga
cocok digunakan oleh usaha kecil dan juga menengah. Anda pun dapat menggunakan berbagai
protocol yang berbeda untuk membagikan file misalnya saja protocol seperti UNIX, CIF dan
juga NFS. Biasanya NAS menggunakan array penyimpana ISCI target yang dapat dibagi pada
seluruh jaringan yang ada. Jaringan ini pun dapat dikonfigurasi sehingga throughput jaringan pun
menjadi lebih maksimal.
2. SAN (Storage Area Network)
Penyimpanan dengan tipe SAN ini merupakan solusi yang sangat tepat bagi bisnis menengah
hingga ke bisnis besar. Beberapa infrastruktur yang dibutuhkan oleh SAN adalah SAN Switch,
HBA, Kabel fiber dan juga controller disk. Salah satu keunggulan dari penyimpanan ini adalah
kemampuannya untuk berbagi storage server ke beberapa server yang ada. Hal ini akan
memungkinkan anda untuk melakukan konfigurasi kapasitas dari penyimpanan yang anda
butuhkan. Namun dengan performa yang tentu saja lebih baik dari dua server yang telah
dijelaskan di atas, server SAN ini memiliki harga yang lebih tinggi. Selain itu SAN ini juga
memiliki inheren yang jauh lebih kompleks untuk mengelola. Namun semua ini tentu saja akan
sebanding dan cocok terlebih lagi memang server atau penyimpanan ini dikhususkan untuk
bisnis atau usaha dengan kelas menengah ke atas.

3. DAS (Direct Attached Storage)


Direct-Attached Storage (DAS) merujuk pada sistem penyimpanan digital secara langsung yang
terpasang ke server atau workstation, tanpa storage network di antaranya. Dengan kata lain
storage yang menempel langsung (point-to-point) pada server atau komputer. Penyimpanan DAS
hanya langsung diakses dari host dimana DAS terpasang. Sebuah DAS tidak memasukkan
perangkat keras jaringan dan lingkungan operasi terkait untuk memberikan fasilitas dalam
berbagi sumber daya penyimpanan secara independen. Termasuk dalam kategori Direct-Attached
Storage yaitu apabila menggunakan eksternal storage yang dihubungkan ke channel eksternal
SCSI card yang digunakan. Teknologi ini cocok untuk kondisi yang membutuhkan akses cepat
ke system disk karena DAS memiliki transfer rate yg sangat cepat antara server dan hard disk.
Jadi, banyak aplikasi yang umumnya compatible dengan teknologi ini. DAS juga cocok untuk
jaringan yang kecil. Dari segi biaya serta kapasitas media penyimpanan (hard disk), maka
teknologi ini masih jauh lebih murah dibandingkan dengan teknologi yang lain.
Itulah tadi beberapa informasi mengenai Penjelasan pengertian serta fungsi kegunaan Storage
Server DAS, NAS dan SAN. Semoga informasi ini dapat membantu anda menemukan sebuah
storage server yang memang sesuai dengan kebutuhan, jenis bisnis atau usaha anda serta pastinya
sesuai dengan budget yanga anda miliki sehingga bisnis atau usaha anda pun dapat berkembang
dengan baik.

Recommended Hardware

• Intel EMT64 or AMD64 with Intel VT/AMD-V CPU flag.


• Memory, minimum 2 GB for OS and Proxmox VE services. Plus designated memory for
guests. For Ceph or ZFS additional memory is required, approximately 1 GB memory for
every TB used storage.
• Fast and redundant storage, best results with SSD disks.
• OS storage: Hardware RAID with batteries protected write cache (“BBU”) or non-RAID with
ZFS and SSD cache.
• VM storage: For local storage use a hardware RAID with battery backed write cache (BBU)
or non-RAID for ZFS. Neither ZFS nor Ceph are compatible with a hardware RAID controller.
Shared and distributed storage is also possible.
• Redundant Gbit NICs, additional NICs depending on the preferred storage technology and
cluster setup – 10 Gbit and higher is also supported.
• For PCI(e) passthrough a CPU with VT-d/AMD-d CPU flag is needed.

For Evaluation

Minimum Hardware (for testing only)

• CPU: 64bit (Intel EMT64 or AMD64)


• Intel VT/AMD-V capable CPU/Mainboard (for KVM Full Virtualization support)
• Minimum 1 GB RAM
• Hard drive
• One NIC

Testing with desktop virtualization

Proxmox VE can be installed as a guest on all common used desktop virtualization solutions as long as
they support nested virtualization.

Supported web browsers for accessing the web interface


To use the web interface you need a modern browser, this includes:

• Firefox, a release from the current year, or the latest Extended Support Release
• Chrome, a release from the current year
• Microsofts currently supported version of Edge
• Safari, a release from the current year

Proxmox VE on a Debian System


If you want you can install Proxmox VE on top of a running Debian 64-bit. This is especially interesting,
if you want to have a custom partition layout.

Berikut adalah langkah-langkah install proxmox lengkap


dengan gambar.
Tutorial Install Proxmox
1. Pertama kita download dulu iso proxmoxnya. Kalian bisa langsung download dari
website officialnya ya. Download yang versi
terbaru. https://www.proxmox.com/en/downloads

2. Selanjutnya buat bootable installer, untuk windows bisa menggunakan rufus. Tapi
disarankan untuk menggunakan etcher. https://www.balena.io/etcher/

Baca Juga: Cara Membuat Bootable Proxmox Menggunakan Rufus

3. Jika sudah selesai lanjut ke proses install, booting menggunakan flashdisk kalian.
Untuk tampilan awal seperti gambar dibawah ini. Pilih install Proxmox VE lalu enter
4. Pada Lisense Agreement langsung klik I agree saja
5. Pilih disk yang ingin digunakan untuk menginstall proxmox.
6. Kalian bisa memilih jenis partisi dengan mengklik option. Disini saya menggunakan
partisi xfs
7. Selanjutnya memilih Country, TimeZone dan Keyboard layout.
8. Masukan password untuk login ke proxmox kalian. Jangan lupa emailnya disini juga
ya.
9. Masuk ke tahap management network. Itu bisa kalian isi dengan konfigurasi IP
kalian.
10. Oke, berikut adalah kesimpulan dari config yang sudah kalian isi tadi.
11. Proses install dimulai, tunggu aja nggak lama kok proses instalasinya.
12. Setelah instalasi selesai, reboot server kalian. Jangan lupa installernya dicabut
supaya tidak booting ke instlasi proxmox lagi.
13. Akhirnya proxmox sudah selesai diinstall. Untuk tampilan cli seperti gambar
dibawah ini. Disitu nampak url untuk login ke proxmox via web gui.

14. Berikut adalah contoh untuk login ke halaman web gui proxmox. Usernamenya
kalian isi root ya. Dan passwordnya sesuai dengan yang kalian isi tadi.
15. Yeyyy, berikut adalah tampilan proxmox kalian. Gimana mudah kan cara installnya
hehe.

Anda mungkin juga menyukai