PSIKODIAGNOSTIK VI (TES GRAFIS)
INTERPRETASI TES DAM DAN TES BAUM
DOSEN
Inayah Wibawanti,S.Psi.,M.Si.
Disusun Oleh:
Amelia Tantri Budiyono (1824090014)
KELAS
Rabu, 12:50—14.:30
UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.A.I
FAKULTAS PSIKOLOGI
2020/2021
1) a. IDENTITAS OP
Nama : Muhammad Imam Yasirin
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 23 Tahun
Pendidikan : SMK Taruna Bangsa
Pekerjaan : Karyawan
Tanggal Tes : 27 April 2021
Tempat Tes : SMP Mutiara 17 Agustus 2
Tester : Amelia Tantri Budiyono
b. INTERVIEW
Latar Belakang OP
Testee adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Testee memiliki dua orang adik laki-laki.
Adik yang kedua berusia 19 tahun, dan adik yang ketiga berusia 13 tahun. Testee adalah
lulusan SMK Taruna Bangsa jurusan elektro pada tahun 2015. Testee pernah kuliah
jurusan Broadcasting, tetapi kuliahnya tidak dilanjutkan karena faktor biaya. Saat ini
testee adalah karyawan di salah satu perusahaan.
Autoanamnesa
Menurut hasil wawancara yang dilakukan terhadap testee, diperoleh hasil bahwa testee
merupakan orang yang memiliki sifat yang agak tertutup ketika bertemu dengan orang
baru, dia juga orang yang terkesan cuek, namun ketika sudah akrab dia termasuk orang
yang humoris.
Alloanamnesa
Menurut hasil wawancara terhadap teman main testee, dia mengakui bahwa testee
merupakan orang yang tertutup dengan orang lain ketika memang tidak kenal, tetapi kalau
sudah akrab, testee adalah orang yang lucu.
c. OBSERVASI UMUM
Observasi dilaksanakan pukul 11:07 siang, pada hari Selasa, 27 April 2021. Saat jam tes,
saya ajak testee untuk masuk ruang tes, testee saya minta untuk duduk berhadapan dengan
saya untuk melakukan tes. Karena testee sebelumnya sudah pernah saya ajak untuk
menjadi testee saya pada tes-tes yang sebelumnya, testee sudah tidak terkejut dengan
instruksi, alat tes,dan lain-lain, dia merasa siap untuk melakukan tes kali ini.
TES BAUM
d. OBSERVASI PELAKSANAAN TES BAUM
Pertama-tama saya memberikan selembar kertas A4 kepada testee, tidak terlihat wajah
tegang dari testee, dia terlihat santai meskipun di dalam ruangan sangat panas. Kemudian
saya memberikan instruksi pada testee untuk menuliskan nama, usia, dan jenis kelamin.
Setelah selesai, saya memberikan instruksi kepada testee untuk menggambar pohon
lengkap, tidak butuh waktu lama untuk memulai, testee langsung menggambar pohon
dengan cepat, kemudian setelah selesai, testee diminta untuk menamai pohon yang
digambarnya, kemudian dia menulis pohon apel.
e. INTERPRETASI TES BAUM
No. Aspek yang dinilai Deskripsi Indikasi
A. Kesan Umum
1. Kesan Umum Sketsa/skets Perasaan cemas, takut, tidak pasti dan
tidak merasa aman.
2. Ukuran Kecil Secara hipotesisi subyek merasa kecil
sehingga kurang berani, represi,
inferior, rasa tidak mantap, kurang
bersemangat menghadapi tugas,
persoaalan, tantangan. Merasa
kesempitan, penarikan diri, suka
menonjolkan ilmunya, kecemasan,
ketergantungan emosional, rasa tidak
aman dan merasa dibatasi. Ego yang
terdesak.
3. Lokasi Gambar Cenderung ke atas Penuh dengan dunia ide, imajinatif,
intelektual, kesadaran yang over
individual.
Cenderung ke kiri Ke arah aku (ego), dipengaruhi oleh
masa lampau, introvert, subjektif,
terlalu menghubungkan segala sesuatu
ke dalam dirinya, senang menimbang
dirinya, sukar dipengaruhi, senang
menyembunyikan problem.
4. Kualitas Garis Putus-putus (sketsa) Perasaan terisolir, anxiety, tidak aman.
Tekanan lemah ringan Dorongan, kemauan, vitaliats dan
energi yang lemah.
5. Penyelesaian Relatif sistematis Keteraturan dalam berpikir, kontak
dengan realitas baik.
B. Bagian-bagian
6. Mahkota Seperti benang ruwet Ada keinginan untuk berproduksi
banyak, dalam orientasi kurang baik,
sehingga mudah menimbulkan
kesalahpahaman dalam penyesuaian,
konsentrasi lemah.
Crown yang keriting Vitalitas yang cukup, dorongan yang
cukup cepat menyesuaikan diri,
cenderung suka humor tetapi kadang
kurang realistik, lebih mengutamakan
hal-hal yang lahiriah, sering
menonjolkan diri, mudah untuk
improvisasi
7. Dahan Tidak ada/terlupakan Kelemahan dan tidak mendapatkan
kesenangan melalui hubungan
interpersonal, tidak puas bergaul dan
bergabung dengan orang lain.
8. Batang Kontur yang terputus-putus Batang yang terputus
Digambar licin Sensitif, tetapi tidak mudah
menimbulkan masalah.
9. Akar Tidak digambar Normal.
10. Lain-lain Pohon, buah yang Adanya traumatis, kehilangan sesuatu,
berguguran
sifat putus asa dan depresif, biasanya
perasaan mudah tersinggung, kurang
tabah, kurang tekun/sensible,
melepaskan suatu tujuan.
Pohon dan buah Wajar pada anak-anak, sedang pada
dewasa:
Tajam dalam pengamatan, sombong,
mudah mendemonstrasikan sesuatu
kemampuannya atau mempertahankan
kedaulatan. impulsif dalam
keputusannya, sering membesarkan
realita, regresi kearah pubertas, ingin
lekas mencapai tujuan, kurang riil
dalam menghadapi masalah, butuh
sanjungan, suka melanggar peraturan,
sering membesar-besarkan kenyataan
Pohon yang dikelilingi Kurang percaya pada diri sendiri, rasa
rumput tergantung, kurang diakui lingkungan.
11. Bayangan Tidak terarah arsirnya Ada hambatan dalam diri, cemas dan
stress, keinginan beraktivitas yang
muncul tak terkendali.
f. KESIMPULAN TES BAUM
ASPEK KOGNITIF
Testee memiliki kapasitas intelektual yang bagus, mempunyai fantasi dan
imajinasi bagus. Keteraturan dalam berpikir, kontak dengan realitas baik. Keinginan untuk
beraktifitas yang muncul tak terkendali. Cenderung suka menonjolkoan ilmunya. Tajam
dalam pengamatan, mudah mendesmonstrasikan sesuatu. Konsentrasi lemah, kurang
tekun, memiliki dorongan, kemauan dan vitalitas yang lemah.
ASPEK EMOSI
Testee memiliki hambatan dalam diri sehingga cenderung cemas, takut, dan
merasa tidak aman, kecenderungan introvert, sensitif, kurang terbuka. Adanya traumatis,
kehilangan sesuatu, sifat putus asa dan depresif, mudah tersinggung. Kurang percaya pada
diri sendiri sehingga memiliki ketergantungan, merasa ada kekurangan dan kurang berani
sehingga merasa inferior, mengimbanginya dengan suka menonjolkan diri, cenderung
narsis, dan butuh sanjungan.
ASPEK SOSIAL
Testee tidak mendapatkan kesenangan melalui hubungan interpersonal, tidak puas
bergaul dan bergabung dengan orang lain, serta kurang diakui lingkungan.
TES DAM
2) a. OBSERVASI PELAKSANAAN TES DAM
Pada tes kali ini testee diminta untuk menggambar sosok manusia lengkap, testee
langsung bereaksi dengan menggambar sesosok anak laki-laki yang memegang gulungan
kertas gambar, setelah lengkap, testee memberi nama gambar tersebut dengan nama Putra,
21 tahun yang sedang ingin berangkat kuliah.
b. INTERPRETASI TES DAM
No. KESAN/DETAIL DESKRIPSI INDIKASI
A. Kesan Umum
1. Usia Lebih muda dari usia subyek Immature, tidak dapat menghayati
perkembangan dunianya, fiksasi emosi
pada usia yang sama dengan figur yang
digambar atau mengalami regresi.
2. Aktif/pasif Gambar tampak aktif Seks subyek sama dengan seks gambar,
kecenderungan histeris dan maniakul,
mengutamakan aktifitas motorik,
gelisah, aktifitas fantasi.
3. Lengkap atau tidak Lengkap semua bagian Kecenderungan ekshibisionis, merasa
mampu diterima secara sosial,
ketergantungan sosial.
4. Jenis Kelamin Jenis kelamin sama dengan Normal.
subjek
5. Tampan/tidak Tampan Kepuasan/kemantapan pada diri sendiri.
6. Sedih/gembira Gembira Bersemangat dan memiliki motivasi
untuk berprestasi
7. Kuat/tidak Kuat Deskripsi diri yang kuat.
8. Formil/acak-acakan Formil Terikat aturan dalam menyatakan diri.
9. Ukuran Sedang Wajar, normal.
10. Lokasi Di kiri/cenderung ke kiri Dikuasai emosi, menekankan masa
yang lalu, tendensi impulsif, self
oriented, depresif tapi banyak frustasi,
introvert, bayak dikendalikan
ketaksadaran.
Di tengah Memiliki adaptasi yang cukup baik,
bersifat egosentris, insecure dan rigid,
berusaha kontrol secara cermat.
Kualitas Garis Gambar sketsa Anxiety, tidak tetap, insecure
11. Tipis Ada hambatan berhubungan dengan
lingkungan, biasa nampak pada tendebsi
skizoid.
12. Penyelesaian Sistematis Keteraturan dalam berpikir, kontak
dengan realitas yang baik
B. Bagian-bagian
13. Kepala Kabur/tidak jelas Memiliki kesadaran pribadi, memiliki
keraguan, pemalu.
14. Rambut Rambut acak-acakan Amoralitas seksual.
15. Sikap kritis namun tidak menentang,
kecenderungan kehalusan budi pekerti,
Alis Teratur
kesopanan, cenderung menjaga,
memelihara.
16. Mata Menekankan pada pupil mata Paranoia dan menampakkan fantasi,
angan-angan.
Mata membelalak Rangsangan/gairah seksual
17. Hidung Agak kecil Kemungkinan ada konflik seksual, takut
pada kastrasi.
18. Mulut Mulut terbuka cenderung oral erotis, cenderung
dependensi.
Mulut yang cekung lekuk Oral dependensi, ketidakmasakan
psikoseksual, butuh perhatian.
Giginya kelihatan Oral agresif (suka mengkritik), tendensi
menyerang secara oral, sinisme.
19. Telinga Telinga kabur/tidak jelas Kesadaran pribadi goncang, keraguan.
Kurang tekanan Penolakan terhadap kritik, menolak
pendapat orang lain, menghindari
halusianasi pendengaran, lebih umum
pada orang lanjut usia dari pada orang
muda.
20. Dagu Jakun Menunjukkan sifat kejantanan tak
disadari, wajar pada remaja.
21. Leher Besar dan gemuk Penggabungan impuls yang baik.
22. Pundak Pundak sempit/kecil Perasaan inferior, kurang mampu
mencoba mencari kompensasi.
23. Lengan Lengan yang panjang Ambisius, usaha untuk sukses,
mengharapkan perhatian dan kasih
sayang.
24. Tangan/jari Tangan yang masuk Menolak atau ketidaksediaan
saku/dibelakang berhubungna dengan sosial. Psikopat,
ingin berhubungan sosial tetapi merasa
kurang mampu, inferior, takut.
25. Tubuh Tubuh yang kecil Menghindari dorongan fisik, perasaan
inferior, merasa kurang
sehat/kuat.
26. Paha Pendek Merasa kurang lincah, kurang mampu
Loyo Merasa kurang mampu, tidak pasti,
penurunan kemampuan sehubungan
dengan penambahan umur.
27. Kaki Sangat kecil Tertekan, kontrol kaku terhadap
seksualitas, ketergantungan pada orang
lain.
Kaki digambar terlalu pendek Sifat kepala batu.
28. Pakaian Digambar Normal.
29. Perhiasan Ikat pinggang Ketergantungan.
c. KESIMPULAN TES DAM
ASPEK KOGNITIF
Testee memiliki kapasitas intelektual bagus dan berambisi dalam meraih prestasi,
serta memiliki kepuasan pada diri sendiri. Testee memiliki deskripsi diri yang kuat,
keteraturan dalam berpikir, kontak dengan realitas yang baik. Testee memiliki
penggabungan impuls yang baik. Sikap kritis namun tidak menentang.
ASPEK EMOSI
Immature (belum dewasa). Testee memiliki kecenderungan introvert,
cenderung agresif terutama verbal. Dikuasai emosi, tendensi impulsif, bersifat egosentris,
memiliki kecemasan yang signifikan dan kurang percaya diri. Testee memiliki sifat keras
kepala. Kesadaran pribadi yang goncang dan memiliki keraguan. Perasaan inferior, takut,
dan ketergantungan pada orang lain. Testee menekan masa lalunya dan agak depresif.
Banyak dikendalikan ketidaksadaran. Kemungkinan ada konflik seksual. Testee
mengharapkan perhatian dan kasih sayang.
ASPEK SOSIAL
Testee ada hambatan dalam berhubungan dengan lingkungan. Testee ingin
berhubungan sosial tetapi merasa kurang mampu. Tidak dapat menghayati perkembangan
dunianya dan ketergantungan sosial. Testee menolak pendapat orang lain tetapi suka
mengkritik, tendensi menyerang secara oral. Kecenderungan kehalusan budi pekerti,
kesopanan, cenderung menjaga, memelihara.
3) KESIMPULAN KESELURUHAN
Berdasarkan dari hasil pemeriksaan psikologis yang dilakukan, yakni tes BAUM
dan tes DAM, maka dapat disimpulkan bahwa Testee memiliki kapasitas intelektual
bagus, ambisius, dan berusaha untuk sukses. Testee memiliki sifat yang di dominasi oleh
drive-nya, yang mana Testee adalah orang butuh pengakuan, suka dipuja, eksplosif. Testee
juga ragu dalam menghadapi realita, namun memiliki ketajaman dalam pengamatan,
sering suka menyenangkan hati orang lain namun juga ada tendensi kekanak-kanakan.
Testee memiliki kehalusan budi pekerti, kesopanan, cenderung menjaga, memelihara.
Testee termasuk orang yang relatif menolak kritik, dan cenderung menolak
pendapat orang lain yang tidak sejalan dengannya. Testee memiliki kewaspadaan tinggi
sebagai cerminan rasa tidak aman, serta memiliki kecemasan yang signifikan. Berusaha
menunjukkan prestasi agar diakui terutama konsep diri sebagai laki-laki. Testee memiliki
ketergantungan terhadap orang lain. Dalam aspek seksual, Testee kemungkinan ada
konflik seksual, takut pada kastrasi.