0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan4 halaman

NO 1 Dan 4

Bahasa C adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang populer dan berpengaruh yang dikembangkan pada tahun 1972. C memungkinkan akses ke operasi tingkat rendah dan digunakan untuk pengembangan sistem operasi dan perangkat lunak yang memerlukan efisiensi tinggi.

Diunggah oleh

Densa Aurora
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan4 halaman

NO 1 Dan 4

Bahasa C adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang populer dan berpengaruh yang dikembangkan pada tahun 1972. C memungkinkan akses ke operasi tingkat rendah dan digunakan untuk pengembangan sistem operasi dan perangkat lunak yang memerlukan efisiensi tinggi.

Diunggah oleh

Densa Aurora
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Pada Bahasa C, identifikasi (identifier) adalah nama yang diberikan kepada berbagai elemen
program, seperti variabel, fungsi, dan tipe data. Identifikasi digunakan untuk mengidentifikasi
dan merujuk ke elemen-elemen ini dalam kode program. Beberapa aturan yang berlaku untuk
pengenalan identifier dalam Bahasa C adalah sebagai berikut:

Karakter yang Diperbolehkan: Identifier dalam Bahasa C dapat terdiri dari huruf (a-z, A-Z),
angka (0-9), dan tanda garis bawah (_) sebagai karakter. Namun, identifier tidak boleh
dimulai dengan angka.

Panjang Identifier: Panjang identifier dapat bervariasi tergantung pada kompilernya, tetapi
biasanya panjang identifier adalah 31 karakter.

Case Sensitive: Bahasa C bersifat case-sensitive, artinya huruf besar dan huruf kecil dianggap
berbeda. Jadi, "namaVariabel" dan "namavariabel" dianggap sebagai dua identifier yang
berbeda.

Tidak Boleh Menggunakan Kata Kunci: Identifier tidak boleh menggunakan kata kunci yang
telah ditentukan dalam Bahasa C sebagai nama mereka. Misalnya, Anda tidak dapat
menggunakan "int" atau "for" sebagai identifier.

Conventional Naming Conventions: Ada konvensi tertentu yang biasanya diikuti dalam
pemberian nama identifier. Ini mencakup penggunaan huruf kecil untuk nama variabel,
menggunakan huruf kapital untuk nama tipe data, dan pemisahan kata dengan tanda garis
bawah (underscores) jika nama identifier terdiri dari lebih dari satu kata (contoh:
nama_variabel).

Berikut adalah beberapa contoh identifier yang sah dalam Bahasa C:

 ‘umur’
 ‘NilaiAkhir’
 ‘NamaDepan’
 ‘bilangan_1’
 ‘HitungLuas’
Penting untuk memahami aturan-aturan ini dan mengikuti konvensi yang baik dalam
pemberian nama identifier untuk membuat kode Anda lebih mudah dibaca dan dipahami oleh
orang lain dan oleh Anda sendiri.
Bahasa pemrograman C adalah sebuah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang
dikembangkan oleh Dennis Ritchie pada tahun 1972 di Bell Labs. C adalah salah satu bahasa
pemrograman yang paling populer dan berpengaruh dalam sejarah komputasi, dan banyak
bahasa pemrograman modern memiliki akar atau terinspirasi dari C. Berikut adalah beberapa
pengenalan penting tentang bahasa C:

1. Bahasa Tingkat Rendah dan Tinggi: C adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi,
tetapi juga memberikan akses ke operasi-operasi tingkat rendah yang ada dalam
bahasa mesin. Ini memungkinkan programmer untuk mengendalikan komputer
dengan sangat rinci, sehingga C sering digunakan dalam pengembangan sistem
operasi, perangkat embedded, dan perangkat lunak yang memerlukan efisiensi tinggi.

2. Struktur Dasar: Program C terdiri dari fungsi-fungsi yang dapat disusun dalam berkas
sumber. Program dimulai dengan fungsi main(), dan eksekusi program dimulai dari
sana. Fungsi-fungsi lain dapat dipanggil dari main() atau dari fungsi-fungsi lainnya.

3. Variabel dan Tipe Data: C mendukung berbagai tipe data seperti int (bilangan bulat),
float (bilangan pecahan), char (karakter), dan sebagainya. Programmer dapat
mendeklarasikan variabel dengan tipe data yang sesuai untuk menyimpan data.

4. Struktur Kontrol: Bahasa C memiliki struktur kendali seperti pernyataan percabangan


(if, else if, else) dan perulangan (for, while, do-while) yang memungkinkan
programmer untuk mengontrol alur eksekusi program.

5. Fungsi: C mendukung definisi dan pemanggilan fungsi. Fungsi digunakan untuk


memecah program menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dikelola.
Fungsi main() adalah titik awal eksekusi program.

6. Pointer: C mendukung penggunaan pointer, yang memungkinkan programmer untuk


mengakses alamat memori dan melakukan manipulasi langsung pada data di dalam
memori.

7. Library Standar: Bahasa C memiliki library standar (misalnya, stdio.h untuk masukan
dan keluaran standar) yang memudahkan interaksi dengan sistem dan perangkat keras.

8. Dinamika dan Statis: C adalah bahasa pemrograman statis, yang berarti tipe data
variabel harus dideklarasikan sebelum digunakan. Ini membantu mencegah kesalahan
tipe data saat kompilasi.
9. Kompilasi: Program C dikompilasi menjadi bahasa mesin sebelum dijalankan. Ini
berarti program harus diubah menjadi kode yang dapat dieksekusi oleh komputer
dengan bantuan kompiler.

10. Portabilitas: Program C yang ditulis dengan baik biasanya dapat dijalankan di
berbagai platform dengan sedikit atau tanpa perubahan, karena C adalah bahasa yang
portabel.

11. Bahasa C adalah dasar bagi banyak bahasa pemrograman lainnya dan memiliki peran
penting dalam dunia pemrograman komputer. Kelebihan utamanya adalah kinerja
tinggi, akses langsung ke sumber daya perangkat keras, dan fleksibilitas dalam
pengembangan perangkat lunak sistem.

4. Bahasa C memiliki berbagai jenis operator yang digunakan untuk melakukan operasi
matematika, perbandingan, logika, dan lainnya dalam program. Berikut adalah beberapa
operator yang umum digunakan dalam bahasa C:

1. Operator Aritmatika:
 ‘+’ (Penjumlahan)
 ‘-‘ (Pengurangan)
 ‘*’ (Perkalian)
 ‘/‘(Pembagian)
 ‘%’ (Modulus, sisa pembagian)

2. Operator Perbandingan:
 ‘==’ (Sama dengan)
 ‘!=’ (Tidak sama dengan)
 ‘<’ (Kurang dari)
 ‘>’ (Lebih dari)
 ‘<=’ (Kurang dari atau sama dengan)
 ‘>=’ (Lebih dari atau sama dengan)

3. Operator Logika:
 ‘&&’ (AND logika, digunakan untuk menggabungkan dua kondisi yang harus
benar)
 ‘||’ (OR logika, digunakan untuk menggabungkan dua kondisi di mana salah
satunya harus benar)
 ‘!’ (NOT logika, digunakan untuk membalikkan nilai kondisi)
4. Operator Penugasan:
 ‘=’ (Operator penugasan, digunakan untuk memberikan nilai ke variabel)
 ‘+=’ (Penugasan penjumlahan, misalnya ‘x += y’ sama dengan ‘x = x + y’)
 ‘-=’ (Penugasan pengurangan, misalnya ‘x -= y’ sama dengan ‘x = x – y’)
 ‘*=’ (Penugasan perkalian, misalnya ‘x *= y’ sama dengan ‘x = x * y’)
 ‘/=’ (Penugasan pembagian, misalnya ‘x /= y’ sama dengan ‘x = x / y’)
 ‘%=’ (Penugasan modulus, misalnya ‘x %= y’ sama dengan ‘x = x % y’)

5. Operator Inkrementasi/Dekrementasi:
 ‘++’ (Inkrementasi, digunakan untuk menambahkan 1 ke variabel)
 ‘—‘ (Dekrementasi, digunakan untuk mengurangkan 1 dari variabel)

6. Operator Bitwise:
 ‘&’ (AND bitwise)
 ‘|’ (OR bitwise)
 ‘^’ (XOR bitwise)
 ‘~’ (NOT bitwise)
 ‘<<’ (Shift kiri)
 ‘>>’ (Shift kanan)
7. Operator Ternary (Kondisional):
 ‘? :’ (Operator ternary, digunakan untuk membuat ekspresi bersyarat)

8. Operator Ukuran:
 ‘sizeof’ (Digunakan untuk menghitung ukuran tipe data atau variabel dalam byte)

9. Operator Adres dan Dereferensi:


 ‘&’ (Mengambil alamat dari variabel)
 ‘*’ (Dereferensi pointer, mengakses nilai dari alamat yang ditunjuk oleh pointer)

10. Operator Sejajar (Comma):


 ‘,’ (Operator sejajar digunakan untuk memisahkan pernyataan dalam satu baris)
Contoh penggunaan operator-operator ini bervariasi tergantung pada kebutuhan program
Anda, dan Anda dapat menggabungkan dan menggunkan operator-operator ini untuk
membuat ekspresi yang lebih kompleks dalam bahasa C.

Anda mungkin juga menyukai