SURAT KONTRAK PERJANJIAN PENGERJAAN BORONGAN MEMBANGUN RUMAH TINGGAL
cV. NUR PRATAMA BOGOR
SURAT KONTRAK PERJANJIAN PENGERJAAN BORONGAN
PEKERJAAN MEMBANGUN RUMAH TINGGAL
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Juhdi
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat: Kp. Cijulang Rt/Rw 001/004 Desa. Sukakarya Kec. Megamendung
Bertindak sebagai pemilik rumah yang selanjutnya akan di sebut dengan PIHAK I.
Nama : Nurasep Saefudin Firdaus
Pekerjaan : Karyawan Honorer
Jabatan : Wakil Direktur CV. Nur Pratama Bogor
Alamat: Kp. Sukamaju Rt/Rw 006/002 Desa. Tenjo Kec. Tenjo
Bertindak untuk dan atas nama CV. Nur Pratama Bogor sebagai pelaksana kerja Borongan
yang selanjutnya disebut dengan PIHAK II.
Kedua pihak menyatakan bersepakat untuk mengadakan Kontrak Perjanjian kerja Pengerjaan
Pembangunan Rumah Tinggal di Kp. Cijulang Rt/Rw 001/004 Desa. Sukakarya Kec.
Megamendung, Bogor yang kemudian diatur dalam syarat dan ketentuan, sebagaimana
berikut antara lain:
Pasal 1
LANGKAH PENUNJUKKAN
1. PIHAK I telah memberikan tugas pada PIHAK II untuk melaksanakan pekerjaan
pembangunan rumah tinggal secara borongan di Kp. Cijulang Rt/Rw 001/004 Desa.
Sukakarya Kec. Megamendung, Bogor sesuai spesifikasi dan desain yang terlampir
dengan sebaik-baiknya.
2. PIHAK II telah setuju dan menerima pekerjaan tersebut serta bersedia melaksanakan
pekerjaan borongan membangun rumah yang dimaksud sesuai spesifikasi dan desain yang
dilampirkan.
Pasal 2
WAKTU PELAKSANAAN
1. Pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud dalam pasal 1 harus dimulai selambat lambatnya
sepuluh hari setelah penandatanganan Surat Kontrak Perjanjian dan PIHAK II harus
sudah menuntaskan pekerjaan yang dimaksud secara menyeluruh dan menyerahkannya
ke PIHAK I dalam keadaan yang baik paling lambat 120 hari setelah penandatanganan
Surat Kontrak Perjanjian.
2. Jangka waktu untuk penyerahan sesuai dengan pasal ke 2 ayat a tersebut bisa
diperpanjang jika ada permintaan tertulis yang disampaikan dari PIHAK II dengan
menyertakan alasan-alasan logis yang bisa diterima oleh PIHAK I.
3. Untuk menindaklanjuti terkait perpanjangan waktu dalam pelaksanaan pekerjaan yang
dimaksud, PIHAK I akan mengeluarkan Surat Perpanjangan Waktu Pelaksanaan
Pekerjaan Borongan.
Pasal 3
BIAYA PELAKSANAAN KONTRAK BORONGAN
Biaya untuk pelaksanaan kontrak pekerjaan borongan pembangunan rumah tinggal sesuai
kesepakatan kedua pihak adalah sebesar Rp. 560.00.000,00 (Lima Ratus Enam Puluh Juta
Rupiah), untuk satu unit bangunan rumah. Harga borongan sudah termasuk bahan
material, fee kontraktor, upah pekerja, tidak termasuk biaya pajak dan perijinan.
Pasal 4
PROSES PEMBAYARAN
Pembayaran biaya pelaksanaan oleh PIHAK I kepada PIHAK II dilakukan secara Opname
sesuai tahapan kemajuan dari pekerjaan dan diatur sesuai kesepakatan berikut:
Pembayaran Tahap Satu
Untuk pembayaran tahap satu sebesar 50 % (50 puluh) persen dari nilai kontrak borongan
sebagaimana tertuang dalam perjanjian di pasal yang ke 3.
Besarnya pembayaran adalah: (50) % X (Rp. 560.000.000) = Rp. 280.000.000 (Dua Ratus
Delapan Puluh juta rupiah) yang nantinya akan dibayarkan oleh PIHAK I kepada PIHAK
II setelah progres Pembangunan mencapai minimal 50% dari total keseluruhan pekerjaan.
Pembayaran Lanjutan
Untuk pembayaran lanjutan akan ditetapkan sebesar 25% (dua puluh lima) persen dari
nilai kontrak.
Besar pembayaran tersebut yakni: 25% X (Rp. 560.00.000) = (Rp. 140.000.000) (seratus
empat puluh juta rupiah) yang nantinya dibayarkan oleh PIHAK I kepada PIHAK II jika
tahapan pengerjaan telah selesai minimal 75% dari total keseluruhan pekerjaan.
Pelunasan Pembayaran
Pelunasan pembayaran sebesar 25% dari nilai kontrak.
Besar pembayaran tersebut yakni: 25% X (Rp. 560.00.000) = (Rp. 140.000.000) (seratus
empat puluh juta rupiah) yang nantinya dibayarkan oleh PIHAK I kepada PIHAK II
apabila tahapan pekerjaan telah 100% atau sepenuhnya selesai dilaksanakan oleh PIHAK
II dengan baik dan sesuai spesifikasi yang disepakati.
Pembayaran yang dilakukan oleh PIHAK I kepada PIHAK II tersebut akan dilakukan
melalui nomor Rekening Bank atas nama PIHAK II.
Pasal 5
MATERAI DAN PAJAK
Bea materai dan biaya pajak lainnya akibat dari dikeluarkannya Surat Kontrak Perjanjian ini
menjadi tanggungan sepenuhnya oleh PIHAK II.
Pasal 6
BIAYA DENDA KETERLAMBATAN
1. Apabila PIHAK II terlambat melakukan penyerahan pekerjaan borongan sesuai
jangka waktu yang telah disepakati dalam pasal 2 di Surat Kontrak Perjanjian, maka
PIHAK II akan dibebani denda keterlambatan sebesar Rp. 2.000.000,00) (dua juta
rupiah) tiap hari keterlambatan paling tinggi 2 % (dua) persen dari total nilai kontrak
borongan sebagaimana yang tercantum pada perjanjian dalam pasal ke 3.
2. Apabila PIHAK II melalaikan pekerjaan sebagaimana yang tercantum pada Surat
Kontrak Perjanjian dalam pasal ke 1, maka PIHAK II akan dibebani denda kelalaian
sebesar (Rp. 2.000.000,00 (dua juta rupiah) dari setiap kelalaian sesuai ketentuan dan
PIHAK II tetap diwajibkan untuk melanjutkan pekerjaan yang telah dilalaikan.
Pasal 7
SUBKONTRAKTOR PEKERJAAN
1. Pelaksanaan pengerjaan borongan sebagaimana yang tercantum di Surat Kontrak
Perjanjian pada pasal 1 tidak boleh dipindahtangankan atau dialihkan atau
diborongkan kepada PIHAK lain diluar dari PIHAK-PIHAK yang bersangkutan
alasan apapun.
2. Apabila PIHAK II melanggar kesepakatan sebagaimana yang tercantum pasal 7 dalam
ayat a tersebut, maka PIHAK I berhak untuk membatalkan perjanjian sepihak tanpa
memberitahukan kepada PIHAK II terlebih dahulu.
3. Semua kerugian akibat dari pembatalan kontrak perjanjian tersebut, sepenuhnya
adalah tanggung jawab dari PIHAK II.
Pasal 8
PERSELISIHAN
Jika terjadi masalah perselisihan terkait pengerjaan proyek bangunan antara PIHAK I dan
PIHAK II maka akan diselesaikan dengan cara-cara berikut:
1. Menggunakan jalur musyawarah.
2. Menggunakan jalur Arbitrase apabila masalah dan perselisihan yang terjadi tidak
dapat diselesaikan dengan jalur musyawarah. Panitia Arbitrase terdiri dari:
3. Satu orang yang mewakili PIHAK I,
4. Satu orang yang mewakili PIHAK II, dan
iii. Satu orang yang mewakili PIHAK I dan PIHAK II.
1. Menggunakan jalur hukum jika perselisihan yang ada tidak dapat diselesaikan
menggunakan jalur musyawarah maupun Panitia Arbitrase. Nantinya kedua pihak
sepakat untuk menyelesaikan perselisihan sesuai hukum yang berjalan.
Pasal 9
PENUTUP
Kesepakatan yang dibuat ini akan mulai berlaku sejak ditandatanganinya Surat Kontrak
Perjanjian oleh dua belah pihak dan dibuat rangkap 2 (dua) yang bermaterai serta
berkekuatan hukum sama yang mengikat secara sah di mata hukum.
Dibuat di : Bogor,……………….. 2024
PIHAK I PIHAK II
JUHDI NURASEP SAEFUDIN FIRDAUS