0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan4 halaman

Perilaku Guru Saat Observasi

Pelaksanaan observasi

Diunggah oleh

Jihan Soesilo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan4 halaman

Perilaku Guru Saat Observasi

Pelaksanaan observasi

Diunggah oleh

Jihan Soesilo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Perilaku Guru saat Observasi

Saat melaksanakan observasi, ada beberapa perilaku yang perlu ditunjukkan oleh seorang guru
agar refleksi dinamika kelas dapat berjalan efektif:

A. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi dinamika kelas mengacu pada
kesepakatan kelas: Penting bagi guru untuk melibatkan peserta didik dalam refleksi ini. Dengan
berbagi pengalaman dan pandangan mereka, guru dapat memahami perspektif siswa terhadap
dinamika kelas.

B. Guru menunjukkan kesediaan mendengarkan pandangan peserta didik: Mendengarkan


pandangan peserta didik merupakan aspek kunci dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Guru harus terbuka terhadap umpan balik siswa dan bersedia untuk melakukan perubahan jika
diperlukan.

C. Guru bersikap adaptif sehingga bersedia mengubah kesepakatan kelas bila


diperlukan: Fleksibilitas adalah kunci dalam mengelola dinamika kelas. Jika kesepakatan kelas
tidak lagi relevan atau membutuhkan penyesuaian, guru harus bersedia untuk melakukan
perubahan sesuai dengan kebutuhan siswa.

Langkah-langkah Refleksi Dinamika Kelas


1. Identifikasi Tujuan Pembelajaran: Guru harus memahami dengan jelas apa yang ingin dicapai
melalui setiap sesi pembelajaran. Ini membantu dalam mengevaluasi sejauh mana tujuan tercapai
dan apakah dinamika kelas mendukung pencapaian tujuan tersebut.

2. Perhatikan Interaksi Siswa: Observasi tidak hanya tentang penyampaian materi, tetapi juga
tentang bagaimana siswa berinteraksi satu sama lain. Guru perlu memperhatikan apakah
dinamika kelompok positif dan apakah siswa merespons materi dengan baik.

3. Mengumpulkan Data Kualitatif dan Kuantitatif: Guru dapat menggunakan berbagai metode
pengumpulan data, mulai dari pengamatan langsung hingga kuesioner, untuk memahami
dinamika kelas secara menyeluruh. Data ini menjadi dasar refleksi.

4. Berikan Waktu untuk Diskusi: Setelah observasi, guru dapat mengadakan sesi diskusi
dengan peserta didik. Ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk berbagi pengalaman mereka
dan memberikan umpan balik kepada guru.

5. Buat Perbandingan dengan Kesepakatan Kelas: Guru perlu membandingkan dinamika kelas
yang diamati dengan kesepakatan kelas yang telah disepakati bersama. Apakah norma-norma
perilaku terpenuhi atau perlu penyesuaian?

6. Rencanakan Perubahan Jika Diperlukan: Jika hasil refleksi menunjukkan adanya kebutuhan
perubahan, guru harus merencanakan tindakan konkret. Ini bisa melibatkan revisi kesepakatan
kelas, penyesuaian metode pengajaran, atau strategi lainnya.

Melanjutkan refleksi dinamika kelas, guru juga perlu memperhatikan aspek-aspek khusus yang
dapat memengaruhi pembelajaran. Beberapa hal yang perlu dicermati meliputi pengelolaan waktu,
penggunaan materi ajar yang menarik, serta keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran.

Manajemen waktu adalah elemen kunci dalam dinamika kelas yang efektif. Guru harus mampu
menyusun rencana pembelajaran yang terstruktur dan memastikan setiap aktivitas memiliki
alokasi waktu yang tepat. Dengan memantau penggunaan waktu, guru dapat mengevaluasi
efisiensi pembelajaran dan membuat perbaikan jika diperlukan.
Penting untuk memastikan materi ajar yang disajikan sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa.
Guru perlu berinovasi dalam pendekatan pengajaran dan memilih materi yang dapat memotivasi
peserta didik. Refleksi akan membantu guru mengidentifikasi apakah materi ajar yang dipilih
memberikan dampak positif pada pemahaman siswa atau perlu disesuaikan.

Keterlibatan siswa juga menjadi tolok ukur keberhasilan dinamika kelas. Guru perlu memastikan
bahwa siswa aktif terlibat dalam proses pembelajaran, baik melalui diskusi, proyek kelompok, atau
kegiatan kreatif lainnya. Observasi dapat membantu guru mengukur tingkat partisipasi siswa dan
mengidentifikasi strategi untuk meningkatkannya.

Selain itu, guru perlu peka terhadap interaksi antar siswa. Memahami bagaimana siswa
berkomunikasi dan bekerja sama dalam kelompok dapat memberikan wawasan tentang dinamika
sosial di kelas. Guru dapat memberikan dukungan tambahan atau mengatasi konflik jika
diperlukan untuk menjaga atmosfer positif di kelas.

Memanfaatkan Observasi untuk Peningkatan


Berkelanjutan
Analisis data dari hasil observasi adalah langkah penting dalam refleksi dinamika kelas. Guru
dapat menggunakan data tersebut untuk membuat keputusan yang didasarkan pada bukti konkret.
Penggunaan data kuantitatif dan kualitatif akan memberikan gambaran menyeluruh tentang
keadaan kelas.

Rencana tindakan merupakan output dari refleksi yang efektif. Guru perlu merancang langkah-
langkah konkret yang akan diambil untuk meningkatkan dinamika kelas. Ini dapat mencakup
pelatihan tambahan, penyesuaian metode pengajaran, atau implementasi kebijakan baru dalam
kesepakatan kelas.

Perubahan yang diusulkan harus berfokus pada kebutuhan siswa. Guru dapat mengajak
peserta didik terlibat dalam proses perubahan dengan mendengarkan ide dan masukan mereka.
Kesediaan guru untuk berkolaborasi dengan siswa dalam meningkatkan dinamika kelas dapat
menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan responsif.

Monitoring dan evaluasi secara berkala juga diperlukan untuk memastikan efektivitas perubahan
yang telah dilakukan. Guru perlu terus memantau dinamika kelas, mengumpulkan umpan balik,
dan melakukan penyesuaian jika diperlukan. Pemantauan yang konsisten akan membantu guru
menjaga kualitas pembelajaran sepanjang waktu.

Implementasi Kesepakatan Kelas yang Dinamis


Penting untuk melibatkan siswa dalam proses pembuatan dan pembaruan kesepakatan kelas.
Kesepakatan kelas yang efektif harus mencerminkan norma-norma perilaku yang diinginkan oleh
seluruh anggota kelas, bukan hanya keputusan guru. Ini menciptakan rasa kepemilikan dan
tanggung jawab bersama terhadap lingkungan pembelajaran.

Transparansi dalam menyusun dan menjelaskan kesepakatan kelas juga memegang peranan
penting. Guru perlu memberikan penjelasan yang jelas tentang tujuan dan manfaat dari setiap
aturan yang disepakati. Hal ini membantu siswa memahami alasan di balik norma-norma yang
ditetapkan.

Guru harus menjadi teladan dalam mengikuti kesepakatan kelas. Konsistensi dalam menerapkan
aturan dan norma-norma perilaku membantu menciptakan lingkungan yang stabil dan dapat
diprediksi. Siswa akan merasa lebih aman dan nyaman dalam belajar ketika tahu apa yang
diharapkan dari mereka.

Kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua juga dapat memperkuat implementasi kesepakatan
kelas. Komunikasi terbuka tentang norma-norma perilaku dapat menciptakan dukungan yang
diperlukan di semua tingkatan, memastikan konsistensi antara lingkungan pembelajaran di kelas
dan di rumah.

Kesimpulan: Guru sebagai Pengelola Dinamika


Kelas yang Efektif
Sebagai pengelola dinamika kelas, seorang guru memiliki tanggung jawab besar dalam
menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Melalui refleksi terus-menerus,
pengamatan, dan penerapan kesepakatan kelas yang dinamis, guru dapat meningkatkan kualitas
pembelajaran dan memberikan dampak positif pada perkembangan peserta didik.

Sampai Jumpa Kembali di Artikel Menarik Lainnya!

Anda mungkin juga menyukai