0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan2 halaman

Rangkuman PMM - Coaching

Coaching sebagai strategi pemberdayaan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan2 halaman

Rangkuman PMM - Coaching

Coaching sebagai strategi pemberdayaan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pertanyaan pemantik : data dijawab tanpa perlu penyelidikan oleh murid

ATP
Asesmen sumatif : tujuan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.
Bagaimana cara mengukur ketercapaian kompetensi siswa? Indikator – rubric (mahir – cakap – layak –
berkembang)

# COACHING UNTUK PEMIMPIN DI SATUAN PENDIDIKAN

PERAN PEMIMPIN DALAM PEMBERDAYAAN


1. MENYAPA REKAN
2. Memberikan pengarahan
3. Menyusun program
4. Melakukan pemantauan
5. Meakukan pegarahan
6. Mengerjakan administrasi

Ing ngarso sung tulada


Ing madya mangun karso
Tut wuri handayani
Semboyan yang mengandung paradigm kepemimpinan system among. Pemimpin dapat memberdayakan
potensi setiap individu dalam komunitas pendidikan mereka.

COACHING SBG STRATEGI PEMBERDAYAAN


Kepsek = coach, mitra pengembangan diri pendidik
Pendidikan dan tenaga pendidik = coachee
Coaching  rencana perubahan, pantauan perubahan, refleksi
Intinya semangat memberdayakan bukan mengevaluasi
Kemitraan, percakaoan kreatif untuk optialisasi potensi pendidik,

Strategi coaching  pengelolaan sekolah dan supervise akademik

Paradigm berpikir coaching


Percakapan berbasis coaching,
prinsip coaching
1. Kemitraan
2. Percakapan dua arah
3. Memaksimalkan potensi pendidik  kesimpulan dan rencana tindakan

Mindset dalam menjalani sesi coaching


1. Focus pada coachee
2. Bersikap terbuka dan ingin tahu lebih banyak
3. Memiliki kesadaran diri yang kuat
4. Mampu melihat peluang baru dan masa depan

Tiga kompetensi utama coaching


1. Hadir utuh
Menjadi pondasi awal untuk membantu munculnya kompetensi lain dalam coaching.
Kemampuan menyelaraskan badan pikiran dan hati pada situasi yang sedang berlangsung saat ini.
 leabih terbuka dan lebih sabar dalam mencari informasi lain.
Teknik STOP  STOP, TAKE A DEEP BREATH, OBSERVE, PROCEED
2. Mendengarkan aktif
Factor dalam diri yang menghalangi untuk dapat mendengarkan
1. Asumsi
2. Label atau penilaian
3. Asosiasi  mengaitkan situasi dengan pengalaman pribadi
3. Mengajukan pertanyaan berbobot
Perlu menggunakan pertanyaan terbuka dan disampaikan pada waktu yang tepat.
Dapat membuat rekan merasa nyaman dan berbicara secara terbuka.
Mengajukan dengan kata tanya: Apa, bagaimana, seberapa.
Tidak mengajukan kata tanya: mengapa kenapa (membuat guru merasa dihakimi)
Tidak mengajukan pertanyaan tertutup: apakah sudahkah ya dan tidak.

RASA  RECEIVE, APPRECIATE, SUMMARIZE, ASK

Percakapan coaching digunakan dalam


- perencanaan
- Pemecahan masalah
- Refleksi
- Kalibrasi (dapat dilakukan saat membicarakan pengembangan diri coachee saat penilaian kinerja
atau saat penyesuaian dengan sebuah kriteria baru)

Kata kunci:
- Coach bagi rekan pendidik pada saat awal tahun ajaran/semester, saat terlibat dalam suatu
kegiatan atau tugas baru
- Merencakan pengembangan kompetensi mitra
- Mendengarkan secara aktif
- Mengajukan pertanyaan
- Memaksimalkan potensi

Alur TIRTA
- Tujuan apa yang ingin dicapai
- Identifikasi dan rencana aksi, apa ukuran keberhasilan program, identifikasi hal yang harus
disiapkan/dikembangkan, identifikasi hal yang sudah ada yg bisa membantu keberhasilan,
identifikasi dukungan yang perlu diperlukan
- Tanggung jawab, sepakati kapan

Anda mungkin juga menyukai