PDF Strategi Trading Forex:
Sistem Trading Simple ala NSFX
Teknik Analisa Ichimoku TF H4
1
A. Indikator yang Digunakan 3
1. Ichimoku Kinko Hyo 3
B. Teknik Ichimoku TF H4 ala NSFX 4
1. Pilih pair yang ingin ditradingkan. 4
2. Setting time frame 4
3. Analisa dan tentukan trend 5
4. Tunggu hingga terjadi pergantian trend 6
5. Tentukan jenis transaksi dan posisi entry 7
6. Setting TP (Take Profit) dan SL (Stop Loss) 8
C. Tips penerapan teknik M30 10
1. Menggunakan SL + 10
2. HOLD transaksi sampai ganti trend 10
3. Hindari entry saat peluang sudah terlewat 10
4. Dua kali persilangan garis MA dalam satu hari menunjukkan sinyal palsu 10
2
A. Indikator yang Digunakan
1. Ichimoku Kinko Hyo
Ichimoku merupakan salah satu jenis indikator trend yang bisa membantu kita
melihat trend harga dengan mudah. Indikator ini memiliki beberapa komponen penyusun
sehingga dalam 1 indikator terdapat banyak garis yang perlu diperhatikan. Settingan
indikator yang NSFX gunakan untuk melakukan analisa adalah sebagai berikut :
Gambar A. 1. Setup parameter
Gambar A.2. Setup warna garis
3
B. Teknik Ichimoku TF H4 ala NSFX
1. Pilih pair yang ingin ditradingkan.
Analisa dengan teknik ini direkomendasikan untuk instrumen trading GOLD dan
instrumen trading yang memiliki volatilitas pergerakan harga yang cukup tinggi karena
riset awal dilakukan pada instrumen trading GOLD yang range pergerakan harganya
cukup tinggi dan hasilnya kurang maksimal untuk pasangan mata uang yang memiliki
range pergerakan harga lebih kecil. Meskipun teknik ini mungkin juga bisa diterapkan
pada pasangan mata uang lain, disarankan untuk melakukan backtest terlebih dahulu
sebelum menggunakannya. Dengan backtest, Anda dapat mengetahui tingkat
kemenangan (win rate) dari teknik analisa ini pada pasangan mata uang yang
diinginkan.
Gambar B.1. List Instrumen trading yang bisa dipilih
2. Setting time frame
Pastikan menggunakan time frame H4 saat menerapkan teknik analisa ini,
karena teknik ini menjadi lebih efektif jika diterapkan untuk mencari peluang swing trade
/ jangka panjang.
Gambar B.2. Time frame yang dipilih TF H4
4
3. Analisa dan tentukan trend
Untuk melihat trend menggunakan teknik analisa ini, kita perlu fokus pada 2 hal :
● Posisi garis Tenkan-sen terhadap garis Kijun-sen
● Posisi harga terhadap Kumo / Awan
Berikut cara identifikasi trend yang sedang berlangsung :
● Uptrend: Harga berada di atas kumo dan garis Tenkan-sen berada di atas Kijun-sen
● Downtrend: Harga berada di bawah kumo dan garis Tenkan-sen berada di bawah
garis Kijun-sen
● Sideways: Garis Tenkan-sen dan Kijun-sen posisinya berdekatan dan cenderung
bergerak datar.
Gambar B.3. Penggolongan trend
Note : area warna biru bisa dikatakan sebagai fase pergantian trend
5
4. Tunggu hingga terjadi pergantian trend
Terdapat perubahan trend jika memenuhi dua kondisi berikut:
● Dari uptrend menjadi downtrend: Harga yang awalnya di atas kumo menjadi dibawah
kumo & garis Tenkan-sen berada di dibawah Kijun-sen
● Dari downtrend menjadi uptrend: Harga yang awalnya di bawah kumo menjadi diatas
kumo & garis Tenkan-sen berada di diatas Kijun-sen
Gambar B.4.1. Contoh proses pergantian trend, downtrend ke uptrend
Note : area warna biru bisa dikatakan sebagai fase pergantian trend
6
Gambar B.4.2. Contoh proses pergantian trend, uptrend ke downtrend
5. Tentukan jenis transaksi dan posisi entry
- Cari peluang untuk Buy saat terjadi perubahan trend dari downtrend menjadi
uptrend. Bisa langsung ambil peluang entry buy ketika candlestick sudah
terkonfirmasi ditutup di atas kumo dan garis Tenkan-sen berada di atas
Kijun-sen.
- Cari peluang untuk Sell saat terjadi perubahan trend dari uptrend menjadi
downtrend. Bisa langsung ambil peluang entry sell ketika candlestick sudah
terkonfirmasi ditutup di dibawah kumo dan garis Tenkan-sen berada di bawah
Kijun-sen.
7
6. Setting TP (Take Profit) dan SL (Stop Loss)
Penempatan SL beracuan pada persilangan garis Tenkan-sen dan Kijun-sen
untuk pertama kalinya sebelum terjadi pergantian trend. Untuk penempatan TP bisa
menggunakan acuan 2x jarak entry ke level SL. Teknik ini memiliki risk:reward rasio 1:2.
Gambar B.6.1. Contoh penempatan TP dan SL untuk peluang sell
8
Gambar B.6.2. Contoh penempatan TP dan SL untuk peluang buy
9
C. Tips penerapan teknik Ichimoku
1. Menggunakan SL +
Untuk meminimalisir resiko dikarenakan setup yang muncul cenderung memiliki
jarak SL cukup jauh (di atas 1.000 point) maka bisa pertimbangkan untuk memasang SL
+ jika kondisi peluang transaksi yang dilakukan sudah profit. Kapan kita harus
memasang SL + ? Bisa beracuan jika transaksi sudah berada dalam kondisi profit yang
jaraknya sudah sebanding dengan jarak entry ke SL.
2. HOLD transaksi sampai ganti trend
Terdapat banyak kondisi yang memungkinkan kita untuk hold transaksi dan
mendapat profit jauh lebih besar dibanding hanya dengan rasio risk”reward 1:2 dengan
menggunakan acuan TP ketika terjadi pergantian trend lagi.
3. Hindari entry saat peluang sudah terlewat
Hindari memaksa entry jika peluang sudah terlewat jauh dan posisi sudah
mencetak keuntungan. Batasi keterlambatan entry maksimal 3 pips atau 30 poin,
anggap saja belum rejeki dan carilah peluang lain.
10
4. Dua kali persilangan garis MA dalam satu hari menunjukkan sinyal palsu
Pergantian trend dianggap sinyal palsu, dan harga kemungkinan akan
melanjutkan trend sebelumnya (belum ada pergantian trend) jika dalam satu hari terjadi
persilangan MA lagi (2 kali persilangan MA dalam 1 hari), dan:
- Pada kondisi uptrend, harga gagal membentuk swing high yang lebih tinggi setelah
sentuhan pertama ke garis MA 24.
- Pada kondisi downtrend, harga gagal membentuk swing low yang lebih rendah
setelah sentuhan pertama ke garis MA 24.
11