PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN WORDWALL UNTUK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA
MATAPELAJARAN PAI DI KELAS VIII
UPT SMPN 8 BANGKALA BARAT
Disusun untuk memenuhi tugas Lokakarya PPG dalam jabatan
Bacth II
NURHALIMAH
Nim 24127012
Nomer Peserta : 730428000822
PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
MANADO 1445 H/2024 M
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami Panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya, sehingga Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dengan Judul
"Penggunaan Media Pembelajaran Wordwall Untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran PAI di Kelas VIII UPT SMPN 8
Bangkala Barat." Dapat diselesaikan dengan baik. Penelitian ini disusun sebagai
salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam melalui Pemanfaatan Media yang baik dan tepat.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan PTK ini masih belum sempurna
dan masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif
sangat kami harapkan demi kesempurnaan proposal kami. Penulis berharap mudah-
mudahan penelitian ini bermanfaat bagi semua pihak terkait.
Penulis
Nurhalimah. S.Pd.I
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ................................................................................................. i
KATA PENGANTAR...............................................................................................ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................ 1
A. Latar Belakang Masalah .................................................................................. 1
B. Identifikasi Masalah dan Batasan Masalah ............................................................ 5
C. Rumusan Masalah............................................................................................ 6
D. Tujuan Penelitian ............................................................................................. 6
E. Manfaat Penelitian ........................................................................................... 6
BAB II KERANGKA TEORI .................................................................................. 7
A. Landasan Teori ................................................................................................ 7
1. Media Pembelajaran ................................................................................... 7
2. Aplikasi Wordwall ................................................................................... 12
3. Minat Belajar ............................................................................................ 16
4. Pendidikan Agama Islam .......................................................................... 24
B. Penelitian Terdahulu ..................................................................................... 25
C. Hipotesa Tindakan ......................................................................................... 26
BAB III METODE PENELITIAN ......................................................................... 27
A. Latar dan Karakteristik Penelitian ................................................................. 27
B. Jenis dan sumber data .................................................................................... 28
C. Subjek Penelitian ........................................................................................... 28
D. Desain Tindakan ............................................................................................ 28
E. Tindakan Pengumpulan Data......................................................................... 35
F. Tehnik Analisi Data ....................................................................................... 36
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 42
iii
i
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Belajar dalam konteks pembelajaran abad 21 terutama pada kurikulum 2013
yaitu siswa belajar materi pembelajaran melalui contoh, penerapan dan pengalaman
dunia nyata baik di dalam maupun luar sekolah. Agar tuntutan tersebut dapat
dilaksanakan sebagai bagian dari implementasi kurikulum 2013, maka perlu dalam
penggunaan TIK secara tepat, berkelanjutan dan terjangkau. Menurut Yusuf, pada saat
ini sangat diperlukan keterampilan pengetahuan yang mendalam dalam konteks
kehidupan mengenai suatu masalah, peristiwa atau kejadian. Media pembelajaran
computer sebagai alat bantu berupa fisik maupun nonfisik yang digunakan sebagai
perantara antara pendidik dan peserta didik dalam memahami materi pelajaran secara
lebih efektif dan efesien.1
BSNP pada seminar nasional menjelaskan bahwa Abad 21 ditandai dengan
adanya perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat serta perkembangan
otomatis dimana banyak pekerjaan yang sifatnya pekerjaan rutin dan berulang-ulang
dan sudah mulai digantikan oleh mesin dan computer.. Menurut BSNP, abad ke 21
ini baru berjalan satu dekade, namun dalam dunia pendidikan sudah dirasakan
adanya pergeseran dan bahkan perubahan yang dasar pada tataran filsafat, arah
1 Restu Rahayu, Sofyan Iskandar dan Yunus Abid in, "Inovasi Pembelajaran Abad
21 dan Penerapannya di Indonesia, jurnal Basicedu Vol. 6, No. 2, 2022,h. 2101.
1
2
serta tujuannya. Salah satu ciri yang paling menonjol pada abad ke 21 adalah
semakin bertumbuhnya dunia ilmu pengetahuan, sehingga perkembangannya menjadi
semakin cepat.2
Menurut Litbang Kemendikbud, pembelajaran abad ke 21 menerapkan
kreativitas, berfikir kritis, kerjasama, pemecahan masalah, keterampilan, komunikasi,
kemasyarakatan dan keterampilan karakter. Terampil dalam memecahkan masalah
berarti mampu mengatasi masalah yang sedang di hadapinya, dalam proses belajar
mengajar apabila peserta didik yang dapat memecahkan masalah tersebut berarti
peserta didik tersebut dapat berfikir kritis.3
Pada kenyataannya, beberapa pendidik di sekolah UPT SMPN 8 Bangkala
Barat masih menggunakan cara ceramah atau masih menggunakan metode
konvensional dalam proses belajar mengajar, yang seharusnya pada abad 21 ini
pendidik sudah mampu menggunakan metode ataupun cara mengajar yang kreatif dan
inovatif dengan bantuan media online sehingga peserta didik mempunyai perubahan
dalam mendapatkan ilmu serta lebih termotivasi dalam belajarnya. Dan dari hasil
pengamatan peneliti di kelas VIII, tidak sedikit peserta didik ketika diperintahkan
mengerjakan tugas atau soal-soal di buku, mereka merasa bosan. Saavendra dan Opfer
dalam jumal pendidikan, ia menyarankan 9 prinsip untuk mengajarkan
keterampilan
2
Etistika Yuni Wijaya, Dwi Agus Sudjimat, dan Amat Nyoto, "Transformasi Pendidikan
Abad 21 Sebagai Tuntutan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Era Global, Prosiding Seminar
Nasional Pendidikan Matematika 2016, Vol. 1, 2016,h. 264.
3 Rifa Hanifah Mardhiyah, dkk., "Pentingnya Keterampilan Belajar di Abad 21 Sebagai
Tuntutan dalam Pengembangan Sumber Daya Manusa", Jurnal Pendidikan, Vol. 12, No. I,
Februari 2021,h. 31.
3
abad ke-21, salah satunya adalah memanfaatkan teknologi untuk mendukung
pembelajaran.4
Maka dengan itu, peneliti ingin memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran
seperti yang seharusya dilakukan oleh pendidik pada Abad ke 21 dengan
menggunakan salah satu aplikasi pembelajaran yaitu aplikasi Wordwall. Wordwall
merupakan salah satu aplikasi yang dapat dijadikan sebagai media belajar serta dapat
digunakan sebagai aplikasi evaluasi untuk mengetahui sejauh mana peserta didik
memahami materi yang telah dipelajari sebelumnya. Wordwall adalah salah satu
media pembelajaran kuis berbentuk games edukatif dari berbagai penelitian dan
menunjukan adanya peningkatan hasil belajar dengan pemanfaatan media
pembelajaran berbasis games edukasi.5
Aplikasi Wordwall ini sangat efektif dalam penggunaannya dan dapat diakses
melalui website serta dapat dimainkan atau digunakan untuk penugasan peserta didik
kapan pun dan dimanapun dengan catatn haru memiliki akses internet. Seperti yang
dikatakan oleh Fanny dari hasil penelitiannya, ia mengatakan bahwa media atau
aplikasi wordwall ini efektif digunakan dalam pengerjaan soal kepada peserta didik.6
Hasil dari penugasan tersebut dapat digunakan untuk penilaian yang diambil oleh
pendidik.
4 Ibid., h. 35.
5 Ardis Nur Irsyad Surahmawan, dkk, "Penggunaan Media Wordwall sebagai Media
Pembelajaran Sistem Pemafasan Manusia", Proceeding OfIntegrative Science Ecucation Seminar, Vol.
1,2021,h.4.
6 Nafia Wafiqni dan Fanny Mestyana Putri, "Efektifitas Penggunaan Aplikasi Wordwall dalam
Pembelajaran Daring (Online) Matematika pada Materi Bilangan Caca Kelas 1, Jurnal Pendidikan
Dasar, Vol. 1, No. 1, 2021,h. 73.
4
Wordwall merupakan aplikasi yang mudah diakses dan digunakan oleh peserta
didik dalam berbentuk games. Aplikasi Wordwall ini dapat digunakan pada
pembelajaran apapun guna meningkatkan minat serta motivasi belajar siswa. Hal
tersebut sejalan dengan Siti dalam jumalnya, bahwa hasil penelitiannya menyatakan
penggunaan wordwall mampu meningkatkan minat belajar siswa. Dapat dilihat dari
aspek keaktifan peserta didik selama menggunakan Wordwall dalam proses
pembelajaran.7
Penggunaan aplikasi Wordwall diharapkan mampu menjadi pengalaman serta
pengetahuan baru untuk peserta didik dan juga agar peserta didik tidak merasa bosan
dalam pengerjaan tugas. Hal tersebut sejalan dengan Ainatul Mardhiyah dalam
jumalnya, setelah melakukan penelitian dinyatakan bahwa penggunaan wordwall
mampu membantu mengingat materi pembelajaran serta mampu memberikan kesan
menyenangkan ketika mengerj akan quiz ataupun latihan soal.8
Dengan begitu, diharapkan dalam penggunakan media Wordwall di UPT
SMPN 8 Bangkala Barat dapat berjalan secara efektif, dan peserta didik tidak merasa
bosan ketika proses pegerjaan tugas, serta motivasi belajar peserta didik dapat
meningkat dengan pembelajaran menggunakan aplikasi Wordwall yang berbentuk
games sehingga berpengaruh pula pada nilai yang didapatnya.
7 Siti Faizatun Nissa,
dan Novida Renoningtyas, "Penggunaan Media Pembelajaran Wordwall
Untuk Meningkatkan Minat Dan Motivasi Belajar Siswa Pada Pembelajaran Tematik di Sekolah
Dasar",Jurnal llmu Pendidikan, Vol. 3, No. 5, 2021.h. 5.
8 Ainatul Mardhiyah, "Pemanfaatan Media Pembelajaran Wordwall Sebagai Evaluasi
Pembelajaran pada Mahasiswa Pendidikan Agama Islam", Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. 1,
No. 4, 2022. h. 485
5
Dari uraian di atas, maka penulis tertarik untuk mengambil judul penelitian,
yaitu "Penggunaan Media Pembelajaran Wordwall Untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran PAI di Kelas VIII UPT SMPN 8
Bangkala Barat."
B. Identifikasi dan Batasan Masalah
Berdasarkan Latar Belakang masalah dapat didentifikasi masalah dalam
pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas VIII UPT SMPN 8 Bangkala
Barat Kecamatan Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi
Selatan Tahun Pelajaran 2024/2025 meliputi tiga faktor kondisi yakni :
1. Kondisi Peserta Didik
a. Kurangnya hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI ditandai
50,62 % peserta didik tidak mencapai KKM.
b. Kurangnya antusias peserta didik dalam pembelajaran
c. Peserta didik kesulitan mengerjakan soal latihan yang bervariasi
2. Kondisi Guru
a. Guru belum maksimal dalam mengelola kelas dan menciptakan kondisi
kelas yang tidak kondusif
b. Guru belum sepenuhnya memusatkan pembelajaran kepada peserta
didik sehingga guru yang paling mendominasi kegiatan belajar
mengajar
c. Guru dalam proses pembelajaran masih menggunakanstrategi
pembelajaran yang konvensional
6
3. Kondisi Pembelajaran kurang inovatif karena minimnya metode
pembelajaran.
Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah penelitian
ini hanya dibatasi pada pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam
di Kelas VIII UPT SMPN 8 Bangkala Barat pada materi Iman Kepada Kitab-
Kitab Allah.Pengamatan ini lebih difokuskan pada keterlaksanaan proses
pembelajaran dengan menggunakan media Pembelajaran Wordwall untuk
meningkatkan hasil belajar peserta didik
C. Rumusan Masalah.
Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini
dirumuskan dalam bentuk pertanyaan yaitu ”bagaimana penggunaan media
pembelajaran wordwall dalam proses pembelajaran PAI pada peserta didik di kelas
VIII UPT SMPN 8 Bangkala Barat?”
D. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas maka
tujuan penelitian ini yaitu: meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII
di UPT SMPN 8 Bangkala Barat dengan menggunakan meedia Wordwall pada
mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
E. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Secara Teoritis
Secara teoritis, manfaat penelitian ini untuk memberikan masukan serta
7
menambah wawasan ilmu pengetahuan yang luas mengenai media dan
strategi mengajar bagi guru dan pihak sekolahkhususnya media wordwall
untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam kelas VIII UPT SMPN 8 Bangkala Barat
2. Manfaat Secara Praktis
a. Bagi Sekolah dan Pendidik
Diharapkan adanya penelitian ini, hasilnya dapat diterima dan dijadikan
masukan untuk kebijakan dalam upaya meningkatkan proses belajar mengajar
dan perlunya kerjasama yang baik antar pendidik maupun antara pendidik
dengan kepala sekolah
b. Bagi Peneliti
Dengan melakukan penelitian, diharapkan peneliti dapat lebih
memahami dan menguasi dalam penggunakan aplikasi Wordwall pada
pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di
sekolah.
c. Bagi Peserta Didik
Dari hasil penelitian ini diharapakan peserta didik dapat memanfaatkan
dan menggunakan aplikasi Wardwall dengan lebih baik lagi pada proses
pembelajaran sehingga motivasi dalam belajar serta mengerjakan tugas dapat
meningkat dan maksimal yang berimbas kepada hasil belajar peserta didik
semakin meningkat
7
BAB II
KERANGKA TEORI
A. Landasan Teori
1. Media Pembelajaran
a. Pengertian Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah istilah yang menggabungkan kata "media" dan
"pembelajaran". Media berasal dari kata Latin "medium", yang berarti perantara, dan
dari kata Arab "wasaaila", yang berarti pengantar pesan dari pengirim ke penerima. 9
Namun, construction dan instruction adalah dua kata yang dapat digunakan untuk
menjelaskan makna pembelajaran. Construction dilakukan oleh peserta didik (pasif),
sedangkan instruction dilakukan oleh peserta didik (aktif). Sehingga dipahami bahwa
segala sesuatu yang dilakukan untuk membantu orang belajar disebut media
pembelajaran. Media pembelajaran juga dapat didefinisikan sebagai upaya yang
disengaja untuk mengelola peristiwa atau kejadian belajar untuk membantu peserta
didik mencapai tujuan belajar.10
Menurut definisi media pembelajaran, ada lima komponen. Pertama, sebagai
sarana untuk menghubungkan pesan atau materi selama pembelajaran. Kedua,
berfungsi sebagai pendidik. Ketiga, sebagai alat untuk
meningkatkan keinginan peserta didik untuk belajar. Keempat, bertindak sebagai
alat yang berguna untuk mencapai hasil pembelajaran yang konsisten dan signifikan.
Terakhir, alat yang digunakan untuk meningkatkan keterampilan. Jika
9 Rudy Sumiharsono dan Hisbiyatul Hasanah, Media Pembelajaran, Cet. II (Jember: CV.
Pustaka Abadi, 2018), h. 9
10 Muhammad Yaumi, Mediadan Teknologi Pembelajaran Edisi Kedua, Cet. III
(Jakarta:Kencana, 2021), h. 6
7
8
kelima komponen ini bekerja sama dengan baik, maka peserta didik akan mencapai
tujuan belajar mereka. 11
Media pembelajaran adalah alat yang digunakan secara khusus untuk
menyampaikan informasi tentang pelajaran. Media pembelajaran adalah bagian dari
sumber belajar karena memberi peserta didik lingkungan yang mendorong mereka
untuk belajar.12 Oleh karena itu, media pembelajaran sangat penting untuk
keberhasilan belajar.
b. Kriteria Media Pembelajaran
Pilihan media pembelajaran harus mempertimbangkan seberapa tepat media
tersebut digunakan selama proses belajar. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi
untuk memilih media yang akan digunakan, antara lain:
1) Kesesuaian antara Media dan Tujuan Pembelajaran
Perlu diingat bahwa pemilihan media yang akan digunakan harus disesuaikan
dengan tujuan instruksional atau pembelajaran. Media yang dipilih harus sesuai
untuk memudahkan pencapaian tujuan. Sangat penting untuk memilih media
pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan
psikomotorik peserta didik. Tujuan pembelajaran yang berbeda berfungsi untuk
melengkapi kriteria utama ini, tetapi tujuan yang digariskan di atas adalah yang
paling penting.
2) Media Tepat Guna
Seringkali kita mendapatkan sumber pembelajaran yang tidak sesuai dengan
kebutuhan kita. Hal ini menunjukkan bahwa pilihan media pembelajaran telah
11 Muhammad Hasan, dkk, Media Pembelajaran, Cet. I (Sukoharjo: Tahta Media Group,
2021), h. 29
12 Ahmad Suryadi, Teknologi dan Media Pembelajaran Jilid I,Cet. I (Sukabumi: CV.
Jejak, 2020) h. 15
9
salah. Media yang tepat untuk digunakan dapat dipahami bahwa pemilihannya
telah didasarkan pada seberapa bermanfaat.
3) Situasi Peserta Didik
Kondisi peserta didik harus dipertimbangkan saat memilih media pembelajaran.
Hal ini disebabkan oleh keanekaragaman kondisi peserta didik. Ada peserta
didik dengan kemampuan di atas rata-rata, sedang, dan di bawah rata-rata. Ada
juga peserta didik yang memerlukan perhatian khusus karena mengalami
kesulitan belajar., seperti masalah penglihatan, bicara, dan kognitif lainnya.
Tidak diragukan lagi bahwa satu jenis media belajar tidak dapat memenuhi
semua keadaan peserta didik. Karena itu, menyediakan media belajar yang
beragam diperlukan untuk keragaman peserta didik.
4) Ketersediaan
Ketersediaan media belajar harus dipertimbangkan untuk membuat
pembelajaran lebih mudah. Oleh karena itu, mengingat keberagaman peserta
didik media pembelajaran harus dibuat beragam. Jika teknologi canggih tidak
tersedia untuk media belajar, pendidik dapat menggunakan sumber daya yang
tersedia di sekolah mereka sendiri
5) Biaya
Biaya yang dialokasikan untuk pemilihan media harus disesuaikan dengan
proses dan hasil belajar yang diharapkan. Pendidik tidak perlu memilih media
mahal karena hasil pembelajarannya tidak sebanding dengan biaya produksinya.
Secara ekonomis, hasil belajar terbaik tetapi biaya rendah. Pilih media yang
murah dan sederhana tetapi menghasilkan hasil yang baik. Jika media mahal
dipilih, hasilnya harus lebih besar dan lebih memuaskan.
10
.
6) Kompetensi Operasional
Selain itu,standar keterampilan yang diperlukan untuk mengoperasikan media
pembelajaran harus diperhatikan. Pendidik seringkali tidak tahu cara
menggunakan media pembelajaran. Oleh karena itu, sebelum media
pembelajaran digunakan dalam pembelajaran, orang harus dilatih
menggunakannya.13
c. Jenis-Jenis Media Pembelajaran
Untuk mencegah kejenuhan selama proses pembelajaran, berbagai macam
media diperlukan. Menurut klasifikasinya, ada beberapa jenis media pembelajaran:
1) Media Cetak
Selama bertahun-tahun, jenis media ini telah digunakan sebagai alat dalam
proses pembelajaran. Media cetak dianggap sebagai jenis media yang fleksibel
dan murah. Jenis media cetak yang berisi teks beragam, termasuk buku, brosur,
leaflet, dan handout. Penggunaan media cetak pada peserta didik dapat
dilakukan di mana saja dan kapan saja tanpa memerlukan peralatan khusus.
Selain teks, media cetak mengandung informasi dan pengetahuan dalam bentuk
alternatif seperti gambar, diagram, grafik, poster, dan kartun.
2) Media Grafis dan Media Pameran
Media grafis dan media pameran atau display digunakan untuk memberi
pengguna informasi yang menarik. Jenis media pembelajaran ini beragam,
seperti media cetak. Ini mencakup objek nyata yang dikenal sebagai realia dan
objek tiruan yang dikenal sebagai replika dan model. Penggunaan media grafis
13 Sutiah, Pengembangan Media Pembelajaran PAI, Cet.I (Sidoarjo: Nizamia Learning
Center, 2018), h. 101-103
11
dan pameran dilakukan dengan menampilkannya di tempat tertentu sehingga
peserta didik dapat melihat dan mempelajari pesan dan informasi yang
terkandung di dalamnya. Realia, model, diorama, dan kit adalah contoh media
pameran.
3) Media Audio
Ini adalah jenis media yang efektif dan efisien untuk digunakan untuk tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai, yaitu melatih kemampuan penggunanya dalam
mendengarkan informasi secara komperensif. Sejumlah ahli berpendapat
bahwa media suara ideal untuk pembelajaran bahasa dan seni, meskipun
dapat menyampaikan hampir semua jenis pengetahuan dan informasi. Misalnya,
menggunakan media suara akan membantu belajar pengucapan bahasa asing
atau pronounciation. Dalam hal seni musik dan olah suara atau vokal,
pembelajaran akan berjalan lebih baik jika menggunakan media suara atau suara.
4) Gambar Gerak
Gambar gerak atau motion pictures adalah jenis media yang dapat
menayangkan gambar bergerak bersama dengan suara. Video dan film adalah
contoh jenis media ini. Kedua jenis media memiliki fitur yang luar biasa
sebagai alat komunikasi. Media seperti film dan video dapat menampilkan
informasi dan pengetahuan dalam bentuk yang realistis. Selain itu, film dan
media video dapat menampilkan peristiwa dan objek yang direkam secara
nyata. Kedua jenis media ini akan memberikan pengalaman belajar yang
sangat efektif dan efisien bagi penggunanya jika digunakan dengan benar
dan tepat. Ini akan menghasilkan proses pembelajaran yang berkualita
12
5) Multimedia
Mulitimedia adalah hasil dari kemajuan teknologi digital. Media in dapat
memberi pengguna pengalaman belajar yang luar biasa. Dalam program
multimedia, pesan dan informasi dapat ditampilkan bersamaan dengan berbagai
format penayangan, seperti teks, audio, grafis, video, dan animasi. Dengan cara
ini, program multimedia dapatmenampilkan informasi dan pengetahuan secara
komperensif, memungkinkan peserta didik untuk mempelajarinya. Dengan
menggunakan program multimedia, pendidikan dapat disesuaikan dengan
kebutuhan dan kemampuan setiap peserta didik. Program pembelajaran
multimedia sekarang terintegrasi dengan perangkat komputer. Ini menunjukkan
bahwa program multimedia dapat menjadi alat interaktif untuk membantu siswa
belajar.14
Oleh karenanya dalam proses pembelajaran pendidik perlu memvariasikan media yang
digunakan dalam proses pembelajaran dan tentunya dengan memperhatikan
keberagaman peserta didik yang ada didalam kelas
2. Aplikasi Wordwall
a. Pengertian Wordwall
Sangat penting untuk melakukan pembaharuan atau inovasi dalam proses
belajar mengajar agar peserta didik lebih tertarik dan bergairah untuk belajar. Dengan
melibatkan aplikasi berbasis edukasi adalah langkah penting karena memiliki banyak
14Benny A. Pribadi, Media dan Teknologi dalam Pembelajaran, Cet. I, (Jakarta: Kencana,
2017), h. 18-20
13
fitur atau template yang dapat digunakan, seperti wordwall. Wordwall
merupakan sebuah inovasi media pembelajaran interaktif berbasis teknologi,
memiliki banyak fitur yang dapat digunakan.15
Sehingga fitur-fitur aplikasi ini memungkinkan pendidik untuk mendesain materi
pelajaran mereka sendiri.
Wordwall adalah aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran di kelas dan
merupakan permainan interaktif yang dapat diakses melalui web. Selain itu, wordwall
dapat digunakan sebagai media pembelajaran, sumber belajar, dan alat penilaia untuk
guru dan siswa.16 Wordwall pada dasarnya adalah aplikasi berbasis jaringan yang
dapat digunakan dalam proses pembelajarn untuk membantu peserta didik belajar dan
meningkatkan prestasi akademik.
b. Fitur-fitur dalam Wordwall
Dalam wordwall, pendidik dapat membuat media inovatif dan kreatif untuk
pembelajaran di kelas karena tersedia beberapa fitur didalamnya. Berikut beberapa
fitur wordwall yakni:
1) Fitur Match Up (Sesuai), yaitu game yang berfokus pada mencocokkan
pertanyaan dan fungsi atau definisi.
2) Fitur Open the Box (Buka Kotak Itu), game yang ditujukan untuk
menebak kotak dengan menuang kotak yang tersedia.
3) Fitur Random Cards (Kartu Acak), game yang dilakukan untuk
menebak kartu yang sudah dikocok secara otomatis.
4) Fitur Anagram, yaitu dengan cara penempatan huruf-huruf sesuai dengan
posisi susunannya.
15Adinda Desty Dian Utami, dkk, Penerapan Aplikasi Game Wordwall dalam Pembelajaran
untuk Menumbuhkan Karakter Disiplin Siswa Sekolah Dasar, Universitas Negeri Jakarta, Jurnal
Basicedu, Vol. 6, No. 4 (2022)
16Tatsa Galuh Pradani, Penggunaan Media Pembelajaran Wordwall untuk Meningkatkan
Minat dan Motivasi Siswa pada Pembelajaran IPA di Sekolah DasarSurabaya: Universitas PGRI Adi
Buana Surabaya, Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Vol.1, No. 5 (2022)
14
5) Fitur Labelled Diagram (Diagram Berlabel), yaitu game yang dilakukan
dengan menggabungkan gambar dengan menggunakan metode drag.
6) Fitur Categorize (Mengkategorikan), yaitu dengan mengkategorikan
dikolom-kolom yang tersedia.
7) Fitur QUIZ (Kuis), yaitu game pilihan ganda.
8) Fitur Find the Match (Temukan Kecocokan), game game yang
mencocokkan gambar yang sudah tersedia.
9) Fitur Matching Pairs (Pasangan yang Cocok), yaiu permainan dengan
memasangkan ubin dengan mengetap sampai jawabannya tepat.
10) Fitur Missing Word (Kata yang Hilang), yaitu permainan seret dan lepas
yang dipasangkan pada kotak yang tersedia.
11) Fitur Wordsearch (Pencarian Kata), yaitu permainan yang membantu
menemukan huruf-huruf yang tersembunyi di dalam grid atau kotak.
12) Fitur Rank Order (Urutan Peringkat), yaitu dengan menyusun drag and drop
sampai benar.
13) Fitur Random Wheel (Roda Acak), yaitu permainan memutar bola.
14) Fitur Group Sort (Pengurutan Kelompok), yaitu permainan drag and drop
yang memungkinkan anda mengelompokkan setiap pilihan.
15) Fitur Unjumble (Tidak Campur Aduk), yaitu permainan di mana kata- kata
ditarik dan dilepas untuk membuat susunan kalimat yang tepat.
16) Fitur Gameshow Quiz (Kuis Pertunjukan Game), yaitu permainan
pilihan ganda dengan batas waktu, nyawa, dan bonus.
15
17) Fitur Maze Chase (Mengejar Labirin), yaitu permainan di mana pemain
berusaha menghindari musuh sambil berlari menuju jawaban yang benar.
18) Fitur Airplane (Pesawat Terbang), yaitu permainan di mana anda harus
menerbangkan pesawat menuju jawaban yang benar sambil menghindari
jawaban yang salah dengan menggunakan panah pada keyboard. 17
c. Langkah-langkah Mengakses Aplikasi Wordwall
Setiap aplikasi harus memiliki akses masuk berupa langkah-langkah atau
tutor. Cara menggunakan wordwall ini adalah sebagai berikut:
1) Membuat atau mendaftarkan akun di https://wordwall.net.
2) Klik Sign Up dengan mengisi nama, alamat email, password dan
lokasinya.
3) Pilih Create Activity lalu pilihlah salah satu template aktivitas.
4) Tuliskanlah judul dan deskripsi permainan.
5) Ketik konten dan boleh disertakan gambar.
6) Pilih done, sebagai langkah akhir jika kita sudah selesai membuatnya.18
17 Arif Agus Mujahidin, dkk, Pemanfaatan Media Pembelajaran Daring (Quizizz, Sway,
dan Wordwall) Kelas 5 di SD Muhammadiyah 2 Wonopeti, Innovative: Journal of Social Science
Reserach, Vol 1, No. 2 (2021)
18 Dwijantoro Buntomo Septyadi dan Alfiah, White Sand: Kumpulan Artikel Ilmiah
Pembelajaran Bahasa Inggris dan Matematika,Cet. I, (Klaten: Penerbit Lakeisha, 2021), h. 4
16
d. Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Wordwall
1) Kelebihan aplikasi Wordwall
a) Memiliki kemampuan untuk menyediakan sistem pembelajaran yang
signifikan yang mudah diikuti oleh peserta dari tingkat dasar hingga tingkat
tinggi.
b) Model penugasan tersedia di software, wordwall dan dapat diakses oleh
peserta didik melalui handphone mereka.
c) Bersifat kreatif.
2) Kekurangan aplikasi Wordwall
a) Kecurangan dan ukuran huruf yang tidak dapat diubah sangat
mungkin saat digunakan.
b) Pembuatannya membutuhkan waktu yang relatif lama.
c) Hanya tersedia melalui media visual.
3. Minat Belajar
a. Pengertian Minat Belajar
Kata "minat" berasal dari bahasa Inggris, di mana itu berarti suka, perhatian
(referensi hati untuk sesuatu), dan keinginan. Minat adalah perasaan yang mengingat
sesuatu dan tertarik pada aktivitas atau sesuatu tanpa dimintai. Pada dasarnya, minat
adalah pemahaman bahwa kita ingin membangun hubungan dengan sesuatu selain diri
kita sendiri.19
Minat pada dasarnya adalah menerima suatu hubungan antara sesuatu di luar
diri sendiri. Hubungan yang lebih kuat atau erat memiliki minat yang lebih besar.
Untuk menunjukkan minat, peserta didik dapat melakukan aktivitas atau mengatakan
bahwa mereka menyukai sesuatu.
19Jamaluddin dan Andi Hajar, Keterampilan Mengajar, Cet. I, (Jawa Tengah: PT. Pena
Persada Kerta Utama, 2022), h. 11
17
Minat tidak datang sejak lahir, namun muncul setelah seorang peserta didik
berkembang. Minat juga diartikan sebagai ketika seseorang merasa tertarik atau suka
dengan suatu kegiatan atau aktivitas tertentu sehingga mereka termotivasi untuk
melakukannya. Minatnya juga bisa berarti keinginan atau keinginan yang mendorong
seseorang untuk melakukan sesuatu atau kegiatan tanpa tekanan dari luar. Minat biasa
juga dapat didefinisikan sebagai kecenderungan jiwa yang relatif stabil dan biasanya
disertai dengan perasaan senang.20
Sehingga dapat disimpulkan bahwa minat belajar berarti ketertarikan atau
keinginan seseorang untuk belajar yang muncul dari dalam diri mereka sendiri tanpa
terpengaruh oleh materi atau mata pelajaran yang sedang dipelajari. Dalam proses
belajar, minat belajar dapat dilihat melalui gejala- gejala yang ditunjukkan oleh peserta
didik. Gejala-gejala ini termasuk perasaan senang, keinginan, perhatian, dan perasaan
tertarik sehingga mereka selalu memberi feedback. Mereka juga giat, mengerjakan
tugas, dan mematuhi peraturan dan aturan sekolah.
Oleh karena itu, seorang pendidik harus memberi stimulus yang baik kepada
peserta didik mereka untuk mendorong minat mereka atau perasaan suka mereka dan
membuat mereka merasa nyaman selama proses pembelajaran. Hal ini diperlukan
untuk mencapai tujuan pendidikan secara efisien dan efektif.
20Zulqarnain, M. Shoffa Saifillah Al-Faruq, dan Sukatin, Psikologi Pendidikan, Cet. I,
(Sleman: Deepublish, 2021), h. 23
18
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar
Ketertarikan seseorang terhadap sesuatu tidak serta merta tumbuh dan muncul
begitu saja, namun ada faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya ketertarikan
tersebut pada suatu hal. Dalam proses pembelajaran, ketertarikan peserta didik
terhadap bahan pelajaran, juga dikenal sebagai minat belajar tidak selalu muncul dan
muncul sendiri. Beberapa faktor seperti lingkungan keluarga, dan komunitas di mana
mereka bergaul memengaruhi hal ini. Minat seseorang terhadap sesuatu tidak serta
dapat muncul dan tumbuh begitu saja, namun dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor,
baik faktor eksternal (faktor dari luar) maupun faktor internal (faktor yang berasal dari
dalam).
1) Faktor Intern
a) Faktor Jasmani (Tubuh)
(1) Faktor Kesehatan
Sehat berarti bahwa badan baik secara keseluruhan maupun
bagianbagiannya sehat atau tidak sakit. Kesehatan adalah keadaan di
mana seseorang atau sesuatu merasa sehat. Jadi kesehatan peserta didik
sangat memengaruhi pada pembelajarannya.
(2) Cacat Tubuh
Cacat tubuh adalah sesuatu yang membuat tubuh atau badan kurang baik
atau tidak sempurna. Sulit bagi peserta didik yang
19
cacat tubuh untuk mengikuti pelajaran, berinteraksi dengan pendidik, dan
berinteraksi dengan temannya.
b) Faktor Psikologi
(1) Intelegensi
Intelegensi terdiri dari tiga jenis kemampuan: cepat dan efektif memahami
dan menyesuaikan diri dengan situasi baru, mengetahui atau
menggunakan konsep yang abstrak, dan mengetahui hubungan dan
mempelajarinya. Kemajuan belajar sangat dipengaruhi oleh intelegensi.
Intelegensi juga dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk
menggunakan pengetahuan mereka untuk memecahkan masalah. Salah
satu faktor yang dapat memengaruhi perkembangan intelegensi peserta
didik adalah kebijaksanaan pendidik dalam menangani perbedaan
intelegensi setiap peserta didik.
(2) Perhatian
Perhatian yaitu proses memusatkan perhatian, pikiran emosi, bahkan
sosial untuk terlibat secara aktif pada pembelajaran yang dilakukan.
Perhatian adalah aktivitas jiwa yang paling tinggi di mana fokusnya hanya
pada satu objek atau kelompok objek.
(3) Minat
Minat adalah “interest is persisting tendency to pay attention to and enjoy
some activity or content”, di mana minat merupakan
20
kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang
beberapa kegiatan.
(4) Bakat
Bakat adalah kemampuan yang dibawa dari ayah dan ibu. Bakat adalah
kemampuan bawaan yang perlu dikembangkan atau dilatih untuk
mencapai pengetahuan, keterampilan, atau keahlian tertentu. Kemampuan
seperti berbicara, bermain musik, dan lainnya adalah contoh kemampuan
bawaan.
(5) Motivasi
Suatu perubahan energi dalam diri seseorang yang ditunjukkan dengan
munculnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan dikenal sebagai
motivasi. Motivasi juga diartikan sebagai dorongan yang muncul dari
dalam diri seseorang.
(6) Kematangan
Dalam kematangan, tubuh seseorang sudah siap untuk menggunakan
pengetahuan, sikap, dan keterampilan baru. Seseorang tidak hanya melihat
kematangan secara fisik, tetapi juga secara psikologis.
(7) Kesiapan
Kesiapan adalah tingkat atau kondisi yang harus dicapai seseorang selama
perkembangan mereka pada tingkat pertumbuhan mental, fisik, sosial, dan
emosional. Faktor kesiapan juga sangat mempengaruhi psikologi.
21
c) Faktor Kelelahan
Guru mesti memperhatikan banyaknya tugas yang diberikan kepada peserta
didik jangan sampai melampaui daya fikir siswa sehingga membuat daya
fikir peserta didik lelah.
2) Faktor Ekstern
a) Faktor Keluarga
(1) Cara mendidik orang tua
(2) Relasi antara anggota keluarga
(3) Suasana rumah
b) Faktor Sekolah
(1) Metode mengajar
(2) Metode belajar
(3) Metode pengajaran
(4) Guru
(5) Interaksi di kelas atau di sekolah
(6) Materi pelajaran
c) Faktor Masyarakat
(1) Kegiatan siswa dalam masyarakat
(2) Massa media
(3) Teman bergaul
(4) Bentuk kehiudpan masyarakat.21
21Rusydi Ananda dan Fitri Hayati, Variabel Belajar Kompilasi Konsep, Cet. I, (Medan: CV.
Pusdikra Mitra Jaya, 2020), h. 145-148
22
c. Indikator Minat Belajar
Pada dasarnya minat merupakan kecenderungan seseorang terhadap sesuatu,
yakni terdiri dari tiga komponen yakni kognisi (mengenal), emosi (perasaan), dan
konasi (kehendak). Ketiga komponen ini dapat dibagi menjadi beberapa indikator yang
menunjukkan minat seseorang terhadap sesuatu, seperti:
1) Keinginan
Keinginan adalah tanda minat yang berasal dari dorongan diri, karena dorongan
ini memicu keinginan dan semangat untuk melakukan pekerjaan. Jika suatu
pelajaran menarik minat peserta didik, minat mereka untuk belajar juga
meningkat.
2) Perasaan Senang
Jika seseorang mengalami perasaan senang atau suka terhadap sesuatu yang
tertentu, mereka lebih cenderung memahami hubungan antara perasaan
tersebut dan minat mereka. Peserta didik tidak akan merasa terpaksa jika
mereka senang dengan pelajaran tertentu. Mereka hadir di kelas, tidak bosan,
dan senang mengikuti pelajaran.
3) Perhatian
Adanya perhatian didefinisikan sebagai konsentrasi atau aktivitas mental
seseorang terhadap pengamatan, pemahaman, dan sebagainya di tengah tengah
yang lain. Peserta didik yang menunjukkan perhatian terhadap subjek juga akan
menunjukkan minat pada subjek tersebut. Misalnya, mendengarkan dan mencatat
penjelasan materi guru.
23
4) Perasaan Tertarik
Minatnya bisa berupa kecenderungan atau ketertarikan kita pada orang, benda,
atau kegiatan atau bisa berupa pengalaman yang efektif yang dirangsang oleh
kegiatan itu sendiri. Orang-orang yang sangat tertarik akan lebih cenderung
tertarik pada instruktur dan mata pelajaran yang diajarkan.
5) Giat Belajar
Salah satu cara siswa dapat menunjukkan minat mereka pada sesuatu adalah
dengan mengambil bagian dalam aktivitas di luar sekolah. Kesungguhan peserta
didik dalam mengikuti proses pembelajaran menunjukkan ketabahan mereka
terhadap subjek tersebut. Oleh karena itu, belajar dengan giat menunjukkan
minat belajar peserta didik.
6) Mengerjakan Tugas
Salah satu cara untuk menunjukkan minat peserta didik adalah dengan mengikuti
tugas yang diberikan oleh pendidik dalam hal ini adalah guru. Peserta didik yang
memiliki minat belajar yang tinggi tidak hanya akan menyelesaikan tugas tepat
waktu, tetapi mereka juga akan mengulangi dan mengerjakan latihan soal yang
berkaitan dengan materi pelajaran.
7) Menaati Peraturan
Karena mereka tahu apa yang akan terjadi jika mereka tidak mematuh dan
mematuhi peraturan, orang yang tertarik dengan pelajaran akan
24
cenderung melakukannya. Oleh karena itu, salah satu cara untuk menunjukkan
minat seseorang adalah dengan mematuhi peraturan. 22
4. Pendidikan Agama Islam
Pendidikan agama adalah jenis pendidikan yang memberikan pengetahuan dan
membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan siswa dalam mengamalkan ajaran
agama. Ini setidaknya digunakan sebagai mata pelajaran atau mata kuliah di semua
jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.23 Pendidikan agama Islam merupakan pendidikan
yang dilaksanakan berdasarkan ajaran agama Islam yakni dengan menjalankan
perintah Allah swt dan menjauhi larangan-Nya.
Setiap jenjang pendidikan memiliki mata pelajaran yang berkaitan dengan
pendidikan agama Islam yang perlu dipelajari. Pendidikan agama Islam di sekolah
dasar umumnya mencakup dasar-dasar pendidikan Islam. Salah satu materi ajar mata
pelajaran pendidikan agama Islam di sekolah dasar adalah Kitab-kitab Allah, atau
kadang-kadang disebut sebagai Kitabullah. Kitab Allah adalah kumpulan wahyu yang
diberikan oleh Allah swt yang mengandung kebenaran dan petunjuk. Selain itu, istilah
"kitab" mengacu pada buku yang berisi wahyu yang diberikan oleh Allah swt. Kitab
Allah juga dapat didefinisikan sebagai ajaran Allah yang diturunkan kepada Nabi atau
Rasul-Nya, yang merupakan aturan dan perintah-Nya yang ditulis dan ditulis.
22 Akrim, Strategi Peningkatan Daya Minat Belajar Siswa, Belajar PAI Mencetak
Karakter Siswa, Cet.I, (Yogyakarta: Pustaka Ilmu, 2021), h. 42-44
23 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 55 Tahun 2007
25
B. Penelitian Terdahulu
Menurut temuan penelitian sebelumnya, beberapa penelitian terkait dengan
penelitian ini antara lain:
1. Penelitian yang dilakukan oleh Anisah Fitri (2024): “Penggunaan Media
Pembelajaran Pai Berbasis Wordwall Untuk Meningkatkan Minat Belajar
Peserta Didik Kelas V Di SD Negeri 5 Benteng Kab. Sidrap” Penggunaan media
pembelajaran PAI berbasis wordwall dapat meningkatkan minat belajar peserta
didik kelas V di SD Negeri 5 Benteng Kab. Sidrap.
2. Fira Hafidzah (2023) : “Peningkatan Motivasi Belajar Siswa dengan
Menggunakan Aplikasi Wordwall Di Kelas 2 SD Muhammadiyah Sawangan”
menyimpulkan dalam melakukan pembelajaran terutama ketika melaksanakan
evaluasi pembelajaran menggunakan aplikasi wordwall dapat meningkatkan
motivasi belajar peserta didik kelas 2A pada mata pelajaran PPKn.
3. Muhaimini (2023): “Pemanfaatan Wordwall sebagai Upaya Peningkatan
Motivasi Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP
Negeri 2 Karanganyar dengan Pendekatan Teaching at The Right Level
(TaRL).” Hasil penelitian membuktikan jika media game edukasi wordwall dapat
meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran daring.
Pelaksanaan pembelajaran menggunakan media game edukasi wordwall
dilakukan selama satu bulan. Terdiri dari satu pertemuan disetiap siklusnya.
Pelaksanaan pembelajaran meliputi
26
kegiatan pra pembelajaran, kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir.
4. Penelitian yang ditulis oleh Adinda Desty Dian Utami, Arita Marini, Nurcholida,
dan Syahrul Sabanil pada tahun 2022 berjudul "Penerapan Aplikasi Game
Wordwall dalam Pembelajaran untuk Menumbuhkan Karakter Disiplin Siswa
Sekolah Dasar" mengungkapkan bahwa game wordwall dapat membuat
pelajaran menjadi lebih bermakna dan membuat suasana kelas menjadi
menyenangkan.
C. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kajian teori di atas maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini
dirumuskan sebagai berikut: jika dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam
menggunakan media Wordwall, maka hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam di kelas VIII di UPT SMPN 8 Bangkala Barat akan meningkat
28
7
BAB III
METODE PENELITIAN
1. Latar dan Karakteristik Penelitian
a. Latar Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Kelas VIII UPT SMPN 8 Bangkala Barat
Kecamatan Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan
pada semester ganjil tahun pelajaran 2024/2025, dengan waktu penelitian
selama 3 bulan, terhitung mulai bulan Oktober sampai Desember 2024.
b. Karakteristik Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di UPT SMPN 8 Bangkala Barat Kecamatan
Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan dengan
jumlah peserta didik sebanyak 123 orang dan jumlah tenaga pengajarnya
sebanyak 5 orang yang berstatus PNS, 2 orang PPPK, 8 orang tenaga honorer
dan ditambah 1orang tenaga operator. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas VIII
denganjumlah peserta didik sebanyak 20 orang yang terdiri atas 15 orang
perempuan dan 5 orang laki-laki.
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dalam
bahasa Inggris disebut Classroom Action Research, yaitu sebuah penelitian
yang dilakukan di kelas yang dalam pelaksanaanyadilakukan dalam 2 siklus
dengan proses kajian berdaur ulang yang terdiri dari empat tahapan yakni
tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan refleksi. Tahap-
tahap dalam penelitian ini diadaptasi dari rancangan penelitian tindakan
kelas oleh Arikunto (2007: 16).
28
Penelitian tindakan kelas dalam penelitian ini, penelitI berkolaborasi
dengan guru dan terlibat secara langsung dalam prosespenelitian dari awal
sampai dengan hasil penelitian yang berupa laporan. Dengan demikian, dari
proses perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi peneliti senantiasa
terlibat dan selanjutnya akan menganalisis data dan melaporkan hasil
penelitian yang telah dilakukan.
2. Jenis dan Sumber Data
a. Jenis Data
Jenis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yaitu jenis data
kualitatif dan kuantitatif sebagai pelengkap. Data kualitatif berupa aktivitas
guru dan peserta didik dan data kuantitatif berupa data hasil belajar peserta
didik.
b. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII UPT
SMPN 8 Bangkala Barat dan guru selaku Guru Mata Pelajaran.
3. Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah peserta didik Kelas VIII UPT SMPN 8 Bangkala
Barat Kecamatan Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi
Selatan, yang terdiri dari 20 peserta didik dengan 15 peserta didik
perempuan dan 5 peserta didik laki-laki.
4. Desain Tindakan
Desain penelitian tindakan kelas yang digunakan peneliti dalam
29
penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Suharsimi
Arikunto, yang mempunyai empat tahapan yakni tahap perencanaan, tahap
pelaksanaan, tahap observasi dan refleksi yang nantinya akan dilaksanakan
dalam dua siklus. Secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut.
a. Tahap-Tahap Penelitian
Untuk mencapai hasil yang diharapkan, pelaksanaan penelitian ini
dilakukan secara kolaboratif dengan guru kelas VIII yangdilaksanakan dalam
dua siklus 2 kali pertemuan menjelaskan materi, setelah pertemuan diakhir
siklus langsung dilakukan tes dengan tahapan sebagai berikut :
SIKLUS I
a. Tahap Perencanaan
1) Mengajukan permohonan izin penelitian di UPT SMPN 8 Bangkala
Barat;
2) Melakukan wawancara dengan pihak sekolah dalam hal ini Kepala
Sekolah untuk mengetahui program pengajaran di UPT SMPN 8
Bangkala Barat;
3) Mengajukan materi yang akan di ajarkan;
4) Mempersiapkan Modul Ajar
5) Mempersiapkan materi yang disesuaikan dengan metode
pembelajaran yang akan digunakan
30
b. Tindakan
Pada siklus I dilaksanakan 2 kali pertemuan yang dilakukansecara
kolaboratif dengan guru kelas VIII dengan kegiatan sebagai berikut.
Pertemuan Pertama (2x40 menit)
Dalam pertemuan ini membahas tentang pengertian Iman Kepada
kitab- kitab Allah dengan urutan kegiatan sebagai berikut.
1) Peserta didik mengerjakan tes awal (pre test). Pre test ini diberikan
untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik dan untuk
menentukan skor dasar;
2) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran;
3) Guru menjelaskan materi tentang Pengeertian Iman Kepada kitab-
kitab Allah;
4) Guru mempersiapkan pertanyaan beserta jawabannya;
5) Guru Membagi siswa dalam beberapa kelompok
6) Guru membimbing siswa Menginstal Aplikasi wordwall di hp siswa
7) Guru Menampilkan Quiz wordwall;
8) Guru mendampingi siswa dalam bermain quiz
9) Guru memeriksa Scor perolehan;
10) Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan materiyang baru
saja diajarkan.
Pertemuan kedua (2x40 menit)
Dalam pertemuan ini membahas tentang Peserta didik mampu
Nama-Nama Kitab dan Rasul Penerimanya dengan urutan kegiatan
31
sebagai berikut.
1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran;
2) Guru menjelaskan materi tentang Peserta didik mampu memahami
Nama-Nama Kitab dan Rasul Penerimanya;
3) Guru mempersiapkan pertanyaan beserta jawabannya;
4) Guru menampilkan Find the Match (Temukan Kecocokan) di aplikasi
wordwall;
5) Siswa mencari kecocokan antara Nama Rasul dan Gambar kitab melalui hp;
6) Guru Mengecek scor perolehan
7) Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan materi yang baru
saja diajarkan;
8) Peserta didik mengerjakan tes akhir (post test). Post test diberikan
untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik terhadap pokok
bahasan yang sudah diajarkan. Post testdilakukan pada saat melakukan
kegiatan yang ketiga kalinya.
c. Observasi
Adapun hal-hal yang diobservasi pada pelaksanaan siklus 1adalah:
1) Mengamati aktivitas peserta didik dalam menerima ataumenyerap
materi yang diberikan guru;
2) Mengamati aktivitas guru dalam menyampaikan meterikepada
peserta didik;
3) Hasil belajar peserta didik yang diperoleh setelah proses
pembelajaran;
32
d. Refleksi
Pada tahap refleksi ini dilakukan untuk penafsiran danmenganalisis
data, atau meninjau kembali apakah semua pelaksanaan tindakan
telah mencapai tujuan yang diharapkan ataubelum tercapai.
1) Jika pada tindakan siklus I belum mencapai hasil belajar yang
diharapkan, maka langkah-langkah yang diambil sebagai tindakan
lanjutan atau siklus II merupakan tindakan perbaikan.
SIKLUS II
a. Perencanaan
Pada tahap ini dilakukan perbaikan jika pada siklus I mengalamihasil
yang tidak sesuai dengan harapan, maka dari itu dengan siklus II ini
peneliti akan meninjau kembali dan merencanakan tindakan siklus II.
Untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada siklusI akan
diperbaiki pada siklus II.
1) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP);
2) Mempersiapkan materi yang disesuaikan dengan metode
pembelajaran yang akan digunakan;
3) Menyiapkan lembar penilaian;
4) Menyiapkan lembar observasi.
33
b. Tindakan
Pertemuan Ketiga (2x40 menit)
Dalam pertemuan ini membahas tentang satuan kecepatan dalam Hikma
Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah dengan urutan kegiatan sebagai
berikut.
1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran;
2) Peserta didik mengerjakan tes awal (pre test). Pre test ini diberikan untuk
mengetahui kemampuan awal peserta didik dan untuk menentukan skor
dasa
3) Guru menjelaskan materi;
4) Guru mempersiapkan pertanyaan beserta jawabannya.
5) Guru Membagi siswa dalam beberapa kelompok
6) Guru Menampilkan Quiz wordwall;
7) Guru mendampingi siswa dalam bermain quiz
8) Guru memeriksa Scor perolehan;
9) Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan materiyang baru
saja diajarkan.
Pertemuan Keempat (1x40 menit)
Dalam pertemuan ini membahas tentang Penerapan Beriman Kepada
kitab-kitab Allah dalam kehidupan sehari-hari dengan urutan kegiatan
sebagai berikut.
1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran;
2) Guru menjelaskan materi tentang Peserta didik mampu memahami
Nama-Nama Kitab dan Rasul Penerimanya;
34
3) Guru mempersiapkan pertanyaan beserta jawabannya;
4) Guru menampilkan quiz wordwall;
5) Guru membimbing siswa mengerjakan quiz;
6) Guru Mengecek scor perolehan
7) Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan materi yang baru
saja diajarkan;
8) Peserta didik mengerjakan tes akhir (post test). Post test diberikan
untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta didik terhadap pokok
bahasan yang sudah diajarkan. Post test dilakukan pada saat
melakukan kegiatan yang kedua kalinya.
c. Observasi
Hal-hal yang diobservasi pada siklus II adalah:
1) Melihat langsung bagaimana aktivitas guru menyajikan materi
pembelajaran apakah sesuai perencanaan atau belum sesuai;
2) Mengamati aktivitas peserta didik dalam mengikuti pelajaran;
3) Mengamati hasil belajar yang diperoleh peserta didik setelahproses
pembelajaran.
d. Refleksi
Berdasarkan hasil pencapaian pada tindakan siklus ini, dimana
mengalami perubahan atau kemajuan dari hasil belajar yang mencapai
standar ketuntasan yang ditetapkan, maka yang harus dilakukan adalah
merefleksikan hasil observasi tentang hal-hal penting yang terjadi pada
saat proses pembelajaran.
35
5. Teknik Pengumpulan Data
Data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu: (1) Data hasil
belajar peserta didik, (2) Data aktivitas guru dan peserta didik.Data hasil
belajar dikumpulkan menggunakan instrumen tes hasil belajar bentuk
Pilihan ganda. sebanyak 10soal. Data ini diperoleh pada akhir setiap
siklus I dan siklus II. Sementara itu, data aktivitasguru dan peserta didik
dikumpulkan menggunakan lembar observasi.Pengamatan dilakukan
terhadap aktivitas guru dan peserta didik dengan menggunakan lembar
observasi yang disusun berdasarkan indikator-indikator aktivitas guru
dan peserta didik dengan kriteria
penilaian terdiri atas 4 pilihan, yaitu skor 4 sangat baik, skor 3 baik,skor 2
cukup dan skor 1 kurang pada akhir pertemuan siklus.
Berikut ini diuraikan pengembangan instrumen tes hasil belajar
dan instrumen lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik untuk
setiap siklus.
a) Instrumen Tes Hasil Belajar PAI Siklus I dan II
Kisi-kisi Instrumen
Kisi-kisi Instrumen disusun untuk digunakan sebagai pedomandalam
penyusunan butir soal dalam tes hasil belajar siklus I dan
II. Adapun Kisi-kisi Instrumen hasil belajar matematika padasiklus I
dan II dapat dilihat pada Tabel berikut.
36
Tabel 1
Kisi-Kisi Soal Siklus I dan II
No Indikator Tingkat Bobot Nomor Soal
Kognitif
1 Dapat memahami pengertian Iman C2 10 1
kepada Kitab-kitab Allah SWT
2 Mampu menyebutkan nama-nama C3 10 2
kitab yang di turunkan oleh Allah
3 Menganalisis nama-nama kitab Allah C4 10 3456789
SWT beserta isinya 10
Pedoman Penskoran:
No Indikator Tingkat Nomor soal Skor Kriteria Penilaian
Kognitif
1 Dapat memahami C2 1 10 Dapat memilih jawaban yang
pengertian Iman kepada benar/tepat
Kitab-kitab Allah SWT
2 Mampu menyebutkan nama- C3 2 10 Dapat memilih jawaban yang
nama kitab yang di turunkan benar/tepat
oleh Allah
3 Menganalisis nama-nama C4 3 4 5 6 7 8 10 Dapat memilih jawaban yang
kitab Allah SWT beserta 9 10 benar/tepat
isinya
b) Instrumen Lembar Observasi Aktivitas Guru dan Peserta Didik
Aktivitas guru dan peserta didik dalam penelitian ini adalah sejumlah
keterlibatan kegiatan guru dan peserta didik selama kegiatan
pembelajaran menggunakan Media Wordwall. Data observasi guru dan
peserta didik pada saat proses pembelajaran diambil dengan
menggunakan lembar observasi berupa checklist dengan bobot skor yang
terdiri dari beberapa indikator yang menyangkut aktivitas guru dan
37
peserta didik dalam proses pembelajaran. Lembar observasi digunakan
untuk mengumpulkan data mengenai aktivitas belajar peserta didik dan
kinerja guru dalam pengelolaan pembelajaran di kelas selama penelitian
berlangsung.
Adapun lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas peserta didik
dalam pembelajaran dapat di lihat pada Tabel berikut.
Tabel 2
Lembar observasi Untuk Peserta didik
Skor
No. Nama Kegiatan SB(4) B (3) C (2) K(1)
Kesiapan peserta didik dalam
1.
Pembelajaran
Peserta didik memperhatikan
2.
penjelasan dari guru dengan baik
Peserta didik mampu mengerjakan
3. soal-soal latihan dengan tertib dan
Disiplin
Peserta didik mengerjakan soal-
soal latihan berdasarkan
4.
pengarahan yang diberikan oleh
Guru
Antusiasme/motivasi peserta didik
5.
38
mengikuti pembelajaran
Kemampuan peserta didik dalam
6.
menyelesaikan tugas dengan baik
Jumlah
Tabel 3
Pengamatan Aktivitas Guru Dalam Proses Belajar Mengajar
Skor
SB(4) B (3) C (2) K(1)
No. Nama Kegiatan
1. Membuka pembelajaran
2. Memeriksa kehadiran
3. Penguasaan materi
Memberikan contoh cara mengerjakan
4.
Soal
Membimbing peserta didik untuk
5.
bersama-sama mengerjakan soal
6. Memberikan latihan-latihan atau soal
7. Melakukan evaluasi akhir
8. Menutup pembelajaran
JUMLAH
Keterangan:
Sangat Baik = 4 Cukup = 2
Baik = 3 Kurang = 1
39
6. Teknik Analisis Data
Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif dan
kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari data non-tes yaitu lembar
panduan observasi dan data kuantitatif diperoleh dari hasil tes yang
dikerjakan peserta didik.
a. Lembar observasi
Kriteria keberhasilan proses ditentukan dengan menggunakan
lembar observasi untuk mengetahui aktivitas peserta didik dan kinerja
guru setelah diterapkan media Wordwall. Ketercapaian aktivitaspeserta
didik dan kinerja guru dalam proses pembelajaran dianalisa dengan
menentukan nilai rata-rata yang dihitung denganmenggunakan rumus:
𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑁𝑅 = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ × 100%
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑎𝑠𝑝𝑒𝑘 𝑝𝑒𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖𝑎𝑛
b. Data hasil belajar
Kriteria keberhasilan hasil belajar ditentukan dengan cara melihat adanya
peningkatan persentase peserta didik yang tuntas belajar yaitu persentase
peserta didik yang tuntas pada siklus I lebihdari peserta didik yang tuntas
pada data awal, dan persentase pesertadidik yang tuntas pada siklus II lebih
dari persentase peserta didik yang tuntas pada siklus I. Peserta didik
dikatakan tuntas belajar apabila mendapatkan skor ≥ 75
Untuk melihat nilai rata-rata yang diperoleh peserta didikdapat dihitung dengan
menggunakan rumus
40
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑟𝑎𝑡𝑎”= 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑝𝑒𝑠𝑒𝑟𝑡𝑎 𝑑𝑖𝑑𝑖𝑘
× 100
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
Peserta didik yang memperoleh nilai kurang dari 75 dinyatakan
mengalami kesulitan belajar dan peserta didik yang memperoleh nilai
lebih dari atau sama dengan 75 dinyatakan telah tuntas belajar.
Sementara itu untuk mengukur ketuntasan secara klasikal
menggunakan perhitungan persentase peserta didik yang tuntas belajar
sebagai berikut:
𝑛
𝑃= × 100%
𝑁
Keterangan:
P = Persentase peserta didik yang tuntas belajar
n = Banyak peserta didik yang tuntas belajar
N = Jumlah keseluruhan peserta didik
Ketuntasan belajar klasikal tercapai apabila persentase peserta
didik yang tuntas belajar atau yang memperoleh nilai lebih dari atau sama
dengan 75 jumlahnya lebih besar atau sama dengan 75% dari jumlah
seluruh peserta didik di dalam kelas.
7. Indikator Keberhasilan
Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini dikatakan berhasiljika
rata-rata hasil belajar peserta didik kelas VIII UPT SMPN 8 Bangkala Barat
mengalami peningkatan dan kriteria ketuntasan belajar peserta didik
41
memenuhi target yang telah ditentukan secara klasikalyaitu 75% serta
memperoleh nilai ≥ 75 dengan rentang nilai 0 sampai dengan 100.
42
37
DAFTAR PUSTAKA
Adinda Desty Dian Utami, dkk, Penerapan Aplikasi Game Wordwall dalam
Pembelajaran untuk Menumbuhkan Karakter Disiplin Siswa Sekolah Dasar,
Universitas Negeri Jakarta, Jurnal Basicedu, Vol. 6, No. 4 (2022)
Ahmad Suryadi, Teknologi dan Media Pembelajaran Jilid I,Cet. I (Sukabumi: CV.
Jejak, 2020) h. 15
Ainatul Mardhiyah, "Pemanfaatan Media Pembelajaran Wordwall Sebagai
Evaluasi Pembelajaran pada Mahasiswa Pendidikan Agama Islam", Jurnal
Pendidikan Agama Islam, Vol. 1, No. 4, 2022. h. 485
Akrim, Strategi Peningkatan Daya Minat Belajar Siswa, Belajar PAI Mencetak
Karakter Siswa, Cet.I, (Yogyakarta: Pustaka Ilmu, 2021), h. 42-44
Albi Anggito dan Johan Setiawan, Metodologi Penelitian Kualitatif, Cet. I
(Sukabumi: CV. Jejak, 2018), h.109
Ardis Nur Irsyad Surahmawan, dkk, "Penggunaan Media Wordwall sebagai Media
Pembelajaran Sistem Pemafasan Manusia", Proceeding OfIntegrative
Science Ecucation Seminar, Vol. 1,2021,h.4.
Arif Agus Mujahidin, dkk, Pemanfaatan Media Pembelajaran Daring (Quizizz,
Sway, dan Wordwall) Kelas 5 di SD Muhammadiyah 2 Wonopeti,
Innovative: Journal of Social Science Reserach, Vol 1, No. 2 (2021)
Benny A. Pribadi, Media dan Teknologi dalam Pembelajaran, Cet. I, (Jakarta:
Kencana, 2017), h. 18-20
Dwijantoro Buntomo Septyadi dan Alfiah, White Sand: Kumpulan Artikel Ilmiah
Pembelajaran Bahasa Inggris dan Matematika,Cet. I, (Klaten: Penerbit
Lakeisha, 2021), h. 45
Etistika Yuni Wijaya, Dwi Agus Sudjimat, dan Amat Nyoto, "Transformasi
Pendidikan Abad 21 Sebagai Tuntutan Pengembangan Sumber Daya
Manusia di Era Global, Prosiding Seminar Nasional Pendidikan
Matematika 2016, Vol. 1, 2016,h. 264.
Ibid., h. 35.
Jamaluddin dan Andi Hajar, Keterampilan Mengajar, Cet. I, (Jawa Tengah: PT.
Pena Persada Kerta Utama, 2022), h. 11
Moh Nazir, Metodologi Penelitian, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2013), h. 194
42
43
Muhammad Hasan, dkk, Media Pembelajaran, Cet. I (Sukoharjo: Tahta Media
Group, 2021), h. 29
Muhammad Yaumi, Media dan Teknologi Pembelajaran Edisi Kedua, Cet. III
(Jakarta:Kencana, 2021), h. 6
Nafia Wafiqni dan Fanny Mestyana Putri, "Efektifitas Penggunaan Aplikasi
Wordwall dalam Pembelajaran Daring (Online) Matematika pada Materi
Bilangan Caca Kelas 1, Jurnal Pendidikan Dasar, Vol. 1, No. 1, 2021,h.
73.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 55 Tahun 2007
Restu Rahayu, Sofyan Iskandar dan Yunus Abid in, "Inovasi Pembelajaran
Abad 21 dan Penerapannya di Indonesia” Jurnal Basicedu Vol. 6, No. 2,
2022,h. 2101.
Rifa Hanifah Mardhiyah, dkk., "Pentingnya Keterampilan Belajar di Abad
21 Sebagai Tuntutan dalam Pengembangan Sumber Daya
Manusa", Jurnal Pendidikan, Vol. 12, No. I, Februari 2021,h. 31.
Rudy Sumiharsono dan Hisbiyatul Hasanah, Media Pembelajaran, Cet. II (Jember:
CV. Pustaka Abadi, 2018), h. 9
Rusydi Ananda dan Fitri Hayati, Variabel Belajar Kompilasi Konsep, Cet. I,
(Medan: CV. Pusdikra Mitra Jaya, 2020), h. 145-148
Siti Faizatun Nissa, dan Novida Renoningtyas, "Penggunaan Media Pembelajaran
Wordwall Untuk Meningkatkan Minat Dan Motivasi Belajar Siswa Pada
Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar",Jurnal llmu Pendidikan, Vol. 3,
No. 5, 2021S.h. 5.
Suharsimi Arikunto, Suhardjo Supardi, Penelitian Tindakan Kelas, Edisi Revisi,
Cet. I, (Jakarta: Bumi Aksara, 2015), h. 1-2
Sutiah, Pengembangan Media Pembelajaran PAI, Cet.I (Sidoarjo: Nizamia
Learning Center, 2018), h. 101-103
Tatsa Galuh Pradani, Penggunaan Media Pembelajaran Wordwall untuk
Meningkatkan Minat dan Motivasi Siswa pada Pembelajaran IPA di
Sekolah DasarSurabaya: Universitas PGRI Adi Buana Surabaya,
Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan, Vol.1, No. 5 (2022)
Zulqarnain, M. Shoffa Saifillah Al-Faruq, dan Sukatin, Psikologi Pendidikan, Cet.
I, (Sleman: Deepublish, 2021), h. 23