YAYASAN ANAK NEGERI
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI ISLAM TERPADU
TK ANAK NEGERI AL-FURQON
Alamat : Dungus, Seboto, Gladagsari, Boyolali, 57352 ( Hp 085742278751 )
Email : tkitanaknegerialfurqon@gmail.com
Laporan Perkembangan Anak Didik
Nama sekolah TKIT ANAK NEGERI AL FURQON Kelas TK A
Nama siswa Fase Fondasi
Semester / TA 1 / 2023/2024 Tinggi Badan Cm
Guru Kelas Sri Sumini Berat Badan Kg
Nilai Agama dan Budi Pekerti
Alhamdulillah di semester ini ananda sudah
mengenali dan menerapkan nilai-nilai dalam agama Islam.
Saat kegiatan shalat bersama, ia segera menyiapkan diri,
melakukan wudlu, menempati shaf shalat, bisa melafalkan
bacaan shalat dengan baik. Ananda bisa berdo’a berdzikir
dengan baik sebelum kegiatan belajar dimulai, dapat memimpin do’a
ketika bersama dengan teman-temanya. Ananda juga dapat
mengucapkan kalimat syahadat, do’a harian (naik kendaraan, sebelum
dan sesudah makan, masuk masjid, sebelum dan sesudah tidur, sebelum
dan sesudah makan, do’a untuk orang tua, do’a kebaikan dunia akhirat)
serta sudah hafal hadits kebersihan dan surat-surat pendek (Al Fatihah,
Al-Ikhlas, An-Nas, Al-Falaq, Al-Lahab)
Ananda juga menunjukkan sikap membantu teman dan bergotong
royong pada saat temannya mengalami kesulitan seperti tidak dapat
membuka plastik snek, bersama- sama membereskan mainan,
bekerjasama menanam tanaman, antri ketika mencuci tangan sebelum
makan, bergantian ketika bermain. Ia juga berusaha menjaga dan
merawat lingkungan sekitarnya dengan membuang kemasan
makanan/minuman di tempat sampah, bergotong royong membersihkan
lingkungan, menyapu, memilah sampah dan membuang sampah pada
tempatnya, serta memiliki sikap peduli dengan sesama terlihat saat
ananda melakukan amal peduli palestina.
Di semester depan, saya akan membantu ananda untuk mengenal
dan melafalkan surat-surat pendek dan hadits lainya. Ananda juga akan
saya ajak untuk lebih memiliki kesempatan bekerjasama dan bergotong
royong dengan teman dalam melakukan kegiatan bermain yang
berbentuk projek. Kepeduliannya pada lingkungan dan sesama teman
akan saya tingkatkan dengan melakukan kegiatan belajar yang lebih
menarik pada semester depan.
Di rumah, ayah dan bunda dapat membantu ananda menerapkan
kebiasaan beribadah wajib (shalat 5 waktu) dan mengucapkan do’a
bersama-sama dalam kegiatan harian di rumah. Ayah dan bunda
diharapkan mendukung kegiatan belajar ananda dirumah, mengulas
kembali belajar ananda ketika di sekolah, mendukung pemahaman yang
sudah didapatkan serta menambah pengetahuan baru bagi ananda yang
belum diketahuinya. Ayah dan bunda bisa memberikan dukungan
berupa keleluasaan untuk melakukan kegiatan belajar yang disukainya,
seperti menggunakan benda-benda yang ada di rumah untuk belajar
serta bekerjasama dalam berkegiatan sehari-hari, contoh melibatkan
anak dalam kebersihan rumah, memasak, merawat lingkungan dan
aktifitas lainya. Membiasakan ananda untuk menggunakan bahasa yang
Jati Diri
Ananda menunjukkan kemampuannya untuk
berpartisipasi aktif dalam kegiatan fisik di
sekolah. Ia antusias mengikuti kegiatan senam
yang dilakukan setiap pagi, bermain dengan alat
permainan di halaman seperti memanjat di bola
dunia dan bermain di playground. Ananda bisa
menggunakan kedua tanganya untuk menjapit
pom pom, menggunakan tanganya untuk
merobek kertas, menirukan gerakan garis datar,
garis lurus dan garis miring, menirukan gaya
seorang pahlawan ketika melawan penjajah, Ia
sudah menunjukkan kemampuannya secara baik.
Saat ada teman lain yang bergabung ikut bermain, ia tidak
menunjukkan sikap marah atau kesal tetapi mengajak temannya untuk
bermain bergantian. Ananda juga bersikap santun saat berinteraksi
dengan orang lain. Ia selalu mengucapkan minta tolong saat
memerlukan bantuan dan berterima kasih sesudah dibantu serta
meminta maaf ketika berbuat salah. Kata-kata itu juga mampu
diucapkannya dalam bahasa Jawa halus.
Di semester depan, saya akan meningkatkan kemampuan ananda
dalam menjaga keselamatan diri saat bermain di halaman serta
mengenalkan mengonsumsi makanan dan minuman sehat dan bergizi,
membiasakan karakter gemar menabung sejak usia dini, membiasakan
mandiri, percaya diri dan terampil sejak usia dini.
Ayah Bunda diharapkan dapat mendukung perkembangan ananda
dengan memberikan kesempatan pada ananda untuk aktif berkegiatan
fisik di rumah dan mengajaknya untuk membiasakan mengonsumsi
makanan dan minuman yang sehat, cuci tangan sebelum dan sesudah
melakukan kegiatan. Ayah dan bunda dapat mengenalkan bahasa Jawa
dengan mengajaknya bercakap-cakap menggunakan bahasa jawa yang
baik dalam kegiatan sehari-hari, sehingga ananda nantinya bisa fasih
dalam berbahasa jawa.
Dasar Literasi dan STEAM
Ananda selalu menyimak cerita yang dibacakan
guru atau cerita yang ditayangkan pada televisi,
bahkan melontarkan pertanyaan yang berkaitan
dengan cerita itu. Setelah mendengarkan cerita,
ananda mampu menceritakan kembali dengan
kata-katanya sendiri. Ekspresi wajahnya pun bisa
menggambarkan karakter dalam cerita. Ia
menunjukkan wajah sedih saat mendengarkan
cerita sedih dan bertepuk tangan gembira saat
mendengar akhir cerita yang menggembirakan.
Saat berkegiatan main di sekolah, ananda tertarik
untuk memegang dan mengamati benda-benda yang menarik minatnya.
Ia mencoba membentuk atau menggunakan benda-benda itu dalam
kegiatan bermainnya termasuk membentuk kata dari pasir, membentuk
kata dari bahan loosepart, menyusun kata dari kartu huruf. Ia juga
berusaha memecahkan masalah dengan cara yang kreatif menggunakan
benda atau alat-alat yang ada di sekitarnya, contoh ketika anda
membuat imajinasi iguana, ia menggunakan bahan yang ada disekitarya
untuk membentuk iguana, serta membuat kandangnya dengan
memanfaatkan aneka bahan alam yang tersedia. Ananda sudah
mengenal konsep bilangan dengan baik, bisa hafal urutan angka,
melakukan penjumlahan dan pengurangan sederhana, mengetahui
lambang bilangan penjumlahan (+) pengurangan (-) lebih dari (>)
kurang dari (<).
Ananda sudah mengenal konsep geometri dengan baik, terlihat saat
ananda mengambil benda yang ada didalam kelas dan menyebutkan
nama bentuk geometri yang diambilnya, ananda mengenal konsep
panjang pendek, tinggi rendah, banyak sedikit, ia juga hafal berbagai
warna dalam bahasa inggris.
Ananda mampu menggunakan teknologi sederhana ketika belajar,
seperti dapat mengoperasikan blender, menggunakan kompor untuk
memasak, menggunakan pisau dan gunting secara benar, dapat
menimbang sayuran dan membaca hasil penimbanganya.
Di semester depan saya akan menyediakan beragam benda-benda
konkrit (nyata) yang dapat mendorong ananda untuk mengamati dan
mencoba menggunakannya, menghadirkan berbagai buku cerita variatif
untuk mendorong anak gemar membaca.
Ananda sudah menunjukkan ketertarikan ketika menemukan kosa
kata baru, oleh karena itu kedepanya Ayah dan Bunda dapat
mendampingi perkembangan anak dengan memberikan keleluasaan
untuk memanfaatkan benda maupun buku cerita yang ada di rumah
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Semester ini ananda melakukan projek
mengenal makanan tradisional yaitu membuat
klepon dengan harapan mampu membangun
tiga dimensi Profil Pelajar Pancasila, yakni
Mandiri, Bernalar kritis dan kreatif. Melalui
projek ini, diharapkan anak menyukai
makanan/jajanan tradisonal sebagai makanan
khas yang harus dilestarikan, mampu
melakukan kegiatan sendiri, memperoleh dan
mengolah informasi, serta menentukan pilihan
dan mengambil keputusan di kehidupan sehari-
hari dengan berbagai cara kreatif. Saat melaksanakan kegiatan projek,
Ananda bisa melakukan kegiatan praktik secara mandiri, ananda bisa
membentuk klepon menjadi bulat serta mengisinya dengan gula merah,
terakhir memasukkan adonan klepon kedalam air mendidih, semuanya
dilakukan secara mandiri tanpa bantuan teman ataupun gurunya,
Ananda juga dapat memenuhi rasa ingin tahunya melalui bertanya,
memberikan informasi kepada teman-temannya serta menjelaskan
alasan saat menentukan sebuah pilihan. Tampak saat ananda
menanyakan cara membuat adonan klepon yang pas tidak terlalu besar
dan terlalu kecil, serta memberikan contoh kepada teman-temanya
bagaimana membuat klepon yang baik dan cantik. Sikap kreatif ananda
juga tampak saat membuat projek lain yaitu membuat wedang jahe,
ananda menyelesaikan masalah secara kreatif, mengguanakan kayu
untuk menggeprek jahe, menambahkan gula ketika rasanya terlalu
pedas, sikap kreatif ananda muncul selama kegiatan projek berlangsung.
Refleksi Guru
Keberhasilan pembelajaran yang optimal bagi anak usia dini adalah
bersatunya guru, orang tua dan juga anak dalam memberikan
pembelajaran yang berkesinambungan, guru menstimulasi di sekolah,
orang tua melanjutkan stimulasi di rumah secara konsisten, kerjasama
yang baik akan membuat perkembangan dan pertumbuhan ananda
menjadi optimal sesuai dengan usianya.
Refleksi Orang Tua
………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………….
Ketidakhadiran
Sakit :
Ijin :
Tanpa Keterangan :
Gladagsari, ………….
Mengetahui,
Orang Tua / Walimurid Guru Kelas
………………………………… SRI SUMINI
Mengetahui,
Kepala TKIT Anak Negeri Al Furqon
SITI ISTIQOMAH, S.Pd. AUD