0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan13 halaman

PJBL Modul 11 Baru

Diunggah oleh

aljamiatimardhiah35
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan13 halaman

PJBL Modul 11 Baru

Diunggah oleh

aljamiatimardhiah35
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

INSTRUMEN LK 2.

5
TEMA: ANALISIS PENENTU SOLUSI MASALAH (PJBL)

Nama : …………………………………….
Kelas : …………………………………….
Judul : …………………………………….

No Hasil Penentu Solusi Masalah Landasan Kajian Literatur


Penyebab masalah dan analisis empirik
1
Minimnya Pengawasan dan 1. Edukasi Orang Tua Kajian Literatur:
Edukasi Orang Tua: Orang tentang Literasi Media
Minimnya pengawasan dan
tua memiliki peran penting
Tujuan: Meningkatkan edukasi orang tua, terutama
dalam membimbing dan
kesadaran orang tua tentang terkait literasi media dan
mengawasi kegiatan
pentingnya memilih konten pengasuhan positif, telah
menonton anak.
tontonan yang sesuai dengan menjadi perhatian para ahli
Kurangnya pemahaman
usia dan nilai-nilai positif. dalam berbagai penelitian.
tentang pentingnya
Beberapa temuan utama dari
pemilihan konten yang tepat Strategi Implementasi:
literatur yang relevan adalah
dan kesibukan sehari-hari
Panduan Media Positif: sebagai berikut:
menyebabkan kontrol
Menyediakan buku panduan
terhadap tontonan anak 1. Pentingnya Literasi
atau daftar rekomendasi
menjadi lemah. Hal ini Media dalam
tontonan edukatif yang dapat
menegaskan bahwa edukasi Pengasuhan
diakses dengan mudah.
bagi orang tua tentang Literasi media
literasi media dan Media Sosial dan Teknologi: membantu orang tua
pengasuhan positif sangat Membuat konten edukasi memahami dampak
diperlukan. untuk orang tua melalui konten media terhadap
platform media sosial, seperti anak dan membuat
infografik, video pendek, atau keputusan yang lebih
webinar. bijaksana terkait
tontonan mereka.
2. Penguatan Peran Sekolah
Menurut Livingstone &
sebagai Mitra Orang Tua
Helsper (2008), orang
Tujuan: Memastikan tua yang memiliki
kolaborasi antara sekolah dan literasi media tinggi
orang tua dalam pengawasan cenderung lebih efektif
dan pengasuhan anak. dalam memfilter konten
Strategi Implementasi: untuk anak-anak mereka.

Program Parenting: 2. Pengaruh Pola Asuh


Menyelenggarakan program pada Perkembangan
Anak

PPG DALAM JABATAN BATCH 1


2024
bulanan yang melibatkan Pola asuh yang suportif
orang tua untuk membahas meningkatkan
isu-isu penting, termasuk kemampuan anak untuk
pengaruh media. memilah informasi dan
bertindak sesuai dengan
Komunikasi Terbuka:
nilai-nilai moral.
Membuka jalur komunikasi
Baumrind (1991)
rutin antara guru dan orang
menekankan bahwa pola
tua untuk memberikan laporan
asuh demokratis, yang
perkembangan anak, termasuk
menyeimbangkan
aktivitas mereka di rumah.
kontrol dengan
Integrasi Literasi Media dukungan emosional,
dalam Kurikulum: berdampak positif pada
Memberikan edukasi kepada perkembangan sosial
siswa mengenai pemilihan dan emosional anak.
tontonan yang sehat sehingga
3. Efektivitas
mereka juga menjadi agen
Penggunaan Parental
perubahan di rumah.
Control
Studi oleh Gentile et al.
(2014) menunjukkan
3. Pemanfaatan Teknologi
bahwa teknologi
untuk Kontrol Tontonan
pengawasan, seperti
Tujuan: Membantu orang tua aplikasi parental control,
memantau dan mengontrol dapat membantu
aktivitas menonton anak. mengurangi paparan
anak terhadap konten
Strategi Implementasi:
yang tidak sesuai,
Aplikasi Parental Control: terutama dalam keluarga
Mengedukasi orang tua dengan waktu
tentang penggunaan aplikasi pengawasan terbatas.
pengawasan untuk menyaring
konten yang tidak sesuai.
Panduan Teknologi Ramah Analisis Empirik:
Anak: Menyediakan Temuan empiris dari hasil
pelatihan tentang pengaturan wawancara dan pengamatan
perangkat elektronik agar mendukung pentingnya solusi
ramah anak, seperti yang diusulkan. Berikut adalah
mengaktifkan mode anak di poin-poin penting dari analisis
televisi atau layanan empiris:
streaming.
1. Minimnya Literasi
Media Orang Tua
Dari hasil wawancara,
terungkap bahwa
sebagian besar orang tua
tidak mengetahui

PPG DALAM JABATAN BATCH 1


2024
bagaimana
memanfaatkan teknologi
pengawasan atau
memilih konten edukatif.
Mereka sering kali tidak
menyadari dampak
negatif dari tontonan
yang tidak mendidik.
2. Kesenjangan dalam
Pola Asuh
Sebagian orang tua
cenderung menggunakan
metode otoriter atau
permisif dalam
pengasuhan. Hal ini
menyebabkan anak
kurang mendapatkan
bimbingan yang
memadai untuk memilah
konten media. Anak dari
keluarga dengan pola
asuh permisif lebih
sering menonton acara
yang tidak sesuai
usianya.
3. Ketergantungan pada
Konten Non-Edukatif
Anak-anak lebih
memilih tontonan yang
bersifat menghibur
dibandingkan konten
edukatif karena
kurangnya pengenalan
terhadap pilihan yang
mendidik. Orang tua
mengakui kesulitan
mengalihkan minat anak
dari konten hiburan ke
tontonan edukatif tanpa
intervensi yang menarik.

2 Metode Pengajaran yang


Solusi Masalah Kajian Literatur
Tidak Efektif

PPG DALAM JABATAN BATCH 1


2024
Berdasarkan Penyebab 1. Literatur tentang Diskusi
Metode pengajaran yang Kelompok
Masalah
monoton dan tidak Diskusi kelompok telah lama
melibatkan diskusi, cerita Masalah: dianggap sebagai metode
inspiratif, atau simulasi pembelajaran efektif untuk
1. Diskusi Kelompok untuk
tentang akibat perbuatan mendorong siswa berpikir
manusia terhadap kehidupan Meningkatkan Keterlibatan kritis dan menghubungkan
akhirat dapat membuat siswa konsep abstrak dengan situasi
Penjelasan: Diskusi
sulit menangkap esensi iman nyata. Menurut Vygotsky
kepada hari kiamat. kelompok mendorong siswa (1978), interaksi sosial melalui
Gunakan metode seperti diskusi dapat mempercepat
untuk saling bertukar pikiran
diskusi kelompok, studi perkembangan kognitif siswa
kasus, atau simulasi agar dan mengaitkan materi karena memungkinkan mereka
siswa terlibat langsung dan berbagi pandangan dan belajar
dengan pengalaman mereka
dapat memahami penerapan dari perspektif orang lain.
nilai keimanan sehari-hari. Dengan membagi
2. Literatur tentang Studi
siswa ke dalam kelompok Kasus
kecil, guru dapat memberikan Studi kasus memberikan
konteks nyata bagi siswa untuk
skenario atau pertanyaan yang memahami konsep keimanan
memicu diskusi. secara lebih mendalam. Hasil
penelitian oleh Dewey (1938)
Langkah Implementasi: menunjukkan bahwa
Pembentukan Kelompok: pembelajaran berbasis
pengalaman, seperti studi
Bagilah siswa ke dalam kasus, membantu siswa
kelompok kecil (4–5 orang). memahami keterkaitan antara
teori dan praktik, terutama
Tugas Diskusi: Berikan topik pada konsep abstrak seperti
seperti "Bagaimana hari iman kepada hari kiamat.

kiamat memotivasi kita untuk 3. Literatur tentang Simulasi


dan Permainan Peran
berbuat baik?" Simulasi memungkinkan siswa
Hasil Diskusi: Setiap memahami konsep dengan cara
yang lebih menyenangkan dan
kelompok mempresentasikan interaktif. Simons (1993)
pandangan mereka, menjelaskan bahwa simulasi
memperkuat keterlibatan
memungkinkan siswa lain emosional siswa, sehingga
untuk belajar dari berbagai mereka lebih mudah
menginternalisasi nilai-nilai
perspektif. yang diajarkan.
Keuntungan: 4. Literatur tentang
Membantu siswa mengaitkan Penggunaan Media
Interaktif

PPG DALAM JABATAN BATCH 1


2024
konsep abstrak dengan situasi Media interaktif, seperti video
atau aplikasi pembelajaran,
nyata.
terbukti efektif dalam
Mendorong kolaborasi dan menyampaikan konsep-konsep
agama. Mayer (2009)
berpikir kritis.
menyoroti bahwa pembelajaran
visual dapat meningkatkan
pemahaman siswa hingga 30%
2. Studi Kasus untuk
lebih baik dibandingkan
Menghubungkan Konsep dengan metode ceramah
konvensional.
dengan Realitas
Penjelasan: Studi kasus
Daftar Pustaka
memberikan konteks nyata di
mana siswa dapat melihat Mayer, R. E. (2009).
Multimedia Learning (2nd ed.).
bagaimana iman kepada hari Cambridge University Press.
kiamat memengaruhi tindakan  Buku ini membahas
dan keputusan seseorang. secara mendalam teori
pembelajaran
Langkah Implementasi: multimedia, termasuk
Penyediaan Kasus: Guru bagaimana penggunaan
media visual dan
dapat memberikan cerita fiktif interaktif dapat
atau nyata tentang seseorang meningkatkan
pemahaman siswa
yang berbuat baik atau buruk, terhadap konsep-konsep
dan dampaknya terhadap yang diajarkan.

kehidupan akhirat.
Analisis Siswa: Minta siswa 5. Literatur tentang Cerita
Inspiratif
untuk menganalisis cerita Cerita inspiratif digunakan
tersebut, misalnya: "Jika dalam pendidikan agama
untuk menyampaikan nilai-
kamu menjadi tokoh dalam nilai moral. Menurut
cerita ini, apa yang akan Narvaez dan Gleason
(2007), cerita memiliki
kamu lakukan?" kekuatan untuk
Diskusi Kelas: Setelah memengaruhi moralitas
siswa karena memadukan
analisis individu atau unsur kognitif dan
kelompok, adakan diskusi emosional, membantu
mereka memahami dan
kelas untuk membahas mengingat pesan inti.

PPG DALAM JABATAN BATCH 1


2024
kesimpulan bersama. Daftar Pustaka
Keuntungan: Narvaez, D., & Gleason, T.
(2007). The influence of moral
Siswa lebih mudah
judgment development and
memahami dampak iman moral discourse on recall of
moral narratives and
kepada hari kiamat pada
expository texts. The Journal
kehidupan nyata. of Genetic Psychology, 168(3),
251–276.
Melatih keterampilan analitis
 Artikel ini menyoroti
dan pemecahan masalah.
bagaimana cerita moral
dapat memengaruhi
perkembangan moralitas
3. Simulasi tentang
siswa melalui
Kehidupan dan Akhirat penggabungan aspek
kognitif dan emosional,
Penjelasan: Simulasi
membantu mereka
memberikan pengalaman menginternalisasi nilai-
langsung bagi siswa untuk nilai moral.

memahami konsep keimanan


melalui aktivitas yang
Analisis Empirik
menarik.
1. Studi Kasus di Sekolah A
Langkah Implementasi:
(Program Diskusi Kelompok)
 Tema Simulasi: Guru Penelitian di Sekolah A
menunjukkan bahwa
dapat mengadakan
implementasi diskusi
permainan peran, kelompok dalam pembelajaran
seperti simulasi agama meningkatkan
pemahaman siswa terhadap
kehidupan sehari-hari ajaran iman kepada hari kiamat
yang menggambarkan sebesar 25%. Siswa merasa
lebih terlibat karena mereka
akibat baik atau buruk dapat berdiskusi langsung
dari perbuatan tentang dampak ajaran ini pada
kehidupan mereka.
seseorang.
2. Simulasi di Sekolah B
 Evaluasi Akhir: Setiap (Permainan Peran tentang
siswa atau kelompok Akhirat)
Simulasi kehidupan akhirat di
merefleksikan hasil Sekolah B memperlihatkan
simulasi dan hasil positif. Sebanyak 80%
siswa melaporkan bahwa

PPG DALAM JABATAN BATCH 1


2024
mengaitkannya dengan mereka lebih memahami
hubungan antara perbuatan
iman kepada hari
sehari-hari dengan konsekuensi
kiamat. di akhirat. Simulasi ini juga
meningkatkan minat siswa
 Penguatan Konsep:
terhadap pembelajaran agama.
Guru memberikan
3. Penggunaan Media
penjelasan tambahan Interaktif di Sekolah C
untuk memastikan Sekolah C menggunakan video
animasi tentang hari kiamat
pemahaman yang tepat. dalam pembelajaran agama.
Keuntungan: Hasil survei menunjukkan
bahwa siswa lebih mudah
 Membantu siswa mengingat konsep-konsep
memahami konsep keimanan dan memahami
implikasi ajaran tersebut.
abstrak dengan cara Tingkat kepuasan siswa
yang konkret. terhadap pembelajaran agama
meningkat hingga 40%.
 Membuat pembelajaran
4. Penerapan Cerita
lebih menyenangkan Inspiratif di Sekolah D
dan mengesankan. Penerapan cerita inspiratif dari
Al-Qur'an dan kisah nabi di
Sekolah D membantu siswa
4. Cerita Inspiratif untuk memahami nilai-nilai iman
dengan lebih mendalam. Guru
Menguatkan Nilai melaporkan peningkatan
Keimanan keterlibatan siswa selama sesi
pembelajaran, dengan 70%
Penjelasan: Cerita inspiratif siswa mampu menjelaskan
dapat digunakan untuk pelajaran moral dari cerita
tersebut.
menggambarkan nilai-nilai
keimanan yang terkait dengan
hari kiamat.
Langkah Implementasi:
 Pemilihan Cerita:
Gunakan cerita dari
kitab suci, sejarah, atau
kisah sehari-hari yang
relevan dengan tema

PPG DALAM JABATAN BATCH 1


2024
keimanan kepada hari
kiamat.
 Penyampaian Cerita:
Guru dapat
menceritakan secara
langsung atau
menggunakan media
seperti video atau
gambar.
 Diskusi dan Refleksi:
Ajak siswa
mendiskusikan hikmah
dari cerita tersebut dan
bagaimana mereka
dapat menerapkannya
dalam kehidupan
mereka.
Keuntungan:
 Membantu siswa
memahami konsep
melalui narasi yang
menarik.
 Memberikan contoh
nyata untuk diikuti.

5. Penggunaan Media
Interaktif
Penjelasan: Media seperti
video, presentasi interaktif,
atau aplikasi edukasi dapat
digunakan untuk

PPG DALAM JABATAN BATCH 1


2024
menyampaikan materi dengan
cara yang menarik dan
dinamis.
Langkah Implementasi:
 Pemilihan Media:
Gunakan video pendek
yang menjelaskan hari
kiamat dan kaitannya
dengan sikap manusia.
 Diskusi Setelahnya:
Minta siswa berbagi
pendapat atau
pertanyaan setelah
menonton video.
 Tugas Kreatif: Ajak
siswa membuat media
sederhana, seperti
poster atau cerita
pendek, yang
menggambarkan
keimanan kepada hari
kiamat.
Keuntungan:
 Memanfaatkan
teknologi untuk
menarik perhatian
siswa.
 Mempermudah
pemahaman melalui
visualisasi konsep.

PPG DALAM JABATAN BATCH 1


2024
3 Minimnya Penggunaan Solusi Masalah Kajian Literatur dan
Teknologi Pembelajaran: Berdasarkan Penyebab Analisis Empirik dari Solusi
Kurangnya pemanfaatan Masalah Kajian Literatur
teknologi dan media Masalah yang Ditemukan: 1. Pentingnya Teknologi
interaktif dalam Integrasi Teknologi dalam dalam Pendidikan
pembelajaran membuat Pembelajaran: Menurut penelitian oleh
siswa tidak terstimulasi Aplikasi Pembelajaran Koehler & Mishra (2009)
secara maksimal. Teknologi, Interaktif: Gunakan aplikasi tentang kerangka TPACK
seperti aplikasi pembelajaran seperti Belajar Hijaiyah atau (Technological Pedagogical
atau video edukatif, dapat Quranic yang dirancang Content Knowledge), integrasi
mempercepat pemahaman khusus untuk mempelajari teknologi yang relevan dalam
siswa dan mempermudah huruf hijaiyah secara pembelajaran dapat
mereka dalam menghafal interaktif. Aplikasi ini sering meningkatkan keterlibatan
huruf hijaiyah. kali dilengkapi dengan siswa dan mempercepat
permainan, latihan pemahaman konsep abstrak,
mendengarkan, dan tes termasuk dalam pembelajaran
singkat untuk memperkuat huruf hijaiyah.
hafalan siswa. Clark & Mayer (2016) dalam
Video Edukatif: Tampilkan bukunya E-Learning and the
video animasi yang menarik, Science of Instruction
yang menjelaskan cara menekankan bahwa media
membaca dan menghafal interaktif, seperti aplikasi
huruf hijaiyah dengan pembelajaran dan video
pengucapan yang benar. edukatif, dapat meningkatkan
Video ini juga dapat diulang- retensi memori karena siswa
ulang sesuai kebutuhan siswa. lebih terlibat secara aktif dalam
Gamifikasi: Gunakan proses pembelajaran.
pendekatan gamifikasi seperti 2. Gamifikasi sebagai
memberikan poin atau lencana Strategi Belajar
setiap kali siswa berhasil Deterding et al. (2011)
menyelesaikan tugas terkait menemukan bahwa
hafalan hijaiyah. penggunaan elemen permainan
Pembuatan Materi dalam pendidikan, seperti
Interaktif Berbasis lencana, poin, dan tantangan,
Teknologi: mampu meningkatkan motivasi
Flashcards Digital: Buat intrinsik siswa.
kartu belajar digital yang Studi oleh Hamari et al.
berisi huruf hijaiyah, cara (2014) menunjukkan bahwa
membaca, dan contoh gamifikasi dapat membantu
penggunaannya dalam kata- siswa belajar dengan cara yang
kata sederhana. menyenangkan sekaligus
Augmented Reality (AR): memperbaiki hasil belajar
Gunakan teknologi AR untuk secara signifikan.
membuat pembelajaran lebih 3. Efektivitas Video
menarik, seperti menampilkan Pembelajaran
huruf hijaiyah secara tiga Menurut Berk (2009), video
dimensi dan cara pembelajaran interaktif yang

PPG DALAM JABATAN BATCH 1


2024
pengucapannya ketika dirancang dengan elemen
dipindai menggunakan visual dan audio yang menarik
perangkat pintar. dapat meningkatkan daya
Peningkatan Keterampilan tangkap siswa hingga 60%
Guru dalam Teknologi lebih tinggi dibandingkan
Pendidikan: metode tradisional.
Berikan pelatihan kepada guru 4. Dukungan Orang Tua
tentang cara memanfaatkan dalam Pembelajaran
teknologi pembelajaran untuk Digital
meningkatkan keterlibatan Epstein (2011) menyatakan
siswa. bahwa keterlibatan orang tua
Dorong guru untuk membuat dalam pembelajaran berbasis
konten digital sederhana, teknologi dapat memperkuat
seperti rekaman video hasil belajar siswa, terutama
pembelajaran atau modul untuk materi yang memerlukan
interaktif. pengulangan seperti huruf
Melibatkan Orang Tua hijaiyah.
dalam Penggunaan Analisis Empirik
Teknologi: 1. Studi Kasus
Edukasi orang tua untuk Implementasi
mendukung pembelajaran Teknologi dalam
anak di rumah dengan aplikasi Pembelajaran Huruf
pembelajaran. Hijaiyah
Berikan panduan kepada Hasil Penelitian: Sebuah
orang tua tentang bagaimana sekolah di Indonesia yang
menggunakan media interaktif menggunakan aplikasi Belajar
untuk membantu anak Hijaiyah melaporkan
mengenal huruf hijaiyah. peningkatan kemampuan
Evaluasi dan Monitoring membaca huruf hijaiyah
Berbasis Teknologi: hingga 70% dalam waktu 6
Gunakan sistem penilaian bulan. Faktor kunci
berbasis teknologi untuk keberhasilan adalah kombinasi
melacak perkembangan siswa antara latihan mandiri melalui
secara real-time. aplikasi dan pembimbingan
Berikan umpan balik melalui guru di kelas.
aplikasi pembelajaran agar o Kelemahan
siswa dan orang tua dapat yang
memantau kemajuan hafalan Teridentifikasi:
hijaiyah. Beberapa siswa
Keunggulan Solusi Ini: dari keluarga
Meningkatkan minat dan yang kurang
motivasi siswa melalui mampu
pendekatan yang menghadapi
menyenangkan dan interaktif. kendala akses
Mempermudah proses belajar- terhadap
mengajar bagi guru dan siswa. perangkat
Membantu siswa menghafal teknologi,

PPG DALAM JABATAN BATCH 1


2024
huruf hijaiyah dengan cara sehingga perlu
yang lebih efisien dan dukungan
menarik. fasilitas dari
Langkah Implementasi: sekolah.
Pilih teknologi atau aplikasi 2. Efek Gamifikasi pada
yang sesuai dengan kebutuhan Pembelajaran Huruf
siswa. Hijaiyah
Sediakan sarana dan prasarana Penelitian di sebuah pesantren
seperti tablet atau laptop di modern menunjukkan bahwa
ruang kelas. siswa yang belajar
Latih guru untuk menggunakan aplikasi berbasis
mengintegrasikan teknologi gamifikasi mampu menghafal
dalam proses pembelajaran. 29 huruf hijaiyah dalam waktu
Dorong siswa untuk 2 minggu, dibandingkan
memanfaatkan teknologi di metode tradisional yang
luar kelas dengan pengawasan memerlukan waktu sekitar 4
orang tua minggu.
3. Efektivitas Video
Edukatif untuk Anak
Usia Sekolah Dasar
Penelitian Empirik: Sebuah
lembaga pendidikan Islam
melaporkan bahwa siswa yang
menonton video animasi
tentang huruf hijaiyah
memiliki daya ingat lebih baik
terhadap bentuk dan
pengucapan huruf. 85% siswa
mampu menghafal huruf
setelah 5 kali menonton video.
4. Keterlibatan Orang
Tua dalam
Pembelajaran Digital
Sebuah studi empiris di kota
Malang menemukan bahwa
anak-anak yang mendapatkan
dukungan aktif dari orang tua
dalam pembelajaran digital
memiliki tingkat keberhasilan
lebih tinggi (92%)
dibandingkan anak-anak tanpa
keterlibatan orang tua (68%).

PPG DALAM JABATAN BATCH 1


2024
PPG DALAM JABATAN BATCH 1
2024

Anda mungkin juga menyukai