RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah : SMP Negeri 1 Subah Kelas/Semester : IX (sembilan) / 2 (dua)
Mata Pelajaran : PA&BP Alokasi Waktu : 1 kali Pertemuan (3 Jam
Pelajaran)
Materi Pokok : Iman Kepada Qada dan Qadar
A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong),
santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan
kejadian tampak mata.
KI 4 : Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
KD Indikator
1.4 Beriman kepada qadha dan 1.4.1. Meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam dunia
qadar. adalah kehendak Allah
1.4.2. Meyakini bahwa Allah menghargai usaha yang dilakukan
manusia
2.4 Menghayati perilaku tawakal 2.4.1. Menampilkan perilaku tawakal kepada Allah Swt. sebagai
kepada Allah Swt. sebagai implementasi dari pemahaman iman kepada qadha’ dan
implementasi pemahaman qadar
iman kepada Qadha dan 2.4.2. Menampilkan perilaku pantang menyerah untuk meraih apa
Qadar. yang dicita-citakan
3.4 Memahami makna iman 3.4.1 Mendeskripsikan pengertian qada, qadar, dan takdir .
kepada Qadha dan Qadar 3.4.2 Menunjukkan dalil iman kepada qada dan qadar .
berdasarkan pengamatan 3.4.3 Menyebutkan macam-macam takdir .
terhadap dirinya, alam 3.4.4 Menjelaskan contoh takdir muallaq .
sekitar dan makhluk ciptaan- 3.4.5 Menjelaskan contoh takdir mubram .
Nya. 3.4.6 Menjelaskan manfaat beriman kepada qada dan qadar .
4.4 Menyajikan dalil naqli 4.4.1. Menyusun kliping tentang peristiwa-peristiwa yang
tentang adanya Qadha dan menggambarkan takdir Allah Swt. berlaku bagi semua
Qadar. makhluk-Nya.
4.4.2. Mencari ayat-ayat al-Qur’ān ayat-ayat yang menjelaskan
tentang qada dan qadar lengkap dengan terjemahnya.
Nilai Karakter: Relijius, percaya diri, kerja keras
1
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mendeskripsikan pengertian qadha’, qadar dan takdir.
2. Menunjukkan dalil iman kepada qadha’ dan qadar.
3. Menyebutkan macam-macam takdir.
4. Menjelaskan contoh takdir muallak .
5. Menjelaskan contoh takdir mubram .
6. Menjelaskan manfaat beriman kepada qadha’ dan qadar .
7. Menampilkan perilaku tawakal kepada Allah Swt. sebagai implementasi dari pemahaman iman
kepada qadha’ dan qadar
D. Media dan Bahan
1. Media : Presentasi Power Point
2. Alat/Bahan : LCD Projector, Speaker aktif, Note book, Video You Tube,
White Board/Black Board, Gunting/ cutter.
3. Sumber Belajar : a. Departemen Agama RI. 2005. al-Qur’an dan
Terjemahnya. Jakarta: Departemen Agama RI.
b. Muhammad Ahsan, dan Sumiyati. 2018. Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti SMP/MTs Kelas IX.
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
c. Muhammad Ahsan, dan Sumiyati. 2018. Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti SMP/MTs Kelas IX/Buku
Guru. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
4. Metode : cooperative learning
E. Langkah-langkah Pembelajaran
a. Kegiatan Pendahuluan (15 menit)
1) Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak berdoa bersama dipimpin oleh
seorang peserta didik dengan penuh khidmat.
2) Guru memerhatikan kesiapan peserta didik dan mengondisikan suasana pembelajaran yang
menyenangkan.
3) Peserta didik secara bersama-sama membaca ayat-ayat Alquran pilihan terutama terkait
dengan materi pembelajaran (Q.S. Ar-Ra’du: 11 dan Q.S. Al-A’raf: 34) dipimpin oleh salah
seorang peserta didik.
4) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, yaitu dengan
cara melakukan tanya jawab singkat tentang kompetensi tersebut.
5) Guru menginformasikan kompetensi yang akan dicapai, yaitu kompetensi tentang beriman
kepada qada dan qadar dan menunjukkan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, yaitu
agar kita semua peserta didik mampu mendeskripsikan iman kepada Qada dan qadar.
6) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan, yaitu
konsep tentang beriman kepada qada dan qadar dengan berbagai contoh kejadian sehari-hari.
7) Guru menyampaikan lingkup penilaian, yang meliputi: penilaian sikap, penilaian
pengetahuan, dan penilaian keterampilan.
b. Kegiatan Inti (90 menit)
1) Mengamati:
a) Peserta didik bersama-sama mengamati tayangan video tentang kisah inspiratif yang
berkaitan qada dan qadar di buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP/MTs
Kelas IX (Buku Siswa) halaman 146-164 dan buku-buku lain yang relevan atau melalui
video/film tentang berbagi kejadian tentang bencana alam di Indonesia dan di luar
Indonesia.
b) Peserta didik menyimak uraian singkat dari guru tentang berbagai fenomena tentang
kisah inspiratif yang berkaitan qada dan qadar seperti yang ditayangkan melalui
film/video.
2) Menanya:
2
a) Peserta didik dalam kelompok menuliskan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan beriman
kepada qada dan qadar, menyangkut pengertian, macam-macam takdir, contoh-contoh
dan hikmah beriman kepada qada dan qadar. Pertanyaan-pertanyaan tersebut ditulis pada
kertas-kertas kecil atau post it.
b) Peserta didik difasilitasi oleh guru memilih atau menyortir pertanyaan-pertanyaan
tersebut yang sesuai dengan materi pembelajaran.
c) Pertanyaan-pertanyaan yang terpilih dibagi kepada setiap kelompok untuk didiskusikan.
3) Mengumpulkan informasi:
a) Peserta didik mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang didapat oleh
kelompoknya masing-masing dengan membaca Buku Siswa Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekerti SMP/MTs Kelas IX dan buku-buku referensi lain yang mengkaji
masalah beriman kepada qada dan qadar.
b) Peserta didik berdiskusi untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang
didapat oleh kelompoknya masing-masing.
4) Menalar/ mengasosiasi:
a) Peserta didik merumuskan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang didapat oleh
kelompoknya masing-masing.
b) Peserta didik menuliskan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut pada kertas plano
atau kertas folio.
5) Mengomunikasikan:
a) Peserta didik menempelkan kertas yang berisi rumusan jawaban tersebut pada dinding
kelas.
b) Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya kepada anggota kelompok lain
dengan cara saling berkunjung.
c) Salah angggota kelompok menjadi penyaji, sementara anggota yang lain berkunjung ke
kelompok lain untuk mendengarkan dan mengkritisi.
d) Anggota kelompok yang berkunjung memberikan apresisasi terhadap hasil kerja
kelompok lain dengan cara menuliskannya pada ketas hasil kerja yang dikunjungi.
e) Setelah usai berkunjung ke kelompok lain, peserta didik kembali ke kelompok masing-
masing untuk menginformasikan hasil kunjungannya kepada anggota kelompoknya yang
menjadi penyaji.
f) Setiap kelompok kemudian menyempurnakan jawabannya sesuai masukan dari anggota
kelompok lain yang berkunjung.
c. Kegiatan Penutup (15 menit)
1) Guru bersama-sama para peserta didik merumuskan simpulan tentang konsep beriman
kepada qada dan qadar: pengertian, macam-macam takdir, contoh-contoh dan hikmah
beriman kepada qada dan qadar Guru melakukan refleksi atas proses pembelajaran yang
telah dilaksanakan dan memberi umpan balik serta motivasi agar peserta didik mengamalkan
ajaran kitab suci Alquran sebagai implementasi beriman kepada qada dan qadar.
2) Guru melakukan penilaian dengan tes lisan dan pemberian penugasan.
3) Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut, dalam bentuk remedi, pengayaan, layanan
konseling, dan memberi tugas kepada peserta didik.
4) Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya serta kegiatan
pembelajarannya.
5) Guru bersama-sama para peserta didik menutup pembelajaran dengan berdoa lalu
mengucapkan salam penutup.
F. Penilaian, Remedial, dan Pengayaan
Penilaian Pengetahuan : tes tulis,
Penilaian Keterampilan : produk, proyek
Mengetahui
Subah, ……………… 2022
Kepala SMP N 1 Subah Guru Mata Pelajaran
Sri Mulyono, M.Pd ……………………………..
NIP.197208181999031010 NIP. ……………………….
3
4
Lampiran 1: Instrumen Penilaian (Aspek Sikap Spiritual)
Kelas/Semester : IX/Dua
Tehnik Penilaian : Observasi (Jurnal)
Penilai : Guru Mapel, Wali Kelas, BK
Nama Tindak
No. Waktu Catatan Observasi Butir Sikap
Siswa lanjut
1
2
Dst.
Lampiran 2 : Instrumen Penilaian (Aspek Sikap Sosial)
Kelas/Semester : IX/Dua
Tehnik Penilaian : Observasi (Jurnal)
Penilai : Guru Mapel, Wali Kelas, BK
Nama Tindak
No. Waktu Catatan Perilaku Butir Sikap
Siswa lanjut
1
2
Dst.
Lampiran 3 : Instrumen Penilaian (Aspek Pengetahuan)
Kelas / Semester : IX / Dua
Kompetensi Dasar : Memahami makna iman kepada Qadha dan Qadar berdasarkan pengamatan terhadap
dirinya, alam sekitar dan makhluk ciptaan-Nya.
Teknik Penilaian : Tes lisan.
Penilai : Guru
Petunjuk:
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas!
1. Jelaskan pengertian qada dan qadar!
2. Jelaskan pengertian beriman kepada qada dan qadar!
3. Apakah manfaat beriman kepada takdir Allah Swt. ?
4. Sebutkan dua contoh takdir muallaq dan takdir mubram!
5. Tulislah satu buah dalil al-Qur’an tentang qada dan qadar!
No. Kunci Jawaban Skor
1. Pengertian qada dan qadar adalah Qada adalah ketetapan Allah terhadap segala sesuatu 5
sejak zaman azali. Zaman azali yaitu zaman dimana segala sesuatu belum terjadi. Qadar
ialah perwujudan kehendak Allah Swt. terhadap semuamakhluk-Nya dalam ukuran dan
bentuk-bentuk tertentu sesuai dengan iradah-Nya
2. Pengertian beriman kepada qada dan qadar adalah percaya bahwa segala apa yang 5
terjadi di alam semesta ini, seperti adanya sehat dan sakit, hidup dan mati, rezeki dan
jodoh seseorang merupakan kehendak dan ketentuan Allah Swt.
3. Manfaat beriman kepada takdir Allah Swt. adalah dapat menenangkan peserta didik, 5
5
No. Kunci Jawaban Skor
bersikap sabar dan syukur, menumbuhkan sifat optimis dan dapat menumbuhkan diri dari
sifat sombong.
4. Dua contoh takdir muallaq dan takdir mubram (kebijakan guru). 5
5. 5
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka…“
mengubah keadaan diri mereka sendiri …” (Q.S. ar- Ra’du/13:11)
Jumlah skor 25
Lampiran 4: Instrumen Penilaian (Aspek Pengetahuan)
Kelas / Semester : IX / Dua
Kompetensi Dasar : Memahami makna iman kepada Qadha dan Qadar berdasarkan pengamatan
terhadap dirinya, alam sekitar dan makhluk ciptaan-Nya.
Teknik Penilaian : Penugasan
Instrumen : Misalnya ada salah seorang teman kamu sedang dilanda musibah. Ayahnya
meninggal karena sakit keras. Ibunya tidak bekerja sehingga temanmu itu
bingung dan sedih memikirkan biaya hidup seharihari. Sebagai teman, apa
yang bisa kamu lakukan untuk membantu meringankan beban temanmu
tersebut?
Rubrik Penilaian Penugasan
Kunci jawaban:
1) Menghibur teman dan memberikan saran teman yang sedang terkena musibah.
2) Menjadi pendengar setia dikala teman yang terkena musibah untuk setiap ceritanya.
3) Memberikan bantuan baik moril maupun materiil kepada teman yang terkena musibah.
Pedoman penskoran:
1) Jika peserta didik dapat menuliskan tiga cara menghibur temannya yang dilanda musibah dengan benar
dan dikumpulkan tepat waktu, skor 100.
2) Jika peserta didik dapat menuliskan tiga cara menghibur temannya yang dilanda musibah dengan benar
dan dikumpulkan tidak tepat waktu, skor 90.
3) Jika peserta didik dapat menuliskan dua cara menasihati temannya yang dilanda musibah dengan benar
dan dikumpulkan tepat waktu, skor 80.
6
Lampiran 5: Instrumen Penilaian (Aspek Pengetahuan)
Kelas / Semester : IX/Dua
Kompetensi Dasar : Memahami makna iman kepada Qadha dan Qadar berdasarkan pengamatan
terhadap dirinya, alam sekitar dan makhluk ciptaan-Nya.
Teknik Penilaian : Tes tertulis.
Penilai : Guru
Petunjuk:
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas!
1. Jelaskan pengertian qada dan qadar!
2. Jelaskan pengertian beriman kepada qada dan qadar!
3. Apakah manfaat beriman kepada takdir Allah Swt. ?
4. Sebutkan dua contoh takdir muallaq dan takdir mubram!
5. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
a. Takdir Muallaq adalah ketentuan Allah SWT yang mengikuti sertakan peran manusia melalui usaha
atau ikhitiar. Contoh takdir muallaq adalah keberhasilan anak sekolah meraih prestasi dengan giat
belajar.
b. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan
diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada
yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Tulislah satu buah dalil naqli yang sesuai dengan pernyaataan di atas !
No. Kunci Jawaban Skor
1. Pengertian qada dan qadar adalah Qada adalah ketetapan Allah terhadap segala sesuatu 5
sejak zaman azali. Zaman azali yaitu zaman dimana segala sesuatu belum terjadi. Qadar
ialah perwujudan kehendak Allah Swt. terhadap semuamakhluk-Nya dalam ukuran dan
bentuk-bentuk tertentu sesuai dengan iradah-Nya
2. Pengertian beriman kepada qada dan qadar adalah percaya bahwa segala apa yang 5
terjadi di alam semesta ini, seperti adanya sehat dan sakit, hidup dan mati, rezeki dan
jodoh seseorang merupakan kehendak dan ketentuan Allah Swt.
3. Manfaat beriman kepada takdir Allah Swt. adalah dapat menenangkan peserta didik, 5
bersikap sabar dan syukur, menumbuhkan sifat optimis dan dapat menumbuhkan diri dari
sifat sombong.
4. Dua contoh takdir muallaq dan takdir mubram (kebijakan guru). 5
5. 5
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka…“
mengubah keadaan diri mereka sendiri …” (Q.S. ar- Ra’du/13:11)
Jumlah skor 25
7
Lampiran 6: Instrumen Penilaian (Aspek Ketrampilan)
Kompetensi Dasar : Menyajikan dalil naqli tentang adanya Qadha dan Qadar.
Nama Produk : Mencari ayat-ayat al-Qur’ān ayat-ayat yang menjelaskan tentang qada dan qadar
lengkap dengan terjemahnya.
Rubrik Penilaian Produk
Nama Kelompok : ...................................
Anggota : ..................................
Kelas : ..................................
Nama Produk : ..................................
Skor
No. Aspek
4 3 2 1
1 Perencanaan
a. Persiapan
b. Rumusan judul
2 Pelaksanaan
a. Persiapan alat
b. Teknik pencarian
c. Kreativitas
3 Hasil produk
a. Bentuk fisik
b. Inovasi
Jumlah Skor
Total Skor
= Jumlah Skor Perolehan x 100
Jumlah Skor Total
Nilai = .......... x 100
28
= ............................
Lampiran 7: Instrumen Penilaian (Aspek Ketrampilan)Proyek
Nama Proyek : Mencari di internet atau media cetak tentang peristiwa-peristiwa yang
menggambarkan takdir Allah Swt. berlaku bagi semua makhluk-Nya, kemudian
susunlah menjadi sebuah kliping.
Rubrik Penilaian Proyek
Nama Kelompok : ...................................
Anggota : ..................................
Kelas : ..................................
Nama Produk : ..................................
Skor
No. Aspek
4 3 2 1
1 Perencanaan
a. Persiapan
b. Rumusan judul
2 Pelaksanaan
a. Sistematika penulisan
b. Keakuratan sumber data
c. Analisis data
d. Penarikan kesimpulan
3 Tahap Akhir
a. Performa
8
b. Presentasi/Penguasaan
Jumlah Skor
Total Skor
= Jumlah Skor Perolehan x 100
Jumlah Skor Total
Nilai = .......... x 100
32
= ............................
Keterangan:
4 = Sangat Baik
3 = Baik
2 = Cukup Baik
1 = Kurang
9
IMAN KEPADA QADA DAN QADAR
A. Pengertian Beriman kepada Qadha dan Qadar
1. Pengertian Qadha dan Qadar
a. Menurut bahasa
Menurut bahasa, qadha artinya ketentuan, pelaksanaan, hukum atau keputusan, sedangkan
qadar artinya jangka atau ukuran.
b. Menurut istilah
Adapun menurut istilah, qadha adalah keputusan atau ketetapan suatu rencana suatu rencana
dari Allah untuk dilaksanakan, sedangkan qodar adalah rencana yang telah diberlakukan oleh
Allah sejak zaman azali terhadap makhluknya baik yang sudah, sedang maupun yang akan
terjadi.
c. Beriman kepada qadha dan qadar
Setiap muslim wajib mempercayai enam rukun iman. Salah satunya ialah iman kepada qadha
dan qadar (taqdir). Beriman kepada qadha dan qadar (taqdir) berarti meyakini adanya
ketetapan Allah yang berlaku terhadap segala makhlukNya baik yang telah, sedang maupun
yang akan terjadi baik ketentuan yang baik maupun yang buruk.
2. Pembagian qaddha dan qadar (taqdir)
Berdasrkan keikutsertaan manusia dalam pemberlakukan qadha dan dan qadar, maka taqdir dibagi
menjadi 2 macam, yaitu
a. Takqdir mubram (sesuatu yang sudah pasti) yaitu ketentuan Allah yang pasti berlaku atas setiap
diri manusia tanpa bisa dielakkan atau diatawar-tawar lagi. Adapun contoh dari taqdir ini
misalnya tentang datangnya hari kiamat , jenis kelamin anak yang baru lahir, ajal (kematian
seseorang.
Berikut adalah ayat-ayat Al Qur’an yang berhubungan dengan taqdir mubram, antara lain :
1) Firman Allah dalam Surat An Nisa ayat 78
Artinya : “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, Kendatipun kamu
di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan mereka
mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka
mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya
(datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir
tidak memahami pembicaraan sedikitpun “?
2) Firman Allah dalam Surat Luqman ayat 34
Artinya : “ Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari
Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim.
dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya
besok. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana Dia akan mati.
Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal “.
b. Takqdir muallaq yaitu ketentuan Allah yang mungkin dapat diubah manusia melalui usaha atau
ikhtiarnya, jika Allah mengizinkan. Misalnya tentang kepandaian, kesehatan dan kekayaan
seseorang. Seorang siswa yang semula bodoh akan menjadi pandai karena rajin belajar. Seseorang
yang menderita sakit dan dapat sembuh dari sakitnya karena mau berobat dngan teratur. Demikian
pula untuk menjadi kaya seseorang harus kerja keras dan hidup hemat.
Berikut adalah ayat-ayat Al Quran yang berhubungan dengan taqditr muallaq, antara laian :
1) Surat Ar Ra’d ayat 11
Artinya : “ Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka
dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak
merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaanyang ada pada diri mereka
sendiri.dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang
dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia “.
B. Tanda-tanda beriman kepada Qadha dan Qadar
10
1. Orang yang beriman kepada qadha dan qadar (taqdir) akan meyakini bahwa apapun yang terjadi
pada dirinya adalah ketentuan Allah SWT.
2. Selalu bersabar dalam menghadapi berbagai ujian dari Allah SWT.
3. Bersikap optimis (penuh harap) dan tetap berusaha meskipun usahanya belum berhasil.
4. Bertawakkal dan berdoa kepada Allah SWT atas usaha yang telah dilakukannya.
5. Tidak meminta pertolongan kepada selain Allah SWT.
C. Hubungan antara Qadha dan Qadar
Hubungan antara qadha dan qadar sangat erat. Karena qadha merupakan ketentuan Allah yang
didalamnya terdapat kehendak (iradah) Allah atas segala makhlukNya yang masih bersifat rencana,
sedangkan qadar merupakan realisasi (perwujudan) dari qadha Allah yang pasti akan berlaku atas semua
makhlukNya.
Qadha dan qadar (taqdir) Allah pasti terjadi sedangkan manusia tidak mengetahui secara pasti
apa yang akan terjadi pada dirinya maka manusia wajib berikhtiar (usaha) dan tawakkal atas apa yang
telah ia usahakan.
D. Contoh-contoh Qadha dan Qadar
1. Adalah Nabi Nuh As. Ia salah seorang rasul dari 25 rasul yang wajib kita imani. Sebagai seorang
rasul, Nabi Nuh berkewajiban untuk menyeru kepada keluarga dan umatnya agar mereka beriman
kepada Allah SWT. Dengan segala daya dan kemampuan yang dimilkinya, Nabi Nuh As berdakwah
menyebarkan ajaran Allah SWT. Namun tidak banyak kaumnya yang mau beriman kepada Allah
SWT termasuk putranya sendiri, yaitu Kan’an. Ia tidak mau beriman (kafir) sampai akhir hayatnya.
Dengan demikian Allah telah menaqdirkan Kan’an menjadi seorang yang mengingkari ajaranNya.
2. Kita sering mendengar dan menyaksikan lewat berita surat kabar atau tayangan televisi adanya orang
yang ingin mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari lantai gedung bertingkat sebuah
apartemen atau mall. Ketika ia sedang menlakukan aksinya, tiba-tiba ada orang yang mengetahuinya
sehingga gagallah niatnya untuk mati. Peristiwa tersebut membuktikan bahwa kematian seseorang
adalah ketentuan Allah yang tidak dimajukan dan ditunda waktunya.
3. Anda pernah ke pantai kan ? Coba perhatikan terjadinya gelombang atau pasang surutnya air laut.
Terjadinya pasang surut air laut tersebut disebabkan karena gaya tarik grafitasi dan efek sentrifugal
(dorongan ke arah luar pusat rotasi bumi). Dalam kajian agama, kejadian di atas merupakan salah
satu hukum alam yang dikendalikan oleh Allah SWT yang disebut dengan Sunnatullah.
E. Dalil Naqli beriman kepada Qadha dan Qadar
a. Surat Al Qamar ayat 49
Artinya :“Sesungguhnya Kami telah menciptakan segala sesuatu dengan ukuran/ ketentuan”.
(QS. Al Qomar : 49
b. Surat Al Furqan ayat 2
Artinta : “yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak,
dan tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan(Nya), dan Dia telah menciptakan segala
sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya “.
c. Surat Al Hadid ayat 22
Artinya : “Tiada sesuatu bencanapun yang menimpa dibumi dan (tidak pula) pada dirimu
sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (lauh mahfudh) sebelum Kami menciptakannya.
Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al Hadid : 22)
E. Fungsi beriman kepada Qadha dan Qadar
Beriman kepada qadha dan qadar memiliki fungsi antara lain sebagai berikut :
1. Menumbuhkan sikap rajin berusaha/berikhtiar
Meskipun apa yang akan terjadi pada manusia sudah ditentukan sebelumnya oleh Allah
SWT, tetapi manusia tidak tahu pasti apa dan kapan terjadinya, maka ia harus tetap berusaha dan
berdoa kepadaNya agar apa yang dicita-citakannya dapat tercapai. Sebagaimana firman Allah SWT
dalam Surat An Najm ayat 39-42, berikut ini.
11
Artinya : “ Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah
diusahakannya. Dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihat (kepadanya). Kemudian akan
diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna. Dan bahwasanya kepada
Tuhamulah kesudahan (segala sesuatu) “. QS. An Najm : 39-42
2. Menumbuhkan sikap tawakkal kepada Allah SWT
Orang yang beriman kepada qadha dan qadar akan selalu menyerakhan segala
usaha/ikhtiarnya kepada Allah SWT. Keputusan Allah adalah yang terbaik baginya. Sebagimana
firmanNya dalam Surat Ali Imran ayat 159.
Artinya : “ Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”. QS. Ali
Imran ayat 159.
3. Menumbuhkan semangat untuk rajin beribadah dan berdoa kepada Allah.
Orang yang beriman kepada qadha dan qadar akan selalu menggunakan kesempatan
hidupnya untuk beribadah kepada Allah. Sebab ia memahami akan hahikat Allah menciptakan
dirinya hanyalah untuk mengabdi kepadaNya. Sebagimana frman Allah SWT dalam Surat Adz
Dzariat ayat 56.
Artinya : “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi
kepada-Ku “. QS. Adz-Dzariyat : 56.
4. Menumbuhkan sikap optimis
Orang yang beriman kepada qadha dan dan qadar selalu optimis bahwa Allah SWT akan
mendengrkan doa dan mengabulkan apa yang menjadi hajtnya. Ia tidak menyerah meskipun
usahanya belum berhasil. Dan ia yakin bahwa segala usaha yang dilakukan dengan sungguh-
sungguh pasti suatu saat akan membawa hasil. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Yusuf
ayat 87.
Artinya : “... dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa
dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".Qs. Yusuf :87
5. Menjadiakan seseorang tidak takabur kepada Allah SWT.
Orang yang beriman kepada qadha dan qadar akan menyadari akan segala keterbatasan.
Kebesaran, kekuatan dan kesempurnaan hanyallah milik Allah SWT. Karena itu tidak layak
manusia bersikap takabur, baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia. Karena Allah
tidak menyukai orang-orang yang sombong. Sebagimana firmanNya dalam Surat Luqman ayat 18.
Artinya : “ Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan
janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri “. QS. Luqman : 18.
6. Menjadikan seseorang sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan/ujian.
Setiap manusia akan mengalami cobaan hidup, baik dalam tingkatan cobaan yang ringan,
sedang, maupuun yang berat sekalipun. Orang yang beriman kepada qadha dan qadar akan selalu
berusaha untuk bersabar ketika cobaan/ujian itu datang kepadanya. Sebab dibalik itu semua akan
mengandung hikmah baginya jika dapat bersaabar dalam menghadapinya. Sebagaiman firman
Allah SWT dalam Surat Al Baqarah ayat 155-156.
Artinya : “ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira
kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah,
mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". QS. Al Baqarah :
155-156.
12