TUJUAN
1. Peserta mampu menggunakan skrip SQL yang dimiliki Data Manipulation Language.
2. Peserta mampu melakukan request informasi pada basis data.
TEORI PENDAHULUAN
Data Manipulation Language
Bahasa Manipulasi Data (DML) adalah kumpulan elemen sintaks yang mirip
dengan bahasa pemrograman komputer yang digunakan untuk memanipulasi data,
misalnya memilih, memasukkan, menyimpan dan mengubah data yang ada di
dalam basis data .
Sebuah Data Manipulasi Bahasa yang terkenal adalah Structured Query
Language (SQL), yang digunakan untuk mengambil dan memanipulasi data dalam basis
data relasional. Bentuk lain dari DML adalah apa yang digunakan oleh IMS / DLI, basis
data CODASYL, seperti IDMS dan lain-lain.
Berikut ini perintah umum yang digunakan oleh DML:
1. Pilih adalah perintah yang paling sering digunakan pada SQL, sehingga kadang-
kadang istilah permintaan dirujukkan pada saat permintaan pilih. Pilih
digunakan untuk menampilkan data dari satu atau lebih tabel, biasanya
dalam basis data yang sama.
Contoh penggunaan pilih (select) :
2. Sisipkan digunakan untuk menambah data baru.
Contoh penggunaan sisipkan(insert) :
3. Pembaruan yang digunakan untuk mengubah data yang sudah ada.
Contoh penggunaan pembaruan :
4. Hapus digunakan untuk menginstal suatu data.
Berikut adalah perintah-perintah selengkapnya yang ada di dalam DML:
1. Gabung digunakan untuk diterbitkan atau disisipkan baris kondisional ke dalam
tabel atau tampilan.
2. Menjelaskan rencana yang digunakan untuk melihat rencana pelaksanaan untuk
meminta SQL.
3. Tabel Kunci digunakan untuk mengganti tabel, atau disetujui akses pengguna
lain.
Bahasa Manipulasi Data terdiri dari laporan perubahan data SQL, yang
menggantikan data yang disimpan, tetapi tidak dikeluarkan atau
obyek database tersebut. Manipulasi objek persisten data dasar , misalnya, beberapa
tabel atau prosedur yang disimpan, melalui pernyataan SQL yang disetujui, bukan data
yang disimpan di dalamnya, tetapi hal ini dianggap menjadi bagian dari resolusi data
yang lengkap. Dalam SQL dua kategori ini mirip dengan sintaks rinci, jenis data,
ekspresi dll, namun berbeda dalam konfigurasi mereka secara keseluruhan.
Manipulasi Data Bahasa memerlukan banyak rasa dan kemampuan antara basis
data vendor yang berbeda. Ada yang menentukan standar yang ditentukan untuk SQL
oleh ANSI, tetapi vendor tetap memberikan ekstensi mereka sendiri untuk standar
sementara kepada mereka yang tidak menerapkan seluruh standar.
Bahasa Manipulasi Bahasa dibagi menjadi dua jenis, yaitu
pemrograman prosedural dan pemrograman deklaratif. Pada awalnya, Bahasa
Manipulasi Data hanya digunakan dalam program komputer, tetapi dengan transisi
SQL, DML telah digunakan secara interaktif oleh administrator database .
Pencatatan Kesalahan DML
Saat memutuskan DML menemukan kesalahan, diklaim dapat dikembalikan saat
kode kesalahan dan teks pesan kesalahan yang terkait login ke meja kesalahan
logging. Hal ini sangat membantu untuk menjalankan lama, tentukan DML dalam
jumlah yang besar. Setelah operasi DML selesai, Anda dapat memeriksa tabel logging
untuk memperbaiki baris dengan kesalahan.
Sintaks baru yang ditambahkan ke laporan DML untuk memberikan tabel nama
kesalahan logging, tag menyetujui, dan tolak limit. Tolak batas yang ditentukan harus
disetujui. Untuk operasi DML paralel, tolak batasan yang diterapkan untuk setiap
budak. Satu-satunya nilai untuk menolak batas yang tepat diberlakukan pada operasi
paralel adalah nol dan tidak terbatas.
Dengan data konversi salah, Oracle mencoba memberikan nilai yang
dimaksudkan untuk log dan kolom. Misalnya, dapat mencatat nilai operan pertama ke
operator konversi yang gagal. Jika nilai tidak dapat diperoleh, maka nol masuk untuk
kolom.
TUGAS LABORATORIUM
I. Kegiatan 1
Menampilkan seluruh data Mata Kuliah yang dengan SKS = 2
a. Buat sebuah basis data dengan nama anggota kelompok (Misal
“Icha_Nindy_Tasya, koordinasikan dengan asisten)
b. Klik kanan menu “Databases”
c. Pilih menu “New Databases”
d. Tulis nama basis data, klik “OK”
e. Basis data “Icha_Nindy_Tasya” telah berhasil dibuat.
(Membuat Tabel)
Tabel DOSEN
a. Buat sebuah Tabel dengan nama “DOSEN”, Klik kanan menu “Tables”
b. Pilih menu “New Table”
c. Tentukan field “NPP” sebagai “PRIMARY KEY”, Klik kanan pada baris field
“NPP” tersebut.
d. Klik menu “Set Primary Key”
e. Buat field “NPP”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter, dan tidak
diperbolehkan “NULL VALUE”
f. Buat field “NAMADOSEN”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter, dan
diperbolehkan “NULL VALUE”
g. Buat field “ALAMATDOSEN”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter,
dan diperbolehkan “NULL VALUE”
h. Klik kanan Area “Title Table_1” Klik menu “Save Table_1”
i. Tuliskan nama sesuai dengan nama “TABEL” yang sedang dibuat, lalu klik
“OK”
j. Tampilan nama tabel setelah kita menuliskan dan menyimpan nya.
k. Klik kanan “TABLE” lalu pilih “Refresh”.
l. Buka “Table”, dengan klik tanda (+), maka akan muncul dbo.DOSEN, artinya
tabel yang tadi sudah kita buat sudah masuk kedalam “Table”.
m. Klik kanan dbo.DOSEN lalu pilih Edit Top 200 Rows.
n. Edit Table dbo.DOSEN , maka tampilannya seperti di bawah ini.
Tabel JADWAL DOSEN
a. Buat sebuah Tabel dengan nama “JADWAL_DOSEN”, Klik kanan menu
“Tables”
b. Pilih menu “New Table”
c. Tentukan field “KODEJADWAL” sebagai “PRIMARY KEY”, Klik kanan pada
baris field “KODEJADWAL” tersebut.
d. Klik menu “Set Primary Key”
e. Buat field “KODEJADWAL”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter,
dan tidak diperbolehkan “NULL VALUE”
f. Buat field “NPP”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter, dan
diperbolehkan “NULL VALUE”
g. Buat field “KODEMK”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter, dan
diperbolehkan “NULL VALUE”
h. Buat field “RUANG”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter, dan
diperbolehkan “NULL VALUE”
i. Buat field “HARI”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter, dan
diperbolehkan “NULL VALUE”
j. Buat field “JAMAWAL”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter, dan
diperbolehkan “NULL VALUE”
k. Buat field “JAMAKHIR”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter, dan
diperbolehkan “NULL VALUE”
l. Klik kanan Area “Title Table_1” Klik menu “Save Table_1”
m. Tuliskan nama sesuai dengan nama “TABEL” yang sedang dibuat, lalu klik
“OK”
n. Tampilan nama tabel setelah kita menuliskan dan menyimpan nya.
o. Klik kanan “TABLE” lalu pilih “Refresh”.
p. Buka “Table”, dengan klik tanda (+), maka akan muncul
dbo.JADWAL_DOSEN, artinya tabel yang tadi sudah kita buat sudah masuk
kedalam “Table”.
q. Klik kanan dbo.JADWAL_DOSEN lalu pilih Edit Top 200 Rows.
r. Edit Table dbo.JADWAL_DOSEN , maka tampilannya seperti di bawah ini.
Tabel MAHASISWA
a. Buat sebuah Tabel dengan nama “MAHASISWA”, Klik kanan menu “Tables”
b. Pilih menu “New Table”
c. Tentukan field “NPM” sebagai “PRIMARY KEY”, Klik kanan pada baris field
“NPM” tersebut.
d. Klik menu “Set Primary Key”
e. Buat field “NPM”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter, dan tidak
diperbolehkan “NULL VALUE”
f. Buat field “NAMAMAHASISWA”, tipe data karakter dengan panjang 50
karakter, dan diperbolehkan “NULL VALUE”
g. Buat field “ALAMATMAHASISWA”, tipe data karakter dengan panjang 50
karakter, dan diperbolehkan “NULL VALUE”
h. Buat field “NPPWALI”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter, dan
diperbolehkan “NULL VALUE”
i. Klik kanan Area “Title Table_1” Klik menu “Save Table_1”
j. Tuliskan nama sesuai dengan nama “TABEL” yang sedang dibuat, lalu klik
“OK”
k. Tampilan nama tabel setelah kita menuliskan dan menyimpan nya.
l. Klik kanan “TABLE” lalu pilih “Refresh”.
m. Buka “Table”, dengan klik tanda (+), maka akan muncul dbo.MAHASISWA,
artinya tabel yang tadi sudah kita buat sudah masuk kedalam “Table”.
n. Klik kanan dbo.MAHASISWA lalu pilih Edit Top 200 Rows.
o. Edit Table dbo.MAHASISWA , maka tampilannya seperti di bawah ini.
Tabel JADWAL KULIAH
a. Buat sebuah Tabel dengan nama “JADWAL_KULIAH”, Klik kanan menu
“Tables”
b. Pilih menu “New Table”
c. Buat field “NPM”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter, dan
diperbolehkan “NULL VALUE”
d. Buat field “KODEJADWAL”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter,
dan diperbolehkan “NULL VALUE”
KET : TIDAK ADA PK KARENA “NPM” SUDAH DIJADIKAN PK DI TABEL
MAHASISWA
e. Klik kanan Area “Title Table_1” Klik menu “Save Table_1”
f. Tuliskan nama sesuai dengan nama “TABEL” yang sedang dibuat, lalu klik
“OK”
g. Tampilan nama tabel setelah kita menuliskan dan menyimpan nya.
h. Klik kanan “TABLE” lalu pilih “Refresh”.
i. Buka “Table”, dengan klik tanda (+), maka akan muncul
dbo.JADWAL_KULIAH, artinya tabel yang tadi sudah kita buat sudah masuk
kedalam “Table”.
j. Klik kanan dbo.JADWAL_KULIAH lalu pilih Edit Top 200 Rows.
k. Edit Table dbo.MAHASISWA , maka tampilannya seperti di bawah ini.
Tabel PROGRAM KULIAH
a. Buat sebuah Tabel dengan nama “PROGRAM_KULIAH”, Klik kanan menu
“Tables”
b. Pilih menu “New Table”
c. Buat field “NPM”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter, dan
diperbolehkan “NULL VALUE”
d. Buat field “KODEMK”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter, dan
diperbolehkan “NULL VALUE”
e. Buat field “TAHUN”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter, dan
diperbolehkan “NULL VALUE”
f. Buat field “SEMESTER”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter, dan
diperbolehkan “NULL VALUE”
g. Buat field “NILAI”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter, dan
diperbolehkan “NULL VALUE”
KET : TIDAK ADA PK KARENA “NPM” SUDAH DIJADIKAN PK DI TABEL
MAHASISWA
h. Klik kanan Area “Title Table_1” Klik menu “Save Table_1”
i. Tuliskan nama sesuai dengan nama “TABEL” yang sedang dibuat, lalu klik
“OK”
j. Tampilan nama tabel setelah kita menuliskan dan menyimpan nya.
k. Klik kanan “TABLE” lalu pilih “Refresh”.
l. Buka “Table”, dengan klik tanda (+), maka akan muncul dbo.PROGRAM_MK,
artinya tabel yang tadi sudah kita buat sudah masuk kedalam “Table”.
Klik kanan dbo. PROGRAM_MK lalu pilih Edit Top 200 Rows.
m. Edit Table dbo.PROGRAM_MK , maka tampilannya seperti di bawah ini.
Tabel MATA KULIAH
a. Buat sebuah Tabel dengan nama “MAHASISWA”, Klik kanan menu “Tables”
b. Pilih menu “New Table”
c. Tentukan field “NPM” sebagai “PRIMARY KEY”, Klik kanan pada baris field
“NPM” tersebut.
d. Klik menu “Set Primary Key”
e. Buat field “KODEMK”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter, dan
tidak diperbolehkan “NULL VALUE”
f. Buat field “NAMAMK”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter, dan
diperbolehkan “NULL VALUE”
g. Buat field “SKS”, tipe data karakter dengan panjang 50 karakter, dan
diperbolehkan “NULL VALUE”
h. Klik kanan Area “Title Table_1” Klik menu “Save Table_1”
i. Tuliskan nama sesuai dengan nama “TABEL” yang sedang dibuat, lalu klik
“OK”
j. Tampilan nama tabel setelah kita menuliskan dan menyimpan nya.
k. Klik kanan “TABLE” lalu pilih “Refresh”.
l. Buka “Table”, dengan klik tanda (+), maka akan muncul dbo.MATA_KULIAH,
artinya tabel yang tadi sudah kita buat sudah masuk kedalam “Table”.
m. Klik kanan dbo.MAHASISWA lalu pilih Edit Top 200 Rows.
n. Edit Table dbo.MAHASISWA , maka tampilannya seperti di bawah ini.
II. Kegiatan 2
Tampilkan seluruh mata kuliah yang memiliki nama dengan awalan “Sistem”
SELECT * FROM MATA_KULIAH WHERE NAMAMK LIKE 'Sistem%'
Hasilnya :
III. Kegiatan 3
Tampilkan seluruh mata kuliah yang memiliki nama dengan akhiran “Digital”
SELECT * FROM MATA_KULIAH WHERE NAMAMK LIKE '%Digital'
Hasilnya:
IV. Kegiatan 4
Tampilkan seluruh mata kuliah yang memiliki nama mengandung kata “ara” atau “ana”
SELECT * FROM MAHASISWA WHERE NAMAMAHASISWA LIKE '%ara%' OR
NAMAMAHASISWA LIKE '%ana%'
Hasilnya:
V. Kegiatan 5
Urutkan data mata kuliah berdasarkan nama mata kuliah dengan urutan menaik.
SELECT * FROM MATA_KULIAH ORDER BY NAMAMK
Hasilnya :
VI. Kegiatan 6
Tampilkan nama Mahasiswa yang memprogram Mata Kuliah “Sistem Digital” dengan
mendapat nilai A.
SELECT NAMAMAHASISWA FROM MAHASISWA, PROGRAM_MK,
MATA_KULIAH WHERE MATA_KULIAH,NAMAMK = ‘SISTEM DIGITAL’
AND PROGRAM_MK,NILAI = ‘A’ AND MAHASISWA,NPM =
PROGRAM_MK,NPM;
Hasilnya:
VII. Kegiatan 7
Tampilkan nama Mahasiswa yang tinggal di “Surabaya”. Mahasiswa tersebut
memprogram Mata Kuliah “Sistem Digital” dengan mendapat nilai “A”.
SELECT NAMAMAHASISWA FROM MAHASISWA,
PROGRAM_MK,MATA_KULIAH WHERE MATA_KULIAH,NAMAMK =
‘SISTEM DIGITAL’ AND PROGRAM_MK,NILAI = ‘A’ AND MAHASISWA,
ALAMATMAHASISWA = ‘SURABAYA’ AND MAHASISWA,NPM =
PROGRAM_MK,NPM;
Hasilnya :
HIPOTESA
SQL adalah sintaks – sintaks atau perintah untuk mengakses data dalam
database, tetapi SQL juga bisa digunakan untuk memanipulasi data dalam database
seperti menambah data (insert), mengubah data (update), menampilkan data (select),
dan menghapus data (delete). Sintaks – sintaks ini disebut Data Manipulation
Language (DML) yang merupakan bagian dari SQL.
DML merupakan sekelompok perintah yang berfungsi untuk memanipulasi data
dalam database, mulai dari menambah data, mengubah data, menampilkan data, dan
menghapus data. Adapun penjelasannya sebagai berikut.
1. INSERT
Sintaks INSERT merupakan perintah SQL yang berfungsi untuk menginputkan
data kedalam tabel dari suatu database sesuai dengan stuktur dari tabel tersebut. Sintaks
INSERT meiliki dua macam pola dalam menambahkan data kedalam suatu tabel dalam
database.
2. INSERT INTO VALUES (‘value1’,’value2’.’....’);
Perintah SQL diatas akan menginputkan data kedalam suatu table dimana semua field
yang ada pada tabel dan harus sesuai dengan urutan field dari suatu struktur tabel.
Contoh:
1 INSERT INTO tbl_barang VALUES (‘BR001’,’Sampo’,’Unit’,’12000’);
3. INSERT INTO (‘field1’,’field2’,’...’) VALUES (‘value1’,’value2’.’....’);
Perintah SQL diatas akan menginputkan data kedalam tabel dari suatu database,
dimana tidak harus mengikuti urutan field dari struktur tabel ataupun harus
menginputkan seluruh field yang ada pada tabel. Akan tetapi setiap value yang
diinputkan harus mengikuti urutan field yang di SET.
Contoh:
1 INSERT INTO tbl_barang (barang_kode,barang_nama,barang_satuan,barang_harga)
VALUES (‘BR003’,’Sampo’,’Unit’,’12000’);
Atau:
1 INSERT INTO tbl_barang (barang_kode,barang_satuan,barang_nama,barang_harga)
VALUES (‘BR003’,’Unit’,’Sampo’,’12000’);
Pada sintaks pertama kita meletakkan field barang_nama setelah barang_kode,
sedangkan pada sintaks kedua kita meletakkan
field barang_nama setelah barang_satuan. Perintah SQL diatas akan menambahkan data
pada tabel tbl_barang dimana BR003 akan diinputkan ke
field barang_kode, Sampo diinputkan ke field barang_nama, Unit diinputkan ke
field barang_satuan, dan 12000 diinputkan ke field barang_harga. Data yang diinputkan
diatas valid karena value yang dinputkan sesuai dengan urutan field yang di SET bukan
mengikuti urutan dari struktur pada table tbl_barang.
4. Update
Sintaks UPDATE merupakan perintah SQL yang berfungsi untuk mengubah /
mengedit data dari satu tabel atau lebih dari suatu database.
Secara umum ada dua macam fungsi update pada SQL yaitu update secara keseluruhan
dan update berdasarkan kondisi (WHERE).
5. Update nama_table SET field1=’value1’, field2=’value2’, ...=’...’;
Pola update diatas akan mengupdate / mengubah data dari suatu tabel secara
keseluruhan.
Contoh:
1 UPDATE tbl_barang SET barang_nama=’Sabun’,barang_harga=’10000’;
Perintah SQL diatas akan mengubah semua data yang ada pada
table tbl_barang. Dimana semua barang_nama menjadi Sabun dan
semua barang_harga menjadi 10000. Perintah SQL seperti ini memang sangat jarang
digunakan dalam pemrograman. Akan tetapi penting untuk diketahui.
6. Update nama_table SET field1=’value1’,
field2=’value2’, ...=’...’ WHERE field_kondisi=’value_kondisi’;
Pola update diatas akan mengupdate / mengubah data dari suatu tabel berdasarkan
kondisi tertentu.
Contoh:
1 UPDATE tbl_barang SET barang_nama=’Garnier’,barang_harga=’18000’
WHERE barang_kode=’BR002’;
Perintah SQL diatas hanya akan mengubah data yang ada pada
table tbl_barang yang memiliki barang_kode=BR002.
Dimana barang_nama menjadi Garnier dan barang_harga menjadi 18000. Secara
teknis hanya mengubah satu data, karena field barang_kode bersifat unik (Primary
Key).
Selain itu Anda juga bisa mengubah data lebih dari satu dengan menggunakan operator
pembanding.
Contoh:
1 UPDATE tbl_barang SET barang_nama=’Garnier2’,barang_harga=’19000’
WHERE barang_kode=’BR002’ AND barang_kode=’BR003’;
Perintah SQL diatas akan mengubah dua data yaitu data dengan barang_kode=BR002
dan BR003. Dimana barang_nama menjadi Garnier2 dan barang_harga menjadi 19000.
7. SELECT
SELECT merupakan perintah SQL yang berfungsi untuk menampilkan data
kepada pengguna. Dengan menggunakan perintah SELECT ini memungkinkan Anda
menyajikan informasi kepada end-user secara customized (sesuai kebutuhan). Secara
umum SELECT memiliki pola sebagai berikut:
SELECT nama_field FROM nama_tabel;
Select (*) biasanya digunakan untuk menampil dari dari semua field yang ada pada
suatu tabel. Tanda (*) digunakan untuk memilih semua field yang ada pada suatu tabel.
Contoh:
1 SELECT * FROM tbl_barang;
Perintah SQL diatas akan menampilkan data dari semua field yang ada pada
tabel tbl_barang.
Jika anda ingin menampilkan data secara customize. Anda cukup mengganti
tanda bintang (*) dengan nama field yang ingin Anda tampilkan datanya.
Contoh:
1 SELECT barang_nama,barang_harga FROM tbl_barang;
Perintah SQL diatas hanya akan menampilkan data barang_nama dan barang_harga dari
tabel tbl_barang.
8. DELETE
DELETE merupakan perintah SQL yang berfungsi untuk menghapus record
pada suatu tabel dari suatu database. Setiap aplikasi berbasis database tidak terluput dari
fungsi delete. Secara umum ada dua macam fungsi delete.
9. DELETE semua record.
DELETE semua record memiliki pola sebagai berikut:
DELETE FROM nama_tabel;
Delete semua record dari suatu tabel memang sangat jarang digunakan dalam membuat
suatu aplikasi berbasis database. Akan tetapi penting untuk diketahui.
Contoh :
1 DELETE FROM tbl_barang;
Perintah SQL diatas akan menghapus semua data/record yang ada pada
tabel tbl_barang;
10. DELETE record berdasarkan kondisi.
Untuk menghapus data / record berdasarkan kondisi memiliki pola sebagai
berikut:
DELETE FROM nama_tabel WHERE field_kondisi=’value_kondisi’;
Fungsi delete ini sangat dibutuhkan oleh programmer untuk menghapus data-data
tertentu yang dianggap tidak diperlukan lagi.
Contoh:
1 DELETE FROM tbl_barang WHERE barang_kode=’BR003’;
Perintah SQL diatas akan menghapus data dari tabel tbl_barang yang memiliki kode
barang ‘BR003’.
KESIMPULAN
Structured Query Language (SQL)
Structured Query Language (SQL) adalah sistem manajemen database relasional
(RDBMS) yang dirancang untuk aplikasi dengan arsitektur client/server. Istilah client,
server, dan client/server dapat digunakan untuk merujuk kepada konsep yang sangat
umum atau hal yang spesifik dari perangkat keras atau perangkat lunak.
Pada umumnya terdapat 3 (tiga) jenis perintah SQL yang bisa digunakan oleh SQL,
yaitu: DDL (Data Definition Language), DML (Data Manipulation Language), dan
DCL (Data Control Language). Berikut ini penjelasan dan daftar masing-masing
perintah SQL tersebut:
DML merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan manipulasi atau pengolahan
data atau record dalam table. Perintah SQL yang termasuk dalam DML antara lain:
a. SELECT : Perintah select digunakan untuk menampilkan data-data yang ada didalam
tabel pada suatu database.
b. INSERT : Perintah insert digunakan untuk menambahkan data pada tabel yang
terdapat didalam database.
c. UPDATE : Update digunakan untuk mengubah data, atau memodifikasi data yang
terdapat didalam tabel.
d. DELETE : Perintah delete digunakan untuk menghapus data atau record didalam
table.
Data Manipulation Language (DML)
Data Manipulation Language (DML) adalah satu paket DBMS yang
memperbolehkan pemakai untuk mengakses atau memanipulasi data sebagaimana yang
telah diorganisasikan sebelumnya dalam model data yang tepat.
Data Manipulation Language (DML) adalah merupakan kumpulan perintah SQL
yang digunakan untuk proses pengolahan isi data di dalam table seperti memasukkan,
merubah dan menghapus isi data – dan tidak terkait dengan perubahan struktur dan
definisi tipe data dari objek database. Dengan DML dapat dilakukan kegiatan :
1. Mengambil informasi yang tersimpan dalam basis data.
2. Menyisipkan informasi baru dalam basis data.
3. Menghapus informasi dari tabel.
Terdapat dua tipe DML yaitu prosedural dan non prosedural. Prosedural DML
membutuhkan pemakai untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan
bagaimana cara mendapatkannya, sedang non prosedural DML membutuhkan pemakai
untuk menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa tahu bagaimana cara
mendapatkannya.
SQL merupakan kependekan dari Structured Query Language (Bahasa Query
Terstruktur). SQL lebih dekat dengan DML dari pada DDL. Namun tidak berarti SQL
tidak menyediakan perintah DDL. SQL lebih menekankan pada aspek pencarian dari
dalam tabel. Aspek pencarian ini sedemikian penting karena di sinilah sebenarnya inti
dari segala upaya kita melakukan pengelolaan data. Data dalam basis data diorganisasi
sedemikian rupa dengan tujuan untuk memudahkan pencarian di kemudian hari.
Sebagai sebuah bahasa, SQL telah distandarisasi dan mengalami beberapa perubahan
atau penyempurnaan.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-data-manipulation-language/
15141/2
https://badoystudio.com/ddl-dan-dml/