ANALISIS PENGGUNAAN TEKNIK PRE-TEST DAN POST-TEST PADA MATA
PELAJARAN MATEMATIKA DALAM KEBERHASILAN EVALUASI
PEMBELAJARAN DI SDN KEDUNGWARU LOR 01
Abstrak : Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan pre-test dan
post-test yang dilakukan guru pada mata pelajaran matematika kelas IV. Penelitian ini menggunakan
metode penelitian deksriptif kuantitatif dengan jenis penelitian kualitatif studi kasus dan subjek
penelitian 2 orang guru kelas IV Sekolah Dasar di SDN Kedungwaru Lor 01 Kota Demak. Instrument
penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan. Teknik
analisis data dilakukan sesuai dengan prosedur ilmiah penelitian kualitatif studi kasus. Guru
melalukan pre-test dan post-test menggunakan teknologi yang ada sebagai alat bantu. Hasil yang
diperoleh dalam penelitian kali ini ialah tidak semua teknik pre-test dan post-test yang dilakukan guru
kelas IV menunjukkan keberhasilan dalam peningkatan pemahaman siswa karena disebabkan oleh
beberapa faktor baik internal maupun eksternal. Namun, guru berusaha semaksimal mungkin mencari
cara mengatasi kendala tersebut agar semua siswa bisa merasakan kegiatan pembelajaran. Kemudian,
teknik pre-test dan post-test yang dilakukan guru kelas IV dikatakan berhasil jika siswa yang sudah
memahami materi lebih dari 70%.
Kata Kunci: Pre Test, Post Test, Evaluasi Pembelajaran
Pendahuluan
Sekolah Dasar adalah tahap awal bagi anak-anak untuk memasuki dunia pendidikan formal yang juga
mengalami perubahan sesuai dengan perbaikan kurikulum di Indonesia. Perubahan dalam kurikulum
tersebut meliputi materi yang diajarkan, pembagian waktu dalam proses belajar mengajar, serta
berbagai mata pelajaran yang disampaikan. Salah satu mata pelajaran yang selalu ada dalam
kurikulum Sekolah Dasar adalah matematika. Keberadaan matematika di tingkat dasar sangat vital
bagi siswa. Setiap siswa, dari Sekolah Dasar hingga jenjang selanjutnya, perlu mempelajari
Matematika. Ini bertujuan untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis,
sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan untuk berkolaborasi. Dengan kemampuan-kemampuan
ini, diharapkan siswa bisa memiliki bekal yang dibutuhkan untuk bertahan hidup sejak dini dan
menjadikan proses belajar mereka
Matematika merupakan disiplin ilmu yang mengajarkan tentang perhitungan, analisis, serta penerapan
logika dalam pemikiran individu. Sedangkan proses pembelajaran adalah kegiatan yang dilaksanakan
oleh pengajar untuk membantu siswa dalam belajar, serta menjelaskan bagaimana cara mereka
memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Pembelajaran matematika adalah proses yang
membantu siswa memahami esensi matematika. Proses ini berlangsung dari tingkat dasar hingga
perguruan tinggi, dan memiliki dua tujuan pengembangan yang penting untuk memenuhi kebutuhan
saat ini dan masa mendatang. Tujuan pertama dari pembelajaran matematika adalah membimbing
siswa untuk memahami konsep dan ide yang membantu mereka dalam menyelesaikan masalah
matematika serta aplikasi ilmu lainnya, sementara tujuan kedua lebih berfokus pada persiapan untuk
masa depan, yang mencakup pengembangan kemampuan berpikir logis, sistematis, kritis, kreatif,
teliti, rasa estetika, kepercayaan diri, serta sifat obyektif yang sangat diperlukan untuk menghadapi
tantangan di masa depan. Ini menunjukkan pentingnya pengajaran matematika sejak tingkat Sekolah
Dasar. Tujuan tersebut adalah agar siswa dapat berpikir dengan cara yang logis, analitis, dan
sistematis.
Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah siswa lebih fokus menghafal rumus tanpa memahami
bahwa perkalian adalah penjumlahan berulang dan pembagian adalah pengurangan berulang.
Ketidakpahaman ini membuat siswa mudah melupakan materi dan kesulitan saat menghadapi soal
yang lebih sulit. Selain kurangnya pemahaman konsep, perbedaan dalam kemampuan kognitif, minat
belajar, dan latar belakang keluarga juga berperan penting dalam keberhasilan proses pembelajaran.
Siswa yang mengalami kesulitan belajar atau masalah emosional memerlukan pendekatan yang
khusus agar dapat mengikuti materi dengan baik. Kurangnya dukungan dari orang tua di rumah
memperburuk situasi ini, sehingga kerjasama antara guru, siswa, dan orang tua sangat diperlukan
dalam menghadapi masalah ini.
Sebagai idealnya, pembelajaran matematika di tingkat dasar harus mampu menumbuhkan pemahaman
konsep yang komprehensif dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menerapkan konsep
matematika dalam berbagai situasi. Evaluasi pembelajaran yang efektif sebaiknya menggunakan
metode yang dapat mengukur pemahaman awal dan perkembangan siswa secara kuantitatif, seperti
pre-test dan post-test. Dengan melakukan pre-test, guru dapat menilai tingkat pemahaman awal siswa
sebelum proses pembelajaran dimulai, sedangkan post-test berfungsi untuk mengukur peningkatan
pemahaman setelah pembelajaran. Pendekatan ini memungkinkan guru untuk menyesuaikan metode
pengajaran yang lebih tepat dan meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan.
Namun, terdapat perbedaan antara kondisi ideal dan kenyataan yang ada di lapangan. Di SDN
Kedungwaru Lor 01, evaluasi proses pembelajaran masih belum berjalan dengan baik karena
kurangnya penerapan teknik pre-test dan post-test secara terstruktur. Akibatnya, guru mengalami
kesulitan dalam mengenali sejauh mana pemahaman awal siswa dan memberikan intervensi yang
tepat dalam pembelajaran. Sekolah Dasar adalah tahap awal bagi anak-anak untuk memasuki dunia
pendidikan formal yang juga mengalami perubahan sesuai dengan perbaikan kurikulum di Indonesia.
Untuk membantu siswa memahami konsep perkalian dan pembagian, guru kelas 4 di SDN
Kedungwaru Lor 01 menerapkan berbagai strategi pembelajaran. Salah satunya adalah memberikan
penjelasan tambahan kepada siswa yang belum sepenuhnya memahami materi, meskipun pelajaran
tersebut sudah selesai. Guru memanfaatkan waktu luang untuk memberikan pembelajaran tambahan
yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman masing-masing siswa agar mereka bisa lebih menguasai
konsep. Selain itu, guru juga menerapkan metode pembelajaran antar teman, di mana siswa yang
sudah memahami materi sebelumnya diminta untuk membantu teman-teman mereka yang mengalami
kesulitan.
Penelitian sebelumnya mengindikasikan bahwa penerapan teknik pre-test dan post-test secara
kuantitatif efektif dalam mengukur serta meningkatkan hasil belajar matematika (Fitriani, 2019).
Selain itu, metode pembelajaran antar teman terbukti dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman
konsep matematika di kalangan siswa sekolah dasar (Hidayat, 2020). Metode ini tidak hanya
mendukung siswa yang kesulitan, tetapi juga memperdalam pemahaman siswa yang berfungsi sebagai
tutor. Namun, agar metode pembelajaran antar teman berjalan efektif, guru harus memberikan arahan
dan pengawasan yang memadai sehingga proses belajar dapat berlangsung dengan baik dan siswa
yang dibantu benar-benar memahami konsep yang diajarkan, bukan hanya meniru cara penyelesaian
soal.
Diharapkan penelitian ini dapat menemukan solusi dan rekomendasi yang bermanfaat bagi siswa
kelas 4 SD dalam memahami konsep perkalian dan pembagian bilangan bulat. Solusi yang diusulkan
mencakup pengembangan metode pembelajaran yang variatif dan menarik, pemanfaatan teknologi
dalam proses belajar, serta peningkatan dasar pemahaman siswa tentang matematika. Rekomendasi
juga akan disampaikan untuk meningkatkan durasi yang cukup dalam pengajaran konsep perkalian
dan pembagian serta memberikan latihan yang memadai guna memfasilitasi siswa dalam menerapkan
konsep tersebut pada situasi di kehidupan sehari-hari. Penelitian ini memiliki tujuan yang signifikan
dalam meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai konsep pembagian dan perkalian bilangan
bulat di tingkat SD. Diharapkan hasil dari penelitian ini akan memberi dampak positif dalam
pengembangan pendidikan matematika dan meningkatkan pemahaman siswa terkait dengan konsep
pembagian dan perkalian bilangan bulat juga meningkatkan standar pengajaran matematika di tingkat