Anda di halaman 1dari 37

Syukran (109103000044)

Dosen Pembimbing: dr. Linda Nurdewati, SpP

KEPANITERAAN KLINIK PULMONOLOGI RSUP FATMAWATI PERIODE 24 JUNI 2013-06 JULI 2013

I. IDENTITAS PASIEN
Nama :Ny. ZD Tanggal Lahir :26 Februari 1949 Jenis Kelamin :Perempuan Usia :64 tahun Agama :Islam Alamat :Depok Status :Menikah Masuk IGD RSF : 29 Juni 2013 Masuk IRNA Teratai IV Selatan : 30 Juni 2013

II. ANAMNESIS
Anamnesis dilakukan pada tanggal 30 Juni 2013 pukul 03.30 WIB secara autoanamnesis. Keluhan Utama Pasien mengeluh sesak napas yang semakin memberat sejak 2 minggu SMRS

Riwayat Penyakit Sekarang


Kurang lebih 2 minggu SMRS pasien merasa sesak napas yang timbul mendadak, sesak dirasa timbul terus menerus, terutama dirasakan pada sore sampai malam hari dan dirasa mengganggu tidur, dan sulit beraktivitas. Keluhan membaik dengan istirahat. Pasien juga terkadang mendengar bunyi ngik saat bernafas dalam keadaan sesak. Keluhan sesak ini disertai batuk berdahak dengan dahak yang sulit dikeluarkan.

Riwayat Penyakit Sekarang


Keluhan nyeri dada disangkal pasien, batuk berdarah disangkal. Pasien mengeluh adanya mual namun menyangkal adanya muntah. Pasien menyangkal adanya demam, keringat dingin malam hari, menggigil dan rasa lemas. Pasien mengeluh mengalami penurunan berat badan sejak pasien sakit, nafsu makan tidak menurun, BAK dan BAB lancar.

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien sebelumnya sekitar 30 tahun yang lalu pernah mengalami batuk lama yang didiagnosis TB paru dan sudah menjalani pengobatan tuntas selama 8 bulan. Pasien juga memiliki riwayat hipertensi sejak 10 tahun yang lalu dan selalu rutin minum obat nifedipine 1x1 tab. Pasien menyangkal adanya penyakit diabetes melitus. Riwayat alergi makanan dan obat-obatan disangkal. Riwayat asma dan penyakit jantung juga disangkal.

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada anggota keluarga yang sesak nafas atau batuk lama. Diabetes melitus (+) ibu pasien, hipertensi (+) ayah pasien. Asma, alergi, penyakit jantung pada keluarga disangkal.

Riwayat Sosial dan Kebiasaan


- Pasien sudah menikah dan hanya sebagai ibu rumah tangga - Pasien jarang olahraga sejak muda

- Merokok,
disangkal

mengkonsumsi

alkohol,

memakai

narkoba

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan fisik di ruangan tanggal 30 Juni 2013. Keadaan umum : Tampak sakit sedang Kesadaran : Compos mentis Tanda vital
Tekanan Darah Nadi FN Suhu : 160/100 mmHg : 88x/menit : 32x/menit : 37c

Tinggi badan Berat badan BMI Status gizi

: 159 cm : 48 kg :18.9 kg/m2 : baik

PEMERIKSAAN FISIK
Kulit : Warna sawo matang, tidak ikterik, tidak sianosis, turgor baik, keringat + Kepala :Normosefal, rambut hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut, tidak ada alopesia Wajah : Ekspresi wajah simetris, tidak ada parese, tidak ada nyeri tekan sinus Mata : Konjungtiva anemis -/- , sklera ikterik -/- , pupil bulat isokor +/+, refleks cahaya langsung +/+, refleks cahaya tak langsung +/+

PEMERIKSAAN FISIK
Telinga : Normotia +/+, nyeri tekan tragus dan anti tragus -/- , serumen +/+ minimal Hidung : Deviasi septum -/-, sekret -/-, konka hiperemis -/Mulut : Bibir tidak kering, lidah tidak kotor, tidak ada gigi karies, tidak ada stomatitis abtosa Tenggorok :Faring tidak hiperemis, tonsil T1-T1 Leher :Bentuk simetris, trakea lurus ditengah, tidak teraba pembesaran tiroid, JVP 5+0 cmH2O, KGB tidak teraba membesar

PEMERIKSAAN FISIK
Jantung I: Ictus cordis tidak terlihat P: Ictus cordis tidak teraba

P: Batas jantung kanan ICS 4 PSL dextra, batas jantung kiri


1 jari lateral LMC sinistra, pinggang jantung di ICS III A: Bunyi jantung I-II reguler, tidak ada suara gallop dan murmur

PEMERIKSAAN FISIK
Paru depan

Paru belakang I: Pergerakan dada simetris P: Vokal fremitus simetris P: sonor di kedua lapang paru A: Suara napas vesikuler, ronkhi basah halus +/+ pada lapang atas paru kanan dan lapang atas paru kiri.

I: Pergerakan dada simetris


P: Vokal fremitus melemah di simetris P: sonor di kedua lapang paru

A: Suara napas vesikuler, ronkhi


basah halus pada lapang atas dan lapang tengah paru kanan dan lapang atas paru kiri. Wheezing +/+ pada lapang atas kedua lapang paru.

Wheezing +/+ pada lapang


atas kedua lapang paru.

PEMERIKSAAN FISIK
Abdomen
Inspeksi : Datar Palpasi : Supel, nyeri tekan pada epigastrium (+), hepar dan lien tidak teraba membesar Perkusi : Timpani, shifting dullness (-) Auskultasi : Bising usus (+) normal

Ekstrimitas atas : akral hangat, tidak ada edema dan tidak ada clubbing finger Ekstrimitas bawah : akral hangat, tidak ada edema dan tidak ada clubbing finger

Pemeriksaan rontgen thoraks PA


Interpretasi hasil foto : Mediastinum superior tidak melebar Jantung kesan membesar,pinggang jantung mendatar Aorta baik Pulmo: kedua hillus tertarik ke arah kranial, tampak fibroinfiltrat di kedua lapang paru terutama lapangan atas kedua paru. Diafragma dan sudut costofrenikus normal. Tulang dan jaringan lunak baik. Kesan : Kardiomegali, TB paru dd/Pneumonia bilateral

Pemeriksaan Laboratorium
PEMERIKSAAN HEMATOLOGI Hemoglobin Leukosit Hematokrit Trombosit Eritrosit 14.6 g/dL 10.000 /ul 47 % 285.000/ul 4.75 juta/ul 13-16 gr/dL 5000 10.000/ul 40-48 150.000 450.000/ul 4,5 5,5 juta/ul HASIL NILAI NORMAL

VER HER KHER RDW FUNGSI HATI SGOT SGPT Protein total Albumin Globulin

98.7 fl 30.8 pg 31.1 g/dl 14.0 %

32 63 7.20 4.30 2.90

<37 <42 6.00-8.00 3.40-4.80 2.50-3.00

Pemeriksaan Laboratorium
PEMERIKSAAN FUNGSI GINJAL Ureum darah Kreatinin darah GDS JANTUNG CK CK-MB Troponin T Analisa Gas Darah pH PCO2 PO2 BP HCO3 O2 saturasi BE Total CO2 Elektrolit darah Natrium Kalium Klorida 145 2.96 87 135-145 3.10-5.10 95-108 7.350 69.7 mmHg 78.2 mmHg 752.0 mmHg 37.6 mmol/L 94.5 % 9.0 mmol/L 39.8 mmol/L 7.370 7.440 35.0 45.0 83.0 108.0 21.0 28.0 95-99 -2.5 2.5 19.0 24.0 58 31 <50 <140 7-25 <50 24 0.8 122 20-40 0.6-1.0 70-140 HASIL NILAI NORMAL

Prognosis
Ad vitam Ad fungsionam Ad sanationam : dubia : dubia ad malam : dubia ad malam

TINJAUAN PUSTAKA

Etiologi

Mikroskop elektron

Pewarnaan asam

Tuberkulosis infeksi Mycobacterium Tuberculosis

Epidemiologi
Indonesia sekarang berada pada ranking kelima negara dengan beban TB tertinggi di dunia. Estimasi prevalensi TB semua kasus adalah sebesar 660,000 (WHO, 2010) dan estimasi insidensi berjumlah 430,000 kasus baru per tahun. Jumlah kematian akibat TB diperkirakan 61,000 kematian per tahunnya.

CARA PENULARAN
DROPLET INFECTION

batuk, bersin atau bicara keluar percikan dahak yang mengandung kuman TBC ke udara bebas terhisap (terinhalasi) kuman TBC masuk ke saluran napas.

PATOGENESIS

Gejala Klinis
Gejala respiratorius: Batuk >2 minggu, batuk berdarah, nyeri dada, sesak Gejala Sistemik: Demam, malaise, anorexia, penurunan berat badan, keringat di malam hari Gejala ekstra paru: tergantung organ yang terkena

Klasifikasi berdasarkan organ yang terkena

Tuberkulosis Paru : Tuberkulosis menyerang jaringan / parenkim paru, tdk termasuk pleura, kelenjar, hilus. Tuberkulosis Ekstra Paru : Tuberkulosis menyerang organ lain selain paru misalnya pleura, perikardium, selaput otak, kelenjar limfe, tulang, persendian, kulit, usus, ginjal, saluran kencing, alat kelamin, dll

Klasifikasi TB Paru
Berdasarkan hasil pemeriksaan dahak :

Klasifikasi TB Paru (cont..)


Berdasarkan Kasus Kejadiannya

Kasus Baru

Relaps

Default

Failure

Transfer Inn

MENEGAKKAN DIAGNOSIS :
Anamnesis Pemeriksaan fisik Lab : Hb Normal/ hitung jenis : Limfosit Leukosit Normal / LED BTA : - langsung (M) : 3x bturut - turut - biakan (B) : 2 bulan Rontgen (Toraks PA/ Toplordotik) Infiltrat & / Fibrosis Kavitas Atelektasis Pneumonia Efusi Pleura Pneumotoraks, dll

ALUR DIAGNOSIS

Tahap Pengobatan
Tahap Awal (Intensif) Tahap Lanjutan

Pengobatan tahap awal (intensif )

Pengobatan tahap Lanjutan


Pada tahap lanjutan pasien mendapat jenis obat lebih sedikit, namun dalam jangka waktu yang lebih lama Tahap lanjutan penting untuk membunuh kuman persisten sehingga mencegah terjadinya kekambuhan

Komplikasi
EFUSI PLEURA EMPIEMA TUBERKULOSIS KAVITASI EMFISEMA OBSTRUKTIF ATELEKTASIS BRONKIEKTASIS TB MILIER DESTROYED LUNG DLL Ekstrapulmoner

1. Amin Z, Bahar A. Tuberkulosis Paru. Dalam: Sudoyo et.al. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. 4th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2006. p. 988-1000. 2. Broekmans, JF. Success is possible it best has to be fought for, World Health Forum An International Journal of Health Development. WHO, Geneva, 1997 ; 18 : 243 47. 3. Republik Indonesia . Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta, 2006 4. Behrman, Kliegman, Arvin Ilmu Kesehatan Anak, Nelson, Vol.2, 1028-1042, 1996. 5. Robbins, Cotran, Kumar. Buku Ajar Patologi. 7th ed. Jakarta: EGC 2007 ; 544-551 6. Harrisons., Principle of Internal Medicine, 16th edition, editors Kasper, D.L., et. al., McGarw-Hills Companies, New York, 2005.

Daftar Pustaka

Daftar Pustaka
7. PDPI. Tuberkulosis Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia, Jakarta. 2002. 8. Mukhtar Ikhsan. Dep. Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI SMF Paru RS Persahabatan Jakarta 9. Sherwood, Lauralee. Fisiologi Manusia dari sel ke sistem edisi 2. Jakarta: EGC; 1996. Hal. 410-415

Terima Kasih