Anda di halaman 1dari 27

Filariasis

Dr. Eddy, MKes

Besaran Masalah
Lymphatic Filariasis, dikenal sebagai
Elephantiasis, berisiko terjadi pada lebih dari
satu milyar manusia di lebih dari 80 negara.
Lebih dari 120 juta sudah terkena dan lebih
dari 40 juta kasus cukup berat (cacat).
Sepertiga kasus terinfeksi ada di India,
sepertiga di Afrika dan selebihnya di South
Asia, the Pacific dan Amerika.
2

Manifestasi yang paling nyata: lymphatic filariasis


menyebabkan pembesaran kaki dan tangan, alat
kelamin, vulva & payudara.
Pada daerah endemis, 10-50% laki-laki dan sekitar
10% perempuan bisa terkena.
Terdapat masalah psikologis dan stigma sosial.
Selain itu, kerusakan organ dalam (ginjal) dan sistem
limpatik juga bisa terjadi.

Sumber: http://www.filariasis.org/resources/whatislf.htm
4

FILARIASIS DE BANCROFT

Penyebaran
Endemis di beberapa negara & tdk tersebar luas

Parasit
W. Bancrofti

Daerah/negara
Di negara musim panas:
Amerika Latin, Suriname,
Guyana, Costa Rica, Afrika,
Asia, dan Pasific Island

Bruggia
Malayi

Malaysia, Philipina, Thailand

Bruggia
Timori

Indonesia: Timor, Flores, Alor


dan Roti
6

(Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan [Ditjen PP&PL], 2006)

Akibat sosial ekonomis

Penyakit ini khususnya terjadi pada kelompok miskin:


umumnya pedesaan terpencil, serta periurban dan
urban tertentu.
Tahun belakangan ini kasus meningkat karena
adanya ekspansi daerah slum dan kemiskinan,
khususnya di Afrika dan wilayah sekitar India.
Karena pasien filariasis menjadi tidak bisa bekerja
secara normal upaya untuk menangani juga
merupakan upaya untuk mengurangi kemiskinan.

Adanya beban sosial yg berat karena adanya komplikasi


kronis & merupakan penyakit yg memalukan
Untuk laki-laki, kerusakan genital merupakan hambatan
berat membatasi aktifitas fisik & terjadi stigma sosial.
Untuk perempuan, malu dan tabu juga dihubungkan
dengan penyakit ini. Jika terjadi lymphoedema tidak
diminati dan jika terjadi pembesaran organ anggota
tubuh bawah dan genital ada stigma, perkawinan
terganggu atau tidak mungkin.

PENYEBAB
Cacing Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan
Bruggia timori.
Cacing berdiam di sistem limpatik (jaringan
nodus & vasa yg menjaga keseimbangan cairan
antara jaringan & saluran darah dan merupakan
komponen esensial sistem kekebalan tubuh).
Cacing hidup selama 4-6 tahun, memproduksi
microfilaria immature (larva) yang bersirkulasi
dalam darah.

10

FILARIASIS DE BANCROFT
Wuchereria bancrofti

Phylum Nemathelminthes
Clase Nematoda

PENULARAN
Nyamuk:
- W. bancrofti: Culex quinquefasciatus, Anopheles
gambiae, An. funestus, Aedes polynesiensis, Ae.
scapularis, Ae. pseudoscutellaris),
- B. malayi: Mansonia, Anopheles dan Aedes
- B. Timori: An. barbirostris
Nyamuk menggigit manusia yg terinfeksi dan menghisap
microfilaria, yang berkembang dalam tubuh nyamuk
menjadi bentuk infektif dalam waktu sekitar 7-21 hari.
Larva kemudian berpindah ke area mulut nyamuk
(bagian yang menggigit), dan masuk melalui gigitan di
kulit.
12

FILARIASIS DE BANCROFT

GEJALA DAN TANDA


Perkembangan penyakit di tubuh manusia masih menjadi
perdebatan di antara ilmuwan.
Infeksi umumnya mulai terjadi sejak masa kanak-kanak,
tetapi manifestasi klinis mungkin baru muncul bertahuntahun kemudian. Bahkan, beberapa orang tidak
menunjukkan manifestasi klinis samasekali.
Namun, walaupun tidak terlihat manifestasi klinis, berbagai
penelitian menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi
walaupun dari luar terlihat sehat, sesungguhnya terdapat
kerusakan patologis pada limfa dan kerusakan ginjal.

14

GEJALA DAN TANDA (2)


Bentuk asimtomatik dari infeksi sering
ditandai dengan adanya ribuan atau jutaan
larva dari parasit ini (microfilariae) dalam
darah dan cacing dewasa di sistem limfatik.
Gejala terburuk dari penyakit kronis
umumnya muncul pada usia dewasa, lebih
banyak pada laki-laki daripada perempuan.

15

Pada daerah endemis, sekitar 10-50% menderita kerusakan


genital, khususnya hydrocoele (pembesaran berbentuk
seperti balon terisi cairan- di kantong sekitar testis) dan
elephantiasis penis dan skrotum. Elephantiasis seluruh kaki,
seluruh tangan, vulva, payudara membengkak beberapa
kali lebih besar dari ukuran normal dapat terjadi pada
sekitar 10% pada komunitas ini.
Episode akut berupa inflamasi lokal pada kulit, nodus limfatik,
vasa sering menyertai adanya lymphoedema atau
elephantiasis.

16

FILARIASIS DE BANCROFT
MANIFESTACIONES CLNICAS

FILARIASIS DE BANCROFT

Beberapa gejala tersebut disebabkan oleh respon


imun tubuh terhadap parasit ini, tetapi kebanyakan
juga terjadi karena adanya infeksi bakterial pada
kulit karena hilangnya sistem pertahanan karena
adanya kerusakan sistem limfatik.
Pembersihan secara seksama dapat membantu
proses penyembuhan permukaan kulit yang
terinfeksi dan secara perlahan dapat mengurangi
kerusakan yang terjadi.

19

Pada daerah endemis, manifestasi kronis


dan akut lebih sering dan lebih cepat terjadi
pada pengungsi atau pendatang dibanding
populasi lokal yg secara kontinyu
terekspose infeksi. Lymphoedema dapat
muncul dalam 6 bulan dan elephantiasis
muncul dalam waktu setahun setelah
kedatangan mereka.

20

DIAGNOSIS
Sampai sebelum tahun-tahun terakhir ini, diagnosis lymphatic
filariasis sangat sulit dibuat, karena parasit harus dideteksi secara
mikroskopis dlm darah, & di sebagian besar daerah, parasit
memiliki "nocturnal periodicity/periode malam" yg menyebabkan
munculnya parasit dalam darah hanya pada sekitar tengah malam.
Saat ini telah ada "card test" yang sederhana namun sangat
sensitif & spesifik utk mendeteksi antigen parasit yg bersikulasi
tanpa diperlukan fasilitas lab, hanya menggunakan setetes darah
dari jari-jari. Dengan alat ini & alat-alat diagnosis lain lebih
mudah mendeteksi infeksi yg muncul & memonitor efektifitas
program.

21

PENGOBATAN
Pada komunitas endemis
Tujuan utama: eliminasi microfilariae dari darah orang yang
terinfeksi sehingga penularan dapat dicegah.
Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa diethylcarbamazine
(DEC) single dose punya efek long-term (1 thn) yg sama dalam
menurunkan microfilaraemia dng rekomendasi sebelumnya
(pemberian selama 12 hari)
Yang lebih penting, penggunaan secara single dose 2 obat
bersama-sama (albendazole dng DEC atau ivermectin) 99%
efektif dlm menghilangkan microfilariae dari darah selama 1 tahun
penuh setelah pengobatan. Efektifitas tingkat pengobatan ini
memungkinkan upaya-upaya untuk eliminasi lymphatic filariasis.

22

Pengobatan individual
Baik albendazole maupun DEC efektif dlm membunuh parasit
filaria dewasa (perlu utk terjadinya penyembuhan total infeksi
ini), namun regimen ideal masih dicari. Pengobatan ini dpt
memperbaiki kondisi 'elephantiasis dan hydrocoele yg dialami
pasien (khususnya yg berada pd tahap awal).
Keuntungan pengobatan yg lebih nyata utk mengurangi
penderitaan pasien dgn elephantiasis bisa didapat dari
adanya pemikiran bahwa kerusakan patologis umumnya
terjadi karena adanya superinfeksi bakterial dan jamur pd
jaringan.

23

Pengobatan individual (2)


Jadi hiegene anggota tubuh yg
dibarengi dgn minimalisasi infeksi
dan peningkatan aliran limfatik, dpt
menghasilkan pengurangan yg nyata
frekuensi episode akut peradangan
("filarial fevers/demam filariasis") dan
dlm mengurangi derajat
elephantiasis.
24

Strategi WHO dlm eliminasi


FILARIASIS
Strategi Global Program Eliminasi
Lymphatic Filariasis terdiri 2
komponen:
1.Menghentikan penyebaran infeksi
(menghentikan penularan)
2.Mengurangi penderitaan individu
yang terkena (kontrol morbiditas)
25

Utk mencegah penularan: daerah endemis harus


diidentifikasi, kemudian program pengobatan masal utk
seluruh populasi berisiko. Di kebanyakan negara
program didasarkan pada pemberian 2 obat (albendazole
& DEC atau ivermectin) single dose 1 tahunan, kemudian
di area dimana onchocerciasis atau loiasis juga endemik,
pengobatan dilakukan selama 4-6 tahun.

Alternatif pengobatan masal dng efektifitas yg sama


adalah dng menggunakan garam dapur yg difortifikasi
dengan DEC di daerah endemis selama satu tahun.

26

Untuk mengurangi penderitaan individu


yang sudah terkena, perlu dilakukan
program penyuluhan masyarakat untuk
meningkatkan kesadaran mereka.
Mempromosikan hiegene individu dan
pemahaman bahwa perbaikan bisa dicapai,
baik atas kerusakan yang sudah terjadi dan
pencegahan kecatatan dan rasa nyeri yang
terjadi pada episode akut peradangan.

27