Anda di halaman 1dari 44

Hormon

Reproduksi
dr. M. Reagan, M.Kes

Fungsi Umum Sex


Hormone
Mengontrol

sifat atau karakteristik

seks.
Mengontrol siklus reproduksi
Mengontrol pertumbuhan &
perkembangan organ reproduksi
(terutama testis & ovarium)
Termasuk proses anabolisme protein
Pria testosteron
Wanita estrogen & progesteron

Kelenjar Hipotalamus

Kelenjar Hipofisis

Hormon Hipofisis
Anterior

Hormon Hipofisis
Posterior
Hormon antidiuretik/vasopresin

menyebabkan ginjal menahan (retensi) air,


sehingga me jumlah air dalam tubuh,
serta menyebabkan penyempitan pembuluh
darah & me tekanan darah.
Oksitosin membuat uterus berkontraksi
selama persalinan & membantu
pengeluaran bayi, serta membuat sel-sel
mioepitelial payudara berkontraksi
mengeluarkan ASI pd waktu bayi
menghisap.

Two cell & Two GnRH


Hipotesis

Corona Radiata The Developing Follicle


From Primordial Through Graafian

Hormonal & ovarian events during the menstrual cycle

Relative Levels of LH Release in Human


Females Throughout Life

Pineal
Kelenjar

kecil terletak di posterior

hipotalamus
Asal

diensefalon posterior

Hormon

Pineal : Melatonin
5-metoksi-triptofol
arginin vasotosin

Sintesis

melatonin irama sirkadian

(diaktifkan oleh gelap, dihambat oleh


cahaya).

Kadar Hormon Plasma Kehamilan

Regulasi Hormonal Pada Organ Reproduksi Wanita

HORMON ESTROGEN
Estrogen

alami wanita :

Estrone (E1)
Estradiol (E2) sekresi utama
Estriol (E3)
Estrone

& estriol dibentuk di hati


dari esradiol atau dibentuk
dijaringan perifer dari
androstenedione & androgen
lainnya.
Estrogen sintetik

Mekanisme Kerja
Hormon

berdifusi melalui
membran sel & terikat dgn
afinitas tinggi pd reseptor
sitoplasmik spesifik.
Kompleks steroid-reseptor
memasuki nukleus
berinteraksi dg kromatin inti
sintesis RNA hormon
spesifik.

Efek Estrogen
Efeknya

pd Karakteristik Kelamin Primer &


Sekunder
Me proliferasi sel dan pertumbuhan jaringan organ
kelamin dan jaringan lain yang berkaitan dengan
reproduksi.

Efek

Pada Uterus dan Organ Kelamin luar


Wanita

Ovarium, tuba fallopi, uterus, dan vagina membesar.


Genitalia eksterna membesar, dengan deposisi lemak pada
mons pubis dan labia mayora, disertai pembesaran labia
minora.
Epitel vagina dari tipe kuboid menjadi bertingkat lebih tahan
terhadap trauma & infeksi daripada epitel prapubertas.
Proliferasi endometrium

Efek

Estrogen Pada Tuba Fallopii

Jaringan kelenjar berproliferasi


Menyebabkan jumlah sel-sel epitel bersilia yang membatasi
tuba fallopii bertambah banyak.
Aktivitas silia juga me , dan silia selalu bergerak ke arah
uterus.

Efek

Estrogen Pada Payudara

Perkembangan jaringan stroma payudara


Pertumbuhan sistem duktus yang luas
Deposit lemak pada payudara
Efek

Estrogen Pada Tulang Rangka

Meningkatnya aktivitas osteoblastik


pubertas/masa reproduksi laju
pertumbuhannya menjadi cepat selama
beberapa tahun.
Menyebabkan terjadinya penggabungan awal
dari epifisis
Meningkatnya matriks tulang deposit kalsium
Efek

Estrogen pada Pengendapan


Protein
Peningkatan total protein tubuh efek pemacu
pertumbuhan

Efek

Estrogen pd Metabolisme & Deposit Lemak

Sedikit meningkatkan laju kecepatan metabolisme


Peningkatan jumlah deposit lemak dalam jaringan subkutan
bokong dan paha yang merupakan karakteristik wanita
Efek

Estrogen pd Penyebaran Rambut

Estrogen tidak terlalu mempengaruhi penyebaran rambut


Akan tetapi, rambut akan tumbuh pada daerah pubis dan
pada aksila sesudah pubertas
Efek

Estrogen pd Kulit

Kulit berkembang membentuk tekstur yang halus dan lembut


Kulit menjadi lebih vaskular daripada normal kehangatan
dari kulit dan banyak perdarahan pada permukaan yang
terluka dibandingkan perdarahan yang terjadi pada pria
Efek

Estrogen pd Keseimbangan Elektrolit

Menyebabkan terjadinya retensi natrium dan air oleh tubulus


ginjal Efek estrogen ini ringan & jarang bermakna kecuali
pada masa kehamilan.
Fungsi

Intraselular dari Estrogen

Mengaktifkan gugus khusus dari DNA kromosom anabolik

HORMON PROGESTERON
Progesteron,

suatu
progestin alami, dihasilkan
sebagai respon alami LH :
Korpus luteum
Plasenta
Testis
Korteks adrenal

Mekanisme Kerja
Pada

dosis tinggi akan menekan sekresi


gonadotropin, yang pada akhirnya juga
akan menghambat ovulasi.
Menurunkan reseptor estrogen
endometrium sehingga membuat
dinding endometrium menjadi atropi dan
tidak reseptif terhadap implantasi.
Mengubah karakteristik lendir serviks
dari lapisan tipis menjadi lapisan mukoid
tebal untuk mencegah penetrasi sperma.

ANDROGEN
Suatu

group steroid yg
mempunyai efek anabolik
dan efek maskulinisasi.
Androgen alami
testosteron :
Testis
Korteks adrenal
Ovarium

Regulasi Hormonal
Organ Reproduksi Pria

Mekanisme Kerja
Testosteron

terikat pada
reseptor sitoplasmik spesifik
sel target.
Dikonversi menjadi DHT
interaksi reseptor.
Kompleks hormon+reseptor
memasuki inti sel sintesis
RNA protein spesifik.

Tubulus Seminiferus

Fungsi Sel Sertoli


Memberikan

lingkungan khusus tempat


berkembangnya sel germinal sekresi &
nutrisi sel germinal.
Berperan pd proses spermiasi
menghilangnya sitoplasma sperma &
pembentukan kepala-ekor
Sekresi hormon :
Faktor Inhibisi Muller (FIM) pada janin untuk
menghambat pembentukan tuba fallopii
Estradiol
Inhibin mekanisme umpan balik utk kelenjar
hipofisis anterior.

Sel Leydig (Interstitial cells)


Merupakan sel yang terletak
pada jaringan interstisial antar
tubulus seminiferus berasal
dari mesoderm
Sekresi testosteron
Sitoplasma terdiri dari :
Retikulum Endoplasma halus
Golgi complex
Lipid droplets

Regulasi Hormonal Testis

Hormon Testosteron
Androgen

DHT
Metabolisme di hati glukoronida &
sulfat usus dan urin
Stimulasi oleh :
HCG plasenta
Hipofise anterior dewasa
Pembentukan

kelamin primer pria

janin
Berperan pada desensus testis janin
2 bulan terakhir kehamilan.

Pengaruh Testosteron
Pada Ciri-Ciri Kelamin
Sekunder

Penyebaran rambut me
(pubis, wajah, dada, umbulikus,
punggung)
Kebotakan pertumbuhan &
distribusi rambut kepala atas
berkurang
Pengaruh pita suara
maskulinisasi
Kulit & sebacea ketebalan
me & sekresi kelenjar me

Pembentukan

protein & otot me


Pertumbuhan tulang &
pengendapan kalsium me
Metabolisme basal me 15%
Sel Darah merah produksi
bertambah 20%
Elektrolit & keseimbangan cairan
me absorbsi Natrium & vol cairan
ekstraseluler me

Konversi Testosteron

FAKTOR HORMONAL DLM


KEHAMILAN
Sekresi

Hipofisis

Kelenjar hipofisis anterior


membesar sdktnya 50%
selama kehamilan.
Me produksi kortikotropin,
tirotropin & prolaktin.
Sebaliknya FSH & LH
tertekan akibat pengaruh
inhibisi E & P dari plasenta.

Sekresi

Kortikosteroid

Korteks adrenal scr moderat


me selama kehamilan & ini
membantu mobilisasi asam
amino dr jaringan ibu shg dpt
dipakai utk sintesis jaringan
janin.
Sekresi aldosteron me sekitar
3x lipat mencapai puncaknya
akhir kehamilan ini bersamaan
dgn kerja E menyebabkan
kecenderungan mereabsorbsi
natrium retensi cairan
tek. darah me.

Sekresi

kelenjar Tiroid
Membesar sekitar 50%
kehamilan & me produk
tiroksin.
Sekresi kelenjar Paratiroid
Membesar selama
kehamilan, tjd bila ibu
mengalami defisiensi Ca dlm
makanannya.
Pembesaran kelenjar me
absorpsi Ca dr tulang ibu shg
dpt mempertahankan
konsentrasi ion Ca normal
dlm cairan ekstraseluler.

Sekresi

Relaksin oleh Ovarium


Relaksin disekresikan oleh korpus
luteum ditingkatkan oleh
gonadotropin korion pd saat yg sama
dgn disekresikan sejumlah besar E &
P oleh korpus luteum.
Relaksin polipeptida dgn BM 9000,
bila disuntikkan akan menyebabkan
relaksasi ligamentum2 dr symphisis
pubis & mrp hal yg diragukan fungsi
pentingnya pd manusia krn efek yg
disebabkan oleh relaksin :
Perlunakan serviks bumil pd saat
persalinan.
Penghambatan motilitas uterus.