Anda di halaman 1dari 15

Kepemim

pinan
Part 2
Presented by:
Achmad R. Muttaqien

A.q

KEPEMIMPINAN EFEKTIF
Kepemimpinan adalah sekumpulan dari
serangkaian kemampuan dari sifat-sifat
kepribadian, termasuk di dalamnya kewibawaan.
Seorang pemimpin yang mempunyai sifat-sifat
kepribadian yang baik akan lebih mudah untuk
diterima oleh anggotanya.
Oleh karena itu, dalam kepemimpinan sebuah
organisasi dibutuhkan seorang pemimpin yang
efektif.

A.q

SIFAT-SIFAT KEPEMIMPINAN EFEKTIF


Kemampuan dalam kedudukannya sebagai
pengawas (supervisory ability) atau pelaksanaan
fungsi-fungsi dasar manajemen, terutama
pengarahan dan pengawas pekerjaan orang
lain.
Kebutuhan akan prestasi dalam bekerja,
mencakup pencarian tanggung jawab dan
keingin suksesan.
Kecerdasan, mencakup kebijakan, pemikiran
kreatif dan daya pikir.

A.q

SIFAT-SIFAT KEPEMIMPINAN EFEKTIF


Ketegasan (decibeness), atau kemampuan untuk
membuat keputusan-keputusan dan memecahkan
masalah-masalah dengan cakap dan tepat.
Kepercayaan diri, atau pandangan terhadap
dirinya sebagai kemampuan untuk menghadapi
masalah.
Inisiatif, atau kemampuan untuk bertindak tidak
tergantung, mengembangkan serangkaian
kegiatan dan menemukan cara-cara baru dan
inovasi.

A.q

SIFAT-SIFAT PEMIMPIN
YANG EFEKTIF DALAM AGAMA
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Rendah hati dan sederhana


Bersifat suka menolong
Sabar dan memiliki kestabilan emosi
Percaya kepada dirinya sendiri
Jujur, adil, dan dapat dipercaya
Keahlian dalam jabatan
Amanah

A.q

TEORI KEPEMIMPINAN
1. Teori pertama, berpendapat bahwa seseorang
akan menjadi pemimpin karena ia dilahirkan
untuk menjadi pemimpin. Maka munculah istilah
leaders are borned not built. Teori ini disebut
teori genetis.
2. Teori kedua, mengatakan bahwa seseorang akan
menjadi pemimpin kalau lingkungan, waktu atau
keadaan memungkinkan ia menjadi pemimpin.
Maka munculah istilah leaders are built not
borned. Teori ini disebut teori social.

A.q

Lanjut.
3. Teori ketiga, merupakan gabungan dari
teori yang pertama dan yang kedua, ialah
untuk menjadi seorang pemimpin perlu
bakat dan bakat itu perlu dibina supaya
berkembang. Kemungkinan untuk
mengembangkan bakat ini tergantung
kepada lingkungan, waktu dan keadaan.
Teori ini disebut teori ekologis.

A.q

Lanjut.
4. Teori keempat, disebut teori situasi. Menurut
teori ini setiap orang bisa menjadi
pemimpin, tetapi dalam situasi tertentu saja,
karena ia mepunyai kelibihan-kelebihan
yang diperlukan dalam situasi itu. Dalam
situasi lain dimana kelebihan-kelebiahannya
itu tidak diperlukan, ia tidak akan menjadi
pemimpin, bahkan mungkin hanya menjadi
pengikut saja.

A.q

TEORI KEPEMIMPINAN
1.
2.
3.
4.

Teori Great Man dan Teori Big Bang


Teori Sifat (Karakteristik) Kepribadian
Teori Perilaku (Behavior Theories)
Teori Kontingensi atau Teori Situasional

A.q

TEORI KEPEMIMPINAN
1. Teori Great Man dan Teori Big Bang
. Kepemimpinan merupakan bakat atau bawaan
sejak seseorang lahir.
. Bennis & Nanus (1990) menjelaskan bhw teori ini
berasumsi pemimpin dilahirkan bukan diciptakan
. Kekuasaan berada pd sejumlah org tertentu,
yang melalui proses pewarisan memiliki
kemampuan memimpin atau karena
keberuntungan memiliki bakat untuk menempati
posisi sebagai pemimpin

A.q

TEORI KEPEMIMPINAN
2. Teori Big Bang
. Suatu peristiwa besar menciptakan seorang
menjadi pemimpin
. Mengintegrasikan antara situasi dan pengikut.
. Situasi merupakan peristiwa besar seperti
revolusi, kekacauan/kerusuhan, pemberontakan,
reformasi dll.
. Pengikut adalah orang yang menokohkan
seseorang dan bersedia patuh dan taat.

A.q

TEORI KEPEMIMPINAN
3. Teori sifat
. Seseorang dapat menjadi pemimpin apabila
memiliki sifat yang dibutuhkan oleh seorang
pemimpin
. Titik tolak teori : keberhasilan seorang pemimpin
ditentukan oleh sifat kepribadian baik secara fisik
maupun psikologis
. Keefektifan pemimpin ditentukan oleh sifat,
perangai atau ciri kepribadian yang bukan saja
bersumber dari bakat, tapi dari pengalaman dan
hasil belajar

A.q

TEORI KEPEMIMPINAN
4. Teori perilaku
. Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung
pada perilakunya dalam melaksanakan fungsi-fungsi
kepemimpinan
. Gaya atau perilaku kepemimpinan tampak dari cara
melakukan pengambilan keputusan, cara
memerintah (instruksi), cara memberikan tugas, cara
berkomunikasi, cara mendorong semangat bawahan,
cara membimbing dan mengarahkan, cara
menegakkan disiplin, cara memimpin rapat, cara
menegur dan memberikan sanksi

A.q

TEORI KEPEMIMPINAN
5. Teori situasional
. Tidak mungkin setiap organisasi hanya
dipimpin dengan gaya kepemimpinan tunggal
untuk segala situasi terutama apabila
organisasi terus berkembang atau jumlah
anggotanya semakin besar.
. Dalam menghadapi situasi yang berbeda
diperlukan gaya kepemimpin yg berbedabeda pula

A.q

Terima
Kasih
Presented by:
Achmad R. Muttaqien

A.q