Anda di halaman 1dari 138

PEMICU 6

NADIA TRIJAYANTI
405110256

PSIKOPATOLOGI
GANGGUAN NEUROTIK

DEFINISI

PPDGJ III
neurotik gangguan mental yg tidak
mempunyai dasar organik (fungsional) yg dpt
ditunjukkan, pasien cukup mempunyai tilikan
(insight) serta kemampuan daya nilai realitasnya
tdk terganggu dan prilakunya biasanya masih di
dalam batas-batas normal sosial serta
kepribadiannya tetap utuh.
Daya realitasnya pada psikosa terganggu
Gangguan

ETIOLOGI
Psikoanalisa
Pengalaman di masa lalu yaitu konflik antara
beberapa dorongan yang bertentangan dan
timbulnya tingkah laku kompromi (contoh:
oedipus complex, castraxion anxiety) yg
mendamaikan dan memuaskan dorongan
sebagian dan sedapat dapatnya meniadakan
atau mengendalikan ansietas.

ETIOLOGI
Behavioristik
Pengalaman di masa lalu sebagai wadah
pembentukan pola tingkah laku melalui
proses belajar (learning process)
Fisik Konstitusional
Manusia dilahirkan dengan kondisi fisik
tertentu / fisik eksogen

PERBANDINGAN NEUROSA DAN


PSIKOSA
Neurosa

Psikosa

1. Tilikan (insight) + Baik


daya nilai realita

Terganggu/buruk

2. Pengobatan

Ansiolitik/anti depresan
psikoterapi, dll

Antipsikotik/ECT/
Psikoterapi, dll

3. Hospitalisasi

Jarang dirawat

Sering

4. Prognosa

Umumnya baik

Umumnya buruk

5. Kapasitas kerja

Umumnya baik (diluar


stressor)

Umumnya
terganggu/buruk

6. Sosialisasi

Umumnya baik

Umumnya terganggu

7. Perilaku

Jarang membahayakan diri


sendiri/masyarakat

Sering

8. Kepribadian

Dekompensasi ringan

Berat

ANXIETY DISORDER

ANXIETY DISORDER

Anxiety Disorders categorize a large number of


disorders where the primary feature is
abnormal or inappropriate anxiety.
Everybody has experienced anxiety.
Think about the last time a loud noise
frightened you and remember the feelings
inside your body.
Chances are you experienced an increased
heart rate, tensed muscles, and perhaps an
acute sense of focus as you tried to determine
the source of the noise. These are all symptoms
of anxiety.

ANXIETY DISORDER

They are also part of a normal process in our


bodies called the 'flight or flight' phenomenon.
This means that your body is preparing itself to
either fight or protect itself or to flee a
dangerous situation.
These symptoms become a problem when they
occur without any recognizable stimulus or when
the stimulus does not warrant such a reaction.
In other words, inappropriate anxiety is when a
person's heart races, breathing increases, and
muscles tense without any reason for them to do
so.

TEORI PSIKOANALITIK
Sigmund Freud
Ansietas (cemas) adalah hasil dari konflik
psikis antara pikiran agresif & ancaman dari
superego atau realita eksternal.
Sebagai respons, ego memobilisasi
mekanisme pertahanan (defense) untuk
mencegah munculnya pikiran/ perasaan yang
tidak dapat diterima tersebut dalam alam
sadar.

TEORI PERILAKU

Ansietas adalah respons terkondisi terhadap


stimulus lingkungan yang spesifik.
Contoh : seorang anak perempuan yang biasa
dirawat oleh ayah penyiksa akan cemas
setiap kali melihat ayahnya tersebut.

TEORI EKSISTENSIAL

Ansietas umum muncul tanpa adanya


stimulus spesifik yang memicu rasa cemas.
Konsep sentral teori ini : seseorang merasa
hidup dalam dunia yang tidak berarah.

SISTEM SARAF OTONOM

SSO pada orang dengan gangguan panik :


simpatis
Adaptasi lambat terhadap stimulus berulang
Respons berlebihan terhadap stimulus sedang
Tonus

Efek aktivasi SSO pada orang cemas :


kardiovaskular (takikardia), otot (sakit
kepala), GI (diare), respiratori (takipnea).

NEUROTRASMITTER

Norepinephrine fungsi NE (akibat


stimulasi pada locus ceruleus di rostral
pons).
CRH sekresi cortisol & inhibisi food intake.
Serotonin
GABA fungsi abnormal reseptor GABA.

BRAIN IMAGING STUDIES

CT & MRI
Ukuran ventrikel serebral
Defek spesifik di lobus temporal

gangguan panik.

kanan pada

PET, SPECT, EEG


Pada

gangguan cemas abnormalitas yang


bervariasi di korteks frontal, occipital &
temporal.
Pada gangguan panik abnormalitas pada
gyrus parahippocampus.
Pada OCD gangguan pada caudate nucleus.
Pada PTSD gangguan pada amygdala (pusat
rasa takut).

GANGGUAN PANIK

DEFINISI

Gangguan panik merupakan serangan panik


yang berulang yang mengganggu.
Terdiri dari 2 tipe:
Tanpa

agorapobia
Dengan agorapobia

Rasa takut terhadap kesulitan menyingkir ke tempat


aman (rumah), seperti takut keramaian, takut pergi
jauh dari rumah, takut naik kereta, pesawat, dll

ETIOLOGI DAN
PATHOPHYSIOLOGY

Faktor Genetik (20%)


Gangguan

pada gen reseptor cholecytokinin


(CCK) pada kromosom 11p

Central-autonomic pathway
Persepsi

ketakutan dan pemikiran yang berasal


dari cortex cerebral mengaktifkan neural
circuits pada lobus temporal dan batang otak
menghasilkan Gejala Panik.

ETIOLOGI DAN
PATHOPHYSIOLOGY

Locus Cerulus-NE system dan struktur lobus temporal


(amygdala dan hippocampus)
LC dan hippocampus berfungsi untuk memonitor signal
internal dan external dan meningkatkan aktifitasnya.
Gangguan neuron LC sebagai respon terhadap signal
otonom perifer dapat menyebabkan gangguan panik.

GABA-Benzodiazepine receptor system


BZ respon GABA terhadap GABA efek inhibisi
neuronal.
receptor BZ (hippocampus, insular, prefrontal
cortex) gangguan inhibisi neuromodulator
gangguan panik.

TEORI PSIKOANALITIK

Serangan panik muncul dari


ketidakberhasilan defense terhadap impuls
yang menyebabkan cemas sinyal cemas
ringan menyebabkan rasa cemas menyeluruh
+ gejala somatik.

Agoraphobia dapat muncul akibat


kehilangan/ pemisahan dari orangtua semasa
kecil mudah merasa tersisih di tempat
umum defense mechanism : menghindari
tempat umum.

SYMPTOMS

Panic Disorder is characterized by sudden


attacks of intense fear or anxiety, usually
associated with numerous physical symptoms
such as heart palpitations, rapid breathing or
shortness of breath, blurred vision, dizziness,
and racing thoughts.

PEMERIKSAAN

MRI
Tanda

patologis pada lobus temporal (amygdala,


hippocampus) & atrofi korteks lobus temporal
kanan.

PET
aliran darah otak vasokontriksi
serebral gejala SSP (pusing).

Disregulasi

DIAGNOSA BANDING

Specific & social


phobia
Obsessive-compulsive
disorder (OCD)
Posttraumatic stress
disorder (PTSD)
Generalized anxiety
disorder (GAD)
Gangguan mental lain

Hipotiroid
Hipertiroid
Hiperparatiroid
Pheochromocytoma
Hipoglikemia
Penyakit kardiovaskular
(anemia, hipertensi)
Penyakit respiratori (asma,
hiperventilasi, embolus
pulmoner)
Penyakit saraf (CVD,
epilepsi)
Gangguan medis

FARMAKOTERAPI
SSRI

MAOIs

Paroxetine
Fluoxetine
Sertraline
Fluvoxamine
Citalopram

Phenelzine
Tranylcipromine

Tricyclic Antidepressant

Atypical Antidepressants

Clomipramine
Imipramine
Desipramine
Benzodiazepine
Alprazolam
Clonazepam
Diazepam
Lorazepam

RIMAs
Moclobemide
Brofaromine
Venlafaxine
Venlafaxine XR
Other agent
Valproic acid
Inositol
Durasi farmakoterapi : 8-12 bulan

PROGNOSIS

Prognosis for this disorder is very good if the


above conditions are met.
Left untreated, however, symptoms can worsen
and Agoraphobia can develop.
In these cases, the individual has developed such
an intense fear that leaving the safety of home
feels impossible.

AGORAFOBIA DENGAN
ATAU TANPA PANIK

AGORAFOBIA
Definisi
Takut akan ruang terbuka + takut orang banyak dan
kesulitan menyingkir ketempat aman (rumah) atau
mendapat pertolongan.
Epidemiologi
Pada wanita 2-3x > pria
Faktor sosial (riwayat perceraian/perpisahan yang
belum lama)
Dewasa muda (25 tahun)
Onset agorafobia : setelah peristiwa traumatik
Tanpa pengobatan yang efektif, agorafobia kronis
walaupun biasanya berfluktuasi

AGORAFOBIA
Etiologi
Faktor Biologis
Zat penyebab panik ( panic-inducing substance )
Pencitraan otak
Prolapsus katup mitralis
Faktor Genetika
Kembar monozigotik >> kembar dizigotik Ggn.
Panik
Faktor Psikososial
Teori kognitif-perilaku
Teori psikoanalitik

AGORAFOBIA
Gambaran klinis
Pasien menghindari situasi dimana akan sulit
dalam mendapatkan pertolongan atau
bantuan.
Mereka lebih suka disertai oleh seorang
teman maupun anggota keluarga di tempattempat tertentu.

AGORAFOBIA
Diagnostik (PPDGJ-III)
Semua kriteria di bawah ini harus dipenuhi
untuk suatu diagnosis pasti
Gejala

psikologis atau pun otonomik yang timbul


harus merupakan manifestasi primer dari anxietas
dan bukan merupakan sekunder dari adanya gejala
lain seperti waham atau pikiran obsesif.
Anxietas yang timbul harus terbatas pada (terutama
terjadi dalam ) sekurangnya dua dari situasi
berikut : banyak orang, tempat-tempat umum,
bepergian keluar rumah dan bepergian sendiri;
Menghindari situasi fobik harus atau sudah
merupakan gambaran yang menonjol.

AGORAFOBIA
Diagnosis banding
Gangguan Medis
Penyakit

KV
Penyakit Pulmonal
Penyakit neurologis
Penyakit endokrin
Intoksikasi obat
Halusinogen
Putus obat
Kondisi lainnya

Gangguan Mental
Pura

pura
Gangguan buatan
Hipokondriasis
Gangguan
depersonalisasi
Fobia sosial
Gangguan stres
pasca traumatik
Gangguan depresif
Skizofrenia

AGORAFOBIA
Terapi
Farmakoterapi
Trisiklik

dan tetrasiklik (clomipramine dan imipramine)


MAOI (phenelzine dan tranylcypromine)
SSRI (fluoxetine, setraline dan paroxetine)
Benzodiazepine
Kombinasi jika terjadi gagal terapi

Nonfarmakoterapi
Terapi

kognitif dan perilaku


Terapi psikososial
Terapi keluarga
Latihan pernafasan
Pemaparan in vivo

AGORAFOBIA
Prognosis
Prognosis is good, especially if the individual
has some insight into the development of the
disorder and if their fears are irrational and
there is insight into this.

FOBIA SOSIAL

FOBIA SOSIAL

Rasa takut yang kuat dan menetap akan


situasi yang dapat menimbulkan rasa malu.

Orang dengan fobial sosial memiliki rasa


takut yang berlebihan akan rasa malu di
depan umum, buang air kecil di wc umum
(shy bladder) ,berbicara didepan umum .

FOBIA SOSIAL

Ketakutan tetap, berat, irasional, thd situasi sosial


Misal

: takut bicara atau menampilkan diri di depan


umum; makan/mandi di tempat umum, menulis di depan
orang lain, atau ketakutan lain dimana ia akan
diperhatikan orang lain

Banyak orang merahasiakan gangg ini shg sering tjd


salah interpretasi sbg kesombongan,
ketidaktertarikan, keras kepala
Lebih sedikit dibanding agoraphobia
Perempuan menderita 2x dibanding laki-laki
Sering dimulai pd akhir masa kanak2 atau remaja
awal, & mungkin menetap selama bertahun2
meskipun intensitasnya fluktuatif

FOBIA SOSIAL

Usia puncak awitan fobia sosial adalah


remaja walaupun awitannya lazim antara
usia 5 tahun sampai 35 tahun

Komorbisitas
Pasien dgn fobia sosial dapat memiliki
riwayat gangguan anxietas lain, gangguan
mood, gangguan terkait zat, dan bulimia
nervosa

FOBIA SOSIAL

Ciri bawaan ini lazim pada anak dari orang


tua yang mengalami gangguan panik dan
dapat berkembang menjadi rasa malu yang
parah pada saat dewasa .

FOBIA SOSIAL
Symptoms
Symptoms include either extreme anxiety
and fear associated with the object or
situation or avoidance.
To be diagnosed, the symptoms must be
disruptive to everyday functioning (such as
quitting a great job merely because you have
to use an elevator).

FOBIA SOSIAL
Pedoman Diagnostik
Semua kriteria dibwh ini hrs dipenuhi utk :
Gejala2

psikologis, perilaku /otonomik hrs mrpk


manifestasi primer dari anxietas dan bukan
sekundari gejala lain spt waham / pikiran obsesif
Anxietas hrs hanya terbatas / menonjol pada
situasi sosial tertentu saja
Penghindaran dari situasi fobik hrs mrpk
gambaran yang menonjol

FOBIA SOSIAL
Diagnosis Banding
Fobia spesifik dan fobia sosial harus
dibedakan dengan rasa takut yang sesuai
serta rasa malu yang normal.
Keadaan medis non psikiatri yang dapat
menyebabkan terjadinya fobia mencakup
penggunaan zat (halusinogen dan
simpatomimetik ), tumor SSP dan CVD.
Harus mempertimbangkan : ggn panik ,
agorafobia , dan gangguan kepribadian
menghindar.

FOBIA SOSIAL

Ps sering dapat
ditenangkan dengan
org lain pada situasi
yg mencetuskan
ansietas
Sesak nafas
Pusing
Rasa tercekik
Takut mati
Agorafobia

Lebih cemas bila terdapat


org lain
Rona merah di wajah
Kedutan otot
Cemas jika diperhatikan
secara seksama oleh org lain
Fobian sosial dan ggn
kepribadian menghindar sulit
dibedakan perlu
wawancara dan pemeriksaan
psikiatri yg extensive
Fobia sosial

FOBIA SOSIAL

Penghindaran situasi
sosial
Ggn depresi berat

Kurangnya minat dalam


bersosialisasi, bukan
rasa takut untuk
bersosialisasi
Ggn kepribadian skizoid

FOBIA SOSIAL
Perjalanan Penyakit dan Prognosis
Fobia sosial : awitan pada masa remaja awal
atau masa kanak kanak akhir
Fobia sosial cenderung menjadi gangguan
kronis
Ggn ini sangat menggangu kehidupan
seseorang selama bertahun tahun : ggn
pencapaian akademik, ggn kinerja
pekerjaan, dan perkembangan sosial

FOBIA SOSIAL
Tatalaksana
Terapi prilaku
Paling efektif
Ps secara serial dipajankan pada daftar stimlus
peninduksi ansietas yg talah ditentukan
sebelumnya dan diberi skala dari yg paling
tidak menakutkan sampai yg plg menakutkan
Ps diajari cara menenangkna jiwa dan raga
(penggunaan obat penenang, hipnosis ,
instruksi relaksasi otot)
Ketika ps telah terdesensitisasi , akhirnya ps
tidak lg mencetuskan ansietas

FOBIA SOSIAL

Hipnosis memperkuat saran terapis bahwa


objek fobik tidak berbahaya
ralaksasi ketika dihadapkan dengan
objek fobik

Metode

Psikoterapi suportif dan terapi keluarga


Psikoterapi fobia sosial tipe menyeluruh
meliputi kombinasi antara : metode prilaku
dan kognitif , temasuk pelatihan ulang
kognitif , desensitisasi, latihan selama sesi
terapi, dan serangkaian tugas rumah

FOBIA SOSIAL

Fobia sosial
SSRI
Benzodiazepin
Venlafaksin
Buspiron

terkait dgn situasi penampilan antagonis


reseptor beta adenergik ( atenolol & propanolol )
segera sebelum pajanan thd stimulus fobik

Yg

FOBIA SPESIFIK

FOBIA SPESIFIK

Ketakutan yg menetap thd objek atau situasi


selain tempat umum (agoraphobia) & situasi
sosial (socialphobia).
Bisanya ketakutan yg berat thd binatang ttt
(misal : serangga) atau situasi ttt (misal :
ketinggian, tempat tertutup, angin ribut
disertai guntur)

FOBIA SPESIFIK

Fobia yg terbatas pd situasi yg sgt spesifik seperti bila :


Berdekatan

dgn binatang tertentu


Tempat tinggi
Petir
Kegelapan
Naik pesawat
Buang hajat ditempat umum
Makan makanan tertentu
Dokter gigi
Takut melihat darah/luka
Takut berhubungan dgn penyakit tertentu

Biasanya timpul pd masa kanak2/dewasa muda; dpt


menetap puluhan tahun bila tdk diobati

FOBIA SPESIFIK
Pedoman Diagnostik
Semua kriteria yg dibawah ini utk diagnosis:
Gejala

psikologis atau otonomik hrs mrpk


manifestasi primer dari anxietas, dan bkn
sekunder dari gejala2 lain seperti waham atau
pikiran obsesif
Anxietas hrs terbatas ps adanya objek situasi
fobik tertentu
Situasi fobik tsb sedapat mungkin dihindarinya

FOBIA SPESIFIK

Termasuk :
Akrofobia
Fobia

binatang
Klaustrofobia
Fobia ujian
Fobia sederhana

Diagnosa Banding
Gangguan hipokhondrik F 45.2
Gangguan waham F 22.0
F 40.8 gangguan fobik lainnya
F 40.9 Gangguan fobik YTT, termasuk fobia YTT,
keadaan Fobik YTT

FOBIA SPESIFIK
Perjalanan Penyakit dan Prognosis
Suatu episode depresi sering kali memburuk
keadaan anxietas fobik yang sudh ada
sebelumnnya.
Agoraphobia tanpa riwayat gangguan panic
seringkali membaik dengan perjalanan
waktu.
Gangguan depresi dan ketergantungan
terhadap alcohol seringkali mempersulit.

FOBIA SPESIFIK
Penatalaksanaan
Terapi yang paling efektif adalah kombinasi
farmakoterapi dan terapi kognitif prilaku.
Untuk farmakoterapi dapat digunakan obat
obat seperti yang digunakan untuk
mengatasi gangguan panic.
Terapi kognitif dapat mengintervensi
kepercayaan yang salah.
Pasien dapat diajarkan untuk melakukan
relaksasi otot dan bagaimana
mengandalikan dorongan untuk melakukan
hiperventilasi dengan pernafasan yang
teratur.

GANGGUAN CEMAS
MENYELURUH

GANGGUAN CEMAS
MENYELURUH

Tanda : perasaan cemas yg persisten tanpa


situasi, objek atau aktivitas pemicu shg
muncul perasaan gelisah, mudah tersinggung,
sulit konsentrasi, sulit mengambil keputusan
(Durrand & Barlow, 2003)

GANGGUAN CEMAS
MENYELURUH
Gambaran esensial
Anxietas yg menyeluruh & menetap
Tidak terbatas hanya pd setiap keadaan
lingkungan yg tertentu saja (misalnya sifat
mengambang atau free floating)

GANGGUAN CEMAS
MENYELURUH
Gejala yang sering dijumpai
Keluhan tegang yg berkepanjangan
Gemetaran
Ketegangan otot
Berkeringat
Kepala terasa ringan
Palpitasi
Pusing kepala
Keluhan epigastrik
Ketakutan dirinya/ anggota kel lain akan celaka/sakit
Khawatir & firasat lain

GANGGUAN CEMAS
MENYELURUH
Pedoman Diagnostik
Hrs menunjukkan gejala primer anxietas hampir
setiap hari selama bbrp minggu bulan
Gejala-Gejala
Kecemasan ttg masa depan (khawatir akan nasib
buruk, perasaan gelisah seperti diujung tanduk, sulit
berkonsentrasi)
Ketegangan motorik (gelisah, sakit kepala,
gemetaran, tdk dpt santai)
Overaktivitas otonomik (kepala terasa ringan,
berkeringat, tahikardi, keluhan epigastorik, pusing
kepala, mulut kering, dsb)

GANGGUAN CEMAS
MENYELURUH
Diagnostik Banding
Episode depresif (F 32)
Gangguan panik (F 41.0)
Gangguan obsesif-kompulsif (F 42)

GANGGUAN CAMPURAN
CEMAS DEPRESI

GANGGUAN CAMPURAN
ANXIETAS & DEPRESIF

Terdapat gejala anxietas dan depresi yg


masing2 tdk menunjukkan rangkaian gejala
yg cukup berat utk menegakkan diagnosa
tersendiri.
Bbrp gejala otonomik harus ditemukan :
Tremor
Palpitasi
Mulut

kering
Sakit perut (mulas), dsb

GANGGUAN CAMPURAN
ANXIETAS & DEPRESIF
Etiologi
Empat bukti utama yang menyatakan bahwa
gejala kecemasan dan gejala depresi
berhubungan sebab akibat pada beberapa pasien
yang terkena, yaitu :
Ditemukannya

neuroendokrin yang sama pada


gangguan depresi dan gangguan kecemasan,
khususnya gangguan panik.
Hiperaktivitas sistem noradrenergik relevan yang
menyebabkan pada beberapa pasien dengan
gangguan depresi dan pada beberapa pasien dengan
gangguan panik.
Obat serotonergik berguna dalam mengobati
gangguan depresi maupun kecemasan
Gejala kecemasan dan depresi berhubungan secara
genetik pada beberapa keluarga.

GANGGUAN CAMPURAN
ANXIETAS & DEPRESIF
Penatalaksanaan
Pendekatan psikoterapi dapat terapi kognitif atau
modifikasi prilaku.
Farmakoterapi dapat termasuk obat anti anxietas
atau obat antidepresan atau keduanya.
Diantara obat anxiolitik, penggunakan
triazolobenzodiazepin mungkin diindikasikan karena
efektifitas obat tersebut dalam mengobatai depresi
yang disertai kecemasan.
Suatu obat yang mempengaruhi reseptor serotonin
tipe 1A (5-HT1A), seperti buspiron, dapat
diindikasikan.
Diantara antidepresan, antidepresan serotonergik
mungkin yang paling efektif.

GANGGUAN CAMPURAN
ANXIETAS & DEPRESIF
Diagnosa Banding
Gangguan penyesuaian F 43.2
Depresi anxietas menetap (dstimia) F 34.1
Termasuk
Depresi anxietas (ringan atau tak menetap)

GANGGUAN OBSESIKOMPULSIF

DEFINISI

Kumpulan gejala seperti pemikiran, ritual,


gagasan dan dorongan yang mengganggu.

Obsesif sebuah perasaan, pemikiran, ide,


sensasi yang mengganggu apabila sebuah
tindakan yang khas tidak dilakukan.

Kompulsif kebiasaan yang disadari, dan


berulang, seperti mencuci, membersihkan,
checking, menghitung, mengumpulkan,
mengulang tindakan tertentu.

ETIOLOGI DAN
PATHOPHYSIOLOGY

Genetik
Kelainan pada sirkuit basal gangliafrontocortical
volume orbitofrontal dan thalamus
aktivitas orbitofrontal dan anterior cingulate
cortical pemikiran yang mengganggu (gejala
obsesif), dan cemas; dan mempengaruhi basal
ganglia bertanggung jawab terhadap gejala
Kompulsif

NONPSYCHIATRIC CLINICAL SPECIALISTS LIKELY TO


SEE OBSESSIVE-COMPULSIVE DISORDER PATIENTS

ETIOLOGI DAN
PATHOPHYSIOLOGY

Kelainan pada fungsi serotonin dan dopamin


Agonis

serotonin memperburuk gejala GOK


Sintesis serotonin menurunkan aktifitas
prefrontal cortex dan caudate nucleus
Stimulasi dopamin gerakan berulang, yang
munkin dapat dihentikan dengan pemberian
dopamin antagonis
Beberapa penelitian memperkirakan kurangnya
serotonin dan kontrol dari dopamin merupakan
defek primer pada GOK

PEDOMAN DIAGNOSTIK (PPDGJ)

Gangguan obsesif-kompulsif sering disertai gangguan depresif


dan sebaliknya

Pedoman Diagnostik
Dx, gejala2 obsesional atau tindakan kompulsif atau
kedua2nya harus ada hampir setiap hari selama sedikitnya dua
minggu berturut2, merupakan sumber distres atau gangguan
aktivitas
Ciri2 gejala obsesional
Hrs dikenal/disadari sbg pikiran/impuls dari diri individu
sendiri
Setidaknya ada satu pikiran atau tindakan yg masih tidak
berhasil dilawan, meskipun ada lainnya yg tidak lagi dilawan
oleh penderita

PEDOMAN DIAGNOSTIK (PPDGJ)

Pikiran utk melaksanakan tindakan tsb diatas bukan mrpk hal yg


memberi kepuasan atau kesenangan (sekedar perasaan lega dari
ketegangan/anxietas tidak tanggap sbg kesenangan seperti dimaksud
diatas)
Pikiran, bayangan atau impuls tsb hrs mrpk pengulangan yg tdk
menyenangkan

Termasuk
Neurosis anankastik
Neurosis obsesional
Neurosis obsesif-kompulsif
Diagnosis banding
Gangguan depresif primer
Sikzofrenia
Sindrom teurette

PENATALAKSANAAN

Pharmacotherapy
Serotonin-Specific

Reuptake Inhibitors

Clomipramine
valproate

(Depakene), lithium (Eskalith), or


carbamazepine (Tegretol).
venlafaxine (Effexor), pindolol (Visken), and the
monoamine oxidase inhibitors (MAOIs), especially
phenelzine (Nardil).

Behavior Therapy
Psychotherapy

PROGNOSIS

20-30% of patients have significant


improvement in their symptoms, 40 to 50
percent have moderate improvement.
The remaining 20 to 40 percent of patients
either remain ill or their symptoms worsen
About one third of patients with OCD have
major depressive disorder, and suicide is a
risk for all patients

PROGNOSIS

A poor prognosis is indicated by :


Yielding

to (rather than resisting) compulsions


Childhood onset
Bizarre compulsions
The need for hospitalization
A coexisting major depressive disorder
Delusional beliefs
The presence of overvalued ideas (i.e., some acceptance of
obsessions and compulsions)
The presence of a personality disorder (especially schizotypal
personality disorder).

A good prognosis is indicated by :


Good

social and occupational adjustment


The presence of a precipitating event
An episodic nature of the symptoms.

REAKSI TERHADAP STRESS YANG


BERAT & GANGGUAN PENYESUAIAN

REAKSI TERHADAP STRESS YANG BERAT &


GANGGUAN PENYESUAIAN

Diidentifikasikan atas dasar :


Simtomatologi

dan perjalanan penyakit


Faktor pencetus :

Stres kehidupan yang luar biasa stres akut


Perubahan penting dalam kehidupan situasi tidak
enak gangguan penyesuaian

Terdapat

pada semua kelompok umur

REAKSI STRES AKUT

Gangguan sementara yg cukup parah bbrp


jam/hari
Stressor berupa pengalaman traumatik luar biasa
ancaman serius t/n keamanan/integritas fisik
individu sendiri atau orang2 yg dicintai mis :
Bencana alam
Kecelakaan
Peperangan
Serangan tindakan kriminal
Perubahan luar biasa yang mendadak

REAKSI STRES AKUT


Faktor Predisposisi
Adanya trauma pada masa anak-anak
Sifat gangguan kepribadian ambang, paranoid,
dependen, atau antisocial
System pendukung yang tidak adekuat
Kerentanan genetic
Perubahan hidup penuh stress yang baru saja
terjadi
Persepsi lokus control eksternal, bukan
internal

Penggunaaan alcohol yang baru

REAKSI STRES AKUT


Etiology
By definition, acute stress disorder is a result
of a traumatic event in which the person
experienced or witnessed an event that
involved threatened or actual serious injury
or death and responded with intense fear
and helplessness.

REAKSI STRES AKUT


Symptoms

Symptoms include dissociative symptoms such as :


Numbing
Detachment
A reduction in awareness of the surroundings
Derealization
Depersonalization
Re-experiencing of the trauma
Avoidance of associated stimuli
Significant anxiety
Including irritability, poor concentration, difficulty sleeping, and
restlessness.

The symptoms must be present for a minimum of two days and a


maximum of four weeks and must occur within four weeks of the
traumatic event for a diagnosis to be made.

REAKSI STRES AKUT

Penting : kerentanan individual & kemampuan


menyesuaikan diri seseorang

Pedoman Diagnostik
Gambaran gejala campuran yg biasanya berubah2
Depresif
Keadaan

terpaku/bengong

Anxietas
Kemarahan
Kekecewaan
Overaktif
Penarikan

diri

REAKSI STRES AKUT

Kasus2 yg dpt dialihkan dari lingkup


stresornya gejala2nya dpt menghilang
dgn cepat (bbrp jam).
Bila stres berkelanjutan/tak dapat
dialihkan gejala mereda seletah 1-3
hari

Termasuk
Reaksi krisis akut
Kelelahan bertempur
Keadaan krisis
shock psikis

REAKSI STRES AKUT


Treatment
The disorder may resolve itself with time or may
develop into a more severe disorder such as PTSD.
Medication can be used for a very short duration (up
to four weeks) or psychotherapy can be utilized to
assist the victim in dealing with the fear and sense of
helplessness.
Prognosis
Prognosis for this disorder is very good.
If it should progress into another disorder, success
rates can vary according to the specific of that
disorder.

GANGGUAN PENYESUAIAN

Keadaan stres yg subjektif & gangguan


emosional yg biasanya menganggu kinerja
dan fungsi sosial
Timbul pd periode adaptasi terhadap suatu
perubahan dlm hidup yg bermakna /
kehidupan penuh stress
Predisposisi/kerentanan individual berperan
dlm resiko terjadinya gangguan kepribadian

GANGGUAN PENYESUAIAN

Adalah reaksi maladaptif jangka pendek


terhadap apa yang disebut orng awam
sebagai nasib malang pribadi atau apa yang
disebut dokter psikiatrik sebagai stressor
psikososial.
Disebut maladaptif karna adanya hendaya
dalam fungsi sosial atau pekejaan, atau
karna gejala atau prilaku dibawah normal.

GANGGUAN PENYESUAIAN
Etiologi
Satu atau beberapa stressor
Dimana inti dari mengerti gangguan
penyesuian adalah sifat stressor, arti sadar
dan bawah sadar stressor dan kerentanan
pasien.

GANGGUAN PENYESUAIAN
Manifestasi gangguan
Afek depresif
Anxietas
Kecemasan
Tdk mampu dlm penyesuaian
Tdk mampu merencanakan masa depan
Disabilitas kinerja kegiatan rutin
Remaja : perilaku agresif/disosiasi
Onset 1 bulan setelah mengalami stress
Lamanya 6 bln

GANGGUAN PENYESUAIAN
Pedoman Diagnostik
DX tergantung pd suatu evaluasi yg teliti
terhadap hubungan antara :
Bentuk, isis, keparahan gejala
Riwayat & kepribadian sebelumnya
Kejadian / situasi penuh stres/krisis kehidupan
Termasuk
Culture Shock
Reaksi berkabung
Hopitalisasi pada anak
Tak termasuk
Gangguan anxietas perpisahan masa kanak

GANGGUAN PENYESUAIAN

Jika kriteria gangguan penyesuaian telah dipenuhi,


maka bentuk klinis/peri domain dapat ditentukan
dengan menggunakan karakter ke 5:
F43.20

Reaksi depresif singkat : bersifat sementara


dgn jangka waktu < 1 bulan
F43.21 Reaksi depresif berkepanjangan : depresi
ringan sbg respon t/n stress berkepanjangan denghan
jangka waktu <2 tahun
F43.22 Reaksi campuran Anxietas dan depresif : gejala
anxietas & depresif keduanya menonjol, tapi tdk
melebihi F41.2/F41.3

GANGGUAN PENYESUAIAN
F43.23

dgn predominan gangguan emosi lainnya :


gejala-gejala adl anxietas, depresi,
kekhawatiran. Ketegangan, amarah. Kategori ini
juga hrs dipakai untuk reaksi pada anak-anak dgn
prilaku regresif, ngompol atau menghisap jempol
F43.24 dgn predominan gangguan tingkah laku.
Gangguan utama : tingkah laku, Raksi duka cita
remaja prilaku agresif/disosial
F43.25 dgn gangguan campuran emosi dan
tingkah laku. Gejala emosional dan tingkah laku
merupakan ciri menonjol

GANGGUAN PENYESUAIAN
Penatalaksanaan
Psikoterapi meerupakan pengobatan terpilh
untuk gangguan penyesuaian.
Terapi kelompok juga dapat sangat berguna.
Obat antiansietas atau antidepresan
tergantung jenis gangguan.
Prognosis
Prognosis baik dengan pengobatan yang
sesuai
Remaja biasanya memerlukan waktu pulih
lebih lama dibanding orang dewasa.

POST TRAUMATIC
STRESS DISORDER

POST TRAUMATIC STRESS


DISORDER

Timbul sbg akibat/respons yg berkepanjangan &


atau tertunda thd kejadian atau situasi yg
menimbulkan stres
Faktor predisposisi yaitu ciri kepribadian
(misalnya kompulsif astenik) dpt menurunkan
kadar ambang
Gejala khas
Episode2

bayangan kejadian traumatik terulang


kembali (flash backs) atau mimpi
Terjadi perasaan beku dan penumpukan emosi
Menjauhi orla
Tidak responsif thd lingkungannya
Menghindari aktivitas2/situasi yg berkaitan
menghindari ingatan traumatik
Bisa mendadak ketakutan, panik atau agresif

POST TRAUMATIC STRESS


DISORDER
Etiology
By definition, PTSD always follows a
traumatic event which causes intense fear
and/or helplessness in an individual.
Typically the symptoms develop shortly after
the event, but may take years.
The duration for symptoms is at least one
month for this diagnosis.

POST TRAUMATIC STRESS


DISORDER

Terjadi bangkitan otonomik berlebihan dgn


kenekatan yg berlebih, mudah kaget, tertegun,
insomnia
Bisa disertai anxietas & depresi, dan ide bunuh
diri
Onset bbrp minggu bulan = 6 bulan (perjalanan
berfluktuasi)

Pedoman Diagnostik
Timbulnya dlm waktu 6 bln, disebabkan oleh
suatu peristiwa traumatik yg luar biasa berat
Onset > 6 bln dgn manifest klinis khas seperti yg
telah disebutkan
Termasuk : Neurosis Traumatik

POST TRAUMATIC STRESS


DISORDER
Tipikal Gejala PTSD
Reexperiencing the traumatic event
Menghidupkan

kembali dlm ingatannya ttg peristiwa traumatis

tsb

Avoidance
Penderita

akan menghindari aktivitas atau situasi yg


mengingatkan kembali pd kejadian traumatis

Reduced responsiveness
Tdk

responsif thd dunia luar, psychic numbing (kaku/dingin),


emotional anesthesia

Increased arousal, anxiety, and guilt


Meningkatkan

keterbangkitan, mjd waspada, respon yg


berlebihan & gangguan tidur
Perasaan bersalah krn dpt bertahan dr kejadian traumatis,
sedangkan orang lain tdk

POST TRAUMATIC STRESS


DISORDER
Terapi
Pendekatan utama adalah mendukng,
mendorong untuk mendiskusikan peristiwa
dan pendidikan tentang berbagai mekanisme
mengatasinya.
Uji klinis menyatakan imipramin dan
antitriptilin baik.
Obat lain yang mungkin berguna adalah SSRI,
MAOI, dan antikonvulsan.

POST TRAUMATIC STRESS


DISORDER
Prognosis
30% pasien pulih sempurna,
40% terus menderita gejla ringan
20%terus mengalami gejala sedang
10% tidak berubah atau malah memburuk
Umumnya orang yang sangat muda atau
sangat lebih tua mengalami kesulitan

POST TRAUMATIC STRESS


DISORDER
Prognosis
Prognosis ranges from moderate to very
good.
Those with the best prognosis include
situations where the traumatic event was
acute or occurred only one time (e.g., car
accident) rather than chronic, or on-going
trauma (e.g., ongoing sexual abuse, war).

GANGGUAN DISOSIASI
(KONVERSI)

GANGGUAN DISOSIASI
(KONVERSI)

Kehilangan (sebagian/seluruh) integrasi


normal antara ingatan masa lalu, kesadaran
akan identitas dan penghayatan, kendali thd
gerakan tubuh

Bersifat psikogenik yg berkaitan dgn


kejadian traumatik, problem yg tak
terselesaikan, gangguan dalam pergaulan.

GANGGUAN DISOSIASI
(KONVERSI)
Gambaran Klinis
Amnesia disosiatif dengan ciri utama hilangnya
daya ingat
Stupor disosiatif, sangat berkurangnya atau
hilangnya gerakan-gerakan volunter dan respon
normal terhadap rangsangan luar.
Gangguan trans dan kesurupan, adanya
kehilangan sementara aspek penghayatan atas
identitas diri dan kesadaran atas lingkungannya.
Gangguan motorik disosiatif bentuk yang paling
umum adalah ketidakmampuan menggerakkan
seluruh atau sebagian anggota gerak.

PSIKOPATOLOGI
GANGGUAN SOMATOFORM

DEFINISI

Gangguan somatoform kelompok gangguan


yang meliputi symptom fisik (misalnya nyeri,
mual, dan pening) dimana tidak dapat
ditemukan penjelasan secara medis.

Berbagai symptom dan keluhan somatik


tersebut cukup serius sehingga menyebabkan
stress emosional dan gangguan dalam
kemampuan penderita untuk berfungsi dalam
kehidupan sosial dan pekerjaan.

GANGGUAN SOMATOFORM
Etiologi
Terdapat faktor psikososial berupa konflik
psikologis di bawah sadar yang mempunyai tujuan
tertentu.
Pada beberapa kasus ditemukan faktor genetik
dalam transmisi gangguan ini.
Selain itu, dihubungkan pula dengan adanya
penurunan metabolism (hipometabolisme) suatu
zat tertentu di lobus frontalis dan hemisfer non
dominan (Kapita Selekta, 2001)

GANGGUAN SOMATISASI

Diagnosis gangguan somatisasi digunakan untuk


individu-individu yang banyak menagalami
keluhan-keluhan somatic, berulang-ulang dan
berlangsung lama, yang jelas bukan karena suatu
penyebab fisik yang actual.

Individu-individu dengan gangguan ini menolak


pandangan bahwa penyebab dari keluhankeluhan mereka adalah factor psikologis dan
mereka tetap mencari pengobatan.

Gangguan ini sifatnya kronis (muncul selama


beberapa tahun dan terjadi sebelum usia 30
tahun), dan berhubungan dengan stres
psikologis yang signifikan, hendaya dalam
kehidupan sosial dan pekerjaan, serta
perilaku mencari pertolongan medis yang
berlebihan.

GEJALA (MENURUT DSM IV)

Empat simtom nyeri pada lokasi yang


berbeda (misalnya kepala, pundak, lutut,
kaki).

Dua simtom gastrointestinal (misalnya diare,


mual)

Satu simtom seksual yang berbeda dan rasa


sakit/ nyeri (misalnya ketidakmampuan
ereksi)

Satu simtom pseudoneurologis seperti pada


gangguan konversi, gangguan ini diduga
terjadi karena pasien terlalu sensitif dengan
sensasi fisik, terlalu berlebihan dalam
memperhatikan sensasi tersebut, atau
menginterpretasikannya secara berlebihan.

DIAGNOSIS PASTI GANGGUAN


SOMATISASI BERDASARKAN PPDGJ III:

Ada banyak dan berbagai gejala fisik yang


tidak dapat dijelaskan adanya kelainan fisik
yang sudah berlangsung sekitar 2 tahun.
Selalu tidak mau menerima nasehat atau
penjelasan dari beberapa dokter bahwa tidak
ada kelainan fisik yang dapat menjelaskan
keluhan-keluhannya.
Terdapat disabilitas dalam fungsinya di
masyarakat dan keluarga, yang berkaitan
dengan sifat keluhan-keluhannya dan dampak
dari perilakunya.

GANGGUAN SOMATISASI

Diagnosis banding
Gangguan

fisik
Gangguan afektif (depresif) dan anxietas
Gangguan hipokondrik
Gangguan waham

HIPOKONDRIASIS

Kondisi kecemasan yang kronis dimana


penderita selalu merasa ketakutan yang
patologik terhadap kesehatannya sendiri.
Penderita merasa yakin sekali bahwa dirinya
mengidap penyakit yang parah (serius).

ETIOLOGI

Perhatian yang berlebihan pada fungsi-fungsi


tubuh di masa kecil, entah karena meniru orang
tua atau karena pernah sakit keras sehingga
menjadikan yang bersangkutan pusat perhatian
di keluarganya.

Frustasi tertentu sebagai faktor pencetus.


Misalnya, seorang gadis yang tiba-tiba mengeluh
menderita macam-macam penyakit sesudah
putus hubungan dengan tunangannya.

Perkuatan yang diperoleh dari lingkungan


sosial. Misalnya, karena mendapatkan
pengalaman yang menyenangkan waktu
menderita sakit, selanjutnya seorang anak
mulai mengeluh menderita macam-macam
penyakit setiap kali menghadapi tantangan
hidup.

GANGGUAN HIPOKONDRIK
Kriteria Diagnostik
Untuk diagnosis pasti gangguan hipokondrik,
kedua hal ini harus ada:
Keyakinan yang menetap adanya sekurangkurangnya satu penyakit fisik yang serius yang
melandasi keluhan-keluhannya, meskipun
pemeriksaan yang berulang-ulang tidak
menunjang adanya alasan fisik yang memadai,
ataupun adanya preokupasi yang menetap
kemungkinan deformitas atau perubahan
bentuk penampakan fisiknya (tidak sampai
waham)

Tidak

mau menerima nasehat atau dukungan


penjelasan dari beberapa dokter bahwa tidak
ditemukan penyakit atau abnormalitas fisik
yang melandasi keluhan-keluhannya

GANGGUAN HIPOKONDRIK
Diagnosis Banding
Gangguan somatisasi
Gangguan depresif
Gangguan waham
Gangguan anxietas dan ggg panik

GANGGUAN DISMORFIK

Preokupasi dengan kecacatan tubuh yang tidak


nyata (misalnya hidung yang dirasakannya kurang
mancung), atau keluhan yang berlebihan tentang
kekurangan tubuh yang minimal atau kecil.

Beberapa pasien cenderung menghabiskan waktu


berjam-jam untuk mengamati kekurangan mereka
di cermin. Bahkan agar tidak mengingatnya,
terkadang mereka menyembunyikan cermin atau
menggunakan kamuflase, misalnya dengan
menggunakan pakaian yang sangat longgar.

Gangguan ini lebih banyak berpengaruh pada


perempuan dibanding laki-laki, dan onset
biasanya muncul sekitar usia 15-20 tahun.

Penyebab gangguan hingga saat ini belum


dapat diketahui dengan pasti.

Namun diperkirakan mungkin terdapat


hubungan antara gangguan dengan pengaruh
budaya atau sosial, dengan adanya konsep
stereotip tentang kecantikan.