Anda di halaman 1dari 23

Intervensi Gizi di

Negara
Berkembang
Oleh:
Asrianty Masud, S.Si, M.Pd

Pengertian
Intervensi
Gizi

Aktivitas yang direncanakan untuk


tujuan tertentu
Perencanaan dan implementasi
tindakan untuk mengatasi masalah
gizi yang sudah diidentifikasi

Tujuan
Intervensi
Gizi

Mengatasi atau memperbaiki masalah


gizi dengan perencanaan dan
implementasi intervensi gizi yang
tepat (perilaku, faktor resiko,
lingkungan, dan status kesehatan)
kebutuhan dan kondisi pasien

Planning

Implementation

Prioritas diagnosa gizi

Tahapan
Intervensi
Gizi

Menentukan tujuan intervensi


dan dampak yang diharapkan
- partisipasi pasien.
- macam perubahan
berdasarkan diagnosis gizi
- dalam jangka pendek atau
jangka panjang.
- cukup beralasan sesuai
keadaan
Menyeleksi strategi intervensi.
Apa yang akan dilakukan,
berapa lama, frequensi kontak

Mengkomuniskaikan
perencanaan asuhan gizi
Secara langsung
melaksanakan rencana
intervensi gizi
Mengkoordinasikan asuhan
gizi/ pelayanan kesehatan
yang dilakukan tenaga
kesehatan lain
Terus melakukan
pengumpulan data dan
memodifikasi rencana dan
strategi yang akan dilakukan
sesuai dengan kondisi dan
perubahan respon yang
terjadi

Pelayanan rawat inap (rumah


sakit, klinik dll)

Ruang
Lingkup
Intervensi
Gizi

Food and/or nutrient delivery


Nutrition education

Pelayanan rawat jalan


(klinik,Puskesmas dll)

Food and/or nutrient delivery


Nutrition Education (comprehensif)
Nutrition Counseling

Kondisi Gizi
di Indonesia

WHO : 60% kematian karena non


communicable disease (NCD) yang
disebabkan oleh 2 factor yaitu factor
yang dapat dikendalikan dan tidak
dapat dikendalikan
Salah satu pintu NCD adalah stunting
Indonesia : data WHO (2011) kematian
penduduk Indonesia karena NCD
(30%) lebih tinggi dibandingkan angka
secara global (25%)
Sedangkan prevalensi anak yang
pendek (stunted) di Indonesia sangat
tinggi sekitar 36%, padahal stunting
juga menjadi penyebab NCD

Kondisi Gizi
di Indonesia

Prevalensi stunting secara global


masih lebih rendah jika dibandingkan
di Indonesia yaitu 32% atau sekitar
178 juta anak yang stunting.
Indonesia menjadi kontributor nomor
5 penyumbang anak stunting di
dunia
Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah
Propinsi dengan tingkat prevalensi
tertinggi mengenai stunting di
Indonesia dengan angka 46.7%

Kondisi Gizi
di Indonesia

Gizi kurang, adalah suatu kondisi yang


diakibatkan oleh rendahnya asupan
makanan.
Biasanya kondisi ini karena asupan makanan
seseorang tidak dapat mencukupi kebutuhan
metabolic basalnya (BMR) yaitu energi
minimum yang dibutuhkan tubuh untuk
menjalankan fungsi fisiologis tubuh
Gangguan akibat kekurangan yodium
(GAKY). Tahun 1980 dimana hasil pemetaan
GAKY nasional mencapai 37,7% turun
menjadi 11,7% ditahun 2003. Pemerintah
membentuk Rancangan Aksi Nasional GAKY
(RAN GAKY) tahun 2005

Pelaksanaa
n Intervensi
Gizi

Suatu bentuk intevensi untuk mencegah stunting


harus dilakukan sebelum anak berusia 24 bulan.
Intervensi yang dilakukan setelah anak berusia 2
tahun hanya dapat memberikan kenaikan berat
badan yang cepat, bukan pertumbuhan dan
perkembangannya.
Anak menjadi tidak stunting, perkembangan
otaknya baik, lebih aktif dan produktif dan yang
paling penting adalah resiko menderita NCD
semakin kecil.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa mencegah
anak stunting dengan intervensi sebelum 2 tahun
akan menjadi cara yang efektif untuk menurunkan
resiko NCD pada fase usia berikutnya.

Pelaksanaa
n Intervensi
Gizi

Kurang Gizi
penimbangan balita
pemanfaatan pekarangan
oralit
kapsul vit A

Posyandu

Contoh
Kasus

Salah satu masalah pokok kesehatan di negaranegara Sedang berkembang masalah gangguan
terhadap kesehatan masyarakat yang
disebabkan oleh kekurangan gizi.
Gizi buruk merupakan kondisi kurang gizi yang
disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi
dan protein dalam asupan makanan sehari-hari
hingga tidak memenuhi Angka Kecukupan Gizi
(AKG).
Gizi buruk dapat disebabkan oleh daya beli
keluarga rendah/ekonomi lemah, lingkungan
rumah yang kurang baik, pengetahuan gizi
kurang, perilaku kesehatan dan gizi keluarga
kurang serta penyediaan sarana pendidikan
dan kesehatan yang masih kurang.

Contoh
Kasus

Beberapa hal dapat menyebabkan


terjadinya gizi buruk ini secara
langsung maupun tidak langsung,
antara lain jenis dan kebiasaan makan,
fluktuasi iklim, serta keadaan
lingkungan seperti sanitasi yang buruk,
pemukiman padat, dan infeksi yang
berulang.
Dilihat dari faktor-faktor di atas
disebutkan bahwa negara berkembang
seperti Indonesia cenderung
mempunyai kemungkinan lebih besar
mengalami banyak kasus gizi buruk.

World Healt Organization (WHO),


menjelaskan bahwa permasalahan gizi dapat
ditunjukan dengan besarnya angka kejadian
gizi buruk di negara tersebut.
Angka kejadian gizi buruk di Indonesia
menduduki peringkat ke 142 dari 170 negara
dan terendah di ASEAN.
Data WHO menyebutkan angka kejadian gizi
buruk pada balita tahun 2002 meningkat
8,3% dan gizi kurang 27%.
Tahun 2007 lalu tercatat sebanyak 4 juta
balita di Indonesia mengalami gizi kurang
dan 700 ribu anak dalam kategori gizi buruk.

Contoh
Kasus

Indonesia merupakan salah satu


negara berkembang, pada saat ini
mengalami beban ganda masalah
gizi,ketika permasalahan gizi kurang
belum terselesaikan, muncul
permasalahan gizi lebih
Prevalensi overweight anak laki-laki
usia 6-14 tahun sebesar 9,5% (2007)
meningkat menjadi 10,7% (2010) dan
pada perempuan sebesar 6,4% (2007)
meningkat menjadi 7,7% (2010)

Al Baqarah : 29

Menurut Al
Quran dan
Hadits

Ayat ini menunjukkan bahwa segala sesuatu termasuk


makanan yang ada di bumi adalah nikmat dari Allah
Subhanahu wa taala, maka ini menunjukkan bahwa hukum
asalnya adalah halal dan boleh, karena Allah Subhanahu wa
taala tidaklah memberikan nikmat kecuali yang halal dan
baik
Abasa : 24
Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zatzat gizi dan atau unsur-unsur/ikatan kimia yang dapat
diubah menjadi zat gizi oleh tubuh, yang berguna bila
dimasukkan ke dalam tubuh
Anjuran yang jelas dari Al-Quran adalah hendaklah manusia
memperhatikan makanan dan minumannya dalam jumlah
secukupnya, tidak kekurangan dan tidak berlebihan, serta
makanannya itu dipilih dari bahan makanan yang halal dan
thayyib

Al Maidah : 88 dan 96.

Menurut Al
Quran dan
Hadits

Surat Al-Maidah ayat 96 telah menjelaskan halal


untuk hewan laut seperti ikan, udang, dan lainnya.
Makanan tersebut memiliki banyak kandungan
protein yang berfungsi sebagai pembentukan ikatanikatan esensial tubuh, mengatur keseimbangan air,
memelihara netralitas tubuh, pembentukan antibodi,
mengangkut zat-zat gizi, dan sumber ener
Al Muminun : 21
Surat Al-Muminun ayat 21 telah menjelaskan
pentingnya daging dan susu. Daging dan susu juga
merupakan sumber protein hewani yang bermanfaat
untuk tubuh

Menurut Al
Quran dan
Hadits

An-Nahl : 69
Surat An Nahl ayat 69 juga menjelaskan
pentingnya buah-buahan yang didalamnya
terkandung vitamin dan mineral. Vitamin
dan mineral memiliki manfaat sebagai
pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan
tubuh serta pengatur proses tubuh.
Makanan haram
Al Baqarah : 173
Al Anam : 119

Al Araf : 31
Surat Al-Araf ayat 31 yang telah menjelaskan tentang
pentingnya implementasi gizi seimbang.

Menurut Al
Quran dan
Hadits

Dimana ketika menerapkan pola makan gizi seimbang


dalam kehidupan maka kelebihan dalam
mengonsumsi tidak terjadi. Kelebihan konsumsi zat
gizi seperti karbohidrat, protein dan lemak dapat
menyebabkan obesitas.
Obesitas merupakan salah satu resiko untuk
menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit
jantung koroner, diabetes mellitus tipe II, hipertensi,
stroke, dan lainnya.
Selain itu kekurangan konsumsi zat gizi juga
menyebabkan masalah gizi seperti kekurangan
vitamin A (KVA), gangguan akibat kekurangan yodium
(GAKY), anemia defisiensi zat besi, dan kekurangan
energi protein (KEP)

Menurut Al
Quran dan
Hadits

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam


bersabda:
Tidaklah anak Adam memenuhi sesuatu
yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah
bagi anak Adam tersebut beberapa suap
yang dapat menegakkan tulang
punggungnya. Jika tidak ada cara lain maka
sepertiga dari perutnya untuk makanan,
sepertiga untuk air minumnya dan seperti
lagi untuk nafasnya. (HR. Tirmidzi dan Al
Hakim, Imam Arnauth dan Imam Adz
Dzahabi mensahihkan hadits ini).

Pendapat
Ahli Gizi

Ketika seseorang terlalu kenyang dan terlalu


banyak makan, maka lambung akan penuh
dan pernafasannya akan terganggu.
Proses pencernaan menjadi lama dan zat-zat
yang terkandung dalam makanan tersebut
tidak berfungsi dengan baik. Kondisi fisik
menjadi tidak prima dan aktivitas pun tidak
maksimal.
Prof. Dr. Musthofa menekankan bahwa
kenyang itu bukan memenuhi berlebihan
dengan makanan. Kenyang sebenarnya
adalah tercukupinya tubuh oleh zar-zat gizi
yang dibutuhkan sesuai dengan proporsi dan
ukurannya

Semoga
Bermanfaat
Wassalamu alaikum warrahmatullahi wabarokatuh