Anda di halaman 1dari 23

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR

EVAPORATOR EFEK TUNGGAL MEMERLUKAN SEKITAR 1 KG STEAM UNTUK


MENGUAPKAN 1 KG AIR. KINERJA SISTIM EVAPORATOR INI DAPAT
DITINGKATKAN DENGAN
OPERASI EFEK GANDA
SISTIM VAPOR RECOMPRESSION
SIKLUS HEAT PUMP
SISTIM EFEK GANDA DIPERKENALKAN PERTAMA KALI OLEH RILLIEUX
PADA TH. 1830. PADA SISTIM INI, UAP AIR DARI EFEK PERTAMA
DIMANFAATKAN SEBAGAI PEMANAS PADA EVAPORATOR EFEK KEDUA
DENGAN TITIK DIDIH YANG LEBIH RENDAH. HAL INI DIMUNGKINKAN
DENGAN MENGOPERASIKAN EVAPORATOR EFEK KEDUA PADA TEKANAN
YANG LEBIH RENDAH DARI PADA EFEK PERTAMA, DEMIKIAN SETERUSNYA.
PADA SISTIM EFEK GANDA INI, EFEK TERAKHIR DIOPERASIKAN PADA
TEKANAN VAKUM. DENGAN SISTIM EVAPORATOR EFEK GANDA
KEBUTUHAN STEAM DIPERKECIL. SISTIM EVAPORATOR N EFEK KIRA-KIRA
MEMERLUKAN 1/N KG STEAM UNTUK MENGUAPKAN 1 KG AIR, ATAU
STEAM ECONOMY NYA, YAITU KG AIR YANG DIUAPKAN PER KG STEAM
YANG DIGUNAKAN, ADALAH SEKITAR N

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


ADA BEBERAPA SISTIM EVAPORATOR EFEK GANDA YAITU:
FEED FORWARD DAN FEED BACKWARD

FEED FORWARD

FEED BACKWARD

Feed Forward digunakan bila larutan pekat sangat peka terhadap panas
Feed Backward digunakan bila larutan pekat sangat viskus

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


LANGKAH-LANGKAH PERHITUNGAN
1. Tentukan titik didih larutan pada efek terakhir, T3, dari konsentrasi
larutan produk dan tekanan pada efek terakhir, T3=T30+BPR3 dimana
T30=TSAT(P3). Tentukan beda suhu total: T=TS-T30.
2. Tentukan jumlah total uap dari neraca bahan overall. Buat trial awal
untuk jumlah uap tiap efek dengan menganggap jumlah uap tiap efek
sama. Buat neraca bahan tiap efek untuk mendapatkan L1, L2, dan
L3..Kemidian hitung konsentrasi solid dalam tiap efek dengan solid
balance, Hitung Teff dimana1 /Teff=T-BPR
U
T
T
1 / U 1 / U 1 / U
3. Hitung T1, T2, T3:
Kemudian hitung titik didih
i

eff

tiap-tiap efek: T1=TS-T1, dan T10=T1-BPR1, P1=P1SAT(T10), T2=T10-T2,


T20=T2-BPR2, P2=P2SAT(T20), T3=T30+ BPR3
1. Dari neraca bahan dan neraca energy tiap efek hitung kembali jumlah
uap dan liquid keluar tiap efek. Bandingkan dengan yang diasumsi
pada langkah 2. Bila mendekati, lanjut ke step 5, bila berbeda jauh,
ulangi step 2
2. Dari Capacity equation tiap efek hitung luas perpindahan panas tiap
efek. Bila tidak sama, maka adakan koreksi terhadap beda suhu tiap

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


V1

V2

V3

F,XF

L1, X1

L2, X2

L3, X3

MATERIAL BALANCE:
SISTIM TOTAL: F = L3 + (V1+V2+V3)
F XF = L3 X3
EFEK 1: F = L1+V1 (OVERALL) ;

F XF = L1 X1 (SOLID)

EFEK 2: L1 = L2 + V2 (OVERALL); L1 X1 = L2 X2 (SOLID)


EFEK 3: L2 = L3 + V3 (OVERALL); L2 X2 = L3 X3 (SOLID)

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


ENERGY BALANCE:
SUHU REFERENCE O0C
EFFECT 1: F Cp (TF-0) + S S1 = L1 Cp (T1 0) + V1 HV1
EFFECT 2: L1 Cp (T1 0) + V1 S2 = L2 Cp (T2 0) + V2 HV2
EFFECT 3: L2 Cp (T2 0) + V2 S3 = L3 Cp (T3 0) + V3 HV3
BILA KENAIKAN TITIK DIDIH DIABAIKAN
EFEK 1: F Cp (TF-T1) + S S1 = V1S2 (SUHU REFERENCE=T1)
EFEK 2: L1 Cp (T1-T2) + V1S2 = V2 S3 (SUHU REFERENCE=T2)
EFEK 3: L2Cp(T2 T3 )+ V2S3= V3 S4 (SUHU REFERENCE=T3)

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


CONTOH SOAL-1
Suatu evaporator tiga efek digunakan untuk menguapkan larutan
gula yang mengandung 10% berat solid ke konsentrasi 50% berat
solid. Kenaikan titik didih bisa diestimasi dari persamaan
BPR0C=1.78 X + 6.22 X2dimana x adalkah fraksi berat gula dalam
larutan.Digunakan steam jenuh pada tekanan 205.5 kPa
(121.10C).Tekanan pada efek ketiga adalah 13.4 kPa. Laju alir
umpan adalah 22680 kg/jam pada suhu 26.70C. Kapasitas panas
larutan dinyatakan dengan Cp=4.19-2.35 x kJ/kg K. Panas pelarutan
diabaikan. Koefisien perpindahan panas overall tiap efek sudah
diestimasi yaitu: U1=3123, U2 =1987, U3 =1136 W/M2k. Bila tiap efek
mempunyai luas perpindahan panas yang sama, maka hitung luas
perpindahan panas, jumlah steam yang dibutuhkan dan steam
economy.

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


PENYELESAIAN
Step 1:
Pada P3=13.4 kPa, suhu jenuh air adalah 51.670C dari steam table. Untuk x3=0.5,
didapat BPR3=2.450C, T3=T30+BPR3= 51.67+2.45=54.120C.
Step 2:
Hitung L3: Solid balance FxF = L3x3 + 0 22680(0.1)=L3(0.5) L3=4536 kg/jam
Hitung Total penguapan: F = L3 + (V1+V2+V3) V1+V2+V3=F-L3=22680-4536=18144
Asumsi V1=V2=V3=18144/3=6048 kg/jam
Neraca bahan efek 1: F=V1+L122680=6048+L1 L1=16632 kg/j
Neraca bahan efek 2: L1=V2+L2 16632=6048+L2 L2=10584 kg/j
Neraca bahan efek 3: L2=V3 + L3 10584=6048+L3 L3=4536 kg/j
Solid balance efek 1: FxF = L1x1 22680(0.1)=16632 x1 x1 = 0.136
Solid balance efek 2: L1x1 = L2 x2 16632(0.136)=10584 x2 x2 = 0.214
Solid balance efek 3: L2x2 = L3 x3 10584(0.214)=4536 x3 x3 =0.5

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


STEP 3:
Hitung BPR: BPR1=1.78 x1+6.22 x12=1.78(0.136)+6.22(0.136)2=0.360C
BPR2 =1.78 x2 +6.22 x22 =1.78(0.214)+6.22(0.214)2 =0.65C
BPR3 =1.78 x3 +6.22 x32 =1.78(0.5)+6.22(0.5)2 =2.450 C
Hitung Tavailable: Tavailable=T-BPR=TS1-T30-(BPR1+BPR2+BPR3)
= 121.1-51.67-(0.36+0.65+2.45)=65.90C
Hitung Ti: T1=T (1/U1)/(1/U1+1/U2+1/U3)=
= 65.97(1/3123)/(1/3123+1/1987+1/1136)=12.40C
Dengan cara sama didapat T2=19.50C, T3=34.070C
Hitung suhu masing-masing efek: T1=TS1-T1=121.1-15.56=105.540C
TS2=T1-BPR1=105.54-0.36=105.180C, T2=TS2-T2=105.18-19.5=86.840C

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


STEP 4
Kapasitas panas liquid: F : Cp=4.19-2.35 (0.1)

=3.955 kJ/kg.K

L1: Cp=4.19-2.35 (0.136)=3.869


L2: Cp=4.19-2.35 (0.214)=3.684
L3: Cp=4.19-2.35 (0.5)

=3.015

Enthalpy uap dan panas laten pengembunan:


Efek 1: HV1=HS2+Cpv( BPR1)= 2684+ 1.884 (0.36) =2685 kJ/kg
S1 = HS1-hS1 = 2708-508= 2200 kJ/kg
Efek 2: HV2 = HS3 + Cpv (BPR2) = 2654 + 1.884 (0.65) = 2655 kJ/kg
S2 = HV1-hS2 = 2685 441 = 2244 kJ/kg
Efek 3: HV3 = HS4 + Cpv (BPR3)=2595 + 1.884 (2.45)= 2600 kJ/kg
S3 = HV2 hS3 = 2655 361 = 2294 kJ/kg

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


NERACA BAHAN DAN ENERGY
EFEK 1: F=V1 + L1 V1 = 22680 L1
F Cp (TF 0) + S S1 = L1Cp (T1 0) + V1HV1
22680(3.955)(26.7)+S(2200)=L1(3.869)(105.54)+(22680-L1)(2685)
EFEK 2: L1= V2 + L2 V2 = L1 L2
L1Cp (T1-0)+V1S2=L2Cp(T2-0)+V2HV2
L1(3.869)(105.54)+(22680-L1)(2244)=L2(3.684)(86.84)+(L1-L2)(2655)
EFEK 3: L2 = V3 + L3 V3 = L2 L3
L2Cp(T2-0)+V2S3=L3Cp(T3-0)+V3HV3
L2(3.684)(86.84)+(L1-L2)(2294)=4536(3.015)(54.12)+(L2-4536)(2600)
DIDAPAT: L1=17078, L2 = 11068, L3=4536 kg/j
S=8936, V1=5602, V2 = 6010, V3 = 6532 kg/j
HARGA V1 , V2 , V3 YANG DIHITUNG INI CUKUP DEKAT DENGAN HARGA

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


STEP 5
HITUNG LUAS PERPINDAHAN PANAS MASING-MASING EFEK
Q1=SS1=U1A1T1 (89360/3600)(2200 x 1000)=(3123)A1(15.56)A1=112.4 m2
Q2=V1S2=U2A2T2 (5602/3600)(2244x1000)=(1987)A2(18.34)A2=95.8 m2
Q3=V2S3=U3A3T3 (6010/3600)(2294x1000)=(1136)A3(32.07)A3=105.1 m2
LUAS RATA-RATA, Am=104.4 m2. PERBEDAAN LUAS MASING-MASING EFEK DENGAN
HARGA RATA-RATA KURANG DARI 10%. SEBENARNYA TAK DIPERLUKAN TRIAL KEDUA.
TAPI UNTUK MENJELASKAN METODA PERHITUNGAN NYA, DISINI DILAKUKAN TRIAL
KEDUA DENGAN MENGULANG MULAI STEP KEDUA MENGGUNAKAN HARGA L1 DAN L2
YANG BARU YANG DIHITUNG PADA STEP 4.

STEP 2 ULANGAN
22680 (0.1)= 17078 x1 x1 = 0.133
17078 (0.133)=11068 x2 x2 = 0.205
11068 (0.205)= 4536 x3 x3 = 0.5

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


STEP 3 ULANGAN
BPR1 =1.78 x1 + 6.22 x12 = 1.78 (0.133) + 6.22 (0.133)2 = 0.35
BPR2 =1.78 x2 + 6.22 x22 = 1.78 (0.205) + 6.22 (0.205)2 = 0.63
BPR3 =1.78 x3 + 6.22 x32 = 1.78 (0.5) + 6.22 (0.5)2 = 2.45
Tavailable=121.1-51.67 (0.35+0.63+2.45)=660C
HARGA BARU BEDA SUHU:
T1 =A1 T1/Am=15.56 (112.4)/104.4 = 16.77
T2 =A2 T2/Am = 18.34 (95.8)/104.4 = 16.87
T3=A3 T3/Am = 32.07 (105.1)/104.4 = 32.36
SUHU MASING-MASING EFEK:
T1=TS1- T1= 121.1 16.77 = 104.330C,

TS1 = 121.10C

TS2=T1-BPR1=104.330.35=103.98, T2=TS2-T2=103.98-16.87=87.110C
TS3=T2-BPR2=87.11-0.63=86.480C, T3=TS3-T3=86.48-32.36=54.120C

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


STEP 4 ULANGAN
KAPASITAS PANAS LIQUID: Cp=4.19-2.35 x
ALIRAN
x
Cp, kJ/kg K

L1

0.1

0.133

3.955

3.877

L2

L3

0.205

0.5

3.708

3.015

HARGA ENTHALPY DAN PANAS LATEN PENGEMBUNAN


HV1=HS2 + 1.884 BPR1= 2682+1.884(0.35)=2683 kJ/kg
S1=HS1-hs1= 2708 508 = 2200 kJ/kg
HV2 =HS3 + 1.884 BPR2 = 2654+1.884(0.63)=2655 kJ/kg
S2 =HV1 hS2 = 2683 440 = 2243 kJ/kg
HV3 =HS4 + 1.884 BPR3 = 2595+1.884(2.45)=2600 kJ/kg
S3=HV2 hS3 = 2655 362 = 2293 kJ/kg

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


STEP 4 ULANGAN
ENERGY BALANCE:
22680(3.955)(26.7-0)+S(2200)=L1(3.877)(104.33-0)+(22680-L1)(2683)
L1(3.877)(104.33-0)+(22680-L1)(2243)=L2(3.708)(87.11-0)+(L1-L2)(2655)
L2(3.708)(87.11-0)+(L1-L2)(2293)=4536(3.015)(54.12-0)+(L2-4536)(2600)
DIDAPAT: L1=17005, L2=10952, L3=4536, S=8960 kg/j
V1=5675, V2=053, V3=6416 kg/j
STEP 5 ULANGAN:
CAPACITY EQUATION:
Q1=SS1=U1A1T1(8960/3600)(2200x1000)=3123 A1(16.77)A1=104.6 m2
Q2=V1S2=U2A2T2(5675/3600)(2243x1000)=1987 A2(16.87)A2=105.6 m2
Q3=V2S3=U3A3T3(6053/3600)(2293x1000)=1136 A3(32.36)A3=104.9 m2
LUAS RATA-RATA, Am=105 m2.
STEAM ECONOMY = (5675+6053+6416)/8960 = 2.025

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


CONTOH SOAL-2
4 kg/s suatu cairan yang mengandung 10% solid dialirkan pada 294 K ke
efek pertama dari unit evaporator tiga efek. Cairan dengan kandungan 50%
solid akan dikeluarkan dari efek ketiga yang beroperasi pada tekanan 13
kN/m2 (0.13 bar). Cairan mmpunyai panas jenis 4.18 kJ/kg K dan kenaikan
titik didih diabaikan. Steam jenuh kering pada 205 kN/m2 dialirkan ke ruang
pemanas efek pertama, dan kondensat dikeluarkan pada suhu steam
didalam masing-masing efek. Ketiga efek mempunyai luas perpindahan
panas yang sama. Harga koefisien perpindahan panas pada efek pertama,
kedua, dan ketiga berturut-turut adalah 3.1, 2.0, dan 1.1 kW/m2.
A) Tentukan luas perpindahan panas dan laju steam yang dibutuhkan.
B) Seperti A) tapi sistim evaporator yang digunakan adalah feed backward
( feed masuk pada efek ketiga dan produk cairan pekat dikeluarkan pada
efek pertama). Pda sistim harga koefisien perpindahan panas untuk efek
pertama, kedua dan ketiga beturut-turut adalah 2.5, 2.0, dan 1.6 kW/m2K

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


PEYELESAIAN
Sistim Feed Forward:
Step 1:
Suhu steam jenuh kering pada 205 kN/m2 adalah 394 K, dan pada tekanan 13 kN/m2
suhu didih air adalah 325 K. Sehingga beda suhu total T=394-325=69 K.
Step 2:
Neraca bahan solid keseluruhan efek: F xF = L3x3 4(0.1)=L3 (0.5) L3=0.8 kg/s
Neraca bahan total kesluruhan efek: F = L3 + (V1+V2+V3) 4 = 0.8 + (V1+ V2 +V3)
V1+ V2 + V3 = 4 - 0.8 = 3.2 kg/s
Neraca bahan total efek 1: F = V1+L1 L1=4 V1
Neraca bahan total efek 2: L1 = V2 + L2 L2 = L1 V2
Karena tak ada kenaikan titik didih maka tak perlu trial V1, V2 dan V3 dalam rangka
menentukan konsentrasi solid didalam tiap efek.

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


Step 3:
Trial beda suhu tiap efek:
T1= T (1/U1)/(1/U1 + 1/U2 + 1/U3)=69 (1/3.1)/(1/3.1 + 1/2.0 + 1/1.1)=13 K
T2 = T (1/U2)/(1/U1 + 1/U2 + 1/U3)=69 (1/2.)/(1/3.1 + 1/2.0 + 1/1.1)= 20 K
T3 = T (1/U3)/(1/U1 + 1/U2 + 1/U3)=69 (1/1.1)/(1/3.1 + 1/2.0 + 1/1.1)= 36 K
Karena suhu umpan dingin maka T1 ditrial lebih besar sedikit dari yang dihitung
diatas. Maka dipilih harga berikut: T1=18 K, T2 = 17 K, T3 = 34 K.
Suhu tiap efek: T1=TS1 T1 18 = 394 T1 T1 = 376 K, TS2 = T1 = 376 K
T2 = TS2 T2 17 = 376 T2 T2 = 359 K, TS3 = T2 = 359 K
T3 = TS3 T3 34 = 359 T3 T3 = 325 K, TS4 = T3 = 325 K
Step 4:
Panas Laten pengembunan uap air: TS1 = 394 K S1= 2200 kJ/kg
TS2 = 376 K S2 =2249 kJ/kg
TS3= 359 K S3 = 2293 kJ/kg

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


Neraca panas tiap efek:
Efek 1: S S1 = FCp(T1- TF)+V1 S2 2200 S = 4 (4.18)(376-294)+2249 V1 (1)
Efek 2: V1S2+(F-V1)Cp(T1-T2)=V2S3 2249 V1+(4-V1)4.18(376-359)=2293 V2 (2)
Efek 3: V2S3+(F-V1-V2)Cp(T2-T3)=V3S4
2293 V2+(4-V1-V2)4.18(359-325)=2377 V3
Sedangkan total penguapan V1+ V2 + V3 = 3.2
Dari ke empat persamaan ini diperoleh:
V1=0.991, V2=1.065, V3=1.144, dan S=1.635 kg/s
Neraca bahan efek 1:
Total: L1=4-V1=4-0.991=3.009
Solid: FxF=L1x1 x1 = 4(0.1)/(3.009)=0.133
Neraca bahan efek 2:
Total: L2 =L1 V2 = 3.099 1.065 = 2.034 kg/s
Solid: L1x1 = L2 x2 x2 = 3.009(0.133)/2.034=0.205

(3)
(4)

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


Step 5:
Perhitungan luas perpindahan panas dari capacity equation
SS 1 1.635 x 2200

U1T1
3.1 x 18

64.5 m2

V1S 2 0.991 x 2249

U 2 T2
2.0 x 17

65.6 m2

A1

A2

A3

V2 S 3 1.085 x 2293

U 3 T3
1.1 x 34

65.3 m2

Ketiga luas perpindahan panas ini hampir sama, sehingga beda suhu untuk
masing-masing efek yang diasumsi semula sudah benar.
Luas perpindahan panas rata-rata: Am=(64.5+65.6+65.3)/3=65.13 m2
Kebutuhan steam= 1.635 kg/s
Steam economy= 3.2/1.635 = 2.0

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


PENYELESAIAN
Sistim Feed Backward:
Step 1:
Suhu steam jenuh kering pada 205 kN/m2 adalah 394 K, dan pada tekanan 13 kN/m2
suhu didih air adalah 325 K. Sehingga beda suhu total T=394-325=69 K.
Step 2:
Neraca bahan solid keseluruhan efek: F xF = L1x1 4(0.1)=L1 (0.5) L1 =0.8 kg/s
Neraca bahan total kesluruhan efek: F = L1 + (V1+V2+V3) 4 = 0.8 + (V1+ V2 +V3)
V1+ V2 + V3 = 4 - 0.8 = 3.2 kg/s
Neraca bahan total efek 3: F = V3 +L3 L3 =4 V3
Neraca bahan total efek 2: L3 = V2 + L2 L2 = L3 V2=4 V3 V2
Karena tak ada kenaikan titik didih maka tak perlu trial V1, V2 dan V3 dalam rangka
menentukan konsentrasi solid didalam tiap efek.

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


Step 3:
Trial beda suhu tiap efek:
T1= T (1/U1)/(1/U1 + 1/U2 + 1/U3)=69 (1/2.5)/(1/2.5 + 1/2.0 + 1/1.6)=18 K
T2 = T (1/U2)/(1/U1 + 1/U2 + 1/U3)=69 (1/2.)/(1/2.5 + 1/2.0 + 1/1.6)= 23 K
T3 = T (1/U3)/(1/U1 + 1/U2 + 1/U3)=69 (1/1.6)/(1/2.5 + 1/2.0 + 1/1.6)= 28 K
Dipilih harga berikut: T1=20 K, T2 = 24 K, T3 = 25 K.
Suhu tiap efek: T1=TS1 T1 20 = 394 T1 T1 = 374 K, TS2 = T1 = 374 K
T2 = TS2 T2 24 = 374 T2 T2 = 350 K, TS3 = T2 = 350 K
T3 = TS3 T3 25 = 350 T3 T3 = 325 K, TS4 = T3 = 325 K
Step 4:
Panas Laten pengembunan uap air: TS1 = 394 K S1= 2200 kJ/kg
TS2 = 374 K S2 =2254 kJ/kg
TS3= 350 K S3 = 2314 kJ/kg

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


Neraca panas tiap efek:
Efek 3: V2 S3 = FCp(T3 - TF)+V3 S4 2314 V2 = 4 (4.18)(325-294)+2377 V3 (1)
Efek 2: V1S2=(F-V3)Cp(T2 T3 )+V2S3 2254 V1= (4-V3)4.18(350-325)+2314 V2 (2)
Efek 1: S S1 = (F-V2 V3 )Cp(T1 T2 ) + V1 S2
2200 S= (4-V2 V3 )4.18(374-350) + 2254 V1
Sedangkan total penguapan V1+ V2 + V3 = 3.2
Dari ke empat persamaan ini diperoleh:
V1=1.261, V2=1.086, V3=0.853, dan S=1.387 kg/s
Neraca bahan efek 3:
Total: L3 =4-V3 =4-0.853=3.147
Solid: FxF=L3 x3 x3 = 4(0.1)/(3.147)=0.127
Neraca bahan efek 2:
Total: L2 =L3 V2 = 3.147 1.086 = 2.061 kg/s
Solid: L2 x2 = L3 x3 x2 = 3.147(0.127)/2.061=0.194

(3)
(4)

MULTIPLE EFFECT EVAPORATOR


Step 5:
Perhitungan luas perpindahan panas dari capacity equation

A1

SS 1 1.387 x 2200

U 1T1
2.5 x 20

61.0 m2

A2

V1S 2 1.261 x 2254

U 2 T2
2.0 x 24

59.2 m2

A3

V2 S 3 1.086 x 2314

U 3 T3
1.6 x 25

62.8 m2

Ketiga luas perpindahan panas ini hampir sama, sehingga beda suhu untuk
masing-masing efek yang diasumsi semula sudah benar.
Luas perpindahan panas rata-rata: Am=(61.0+59.2+62.8)/3=61 m2
Kebutuhan steam= 1.387 kg/s
Steam economy= 3.2/1.387 = 2.3