Anda di halaman 1dari 20

Perdarahan uterus abnormal yang

terjadi didalam maupun diluar siklus


haid, yang semata-mata disebabkan
gangguan fungsional mekanisnme kerja
hipotalamus-hipofisis-ovarium-
endometrium tanpa kelainan organik
alat reproduksi.
Disebabkan oleh gangguan fungsional poros
hipotalamus, hipofisis dan ovarium dengan
perdarahan interval abnormal, intensitas
perdarahan normal banyak, tidak terjadi ovulasi
dan tidak ada pembentukan korpus luteum. Hal
tersebut menyebabkan progesteron tidak
disekresi dan terjadi paparan estrogen pada
endometrium yang terus menerus. Proliferasi
endometrial terus terjadi tanpa disokong
progesteron. Pada akhirnya endometrium akan
luruh secara irreguler (non siklik, tidak terprediksi,
perdarahan dengan volume yang inkonsisten).
Meliputi perubahan-perubahan yang terjadi
dalam hal frekuensi, durasi, atau jumlah darah
yang keluar dalam siklus haid serta kejadian
perdarahan diluar siklus haid.
Faktor Kejiwaan dan Usia
Alat kontrasepsi hormonal
Alat kontrasepsi dalam rahim
Beberapa penyakit yang dihubungkan
dengan perdarahan rahim,
trombositopenia
Perdarahan rahim yang terjadi karena
tumor organ reproduksi, kista ovarium,
dan infeksi vagina
Dapat terjadi pada setiap umur terutama antara
menarche dan menopause. Pada remaja keadaan ini
disebabkan fungsi hipotalamus-hipofisis-ovarium belum
matang. Pada masa klimakterium terjadi penurunan
kepekaan ovarium dari rangsangan gonadtropin dan
terjadi peristiwa anovulasi
Jika seseorang stress maka hormon seperti kortisol
meningkat yang diketahui mengganggu ovulasi.
Alat kontrasepsi dalam rahim seperti IUD juga mungkin
mengalami periode yang berlebihan atau
berkepanjangan.
Gangguan trombosit adalah kelainan darah yang paling
umum yang menyebabkan perdarahan yang
berlebihan, gangguan trombosit yang paling umum
adalah penyakit von Willebrand . Wanita dengan
penyakit von Willebrand umumnya akan mengalami
tidak hanya perdarahan menstruasi yang berat, tapi
mimisan, memar mudah, dan darah dalam tinja.
Perdarahan berat
Bercak
Absen periode
Irregular periode
Perdarahan berat diklasifikasikan sebagai peningkatan
50% dalam aliran normal atau berendam melalui lebih
dari 10 tampon atau pembalut dalam sehari.
Perdarahan yang berlangsung lebih dari seminggu
juga dianggap berat
Episode perdarahan terobosan yang terjadi antara
periode menstruasi yang teratur disebut bercak
Periode mungkin berhenti begitu mereka sudah mulai
(disebut amenore sekunder), atau mereka mungkin
tidak pernah dimulai di tempat pertama (disebut
amenore primer
Mendapatkan waktu yang singkat atau cahaya setiap
dua sampai tiga minggu, bukan satu periode bulanan
sehingga dianggap tidak teratur. Pendarahan setelah
menopause, juga, tidak teratur dan harus diselidiki
segera
Batasan Pola Abnormalitas Perdarahan

Oligomenorea Perdarahan uterus yang terjadi dengan interval > 35 hari dan
disebabkan oleh fase folikuler yang memanjang.
Polimenorea Perdarahan uterus yg trjadi dgn interval <21 hari & disebabkan
defek fase luteal.
Menoragia Perdarahan uterus yang terjadi dengan interval normal ( 21
35 hari) namun jumlah darah haid > 80 ml atau > 7 hari.
Menometroragia Perdarahan uterus yang tidak teratur, interval non-siklik dan
dengan darah yang berlebihan (>80 ml) dan atau dengan durasi
yang panjang ( > 7 hari).
Metroragia / Perdarahan uterus yang tidak teratur diantara siklus ovulatoir
perdarahan antara dengan penyebab a.l penyakit servik, AKDR, endometritis,
haid polip, mioma submukosa, hiperplasia endometrium, dan
keganasan.
Oligomenorea
Perdarahan uterus yang terjadi dengan interval > 35 hari dan
disebabkan oleh fase folikuler yang memanjang.
Polimenorea
Perdarahan uterus yg trjadi dgn interval <21 hari &
disebabkan defek fase luteal.
Menoragia
Perdarahan uterus yang terjadi dengan interval normal ( 21
35 hari) namun jumlah darah haid > 80 ml atau > 7 hari.
Menometroragia
Perdarahan uterus yang tidak teratur, interval non-siklik dan
dengan darah yang berlebihan (>80 ml) dan atau dengan
durasi yang panjang ( > 7 hari).
Metroragia / perdarahan antara haid
Perdarahan uterus yang tidak teratur diantara siklus ovulatoir
dengan penyebab a.l penyakit servik, AKDR, endometritis,
polip, mioma submukosa, hiperplasia endometrium, dan
keganasan.
Bercak Bercak perdarahan yang terjadi sesaat sebelum ovulasi yang
intermenstrual umumnya disebabkan oleh penurunan kadar estrogen.
(spotting)
Perdarahan Perdarahan uterus yang terjadi pada wanita menopause yang
pasca sekurang-kurangnya sudah tidak mendapatkan haid selama 12
menopause bulan.

Perd.uterus Perdarahan uterus yang ditandai dengan hilangnya darah yang


abnormal akut sangat banyak dan menyebabkan gangguan hemostasisis
(hipotensi , takikardia atau renjatan).

Perdarahan Perdarahan uterus yang bersifat ovulatoir atau anovulatoir yang


uterus disfungsi tidak berkaitan dengan kehamilan, pengobatan, penyebab
iatrogenik, patologi traktus genitalis yang nyata dan atau
gangguan kondisi sistemik.
Bercak intermenstrual (spotting)
Bercak perdarahan yang terjadi sesaat sebelum ovulasi
yang umumnya disebabkan oleh penurunan kadar
estrogen.
Perdarahan pasca menopause
Perdarahan uterus yang terjadi pada wanita
menopause yang sekurang-kurangnya sudah tidak
mendapatkan haid selama 12 bulan.
Perd.uterus abnormal akut
Perdarahan uterus yang ditandai dengan hilangnya
darah yang sangat banyak dan menyebabkan
gangguan hemostasisis (hipotensi , takikardia atau
renjatan).
Perdarahan uterus disfungsi
Perdarahan uterus yang bersifat ovulatoir atau
anovulatoir yang tidak berkaitan dengan kehamilan,
pengobatan, penyebab iatrogenik, patologi traktus
genitalis yang nyata dan atau gangguan kondisi
sistemik.
Tidak teratur, tidak Keadaan dimana tidak adanya haid
haid (amenore)
Sedikit (hipomenore) Adalah perdarahan haid yang lebih pendek
dan/ atau lebih kurang dari biasa.

Banyak (hipermenore) Menses regular, durasi > 7 hari


Amenore
Keadaan dimana tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut.
Dibagi atas amenorea primer (usia 18 tahun ke atas tidak dapat haid) dan skunder
(penderita pernah mendapat haid dan kemudian tidak haid lagi).
Istilah kriptomenorea merupakan keadaan dimana tidak tampak adanya haid karena
darah tidak keluar berhubung ada yang menghalangi, seperti pada ginatresia himenalis,
penutupan kanalis servikalis, dan lain-lain. Yaitu tidak adanya haid sama sekali,yang
disebabkan karena :
Hymen Imperforata: selaput dara tidak berlubang, hal ini diketahui bila usia sudah saatnya
haid tapi belum ada tanda (dilakukan pembedahan)
Menstruasi Anovulatoir : hormon tidak mencukupi untuk membentuk lapisan dinding rahim
(pengobatan dgn therapi hormon)
Amenorhoe sekunder : stress,infeksi,hamil
Hipomenore
Adalah perdarahan haid yang lebih pendek dan/ atau lebih kurang dari biasa.
Etiologi bisa terletak pada kostitusi penderita, pada uterus, pada gangguan endokrin, dan
lainnya.
Tidak mengganggu fertilitas.
Hipermenore
perdarahan haid yang lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (> 8 hari).
Etiologinya kelainan kondisi uterus (mioma, polip endometrium, gangguan pelepasan
endometrium pada waktu haid.
Terapi hipermenorea pada mioma uteri tergantung dari penanganan mioma uterinya,
sedang diagnosis dan terapi polip endometrium serta gangguan pelepasan endometrium
terdiri atas kerokan.
Biopsi endometrium atau kuretase
Biopsi vulva, vagina atau serviks,
Cairan serviks.
Tes kehamilan terhadap hCG.
Determinasi serangkaian hematokrit
Tes koagulasi.
Tes fungsi tiroid
yang dapat memberikan suatu diagnosis
histologi spesifik.
lesi harus dibiopsi kecuali jika lesi khas untuk
penyakit trofoblastik metastatik dan dapat
berdarah hebat bila dibiopsi
dikirim unutk perwarnaan gram terutama jika
dicurigai adanya infeksi
Tes positif kuat mengesankan adanya jaringan
trofoblastik baik intra maupun ekstrauterin
dapat dilakukan bila dicurigai adanya
kelainan koagulasi
dapat diindikasikan sewaktu evaluasi lanjutan.
Kontrasepsi Oral
Obat NSAID
Perdarahan abnormal yang tampaknya tidak
berkaitan dengan penyakit lain yang
mendasari atau kondisi sering berhasil diobati
dengan progesteron atau kombinasi
progesteron dengan estrogen, berkali-kali
diberikan dalam bentuk kontrasepsi oral
pendarahan parah diperlakukan dengan non
steroid anti-inflammatory drugs (NSAIDs)
seperti ibuprofen dan naproxen
1. Dilatasi dan kuretase
2. Histeroskopi
3. Histerektomi
Dapat bersifat diagnostik atau
teraupetik terutama bagipenderita
perdarahan akut akibat pertumbuhan
endometrium berlebih
Prosedur pembedahan poliklinik untuk
diagnosa dan terapi lesi uterus
Hanya untuk wanita dengan lesi
struktural yang tak dapat disembuhkan
dengan pembedahan konservatif