Anda di halaman 1dari 28

Presentasi Kasus Kecil

Kejang Demam Sederhana


 Nama Lengkap : An. MHA
 Usia : 4 tahun 3 bulan 7 hari
 Jenis kelamin : Laki-Laki
 Pendidikan : Belum Sekolah
 Agama : Islam
 Hubungan dengan orang tua : anak kandung

Identitas Pasien
 Ayah
◦ Nama : Tn. A
◦ Usia : 44 tahun
◦ Pendidikan : S1
◦ Pekerjaan : Guru SMA
 Ibu
◦ Nama : Ny. SH
◦ Usia : 43 tahun
◦ Pendidikan : SMA
◦ Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Identitas Orang Tua


 Diambil dari alloanamnesa pada kedua orang tua pasien
tanggal 28 Januari 2014, Pukul 13:30

 Keluhan Utama: Kejang

 Keluhan Tambahan: demam, mual,


batuk, nafsu makan menurun

Anamnesis
 Os demam sejak 2 hari SMRS. Demam dirasakan naik turun, meninggi pada malam hari.
Os sudah di bawa berobat oleh keluarga ke dokter, diberikan obat penurun panas namun
panas tidak turun. Os juga mengeluh sangat mual dan hampir muntah. Nafsu makan Os
menurun.

 Beberapa jam SMRS, Os demam tinggi, oleh keluarga Os sempat diukur dengan
termometer, suhu Os mencapai 40 ̊ C. Saat demam tinggi, Os sempat kejang sebanyak 1
kali, kejang seluruh badan dengan durasi ± 2 menit. Sebelum kejang keadaan OS sadar.
Saat kejang, Os tidak sadar, mata OS mendelik ke atas, tangan dan kaki berguncang.
Setelah kejang, Os tetap sadar dan menangis. Kejang yang terjadi tidak disertai muntah.
Menurut ibu Os, Os juga batuk sejak 4 hari SMRS, batuk Os tidak berdahak. Tidak ada
riwayat nyeri menelan, sakit telinga, mencret. Ayah Os mengakui adanya riwayat kejang
demam pada saat Os berusia 9 bulan, kejang seluruh badan 1 kali dalam 24 jam dengan
durasi ± 4 menit. Os sempat di rawat selama 3 hari di Rumah Sakit.

Riwayat Penyakit Sekarang


Riwayat Riwayat
Penyakit Dahulu Penyakit Keluarga

 Riwayat kejang demam (+)  Riwayat kejang demam (+)


pada kakak ke-2 saat
usia 9 bulan, kejang seluruh berumur 9 bulan
badan, tidak berulang  Riwayat asma (-), alergi (-)

dengan durasi ± 4 menit. Os


sempat di rawat selama 3
hari di Rumah Sakit.
 Riwayat trauma kepala (-)
 OS berasal dari keluarga dengan keadaan sosial
menengah ke atas.
 Ayah OS bekerja sebagai guru SMA. Pasien tinggal
berlima bersama dengan ayah, ibu, kedua kakaknya.
 Os anak yang aktif jika sedang sehat. Os senang
bermain dengan teman-teman sebayanya.
 Tidak ada keterlambatan perkembangan dibandingkan
dengan anak seusianya.

Riwayat Sosial Personal


 Kehamilan
◦ Perawatan antenatal : Puskesmas

◦ Penyakit kehamilan : tidak ada

 Kelahiran
◦ Tempat kelahiran : Rumah Sakit

◦ Penolong persalinan : Bidan

◦ Cara persalinan : Persalinan spontan

◦ Masa gestasi : 38 minggu

 Keadaan bayi
◦ Berat badan lahir : 3200 gram

◦ Panjang badan lahir : 50 cm

◦ Lingkar kepala : 35 cm

◦ Langsung menangis, tidak pucat, tidak biru, tidak kuning, tidak kejang, tidak ada
kelainan bawaan.

Riwayat kelahiran
 Miring : 5 bulan
 Tengkurap : 6 bulan
 Tumbuh gigi : 6 bulan
 Merangkak : 7 bulan
 Duduk : 7 bulan
 Berdiri : 12 bulan
 Berjalan : 14 bulan.
Kesimpulan: tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya.

Riwayat Tumbuh Kembang


Bulan Tahun
Lhr 1 2 3 4 5 6 9 12 15 18 24 3 5
Jenis Vaksin

BCG +
Hepatitis B + + +
Polio + + + +
DTP + + +
Campak +
Hib - - - -
MMR - -

Riwayat Imunisasi
 Susu:
ASI (sampai usia 3 bulan), selanjutnya
diberikan susu formula setiap kali terlihat
ingin minum.
 Makanan padat: Dimulai usia 6 bulan.
 Makanan sekarang:
◦ Makanan : Nasi biasa
◦ Variasi : Ikan, sayur, daging
◦ Frekuensi : 3 kali sehari.
◦ Nafsu makan : Baik (dalam keadaan sehat), nafsu
makan menurun saat sakit.

Riwayat Nutrisi
Silsilah Keluarga (Family’s Tree)
Pemeriksaan umum Antropometri
 TB : 110 cm
 KU: Lemas  BB : 25 kg

 Kes: CM  Perhitungan z-score menurut


+2 SD
WAZ = (25-17,7) : (|17,7-23,2|)
 Nadi:118 x/menit 
=+ 1,8 SD

 Suhu :38,3 oC;  HAZ = (110-107,8):(|107,8-


116,7)=+ 0,24 SD

 RR = 32 x/menit  WHZ = (25-18,5) : (|18,5 – 22,2|)


=+ 1,75 SD
 Status gizi : baik

Pemeriksaan Fisik
Tanggal pemeriksaan : 28 Januari Pukul 13.30 WIB
 Kepala: Normocephali, rambut hitam, distribusi merata dan tidak mudah
dicabut

 Mata : simetris kanan dan kiri, KA (-/- ), SI(-/-), pupil isokor, diameter(3 mm/3

mm), refleks cahaya +/+, injeksi konjungtiva -/- .

 Telinga: Bentuk normotia, liang telinga lapang, (-), serumen (-/-) sekret (-/-),
membran timpani utuh (+/+) , pembeseran KGB preaurikular dan
retroaurikular (-).

 Hidung: Bentuk normal, deviasi septum (-/-), sekret (+/+) serous.

 Tenggorokan :Tonsil T1-T1, tenang, hiperemis (-), faring hiperemis (-).


 Mulut : Bentuk normal, bibir kering (-), bibir sianosis (-), lidah kotor (-)

 Leher : Pembesaran KGB dan kelenjar tiroid (-), kaku kuduk (-)

Pemeriksaan sistem
 Thorax:
◦ Inspeksi: Tampak simetris pada keadaan statis dan dinamis, tidak ada
retraksi sela iga, pulsasi ictur cordis tidak terlihat.

◦ Palpasi: Sela iga normal, massa (-), teraba ictus cordis pada garis
midclavicula sela iga V.
◦ Perkusi:

 Paru : suara sonor di paru seluruh lapang paru

 Jantung :
◦ Batas jantung kanan ICS VI linea parasternal dextra
◦ Batas jantung kiri ICS V 1 cm medial linea midklavikula sinistra
◦ Batas jantung atas ICS II linea parasternalis sinistra

◦ Auskultasi :

 Paru : Suara nafas vesikuler pada seluruh basal paru, ronkhi -/- ,
wheezing-/- .
 Jantung : Bunyi jantung I & II, reguler, murni, murmur (-), gallop (-).
 Abdomen:
◦ Inspeksi : Datar, lesi kulit (-), bekas operasi (-)

◦ Palpasi : Supel, turgor kulit baik, nyeri tekan (-).

 Hati : Tidak teraba ada pembesaran.

 Limpa : Tidak teraba ada pembesaran.

◦ Perkusi : Timpani (+) seluruh lapang abdomen.

◦ Auskultasi: Bising usus (+) normal.


 Extremitas (lengan & tungkai):
Akral hangat (+), nadi teraba kuat (+), capillary refill time < 2
detik.
• Tonus : Normotonus.
• Sendi : Dapat digerakkan dengan normal.
Pemeriksaan
 Os seorang anak laki-laki berusia 4 tahun dengan keluhan demam sejak 2 hari
SMRS. Demam terus menerus sepanjang hari, tidak membaik meskipun sudah
diberikan obat penurun panas. Pada saat demam tinggi (suhu: 40 ̊C), Os
kejang sebanyak 1 kali, kejang seluruh badan, mata mendelik ke atas dengan
durasi ± 2 menit. Menurut ibu Os, sebelum kejang, Os sadar, saat kejang, Os
tidak sadarkan diri, baru setelah kejang selesai, Os kembali sadar. 4 hari
SMRS, Os batuk tidak berdahak. Batuk disertai dengan kedua hidung
tersumbat dan keluar cairan encer berwarna bening. Terdapat riwayat kejang
demam pada saat Os berusia 9 bulan, kejang 1x. tidak berulang, kejang pada
seluruh badannya. Kakak kedua Os juga mempunyai riwayat kejang demam
pada saat berusia 9 bulan.

Resume
 Pasien tampak rewel, berat badan pasien 25 kg. Pada pemeriksaan tanda-
tanda vital, di dapatkan nadi: 118 x/menit, frekuensi nafas: 32 x / menit, dan
suhu: 38,3 (axilla). Pemeriksaan jantung, paru, abdomen dalam batas normal.
Pada pemeriksaan neurologis, tidak ditemukan adanya kaku kuduk, Kernig (-) ,
Brudzinsky (-) , Laseque (–), pemeriksaan reflex-reflex fisiologis dalam batas
normal. Antropometri Z Score dengan SD +2 status gizi baik.

 Pemeriksaan laboratorium, Hb: 12,2 g/dl; Leukosit: 8,6 ribu; Hematokrit:


35,4; Trombosit: 166.000.
Kejang Batuk-Pilek

 Kejang demam sederhana


 Kejang demam kompleks
 Encephalitis
 Meningitis
 Epilepsi

Diagnosis Banding
 Kejang Demam Sederhana
 ISPA
 Gizi Baik

Diagnosis Kerja
 Cell dyn ulang
 Pemeriksaan elektrolit
 EEG / USG kepala

Pemeriksaan Anjuran
Non Medika Mentosa Medikamentosa

 Tirah baring  IVFD KN3A 20 tpm

 Kompres dengan kain yang  Antibiotik: Ceftriakson injeksi 50 mg/kgBB,

sudah di basahi air hangat, 1X/hari.

jika badan panas.  Antipiretik : parasetamol 10-15mg/kg/kali 4X/hari.

 Antikonvulsan : diazepam rectal 10 mg hanya


jika kejang

 Antiemetik : domperidon 0,15 mg/kgbb, 3X/hari.

 Antitusif : dextrometrophan Hbr 1mg/kgbb/hari,


3X/hari.

Rencana Pengelolaan
 Menjelaskan kepada keluarga pasien bahwa kejang demam umumnya mempunyai prognosis
baik.
 Menjelaskan kepada keluarga mengenai kemungkinan kejang kembali sehingga keluarga akan
diberikan obat penurun panas dan kejang yang harus panas.
 Menjelaskan kepada orang tua, jika terjadi kejang, maka yang harus dilakukan adalah:
◦ Tetap tenang dan tidak panik
◦ Kendorkan pakaian yang ketat terutama disekitar leher
◦ Bila tidak sadar, posisikan anak terlentang dengan kepala miring, bersihkan muntahan atau
lendir di mulut atau hidung. Walaupun kemungkinan lidah tergigit, jangan memasukan
sesuatu kedalam mulut

Edukasi
◦ Sediakan termometer, ukur suhu, observasi dan catat lama dan bentuk kejang
◦ Tetap bersama pasien selama kejang
◦ Berikan diazepam rektal. Dan jangan diberikan bila kejang telah berhenti
◦ Bawa ke dokter atau rumah sakit bila kejang berlangsung 5 menit atau lebih
 Ad vitam : dubia ad bonam
 Ad fungsionam : dubia ad bonam
 Ad sanationam : dubia ad bonam

Prognosis
Terima Kasih