Anda di halaman 1dari 13

*

OLEH:
KELOMPOK 7/KELAS II A
1. NI PUTU CANDHIKA DEWI (171031)
2. NI PUTU MIA RADINA PUTRI (171033)
3. PUTU MARDAYANTI (171034)
4. NI KETUT BINTARI (171035)
*
*Yang pertama adalah pemilik apotek yang memiliki
latar pendidikan farmasi yang mengedarkan produk
farmasi dan alat kesehatan tanpa izin.
*Yang kedua adalah seorang bidan dengan sengaja
menjual atau mengedarkan produk farmasi yang tidak
memiliki izin.

*
Dalam studi kasus tersebut perbuatan yang
dilakukan oleh pemilik apotek dan bidan merupakan
pelanggaran karena bertentangan dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Dalam hal ini diatur
dalam UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal
108 ayat 1, pasal 196 dan pasal 197. Hal ini juga diatur
dalam UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan
Konsumen pasal 4 huruf a, huruf c ; pasal 7 huruf a, b, c
dan d ; pasal 8 ayat 1 a.

*
*“Praktik kefarmasiaan yang meliputi pembuatan
termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi,
pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan
pendistribusian obat, pelayanan obat atas resep dokter,
pelayanan informasi obat serta pengembangan obat,
bahan obat dan obat tradisional harus dilakukan oleh
tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan
kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.”

*
*“Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau
mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan
yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan
keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 ayat (2) dan ayat
(3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10
(sepuluh) tahun dan denda paling banyak
Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).”

*
*“Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi
atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat
kesehatan yang tidak memiliki izin edar
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 15
(lima belas) tahun dan denda paling banyak
Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta
rupiah).”

*
“Hak konsumen adalah :
a. hak atas kenyamanan, keamanan, dan
keselamatan dalam mengkonsumsi barang
dan/atau jasa
c. hak atas informasi yang benar, jelas, dan
jujur mengenai kondisi dan jaminan barang
dan/atau jasa”

*
*“Kewajiban pelaku usaha adalah :
*beritikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya;
*memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur
mengenai kondisi dan jaminan barangdan/atau jasa
serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan
pemeliharaan;
*memperlakukan atau melayani konsumen secara benar
dan jujur serta tidak diskriminatif;
*menjamin mutu barang dan/atau jasa yang diproduksi
dan/atau diperdagangkan berdasarkan ketentuan
standar mutu barang dan/atau jasa yang berlaku;”

*
”Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau
memperdagangkan barang dan/atau jasa yang:
*tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan
standar yang dipersyaratkan dan ketentuan
peraturan perundangundangan.”

*
*
*Pada studi kasus diatas dapat disimpulkan kasus
vaksin palsu tersebut melanggar UU No 36 tahun
2009 tentang Kesehatan yakni pasal 108, pasal 196
dan 197 serta UU No 8 tahun 1999 tentang
Perlindungan Konsumen yakni pasal 4 huruf a, huruf
c; pasal 7 huruf a, b, c dan d; pasal 8 ayat 1 a.