Anda di halaman 1dari 36

Asuhan Persalinan Normal

Kala II

By
Rahma Dalila Fitri
A. Pemantauan Ibu
 His
His adalah kontraksi dari otot-otot rahim pada saat persalinan

His atau kontraksi otot rahim mempunyai sifat yang khas yaitu :
Setelah kontraksi maka otot tersebut tidak dapat berelaksasi
kembali kedalam keadaan sebelum kontraksi

Kontraksi tidak sama kuatnya, tetapi paling kuat didaerah


fundus uteri dan berkurang kebawah dan paling lemah pada
segmen bawah rahim
Menurut fungsinya his persalinan dapat dibagi dalam :
a. His pembukaan
b. His pengeluaran
c. His pelepasan uri

Tanda-tanda his kurang kuat adalah :


a. Terlalu lemah
b. Terlalu pendek
c. Terlalu jarang

Jenis kontraksi yang abnormal di bagi 2, yaitu :


a. Inersia Uteri Hipotonis
Kontraksi yang terkoordinasi lemah hingga menghasilkan
tekanan yang kurang dari 15 mmHg
b. Inersia Uteri Hypertonis
Kontraksi tidak terkoordinasi
Ex : kontraksi segmen tengah lebih kuat dari segmen bawah
 Tanda-tanda kala II
 Ibu merasakan ingin meneran bersama dengan
terjadinya kontraksi
 Ibu merasakan makin meningkatnya tekanan pd
rektum dan vagina
 Perineum terlihat menonjol
 Peningkatan pengeluaran lendir dan darah
B. Pemantauan Janin
1. Saat Bayi belum lahir
a. Denyut jantung Janin (DJJ)
b. Warna dan adanya air ketuban
c. Molase
2. Saat Bayi lahir
 Apakah air ketuban jernih, tidak
bercampur mekoneum?
 Apakah bayi Bernapas spontan ?
 Apakah kulit bayi berwarna
kemerahan ?
 Apakah tonus otot cukup ?
 Apakah ini kehamilan cukup bulan ?
Persiapan alat
Partus Set Didalam wadah steril yg berpenutup
 klem kelly atau 2 klem kocher
 Gunting tali pusat
 Benang tali pusat atau klem plastik
 Kateter nelaton
 Gunting episiotomi
 Alat pemecah selaput ketuban ½ kocher
• 2 pasang sarung tangan DTT atau steril
• Kasa atau kain kecil (Gulungan kapas basah
(menggunakan air DTT)Tabung suntik 2 ½ atau 3 ml
dengan jarum IM sekali pakai
• Kateter penghisap De Lee (penghisap lendir) atau bola
karet yang baru dan bersih
• 2 kain bersih (bisa disediakan oleh keluarga)
• 2 handuk kering untuk mengeringkan dan menyelimuti
bayi (bisa disediakan oleh keluarga)
Bahan-bahan
• Partograf halaman depan dan belakang
• Catatan kemajuan persalinan/ KMS
ibu hamil
• Kartu kosong atau formulir rujukan yg
digunakan didaerah tersebut
• Pena
• Termometer
• Pita pengukur
Lanjutan…...

• Pinard, petoskop atau dopler


• Jam yang mempunyai jarum detik
• Stetoskope
• Tensimeter
• Sarung tangan pemeriksaan bersih
( 5 pasang)
• Sarung tangan DTT atau steril
(5 pasang )
Benda-benda berikut ini harus
tersedia pada setiap kelahiran :
• Sarung tangan rumah tangga
• Larutan klorin (bayclin 5,25% atau setara)
• Sabun cuci tangan
• Deterjen
• Sikat kuku dan gunting kuku
• Celemek plastik atau gaun penutup
• Lembar plastik untuk alas tempat tidur pada
saat persalinan
Lanjutan….
• Kantong plastik (untuk sampah)
• Sumber air bersih yang mengalir
• Wadah untuk air DTT
• Wadah untuk larutan klorin 0,5%

Perlengkapan Resusitasi Bayi Baru Lahir


• Balon resusitasi dan sungkup nomor 0 dan 1
• Lampu sorot 60 watt
Obat-obatan dan Perlengkapan untuk Asuhan
Rutin dan Penatalaksanaannya/
penanganan penyulit

• 8 ampul oksitosin 1 ml 10 IU atau 4 ampul


oksitosin 2 ml 10 IU / ml)
• 20 ml lidokain 1% tanpa epinefrin atau 10 ml
lidokain 2 % tanpa epinefrin dan air steril
• 3 botol Ringer Laktat atau cairan garam
fisiologi (NS) 500 ml
Lanjutan….

• Selang infus
• 2 kanula IV no 16-18
• 2 ampul metil ergometrin maleat
• 2 vial larutan magnesium sulfat 40% (25 gr)
• 6 tabung suntik 2 ½ - 3 ml steril sekali pakai dengan
jarum IM ukuran 22, panjang 4 cm atau lebih
• 10 kapsul atau tablet Amoksisilin /ampisillin 500
mg
Set Jahit
•1 tabung suntik 10 ml steril sekali pakai
dengan jarum IM ukuran
•22 panjang 4 cm atau lebih
•Pinset
•Pegangan jarum
•2-3 jarum jahit tajam (ukuran 9 sampai 11)
•Benang Chromic (satu kali pemakaian) ukuran
2,0 dan 3,0
•1 pasang sarung tangan DTT atau steril
•1 kain bersih bisa disediakan oleh keluarga
Manuver tangan dan langkah-langkah
dalam melahirkan

a. Letakkan tangan pada bagian vertek yang terlihat,


sambil berhati – hati agar jangan membiarkan
jari tangan masuk kedalam vagina. Lakukan
penekanan yang mengendalikan, tetapi tidak
menghambat kepala janin keluar
b. Dengan tangan lainnya, topanglah perineum untuk
mencegah kepala terdorong keluar terlalu cepat
hingga bisa merusak perineum untuk mencegah
kepala terdorong keluar terlalu cepat sehingga
merusak perenium. Tutupilah tangan yang
memegang perenium dengan kain/handuk.
Letakkan ibu jari anda dipertengahan dari salah satu
sisi perineum yang satu lagi. Secara perlahan
tekanlah ibu jari dan jari telunjuk kebawah kearah
satu sama lain untuk mengendalikan peregangan
perenium.
ILustrasi Gambar
Ilustrasi Gambar
c. Dengan cermat dan hati-hati perhatikan perineum
saat kepala janin terus muncul dan lahir, hapuslah
mulut bayi dengan jari yang dibungkus dengan
kain kasa.
d. Pada waktu kepala sudah lahir, luncurkan jari tangan
dari salah satu tangan anda keleher bayi untuk
memeriksa apakah ada lilitan tali pusat sekeliling
leher janin, biasanya tali pusat tersebut akan perlu
dilonggarkan agar supaya kepala janin bisa dilahirkan
tanpa kesulitan.
d. Pada waktu kepala sudah lahir, luncurkan jari tangan
dari salah satu tangan anda keleher bayi untuk
memeriksa apakah ada lilitan tali pusat sekeliling leher
janin, biasanya tali pusat tersebut akan perlu
dilonggarkan agar supaya kepala janin bisa dilahirkan
tanpa kesulitan.
Ilustrasi Gambar
e. Jika tali pusat melilit leher bayi dengan longgar,
upayakan agar tali pusat tersebut dapat dilepas
lewat kepalanya. Jika tali pusat tersebut terlalu
ketat untuk bisa dilepas lewat kepalanya. Jika
tali pusat tersebut terlalu ketat untuk bisa
dilepas lewat kepala bayi. Tetapi tidak terlalu
ketat untuk melilit leher bayi. Lepaskan melalui
bahunya saat bayi lahir.
Lanjutan….
Jika tali pusat tersebut melilit leher bayi
dengan ketat, pasanglah dua buah klem
pada tali pusat tersebut dengan segera.
Pastikan ibu mendapat penjelasan tentang
apa yang anda lakukan dan sebaiknya ibu
hanya Bernapas\ pendek saja dan tidak
meneran.
Ilustrasi Gambar
f. Tunggulah sampai terjadi rotasi eksternal dari
kepala bayi. Setelah kepala bayi berputar
mengahadap ke paha ibu, letakkan tangan anda
pada kepala bayi, tarik perlahan kebawah
untuk melahirkan bahu anterior, kemudian
tarik lagi keatas untuk melahirkan bahu
posterior.
g. Tunggulah sampai terjadi rotasi eksternal dari
kepala bayi. Setelah kepala bayi berputar
mengahadap ke paha ibu, letakkan tangan anda
pada kepala bayi, tarik perlahan kebawah untuk
melahirkan bahu anterior, kemudian tarik lagi
keatas untuk melahirkan bahu posterior.
Ilustrasi Gambar
h. Pada saat badan bayi dilahirkan, luncurkan
tangan atas anda kebadan bayi dan selipkan
jari telunjuk anda diantara kaki bayi dan
terus kebawah hingga anda menggenggam
kedua pergelangan kaki bayi
Ilustrasi Gambar
i. Gerakkan tubuh bayi dalam gerak lengkung
yang rata keluar agar supaya kepalanya
sekarang ditopang oleh permukaan telapak
tangan yang satu lagi. Tangan yang
menopang kepala hendaknya lebih rendah
dari tubuh bayi.
Ilustrasi Gambar
j. Sementara mengevaluasi kondisi bayi
keringkan lalu letakkan bayi diatas abdomen
ibu
Kebutuhan ibu kala II
Kala II persalinan merupakan pekerjaan yang
tersulit bagi ibu. Suhu tubuh ibu akan
meninggi, ia meneran selama kontraksi dan
kelelahan. Petugas harus mendukung ibu atas
usahanya untuk melahirkan bayinya.
Tindakan yg dapat diberikan tenaga
kesehatan kepada ibu selama kala II :
1. Memberikan dukungan terus menerus pd ibu
2. Menjaga kebersihan diri
3. Mengipasi dan memasase
4. Memberikan duungan mental
5. Mengatur posisi ibu
6. Menjaga kantung kemih tetap kosong
7. Memberikan cukup minum
8. Memimpin meneran
9. Bernapas selama persalinan