Anda di halaman 1dari 22

Peritonitis Bakterial Spontan

pada Pasien Sirosis Hati


Allysa Desita M P
102011105 – F6
Skenario
Pria 58 tahun datang ke UGD RSUD Koja
dengan keluhan nyeri perut disertai demam
sejak 2 hari SMRS. Perut membesar sejak 1
minggu SMRS, disertai kembung dan mual.
BAB BAK biasa. Riw sakit kuning 3 tahun yl,
beberapa kali kambuh, dokter mengatakan
sakit hepatitis B.
Anamnesis
• Identitas pasien
• Keluhan utama
• Keluhan penyerta
• Keluhan penyakit dahulu
• Riwayat penyakit keluarga
Pemeriksaan fisik
• TTV
• Inspeksi
• Palpasi
• Perkusi
• Auskultasi
Pemeriksaan penunjang
• USG abdomen
• Albumin
• Masa protombin
• Darah lengkap
Diagnosis banding
Diagnosis banding Gejala dari diagnosis Gejala pada pasien
banding
Sepsis Penurunan kesadaran Composmentis
Asites e.c keganasan Ada nyeri Tidak ada nyeri. Nyeri
karena PBS
Hepatoma Anoreksia, Tidak ada anoreksia,
konstipasi/diare konstipasi/diare. Untuk
lebih jelas lakukan USG.
Diagnosis kerja
• Peritonitis bakterial spontan
• Asites masif e.c sirosis hati
• Sirosis hati e.c hepatitis B
Epidemiologi
• Sirosis hati > laki-laki, usia 51-60 tahun
• ± 80% pasien asites dikarenakan sirosis
Etiologi
• Peritonitis bakterial spontan
Infeksi cairan asites
Escherichia coli, Klebsiella spp,
Streptococcus dan Enterococcus spp
Kuman anaerob jarang menyebabkan PBS
Etiologi
• Asites e.c sirosis hati
Pengumpulan cairan di dalam rongga
abdomen
Karena penyakit kronik yang mengakibatkan
penurunan tekanan osmotik
Gambaran penderita asites
Etiologi
Sirosis hati e.c hepatitis B

Berdasarkan penyebabnya Alkoholik, infeksi, kardiak, gangguan


metabolik, obat atau zat hepatotoksik

Berdasarkan morfologinya Mikronoduler, makronoduler,


campuran mikro dan makro

Berdasarkan fungsinya Kompensata dan dekompensata


Perbedaan hati normal dengan hati
yang mengalami sirosis
Patofisilogi
Patofisiologi
Patofisiologi
Penatalaksanaan
Farmakologi
• PBS  parasentesis, cefotaxim iv 2gr
• Asites e.c sirosis  parasentesis, infus
albumin 20% 200cc, spironolakton
1x100mg
• Sirosis hati  telbivudin 1x600 mg
Penatalaksanaan
Nonfarmakologi
• Tirah baring
• Diet rendah protein
Prognosis
• Tergantung pada etiologi , beratnya
kerusakan hati, komplikasi dan penyakit
penyerta.
• Prognosis  Child-Plugh & indeks hati
Child-Plugh
Parameter Ringan Sedang Berat
(1 point) (2 point) (3 point)

Bilirubin serum (mg/dL) <2 2-3 <3

Albumin serum (g/dL) < 3,5 <3

Masa protombin (detik) 0-4 4-6 >6

Asites - Terkontrol Tidak terkontrol

Ensefalohepati - Minimal Berat

Skor berjumlah 5-6 masuk ke Child Pugh


klas A, 7-9 klas B, 10-15 klas C.
Indeks hati
No Parameter 0 1 2

1 Albumin (g%) >3,6 3,0-3,5 <3,0

2 Bilirubin (mg%) <2,0 2,0-3,0 >3,0

3 Gangguan kesadaran - Minimal 0

4 Asites - Minimal 0

Interprestasi:
Gagal hati ringan: indeks 0-3
Gagal hati sedang: indeks 4-6
Gagal hati berat: indeks 7-10
Kesimpulan
Pria 58 tahun 3 tahun yang lalu menderita hepatitis B,
hepatitis B yang dideritanya adalah hepatitis kronik aktif
yang akhirnya menyebabkan pria tersebut terkena sirosis
hati. Seiring perjalanan penyakitnya muncul asites atau
cairan yang berkumpul di rongga perut. Cairan ini tidak bisa
atau tidak mampu menghambat invasi bakteri, hal ini
mengakibatkan terjadinya peritonitis bakterial spontan pada
pasien ini. Hal yang harus dilakukan adalah mengurangi
progesi kerusakan hati, mengobati asites serta peritonitis
bakterial spontan yang dideritanya sebisa mungkin.