Anda di halaman 1dari 30

MEKANISME NYERI

Prof. Darwin Amin


Pendahuluan
Nyeri adalah pengalaman sensorik dan
emosional yang tidak menyenangkan terkait
kerusakan jaringan, baik aktual maupun
potensial atau yang digambarkan dalam
bentuk kerusakan tersebut.
Pendahuluan
Nyeri adalah anugerah
• Sesungguhnya nyeri adalah anugerah yg besar dari
maha pencipta (Allah SWT)
• “Pain is alarm protection tell us that something wro
ng in our body”.
• Sulit dibayangkan seandainya tubuh kita tidak dilen
gkapi dgn “reseptor nyeri”, sehingga kita tidak pern
ah menyadari kalau tubuh kita telah terancam kerus
akan.
Pendahuluan
Pd keadaan sakit, tubuh merasakan nyeri
Nyeri merupakan mekanisme pertahanan
tubuh sehingga individu memindahkan
stimulus nyeri
Ada 2 jenis rasa nyeri:
☼ Nyeri cepat: tajam, menusuk, rasa kesetrum dan ak
ut.
☼ Nyeri lambat: rasa terbakar, pegal, berdenyut, nyer
i mual dan khronik
Pendahuluan
Reseptor nyeri dan rangsangannya:
Semua reseptor adalah ujung saraf bebas. Tersebar dipermukaan
kulit dan jaringan
seperti: - periosteum
- dinding dalam arteri
- permukaan sendi
- falks / tentorium serebri
Ada 3 macam stimulus: - mekanik
- suhu
- kimiawi
Klasifikasi Nyeri
Nyeri dibedakan atas:
• Nyeri Neuropatik: Nyeri yang disebabkan olh lesi (k
erusakan) sistem saraf.
• Nyeri Nosiseptif: Nyeri yang disebabkan oleh proses
inflamasi dan kerusakan jaringan
Jenis Nveri
• Nyeri Somatik, nyeri yang disalurkan pada permuka
an tubuh dan skeletal (otot lurik)
• Nyeri Viseral; akibat rangsangan nosiseptor organ p
d viseral spt distensi abdomen dan iskhemia organ i
nternal.
• zat kimia yg merangsang nyeri adalah bradikinin, se
rotonin, ion kalium, aseti kholine dan enzim proteol
itik
Gambar bulat2
The Somatosensory System
Somatosensory
cortex
Frontal
cortex Thalamus
Hypothalamus
Descending
pathway Ascending tracts
Periaqueductal
gray matter Midbrain

Medulla

Dorsal horn area Spinal


cord

Noxious stimuli activate receptors in periphery


Fisiologi Nyeri
☻Impuls nyeri cepat
- berlangsung cepat (0,1 dtk pasca
rangsangan
- disepanjang saraf tipe A bermielin
- nyeri bersifat akut, tajam atau menusuk
- tdk dijumpai pd struktur dalam
Fisiologi Nyeri
☻ Impuls nyeri lambat terjadi disepanjang
saraf tipe C tdk bermielin
- nyeri sangat menyiksa, dan menjadi khronik spt;
rasa terbakar, tumpul dan berdenyut. spt sakit gigi d
an infeksi kuku,
- nyeri pd rangsangan reseptor kulit disebut dgn; s
uperficial somatic pain
- pd rangsangan otot skeletal, sendi, tendon diseb
ut; deep somatic pain
Perjalanan Sinyal Nyeri
Dua jaras penyalur sinyal nyeri ke sistem saraf pusat
• Nyeri cepat dan tajam dirangsang oleh mekanik dan s
uhu.
disalurkan ke medula spinalis oleh serabut tipe A
 kecepatan 6-10 m/detik.
• Nyeri lambat dirangsang secara kimia mekanik dan su
hu
disalurkan melalui saraf tipe C
 kecepatan 0,5-2 m/dtk
There are Two Sensory Afferent Neurons
1. Large myelinated A beta fibers, very fast conduction veloci
ty. Respond to innocuous stimuli
2. Small myelinated A delta & C unmyelinated fibers, have sl
ow conduction velocity. Respond to noxious stimuli

Large A
fibers

Dorsal root
ganglion Dorsal Horn
A
Small
fibers
C Peripheral sensory
Nerve fibers
Fisiologi Nyeri
Nyeri berperan melindungi tubun
• Nosiseptor adalah suatu reseptor nyeri pada ujung
saraf bebas yg ditemukan pada jaringan tubuh, kec
uali otak
• Rangsangan termal, kimia dan mekanik akan menga
ktifkan nosiseptor, dengan jalan melepaskan prosta
glandin, kinin dan on kalium
Fisiologi Nyeri
Pain can occur due to
• Potential tissue damage --- >
Physiological Pain
• Actual tissue damage ----- > Nociceptive pain or Acu
te pain or inflammation pain
• Described in term of such damage ----- > Chronic Pa
in
Fisiologi Nyeri
• Acute Pain atau Nociceptive Pain adalah Nyeri yang
dirangsanga oleh aktifnya nosiseptor
• Nyeri terjadi melalui terlibat nya 4 proses yang berb
eda:
1. Transduksi
2. Transmisi
3. Modulasi dan
4. Persepsi
Stage of Nociception
Peripheral Activation

VR1
•Heat Voltage-Gated
Extern Ca2+
Sodium
Channels
al •Mechanical

•Chemical
Action
Stimuli Potentials

Adapted from Woolf CJ et al. Science. 2000;288:1766.


Peripheral Modulation

External Stimulus
VR1
HEAT

Sensitizing Stimulus PK
EP
Recept
A
SNS/PN3
PGE or

2
PKCe TTX-Resistant
Sodium
Bradykinin Channel
BK
Recept
or

EP = prostaglandin E; BK = Adapted from Woolf CJ et al. Science. 2000;288:1766.


bradykinin.
Proses Sensasi Nyeri
Pd reseptor sensasi diseleksi dan di-olah jadi
4 tahap
1. Rangsangan reseptor sensorik
- Hrs tepat dan adekuat hingga terjadi
respons.
2. Transduksi stimulus.
- terjadi pd kornu dorsalis MS (dikonversi)
menjadi energi rangsangan (gradasi pot
tergantung kuat rangsangan dan ampl
Proses Sensasi Nyeri
3. Membangkitkan impuls saraf.
- Pd grad. potensial mencapai ambang
tercetus 1 impuls atau lebih, kmdian
menyebar ke pusat.
4. Integrasi input sensorik.
Daerah tertentu di-otak akan menerima
dan meng-integrasikan impuls sensorik
dan diterima pd area tertentu di korteks
The Pain Pathway
Pain Perception
Brain

Dorsal Root Dorsal Horn


Ganglion

Spinal Cord
Nociceptor Gottschalk A et al. Am Fam Physician. 2001;63:1979-84.
Fields HL et al. Harrison’s Principles of Internal Medicine. 1998:53-8.
Pain Perception
Pain perception much depend on modulation
---- > 3 possibilities
1. Nociception without pain
(ada nosisepsi tanpa nyeri)
2. Nociception with pain
(ada nosisepsi dengan nyeri).

3. Pain without Nociception


(ada nyeri tanpa nosisepsi)
The Pain Response
Activation of the
Tissue Damage
Peripheral Nervous
System

Activation of the Central


Transmission of the Pain Nervous System
Signal to the Brain at the
Spinal Cord Level

Pain
Samad TA et al. Nature. 2001;410:471-5.
Physiological Pain
NOXIOUS INNOCUOUS
STIMULUS STIMULUS

A C fiber A

DHN DHN

INNOCUOUS SENSATION
PAIN
Touch
First Pain
Tactile
Second Pain
Pressure
Jaras Nyeri di MS dan Bat
ang Otak
Dari kornu dorsalis menuju otak, sinyal nyeri
disalurkan di MS melalui:
☻Tr. Neo-spinotalamikus
- untuk nyeri cepat berakhir di lamina I
(lamina marginalis) – kolumna anterolat.
- sebgn berakhir di kompleks ventrobasal
dan sebgn lagi di korteks somatosensorik
Jaras Nyeri di MS dan Bat
ang Otak
☻Tr. Paleo-spinotalamikus
- utk nyeri lambat dan khronik melalui saraf tipe C
dan sebgn saraf tipe Aδ
- berakhir di lamina II dan III subs. Gelatinosa dan
lamina V dan VII kornu dorsalis
- Neurotransmiternya Subst. P dan Glutamat
- Berakhir di tiga tempat
■ Nc. Retikularis medula, pons dan mesensefalon
■ Area tekt. mesensefalon dan kol. Sup dan Inf
■ Subst. grisea peri akuadukt
Sistim Inhibisi Sensasi N
yeri
Reaksi seseorang terhadap nyeri bervariasi.
Dipengaruhi otak melakukan inhibisi
(sistem analgesia).
Ada 3 komponen:
1. Area periakuadukt grisea dan periventr.
mesensefalon., sinyal dikirim ke
2. Nukl. Raphe magnus dibawah pons diatas medula obl. Dan di
salurkan ke
3. Kompleks penghambat rasa nyeri radiks dorsalis MS kemudia
n dipancarkan ke-otak
Sistim Inhibisi Sensasi N
yeri
• Enkefalin disekresikan oleh nc. periventrik, area peri
akuadukt dan raphe magnus.
menghambat pd pre dan post sinaps serabut nyeri
tipe C dan Aδ

• Serotonin oleh radiks dorsalis MS menghambat pd


pre-sinaptik terhadap ion kasium.
Sistim Inhibisi Sensasi N
yeri
Sistim Opium Otak, Endorfin dan Enkefalin
☻Morphin like subst. bekerja pd sebagian sistem ana
lgesia.
Ada 12 macam opium like subst di-otak
Berasal dari pemecahan 3 mol. Protein, y.i pro-opio
melanokortin, pro-enkefalin dan pro-dinorfin.
Bhn yg penting adalah β-endorfin, met-enkefalin da
n leu-endorfin.