Anda di halaman 1dari 5

MANDIBULAR

RECONSTRUCTION
◦ Rekonstruksi mandibula telah berkembang secara signifikan selama bertahun-tahun
dan terus berkembang dengan diperkenalkannya teknologi dan teknik baru.
◦ Kriteria keberhasilan rekonstruksi mandibula adalh untuk mendapatkan kontinuitas dari
tulang, mendapatkan tinggi alveolar yang diinginkan, mendapatkan bentuk lengkung
rahang yang sesuai, mendapatkan lebar lengkung rahang yang sesuai,
mempertahankan jaringan tulang sekitar, dan memperbaiki kontur wajah
◦ Faktor-faktor yang mempengaruhi sifat biomekanis dari mandibula adanya integritas
dengan sendi temporomandibular (TMJ), distribusi tulang, dan kekuatan yang terkait
dengan jaringan parut.
◦ Konturing mandibula penting untuk kesimterisan wajah dan kontinuitas mandibula
penting untung fungsi oral kedepannya.
◦ Kerusakan mandibula umumnya dapat dipertimbangkan berdasarkan lokasi dan
luasnya, dan dapat dibagi menjadi kerusakan yang melibatkan anterior mandibula,
lateral mandibula, dan ramus/kondilus
◦ Waktu ideal untuk dilakukan rekonstruksi mandibula masih banyak diperdebatkan,
karena rekonstruksi yang tertunda sangat penting untuk memungkinkan pematangan
lapisan luka pada non vascular bone grafting sedangkan rekonstruksi segera dapat
meningkatkan kualitas hidup dari pasien dan sebagian besar pasien lebih menyukai
rekonstruksi segera.
Pemilihan Opsi Rekonstruksi
◦ Rekonstruksi dengan menggunakan plat
◦ Plat dan skrup rekonstruksi merupakan perangkat alloplastik yang paling banyak digunakan
untuk rekonstruksi mandibula
◦ Logam yang paling umum digunakan dalam pembuatan plat ini adalah stainless stell, vitallium,
dan titanium
◦ Penempatan plat rekonstruksi ini tidak mempengaruhi perawatan terapi radiasi selanjutnya
◦ Rekonstruksi dengan menggunakan penggantian tulang
Pemilihan teknik ditentukan oleh faktor-faktor :
◦ Kualitas dari jaringan lunak disekitar (riwayat radiasi, kegagalan cangkok sebelumnya dan
infeksi yang menyebabkan jaringan parut disekitar)
◦ Jaringan lunak disekitar yang adekuat (terkait dengan kebutuhan untuk melapis dan
menutupi)
◦ Ukuran dan kontur dari kerusakan
◦ Pengalaman dari dokter bedah
◦ Rekonstruksi dengan menggunakan penggantian tulang
◦ Non-vascularized bone grafts
◦ Teknik ini dilakukan untuk kerusakan tulang yang kecil atau tanpa disertai kehilangan jaringan lunak.
◦ Cangkok tulang ditempatkan pada daerah dengan vaskularisasi yang baik
◦ Tulang yang digunakan sebagai cankok merupakan tulang dengan fragmen yang dilucuti periosteum
sehingga dapat berkontak dengan baik
◦ Tulang yang digunakan cangkok biasanya tulang rusuk dan iliac crest
◦ Vascularized free flaps
◦ Teknik ini memungkinkan penyembuhan yang baik
◦ Microvascular free flaps allow long-term reliability and stability along with the ability to osseointegrate in
one primary stage.