Anda di halaman 1dari 15

“PEMROSESAN

PERALATAN KLIEN”
◦ KELOMPOK 4 :
1. Arinda Devi R (06)
2. Amalina Qurrotul A. (04)
3. Elsandy Amelia C. (11)
4. Erika Safitri W.N (12)
5. Hasbunal Nalarsyah (16)
6. Riska Yunia S (34)
Pemrosesan alat adalah salah
Pengertian satu cara untuk menghilangkan
sebagian besar mikroorganisme
Pemrosesan berbahaya penyebab penyakit dari
Alat peralatan kesehatan yang sudah
terpakai.
JENIS-JENIS PEMROSESAN ALAT

Desinfeksi Tingkat
Dekontaminasi
Tinggi ( DTT )

Pencucian Sterilisasi
◦ Proses dekontaminasi menggunakan larutan
klorin 0,5%
◦ Gunakan sarung tangan (sarung tangan tebal
dari bahan karet atau polivinil) untuk
mengumpulkan dan memasukkan instrument ke
dalam larutan

DEKONTAMINASI
Siapkan wadah khusus dan bahan anti karat
(plastic, email atau porselen) dengan ukuran
yang memadai bagi sejumlah peralatan
instrument
◦ Jumlah cairan harus cukup untuk merendam
seluruh instrument
◦ Rendam selama 10 menit
◦ Gunakan larutan yang baru
◦ Ganti larutan bila sudah digunakan berulangkali
atau menjadi keruh, kondisi larutan yang baik
menjamin daya kerja yang efektif
◦ Setelah semua instrument direndam, bersihkan
sarung tangan di dalam larutan klorin tersebut,
lepaskan secara terbalik, kemudian rendam

DEKONTAMINASI
dalam larutan yang sama
◦ Cuci tangan dengan sabun/larutan antiseptic,
bilas dengan air bersih hingg bersih
◦ Permukaan yang luas seperti meja periksa atau
meja tindakan yang terkena darah atau cairan
tubuh pasien harus dilakukan dekontaminasi
dengan jalan menyeka permukaan atau benda-
benda yang tercemar dengan klorin 0,5%.
◦ Pencucian tidak dianjurkan menggunkan air panas
karena akan mengkoagulasi protein (termasuk
darah) sehingga menyulitkan pembersihkan.
◦ Gunakan sarung tangan tebal/rumah tangga
jangan yang mudah robek atau sudah bocor.
Dianjurkan menggunakan kaca mata pelindung
untuk melindungi mukosa mata dari percikan.

PENCUCIAN ◦ Buka semua instrument yang mempunyai engsel


dari kunci. Lepaskan bagian yang dapat dilepas
atau dibongkar pasang. Bersihkan bagian dalam
dan luar dari sarung tangan
◦ Masukkan instrument dari wadah dekontaminasi ke
dalam wadah yang berisi air dan sabun
◦ Bersihkan bagian-bagian instrument yang kotor
atau dicemari darah/cairan tubuh
◦ Lakukan penyikatan di dalam air rendaman untuk
mengurangi percikan bahan-bahan yang terlepas
akibat penyikatan atau cairan pencuci
◦ Untuk membersihkan darah atau jaringan dari ujung
kanula : meghisap dan mengeluarkan cairan sabun
atau detergen berkali-kali hingga kotoran hilang.
◦ Sikat dan seka hingga jelas tampak bersih

PENCUCIAN ◦ Bilas dengan air mengalir agar bersih dari sisa


bahan/kotoran dan cairan pencuci/busa sabun,
karena beberapa detergen dapat menghambat kerja
desinfektan kimiawi
◦ Letakkan instrument di atas kain bersih, instrument
yang akan diproses lebih lanjut (DTT) dengan jalan
perebusan, dapat langsung dimasukkan ke dalam
panic perebus
DESINFEKSI TINGKAT TINGGI ( DTT )

Panas Basah (Perebusan


atau Pengukusan) Kimiawi
◦ Proses dilakukan setelah dekontaminasi dan pencucian
◦ Gunakan wadah dari bahan logam dan mempunyai
penutup
◦ Instrument harus terendam seluruhnya di dalam air

PANAS BASAH (rebus) atau tidak melebihi tingkat wadah pengukusan


(kukus)
(PEREBUSAN ◦ Usahakan agar jumlah instrument tidak terlalu

ATAU ◦
banyak/penuh agar pengurangan air akibat penguapan,
Waktu 20 menit dihitung dari saat air mulai mendidih
PENGUKUSAN) atau terbentuknya uap yang diakibatkan oleh air yang
mendidih.
◦ Sesudah 20 menit, matikan api/pemutus arus listrik,
pindahkan wadah dan atau buka penutupnya,
keluarkan instrument (pakai penjepit), dinginkan,
langsung pakai atau simpan di wadah DTT.
• Sebelumnya instrument harus sudah
melalui proses dekontaminasi dan
pencucian
• Gunakan larutan
• Gunakan wadah yang mempunyai penutup
KIMIAWI dan terbuat dari bahan non korosif (plastic,
kaca, email atau alumunium)
• Digunakan untuk instrument yang tidak
tahan panas (plastic, lensa optic dan karet)
• Instrument harus terendam dengan baik
• Waktu untuk DTT adalah 20 menit
STERILISASI
MACAM MACAM STERILISASI :

Otoklaf (Sterilisasi Uap) Sterilisasi Kimiawi/Sterilisasi


Dingin

Oven (Sterilisasi Panas


Kering)
Mengolah dan membuang
sampah medis tergantung pada
faktor-faktor khusus yang sesuai
PENGELOLAAN dengan institusi yang berkaitan
SAMPAH dengan peraturan yang berlaku dan
aspek lingkungan yang berpengaruh
terhadap masyarakat.
◦ Penanganan Sampah Medis Cair yang
Terkontaminasi ( darah, feses, urin dan cairan
tubuh lainnya).
◦ Penanganan Sampah Medis Padat
CARA UNTUK (Misalnya pembalut yang sudah digunakan
dan benda-benda lainnya yang telah
MENANGGULANGI terkontaminasi dengan darah atau materi
SAMPAH MEDIS organic lainnya
◦ Penanganan Sampah Medis berupa Benda
Tajam (Jarum, silet, mata pisau dan lain-lain)
◦ Membuang Wadah Kimia yang Telah
Digunakan
Tangani linen yang sudah digunakan
dengan hati-hati dengan menggunakan APD
yang sesuai dan membersihkan tangan secara
teratur. Risiko terpajan atau mengalamiISPA

PENGELOLAAN
akibat membawa linen yang sudah digunakan
relatif kecil. Namun demikianmembawa linen
LINEN yang sudah digunakan harus dilakukan
dengan hati-hati. Kehatian-hatian ini
mencakup penggunaan perlengkapan APD
yang sesuai dan membersihkantangan secara
teratur sesuai dengan pedoman kewaspadaan
standar
THANK YOU..
ANY QUATIONS?