Anda di halaman 1dari 12

PEDOMAN VERIFIKASI PERIOPERATIF

RUMAH SAKIT ISLAM PATI


Resiko-resiko atau kemungkinan-kemungkinan
yang terjadi hampir

• 1. Salah pasien yang dioperasi (wrong person


surgery)

• 2. Salah sisi operasi (wrong site surgery)

• 3. Salah prosedur operasi (wrong procedure)

• 4. Infeksi pada daerah yang dioparasi


(surgical site infection)
• 5. Tertinggalnya instrumen operasi
PENGERTIAN

1. Verifikasi perioperative adalah serangkaian


proses verifikasi tindakan pembedahan untuk
memastikan tepat lokasi, tepat prosedur, dan
tepat pasien dengan menggunakan surgical check-
list
2. Surgical check-list adalah suatu daftar periksa
yang digunakan untuk memperkuat keselamatan
pasien.
Proses verifikasi meliputi :

1.Praoperatif (sign in)

2.Intraoperative (time out)

3.Postoperative (sign out)


TATA LAKSANA

1. Rumah sakit menggunakan check-list untuk memverifikasi preoperasi tepat


lokasi, tepat prosedur, dan tepat pasien dan semua dokumen serta peralatan yang
diperlukan tersedia, tepat, dan fungsional.
2. Tim bedah yang lengkap, menerapkan dan mencatat prosedur “sign in, time out,
sign out”.
3. Tim bedah meliputi perawat (assistant, scrub nurse, circulation nurse),
penata/dokter anestesi, dokter bedah yang akan menangani pasien dalam suatu
prosedur bedah dan personel kamar operasi yang lain
4. Semua anggota tim bedah berperan dalam memastikan keamanan dan
keberhasilan operasi. Dalam rangka menerapkan checklist selama operasi, maka
satu orang ditunjuk sebagai koordinator yang bertanggung jawab untuk
melakukan pemeriksaan keamanan pada check-list. Koordinator Check-list yang
ditunjuk adalah perawat sirkuler dalam operasi tersebut.
5. Checklist yang digunakan terbagi dalam 3 tahap yaitu: Sign in (sebelum
induksi anestesi), Time out ( Sebelum dilakukan incise), Sign out (proses
selama operasi dan sebelum penutupan luka, atau sebelum mengeluarkan
pasien dari ruang operasi).
6. Dalam setiap tahap, koordinator Checklist harus mengkonfirmasi bahwa
tim telah menyelesaikan tugasnya sebelum melanjutkan ketahap
berikutnya. Semua langkah harus diperiksa secara verbal dengan anggota
tim yang tepat untuk memastikan bahwa tindakan telah dilakukan.
7. Cara pengisian Check-list Sign in ( sebelum induksi anestesi )
• Pengisian checkhlist Sign in dilaksanakan sebelum induksi anestesi.
Tahap ini membutuhkan kehadiran personel anestesi dan perawat
sirkuler. Koordinator checklist adalah dokter anestesi, yang menulis
check list perawat sirkuler
8. Time Out (sebelum dilakukan incise)

1) Konfirmasi semua anggota tim bedah dengan


menyebutkan nama dan peran masing-masing
2) Konfirmasikan nama pasien, prosedur dan area
yang akan dilakukan tindakan pembedahan
3) Apakah antibiotik profilaksis telah diberikan dalam
60 menit terakhir?
• 4) Antisipasi situasi kritis
• a) Dokter bedah menjelaskan:
• - Langkah - langkah non rutin untuk mengatasi situasi kritis.
• - Lama situasi kritis akan tertangani
• - Volume kehilangan darah yang diperkirakan terjadi, jumlah persediaan darah
b) Dokter anestesi menjelaskan:
- Ada tidaknya perhatian khusus untuk pasien
c) Perawat instrument menjelaskan:
- Alat/instrument sudah steril
- Memperhatikan terhadap alat-alat lain sebagai antisipasi
- Jika tidak ada masalah tertentu pada sterilitas instrument maka perawat instrument cukup
mengatakan, sterilitas telah diverifikasi dan saya tidak memiliki masalah ".
5) Perawat Sirkuler menjelaskan
- Pencitraan telah di pasang dengan benar
1. Sign out (Sebelum pasien meninggalkan ruang operasi)
• Pengisian checkhlist time sign out dilaksanakan sebelum meninggalkan ruang operasi . Tahap ini
membutuhkan kehadiran seluruh tim bedah. Koordinator dokter operator yang menulis perawat sirkuler.
• Rincian langkah pada tahap ini yaitu :
1) Perawat sirkuler mengkonfirmasi:
- Nama prosedur/tindakan
- Kelengkapan jumlah instrument; kasa, jarum
- Spesimen PA sudah diberikan label
- Ada tidaknya masalah peralatan yang harus ditangani
1) Ahli bedah, ahli anestesi dan perawat meninjau kembali mengenai rencana pemulihan dan pengelolaan
bagi pasien
- Komplikasi pembedahan
- Ruang perawatan post operasi

• DOKUMENTASI
• Dokumentasi surgical safety di masukan dalam Rekam Medik meliputi:
• Formulir verifikasi pre operasi RM …..
• Formulir sign in RM ……
• Formulir time out RM ….
• Formulir Sign out RM…

• Penilaian Sebelum insisi pembedahan (Time out)
• Setiap anggota tim telah memperkenalkan diri dan perannya terlebihdahulu.
• Dokter bedah, anestesi dan perawat secara verbal telah memastikankebenaran dalam hal
identitas pasien, area operasi dan prosedur yangakan dilakukan.
• Dokter bedah dan tim dapat memperkirakan dan mengantisipasi hal- halyang dapat terjadi
selama prosedur pembedahan, seperti : risikoperdarahan, lama operasi dan langkah-
langah yang perlu diambil untukmengatasi masalah yang timbul selama proses operasi.
• Dokter anestesi dapat memperkirakan dan mengantisipasi terhadap keadaan spesifik
pasien (pasien obesitas).
• Perawat dapat menjamin terhadap sterilitas alat, kebutuhan peralatan daninstrument yang
diperlukan selama operasi.
• Mengevaluasi kembali perlukah pasien mendapatkan antibiotic profilaksisdalam 60 menit
sebelum operasi.
• Melihat kembali penunjang diagnostic dalam hal ini imaging telah tersediadan telah sesuai
dengan identitas pasien dan tempat lesi.
• Sebelum penutupan luka (Sign out)
• Secara verbal perawat dalam tim bedah telah menuliskan
nama prosedurpembedahan.
• Menjamin bahwa instrument bedah, kasa dan jarum telah
sesuai dan tidaktertinggal di dalam tubuh pasien.
• Menjamin bahwa specimen (patologi anatomi) telah dikemas
dan diberilabel secara benar.
• Menjamin bahwa tidak akan terjadi gangguan alat medis dan
kebutuhanlainnya dalam proses transport pasien menuju
ruang pemulihan atau HCU.
• Menjamin bahwa dokter bedah, anestesi dan perawat telah
meninjau hal-hal yang diperlukan yang berhubungan dengan
proses pemulihan pasien.
• ALHAMDULILLAH
• TERIMA KASIH