Anda di halaman 1dari 21

IMPLEMENTASI

KEBIJAKAN
 Dalam melakukan studi implementasi
kebijakan, tujuan dan sasaran kebijakan
harus diidentifikasikan dan diukur, karena
implementasi kebijakan tidak dapat
dikatakan berhasil atau gagal bila tujuan
tidak dipertimbangkan

 Pemecahan masalah yang berhasil harus


dimulai dari masalah yang tepat atau jelas
Implementasi Kebijakan adalah ;
 Rangkuman dari berbagai kegiatan yang di
dalamnya sumber daya manusia menggunakan
sumber daya lain untuk mencapai sasaran (Higgins,
1985)
 Keberhasilan mengevaluasi masalah dan
menerjemahkannya ke dalam keputusan-keputusan
yang bersifat khusus (Nakamura, 1986)
 Proses menjalankan,
menyelenggarakan/mengupayakan agar alternative
yang telah diputuskan berlaku dalam praktek
(Supandi, 1988)
 Implementasi dimaknai dengan beberapa kata
kunci :
1. Menjalankan kebijakan (to carry out)
2. Memenuhi janji-janji sebagaimana
dinyatakan dalam dokumen kebijakan (to
fulfill)
3. Menghasilkan output sebagaimana
dinyatakan dalam tujuan kebijakan (to
produce)
4. Menyelesaikan misi yg harus diwujudkan
dalam tujuan kebijakan (to complete)
Setiap kebijakan terbuka kemungkinan untuk
gagal, kegagalan tersebut menurut Hogwood
dan Gunn (1986) dapat dibedakan :

 Non-implementation (tidak terimplementasikan,


kebijakan yang tidak dilaksanakan sesuai dengan
rencana)
 Un-successful implementation ( implementasi yang
tidak berhasil, kebijakan yang dilaksanakan sesuai
dengan rencana, tetapi karena kondisi eksternal
ternyata tidak menguntungkan sehingga tujuan tidak
terwujud (kebijakan jelek, pelaksanaan jelek, nasib
jelek)
Implementasi Kebijakan dapat dilihat dari
:
 Pembuat kebijakan
(kompetensi,komunikatif,kepedulian,kebera
nian, kreativitas, tegas & cakap, mau
belajar dan mendengar, komitmen, visi,)
 Pejabat lapangan (kemampuan dan
kemauan)
 Kelompok sasaran.
- Dari masalah ke kebutuhan
- Dari stigmatisasi ke hak azazi manusia
- Dari penerima pasif ke pelaku aktif
- Dari bantuan sosial ke pemberdayaan
 Aktivitas utama implementasi ;
1.Interpretasi : menterjemahkan makna
program ke dalam pengaturan yg dapat
diterima dan dijalankan
2.Organisasi : wadah menempatkan
program (penataan sumber daya, unit-unit,
metoda)
3. Aplikasi : konsekwensi berupa
pemenuhan perlengkapan dan biaya yang
dibutuhkan (sesuai tujuan)
Kapan Implementasi dikatakan
sukses ?
Menyatunya organisasi secara total untuk
mendukung strategi dan melihat apakah setiap
tugas administratif dan aktifitas yang dilakukan
menurut cara yang memadukan secara tepat
semua persyaratan sehingga pelaksanaan dan
strategi itu dapat dinikmati (Thomson dan
Strickland, 1992)
 Peranan Birokrat dalam Implementasi
Kebijakan ;
- Tidak sekedar fokus pd delegasi tgs secara
struktural, ttp juga hrs memahami tujuan kbj
dg baik
- Ketika implementasi melibatkan banyak
lembaga, potensi munculnya perbedaan akan
semakin besar ( kesulitan komunikasi,
problem koordinasi, konflik interpretasi ttg
tujuan kebijakan
 Keberhasilan implementasi dapat dilihat dari :

1.Bagaimana kinerja implementasi kebijakan


publik (variasi out come) terhadap variabel
indefenden tertentu.
2. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan
variabel itu : jawabannya berkaitan dengan
faktor kebijakan,organisasi implementasi,
lingkungan implementasi yang mempengaruhi
variabel out come
KEEFEKTIVAN
IMPLEMENTASI
 Apakah kebijakan telah tepat
Tepat pelaksana
Tepat target
Tepat lingkungan
Faktor-faktor yang mempengaruhi
implementasi Kebijakan :

 Kompleksitas kebijakan yang dibuat


 Alternatif pemecahan masalah tidak jelas
 Sumber-sumber potensial yang dapat
mendukung pelaksanaan kebijakan
 Keahlian pelaksana
 Dukungan Khalayak sasaran
 Efektifitas, efisiensi birokrasi
Perubahan dan konsensus tujuan dlm
implementasi kebijakan :
1. Perubahan besar, konsensus rendah maka
menimbulkan konflik tujuan
2. Perubahan kecil, konsensus tinggi maka kebijakan
bersifat inkrementalis
3. Perubahan kecil, konsensus tinggi, maka
implementasi sangat berhasil
4. Perubahan besar, konsensus rendah maka
implementasi sulit berhasil
5. Perubahan besar, konsensus tinggi maka akan
efektif dari pada perubahan kecil konsensus tinggi
Aktor-Aktor Pelaksana
Kebijakan
 Perumus kebijakan : Pemantauan
 Pelaksana kebijakan : Eksekutif (Nasional-Lokal)

 Partai politik : Mempengaruhi pelaksanaan

 Interst group : Agar kepentingannya tidak


dirugikan
 Organisasi massa : Dukungan terhadap kbjk

 Tokoh perorangan : Nasehat keahlian terhadap


pelaksanaan kegiatan
 Media massa : Pemberian informasi kpd publik
Menanggulangi masalah implementasi
 Pimpinan harus memiliki komitmen kuat untuk
melaksanakan keputusaan yang telah dibuat (struktur
organisasi yang sesuai dengan sasaran yang dikehendaki,
pendelegasian wewenang)
 Jalan yang utama adalah komunikasi dua arah, eselon atas
memulai pekerjaan dengan ide dan konsep yang baik
(Alexander, 1991)
 Meminta komitmen dan peran serta aktif semua karyawan
dan penyediaan sumber daya yang memadai bagi bawahan,
rencana pelaksanaan (Wernham, 1991)
 Menganalisis struktur organisasi, sistem manajemen,
sumber daya manusia, kultur organisasi menyingkirkan
semua penghalang, restrukturisasi (Mc. Manis, 1991)
 Belajar menerima perubahan, belajar menerima dan
menghargai inovasi dalam organisasi, mengendalikan masa
transisi (Carnall, 1991)
Model-model / Pendekatan
Implementasi
1.Top down approach
Untuk dapat mengimplementasikan kebijakan secara baik menurut
Hogwood dan Guun (1985) diperlukan syarat :
 Kondisi eksternal tidak menimbulkan gangguan/kendala serius
 Tersedia sumber-sumber yang cukup dan memadai
 Perpaduan sumber-sumber yang diperlukan benar-benar
tersedia.
 Diimplementasikan didasarkan oleh hubungan kausalitas yang
andal secara langsung dan mata rantai penghubungnya sedikit
 Hubungan saling ketergantungan harus kecil
 Pemahaman yang mendalam dan kesepakatan terhadap
tujuan.
 Tugas-tugas dirinci dan ditempatkan dalam urutan yang tepat.
 Komunikasi dan koordinasi yang sempurna
 Pihak-pihak yang mempunyai kewenangan/kekuasaan dapat
menuntut dan mendapatkan kepatuhan yang sempurna
2. Model Proses Implementasi Kebijakan (A
Model of the Policy Implementation Process)
 Perbedaan-perbedaan dalam proses implementasi akan
dipengaruhi oleh sifat kebijaksanaan.
 Perubahan, kontrol dan kepatuhan bertindak sangat
penting dalam implementasi.
 Implementasi akan berhasil apabila perubahan yang
dikehendaki relatif sedikit dan kesepakatan terhadap
tujuan tinggi
 Variabel yang menghubungkan antara kebijakan dengan
prestasi kerja :
• Ukuran dan tujuan kebijakan
• Sumber-sumber kebijakan
• Ciri/sifat lembaga pelaksana
• Komunikasi antar organisasi terkait dan kegiatan pelaksanaan
• Sikap para pelaksana
• Lingkungan ekonomi, sosial, politik
3. Model Kerangka Analisis Implementasi

 Model ini mengimplementasikan variabel-variabel


yang mempengaruhi keseluruhan proses
implementasi, yaitu :
 Mudah tidaknya masalah yang akan digarap
dikendalikan
 Kemampuan keputusan kebijaksanaan untuk
menstrukturkan secara tepat proses implementasi.
 Pengaruh langsung variabel politik terhadap
keseimbangan dukungan bagi tujuan yang termuat
dalam keputusan kebijakan.
4. Pendekatan Struktural
 Rancangan bangunan kebijakan dan rancangan
bangun organisasi harus dipertimbangkan secara
bersamaan
 Bentuk organisasi yang cocok adalah organisasi
birokratik model weber
 Disisi lain menurut Burn dan Stalker (1961)
struktur yang bersifat organis lebih cocok untuk
kebijakan yang senantiasa berobah.
 Bentuk yang kompromistis adalah struktur matrik,
yaitu departemen vertikal dengan tim proyek antar
departemen horizontal
5. Pendekatan prosedural dan manajerial
 Implementasi mencakup urutan langkah sbb:
 Mendisain program beserta perincian tugas dan
perumusan tujuan yang jelas, penentuan ukuran
prestasi kerja, biaya dan waktu
 Melaksanakan program dengan mendayagunakan
struktur dan personalia, dan sumber-sumber,
prosedur-prosedur dan metode-metode yang tepat
 Membangun sistem penjadwalan, monitoring dan
sarana pengawasan yang tepat guna menjamin
tindakan yang tepat dan benar dapat segera
dilakukan.
6. Pendekatan keprilakuan
Pendekatan ini diawali kesadaran
bahwa sering terjadi penolakan
terhadap perubahan (khawatir
terhadap
perubahan/penghasilan/keamanan
pekerjaan/masa depan karir, dsb)