Anda di halaman 1dari 17

Oleh : Ns. Dwi Nur Aini, M.

Kep
PENDAHULUAN
 Menua (aging) adalah proses menghilangnya secara
perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk
memperbaiki diri/ mengganti diri dan
mempertahankan struktur dan fungsi normalnya
sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas
(termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang
diderita (Constantinides, 1994)
 Proses menua adalah sebuah proses yang mengubah
orang dewasa sehat menjadi rapuh disertai dengan
menurunya cadangan hampir semua sistem fisiologis
dan disertai pula dengan meningkatnya kerentanan
terhadap penyakit dan kematian
 Proses menua normalnya merupakan suatu proses
yang ringan, ditandai dengan turunya fungsi secara
bertahap tetapi tidak ada penyakit sama sekali
sehingga kesehatan tetap terjaga baik.
 Sebaliknya proses menua patologis ditandai dengan
kemunduran fungsi organ sejalan dengan umur
tetapi bukan akibat umur tua, melainkan akibat
penyakit yang muncul pada umur tua
 proses menua berhubungan dengan proses penyakit
yang faktor – faktor risikonya sebenarnya dapat
dimodifikasi seperti diet, merokok, alkohol, dan
pajanan lingkungan.
 Menua merupakan proses yang dapat dilihat
sebagai sebuah kontinum kejadian dari lahir
sampai meninggal (Ignativicus, Workman,
Mishler, 1999).
Menjadi tua itu pasti,
menjadi dewasa itu pilihan”
3 PERSPEKTIF PENUAAN
1. Usia biologis
 kapasitas fungsi sistem organ
2. Usia psikologis
 kapasitas perilaku adaptasi
3. Usia sosial
 perubahan peran & perilaku sesuai usia manusia

Teori saling melengkapi


IMPLIKASI KLINIS PROSES MENUA
 Proses menua adalah bahwa system biologi sangat
sedikit dipengaruhi oleh usia semata, melainkan lebih
sering dipengaruhi oleh gaya hidup seperti merokok,
aktivitas fisik, asupan nutrisi, dan kondisi ekonomi.
 Dalam pengelolaan pasien geriatric, perlu diingat
bahwa kemampuan individu usila untuk befungsi
tergantung pada kombinasi karakteristik usila (
misalnya motivasi, toleransi terhadap nyeri ) dan
tempat di mana usila diharapkan berfungsi
 berbagai upaya pencegahan seperti gaya hidup yang
baik dan benar, nutrisi yang baik dan seimbang, tidak
merokok, lingkungan yang sehat, yang seyogyanya
sudah dimulai sendiri mungkin sebelum seseorang
memasuki usia lanjut, bahkan sejak kanan – kanan
agar proses menua dapat berlangsung dengan normal.
Bila kondisi tersebut dimungkinkan dapat diharapkan
seseorang dapat menjalani masa tuanya dengan
kualitas hidup yang lebih baik.
PROSES MENUA PADA BERBAGAI ORGAN
1. PENUAAN PADA SISTEM SENSORIS
PERUBAHAN KARENA IMPLIKASI KLINIS
PENUAAN
PENGLIHATAN -Kesukaran dalam membaca huruf –
- Penurunan Kemampuan huruf yang kecil
akomodasi -Penyempitan lapang pandang
- Konstriksi pupil -Penglihatan yang kabur
- Peningkatan kekeruhan lensa -Sensitivitas terhadap cahaya
dengan perubahan warna -Penurunan penglihatan pada malam
menjadi menguning hari
PENDENGARAN - Kehilangan pendengaran secara
-Penurunan fungsi bertahap
sensorineural secara melambat
 PERABAAN
Perubahan kulit seperti warna, tekstur, kekeringan,
bersisik, turgor kulit, respon terhadap dingin dan panas,
respon terhadap ketajaman dan ketumpulan dan
kemampuan untuk memegang objek-objek yang dikenal
serta penurunan sensitivitas terhadap sentuhan
• PENGECAPAN
Penurunan kuncup-kuncup perasa pada lidah
Penurunan produksi saliva, gigi palsu dan pengobatan
tertentu dapat menumpulkan sensasi terhadap rasa
• PENCIUMAN
Penurunan sensasi penciuman
2. PENUAAN PADA SISTEM MUSKULOSKELETAL

PERUBAHAN NORMAL TERKAIT IMPLIKASI KLINIS


USIA

-Penurunan tinggi badan progresif -Postur tubuh bungkuk


yang disebabkan oleh penyempitan - peningkatan resiko jatuh
diskus intervertebra -Peningkatan resiko fraktur
-Kekakauan rangka tulang dada -Penurunan kekuatan otot
pada keadaan mengembang - peningkatan resiko cedera
-Penurunan massa otot dengan
kehilangan lemak subkutan
-Kekakuan ligamen dan sendi
3. PENUAAN PADA SISTEM GASTROINTESTINAL
Mulai dari gigi sampai anus terjadi perubahan
morfologik degenerative, antara lain perubahan atrofik
pada rahang, sehingga gigi lebih mudah tanggal.
Perubahanatrofik juga terjadi pada mukosa, kelenjar
dan otot-otot perncernaan. Berbagaiperubahan
morfologik, akan menyebabkan perubahan fungsional
sampai patalogik,diantaranya gangguan mengunyah
dan menelan, perubahan nafsu makan sampai pada
berbagai penyakit, diantaranya adalah disfagia,
perubahan sekresi lambung, ulkus peptikus,
divertikulosis, Pankreatitis
4. PENUAAN PADA SISTEM KARDIOVASKULER
Walaupun tanpa adanya penyakit, pada usia lanjut
jantung sudah menunjukanpenurunan kekuatan
kontraksi, kecepatan kontraksi dan isi sekuncup. Terjadi
pulapenuruna yang signifikan dari cadangan jantung dan
kemampuan untukmeningkatkan kekuatan curah
jantung misalnya pada keadaan latihan / exercise.Bila
gejala angina timbul pada usia lanjut, hal ini sudah
terjadi pada tingkat latihanyang rendah dan seringkali
menandakan penyakit koroner yang cukup berat.
5. PENUAAN PADA SISTEM RESPIRASI
Sistem respirasi sudah mencapai kematangan pertumbuhan
pada usia 20-25 tahun,setelah itu mulai menurun fungsinya.
Elastisitas paru menurun, kekakuan dindingdada meningkat,
kekuatan otot dada menurun.
Di samping itu, terjadi penurunan gerak silia di dinding
system respirasi, penurunanreflex batuk dan reflex fisiologik
lain, yang menyebabkan peningkatan kemungkinanterjadinya
infeksi akut pada saluran nafas bawah.
Berbagai perubahan morfologik dan fungsional tersebut
mempermudah terjadinyaberbagai keadaan patologik,
diantaranya Penyakit Obstruktif/PPOK, Penyakit infeksiparu
akut/kronis, dan keganasan Paru-bronkus
KESIMPULAN
 Universal
 Alamiah, tidak terelakkan, irreversible, progresif seiring
waktu
 Bervariasi antar individu
 Laju bervariasi antar organ, jaringan
 Dipengaruhi fx nonbiologis
 ≠ proses penyakit
 Rentan sakit
“perubahan terkait penuaan ≠ faktor risiko”
RELEVANSI
 Penkes penuaan dan konsekuensi
 Pencegahan dan deteksi dini infeksi
 Mengurangi efek stres fisik dan psikologis
 Improve Quality of life
TERIMA KASIH