Anda di halaman 1dari 17

Kelompok I

Berpikir dan Berpikir Kritis

• Achmad Tasrif D.K.


• Kezia Hanara .P.
• Darma Natashia • Onny Magdalena
• Dika Ardhia • Qorri Karolina
• Fitriyani • Tiara Primanda .P.
• Ismi Rizkiyandini
Berpikir

 Berpikir adalah proses sensoris, mengingat dalam


belajar, mempersepsi dan memori atau ingatan
menggunakan lambang, visual atau grafis dengan
menarik kesimpulan serta problem solving.
 Berpikir adalah tingkah laku yang menggunakan
ide, yaitu suatu proses simbolis.
 Berpikir bertujuan untuk memahami realitas dalam
rangka mengambil keputusan atau decision
making, memecahkan permasalahan, dan
menghasilkan yang baru atau creativity.
Pengertian Berpikir Kritis Menurut Para Ahli

 Beyer (1995), “Berpikir kritis berarti membuat


penilaian-penilaian yang masuk akal”. Beyer
memandang berpikir kritis sebagai menggunakan
kriteria untuk menilai kualitas sesuatu, dari
kegiatan yang paling sederhana seperti kegiatan
normal sehari-hari sampai menyusun
kesimpulan dari sebuah tulisan yang digunakan
seseorang untuk mengevaluasi validitas sesuatu
(pernyataan-pernyataan, ide-ide, argumen-
argumen, penelitian, dan lain-lain).
lanjutan

 Facione (2006) menyatakan bahwa


berpikir kritis sebagai pengaturan diri
dalam memutuskan (judging) sesuatu
yang menghasilkan interpretasi, analisis,
evaluasi, dan inferensi, maupun
pemaparan menggunakan suatu bukti,
konsep, metodologi, kriteria, atau
pertimbangan kontekstual yang menjadi
dasar dibuatnya keputusan.
lanjutan

Secara umum nampak bahwa berpikir kritis


yaitu proses intelektual yang aktif dan penuh
dengan keterampilan dalam membuat
pengertian atau konsep, mengaplikasikan,
menganalisis, membuat sistesis, dan
mengevaluasi. Semua kegiatan tersebut
berdasarkan hasil observasi, pengalaman,
pemikiran, pertimbangan, dan komunikasi,
yang akan membimbing dalam menentukan
sikap dan tindakan.
Ciri-Ciri Berpikir Kritis

 Mampu membuat simpulan dan solusi yang


akurat, jelas, dan relevan terhadap kondisi
yang ada.
 Berpikir terbuka dengan sistematis dan
mempunyai asumsi, implikasi dan konsekuensi
yang logis.
 Berkomunikasi secara efektif dalam
menyelesaikan suatu masalah yang kompleks.
Berpikir kritis merupakan cara untuk membuat
pribadi yang terarah, disiplin, terkontrol dan
korektif terhadap diri sendiri.
Indikator Berpikir Kritis

Wade (1995) mengidentifikasi delapan karakteristik berpikir


kritis, meliputi:
 kegiatan merumuskan pertanyaan,
 membatasi permasalahan,
 menguji data-data,
 menganalisis berbagai pendapat dan bias,
 menghindari pertimbangan yang sangat emosional,
 menghindari penyederhanaan berlebihan,
 mempertimbangkan berbagai interpretasi, dan
 mentoleransi ambiguitas.
Beyer (1995) menjelaskan karakteristik yang berhubungan
dengan berpikir kritis berikut :
 Watak (dispositions) , Seseorang yang mempunyai
keterampilan berpikir kritis mempunyai sikap skeptis,
sangat terbuka, menghargai sebuah kejujuran, respek
terhadap berbagai data dan pendapat, respek terhadap
kejelasan dan ketelitian, mencari pandangan-pandangan
lain yang berbeda, dan akan berubah sikap ketika
terdapat sebuah pendapat yang dianggapnya baik.
lanjutan
 Kriteria (criteria) , Berpikir kritis harus
mempunyai sebuah kriteria atau patokan.
Untuk sampai ke arah sana maka harus
menemukan sesuatu untuk diputuskan
atau dipercayai.
 Argumen (argument) , Argumen adalah
pernyataan atau proposisi yang dilandasi
oleh data-data. Keterampilan berpikir kritis
akan meliputi kegiatan pengenalan,
penilaian, dan menyusun argumen.
lanjutan

 Pertimbangan atau pemikiran


(reasoning), Kemampuan ini
adalah untuk merangkum
kesimpulan dari satu atau
beberapa premis. Prosesnya akan
meliputi kegiatan menguji
hubungan antara beberapa
pernyataan atau data.
lanjutan

 Sudut pandang (point of view) , Sudut


pandang adalah cara memandang atau
menafsirkan dunia ini, yang akan
menentukan konstruksi makna.
Seseorang yang berpikir dengan kritis
akan memandang sebuah fenomena dari
berbagai sudut pandang yang berbeda.
lanjutan

 Prosedur penerapan kriteria (procedures


for applying criteria) , Prosedur penerapan
berpikir kritis sangat kompleks dan
prosedural. Prosedur tersebut akan
meliputi merumuskan permasalahan,
menentukan keputusan yang akan
diambil, dan mengidentifikasi perkiraan-
perkiraan.
Tahapan Berpikir Kritis

 Keterampilan menganalisis
Merupakan suatu keterampilan menguraikan sebuah
struktur ke dalam komponen-komponen agar
mengetahui pengorganisasian struktur tersebut.
Dalam keterampilan tersebut tujuan pokok tersebut
adalah memahami sebuah konsep global dengan cara
menguraikan atau merinci globalitas tersebut ke
dalam bagian yang lebih kecil dan terperinci.
lanjutan

 Keterampilan mensintesis
Merupakan keterampilan yang berlawanan
dengan keterampilan menganalisis.
Keterampilan mensintesis adalah
keterampilan menggabungkan bagian-
bagian menjadi sebuah bentukan atau
susunan yang baru.
lanjutan

 Keterampilan mengenal dan memecahkan


masalah
Merupakan keterampilan aplikatif konsep kepada
beberapa pengertian baru. Keterampilan ini menuntut
pembaca untuk memahami bacaan dengan kritis
sehingga kegiatan memaca selesai mampu
menangkap beberapa pikiran pokok bacaan, sehingga
mampu mempola sebuah konsep.
lanjutan
 Keterampilan menyimpulkan
Ialah kegiatan akal pikiran manusia
berdasarkan pengertian atau pengetahuan
(kebenaran) yang dimilikinya, dapat beranjak
mencapai pengertian atau pengetahuan
(kebenaran) yang baru yang lain (Salam,
1988 :68). Dapat dipahami bahwa keterampilan
ini membuat pembaca untuk mampu
menguraikan dan memahami berbagai aspek
secara bertahap agar sampai kepada sesuatu
formula baru yaitu sebuah simpulan.
lanjutan

 Keterampilan mengevaluasi atau


menilai
Keterampilan ini menuntuk pemikiran yang
matang dalam menentukan nilai sesuatu
dengan berbagai kriteria yang ada.