Anda di halaman 1dari 14

Nama : Resha RDP Diagnosa WAN Dynamic Routing Kelas : XII TKJ A Absen : 21 Tanggal : 14-01-2013

Nama pembimbing : Antoni Budiman Rudi Haryadi Job ke :1 Nilai : Paraf :

1. Tujuan a. Peserta didik mampu untuk memahami cara kerja dan konsep dari Dynamic Routing b. Peserta didik mampu membuat konfigurasi Dynamic Routing pada Operating System Mikrotik 2. Pendahuluan Jika sebuah network memiliki kemungkinan untuk sebuah rute untuk tujuan yang sama lebih dari satu kemungkinan, maka harus dipergunakan sebuah implemantasi dynamic routing. Dynamic routing ini dibangun berdasarkan informasi yang diterima oleh protocol routing, Routing protocol memberikan satu router untuk berbagi informasi dengan router lain mengenai pemahaman jaringan seperti router yang terdekat. Protokol routing mengatasi situasi routing yang kompleks secara cepat dan akurat. Protokol routng didesain tidak hanya untuk mengubah ke rute backup bila rute utama tidak berhasil, namun juga didesain untuk menentukan rute mana yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Pengisian informasi tabel routing tidak dilakukan manual oleh administrator seperti halnya pada static routing, tapi router saling bertukar informasi melalui protokol routing yang diimplementasikan pada dynamic routing tersebut agar dapat memperoleh informasi tujuan atau network dan menerima tabel routing.. Jadi peranan routing protocol pada dynamic routing sangat lah besar karena dia lah yang memberikan update tentang informasi perubahan routing di sekitarnya. Pemeliharaan jalur yang dilakukan oleh routing protocol dilakukan berdasarkan pada jarak terpendek antara device pengirim dan device tujuan. 3. Alat dan Bahan a. 1 PC dengan spesifikasi sebagai berikut : RAM 2 GB atau lebih Processor Core 2 Duo 2.0 Ghz atau AMD yang setingkat HDD space lebih dari 10 GB OS Windows 7 b. ISO atau DVD Ubuntu 12.04 dan Ubuntu 10.04 Server Edition c. ISO Mikrotik versi 5.8 dan versi 4.6

d. Software virtualisasi ( disini menggunakan Virtual Box versi 4.1.22) 4. Langkah Kerja a. Yang pertama install dahulu Operating System yang dibutuhkan (Mikrotik, Ubuntu Server) di software virtualisasi. Lalu clone pada OS Mikrotik sebanyak 2 buah. b. Berikut alokasi IP address yang akan saya gunakan untuk Client RIP i. 172.16.16.2 (Windows 7 dan Ubuntu 10.04 ) ii. 192.168.0.12(Ubuntu 12.04) OSPF i. 172.16.16.40 (Ubuntu 10.04) ii. 192.168.0.12(Ubuntu 12.04) OSPF dan RIP i. 172.16.16.2 (Ubuntu 10.04) ii. 192.168.0.12 (Ubuntu 12.04) c. Berikut alokasi IP address yang akan saya gunakan untuk Server RIP i. Mikrotik 1 172.16.16.1/24 interface=ether1 11.11.11.1/24 interface=ether2 ii. Mikrotik 2 10.10.10.2/24 interface ether=ether1 11.11.11.1/24 interface ether=ether2 iii. Mikrotik 3 11.11.11.2/24 interface=ether1 192.168.0.1/24 interface=ether2 OSPF i. Mikrotik 1 172.16.16.1/24 interface=ether1 10.10.10.1/24 interface=ether2 ii. Mikrotik 2 10.10.10.2/24 interface=ether1 11.11.11.1/24 interface=ether2 iii. Mikrotik 3 10.10.10.2/24 interface=ether1 192.168.0.1/24 interface=ether2 OSPF dan RIP i. Mikrotik 1 172.16.16.1/24 interface=ether1 10.10.10.1/24 interface=ether2

ii. Mikrotik 2 10.10.10.2/24 interface=ether1 11.11.11.1/24 interface=ether2 iii. Mikrotik 3 10.10.10.2/24 interface=ether1 192.168.0.1/24 interface=ether2 d. Berikut topologi Dynamic Routing RIP 2 Router

3 Router

e. Berikut topologi Dynamic Routing OSPF 2 Router

3 Router

f. Berikut topologi Dynamic Routing OSPF

g. Berikut topologi Dynamic Routing OSPF dengan RIP

h. Berikut konfigurasi yang saya buat : RIP i. 2 Router Mikrotik 1


ip address add address=172.16.16.1/24 interface=ether1 ip address add address=11.11.11.1/24 interface=ether2 routng rip interface add interface=ether2 routing rip neighbor add address=11.11.11.2 routing rip network add network=0.0.0.0/0

Mikrotik 2
ip address add address=11.11.11.2/24 interface=ether1 ip address add address=192.168.0.1/24 interface=ether2 routing rip interface add interface=ether1 routing rip neighbor add address=11.11.11.1 routing rip network add network=0.0.0.0/0

ii. 3 Router Mikrotik 1


ip address add address=172.16.16.1/24 interface=ether1 ip address add address=10.10.10.1/24 interface=ether2 routng rip interface add interface=ether2 routing rip neighbor add address=10.10.10.2 routing rip network add network=0.0.0.0/0

Mikrotik 2

ip address add address=10.10.10.2/24 interface=ether1 ip address add address=11.11.11.1/24 interface=ether2 routing rip interface add interface=ether1 routing rip interface add interface=ether2 routing rip neighbor add address=10.10.10.1 routing rip neighbor add address=11.11.11.2 routing rip network add network=0.0.0.0/0

Mikrotik 3
ip address add address=11.11.11.2/24 interface=ether1 ip address add address=192.168.0.1/24 interface=ether2 routing rip interface add interface=ether1 routing rip neighbor add address=11.11.11.1 routing rip network add network=0.0.0.0/0

Berikut penjelasan perintah yang saya buat : ip address add address = perintah ini untuk memberikan konfigurasi pada suatu interface. Biasanya, perintah ini akan dilanjutkan dengan perintah interface. Untuk memudahkan pemberian alamat kepada interface tertentu, disertakan juga netmasknya dengan tanda /. routing rip interface add interface = perintah ini untuk pemberian konfigurasi routing rip kepada interface tertentu. routing rip neighbor add address = perintah ini digunakan untuk menambahkan neighbor (atau dalam bahasa Indonesianya tetangga) router tertentu. Penggunaan perintah ini sangat efektif dikarenakan penggunaannya yang simpel yaitu hanya menambahkan ip address router yang ingin terkoneksi dengan kita menggunakan tipe routing rip. routing rip network add network = perintah ini digunakan untuk mengenalkan network address dari network address tetangga pada routing rip. Dalam kasus ini, saya menggunakan network 0.0.0.0/0 yang berarti semua ip address maupun class A, B, dan C bisa langsung dikenali, jadi tidak usah memasuki satu satu network address. OSPF i. 2 Router Mikrotik 1
ip address add address=172.16.16.1/24 interface=ether1 ip address add adddress=10.10.10.1/24 interface=ether2 routing ospf area add area-id=172.16.16.0 name=resha routing ospf network add area=resha network=0.0.0.0/0

routing ospf virtual-link add transit-area=resha neighbor-id=10.10.10.2

Mikrotik 2
ip address add address=10.10.10.2/24 interface=ether1 ip address add address=192.168.0.1/24 interface=ether2 routing ospf area add area-id=172.16.16.0 name=resha routing ospf network add area=resha network=0.0.0.0/0 routing ospf virtual-link add transit-area=resha neighbor-id=10.10.10.1

ii. 3 Router Mikrotik 1


ip address add address=172.16.16.1/24 interface=ether1 ip address add adddress=10.10.10.1/24 interface=ether2 routing ospf area add area-id=172.16.16.0 name=coba routing ospf network add area=coba network=0.0.0.0/0 routing ospf virtual-link add transit-area=coba neighbor-id=10.10.10.2

Mikrotik 2
ip address add address=172.16.16.1/24 interface=ether1 ip address add adddress=10.10.10.1/24 interface=ether2 routing ospf area add area-id=172.16.16.0 name=coba routing ospf network add area=coba network=0.0.0.0/0 routing ospf virtual-link add transit-area=coba neighbor-id=10.10.10.2

Mikrotik 3
ip address add address=11.11.11..2/24 interface=ether1 ip address add address=192.168.0.1/24 interface=ether2 routing ospf area add area-id=172.16.16.0 name=coba routing ospf network add area=coba network=0.0.0.0/0 routing ospf virtual-link add transit-area=coba neighbor-id=11.11.11.1

Berikut penjelasan perintah yang saya buat : ip address add address = perintah ini untuk memberikan konfigurasi pada suatu interface. Biasanya, perintah ini akan dilanjutkan dengan perintah interface. Untuk memudahkan pemberian alamat kepada interface tertentu, disertakan juga netmasknya dengan tanda /.

routing ospf area add area-id = perintah ini digunakan untuk penambahan routing ospf untuk menambahkan area-id. Penambahan area-id bisa menggunakan network address. Perintah ini harus ditambahkan juga dengan perintah name yaitu untuk pemberian nama dari name-id. routing ospf network add area = perintah ini digunakan untuk menambahkan area yang telah anda buat. Perintah ini dilanjutkan dengan perintah network untuk menambahkan network address router tetangga. ospf virtual-link add transit-area = perintah ini digunakan untuk pembuatan link buatan dengan melalui area tertentu. Perintah ini juga ditambah dengan perintah neighbor-id untuk menambahkan ip address router tetangga.

OSPF dan RIP Untuk praktek yang ini, sebelumnya saya gagal dalam prakteknya dikarenakan Client tidak bisa berkomunikasi. Jadi, saya menggunakan teknologi OSPF dan RIP secara bersamaan di setiap router i. Mikrotik 1
ip address add address=172.16.16.1/24 interface=ether1 ip address add adddress=10.10.10.1/24 interface=ether2 routing ospf area add area-id=172.16.16.0 name=resha routing ospf network add area=resha network=0.0.0.0/0 routing ospf virtual-link add transit-area=resha neighbor-id=10.10.10.2 routing rip interface add interface=ether2 routing rip neighbor add address=11.11.11.2 routing rip network add network=0.0.0.0/0

ii.

Mikrotik 2
ip address add address=10.10.10.2/24 interface=ether1 ip address add address=11.11.11.1/24 interface=ether2 routing ospf area add area-id=172.16.16.0 name=coba routing ospf network add area=resha network=0.0.0.0/0 routing ospf virtual-link add transit-area=coba neighbor-id=10.10.10.1 routing rip interface add interface=ether1 routing rip interface add interface=ether2 routing rip neighbor add address=10.10.10.1 routing rip neighbor add address=11.11.11.2 routing rip network add network=0.0.0.0/0

iii.

Mikrotik 3
ip address add address=11.11.11.2/24 interface=ether1 ip address add address=192.168.0.1/24 interface=ether2

routing rip interface add interface=ether1 routing rip neighbor add address=11.11.11.1 routing rip network add network=0.0.0.0/0 routing ospf area add area-id=172.16.16.0 name=resha routing ospf network add area=resha network=0.0.0.0/0 routing ospf virtual-link add transit-area=resha neighbor-id=10.10.10.2

5. Hasil Kerja a. RIP i. 2 Router Hasil dari Mikrotik 1

Hasil dari Mikrotik 2

Hasil ping dari client Ubuntu Server 10.04

Hasil ping dari client Ubuntu Server 12.04

ii. 3 Router Hasil dari Mikrotik 1

Hasil dari Mikrotik 2

Hasil dari Mikrotik 3

Hasil ping dari client Windows 7

Hasil ping dari client Ubuntu Server 12.04

b. OSPF i. 2 Router Hasil dari Mikrotik 1

Hasil dari Mikrotik 2

Hasil ping dari client Ubuntu Server 10.04

Hasil ping dari client Ubuntu Server 12.04

ii. 3 Router Hasil dari Mikrotik 1

Hasil dari Mikrotik 2

Hasil dari Mikrotik 3

Hasil ping dari client Ubuntu Server 10.04

Hasil ping dari client Ubuntu Server 12.04

c. OSPF dengan RIP i. 3 Router Hasil ping dari client Ubuntu Server 10.04

Hasil ping dari client Ubuntu Server 12.04

6. Kesimpulan Dalam praktek kali ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan atau praktek dynamic routing dengan penggunaan teknologi OSPF dan RIP tidak terlalu susah, hanya butuh kejelian dan pengertian setiap perintahnya. Tetapi yang menjadi masalah yaitu penerapan teknologi itu digabung dalam 1 topologi. Sampai sekarang saya masih belum mengetahui penyebab kenapa client tidak bisa berkomunikasi, jadi saya menambahkan teknologi dynamic routing RIP dan OSPF di setiap router, agar client dapat berkomunikasi.

Anda mungkin juga menyukai