Anda di halaman 1dari 17

Posturografi

Pemeriksaan yang dapat dinilai secara objektif dan kuantitatif kemampuan keseimbangan seorang

Mendapatkan gambaran gangguan keseimbangan karena gangguan vestibular. Input visual diganggu dengan menutupkan mata dan proprioseptif dihilangkan dengan berdiri di atas alas tumpuan yang tidak stabil (.

Dikatakan gangguan keseimbangan jika terdapat ayunan berlebihan, melangkah atau sampai terjatuh sehingga memerlukan pegangan. Alat:
Alas dasar yang disebut Force platform Komputer graficoder busa dengan ketebalan 10cm Disket data untuk menyimpan data

Teknik pemeriksaan:
Pasien diminta berdiri tenang dengan tumit sejajar di atas alat Mata memandang ke satu titik permukaan Perekaman dilakukan pada 4 kondisi
Berdiri di atas alas dengan mata terbuka Berdiri di atas alas dengan mata tertutup Berdiri di atas busa denga mata buka dan pandang titik tertentu Berdiri dengan tenang di atas busa dengan mata tertutup

Gangguan keseimbangan apabila terjadi perpanjangan ayunan

Vertigo
Adalah perasaan berputar atau pusing tujuh keliling Pusing tidak berputar dikatakan pening Vertigo adalah pening berputar Ada beberapa macam:
Vertigo spontan Vertigo posisi Vertigo kalori

Vertigo spontan
Timbul tanpa pemberian rangsangan (penyakit sendiri) Contoh : pada penyakit Meniere karena peningkatan tekanan endolimfa

Vertigo posisi
Timbul karena perubahan posisi kepala Disebabkan oleh rangsangan pada kupula kanalis emisikularis oleh debris atau kelaian servikal. Debris: kotoran yang menempel pada kupula kanalis semi-sirkularis

Vertigo kalori
Terasa vertigo pada pemeriksaan kalori. Penting ditanyakan sewaktu tes kalori supaya dapat membandingkan perasaan vertigo dengan serangan yang pernah dialami. Jika sama maka keluhan vertigo betul, jika berbeda keluhan vertigo sebelumnya meragukan.

Nistagmus
Gerakan bola mata kian kemari yang terdiri dari 2 fase:
Fase lambat: reaksi sistem vestibular terhadap rangsangan Fase cepat: reaksi kompensasi

Nistagmus adalah parameter yang akurat untuk menentukan aktivitas sistem vestibular. Gejala nistagmus dan vertigo berasal dari satu sumber tetapi tidaj selalu timbul bersama. Dalam keadaan terlatih vertigo bisa tidak dirasakan meskipun nistagmus ada. Pada kelainan vestibular perifer vertigo dapat dihilangkan dengan latihan yang baik.

Juga diberi nama sesuai arah komponen cepatnya, disebut sebagai:


Nistagmus horizontal Nistagmus vertikal Nistagmus rotator

Merupakan parameter penting dalam tes kalori untuk tentukan normal atau tidak sistem vestibular dan kelainan vestibular sentral.

Tes nistagmus posisi Cara pemeriksaan: Anamnesis


Penekanan pada keluhan vertigo
Kapan mulai serangan pertama Berapa kali sampai sekarang Intensitas Menetap atau tidak Makin berat atau berkurang Ditanyakan fluktuasi pendengaran

Sering tinitus mendahului vertigo.

Peyakit lain yang bisa menyebabkan vertigo juga harus ditanyakan Contoh: trauma kepala, intoksikasi streptomisin, hipertensi, hipotensi, diabetes, infeksi telinga tengah, penyakit kardiovaskular.

Sebelum pemeriksaan fungsi vestibular pasien harus bebas dari obat seperti berikut selama seminggu Obat penenang Obat tidur Obat antihistamin Obat antimuntah

o o o o

Pemeriksaan fungsi vestibular dilakukan: Tes kobrak Tes kalori bitermal Elektro nistagmografi Tes nistagmus posisi

Tes Kobrak
Pasien tidur telentang Kepala fleksi 30 derajat / duduk dengan kepala ekstensi 60 derajat Guna semprit 5ml / 10mlcujung jarum sambung dengan kateter Perangsangan dengan air es 0C sebanyak 5ml selama 20 detik Nilai dihitung dengan ukur lama nistagmus dan sejak air mengalir sampai nistagmus berhent. N: 120 150 detik Paresis kanal : < 120 detik

Tes Kalori Bitermal


Dipakai air dingin (30 C) dan panas (44 C) 250ml dialirkan ke masing-masing telinga dalam 40 detik. Setelah air mengalir dicatat lama nistagmus yang timbul Setelah telinga kiri diperiksa dengan air dingan lanjut dengan telinga kanan. Kemudian dengan air panas juga pada telinga kiri dan kanan

Tiap selesai pemeriksaan pasien diistirahatkan 5 menit (untuk hilangkan pusingnya) Rumus sensitivitas L-R:
(a+c) (b+d) = < 40 detik

Rumus ini menghitung selisih waktu nistagmus kiri dan kanan. Fungsi vestibular normal : < 40 detik Paresis kanal: > 40 detik