Anda di halaman 1dari 30

RASCAL321

STATUS PENDERITA No. Rekam medik Masuk RSAM Pukul : 257412 : 30 Agustus 2012 : 14.00 wib

I. ANAMNESIS Alloanamnesis dari ibu dan pasien Identitas Nama penderita Jenis kelamin Umur Nama Ayah Umur Pekerjaan Pendidikan Nama Ibu Umur Pekerjaan Pendidikan : Ny. L : 34 tahun : Ibu Rumah Tangga : SMP :A : Laki-laki : 6 bulan : Tn. H : 34 tahun : Wiraswasta : SLTA

Hub. dg orangtua : Anak kandung Agama Suku Alamat : Islam : Jawa : Jalan Pulau Buton, Jagabaya II

Riwayat Penyakit Keluhan utama Keluhan tambahan : BAB cair : Demam + muntah

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang dengan keluhan BAB cair sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit, frekuensi 8 kali sehari, sebanyak 1/4 gelas belimbing berupa cairan kekuningan tanpa lendir maupun darah. Tidak berampas dan tidak berbau. Keluhan BAB cair didahului oleh demam selama 2 hari. Namun ketika diare demam turun. Ibu pasien juga mengaku pasien muntah 4 kali sehari berwarna putih susu. Menurut ibu pasien, saat menangis air mata pasien masih keluar. Nafsu minum ASI tidak berkurang. Karena keluhan tersebut maka penderita dibawa orangtua berobat ke puskesmas terdekat dan diberi oralit serta vitamin. Karena kondisi pasien belum membaik pasien dibawa ke Puskesmas Kedaton dan kemudian dirujuk ke RSAM. Riwayat Penyakit Dahulu Sebelumnya pasien tidak pernah menderita penyakit serupa

Riwayat Penyakit Keluarga Dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit seperti ini.

Riwayat Kehamilan Selama hamil, ibu pasien rajin memeriksakan kehamilannya ke bidan dan tidak ada keluhan yang berarti selama hamil.

Riwayat Persalinan Pasien lahir di rumah bersalin ditolong oleh bidan. Bayi lahir cukup bulan, spontan dan langsung menangis, tidak ada cacat, berat badan lahir 2400 gram, panjang badan 48 cm. Pasien anak ke-3 dari tiga bersaudara.

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

Riwayat Makanan Umur : 0 - 6 bulan : ASI.

Riwayat Imunisasi BCG Polio DPT Campak Hepatitis : 1x, umur 1 bulan : 5x, umur 0,1,2,4,6 bulan : 3x, umur 2,4,6 bulan : belum dapat (-) : 3x, umur 0,1,3 bulan

II. PEMERIKSAAN FISIK Status Present Keadaan umum Kesadaran Nadi Respirasi Suhu BB Status gizi : Tampak sakit sedang : Komposmentis : 108 x/menit, regular : 30 x/menit : 37,3 C : 7,5 kg : Baik

Status Generalis 1. Kelainan mukosa kulit/subkutan yang menyeluruh Pucat Sianosis Ikterus Perdarahan Oedem umum Turgor Lemak bawah kulit : (+) : (-) : (-) : (-) : (-) : Menurun : Cukup

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

Pembesaran kelenjar getah bening generalisata

: (-)

KEPALA Bentuk UUB Rambut Kulit Mata : Bulat, simetris : Datar : Hitam, lurus, tidak mudah dicabut : Tidak ada kelainan : Kelopak mata cekung, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, kornea jernih, lensa jernih, refleks cahaya (+/+), air mata (+) Telinga Hidung - Mulut LEHER Bentuk Trakhea KGB Kaku kuduk : Simetris : Di tengah : Tidak membesar : (-) : Bentuk normal, simetris, liang lapang, serumen (-/-) : Bentuk normal, septum deviasi (-), pernafasan cuping hidung (-), sekret (-) : Bibir kering, sianosis (-), lidah bersih, faring tidak hiperemis,

THORAKS Inspeksi : Bentuk simetris, retraksi sela iga (-), Tidak ada kelainan

PARU KIRI ANTERIOR KANAN KIRI POSTERIOR KANAN

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

Inspeksi

Pergerakan pernafasan simetris Fremitus taktil = kanan Sonor Suara nafas vesikuler Ronkhi (-) Wheezing (-)

Pergerakan pernafasan simetris Fremitus taktil = kiri Sonor Suara nafas vesikuler Ronkhi (-) Wheezing (-)

Pergerakan pernafasan simetris Fremitus taktil = kanan Sonor Suara nafas vesikuler Ronkhi (-) Wheezing (-)

Pergerakan pernafasan simetris Fremitus taktil = kiri Sonor Suara nafas vesikuler Ronkhi (-) Wheezing (-)

Palpasi Perkusi Auskultasi

JANTUNG Inspeksi Palpasi Perkusi : Iktus kordis tidak terlihat : Iktus kordis teraba sela iga IV garis midklavikula sinistra : Batas atas sela iga II garis parasternal sinistra Batas jantung kanan sela iga IV garis parasternal dextra Batas jantung kiri sela iga IV garis midklavikula sinistra Auskultasi : Bunyi jantung I-II murni, murmur (-), gallop (-)

ABDOMEN Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Cembung, simetris : turgor menurun, hepar dan lien tidak teraba. : Timpani.. : Bising usus (+)

GENITALIA EXTERNA - Kelamin : Laki-laki

EKSTREMITAS Superior : Akral hangat, Oedem (-/-)

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

Inferior

: Akral hangat, Oedem (-/-)

RESUME

I. -

Anamnesis Seorang anak laki-laki, umur 6 bulan, BB 7,5 Kg, datang dengan keluhan BAB cair sejak 3 hari yang lalu sebelum masuk RS. Frekuensi per hari 5 X, jumlah tiap BAB cair 1/4 gelas belimbing berupa cairan kekuningan tanpa lendir maupun darah, tidak berampas dan tidak berbau. Keluhan BAB cair didahului oleh demam selama 2 hari. Saat BAB cair muncul demam turun. Ibu pasien juga mengatakan penderita muntah 4 kali/hari berwarna putih susu, ketika menangis air mata pasien masih keluar, dan nafsu minum susu masih seperti biasa. Pasien pernah dibawa ke puskesmas terdekat mendapat pengobatan oralit dan vitamin. Namun karena kondisi pasien belum membaik sehingga dibawa ke puskesmas Kedaton dan dirujuk ke RSAM.

II. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum Kesadaran Nadi Respirasi Suhu BB Status gizi UUB Mata Mulut : Tampak sakit sedang : komposmentis : 108 x/menit, reguler. : 30 x/menit : 37,3 C : 7,5 kg : cukup : Datar : Sedikit Cekung, air mata (+) : Bibir kering

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

Thoraks Abdomen Genitalia Ekstremitas -

: Cor dan Pulmo dalam batas normal : Cembung, Turgor menurun, Bising usus (+) meningkat. : laki-laki : Akral hangat

III. Laboratorium

IV. Diagnosis Kerja Diare Akut dengan dehidrasi ringan-sedang ec virus V. Diagnosa Banding Diare Akut dengan Dehidrasi ringan-sedang ec virus Diare Akut dengan Dehidrasi ringan-sedang ec bakteri

VI. Penatalaksanaan 1. IVFD RL 750 cc/ hari= 32 tetes/menit (mikro) 2. Medikamentosa Zinc tab 1x20 mg oralit PCT syrup 3x3/4 cth Domperidon 3x1/2 cth Lacto-B 1x1

VII. Anjuran Pemeriksaan Feses rutin

VII. Prognosa Quo ad Vitam : bonam

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

Quo ad Functionam Quo ad Sanationam

: bonam : bonam

FOLLOW UP TANGGAL Keluhan: BAB Ampas Lendir Darah Warna Demam Nafsu makan > 5 X, Cair (-) (-) (-) Kuning (-) (+ ) Tampak Sakit Sedang Compos mentis 31 8 2012 1 9 2012

Keadaan Umum Kesadaran Vital Sign: Nadi Pernafasan

135 x/menit 37x/menit 37,2 C (-) (-) (+) (+) (-) (-)

- Suhu Pemeriksaan Fisik : UUB Cekung Mata cekung Bibir kering Bising usus Turgor Akral dingin

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

Anus kemerahan

Therapi: - IVFD RL tts/mnt (mikrodrip) - zinc 20 mg - oralit PCT syrup 3x cth -lactoB 1x1 32 tts/mnt (+) (+) (-) (+) (-)

Domperidon 3x cth

IX. Diagnosis Akhir Diare Akut dengan dehidrasi ringan-sedang ec. virus

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

ANALISIS KASUS I. Apakah diagnosis dan pemeriksaan fisik pada kasus ini tepat? Dasar diagnosa pada penderita ini didasarkan pada: Dari anamnesa pada pasien ini didapatkan keluhan BAB cair sejak 3 hari SMRS, frekuensi 5 kali sehari, setiap mencret sebanyak 1/4 gelas belimbing, berupa cairan kekuningan tidak berampas, tidak berbau, tidak berdarah dan tidak berlendir. Selain itu pasien juga mengalami demam sebelum BAB cair, demam tidak disertai menggigil. Pasien juga muntah dengan frekuensi 4 kali sehari. Dari pemeriksaan pasien ini pada pasien ini didapapatkan KU: tampak sakit sedang, komposmentis, N 108x/mnt, RR 30x/mnt, S 37,3 C, BB 7,5 kg, turgor kulit menurun, mata agak cekung, bibir kering, dan bising usus (+) meningkat. Berdasarkan pemeriksaan-pemeriksaan diatas penderita didiagnosis dengan Diare akut dengan dehidrasi ringan-sedang e.c. virus Pembahasan : Diare akut adalah buang air besar yang terjadi pada bayi atau anak yang sebelumnya tampak sehat, dengan frekwensi 3 kali atau lebih per hari, disertai perubahan tinja menjadi cairan dengan atau tanpa lendir dan darah.

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

Gejala Klinis Mula mula bayi dan anak menjadi cengeng, suhu tubuh biasanya meningkat, nafsu makan berkurang atau tidak ada, kemudian timbul diare. Tinja cair dan mungkin disertai lendir dan atau darah. Pada diare oleh karena intoleransi, anus dan daerah sekitarnya lecet karena seringnya defekasi dan tinja makin lama makin asam sebagai akibat banyaknya asam laktat yang berasal dari laktosa yang tidak dapat diabsorbsi usus selama diare. Gejala muntah dapat terjadi sebelum / sesudah diare dan dapat disebabkan oleh lambung yang turut meradang atau akibat gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit. Bila penderita telah kehilangan banyak cairan dan elektrolit, maka gejala dehidrasi mulai tampak, berat badan turun, turgor kulit berkurang, mata dan ubun ubun besar menjadi cekung, selaput lendir bibir dan mulut serta kulit tampak kering. Penyakit Penyerta pada Diare 1. KKP (Kurang Kalori Protein). KKP dapat menyebabkan diare karena adanya malabsorpsi makanan dan infeksi alat pencernaan. Sebaliknya diare akan menyebabkan absorbsi makanan terganggu dan berkurang sehingga akan menyebabkan bertambah beratnya derajat KKP penderita. 2. Infeksi sistemik Seperti alat pernafasan, morbili, dan sebagainya. Selain dapat menyebabkan suhu penderita meningkat juga dapat menyebabkan diare dan dehidrasi. 3. Kejang Sebagian penderita diare dapat disertai kejang baik sebelum atau sesudah dehidrasi terjadi penyebabnya antara lain kejang demam, gangguan elektrolit (terutama hipernatremi), hipoglikemi dan ensefalitis.

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

Dari anamnesa dan pemeriksaan fisik, serta dari kepustakaan maka dapat disimpulkan bahwa diagnosis pada kasus ini sudah tepat yaitu deare akut dengan dehidrasi ringan-sedang e.c. virus. 2.Apakah penatalaksanaan pada kasus ini sudah tepat ? Dasar penatalaksanaan dari kasus ini didapatkan dari diagnosa pada pasien ini : o o o o o o o o Pengukuran BB IVFD RL 32 tetes/menit oralit Zinc sulfat 1x20 mg Lacto-B 1x1 PCT syrup 3x cth Domperidon 3x cth Edukasi kepada orang tua : untuk memberikan cairan tambahan, meneruskan ASI memberi makan dengan tata cara pemberiannya dan menjaga kebersihan.

Pembahasan : Penatalaksanaan yang dilakukan pada GE : Dasar pengobatan diare adalah lima lintas tatalaksana diare: 1. 2. 3. Pemberian cairan (rehidrasi awal dan rumatan). Dukungan nutrisi Suplementasi zinc

4. Antibiotik selektif Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

5. Edukasi orang tua Pemberian cairan pada diare dehidrasi murni 1. Jenis cairan a. Cairan rehidrasi oral: oralit, larutan gula garam, dan sebagainya. b. Cairan parenteral: RL, 2.Pemberian makanan pada penderita diare Pemberian makanan per oral diberikan setelah anak rehidrasi. Dengan cara ini penyembuhan pendertita dapat lebih cepat, dan kenaikan berat badan lebih baik walaupun frekwensi diare bertambah. Pada pelaksanaan dietetik, penderita diare akut dengan dehidrasi perlu diperhatikan faktor faktor sebagai berikut : a. b. Insiden diare pada bayi yang mendapat ASI Pemberian ASI sebaiknya diteruskan walaupun frekwensi intoleransi laktosa

tinggi. 3. Pemberian zinc Pemberian zinc dapat mempercepat penyembuhan diare. Zinc juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh sehingga dapat mencegah terulangnya diare selama 23 bulan setelah anak sembuh dari diare. 4. Antibiotik selektif Antibiotik selektif tidak diberikan karena penyebab diare belum terbukti penyebabnya adalah bakteri, profilaksis tidak diberikan karena takut terjadi resistensi. Selain bahaya resistensi kuman, pemberian antibiotik yang tidak tepat dapat membunuh flora normal yang dibutuhkan tubuh. Efek samping dari penggunaan antibiotik yang tidak rasional adalah timbulnya gangguan fungsi ginjal, hati dan diare yang disebabkan antibiotik. Hal ini juga akan mengeluarkan biaya pengobatan yang seharusnya tidak diperlukan. 5. Edukasi kepada orang tua Edukasi kepada orang tua sangat diperlukan dalam penatalaksanaan diare. Diedukasi untuk memberikan cairan tambahan, meneruskan ASI, memberi makan dengan tata cara pemberiannya dan menjaga kebersihan. Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

Selain pengobatan tentang diarentyapasien diberikan pengobatan simptomatik untuk menurunkan panas dan agar tidak muntah lagi. Dari penatalaksanaan yg diberikan di atas dapat disimpulkan bahwa penatalaksanaan pada kasus ini sudah tepat.

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

DIARE PADA BAYI DAN ANAK Definisi Diare merupakan gejala yang umum pada anak. Diare akut adalah buang air besar yang terjadi pada bayi atau anak yang sebelumnya tampak sehat, dengan frekwensi 3 kali atau lebih per hari, disertai perubahan tinja menjadi cairan dengan atau tanpa lendir dan darah. Etiologi Ada beberapa faktor yaitu : 1. Faktor infeksi a. Infeksi enteral, yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. Infeksi bakteri Infeksi virus Infeksi parasit : Vibrio, Ecoli, Salmoella, Shigella, dan sebagainya. :Enterovirus (Virus ECHO, Coxsackie, Poliomyelitis), :Cacing (Ascaris, Trichiuris, Oxyuris, Strongyloides),

Adenovirus, Rotavirus, dan lain lain Protozoa (Entamoeba histolytica, Giardia lambilia, Trichomonas hominis), Jamur (Candida albicans). b. Infeksi parental, yaitu infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan, seperti Otitis Media Akut (OMA), Tonsilofaringitis, Bronkopneumonia, Ensefalitis, dan sebagainya. Keadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak < 2 tahun. 2. Faktor malabsorbsi a. Malabsorbsi karbohidrat: disakarida (intoleransi laktosa, maltosa dan sukrosa), monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa). Pada bayi dan anak yang tersering ialah intoleransi laktosa.

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

b. Malabsorbsi lemak terutama lemak jenuh. c. Malabsorbsi protein. 3. 4. Faktor makanan Makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan. Faktor psikologis : rasa takut dan cemas.

Cara Penularan Pada umumnya adalah orofecal melalui : 1. 2. Makanan dan minuman yang telah terkontaminasi oleh enteropatogen. Kontak langsung atau tidak langsung (4 F = Fod, Feses, Finger, Fly).

Patogenesis Mekanisme dasar timbulnya diare ialah : 1. Gangguan osmotik Akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan osmotik dalam rongga usus meningi, sehingga terjadi pergeseran air dalam elektrolit ke dalam rongga usus. Isi rongga usus yang berlebihan ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare. 2. Gangguan sekresi Akibat rangsangan tertentu (misal oleh toksin) pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekresi air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan diare timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus. 3. Gangguan motilitas usus Hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus menyerap makanan, sehingga timbul diare. Sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan yang selanjutnya dapat menimbulkan diare pula.

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

Patogenesa Diare Karena Virus Virus yang terbanyak menyebabkan diare adalah rotavirus. Garis besarnya patogenesisnya adalah sebagai berikut : Virus masuk ke dalam traktus digestivus bersama makanan dan minuman, kemudian berkembang biak di dalam usus. Setelah itu virus masuk ke dalam epitel usus halus dan menyebabkan kerusakan di bagian apikal vili usus halus. Sel epitel usus halus bagian apikal akan diganti oleh sel dari bagian kripta yang belum matang, yang berbentuk kuboid atau gepeng. Akibatnya sel epitel ini tidak dapat berfungsi untuk menyerap air dan makanan. Sebagai akibatnya akan terjadi diare osmotik. Vili usus halus kemudian akan memendek sehingga kemampuannya untuk menyerap dan mencerna makananpun akan berkurang. Pada saat ini biasanya diare mulai timbul, setelah itu sel retikulum akan melebar dan kemudian akan terjadi infiltrasi sel limfoid dari lamina propia, untuk mengatasi infeksi sampai terjadinya penyembuhan.

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

Patogenesa Diare Karena Bakteri Bakteri masuk ke dalam traktus digestivus, kemudian berkembang biak di dalamnya. Bakteri kemudian mengeluarkan toksin yang akan merangsang epitel usus sehingga terjadi peningkatan aktivitas enzim adenil siklase (bila toksin bersifat tahan panas / labil toksin / LT) atau enzim guanil siklase (bila toksin bersifat tahan panas / stabil / ST). sebagai akibat peningkatan aktivitas enzim enzim ini akan terjadi peningkatan cAMP (cyclic adenosine monophospate) atau cGMP (cyclic guanosine monophospate) yang mempunyai kemampuan merangsang sekresi kloride, natrium dan air dalam sel ke lumen usus serta menghambat absorbsi natrium, kloride dan air dari lumen usus ke dalam sel. Hal ini akan menyebabkan peninggian tekanan osmotik di dalam lumen (hiperosmolar). Kemudian akan terjadi hiperperistaltik usus untuk mengeluarkan cairan yang berlebihan dalam lumen usus, sehingga cairan dapat dialirkan dari lumen usus halus ke lumen usus besar (colon). Dan bila kemampuan penyerapan colon berkurang, atau sekresi cairan melebihi kapasitas penyerapan colon, maka akan terjadi diare.

Fisiologi dan Patofisiologi Sebagai akibat diare, akut maupun kronis akan terjadi : 1. Kehilangan air dan elektrolit (dehidrasi) yang mengakibatkan terjadinya gangguan keseimbangan asam basa (asidosis metabolik, hipokalemia, dan sebagainya). 2. Gangguan gizi sebagai akibat kelaparan (masukan makanan kurang, pengeluaran bertambah). 3. Hipoglikemia. 4. Gangguan sirkulasi darah.

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

Gejala Klinis Mula mula bayi dan anak menjadi cengeng, suhu tubuh biasanya meningkat, nafsu makan berkurang atau tidak ada, kemudian timbul diare. Tinja cair dan mungkin disertai lendir dan atau darah. Pada diare oleh karena intoleransi, anus dan daerah sekitarnya lecet karena seringnya defekasi dan tinja makin lama makin asam sebagai akibat banyaknya asam laktat yang berasal dari laktosa yang tidak dapat diabsorbsi usus selama diare. Gejala muntah dapat terjadi sebelum / sesudah diare dan dapat disebabkan oleh la mbung yang turut meradang atau akibat gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit. Bila penderita telah kehilangan banyak cairan dan elektrolit, maka gejala dehidrasi mulai tampak, berat badan turun, turgor kulit berkurang, mata dan ubun ubun besar menjadi cekung, selaput lendir bibir dan mulut serta kulit tampak keri ng. Berdasarkan banyak cairan yang hilang dapat dibagi menjadi : Dehidrasi ringan Dehidrasi sedang Dehidrasi berat

Berdasarkan tonisitas plasma dapat dibagi menjadi : Dehidrasi hipotonik Dehidrasi isotonik Dehidrasi hipertonik

Pada dehidrasi berat, volume darah berkurang sehingga dapat terjadi renjatan hipovolemik dengan gejala gejala yaitu denyut jantung menjadi cepat, denyut nadi cepat dan kecil, tekanan darah menurun, penderita menjadi lemah, kesadaran menurun (apatis, somnolen sampai soporokomatous). Akibat dehidrasi, diuresis berkurang (oliguria sampai anuria). Bila sudah ada asidosis metabolik, tampak pucat dengan pernafasan yang cepat dan dalam (pernafasan Kussmaul).

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

Asidosis metabolik terjadi karena : 1. 2. Kehilangan NaHCO3 melalui tinja Ketosis kelaparan oliguria atau anuria). 4. Berpidahnya ion Na dari cairan ekstrasel ke cairan intrasel 5. Penimbunan asam laktat (anoksia jaringan tubuh).

3. Produk produk metabolik yang bersifat asam tidak dapat dikeluarkan (karena

Pemeriksaan Laboratorium 1. Pemeriksaan tinja a. Makroskopis dan mikroskopis b. pH dan kadar gula dalam tinja dengan kertas lakmus dan tablet elinitest, bila diduga intoleransi gula. c. Bila perlu lakukan pemeriksaan biakan / uji resistensi. 2. Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah dengan menentukan pH dan cadangan alkali atau lebih tepat lagi dengan pemeriksaan analisa gas darah menurut ASTRUP (bila memungkinkan). 3. Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin untuk mengetahui faal ginjal. 4. Pemeriksaan kadar elektrolit terutama natrium, kalium, kalsium dan fosfor dalam serum (terutama bila ada kejang). 5. Pemeriksaan intubasi duodenum untuk mengetahui jasad renik atau parasit secara kualitatif dan kuantitatif, terutama pada penderita diare kronik. Komplikasi 1. Dehidrasi (ringan, sedang, berat, hipotonik, isotonik dan hipertonik). 2. Renjatan hipovolemik. 3. Hipotokalemia (dengan gejala meteorismus, hipotonik otot, lemah, bradikardi, perubahan pada elektrokardiogram). 4. Hipoglikemi.

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

5. Intoleransi laktosa sekunder, sebagai akibat defisiensi enzim laktase karena kerusakan villi mukosa usus halus. 6. Kejang, terutama pada dehidrasi hipertonik. 7. Malnutrisi energi protein, karena selain diare dan muntah penderita juga mengalami kelaparan. Penyakit Penyerta pada Diare 1. KKP (Kurang Kalori Protein). KKP dapat menyebabkan diare karena adanya malabsorpsi makanan dan infeksi alat pencernaan. Sebaliknya diare akan menyebabkan absorbsi makanan terganggu dan berkurang sehingga akan menyebabkan bertambah beratnya derajat KKP penderita. 2. Infeksi sistemik Seperti alat pernafasan, morbili, dan sebagainya. Selain dapat menyebabkan suhu penderita meningkat juga dapat menyebabkan diare dan dehidrasi. 3. Kejang Sebagian penderita diare dapat disertai kejang baik sebelum atau sesudah dehidrasi terjadi penyebabnya antara lain kejang demam, gangguan elektrolit (terutama hipernatremi), hipoglikemi dan ensefalitis. Pengobatan Dasar pengobatan diare adalah : 1. 2. 3. Pemberian cairan (rehidrasi awal dan rumat). Dietetik (pemberian makanan). Obat obatan.

Pemberian cairan pada diare dehidrasi murni 1. Jenis cairan a. Cairan rehidrasi oral: oralit, larutan gula garam, dan sebagainya. b. Cairan parenteral: RL, DG aa (1 bagian lar. Darrow 1 bagian larutan Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

Glukosa 5 %), DG 1 : 2, dan lain lain. 2. Jalan pemberian cairan a. Per oral untuk dehidrasi ringan, sedang dan tanpa dehidrasi dan bila anak mau minum serta kesadaran baik. b. Intragastrik untuk dehidrasi ringan, sedang atau tanpa dehidrasi, tetapi anak tidak mau minum atau kesadaran menurun. c. Intravena untuk dehidrasi berat dan kegagalan terapi rehidrasi oral Sejumlah pasien dengan dehidrasi ringan / sedang tidak dapat diobati secara memadai dengan oralit melalui mulut. Penderita ini harus diberikan terapi IV. Penderita dengan terapi oral biasa gagal karena : 1. Tingginya tingkat kelahiran cairan (seringnya buang air besar dalam tinja caira dengan jumlah yang banyak). Beberapa penderita dengan tingkat kehilangan cairan yang tinggi mungkin tidak bisa minum cukup oralit untuk menggantikan kehilangan cairan yang berkelanjutan sehingga keadaan dehidrasi makin buruk. Beberapa penderita harus diobati selama beberapa jam dengan cairan IV sampai tingkat kehilangan cairan berkurang. 2. Muntah terus menerus Kadang kadang muntah yang berulang ulang menghambat berhasilnya rehidrasi oral. Jika tanda tanda dehidrasi tidak membaik atau makin memburuk, terapi IV diperlukan sampai muntahnya hilang. Muntah biasanya hilang ketika air dan elektrolit terganti. 3. Ketidakmampuan untuk minum Beberapa penderita tidak dapat minum oralit dalam jumlah yang tepat karena sakit atau radang pada mulut (contoh : campak, sariawan dan herpes), karena kelelahan atau mengantuk karena obat (seperti antiemetik

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

atau obat antimotilitas). Terapi IV atau terapi nasogastrik diperlukan untuk penderita ini. 4. Perut kembung atau ileus Jika perut mulai kembung, oralit harus diberikan lebih lambat. Jika kembung bertambah atau jika ada bising usus, terapi IV diperlukan. Ileus paralitik (hambatan mobilitas isi perut) mungkin alasan kembung perut. Gejala ileus paralitik disebabkan oleh obat yang mengandung candu (kodein, loperamide), hipokalemia atau keduanya. 5. Malabsorpsi glukosa Kegagalan penyerapan glukosa yang bermakna secara khas adalah tidak biasa selama diare akut. Tetapi bila hal ini terjadi penggunaan oralit dapat menyebabkan bertambahnya diare dengan sejumlah besar glukosa yang tidak diserap dengan tanda tanda dehidrasi yang memburuk atau tes menunjukkan terdapat sejumlah besar glukosa pada tinja. Anak juga menjadi sangat haus. Cairan IV harus diberikan sampai diare hilang. 3.Jumlah cairan Jumlah cairan = PWL + NWL + CWL

PWL

= Previous Water Loss (ml/kgBB)

(Jumlah cairan yang hilang, biasanya berkisar 5 15 % dari BB (ml / kgBB). NWL = Normal Water Loss (ml / kgBB) (Terdiri dari urin + jumlah cairan yang hilang melalui penguapan pada kulit dan pernafasan). CWL = Concomitant Water Loss (ml / kgBB) (Jumlah cairan yang hilang melalui muntah dan diare, kira kira 25 ml / kgBB / 24 jam).

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

Derajat Dehidrasi Ringan Sedang Berat

PWL 50 75 125

NWL 100 100 100

CWL 25 25 25

Jumlah 175 200 250

JADWAL (KECEPATAN) PEMBERIAN CAIRAN a. Belum ada dehidrasi b. c. d. Oral sebanyak anak mau minum (ad libitum) atau 1 gelas setiap kali buang air besar. Parenteral dibagi rata dalam 24 jam. 1 jam pertama : 25 50 ml / kgBB per oral / intragastrik Selanjutnya : 125 ml / kgBB / hari atau ad libitum Dehidrasi ringan

Dehidrasi sedang 1 jam pertama : 50 100 ml / kgBB per oral / intragastrik. Selanjutnya : 125/ml/kgBB/hari atau ad libitum

Dehidrasi berat Untuk anak 1 bulan 2 tahun dengan BB 3 10 kg 1 jam pertama 7 jam berikutnya 16 jam berikutnya : 40 ml/kgBB/jam atau 13 tts/kgBB/menit (dengan infus berukuran 1 ml = 20 tts) : 12 ml/kgBB/jam atau 4 tts/kgBB/menit (dengan infus berukuran 1 ml = 20 tts) : 3 tts/kgBB/menit (dengan infus berukuran 1 ml = 20 tts)

Cara lain adalah :

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

4 jam I diberikan 1/3 dari kebutuhan cairan yang telah diperhitungkan (6 x BB tts/mnt). 20 jam II diberikan sisanya (3 x BB tts/mnt).

TABEL PENENTUAN DERAJAT DEHIDRASI MENURUT WHO, 1980 TANDA

RINGAN DEHIDRASI 1. Keadaan umum & kondisi Haus, sadar, gelisah

SEDANG

BERAT Mengantuk, lemas, ekstermitas dingin, berkeringat, sianotik, mungkin koma Biasanya sadar, gelisah, ekstremitas dingin, berkeringat dan sianotik, kulit jari jari tangan dan kaki keriput Cepat, halus, kadang kadang tidak teraba Dalam dan cepat Sangat cekung

Haus, gelisah atau letargi tapi iritabel

Bayi dan anak kecil

Anak lebih besar dan dewasa

Haus, sadar, gelisah

Haus, sadar, merasa pusing pada perubahan

2. Nadi radialis 3. Pernafasan 4. UUB *

Normal (frek. & isi Normal Normal Pada pencubitan kembali segera Normal Ada Lembab Normal

Cepat dan lemah Dalam Cekung

5. Elastisitas kulit*

Lambat

Sangat lamban > 2 detik

6. Mata * 7. Air mata 8. Selaput lender 9. Pengeluaran urin*

Cekung Kering Kering Berkurang

Sangat cekung Sangat kering Sangat kering Tidak ada urin untuk beberapa jam, kandung kencing kosong

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

10. TD sistolik 11. Pasien kehilangan BB Prakiraan kehilangan cairan Keterangan:

Normal 45%

Normal, rendah 69%

< 80 mmlHg > 10 % 100 110 ml/kg

40 50 ml/kg 60 90 ml/kg

* Terutama berguna pada bayi untuk menilai dehidrasi dan memantau rehidrasi. Pegangan untuk menggolongkan penderita termasuk dehidrasi berat, sedang atau ringan adalah : bila terdapat 2 atau lebih gejala dalam penggolongan tersebut. Dengan catatan selalu memikirkan resiko yang lebih tinggi, misal terdapat 2 gejala dehidrasi berat dan 5 gejala dehidrasi sedang, maka penderita tersebut dimasukkan dalam golongan dehidrasi berat.

Pemberian makanan pada penderita diare Pemberian makanan per oral diberikan setelah anak rehidrasi. Dengan cara ini penyembuhan pendertita dapat lebih cepat, dan kenaikan berat badan lebih baik walaupun frekwensi diare bertambah. Pada pelaksanaan dietetik, penderita diare akut dengan dehidrasi perlu diperhatikan faktor faktor sebagai berikut : a. Insiden diare pada bayi yang mendapat ASI tinggi. Untuk anak < 1 tahun atau berat badan < 7 kg, diberikan ASI dan susu rendah laktosa dan asam lemak tidak jenuh seperti LLM, Elmiron, bubur susu. Sedangkan untuk anak > 1 tahun dengan berat badan > 7 kg, diberikan makanan padat atau makanan cair atau susu sesuai dengan kebiasaan makan di rumah. (2) Buah yang dapat diberikan pada penderita diare adalah pisang, kalori dan pisang adalah 99 kcal dan kandungan kaliumnya 9,5 mmol/100 gram. Bila ada infeksi terutama diare maka kebutuhan kalori dan protein bertambah karena meningkatnya Untuk orang yang aku cintai SHT b. Pemberian ASI sebaiknya diteruskan walaupun frekwensi intoleransi laktosa

RASCAL321

katabolisme protein tubuh. Pertumbuhan kalori dan protein untuk mengejar laju pertumbuhan (catch up growth) membutuhkan kenaikan kalori sekitar 30 % dan protein sekitar 100 % dari keadaan basal untuk menggantikan kehilangan selama diare, sedangkan kalium dibutuhkan untuk mengatasi hipokalemi.

Pengobatan Medikamentosa 1. Suplementasi Zinc Zinc diberikan selama 10-14 hari berturut-turut terbukti mengurangi lama dan beratnya diare, mencegah berulangnya diare selama 2-3 bulan. Zinc dapat mengembalikan nafsu makan anak. Dosis zinc untuk anak-anak: anak di bawah umur 6 bulan: 10 mg (0,5 tablet) per hari, Peran Zinc di dalam pengobatan diare sangat bermanfaat, diantaranya zinc dapat berperan sebagai antioksidan, zinc dapat menghambat sintesis NO (nitrogen oksida), berperan dalam penguatan sistem imun, berperan dalam aktivasi limfosit T, zinc berperan dalam menjaga keutuhan epitel usus.

2.

Antibiotika Pada umumnya antibiotika tidak diperlukan pada semua kasus diare akut karena sebagian besar penyebab diare akut adalah Rotavirus yang sifatnya self limited dan tidak dapat dibunuh oleh antibiotika. Hanya sebagian kecil saja (10 20 %) yang disebabkan oleh bakteri patogen seperti Vibrio Cholerae, Shigella, ETEC (Entero Toksigenic E. coli), Salmonella, Campilobakter dan sebagainya yang pada umumnya baru diketahui setelah dilakukan biakan, sedangkan hasil biakan baru datang setelah diare berhenti. Antibiotika diberikan jika penyebabnya jelas seperti : Kolera diberikan Tetrasiklin 25 50 mg/kgBB/hari

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

Campylobakter diberikan Eritromisin 40 50 mg/kgBB/hari Bila terdapat penyakit penyerta seperti : u/kgBB/hari.

Infeksi ringan (OMA, faringitis) diberikan Penisillin Prokain 50.000 Infeksi sedang (bronkitis) diberikan Penisillin Prokain atau Ampisillin 50 mg/kgBB/hari. Infeksi berat (bronkopneumonia) diberikan Penisillin Prokain dengan Kloramphenikol 74 mg/kgBB/hari atau Ampisillin 75-100 mg/kgBB/hari ditambah Gentamisin 6 mg/kgBB/hari atau derifat Sefalosporin 30 50 mg/kgBB/hari. 3. Anti Diare Obat obat yang berkhasiat menghentikan diare secara cepat seperti antispasmodik/spasmolitik atau opium (papaverin, ekstrak beladona, codein, morfin, dsb) justru akan memperburuk keadaan karena akan menyebabkan terkumpulnya cairan di lumen usus, dilatasi usus, melipatgandakan pembiakan bakteri (over growth), gangguan digesti dan absorpsi lainnya. Obat ini hanya berkhasiat menghentikan peristaltik usus saja tetapi justru akibatnya sangat berbahaya karena baik pemberi obat maupun penderita akan terkelabui. Diarenya terlihat tidak ada lagi tetapi perut akan bertambah kembung dan dehidrasi bertambah berat yang akhirnya dapat fatal untuk penderita. 4. Absorben Obat obat absorben (pengental tinja) seperti kaolin, pektin, charcoal (norit, tabonal), Bismuth Subsalisit, dan sebagainya telah dibuktikan tidak ada manfaatnya. Obat obat stimulan seperti adrenalin, nikotinamit dan sebagainya tidak akan dapat memperbaiki syok atau dehidrasi beratnya karena penyebabnya adalah kehilangan cairan (syok hipovolemik). Pengobatan yang paling tepat ialah pemberian cairan secepatnya. 5. Anti Emetik

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

Obat anti emetik seperti klorpromazin (largaktil) terbukti selain untuk mencegah muntah dapat mengurangi sekresi dan kehilangan cairan melalui tinja. Pemberian dalam dosis kecil ( 0,5 1 mg/kgBB/hari) terutama penderita yang disertai muntah muntah hebat dapat diberikan. Obatanti piretik seperti preparat salisilat (Asetol, Aspirin) dalam dosis rendah (25 mg/kgBB/hari) ternyata selain berguna untuk menurunkan panas yang terjadi sebagai akibat dehidrasi atau panas karena infeksi penyerta, juga dapat mengurangi sekresi cairan yang keluar melalui tinja.

Untuk orang yang aku cintai SHT

RASCAL321

DAFTAR PUSTAKA

Marenstein, G, Kaplan, Rosenberg. Buku Pegangan Pediatri. Jakarta. Widya Medika. 2002. Suharyono.,Boediarsi,Aswitha.,Halimun,EM.Editor. Gastroenterologi Anak Praktis. Jakarta:Balai Penerbit FKUI;1988. Rahmat,M dan Dardjat,MT. Editor. Segi-segi Ilmu Kesehatan Anak. Hal. Staf pengajar Ilmu kesehatan anak FKUI.Buku kuliah Ilmu kesehatan Anak. Jilid 2.Jakarta:Balai Penerbit FKUI;1985. UKK Gastro-Hepatologi IDAI. Modul Diare. 2009.

Untuk orang yang aku cintai SHT