Anda di halaman 1dari 5

RESPIRATORY DISTRESS Mencoba berpikir secara holistik Ketika bayi baru lahir kita harus menilai apakah bayi

mengalami distres pernafasan atau tidak??Bagaimana caranya??Apa tindakan kita?? Pengamatan ini dilakukan pada menit menit awal kelahiran. Apabila kita menemukan salah satu atau lebih tanda dibawah ini:

1. 2. 3. 4.

Grunting Nafas cuping hidung Takipnea Retraksi dinding dada / chest indrawing

Maka bayi tersebut mengalami ditres pernafasan. Distres pernafasan dapat saja berhubungan dengan sianosis dan desaturation pada pulse oksimetri ataupun tidak. Untuk bayi baru lahir (dalam beberapa jam kelahiran) dengan distres pernafasan, anamnesa cepat dapat dilakukan terkait kondisi antenatal, peripartum, termasuk kondisi saat lahir, antara lain:

a. Apakah ada faktor resiko selama periode antepartum atau gawat janin sebelum pengiriman? (Kelahiran asfiksia atau PPHN) b. Apakah ibu mendapat steroid antenatal*bila kelahiran preterm ? (antenatal steroid menurunkan insiden HMD hingga 50%) c. Apakah ada riwayat PROM (ketuban pecah sebelum waktunya) dan demam? (congenital pneumonia dan sepsis) d. Apakah ada mekonium pada cairan amnion? (curiga MAS-mekonium aspirasi sindrom) e. Apakah resusitasi dibutuhkan saat lahir? (resusitasi trauma/PPHN/Asidosis) f. Apakah distres pernafasan terjadi berapa jam setelah kelahiran? (HMD lebih cepat daripada pneumonia) g. Apakah itu terkait dengan makan atau buih di mulut?(fistula tracheoesofagus atau aspirasi)

Pemeriksaan fisik

a. Seorang bayi prematur dengan berat <1500 gram dengan retractions dan grunting cenderungmemiliki HMD.

b. Seorang bayi lahir istilah melalui mekonium bernoda cairan ketuban den gan peningkatananteriorposterior diameter dada (dada penuh) kemungkinan akan menderita dari MAS. c. Seorang bayi mengalami depresi dengan sirkulasi yang buruk cenderung memiliki sepsisneonatal dengan atau tanpa kongenital pneumonia. d. Bayi near term dengan tidak ada faktor risiko dan ringan mungkin TTNB. e. Seorang bayi sesak napas mungkin memiliki PPHN. f. Sebuah pertumbuhan bayi terhambat dengan tampilan yang mungkin berlimpah-limpahmemiliki polisitemia. g. Bayi dengan gangguan pernapasan harus diperiksa untuk kebocoran udara denganmenempatkan su mber cahaya dingin ke dinding dada di ruangan gelap. h. Bayi menyajikan dengan takipnea dan jantung murmur mungkin memiliki penyakit jantungbawaan. i. Ketidakmampuan untuk lulus kateter 5F melalui lubang hidung seorang bayi istilah sugestif dari atresia choanal.

Untuk mengevaluasi distres pernafasan kita dapat menggunakan downes score

Score<4 tidak ada distres pernafasan Score 4-7 distres pernafasan Score >7 akan mengalami gagal nafas. Berbagai referensi apabila >6. (analisis gas darah dilakukan) Bila menemui bayi dengan keadaan seperti ini, segera lakukan:

Persiapkan Peralatan resusitasi dan penyokongnya Tenaga medis yang terlatih Lakukan ABC (airway, breathing, circulation). Membersihkan saluran napas, memastikan pernapasan yang memadai dan sirkulasi adalah baris pertama manajemen. Seorang bayi dalam stres pernapasan jelas perlu pada

pemantauan pulse oksimeter berkesinambungan untuk memutuskan kapan intubasi dan ventilasi diperlukan. Hindari penggunan oksigen yang tidak diperlukan. Diberikan dengan head box, sebaiknya dengan pemantauan meter FiO2 dan oksimeter pulse untuk menentukan jumlah oksigen diperlukan. Soft cannulae hidung juga dapat digunakan untuk berikan oksigen. Oksigen harus diberikan dalam dosis yang tepat, dan hindari pemakaian yang tidak diperlukan karena merupakan racun bagi prematur neonatus.

Pemeliharaan suhu yang tepat sangat penting. HMD dan PPHN yang diperburuk oleh hipotermia. manajemen Cairan dan elektrolit: Elektrolit keseimbangan, cairan, kalsium dan glukosa homeostasis yang semua sama pentingnya. Cairan biasanya dimulai pada 60ml/kg/day Dextrose 10% atau tiga empat pemeliharaan harian mana yang lebih baik. Pemeliharaan hemoglobin yang memadai: Setiap neonatus dengan gangguan pernapasan harus memiliki sel dikemas volume (Packed Cell Volume) di atas 40% (tetapi kurang dari 75%). HARUS gunakan antibiotik hingga sepsis dieklusi.terutama pada bayi prematur. Dimulai dari spektrum luas.

Bantuan pernafasan Bila O2 dg head box tidak berhasil, harus segera berikan bantuan Napas diberikan dalam bentuk CPAP (continuous positive airway pressure) atau intermittent mandatory ventilation (IMV). CPAP : bantuan pernapasan dengan cara meningkatkan tekanan pulmoner secara artifisial pada saat fase ekspirasi pada bayi yang bernapas secara spontan . Intermittent Positive Pressure Ventilation (IPPV) atau Intermittent Mandatory Pressure Ventilation (IMV) : pernapasan bayi diambil alih sepenuh nya oleh mesin ventilator mekanik dan meningkatkan tekanan pulmoner baik pada fase inspirasi maupun ekspirasi. CPAP sebaiknya dimulai lebih awal pada bayi dengan HMD. Indikasi memulai CPAP apabila score downes >6 saat lahir atau kebutuhan FiO2 >0,6 untuk menjaga saturasi pada pulse oximeter. Gangguan nafas sedang atau berat dan apnu berulang. Skor 3 atau lebih pada (arterial blood gas)ABG menunjukkan kebutuhan untuk CPAP(continuous positive airway pressure ) atau ventilasi mekanis.

Bila bayi sering apnu : berarti CPAP gagal harus segera dilakukan intubasi dan pemberian ventilasi. Indikasi Ventilasi Tekanan positip _ Skor Downes' >8 _ Episode apnu berat, gasping saat usaha napas _ pH <7.25 dan PaCO2 >55-60 mmHg atau meningkat >5-10 mmHg/jam _ Berat lahir <1500 gram, umur gestasi <31 minggu ( saat di kamar bersalin ) _ CPAP gagal : PaO2 <60 mmHg, FIO2=0.6, CPAP=6 cm H2O _ pH <7.20 setelah terapi (asidosis metabolik/respiratorik) _ Syok (PEEP of 2-3 cm H2O)8 CPAP gagal maka harus segera diberikan bantuan napas dengan Ventilator mekanik _ 1. Retraksi sedang sampai berat _ 2. Laju pernapasan > 70 /menit _ 3. Sianosis dengan FiO2 > 0.4 _ 4. Serangan apnu berulang _ 5. Syok atau ancaman syok _ 6. PaO2 < 50 mm Hg dengan FiO2 > 1.0 _ 7. PaCO2 > 60 _ 8. PH < 7.25 14 Setelah stabilisasi, obati penyebab distres pernafasan. Untuk investigasi lebih lanjut dapat melalui X-Ray, Analisis gas darah, Hitung darah lengkat (curiga anemia, polycitemia, sepsis), glucosa check (hypoglycemia), kultur darah (sepsis, pneumonia), dll. Apabila sudah dilakukan, kita harus menentukan penyebab distres pernafasan sangat penting karena akan mempengaruhi tatalaksana dari penyebab distres pernafasan. penyebab umum gangguan pernapasan pada neonatus antara lain:

Hyaline Membrane Disease (HMD) Meconium Aspiration Syndrome (MAS) Transient Tachypnoea of the Newborn (TTNB)

Congenital or acquired pneumonia Persistent Pulmonary Hypertension of the Newborn (PPHN) Air leaks Congenital anomalies of upper airway (choanal atresia), gut (tracheoesophageal fistula, congenital diaphragmatic hernia) or lungs (lobar emphysema, congenital cystic adenomatoid malformation, cysts) Cardiac shock or Congenital Heart Disease (CHD). Haematological causes (severe anaemia, polycythaemia) Neurological causes leading to hyperventilation like seizures Metabolic causes- Inborn Errors of Metabolism (IEM)

Pembahasan untuk mengenal masing-masing distres pernafasan akan sangat berguna dalam menyngkirkan diagnosis banding.