Anda di halaman 1dari 38

ANEMIA GRAVIS ec ANEMIA APLASTIK

Disusun oleh : M ROY HASBI NIM : 1101997100

Anemia Aplastik merupakan gangguan hematopoisis yang ditandai oleh penurunanan produksi eritrosid, myeloid dan megakoriosit dalam sumsum tulang dengan akibat adanya pansitopenia pada darah tepi, serta tidak dijumpai adanya keganasan system hematopoitik ataupun kanker metestatik yang menekan sumsum tulang.

Anemia Aplastik dapat diwariskan atau di dapat. Perbedaan antara keduanya bukan pada usia pasien, melainkan berdasarkan pemeriksaan klinis dan laboratorium.

Anemia Aplastik didapat umumnya muncul pada usia 15-25 tahun, puncak insiden kedua yang lebih kecil muncul setelah usia 60 tahun.

Secara etiologi penyakit ini dapat dibagi menjadi 2 golongan besar yaitu : 1.Faktor Kongenital/anemia aplastik yang diturunkan : sindrom fanconi yang biasanya disertai kelainan bawaan lain seperti mikrosefali, strabismus, kelaina ginjal. 2.Faktor Didapat : sebagian bersifat idiopatik sebagian lainnya dihubungkan dengan : - Bahan kimia benzene, insektisida - Obat : kloramfenikol, antirematik, antitiroid, mesantoin (antikonvulsan,sitostotika ) - Infeksi : hepatitis, tuberculosis miliar - Radiasi : radioaktif, sinar rontgen :

Ada 3 teori yang dapat menerangkan patofisiologis penyakit ini yaitu : - Kerusakan sel induk hematopoitik - Kerusakan lingkungan mikro sumsum tulang - Proses imunologik yang menekan hematopoisis

IDENTITAS Nama Umur Jenis Kelamin Status Perkawinan Suku Bangsa Agama Pendidikan Alamat

: Maman : 18 tahun : Laki-laki : Belum menikah : Sunda : Islam : Tidak sekolah : Samarang

A.ANAMNESA Diambil dari : Alloanmnesa tgl 21 Juni 2007 Keluhan utama : Lemas, Nyeri perut kurang lebih 20 hari SMRS

Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang dengan keluhan badan lemas, dan nyeri perut kurang lebih 20 hari SMRS. disertai pucat pada muka dan demam yang hilang timbul. Selain itu keluhan lain yang dirasakan adanya mual dan muntah terutama setelah makan sehingga makan yang masuk dapat keluarkan lagi sehingga nafsu makan menurun. Selain itu juga bila BAB mencret disertai darahdengan lendir seperti bubur. Orang tua pasien juga mengatakan adanya keterlambatan berbicara, kurang lebih umur 7 tahun baru dapat bicara tapi tidak lancar hanya bisa mengucapkan kata-kata tertentu saja.

Riwayat Penyakit Terdahulu : Riwayat transfusi darah disangkal Riwayat minum obat-obatan tertentu disangkal Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada keluarga pasien yang mempunyai riwayat penyakit yang sama seperti di atas.

B.ANAMNESIS SISTEM Kulit : t.a.k Kepala : t.a.k Mata : t.a.k Telinga : t.a.k Hidung : t.a.k Mulut : Gusi berdarah Tenggorokan : Nyeri tenggorokan Leher : t.a.k Dada : t.a.k

Abdomen : mual, muntah, BAB mencret berdarah disertai lendir sepetri bubur Saluran kemih : t.a.k Saraf dan otot : t.a.k Ekstremitas : t.a.k Berat Badan : 17 kg

Riwayat Hidup : Tempat lahir : Di rumah Ditolong oleh : Dukun Riwayat imunisasi : Pasien tidak ingat Riwayat Makanan : Frekwensi : 2 x/hari Variasi : kurang Jumlah : cukup Nafsu makan : kurang Kesulitan : Keuangan : sulit Keluarga : miskin Pekerjaan : buruh tani

PEMERIKSAAN JASMANI Pemeriksaan Umum : TB : + 155 cm BB : 17 kg TD : 100/60 mmhg Nadi : 100x/menit Suhu : afebris Pernafasan : 16x/menit Gizi : BMI=17/(1,6)2 = 6.64 kg/m2 ( Kurang) Sianosis : Oedem : Habitus : estenikus Cara berjalan : normal Mobilitas : aktif

ASPEK KEJIWAAN Tingkah laku : Wajar Alam perasaan : Biasa Proses pikir : Wajar
KULIT Warna : sawo matang Jaringan parut : tidak ada Pertumbuhan rambut : tipis Suhu raba : hangat Keringat umum : tidak ada Setempat : tidak ada Efloresensi : tidak ada Pigmentasi : tidak ada Pemb.darah : tidak ada Turgor : baik Ikterus : tidak ada Edema : tidak ada

Lapisan lemak : cukup

KEPALA Ekspresi wajah : wajar Rambut : tipis teraba

Simetris muka : (+) Pemb.darah temporal :

MATA Extopthalmus : (-) Lensa : normal Enopthalmus : (-) Visus : normal Kelopak : normal Gerakan bola mata : normal Konjungtiva : anemis Tek.bola mata : normal Sklera : tidak ikterik Nystagmus : (-) Lapangan penglihatan : normal Deviatio konjungae : (-)

TELINGA Tuli : (-) baik Lubang : ada, normal Serumen : (-) Cairan : (-)

Selaput pendengaran :
Penyumbatan : (-) Perdarahan : (-)

MULUT Bibir : agak kering Langit-langit : normal Gigi geligi : perdarahan Faring : tidak hiperemis Lidah : bersih

Tonsil : T1-T1 Bau pernafasan : biasa Trismus : (-) Selaput lendir : (-)

LEHER Tek.vena jugularis (JVP) : normal (5+0 cmH2O) Kelenjar tiroid : tidak teraba pembesaran Kelenjar limfe : tidak teraba pembesaran DADA Bentuk : simetris kanan-kiri Pembuluh darah : tidak terlihat pelebaran Buah dada : tidak ada kelainan

PARU-PARU
Inspeksi : simetris hemitorak kanan-kiri, depan-belakang saat statis dan dinamis Palpasi : simetris kanan-kiri, depanbelakang tidak tertinggal saat fremitus fokal dan taktil Perkusi : sonor pada seluruh lapangan paru Auskultasi : VBS Kanan=kiri, ronkhi -/-, wheezing -/-

JANTUNG Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat Palpasi : Ictus cordis tidak teraba Perkusi : - batas jantung kanan ICS IV Linea parasternal dextra - batas jantung kiri ICS V linea midclavikula sinistra - batas jantung atas ICS III linea parasternal dextra Auskultasi : BJ murni reguler, gallop -/-, murmur -/-

PEMBULUH DARAH

Arteri Arteri Arteri Arteri Arteri Arteri Arteri

Temporalis : teraba Karotis : teraba Brakhialis : teraba Radialis : teraba Femoralis : teraba Poplitea : teraba Tibialis Posterior : teraba

PERUT Inspeksi dinding perut : datar Palpasi : Lembut, NT epigasritum + - Hati : tidak teraba pembesaran - Limfa : tidak teraba pembesaran - Ginjal : tidak teraba pembesaran Perkusi : Timpani Auskultasi : bising usus (+) normal Reflek dinding usus : baik

ALAT KELAMIN Tidak dilakukan pemeriksan ANGGOTA GERAK Lengan kanan/kiri Tonus otot : +/+ Gerakan : normal Massa : -/Edema : -/Sendi : +/+ Kekuatan : 5/5 Tungkai dan Kaki kanan/kiri Luka : -/Kekuatan : 5/5 Varises : -/Massa : -/Otot tonus : +/+ Gerakan : normal Sendi : +/+ Edema : -/-

LABORATORIUM Hb : 2.0 gr/dl Leukosit : 2700/mm3 Trombosit : 79.000/mm3 Hematokrit : 5.6 %

RINGKASAN Pasien datang dengan keluhan badan lemas, dan nyeri perut kurang lebih 20 hari SMRS. disertai pucat pada muka dan demam yang hilang timbul. Selain itu keluhan lain yang dirasakan adanya mual dan muntah terutama setelah makan sehingga makan yang masuk dapat keluarkan lagi sehingga nafsu makan menurun. Selain itu juga bila BAB mencret disertai darah dengan lendir seperti bubur. Orang tua pasien juga mengatakan adanya keterlambatan berbicara, kurang lebih umur 7 tahun baru dapat bicara tapi tidak lancar hanya bisa mengucapkan kata-kata tertentu saja.

Pemeriksaan Umum : TB : + 155 cm BB : 17 kg TD : 100/60 mmhg Nadi :100x/menit Suhu : afebris Pernafasan : 16x/menit Mata : Konjungtiva : anemis Mulut : Gigi geligi : perdarahan Perut : NT epigastrium +

Berdasarkan pemeriksaan laboratorium didapatkan : Hb : 2.0 gr/dl Leukosit : 2700/mm3 Trombosit : 79.000/mm3 Hematokrit : 5.6 %

D/ kerja : Anemia Gravis ec Suspect Anemia Aplastik DD/ : Suspect Thalasemia

MASALAH Anemia Febris Lemas Mual, Muntah

PENGKAJIAN
Anemia Berdasarkan (+ ) : Hb : <10 gr/dl Trombosit < 150.000/mm3 Mata : konjungtiva anemis Perdarahan gusi Berdasarkan (-) : Belum dilakukan sedian apus darah tepi

Dyspepsia Berdasarkan (+) : Demam Nyeri perut epigastrium disertai dengan mual, muntah Badan lemas Berdasarkan (-) : Belum dilakukan endoskopi

RENCANA PENGELOLAAN Anemia Dtx : Pemeriksaan sedian apus darah tepi Thx : Transfusi darah dengan PRC Preperat Fe 3x1 tab,p.o Febris Dtx : Pemeriksaan darah rutin :Hb, Leuko, trombosit Thx : Parasetamol 500mg 3x1 tab, p.o Edx : Banyak minum air putih

Dyspepsia Dtx : Pemeriksaan endoskopi Thx : Ranitidin 2x1 amp,i.v Edx : tidak makan makanan yang pedas dan asam

FOLLOW UP Tanggal 20 Juni 2007 S : pucat, lemes, nyeri perut epigasrium +, mual +, muntah + bila makanan keluar lagi O : TD : 90/50 mmhg Mata : konjungtiva anemis N : 100 x/menit Pulmo : VBS ka=ki, Rongki -/, weezing -/RR : 16 x/menit Cor : Bj I-II murni reguler Suhu : subfebris A : Anemia Gravis ec Anemia Aplastik P : Rl 20 gtt/menit Transfusi bila Hb kurang dari 10 gr/dl Ranitidin 2x1 amp, i.v Ketoprofen 3x , supp Cek darah lengkap

Tanggal 21 Juni 2007 Sudah di Transfusi 2 labu S : Pucat masih ada, Nyeri perut berkurang sedikit, mual, muntah berkurang sedikit, sudah bisa makan sedikitsedikit, Bab mencret sedikit berkurang dan Bak lancar O : TD : 100/70 mmhg Mata : konjungtiva masih anemis N : 80 x/menit P : VBS ka=ki, R -/-, Wheezing -/RR : 20 x/menit C : Bj I-II murni reguler Suhu : afebris A : Anemia Gravis ec Anemia Aplastik P : Cek Hb post transfusi Ketoprofen 3x , supp Ranitidin 2x1 amp, i.v Tunggu hasil ADT

Tanggal 22 Juni 2007 S : pucat masih, Nyeri perut berkurang sedikit, mual, muntah berkurang sedikit, sudah bisa makan sedikitsedikit, Bab mencret sedikit berkurang dan Bak lancar O : Hb : 6,9 gr/dl Mata : konjungtiva sedikit anemis Ht : 20 % Leuko : 2000/mm3 Trombosit : 49.000/mm3 P : VBS ka=ki, R -/-, W -/C : Bj I-II murni reguler Hasil ADT : Eritrosit hipokrom mikrositer Leukosit : limfosit menurun, morfologi normal Trombosit : turun sekali Kesan : Pancytopeni

A : Suspect Anemia Aplastik Observasi Trombositopenia P : Transfusi PRC 2 labu Ketopropen stop Ranitidin 2x1 amp, i.v Tanggal 23 Juni 2007 S : Pucat berkurang, mual, muntah berkurang, nyeri perut (-), nafsu makan mulai ada sedikit-sedikit, Bab sudah tidak mencret lagi, bak lancar O : TD : 110/70 mmhg N : 80x/menit RR : 25x/menit Suhu : afebris Mata : konjungtiva tidak anemis P : VBS ka=ki, R -/-, W -/C : Bj I-II murni reguler

A : Suspect Anemia Aplastik P : Cek Hb post transfusi Ranitidin 2x1 amp, i.v Vitamin B complek 2x1 tab, p.o Tanggal 25 Juni 2007 S : pucat (-), mual (-), muntah (-), nyeri perut (-), Nafsu makan cukup baik, keadaan umum cukup baik.

O : Hb : 11,6 gr/dl Ht : 32 % P : VBS ka=ki, R -/-, W -/Leuko : 6700/mm3 C : Bj I-II murni reguler Trombosit : 79.000/mm3 TD : 110/70 mmhg N : 80 x/menit RR : 25 x/menit Mata : konjungtiva tidak anemis A : Anemia Aplastik Observasi Trombositopenia P : Curcuma 2x1 tab,p.o Asam Folat 3x1 tab,p.o Keluarga Pasien pulang paksa

PEMBAHASAN Anemia aplastik terjadi karena ketidaksanggupan sumsum tulang untuk membentuk sel-sel darah. Anemia aplastik dapat muncul secara mendadak (dalam beberapa hari ) atau perlahan-perlahan (berminggu-minggu). Anemia dapat menyebabkan fatig, dispnea, dan jantung berdebar-debar.Trombositopenia menyebabkan mudah timbulnya memar. Neutropenia dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi. Dan mungkin juga mengeluh sakit kepala dan demam. Penegakan diagnosis memerlukan pemeriksaan darah lengkap dengan hitung jenis leukosit, hitung retikulosit, dan aspirasi serta biopsy sumsum tulang.