Anda di halaman 1dari 110

SUMBER/DALIL AJARAN ISLAM

1.

2.
3.

Al-Quran As-Sunnah/Al-Hadits Rayu dan Ijtihd

PEMBAGIAN Dalil Ajaran Islam


1. 2.

Dalil naqli = bersumber wahyu Ilahi (alQuran dan Hadis) Dalil aqli = bersumber dari rakyu (ijtihad)

SUMBER POKOK DAN SUMBER CABANG

SUMBER POKOK:
Al-Quran dan Sunnah Rasul SUMBER CABANG: Ijm qiyas

Disepakati oleh hampir seluruh (jumhur) ulama:

Dalil yg Diperselisihkan Ulama


Istihsn, Adat/Urf, Mashlahat Mursalah, Istishb, Madzhab Shahbat, Syaru man Qablan, dan sadd al-Dzariat

AL-QURAN )(
Definisi Al-Quran:
Bacaan atau yang ditulis; sesuatu yang dibaca berulang-ulang; kumpulan (bahasa)

Istilah: Kalam/wahyu Allah berbahasa Arab,


diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., melalui Malaikat Jibril, merupakan mukjizat, ditransmisikan secara mutawatir, penyusunannya dalam mushaf diawali dengan surat al-fatihah dan diakhiri dengan surat al-Nas, serta membacanya dinilai sebagai ibadah.

Nama-nama Al-Quran
Dua pendapat: 90 lebih nama, 55 nama.

Sebagian Nama al-Quran


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

10.
11. 12. 13.

Al-Kitab Al-Furqan (pemisah antara yang haq dan yang batil) At-Tanzil (wahyu yang diturunkan kepada Nabi terakhir) Adz-Dzikri Al-Huda (petunjuk, pedoman bagi manusia) Ar-Rahman(Merahmati Semua makhluq di dunia dan khusus bagi kaum mumin di akhirat( Al-Majid (mulia) An-Nadzir (pemberi peringatan) Al-Mubin (penjelas) Al-Karim (mulia) Al-Kalam (firman allah) An-Nur (cahaya) Dll.

Demi al-Kitab (al-Quran) yang menjelaskan (Q.s. al-Dukhan (22): 2)

.
Pemisah antara yang hak dari yang bathil

Maha suci Allah yang telah menurunkan al-Furqan (al-Quran) kepada hamba-Nya, agar menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam . (Q.s. alFurqan (25: 1):

Peringatan

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan alDzikr (al-Quran), dan sesungguhnya Kami benarbenar memeliharanya. (Q.s. al-Hijr (15:9):

roh atau jiwa

Dan demikianlah Kami wahyulan kepadamu Ruh (al-Quran) .... (Q.s. asy-Syura/42:52:

PENURUNAN AL-QURAN

Penurunan (Nuzul) Al-Quran


Pengertian: Nuzul, = turun dari atas ke bawah (bahasa) Nuzulul Quran = turunnya al-Quran. Makna majazi = pemberitahuan Allah kepada Nabi Muhammad melalui perantara Malaikat Jibril.

TAHAP PENURUNAN ALQURAN


1. Turunnya al-Quran ke Lauh al-Mahfuzh. 2. Dari Lauh al-Mahfuzh ke langit dunia (Bait alIzzah) Caranya:

3 pendapat:
a. b. c. Sekaligus (jumhur), pembawanya = Malaikat Jibril. Bertahap dalam 20 malam qadar, selama 20 tahun. Dimulai pada malam qadar, seterusnya dirurunkan secara berangsur-angsur sedikit demi sedikit.

3. Dari langit dunia kepada Nabi, berangsur melalui perantara Malaikat Jibril.

PENURUNAN AYAT
Masa Penurunan Ayat Pertama: Pada malam Qadar, 17 Ramadlan tahun 41 kelahiran Nabi (6 Agustus 610 M), Saat Nabi ber-tahannuts di Gua Hira

LOKASI GUA HIRA

AYAT YANG PERTAMA


1.
2. 3. 4.

Surat al-Alaq: 1- 5, al-Muddatstsir: 1-5, Surat al-fatihah: 1-7, basmalah.

Pendapat yg kuat

Q.s. al-Alaq:1-5

Ayat Terakhir Turun


Segi Waktu: Tanggal 9 Dzulhijjah tahun 10 H (632 M), (tahun 63 dari kelahiran Nabi) saat Nabi wukuf di Arafah untuk menunaikan Haji Wad. Beberapa hari (8 hari) menjelang wafat Nabi.

Ayat yg Terakhir
Tidak kurang dari 12 pendapat,
1.

2.
3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

12.

Q.s. al-Baqarah: 281; (yg Kuat) Al-Baqarah: 278; al-Baqarah: 282; an-Nis: 176; an-Nis: 93; At-Taubah: 128-129; Akhir surat al-Midah; An-Nashr; Ali Imrn: 195; An-Nis: 32; al-Ahzb: 35; at-Taubah: 5.

Q.s. al-Baqarah (2):281

Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

Q.s. al-Midah: 3 ayat Terakhir?

Tidak ada riwayat yang mendukung, Sebagian ulama = ayat tersebut merupakan ayat hukum terakhir, bukan ayat terakhir diturunkan secara faktual

Jumlah Ayat Setiap Penurunan


Tidak ada kemestian =
Kadang turun hanya 1 ayat, dua ayat; 3 ayat, Kadang lebih hingga 10 ayat atau lebih banyak, Kadang hanya beberapa kata dari penggalan ayat.
Kadang 1 surat penuh sekligus, terutama surat-surat pendek, seperti Q.s. al-Ftihah, alAshr, al-Kautsar, al-Ikhlsh, dan al-Muawwidzatain.

HIKMAH Penurunan al-Quran Secara Berangsur

Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar). (Q.s. al-Furqan:32 )

Dan Kami turunkan (al-Quran) itu dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia kepada manusia dan Kami menurunkannya

bagian demi bagian..

(Q.s. al-Isra: 106 )

Hikmah Penurunan Secara Berangsur

1. Untuk menguatkan hati Nabi dalam menerima kalam Allah dan menyiarkannya kepada umatnya., 2. Berfaedah bagi umat, membangun dan membina umat secara bertahap 3. Agar menjadi petunjuk tentang sumber al-Quran, bahwa al-Quran itu dari Allah.

Periodisasi Turunnya alQuran

Periodesasi Turunnya al-Quran

1.

2.

Periode Mekkah = sebelum Nabi hijrah ke Madinah. Ayat-ayat makkiyyah ( ). Periode Madinah = setelah Nabi hijrah ke Madinah. Ayat-ayat Madaniyyah ( ) .

Tanda-tanda Umum Surat Makkiyyah


1.

2.
3. 4. 5.

6.

Ayat sajdah Kata kall, kecuali pada sebagian akhir al-Quran Dimulai dengan panggilan Ya Ayyuhan Ns kecuali surat al-Hajj. Kisah nabi-nabi dan umat terdahulu, kecuali surat alBaqarah. Isinya menyangkut prinsip-prinsip keimanan, seperti tauhid, missi rasul, kebangkitab dan balasan, hari kiamat, surga neraka, hukum-hukum alam dan bantahan secara aqli terhadap orang-orang musyrik. Ayatnya relatif pendek-pendek, puitis dan memiliki makna yang dalam.

Tanda-tanda Surat Madaniyyah


1. 2. 3.

4.

5.

Terdapat kewajiban ibadah atau laranganlarangan. Terdapat bantahan terhadap ahli kitab Ayatnya relatif panjang-panjang. Menerangkan syariat; peraturan-peraturan tentang ibadah dan muamalah dalam segala aspek kehidupan manusia. Menggunaan sapaan: Y ayyuhal ladzna man

Hikmah dan Faedah Mengetahui Surat Makki dan Madani


1. Mudah diketahui mana ayat yang turun lebih dahulu. 2. Mengetahui dan mengerti sejarah pengsyariatan hukum Islam. 3. Mengetahui perbedaan dan tahap-tahap Dakwah Islamiyah. 4. Dapat mengetahui hikmah tasyri

ANATOMIS AL-QURAN
6.236 ayat, 74.437 kata, 325.345 huruf, 114 surat, 91 surat diturunkan pada periode Mekkah 23 surat diturunkan sesudah Nabi hijrah.

Isi Pokok al-Quran secara Global:


1. Ketauhidan, termasuk kepercayaan terhadap yang ghaib. 2. Peribadatan. 3. Janji dan ancaman. 4. Jalan atau petunjuk menuju kebahagiaan dunia dan akhirat yang berbentuk hukum atau peraturan. 5. Sejarah dan cerita umat atau orang-orang yang telah lalu, untuk menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang kemudian.

Fungsi dan Tujuan Penurunan alQuran


1.

2.

3.

4.

Sebagai petunjuk (Hudan) bagi yang bertakwa, dan bagi seluruh manusia (lil lamn). Pembeda atau pemisah (al-Furqn) antara yang hak dan yang batil; Sebagai peringatan (al-Dzikr) bagi orang-orang yang bertakwa. Al-Quran sebagai rahmat ( )atau keberuntungan yang diberikan Allah dalam bentuk kasih sayangnya.

Obat rohani (Syifa al-Shudur) bagi penyakit hati. 6. Pengajaran atau nasihat (Mauizhah) 7. Busyr ( =) kabar gembira 8. Tibyn ( ) atau ( = ) berarti penjelasan atau yang menjelaskan. 9. Mushaddiq ( ) atau pembenar terhadap kitab yang datang sebelumnya, 10. Nr ( ) kehidupan manusia dalam menempuh jalan menuju keselamatan. 11. Tafshl ( ) , penjelasan secara rinci 12. Korektor bagi kitab-kitab suci yang turun sebelumnya. 13. Bahan renungan atau pemikiran bagi yang mau berfikir. 14. Sumber ilmu pengetahuan sepanjang masa. 15. Mukjizat Nabi Muhammad saw.
5.

Autentisitas Al-Quran
Arti Autentik: 1. Asli berarti tidak palsu, an autentic document = dokumen yang asli. 2. Asli berarti dapat dipercaya; benar, autentic news = berita yang dapat dipercaya.

Maksud

Kitab yang autentik:

yang asli; tidak palsu; dapat dipercaya dan yang benar (pengertian kedua), bukan pengertian pertama. Bila yang dimaksud dalam pengertian pertama dipersamakan dengan keautentikan suatu dokumen, yang bukan tiruan, maka kitab yang autentik tidak akan dapat dijumpai di bumi ini.

Bukti Autentisitas al-Quran


Segi Penulisan. 1. Al-Quran sejak dari penurunannya telah ditulis oleh dewan penulis wahyu (Kuttb al-Wahyi). 2. Ketika Nabi wafat, seluruh ayat telah terdokumentasikan dalam bentuk tulisan. 3. Pada masa Khilafah Abu Bakr, dikodifikasikan menjadi 1 mushaf.
4.
5.

6.

Pada masa Khilafah Usman ibn Affan dibakukan dan diperbanyak. Banyak Shahabat Nabi secara tidak resmi menuliskannya. Setelah itu, penulisan terus dilakukan, baik secara resmi atau tidak resmi, dalam perkembangan lanjut, al-Quran dicetak secara besar-besaran hingga dewasa ini.

Segi Hafalan
Malaikat Jibril tidak meninggalkan Nabi sewaktu menurunkan wahyu, kecuali Nabi telah benarbenar hafal seluruh ayat yang diturunkan. Sekembalinya dari Malaikat Jibril, Nabi segera memanggil para sahabat dan menyuruh menghafalkannya. Majlis Nabi beserta para sahabat ini akan berakhir jika ayat yang diturunkan itu telah dihafal dengan baik oleh para sahabat.

Para sahabat kemudian mengajarkannya kepada sahabat lain, demikianlah seterusnya secara sambung-menyambung berlangsung hingga dewasa ini. Pada saat-saat tertentu hafalan Nabi diuji oleh malaikat Jibril. Pada saat-saat tertentu hafalan para sahabat diuji oleh Nabi. Gerakan menghafal al-Quran berlangsung terus menerus tanpa henti sejak masa Nabi hingga dewasa ini.

Bahasa Asli al-Quran

Bahasa Arab, tetap terjaga dengan baik dalam bahasa aslinya itu sampai sekarang. Bahasa Arab yang dipergunakan tetap masih dapat dipahami dan dimengerti oleh generasi kini.

PENULISAN AL-QURAN
Perintah Menuliskan al-Quran:

:
Dari Abi Said al-Khudri, bahwa Rasulullah saw bersabda: Jangnlah kalian menuliskan dariku sedikit pun kecuali al-Quran. Jika sudah menuliskannya, selain al-Quran, maka hapuslah

PENULISAN AL-QURAN DI MEKKAH


Penulis I Abdullah bin Sa'd bin Abi Sarah. Nama Penulis di Mekkah: Abu Bakar, Umar, Usman, Alim al-Zubair bin al-'Awam, Khalid bin Sa'id, Aban,

Said bin al-Ash, ibn Umayyah, Hanzhalah bin al-Rabi' al-Asadi, Muaiqib bin Abi Fathimah al-Dusi, Abdullah bin al-Arqam al-Zuhri, Syurahbil bin Hasan (atau Hasanah), Abdullah bin Rawwah. Sa'd bin Abi Abi Waqash, 'Amir bin Fahirah, 'Ala' bin bin Hadhrami, Al-Arqam bin al-Arqam Hadhrami, Hthib bin 'Amr

Penulisan al-Quran Periode Madinah


Jumlah Penulis: Satu riwayat = 43 orang Riwayat lain = 29 orang

Nama-nama Penulis:

Zaid bin Tsabit 'Usman ibn 'Affan, 'Ali ibn Abi Thalib, Ubai ibn Ka'b, 'Abd Allah bin Sa'd ibn Abi Sarh, Handalat ibn al-Rabi' . Dan lain-lain.

Alat Tulis al-Quran


Pelepah kurma yang sudah dipisahkan dari batangbatang dan daunnya,pada sisi yang datar. Lempengan batu lebar dan halus berwarna putih. Daun atau kulit pohon tertentu. Tulang unta atau domba, tulang iga yg telah dikeringkan. Papan kayu yang biasa diletakkan di atas punggung unta untuk diduduki atau meletakkan barang-barang bawaan. Pangkal pelepah pohon kurma yang keras. Lempengan batu yang sisinya dibuat tajam seperti pisau.
Sutera dan kulit binatang tertentu untuk menulis

Pena dan Tinta


Tinta
Dibuat dari bahan sejenis kacang-kacangan ditambah dengan ramuan tertentu, di antaranya dengan langes (Jawa).

Pena:
Dibuat dari ranting batang sejenis pohon bambu yang didatangkan dari Irak, dibuat lancip ujungnya, panjangnya sekitar sejengkal.

Jaminan Allah:
Janji Allah akan menjaga dan memeliharanya:

Sesungguhnya Kami yang menurunkan al-Dzikr (Al-Quran) dan kami pula yang akan menjaganya. (al-Hijr: 9)

PENULISAN AL-QURAN

KODIFIKASI AL-QURAN

Sejarah Kodifikasi Al-Quran


Penulisan al-Quran di Masa Nabi: Setiap wahyu turun langsung dihafal, ditulis, dan dihafalkan bahkan beliau senantiasa memerintahkan beberapa sahabat untuk menuliskannya. Pada masa Abu Bakr al-Shiddq, al-Quran telah dapat dikodifikasikan dalam satu mushaf oleh Zaid bin Tsabit dkk. atas usul Umar ibn alKhaththb. Pada masa Utsman ibn Affan, al-Quran ditulis kembali dan diperbanyak,

Jumlah mushhaf yang disalin


Terdapat beberapa riwayat: 4; 5; 6; 7; 8; 9 mushaf. Mushaf-mushaf tersebut dikirimkan ke berbagai kota utama, seperti ke Kufah (Irak), Basrah, Mesir, Madinah, Mekkah, dan lain-lain, untuk dijadikan pedoman bagi kaum Muslimin setempat. Tujuan utama langkah tsb agar umat Islam tidak tepecah-belah.

Bentuk Mushaf Usmani

Penyempurnaan Tulisan (Rasm) al-Quran


Hingga pembakuan mushaf, huruf-huruf al-Quran ditulis

dengan huruf Khath Kufi, belum bertanda baca dan bertanda huruf, masih berbentuk konsonantal. Upaya penyempurnaan Rasm (huruf) al-Quran dengan membubuhkan tanda baca dan tanda huruf, (syakl) berbentuk titik (Naqth al-Irb atau Naqth al-Harakt): Titik: ( ) titik bulat di atas huruf sebagai fathah, ( ) titik satu di bawah huruf sebagai kasrah, ( ), titik satu di depan atau di sebelah kiri huruf sebagai dhammah, dengan menggandakannya sebagai tanwin.

Orang pertama yang membubuhkan tanda-tanda Baca al-Quran


Ab al-Aswad al-Duali membuat tanda harakat tersebut.
Nashr ibn shim al-Laitsi dan Yahy ibn Yamar al-Adwani (murid dan sekretaris Ab al-Aswad al-Duali, memberikan titik pembeda huruf, tanda diakritis (Naqth al-Ijm):

Sejumlah tokoh berikutnya membubuhkan

tanda Hamzah, Sukun, Tasydid, dan sebagainya.

Imam Al-Khall ibn Ahmad al-Farahidi menyempurnakan harakat berbentuk titik dg bentuk huruf atau bagian huruf. Fathah dan Kasrah dibuat dalam bentuk Alif miring, dhummah diganti dengan huruf Wau kecil, Tanwin dengan menggandakannya. Tasydd ( ) berbentuk kepala huruf Syn ( singkatan dari )tanpa titik, sukun ( ) diambil dari bentuk kepala huruf Kha ( diambil dari ) , Sebagian mereka membuatnya dari kepala huruf Mim (singkatan dari ) .

Para Ahli Rasm terus berupaya menyempurnakannya dengan membubuhkan tanda-tanda-lain:


Tanda Waqf (berhenti) dan Washal (menyambung), Saktah, tanda Hizb, pembagian dan pemberian tanda Juz, tanda Makkiyyah dan Madaniyah, nama surat tanda ayat dan penomorannya,

PENCETAKAN ALQURAN
Hingga abad 16 M., penulisan alQuran masih ditulis dengan manual, tulis tangan. Setelah Eropa menemukan mesin cetak pada abad XVI, al-Quran dicetak dengan mesin cetak.

SALINAN MUSHAF USMANI

MUSHAF AL-QURAN TELAH DIHIASAI DG ORNAMEN

PEMAHAMAN ALQURAN

Ilmu-ilmu yang Berhubungan dengan Al-Quran: Ilmu Tafsir = Ilmu yang mengkaji tentang arti ayat, kandungan makna dan maksud (tafsir) ayatayat al-Quran,

QIRAAT

Ragam Bacaan Al-Quran


Ilmu Qirt = ilmu yang berkenaan pelafalan kalaimat-kalimat secara khusus, jenis-jenis bacaan (qiraat) yang diriwayatkan dan diakui; segi-segi perbedaan di antara qiraat-qiraat tersebut; tingkat-tingkat perbedaan dalam qiraat dan metode-metode untuk menerima atau menolaknya; Riwayat-riwayat mengenai berbagai qiraat (ragam bacaan) al-Quran, yang meliputi qiraat tujuh; sepuluh, atau 14, serta masalah-masalah lain yang tercakup dalam ilmu qiraat

Cara Membaca al-Quran


Ilmu Tajwid = ilmu yang berkenaan dengan fonetik serta pengucapan konsonan dan vokal. Membahas tentang teknik membaca alQuran yang benar sesuai dengan riwayat yang bersambung dari Nabi.

Segi Turunnya al-Quran


Ilmu Asbbin Nuzl = ilmu yang khusus mengungkapkan kejadiankejadian historis serta peristiwaperistiwa yang melatarbelakangi turunnya ayat al-Quran

ASBABUN NUZUL

ASBABUN NUZUL
Beberapa Definisi: Turunnya suatu ayat disebabkan oleh suatu peristiwa. Dengan sebabnya turun sesuatu ayat atau beberapa ayat yang terkait dengan sebab itu, atau memberi jawaban tentang sebab itu, atau menerangkan hukumnya; pada masa terjadinya peristiwa itu (istilah). Sesuatu kejadian yang terjadi di zaman Nabi Saw, atau suatu pertanyaan yang dihadapkan kepada Nabi maka turunlah suatu atau beberapa ayat yang berhubungan dengan kejadian itu, atau jawaban pertanyaan itu.

Ijaz al-Quran = ilmu yang membahas segi-segi kemukjizatan al-Quran

Tinjauan al-Quran dari segi peranannya sebagai argumentasi terhadap seluruh umat manusia. Bukti bahwa al-Quran datang dari Allah SWT adalah ijaz-nya.

Tempat-tempat Turunnya al-Quran

Membahas tentang tempat-tempat turunnya ayat al-Quran

Sumpah dalam al-Quran


Aqsmil Qurn = lmu yang membahas tentang maksud-maksud sumpah dalam alQuran.

Seni Indah Baca al-Quran


Ilmu Naghm
ilmu yang membahas dan mempraktekan lagu-lagu dalam membaca al-Quran.

Lagu-lagu al-Quran:
Bayati/Husaini Shaba Hijaz Nahawand Rast Jiharkah Syikah

Terjemah al-Quran
Pengalihbahasaan suatu kata dari suatu bahasa ke

bahasa yang lain, Mengungkapkan suatu pengertian dengan ungkapan yang lain dalam bahasa lain dengan memenuhi arti dan maksud yang terkandung dalam pengertiannya. Tarjamah al-Quran = pengalihbahasaan al-Quran yang berbahasa Arab ke bahasa lain sesuai dengan arti dan maksud yang terkandung dalam pengertiannya.

PEMBAGIAN JENIS TERJEMAHAN

Tarjamah secara harfiah (litterlijk) = memindahkan sejumlah kata (kalimat) dari suatu bahasa kepada bahasa lain dengan kosa kata dan susunan bahasa yang sesuai dengan bahasa aslinya. Tarjamah tafsriyyah = menerangkan pengertian yang terkandung dalam suatu kalam dengan bahasa lain dan tidak terikat oleh kosa kata dan susunan bahasa aslinya.

Contoh Buku Terjamah Al-Quran


1.
2. 3. 4. 5.

6.

Al-Quran dan Terjemahnya, diterbitkan oleh Departemen Agama RI. Tafsir al-Furqan, disusun oleh Ahmad Hasan (tokoh Persis). Terjemah al-Quran, disusun oleh Prof. Mahmud Yunus. An-Nur, Tafsir al-Quran al-Majid, disusun oleh Prof. T. H. Hasbi Ash-Shiddieqy. Tafsir Quran, disusun oleh H. Zainuddin Hamidy dan Fachruddin H. Bacaan Mulia, terjemahan bersifat puitis disusun oleh H.B. Yasin dan lain-lain

Tafsir dan Takwil


Tafsir = penerangan dan penjelasan. Menafsirkan al-Quran = usaha menyingkap sesuatu yang tertutup, atau mengungkapkan arti yang dimaksud dari suatu lafazh yang pelik dalam al-Quran. Penjelasannya mengambil makna tekstual. Ilmu tafsir = ilmu yang membahas tentang alQuran dari segi pengertiannya terhadap apa yang dimaksud oleh Allah sesuai dengan kemampuan manusia.

Takwil
= kembali kepada asal. Sebagian ulama menyamakan arti tafsir

dengan takwil. Sebagian ulama membedakannya, tafsir = penjelasan tentang makna zhhiriyah (lahir) dari ayat al-Quran, takwil = mengambil sebagian makna dari makna-makna yang dikandung oleh ayat alQuran. Tafsir mengambil makna tekstual, takwil mengambil bentuk kontekstual.

Contoh Perbedaan terjemah, serta tafsir dan takwil


)14 : (

Terjemahannya: Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.

Tafsirnya: Tuhan selalu mengawasi dan mengintai apa saja yang diperbuat manusia. Takwilnya: Ayat di atas mengandung peringatan keras agar manusia jangan memandang remeh segala perintah Tuhan, tetapi harus mempersiapkan diri untuk kembali kepada-Nya.

Pembagian Tafsir
1.

Tafsir Bi al-Riwyah (Bil Matsr)

Tafsir yang meliputi tafsir al-Quran dengan al-Quran, atau dengan Sunnah Nabi saw dan/atau dengan ucapan sahabat 2. Tafsr bi al-Diryah/Bi al-Rakyi). Tafsir Bi al-Riwyah (Bil Matsr),

Tafsr bi al-Diryah/ Bi al-Rakyi)


Menafsirkan ayat-ayat al-Quran dengan cara ijtihad, penjelasan mengenai al-Quran dengan didasarkan pada kaidah-kaidah ijtihad, ketentuan-ketentuan ilmu al-Quran, dan kaidah-kaidah Bahasa Arab

Contoh Kitab tafsir BilMatsur


Tafsir al-Thabari, disusun oleh Ibn Jarr al-Thabari. Tafsr Ibn Katsr/Tafsr al-Qurn alAzhm, disusun oleh Ibn Katsir. Dur Mantsr fi Tafsr bi al-Matsr, disusun oleh al-Suythi,

dan lain-lain.

Contoh Kitab Tafsr bi al-Rakyi


1.

Fahruddn al-Rzi. 2. Tafsr Jallain disusun oleh Imm Jalluddn alSuythi, 3. Tafsr al-Bahrul Muhth disusun oleh Ibn Hayyn, 4. Tafsr al-Manr disusun oleh Rasyid Ridh, 5. Tafsir Fi Zhill al-Qurn disusun oleh Sayyid Quthb, 6. dan lain-lain

Tafsr al-Rzi (Maftih al-Ghaib) disusun oleh

Tafsir dalam bahasa Indonesia (30 juz),


Al-Quran dan Tafsirnya (30 juz) disusun oleh Tim Departemen Agama RI. 2. Tafsir al-Azhar, disusun oleh Hamka. 3. Tafsir al-Mishbah disusun oleh Qurasish Shihab 4. Dan lain-lain.
1.

Metodologi Tafsir AlQuran


Metode 2. Metode 3. Metode 4. Metode
1.

Tahlili (Analitik), Ijmali (Global) Muqarin (Komparasi) Maudhui (Tematik)

Metode Ijmali (Global

Berusaha menafsirkan Al-Quran secara singkat dan global, menjelaskan makna yang dimaksud tiap kalimat dengan bahasa yang ringkas dan mudah dipahami. Keistimewaan tafsir ini = mudah dikonsumsi oleh lapisan dan tingkatan kaum muslimin secara merata. Kelemahannya = penjelasannya terlalu ringkas sehingga tidak dapat menguak makna ayat yang luas dan tidak dapat menyelesaikan masalah secara tuntas.

Metode Tahlili (Analitik)


Berusaha menjelaskan Al-Quran dengan menguraikan berbagai seginya dan menjelaskan apa yang dimaksudkan oleh Al-Quran. Tafsir ini dilakukan secara berurutan ayat demi ayat kemudian surat demi surat dari awal hingga akhir sesuai dengan susunan AlQuran.

Kosa kata dan lafazh dijelaskan, sasaran yang dituju dan kandungan ayat, yaitu unsur-unsur Ijaz, balaghah, dan keindahan susunan kalimat, menjelaskan apa yang dapat diambil dari ayat. Kelemahaninyai = bahasannya amat teoritis, terlalu lama, tidak sepenuhnya mengacu kepada persoalan-persoalan khusus yang sedang dihadapi.

Metode Muqarin

Metode perbandingan antara ayat dengan ayat, atau ayat dengan hadits, atau antara pendapat-pendapat para ulama tafsir dengan menonjolkan perbedaan tertentu dari obyek yang diperbandingkan itu.

Metode Maudhui (Tematik)

Berusaha mencari jawaban Al-Quran dengan cara mengumpulkan ayat-ayat AlQuran yang mempunyai tujuan satu, yang membahas topik/judul tertentu.

To be continued