Anda di halaman 1dari 3

Obat-obat hepatotoksik

Obat-obatan, seperti yang kita ketahui, dapat menimbulkan berbagai efek samping. Salah satunya adalah efek hepatotoksik; yaitu efek samping kerusakan sel-sel atau jaringan hati dan sekitarnya akibat konsumsi suatu obat. Efek hepatotoksik yang dikenal ada beberapa macam, yaitu: Kerusakan parenkim hati dengan cepat, menyerupai gejala hepatitis viral akut. Kerusakan parenkim hati dengan lambat, menyerupai gejala hepatitis kronik aktif. Infiltrasi lemak pada sel-sel hati, menyerupai gejala fatty liver. Menghambat ekskresi empedu sehingga menimbulkan ikterus obstruktif, menyerupai gejala kolestasis. Merusak sel-sel saluran empedu secara perlahan-lahan, menyerupai gejala sirosis biliaris. Menyebabkan granuloma sel-sel hati. Menyebabkan perlukaan pada parenkim hati, sehingga mendorong terbentuknya jaringan parut (fibrosis) menyerupai sirosis hati. Mendorong terjadinya tumor hati. Merusak sistem pembuluh darah portal hati. Mengapa suatu obat dapat bersifat hepatotoksik? Diduga sebabnya bersifat multifaktorial, namun ada beberapa mekanisme yang sudah diketahui dapat membuat obat tertentu bersifat hepatotoksik. Peroksidasi lipid. Radikal bebas yang terkandung dalam obat dapat memicu reaksi peroksidasi pada asam lemak tak jenuh pada retikulum endoplasmik sel hati, sehingga terjadi degenerasi lemak dan nekrosis pada sel yang bersangkutan. Stres oksidatif, juga disebabkan radikal bebas. Proses ini dapat menyebabkan berkurangnya glutation dalam sel hati, sehingga terjadi gangguan keseimbangan kalsium dan kerusakan sel yang bersangkutan. Penghambatan oksidasi, juga dapat menyebabkan reaksi peroksidasi lipid. Penghambatan sintesis protein melalui inhibisi enzim RNA polimerase, yang menyebabkan nekrosis lemak dan kematian sel. Penghambatan transportasi asam empedu pada sistem saluran kanalikuler intrahepatik. Reaksi imunoalergenik (berupa reaksi sitotoksik akibat paparan antigen asing). Efek karsinogenesis, terutama oleh metabolit obat yang sangat aktif atau teraktivasi berlebihan oleh substansi asing. Berikut ini adalah daftar obat yang bersifat hepatotoksik, sesuai dengan gejala yang ditimbulkannya. Adapun daftar dibuat berdasarkan mekanisme hepatotoksik yang dimiliki suatu obat. Obat yang semakin sering muncul adalah obat yang memiliki beberapa efek hepatotoksik sekaligus, sehingga secara umum lebih hepatotoksik dibanding obat lain yang jarang muncul.

1. Obat yang mengakibatkan gejala mirip hepatitis viral akut Allopurinol Diklofenak Fenobarbital Kuinin Antidepresan Diltiazem Halotan Labetalol trisiklik Asam Enfluran Ibuprofen Maprotilin asetilsalisilat Asam Etambutol Indometasin Metoprolol paraaminosalisilat Asam valproat Etionamid Isoniazid Naproksen Asebutolol Fenelzin Karbamazepin Parasetamol Atenolol Fenilbutazon Ketokonazol Penisilin Dantrolen Fenitoin Kuinidin Pirazinamid 2. Obat yang mengakibatkan gejala mirip hepatitis kronik aktif Asetaminofen Dantrolen Isoniazid Metildopa (dosis besar dan lama) 3. Obat yang mengakibatkan gejala mirip fatty liver Antitiroid Asam valproat Fenotiazin Metotreksat Asam Fenitoin Isoniazid Steroid asetilsalisilat 4. Obat yang mengakibatkan ikterus obstruktif Aktinomisin D Eritromisin Kaptopril Amoksisilin + Fenitoin Karbamazepin asam klavulanat Antidepresan Flurazepam Karbimazol trisiklik Azatioprin Flutamid Ketokonazol Danazol Gliburid Kloksasilin flekainid Diazepam Griseofulvin Klordiazepoksid Disopiramid Garam emas Klorpropamid Enalapril Haloperidol Kontrasepsi oral Rifampisin

Piroksikam Probenesid Ranitidin Simetidin Sulfonamid Sulindak Verapamil

Nitrofurantoin

Sulfonamid Tetrasiklin

Merkaptopurin Sefalosporin Metiltestosteron Siklofosfamid NSAID Nifedipin Nitrofurantoin Noretandrolon Oksasilin Penisilamin Siklosporin Sulfonamid Tamoksifen Tiabendazol Tolbutamid Verapamil

5. Obat yang mengakibatkan gejala mirip sirosis biliaris Asam valproat + Fenotiazin Klorpropamid + Tiabendazol klorpromazin eritromisin Fenitoin Imipramin 6. Obat yang mengakibatkan granuloma hepar Allopurinol Fenilbutazon Hidralazin Asam Fenitoin Isoniazid asetilsalisilat Diltiazem Garam emas Karbamazepin

Tolbutamid

Klorpromazin Kuinidin Nitrofurantoin

Penisilin Sulfonamid Tolbutamid

Disopiramid 7. Obat yang mengakibatkan sirosis antara lain asam nikotinat, metotreksat, dan terbinafin. 8. Obat yang mengakibatkan tumor hati Danazol Kontrasepsi oral Steroid anabolik Testosteron 9. Obat yang mengakibatkan kerusakan pembuluh darah portal Adriamisin Karmustin Metotreksat Steroid anabolik Vinkristin Azatioprin Kontrasepsi oral Mitomisin Tioguanin Vitamin A Dakarbazin Merkaptopurin Siklofosfamid + Siklosporin