Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN I.

1 Latar Belakang
Perawat merupakan seorang ahli yang merawat dan memperhatikan keadaan kliennya. Dalam ilmu Keperawatan, perawat selain dituntut untuk caring juga dituntut untuk berpikir kritis. Berpikir kritis yaitu suatu sikap tidak menolak atau menerima segala sesuatunya dengan begitu saja. Hal ini bertujuan agar perawat di masa yang akan mendatang dapat menyelesaikan masalah atau keluhan klien dengan berpikir kritis. Selain itu, berpikir kritis juga akan menimbulkan sikap caring perawat terhadap kliennya. Dalam berpikir kritis terdapat lima tahapan antara lain pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Dengan kelima tahapan yang dilakukan secara berurutan dan berkesinambungan proses berpikir kritis akan terlaksana. I.2 Tujuan Penulisan ujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut ! 1. Mendefinisikan pengertian berpikir kritis, 2. Mengidentifikasi lima model berpikir kritis, 3. Mendefinisikan dan mengetahui contoh dari implikasi.

I.3 Metode Penulisan "etode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah studi literature, yaitu mencari berbagai #akta$#akta dan data dari buku, artikel dan internet. I. !iste"atika Penulisan Sistematika yang digunakan dalam penyusunan makalah ini terdiri dari empat bab. Bab % yaitu Pendahuluan, yang terdiri dari &atar Belakang, ujuan Penulisan, "etode Penulisan dan Sistematika Penulisan. Bab %% yaitu pembahasan yang terdiri dari .... . Bab %%% yaitu Penutup terdiri dari Kesimpulan dan Saran. '

BAB II PEMBAHA!AN
2.1 #$N!EP BE%PI#I% #%ITI! DAN PEN&AMBILAN #EPUTU!AN DALAM #EPE%A'ATAN Berpikir kritis sangat penting dalam praktik keperawatan. Berpikir kritis adalah suatu proses yang menantang seorang individu untuk menginterpretasi dan mengevaluasi in#ormasi untuk membuat penilaian. Berpikir adalah menggunakan pikiran dan mencakup membuat pendapat, membuat keputusan, menarik kesimpulan, dan mere#leksikan ()ordon, '**+ dalam buku ,undamental Keperawatan hal '-'.. Dalam kaitannya dengan keperawatan, berpikir kritis adalah re#lekti#, pemikiran yang masuk akal tentang masalah keperawatan tanpa ada solusi dan di#okuskan pada keputusan apa yang harus diyakini dan dilakukan (Kataoka$/ahiro dan Saylor, '**0.. Perawat diharapkan untuk menggunakan pemikiran kritis untuk memecahkan masalah klien dan membuat keputusan yang lebih baik. Perawat menggunakan keterampilan berpikir kritis dalam berbagai cara! '. Perawat menggunakan pengetahuan mereka dalam bidang lainnya,
2. Perawat menghadapi perubahan dalam lingkungan stres, 3. Perawat membuat keputusan$keputusan penting.

Berpikir secara kritis menantang individu untuk menelaah asumsi tentang in#ormasi terbaru dan untuk menginterpretasikan serta mengevaluasi uraian dengan tujuan mencapai simpulan suatu perspekti# baru (Strader, '**1 dalam buku ,undamental Keperawatan.. Kompetensi berpikir kritis adalah proses kogniti# yang digunakan seorang perawat untuk membuat penilaian keperawatan. erdapat tiga tipe kompetensi, yaitu berpikir kritis umum, berpikir kritis spesi#ik dalam situasi klinis, dan berpikir spesi#ik kritis dalam keperawatan. Proses berpikir kritis umum mencakup metode ilmiah, pemecahan masalah, dan pembuatan keputusan. Proses berpikir kritis umum juga digunakan dalam disiplin lain (misalnya pekerja sosial dan kedokteran. dan dalam

situasi non$klinis. Pemecahan masalah mencakup mendapatkan in#ormasi ketika terdapat kesenjangan antara apa yang sedang terjadi dengan apa yang seharusnya terjadi. Dalam pembuatan keputusan, individu memilih tindakan untuk memenuhi tujuan. 2ntuk membuat keputusan, seseorang harus mengkaji semua pilihan, menimbang setiap pilihan tersebut terhadap serangkaian kriteria, dan kemudian membuat pilihan akhir. Kompetensi berpikir kritis spesi#ik dalam situasi klinis mencakup pertimbangan diagnostik, kesimpulan klinis, dan pembuatan keputusan klinis. Kapan saja perawat menghadapi masalah klinis, suatu keputusan harus dibuat dalam memilih pendekatan yang terbaik untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Proses pembuatan keputusan klinis untuk memilih pendekatan terbaik bagi klien didasarkan pada prioritas masalah dan kondisi klien. Perawat membuat keputusan klinis sepanjang waktu dalam upaya untuk memperbaiki kesehatan klien. Perawat memilih, menguji, dan mengevaluasi setiap pendekatan. Strader ('**1. menuliskan bahwa troubleshooting juga merupakan bagian dari pembuatan keputusan. Perawat mencoba untuk mengantisipasi tentang sesuatu yang tidak berjalan lancar dan mempertimbangkan pendekatan alternati# untuk meminimalkan atau mencegah masalah. Perawat membuat keputusan mengenai klien secara individual, tetapi mereka juga membuat keputusan mengenai sekelompok klien. Proses keperawatan merupakan pendekatan sistematis yang digunakan untuk secara kritis mengkaji dan menelaah kondisi klien, mengidenti#ikasi respons klien terhadap masalah kesehatan, melakukan tindakan yang sesuai, dan kemudian mengevaluasi apakah tindakan yang dilakukan telah e#ekti#. ,ormat untuk proses keperawatan adalah unik untuk disiplin keperawatan dan memberikan bahasa dan proses yang umum bagi perawat untuk 3memikirkan semua4 masalah klien (Kataoka$ /ahiro dan Saylor, '**0 dalam buku ,undamental Keperawatan..

2.2 M$DEL BE%PI#I% #%ITI! DAN P%$!E! #EPE%A'ATAN !EBA&AI #E%AN&#A #E%(A P%A#TE# #EPE%A'ATAN Berpikir adalah menggunakan pikiran dan mencakup membuat pendapat, membuat keputusan, menarik kesimpulan dan mere#leksikan ()ordon, '**+.. Kritis yaitu tidak menerima atau menolak suatu hal begitu saja. Hal ini dimaksudkan agar seseorang memikirkan terlebih dahulu sesuatu yang terjadi. Berpikir kritis yaitu menggunakan pikiran untuk membuat pendapat, keputusan, kesimpulan dan mengaplikasikan untuk menolak atau menerima sesuatu dengan mudah. Peran perawat yaitu membantu individu, sakit atau sehat dalam kinerja aktivitas yang menunjang pada kesehatan dan pemulihannya, atau pada kematian yang tenang (%nternational 5ouncil o# 6urse,'*7-.. Perawat dalam menjalankan tugasnya untuk merawat pasien perlu memiliki sikap kritis dalam berpikir. Kemampuan berpikir kritis mengkombinasikan penerapan dari ilmu pengetahuan dan pengalaman. Kataoka$/ahiro dan Saylor mengembangkan suatu model tentang berpikir kritis untuk penilaian keperawatan. "odel tersebut mende#inisikan hasil dari berpikir kritis sebagai penilaian keperawatan yang relevan dengan masalah keperawatan dalam berbagai lingkup. "odel tersebut dirancang untuk mengetengahkan penilaian keperawatan dalam peran klinis, manajerial, kepemimpinan dan pendidikan. "odel berpikir kritis yang dikembangkan oleh Kataoka$/ahiro dan Saylor berbentuk piramida. Piramida tersebut merupakan tingkat berpikir kritis. Pada dasar piramida adalah tingkat ' dasar. Di bagian tengah merupakan tingkat 1 kompleks sedangkan bagian puncak merupakan tingkat - yaitu Komitmen. Selain itu terdapat komponen berpikir kritis. Komponen tersebut antara lain dasar pengetahuan khusus, pengalaman, kompetensi, sikap dan standar. Dasar pengetahuan khusus perawat dalam keperawatan merupakan komponen utama berpikir kritis. Dasar pengetahuan perawat mencakup in#ormasi dan teori dari ilmu pengetahuan alam, humaniora dan keperawatan. Dasar pengetahuan khusus mencakup pendekatan yang menguatkan kemampuan perawat untuk berpikir secara kritis tentang masalah keperawatan. Komponen kedua yaitu 0

kompetensi. Kompetensi berpikir kritis adalah proses kogniti# yang digunakan perawat untuk membuat penilaian keperawatan. erdapat tiga tipe kompetensi8 berpikir kritis umum8 berpikir kritis spesi#ik dalam situasi klinis dan berpikir kritis spesi#ik dalam keperawatan. Kemudian komponen yang keempat yaitu sikap untuk berpikir kritis. Paul ('**-. telah meringkaskan sikap$sikap yang merupakan aspek sentral dari pemikir kritis. Sikap$sikap ini antara lain8 tanggung gugat8 berpikir mandiri8 mengambil resiko8 kerendahan hati8 integritas8 ketekunan dan8 kreativitas. Komponen yang terakhir yaitu standar berpikir kritis. Paul ('**-. mengemukakan bahwa standar intelektual menjadi universal untuk berpikir kritis . Standar pro#essional untuk berpikir kritis mengacu pada kriteria etik untuk penilaian keperawatan dan kriteria untuk tanggung jawab dan tanggung gugat pro#essional. Hal ini mengekspresikan nilai dan pro#esi keperawatan. Proses keperawatan adalah satu pendekatan untuk pemecahaan masalah yang memampukan perawat untuk mengatur dan memberikan asuhan keperawatan. Proses keperawatan adalah kerangka kerja dan struktur organisasi kreati# untuk memberikan asuhan keperawatan. Bandman menguraikan seluruh proses keperawatan sebagai suatu rangkai hubungan cara-hasil (means-end). 5ara adalah keakuratan perawat mengkaji, mendiagnosis, menangani klien dan hasil adalah peningkatkan #ungsi dan kesejahteraan. Kerangka kerja proses keperawatan mencakup berikut ! pengkajian, diagnose keperawatan, perencanaan (termasuk identi#ikasi hasil yang diperkirakan., implementasi dan evaluasi (Potter dan Perry, 199+! '09.. )ordon ('**+. dalam buku ,undamental Keperawatan menguraikan dua langkah pengkajian dan diagnosa sebagai komponen identi#ikasi masalah dan tiga langkah lainnya sebagai komponen penyelesaian masalah. &angkah diagnose berupa mengumpulkan data dan merumuskan pernyataan diagnosa yang mengidenti#ikasi masalah klien. &angkah ketiga yaitu perencanaan, komponen perencanaan adalah identi#ikasi hasil. &angkah keempat yaitu implementasi. %mplementasi adalah langkah tindakan dari proses keperawatan. Seorang perawat menggunakan beragam pendekatan untuk memecahakan masalah +

kesehatan klien. &angkah yang terakhir yaitu evaluasi. Pada langkah ini , perawat menentukan kemajuan klien dan keberhasilan intervensi keperawatan. Proses keperawatan adalah standar untuk praktik keperawatan sekuensial dan interrelasi (Potter dan Perry, 199+!'0'.. &angkah di atas harus dikerjakan sesuai urutan karena langkah yang satu dipengaruhi langkah sebelumnya. Kerangka ini diberikan berdasarkan kebutuhan klien dan asuhan keperawatan yang diberikan. 2.3 INTE%)EN!I #EPE%A'ATAN DAN BE%PI#I% #%ITI! DALAM IMPLEMENTA!I #EPE%A'ATAN Perencanaan asuhan keperawatan, tidak lepas dari adanya intervensi dari perawat itu sendiri. 2ntuk itu seorang perawat perlu untuk mengetahui sejauh mana intervensi yang dapat mereka lakukan dan implementasi yang seperti apakah yang dapat mereka perbuat. Selain itu, berpikir kritis adalah salah satu kunci keberhasilan dari asuhan keperawatan. %ntervensi keperawatan adalah semua tindakan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu klien beralih dari status kesehatan saat ini ke status kesehatan yang diuraikan dalam hasil yang diharapkan ()ordon, '**0.. Klien mungkin membutuhkan intervensi dalam bentuk dukungan, medikasi, pengobatan, edukasi klien$keluarga, dan pencegahan masalah kesehatan. %ntervensi tersebut harus bersi#at spesi#ik dan dinyatakan dengan jelas. Pengkuali#ikasian dari intervensi tersebut seperti bagaimana, kapan, dimana, #rekuensi, dan besarnya, memberikan isi dari aktivitas yang direncanakan. %ntervensi dalam keperawatan dapat dilakukan secara mandiri (dilakukan oleh perawat. dan kolaborati# (dilakukan oleh perawat bersama dengan pemberi keperawatan lainnya.. "enentukan target dari suatu hasil yang ingin dicapai adalah keputusan bersama antara perawat dan klien (/ura dan :alsh, '*;;.. Selain itu, intervensi dalam keperawatan didasarkan pada! '. Protokol adalah rencana tertulis atau prosedur keperawatan dengan situasi klinis tertentu dan berbentuk tindakan dan diagnostik, contohnya pada pasien yang pasca operasi. Protokol digunakan untuk mengkaji dan <

mengidenti#ikasi abnormalitas yang dialami klien serta menjabarkan kondisi yang mengi=inkan perawat untuk mengambil tindakan, seperti mengendalikan hipertensi, dan menjabarkan tipe pengobatan yang mengi=inkan perawat untuk mengambil tindakan, seperti imunisasi untuk bayi sehat. 1. Standing others adalah dokumen yang berisi tentang instruksi untuk melakukan terapi rutin, pedoman pemantauan, dan prosedur diagnostik untuk klien spesi#ik dengan masalah klinis yang telah diidenti#ikasi, disahkan, dan ditandatangani oleh dokter yang bertanggung jawab sebelum perawatan diimplementasikan. Standing others ini digunakan saat lingkungan perawatan klinis dimana klien membutuhkan pertolongan segera dan saat situasi yang tidak memungkinkan untuk melakukan kontak dengan dokter. Standing others ini memberikan perlindungan hukum bagi perawat untuk melakukan intervensi secara tepat untuk kebutuhan klien (Potter dan Perry, '**7.. %mplementasi adalah kebersinambungan dan interakti# dengan komponen lain dari proses keperawatan dengan cara mengkaji kembali keadaan klien, memodi#ikasi rencana asuhan, dan menuliskan kembali hasil yang diharapkan sesuai kebutuhan. Berpikir kritis dalam implementasi keperawatan antara lain! Perawat menimbang implementasi, konsekuensi, dan strategi keperawatan sebelum menerapkan rencana asuhan keperawatan. >encana asuhan keperawatan, termasuk tujuan dan hasil akhirnya, didasari oleh kebutuhan, kepercayaan, dan budaya klien. Kegagalan dalam berpikir kritis akan mengakibatkan intervensi perawat yang tidak e#ekti#, seperti pembinaan klien yang hanya berpusat pada perbaikan pengetahuan klien akan prosedur pengobatan. Perawat yang kritis harus menyadari bahwa pembinaan

pengetahuan kepada klien bukan satu$satunya masalah yang ada (Paul dan ?lder, '**+.. Perawat mendasari evaluasi terhadap hasil akhir klien dan kee#ekti#an intervensi perawat dalam self care, mengukur criteria dan berpikir rasional apakah hasilnya valid atau tidak. Kegagalan dalam berpikir kritis mengakibatkan pelaksanaan yang kurang baik kepada klien dan klien tidak memahami secara e#ekti# serta membutuhkan instruksi yang lebih lama lagi. (Paul dan ?lder, '**+.. Perawat dapat membuat diagnostik dengan cara menentukan kekuatan dan masalah klien dengan menggunakan pendekatan metodis, sistematis, dan didasarkan pada riset untuk merencanakan dan memilih intervensi yang sesuai (Bulechek dan "c5loskey, '**+8 )ordon, '*;7, '**0.. %mplementasi dalam keperawatan adalah membuat rencana asuhan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas klien, kemudian mengambil tindakan dan intervensi keperawatan spesi#ik melalui tindakan perawat dan tindakan dokter. 2. P%$!E! IMPLEMENTA!I !E%TA MET$DE *AN& DI&UNA#AN DALAM P%$!E! #EPE%A'ATAN Di dalam implementasi asuhan kepercayaan, terdapat jenis$jenis intervensi keperawatan, berpikir kritis dalam implementasi asuhan keperawatan, dsan yang terakhir mengevaluasi asuhan keperawatan. %mplementasi keperawatan, yang akan dibahas lebih lanjut tentang metode implementasi asuhan, dan proses implementasi asuhan keperawatan. %mplementasi adalah tahap ketika perawat mengaplikasikan rencana asuhan keperawatan ke dalam bentuk intervensi keperawatan guna membantu ic keperawatan dibutuhkan metode implementasi untuk melakukannya. Setiap diagnose keperawatan yang dilakukan kepada klien, akan disesuaikan dalam hal metode imlementasi yang diberikan. erdapat beberapa metode implementasi yaitu, '. "embantu dalam @ktivitas Kehidupan Sehari$hari (@KS., kegiatan yang biasa nya diperlukan bantuan @KS terbagi menjadi si#at akut, kronis, temporer, tau rehabilitative. 5ontoh nya, klien pascaoperati# yang tidak mampu melakukan @KS sendiri. Sementara melewati periode

pascaoperati# , klien akan mulai berkurang tahap ketergantungan terhadap perawat untuk menyelesaikan @KS. Dengan mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk menentukan waktu kebutuhan bantuan dalam @KS melalui proses pengkajian. Kebutuhan klien akan @KS terdapat bersi#at sementara, permanen, atau rehabilitative. 1. Konseling, metode implementasi yang membantu klien menggunakan proses pemecahan masalah untuk mengenali dan menagani stress dan memudahkan hubungan interpersonal di antara klien, keluarganya dan tim perawatan kesehatan (potterA perrry, 199+.. Konseling sendiri membantu klien untuk memelihara ketersediaan alternative (pertumbuhan kogniti#, perilakuk, perkembanagn, emosional, dan metal.. dam untuk memeutskan mana yang berman#aat dan sesuai bagi kehidupannya. entu terdapat teknik untuk perawat mampu mengidenti#ikasikebutuhan konselingdan memiliki keterampilan komunikasi untuk mengembangkan hubungan tereapeutik (Sundees, et all. '**+! Potter Aperry.199+.. -. Penyuluhan, di#okuskan untuk perubahan yaitu dalam pertumbuhan intelektual atau mendapatkan pengetahuan atau keterampilan psikomotor baru ( >edma,'**-! potterAperry, 199+.. Penyuluhan adalah metode implementasi yang digunakan untuk menyajikan prinsip, p yrosedur, dan teknikyang tepat tentang perawatan kesehatan untuk klien dan untuk mengin#ormasikan klien tentang status kesehatannya. Serta terjadi proses belajar$mengajar. ujuan dari proses belajar mengajar sendiri adalah mengembangkan dan melakukan rencana penyuluhan berdasarkan apa yang dibutuhkan. 0. "emberikan @suhan Keperawatan &angsung. erdapat rincian prosedur keperawatan ini yaitu, a.Kompensasi untuk >eaksi yang "erugikan, adalah e#ek yang berbahaya dalam kegiatan medikasi, pemeriksaan diagnostic, atai intervensi terapeutik. Serta perawat harus mengantisipasi segala kemungkinan e#ek samping yang terjadi pada klien. b. indakan Preventi#, diarahkan pada promosi kesehatan dan pencegahan penyakit agar terhindari dari perawatan rehabilitative aku ataupun kronis,. Di dalam mencakup pengkajian dan promosi potensi kesehatan klien, penetapan tindakan yang harus dilakukan, penyuluhan kesehatan, dan diagnosa dini serta pengobatan. c. eknik epat dalam "emberikan Perawatan dan meyiapkan klien untuk prosedur, d. indakan "enyelamatkan Biwa, bertujuan untuk memulihkan keadaan #isiologis dan psikologis dari keadaan klien yang kritis. e. "encapai ujuan Perawatan, untuk mencapai suatu kesembuhan ada banyak hal yang harus di dilakukan. /aitu dengan membuat kepatuhan klien, membantu meningkatkan pengetahuan klien tentang proses pengobatan. #. "engawasi dan "engevaluasi Kerja dari @nggota lain.

Berbagai metode tersebut tentu mengalami proses. @dapun proses implementasi nya dibagi menjadi + tahap yaitu, '. Mengkaji Ulang Klien, dilakukan terhadap komponen$komponen implementasi yang diusulkan dalam bentuk tindakan apa masih sesuai dengan pengkajian awal. Pengkajian adalah suatu proses yang berkelanjutan , yang hanya di #okuskan pada sebuah sitem atau dimensi (potterAperrry.199+.. 1. Menelaah dan Memodifikasi Rencana Asuhan Keperawatan ang Ada! diagnose akan terjadi perubahan seiring dengan perkembangan keadaan klien. @dapun tahap modi#ikasi rencana asuhan, yaitu Pertama, data klom pengkajian direvisi dengan status kesehatan terbaru serta diberikan tanggal revisi tersebut. Kedua, diagnose keperawatan di revisi karena perubahan status mempengaruhi perubahan kebutuhan klien dan di tulis tanggal revisinya. Ketiga, metode implementasi spesi#ik diubah untuk dihubungkan dengan diagnose keperawatan yang baru dan tujuan baru kliennya. Dan yang terakhir, mengevaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan yang diberikan. -. Mengidentifikasi "idang "antuan, tentu perawat akan membutuhkan bantuan sesuai dengan kondisi dari klien nya tersebut. Bantuan ini dapat berupa tenaga, pengetahuan, atau keterampian keperawatan. 0. Mengimplementasikan #nter$ensi Keperawatan, dilakukan dengan metode berikut untuk mencapai tujuan asuhan keperawatan, yaitu membantu dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari$hari, mengkonsulkan dan menyuluh klien dan keluarganya, member asuhan keperawatan langsung, dan mengawasi dan mengevaluasi kerja anggota sta# lainnya. Praktik keperawatan terdiri dari keteranpilan kogniti# mencangkup pengetahuan keperawatan seperti mengetahui repon #isiologis dan lain$lain, interpersonal mencangkup kemapuan berkomunikasi kepada klien, keluarga klien dan tim keperawatan , dan terakhir psikomotor kenutuhan langsung yang dibutuhkan perawatan klien seperti perban. Dan yang terakhir +. Mengkomunikasikan #nter$ensi Keperawatan! dari semua data yang sudah di revisi, hasil dari reaksi pergantian diagnose sebaiknya bukan hanya di tulikms, tetapi juga diucapkan secara verbal misalnya saat pergantian jam perawat.

'9

BAB III PENUTUP


3.1 #esi"+ulan Kegiatan keperawatan yang dilakukan oleh perawat harus berdasarkan pemikiran yang kritis terutama didalam pengambilan keputusan asuhan keperawatan. %ni juga yang dilakukan dalam intervensi keperawatan dalam melakukan tindakan membantu klien dalam proses pemulihan kesehatan. Serta menggunakan metode$metode implementasi yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan dari setiap klien. Sehingga perlunya berpikir kritis dalam melakukan tindakan keperawatan. 3.2 !aran Proses keperawatan yang dilakukan harus merupakan proses berpikir kritis yang dilakukan oleh perawat. indakan keperawatan yang dilakukan terutama di proses intervensi dan implementasi yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis dalam mengambil keputusan. @pabila keputusan yang di ambil tidak berdasarkan berpikir kritis maka akan terjadi kesalahan tindakan yang akan diberikan apabila tidak melakukan intervensi.

''

DA,TA% PU!TA#A
@smadi.(199;.. Konsep %asar Keperawatan&(pp '77$'7;. ?5)! Bakarta 5hase, S. ('**0.. 'lassification of (ursing %iagnosis) *roceeding of the (inth 'onference! (orth American (ursing %iagnosis Association. Philadelphia! B. B. &ippincott. Hal, -<7$-<;. Kataoka, /., A Saylor, 5. ('**0.. A 'ritical +hinking Model for (ursing ,udgement& B 6urs ?duc -- (;.! -+'. Ko=ier, B., ?rb, )., Berman, @. B., A Snyder. (1990.. -undamentals of (ursing) 'oncepts! *rocess! and *ractice& .th /d. 6ew Bersey! Pearson ?ducation, %nc. Hal, 10+$1+1. &ynney, ". ('**1.. %i$ergent *roductie +hinking -actors and Accurac of (ursing %iagnoses! Research in (ursing and 0ealth. Hal, -9-$-'1. Potter, P. @., A Perry, @. ). (199+.. -undamental Keperawatan) Konsep! *roses! dan *raktik& 1th /d& 2ol 3& St. &ouis, "%! ?lsevier "osby. Hal, '-1$'0'. Potter P @ A Perry @. ) , (199+.. -undamental Keperawatan) konsep! proses! dan praktik ?d.0.(pp 19+$1'-.. ?5)! Bakarta Potter, P. @., A Perry, @. ). (199+.. -undamentals of (ursing) 'oncepts! *rocess! and *ractice& 4th /d& St. &ouis, "%! ?lsevier "osby. Hal, 1<9$1<;. >uben#eld, ". )., A Sche##er, B. K. ('***.. 'ritical +hinking in (ursing) An Alternati$e Approach& 5nd /d& Philadelphia! &ippincott. Hal, 1+*. Strader, ". ('**1.. 'ritical +hinking. >edwood 5ity! @ddison :esley 6ursing.

'1