Anda di halaman 1dari 75

MAKALAH SISTEM PERKEMIHAN GAGAL GINJAL AKUT DAN KRONIK

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Gagal ginjal atau Acute renal failure (ARF) dapat diartikan sebagai penurunan cepat/tiba-tiba atau parah pada fungsi filtrasi ginjal. Kondisi ini biasanya ditandai oleh peningkatan konsentrasi kreatinin seru atau a!ote ia. "ang enjadi patokan adanya kerusakan ginjal adalah penurunan produksi urin. Angka ke atian di A# akibat gagal ginjal akut berkisar antara $%-&%'. Ke atian di dala R# (%-)%' dan di *+, sebesar -%-.&'. Kenaikan %/0 g/d1 kreatinin seru erupakan prognostik penting yang signifikan. kadar kreatinin juga bisa disebabkan oleh obat-obatan ( isalnya ci etidin dan tri ehopri ) yang engha bat sekresi tubular ginjal. 2erdarahan ukosa atau saluran pencernaan/ penggunaan steroid/ pe asukan protein. 3leh karena itu diperlukan pengkajian yang hati-hati dala atau tidak. Gagal ginjal akut ( GGA ) adalah suatu keadaan fisiologik dan klinik yang ditandai dengan pengurangan tiba-tiba glo erular filtration rate (GFR) dan perubahan ke a puan fungsional ginjal untuk dala e pertahankan eksresi air yang cukup untuk kesei bangan etabolik atau patologik pada ginjal tubuh. Atau sindro a klinis akibat kerusakan enentukan apakah seseorang terkena kerusakan ginjal

yang ditandai dengan penurunan fungsi yang nyata dan cepat serta terjadinya a!ote ia. (4a5idson 6&.(). Gagal ginjal kronis erupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irre5ersibel e pertahankan etabolis e dan kesei bangan

di ana ke a puan tubuh gagal untuk

cairan dan elektrolit sehingga terjadi ure ia. (# elt!er 7 8are/ $%%6) 1.2 TUJUAN 1.2.1 Tujuan Khusus penulis ini adalah agar ahasis:a dapat e berikan asuhan kepera:atan

9ujuan u u

pada pasien dengan gagal ginjal akut dan kronik. 1.2.2 Tujuan Umum ahasis:a dapat ;

#ecara khusus penulis ini bertujuan agar

a. <enegakkan diagnosa kepera:atan. b. <elakukan tindakan kepera:atan pada pasien GGA/ GGK c. <engetahui kendala-kendala yang dihadapi dala pera:atan GGA/ GGK

d. <elakukan e5aluasi dan diit pada pasien dengan penyakit GGA/ GGK

BAB II PEMBAHASAN

A. ANATOMI ISILOGI DAN STRUKTUR PERKEMIHAN DE!ASA Ana"#m$ %$nja& #iste perke ihan erupakan suatu siste di ana terjdinya proses penyaringan darah enyerap !at-

sehingga darah bebas dari !at-!at yang yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan !at yang dla 6. a. air dan dikeluarkan berupa urin (air ke ih). #usunan #iste G$nja& 'R(n) 2erke ihan

asih dipergunakan oleh tubuh. =at-!at yang tidak dipergunakan lagi oleh tubuh larut

#iste

perke ihan terdiri dari; pada kedua sisi

Ginjal terletak pada dinding posterior abdo en di belakang peritoneu

5ertebra thorakalis ke 6$ sa pai 5ertebra lu balis ke-0. 8entuk ginjal seperti biji kacang. Ginjal kanan sedikit lebih rendah dari ginjal kiri/ karena adanya lobus hepatis de>ter yang besar. Ginjal pada orang de:asa penjangnya sa pai 60 c / lebarnya ? c dan berat kedua ginjal kurang dari 6' berat seluruh tubuh atau ginjal beratnya antara 6$%-6)% gra . 8entuknya seperti biji kacang/ ju lahnya ada $ buah yaitu kiri dan kanan/ ginjal kiri lebih besar dari ginjal kanan dan pada u u nya ginjal laki-laki lebih panjang dari pada ginjal :anita. Ginjal dipertahankan dala a) S"*u+"u* G$nja& #etiap ginjal terbungkus oleh selaput tipis yang disebut kapsula fibrosa/ terdapat corte> renalis di bagian luar/ yang ber:arna cokelat gelap/ dan disebut pyra ides renalis/ puncak kerucut tadi lubang kecil disebut papilla renalis. edulla renalis di bagian dala yang ber:arna cokelat lebih terang dibandingkan corte>. 8agian edulla berbentuk kerucut yang posisi tersebut oleh bantalan le ak yang tebal.

enghadap kaliks yang terdiri dari lubang-

@ilu

adalah pinggir

edial ginjal berbentuk konkaf sebagai pintu enjadi dua atau tiga calices renalis inores.

asuknya pe buluh eneri a urin asingajores yang

darah/ pe buluh li fe/ ureter dan ner5us. 2el5is renalis berbentuk corong yang yang diproduksi ginjal. 9erbagi asing akan bercabang enjadi dua atau tiga calices renalis

#truktur halus ginjal terdiri dari banyak nefron yang 4iperkirakan ada 6 juta nefron dala pro>i al/ ansa henle/ tubulus distal dan tubulus urinarius.

erupakan unit fungsional ginjal.

setiap ginjal. Aefron terdiri dari ; Glo erulus/ tubulus

Ba%$an , Ba%$an G$nja& 8ila sebuh ginjal kita iris e anjang/ aka aka ta pak bah:a ginjal terdiri dari tiga bagian/

yaitu bagian kulit (korteks)/ su su

ginjal ( edula)/ dan bagian rongga ginjal (pel5is renalis).

a)

Kulit Ginjal (Korteks) elaksanakan penyaringan darah yang disebut engandung kapiler B kapiler darah yang alphigi.

2ada kulit ginjal terdapat bagian yang bertugas

nefron. 2ada te pat penyarinagn darah ini banyak

tersusun bergu pal B gu pal disebut glo erolus. 9iap glo erolus dikelilingi oleh si pai bo:n an/ dan gabungan antara glo erolus dengan si pai bo:n an disebut badan 2enyaringan darah terjadi pada badan bo:n an. =at B !at yang terlarut dala sini aka !at B !at tersebut akan bo:n an yang terdapat di dala b) #u su #u su dasarnya bagian dala Ginjal (<edula) su su darah akan ginjal. asuk kedala alphigi/ yaitu diantara glo erolus dan si pai si pai bo:n an. 4ari erupakan lanjutan dari si pai

enuju ke pe buluh yang

ginjal terdiri beberapa badan berbentuk kerucut yang disebut pira id renal. 4engan enghadap korteks dan puncaknya disebut apeks atau papila renis/ engarah ke ginjal. #atu pira id dengan jaringan korteks di dala nya disebut lobus ginjal.

2ira id antara . hingga 6. buah ta pak bergaris B garis karena terdiri atas berkas saluran paralel (tubuli dan duktus koligentes). 4iantara pyra id terdapat jaringan korteks yang disebut dengan kolu na renal. 2ada bagian ini berku pul ribuan pe buluh halus yang lanjutan dari si pai bo:n an. 4i dala hasil penyaringan darah dala badan pe buluh halus ini terangkut urine yang alphigi/ setelah engala i berbagai proses. erupakan erupakan

c)

Rongga Ginjal (2el5is Renalis)

2el5is Renalis adalah ujung ureter yang berpangkal di ginjal/ berbentuk corong lebar. #abelu berbatasan dengan jaringan ginjal/ pel5is renalis bercabang dua atau tiga disebut kaliks yang Kaliks dala asing B asing bercabang e bentuk beberapa kaliks inor ini inor yang langsung papila renis dari pira id. Kliks inor/ urine ayor/ enutupi

ena pung urine yang terus kleuar dari papila. 4ari ayor/ ke pel5is renis ke ureter/ hingga di ta pung

asuk ke kaliks

kandung ke ih (5esikula urinaria).

d) A(-*#n
4i ulangi lagi. ,nit fungsional ginjal adalah nefron. 2ada 6-6/) juta nefron yang pada dasarnya 4apat dibedakan dua jenis nefron; a. Aefron kortikalis yaitu nefron yang glo erulinya terletak pada bagian luar dari engadakan edula. anusia setiap ginjal engandung

e punyai struktur dan fungsi yang sa a.

korteks dengan lingkungan henle yang pendek dan tetap berada pada korteks atau penetrasi hanya sa pai ke !ona luar dari b.

Aefron ju>ta edullaris yaitu nefron yang glo erulinya terletak pada bagian !ona dala dari edula/ sebelu berbalik dan ke bali ke corte>.

dala dari korteks dekat dengan corte>- edulla dengan lengkung henle yang panjang dan turun jauh ke dala

8agian-bagian nefron; 6) Glo erolus #uatu jaringan kapiler berbentuk bola yang berasal dari arteriol afferent yang ke udian bersatu enuju arteriol efferent/ 8erfungsi sebagai te pat filtrasi sebagian air dan !at yang ele:atinya. terlarut dari darah yang $) Kapsula 8o: an

8agian dari tubulus yang oleh kapiler glo erolus.

elingkupi glo erolus untuk

engu pulkan cairan yang difiltrasi

0) 9ubulus/ terbagi a. 9ubulus proksi al

enjadi 0 yaitu;

9ubulus proksi al berfungsi

engadakan reabsorbsi bahan-bahan dari cairan tubuli dan cairan tubuli.

ensekresikan bahan-bahan ke dala b. 1engkung @enle

1engkung henle yaitu bagian yang

e bentuk lengkungan taja enurun terbena

berbentuk ,. 9erdiri dari pars descendens edula/ dan pars ascendens yaitu bagian e punyai dinding yang

dari korteks ke

yang naik ke bali ke korteks. 8agian ba:ah dari lengkung henle seg en tebal.

sangat tipis sehingga disebut seg en tipis/ sedangkan bagian atas yang lebih tebal disebut

1engkung henle berfungsi reabsorbsi bahan-bahan dari cairan tubulus dan sekresi bahan-bahan ke dala urin. c. 9ubulus distal reabsorbsi dan sekresi !at-!at tertentu. cairan tubulus. #elain itu/ berperan penting dala ekanis e konsentrasi dan dilusi

8erfungsi dala d.

4uktus pengu pul (duktus kolektifus) ungkin eneri a cairan dari delapan nefron yang berlainan. #etiap edula untuk engosongkan cairan isinya (urin) ke

#atu duktus pengu pul dala pel5is ginjal.

duktus pengu pul terbena

ke dala

.) un%s$ %$nja&/ 6. <e egang peranan penting dala pengeluaran !at-!at toksis atau racun. dan basa dari cairan tubuh. $. <e pertahankan suasana kesei bangan cairan. 0. <e pertahankan kesei bangan kadar asa (. <engeluarkan sisa-sisa etabolis e akhir dari protein ureu / kreatinin dan a oniak.

T(s un%s$ G$nja& T(*0$*$ Da*$ / a. 9es untuk protein albu in 8ila kerusakan pada glo erolus atau tubulus/ aka protein dapat bocor asuk ke dala urine.

b.

<engukur konsentrasi urenu

darah aka urenu darah naik di atas kadar nor al

8ila ginjal tidak cukup ($% B (%) g'.

engeluarkan urenu

c.

9es konsentrasi akan atau inu sela a 6$ ja untuk elihat sa pai seberapa tinggi berat

4ilarang

jenisnya naik. 1) P*#s(s 2(m.(n"u+an u*$n 9ahap pe bentukan urin 6) 2roses Filtrasi / 4i glo erulus terjadi penyerapan darah/ yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein. +airan yang tersaring dita pung oleh si pai bo: en yang terdiri dari glukosa/ air/ sodiu / klorida/ sulfat/ bikarbonat dll/ diteruskan ke tubulus ginjal. cairan yang di saring disebut filtrate gro erulus. $) 2roses Reabsorbsi 2ada proses ini terjadi penyerapan ke bali sebagian besar dari glikosa/ sodiu / klorida/ fospat dan beberapa ion bikarbonat. 2rosesnya terjadi secara pasif (obligator reabsorbsi) di tubulus pro>i al. sedangkan pada tubulus distal terjadi ke bali penyerapan sodiu sisanya dialirkan pada papilla renalis. 0) 2roses sekresi. #isa dari penyerapan ke bali yang terjadi di tubulus distal dialirkan ke papilla renalis selanjutnya diteruskan ke luar. d) 2endarahan dan persarafan ginjal a. perdarahan endapatkan darah dari aorta abdo inalis yang e punyai percabangan arteria enjadi arteria Ginjal dan ion bikarbonat bila diperlukan tubuh. 2enyerapan terjadi secara aktif (reabsorbsi fakultatif) dan

renalis/ arteri ini berpasangan kiri dan kanan. Arteri renalis bercabang interlobularis ke udian bercabang yang b. 5ena renalis Ginjal enjadi arteriolae aferen glo erulus yang asuk ke 5ena ca5a inferior.

enjadi arteri akuarta. Arteri interlobularis yang berada di tepi ginjal asuk ke gro erulus. Kapiler darah enjadi

eninggalkan gro erulus disebut arteriolae eferen gro erulus yang ke udian

2ersarafan Ginjal endapatkan persarafan dari fleksus renalis(5aso otor). #araf ini berfungsi untuk asuk ke dala ginjal/ saraf ini berjalan bersa aan dengan asuk ke ginjal. engatur ju lah darah yang

pe buluh darah yang

1.

U*("(*

9erdiri dari $ saluran pipa

asing- asing bersa bung dari ginjal ke 5esika urinaria.

2anjangnya C $)-0% c / dengan pena pang %/) c . ,reter sebagian terletak pada rongga abdo en dan sebagian lagi terletak pada rongga pel5is. 1apisan dinding ureter terdiri dari; 6) 4inding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa) $) 1apisan tengah lapisan otot polos 0) 1apisan sebelah dala 1apisan dinding ureter ke dala kandung ke ih. endorong urin bentuk pancaran/ elalui ureter yang dieskresikan oleh ginjal dan elalui osteu uretralis asuk ke dala kandung lapisan ukosa endorong urin asuk eni bulkan gerakan-gerakan peristaltic yang

Gerakan peristaltik dise protkan dala ke ih.

,reter berjalan ha pir 5ertikal ke ba:ah sepanjang fasia

uskulus psoas dan dilapisi oleh e punyai

pedtodiniu . 2enye pitan ureter terjadi pada te pat ureter terjadi pada te pat ureter eninggalkan pel5is renalis/ pe buluh darah/ saraf dan pe buluh sekitarnya saraf sensorik. c. 3(s$+a U*$na*$a 'Kan0un% K(m$h) Kandung ke ih dapat si fisis pubis di dala enge bang dan enge pis seperti balon karet/ terletak di belakang 5esika u bikalis edius.

ronga panggul. 8entuk kandung ke ih seperti kerucut yang dikelilingi

oleh otot yang kuat/ berhubungan liga entu

4inding kandung ke ih terdiri dari; 6) 1apisan sebelah luar (peritoneu ). $) 9unika () 1apisan uskularis (lapisan berotot). ukosa (lapisan bagian dala ). 0) 9unika sub ukosa.

8agian 5esika urinaria terdiri dari ; a. Fundus/ yaitu bagian yang oleh spatiu engahadap kearah belakang dan ba:ah/ bagian ini terpisah

dari rektu b. c.

rectosi5ikale yang terisi oleh jaringan ikat duktus deferent/ 5esika

se inalis dan prostate. Korpus/ yaitu bagian antara 5erteks dan fundus. Derteks/ bagian yang aju kearah uka dan berhubungan dengan liga entu 5esika (lapisan

u bilikalis. 4inding kandung ke ih terdiri dari beberapa lapisan yaitu/ peritoniu sebelah luar)/ tunika dala ). 2roses <iksi (Rangsangan 8erke ih). 4istensi kandung ke ih/ oleh air ke ih akan (proses uskularis/ tunika sub ukosa/ dan lapisan

ukosa (lapisan bagian

erangsang stres reseptor yang terdapat pada erangsang berke ih

dinding kandung ke ih dengan ju lah C $)% cc sudah cukup untuk

iksi). Akibatnya akan terjadi reflek kontraksi dinding kandung ke ih/ dan pada saat

yang sa a terjadi relaksasi spinser internus/ diikuti oleh relaksasi spinter eksternus/ dan akhirnya terjadi pengosongan kandung ke ih. Rangsangan yang dihantarkan 5olunter bertujuan untuk asih utuh. 8ila terjadi kerusakan pada saraf B saraf tersebut (kencing keluar terus B siste aka akan terjadi inkontinensia urin enyebabkan kontraksi kandung ke ih dan relaksasi spinter interus encegah atau enghentikan iksi. kontrol 5olunter ini hanya dapat edula spinalis dan otak elalui serabut B serabut para si patis. Kontraksi sfinger eksternus secara enangani kandung ke ih uretra

terjadi bila saraf B saraf yang

enerus tanpa disadari) dan retensi urine (kencing tertahan).

2ersarafan dan peredaran darah 5esika urinaria/ diatur oleh torako lu bar dan kranial dari persarafan otono . 9orako lu bar berfungsi untuk relaksasi lapisan otot dan kontraksi spinter interna. 2eritoniu elapis kandung ke ih sa pai kira B kira perbatasan ureter dapat digerakkan e bentuk lapisan dan asuk kandung

ke ih. 2eritoneu bagian distal/ 5ena

enjadi lurus apabila kandung

ke ih terisi penuh. 2e buluh darah Arteri 5esikalis superior berpangkal dari u bilikalis e bentuk anya an diba:ah kandung ke ih. 2e buluh li fe berjalan enuju duktus li fatilis sepanjang arteri u bilikalis. d. U*("*a

<erupakan saluran se pit yang berpangkal pada 5esika urinaria yang berfungsi air ke ih ke luar. 2ada laki-laki panjangnya kira-kira 60/--6?/$ c / terdiri dari; 6) ,rethra pars 2rostatica $) ,rethra pars e branosa ( terdapat spinchter urethra e>terna) (9aylor)/ 0-) c 0) ,rethra pars spongiosa. ,rethra pada :anita panjangnya kira-kira 0/--?/$ c sebagai saluran ekskresi. 4inding urethra terdiri dari 0 lapisan; 6) 1apisan otot polos/

enyalurkan

(1e:is). #phincter

urethra terletak di sebelah atas 5agina (antara clitoris dan 5agina) dan urethra disini hanya

erupakan kelanjutan otot polos dari Desika urinaria. <engandung enjaga agar urethra tetap tertutup. engandung pe buluh darah dan saraf.

jaringan elastis dan otot polos. #phincter urethra $) 1apisan sub ukosa/ lapisan longgar 0) 1apisan ukosa.

U*$n 'A$* K(m$h) 6) #ifat B sifat air ke ih a. Eu lah eksresi dala $( ja C 6.)%% cc tergantung dari asuknya (intake) cairan serta

faktor lainnya. b. c. d. e. f. Farna bening uda dan bila dibiarkan akan enjadi keruh.

Farna kuning terantung dari kepekatan/ diet obat B obatan dan sebagainya. 8au khas air ke ih bila dibiarkan terlalu la a 8aerat jenis 6.%6) B 6.%$%. Reaksi asa bila terlalu la a akan enjadi alkalis/ tergantung pada diet (sayur aka akan berbau a oniak.

enyebabkan reaksi alkalis dan protein

e beri reaksi asa ).

$) Ko posisi air ke ih a. b. c. d. e. f. Air ke ih terdiri dari kira B kira &) ' air =at B !at sisa nitrogen dari hasil etabolis e protein asa urea/ a oniak dan kreatinin.

Glektrolit/ natriu / kalsiu / A@0/ bikarbonat/ fosfat dan sulfat 2ig en (bilirubin/ urobilin). 9oksin @or on.

0) <ekanis e 2e bentukan ,rine 4ari sekitar 6$%% l darah yang (cairan yang telah elalui glo erolus setiap enit terbentuk 6$% B 6$) l filtrat

ele:ati celah filtrasi). #etiap harinyadapat terbentuk 6)% B 6.%1 filtart.

Aa un dari ju lah ini hanya sekitar 6' (6/) 1) yang akhirnya keluar sebagai ke ih/ dan sebagian diserap ke bali. 9ahap B tahap 2e bentukan ,rine a. 2roses filtrasi aka terjadi penyerapan darah/ sedangkan sebagian yang tersaring adalah bagian

9erjadi di glo erolus/ proses ini terjadi karena per ukaan aferent lebih besar dari per ukaan aferent cairan darah kecuali protein/ cairan yang tersaring dita pung oleh si pai bo: an yang terdiri dari glukosa/ air/ sodiu / klorida/ sulfat/ bikarbonat dll/ diteruskan ke seluruh ginja.

b.

2roses reabsorpsi

9erjadi penyerapan ke bali sebagian besar dari glukosa/ sodiu / klorida/ fosfat dan beberapa ion karbonat. 2rosesnya terjadi secara pasif yang dikenal dengan obligator reabsorpsi terjadi pada tubulus atas. #edangkan pada tubulus ginjal bagian ba:ah terjadi ke bali penyerapan dan sodiu dan ion karbonat/ bila diperlukan akan diserap ke bali kedala tubulus bagian ba:ah/ penyerapannya terjadi secara aktif dikienal dengan reabsorpsi fakultatif dan sisanya dialirkan pada pupila renalis. c. Aug entasi (2engu pulan) asih terjadi penyerapan ion AaH/ +l-/ dan urea sehingga terbentuklah enuju 5esika urinaria (kandung ke ih) yang

2roses ini terjadi dari sebagian tubulus kontortus distal sa pai tubulus pengu pul. 2ada tubulus pengu pul urine sesungguhnya. 4ari tubulus pengu pul/ urine yang diba:a ke pel5is renalis lalu di ba:a ke ureter. 4ari ureter/ urine dialirkan dikeluarkan dari tubuh () <ikturisi <ikturisi ialah proses pengosongan kandung ke ih setelah terisi dengan urin. <ikturisi elibatkan $ tahap uta a/ yaitu; 6. Kandung ke ih terisi secara progresif hingga tegangan pada dindingnya ela paui nilai a bang batas (@al ini terjadi bila telah terti bun 6-%-$0% ini akan encetuskan tahap ke $. ikturisi) yang akan engosongkan kandung ke ih. saraf si patis iksi berada pada otak dan spinal cord (tulang belakang) #ebagian besar $. adanya refleks saraf (disebut refleks 2usat saraf eningkat l urin)/ keadaan elalui uretra. erupakan te pat penyi panan urine se entara. Ketika kandung ke ih sudah penuh/ urine

pengosongan di luar kendali tetapi pengontrolan dapat di pelajari IlatihJ. #iste

; i puls

engha bat Desika ,rinaria dan gerak spinchter interna/ sehingga otot detrusor saraf parasi patis; i puls enyebabkan otot

rela> dan spinchter interna konstriksi. #iste )) +iri B ciri ,rine Aor al Rata B rata dala

detrusor berkontriksi/ sebaliknya spinchter relaksasi terjadi <ikturisi (nor al; tidak nyeri).

satu hari 6 B $ liter/ tapi berbeda B beda sesuai dengan ju lah cairan yang

asuk. Farnanya bening oranye pucat tanpa endapan/ baunya taja / reaksinya sedikit asa terhadap lak us dengan p@ rata B rata ?. $s$#&#%$ G$nja& Fungsi spesifik yang dilakukan dan sebagian besar ditunjukkan untuk kestabilan/ lingkungan cairan internal (#ho:eed 1aurafee/ $%%6) a. <e pertahankan kesei bangan @$3 dala tubuh e pertahankan

b. <engatur ju lah dan leosentrasi sebagian besar ion +es/ ter asuk (Aa+l -/ KH/ @+30/ +aHH/ <gHH #3(-/ 23(-/ dan @H.

c. <e elihara 5olu e plas a yang sesuai d. <e bantu pe eliharaan asa @+30-/ elalui urin basa tubuh dengan enyesuaikan pengeluaran @ H dan

e. <e elihara os olaritas (konsentrasi !at terlarut) f. <engesksresikan (eli inasi) e>. 3bat/ !at pena bah pada akanan dan bahan 3$ alnutrisi

B. PENGATURAN 4AIRAN DAN ELEKTROLIT OLEH GINJAL Kesei bangan cairan dan elektrolit hiperkale ia elektrolit seru kaliu erupakan asalah uta a pada gagal ginjal akut K ji:a pada gangguan ini. 3leh o1/1)/ perubahan GKG (tinggi puncak pohstruren sulfonat elalui serangkaian pe eriksaan kadar

erupakan kondisi yang paling (nilai kaliu L ).)

enganca

karena itu pasien dipantau akan adanya hiperkale ia GM/1 K #* ; ).)

gelo bang 9 rendah atau sangat tinggi)/ dan perubahan status klinis. 2eningkatan kadar dapat dikurangi dengan pe berian ion pengganti resin (natriu /kaye>alatel)/ secara oral atau dengan kaye>alate untuk elalui retensi ene a. #orbital sering diberikan bersa a erupakan te pat uta a untuk e fasilitasi

enginduksi tipe diare ( enginduksi kehilangan cairan di saluran e iliki balon dapat direspkan untuk eningkat

gastrointestinal. Eika ene a retensi diberikan (kolon pertukaran kaliu )/ Kateter rektal yang retensi jika diperlukan. 2asien yang kadar kaliu nya tinggi dan

e erlukan dialisis/ peritoneal

dialisis/atau he ofiltrasi dengan segera. Glukosa/ insulin atau kalsiu darurat se entara untuk Aatriu bergerak kedala glukonat secara intra5ena dapat digunakan sebagai tindakan enaikkan ph plas a/ pasien enyebabkan kaliu ekstrenal enangani hiperkala ia. enurun. #e ua produk kaliu

bicarbonat dapat diberikan untuk sel sehingga kadar kaliu

dihilangkan atau dikurangi. M(m(2(*"ahan+an +(s($m.an%an 1a$*an. 2enatalaksanaan kesei bangan cairan didasarkan pada berat badan harian/ pengukuran tekanan 5ena sentral/ konsentrasi urin dan seru / cairan yang hilang/ tekanan darah dan status klinis pasien. <asukkan dan haluaran oral dan parentral dari urine/ drainase la bung/ faeces/ drainase luka dan perspirasi/ dihitung dan digunkan sebagai dasar untuk terapi penggantian cairan. +airan yang hilang elalui kulit dan paru dan hilang sebagai akibat dari proses penatalaksanaan cairan. 2asien diti bang etabolis e nor al juga diperti bangkan dala kesei bangan nitrogen negatif ( Kelebihan cairan dapat dideteksi

berat badan setiap hari dan dapat diperkirakan turun %/$ sa pai %/) kg setiap hari jika asukan kolon yang diteri a kurang dari kebutuhan). Eika engala i hipertensi/ diduga adanya retensi cairan. elalui te uan klinis seperti dyspnoe/ takikardi/dan distensi aka pasien kehilangan berat badan atau

5ena lehar. 2aru-paru auskultasi akan adanya tanda-tanda krekels basah. Karena ede a pul uner dapat diakibatkan karena pe ebrian cairan parenteral yang berlebihan/ ke:aspadaan penggunaannya harus ditingkatkan untuk beberapa kali dala sehari. engacu pada status hidrasi penderita. enghindari terjadinya dehidrasi. @arus untah/ dan lain-lain) dengan encapai gagal ginjal tahap encegah kelebihan cairan.

9erjadinya ede a diseluruh tubuh dikaji dengan pe eriksaan area prasakaral dan pratibial 2engaturan cairan pada penderita GGK harus

4ilakukan e5aluasi turgor kulit/ tekanan darah/ dan berat badan. 2ada penderita GGK dengan poliuria pe berian cairan harus cukup adekuat untuk cairan yang asuk. 2e berian cairan juga harus ada kesei bangan antara ju lah cairan yang dikeluarkan (urin/ 2e batasan cairan biasanya tidak diperlukan/ sa pai penderita akhir atau ter inal.

e perhitungkan insensible water loss.

4. a. a)

PATO ISILOGI GGA5 GGK Ga%a& G$nja& A+u" ' GGA ) 2engertian klinis yang di tandai dengan penurunan dan kreatinin).

Gagal ginjal akut (GGA) adalah suatu sindro endadak (dala beberapa ja aku ulasi nitrogen sisa b) 9anda Gejala 6. 9a pak letargi/ ual/ untah 7 diare etabolis e (ureu

sa pai beberapa hari) laju filtrasi glo erulus (1FG)/ di sertai

$. Kulit 7

e bran

ukosa kering

0. 2roduk urine sedikit (. 2eningkatan 8,A ). @iperkale ia ?. Asidosis etabolik -. Abnor alitas +a dan 23( c) Gtiologi 9iga kategori uta a kondisi penyebab GGA adalah ; a. 6. $. 0. (. ). ?. 2ra Renal 4i ana aliran darah akibat hipoperfusi ginjal dan turunnya laju filtrasi glo erulus. 2enurunan 5olu e 5askuler Kehilangan darah/plas a ; perdarahan luka baker Kehilangan cairan ekstraselluer ; untah/diare

Kenaikan kapasitas kapiler ; #epsis/ 8lokade ganglion/ Reaksi anafilaksis 2enurunan curah jantung/kegagalan po pa jantung ; Renjatan kardiogenik/2ayah jantung

kongestif/ 4ysrit ia/ G boli paru/ *nfark jantung. b. 6. $. *ntra Renal Akibat dari kerusakan struktur glo erulus atau tubulus distal. Kondisi seperti terbakar/ude a akibat benturan dan infeksi dan agen nefrotik dapat enyebabkan nekrosi tubulus akut (A9A) 0. (. 8erhentinya fungsi renal. Reaksi transfusi yang parah juga gagal intra renal.he oglobin dilepaskan ekanis e he olisis ele:ati enjadi faktor terbentuknya he oglobin. ). Faktor penyebab adalah ; pe akaian obat-obat anti infla asi/ non steroid teruta a pada elalui

e bran glo erulus dan terkonsentrasi ditubulus distal

pasien lansia. c. 6. $. 2asca Renal 3bstruksi dibagian distal ginjal 9ekanan ditubulus distal enurun/ akhirnya laju filtrasi glo erulus

d) 2atofisiologi 8eberapa kondisi berikut yang enyebabkan pengurangan aliran darah renal dan gangguan

fungsi ginjal ; hipo5ele ia/ hipotensi/ penurunan curah jantung dan gagal jantung kongestif/ obstruksi ginjal atau traktus urinarius ba:ah akibat tu or/ bekuan darah atau ginjal/ obstruksi 5ena atau arteri bilateral ginjal. Eika kondisi itu ditangani dan diperbaiki sebelu ginjal rusak

secara per anen/ peningkatan 8,A/ oliguria dan tanda-tanda lain yang berhubungan dengan gagal ginjal akut dapat ditangani. 9erdapat ( tahapan klinik dari gagal ginjal akut yaitu ; 6. #tadiu $. #tadiu a:al dengan a:itan a:al dan diakhiri dengan terjadinya oliguria. 3liguria. ulai eningkat

Dolu e urine -) ' jaringan yang berfungsi telah rusak. Kadar 8,A baru dala diit. 2ada stadiu ini kadar kreatinin seru ulai eningkat

diatas batas nor al. 2eningkatan konsentrasi 8,A ini berbeda-beda/ tergantung dari kadar elebihi kadar nor al.

A!ote ia biasanya ringan kecuali bila penderita jantung atau dehidrasi. 2ada stadiu kegagalan pe ekatan) perubahan akanan dan ini pula

engala i stress akibat infeksi/ gagal

engala i gelala nokturia (diakibatkan oleh

ulai ti bul. Gejala-gejala ti bul sebagai respon terhadap stress dan inu an yang tiba-tiba. 2enderita biasanya tidak terlalu ala hari yang enetap sa pai sebanyak -%% ala hari. 4ala ala l atau keadaan inu

e perhatikan gejala ini. Gejala pengeluaran ke ih :aktu penderita terbangun untuk berke ih beberapa kalipada :aktu nor al perbandingan ju lah ke ih siang hari dan yang berlebihan. 2oliuria akibat gagal ginjal biasanya lebih besar pada penyakit yang teruta a tubulus/ sangat enyerang eskipun poliuria bersifat sedang dan jarang lebih dari 0 liter/hari. 8iasanya enurun dan ti bul gelala-gejala kekurangan farah ulai terganggu. tekanan darah akan naik/ terjadi

hari adalah 0 ; 6 atau ( ; 6. #udah

tentu nokturia kadang-kadang terjadi juga sebagai respon teehadap kegeKisahan atau

dite ukan ane ia pada gagal ginjal dengan faal ginjal diantara )'-$) '. Faal ginjal jelas kelebihan/ aktifitas penderita 0. #tadiu ***. asuk dala keadaan di ana tak dapat elakukan ual/ untah/

#e ua gejala sudah jelas dan penderita tugas sehari-hari sebagai ana nafsu sa pai ko a. #tadiu

estinya. Gejala-gejala yang ti bul antara lain

akan berkurang/ kurang tidur/ kejang-kejang dan akhirnya terjadi penurunan kesadaran akhir ti bul pada sekitar &% ' dari asa nefron telah hancur. Ailai l/ enit atau eningkat dengan sangat erasakan gejala ungkin sebesar )-6%

GFR nya 6% ' dari keadaan nor al dan kadar kreatinin kurang. 2ada keadaan ini kreatnin seru encolok sebagai penurunan. 2ada stadiu elektrolit dala tubuh. 2enderita biasanya

dan kadar 8,A akan

akhir gagal ginjal/ penderita

yang cukup parah karene ginjal tidak sanggup lagi )%%/hari karena kegagalan glo erulus tubulus ginjal. Ko pleks stadiu dala gejala yang dina akan sindro ure ik

e pertahankan ho eostatis cairan dan ula- ula dala enyerang tubuh. 2ada

enjadi oliguri (pengeluaran ke ih) kurang dari

eskipun proses penyakit e epengaruhi setip sisite

enyerang tubulus ginjal/ ko pleks perubahan bioki ia dan gejalaeninggal kecuali ia endapat pengobatan

akhir gagal ginjal/ penderita pasti akan bentuk transplantasi ginjal atau dialisis.

e)

4iagnosis Gagal Ginjal Akut 4iagnosis GGA pada tahap dini hanya dapat di tegakkan apabila ada rasa curiga terhadap enjelaskan adanyakelainan pada ju lan urin/

adanya GGA.hanya sedikit psien yang dapat :arna keruh atau tidak/ dsb. ,ntuk

endiagnosis GGA di perlukan pe eriksaan yang berulang-ulang fungsi yaitu kadar

ureu / kreatinin atau laju filtrasi glo erulus.

f)

4iagnosis 2enyebab GGA 2ada GGA perlu di perhatikan betul banyaknya asupan cairan (input)/ kehilangan cairan

Ana nesis (output) elalui; urin/ untah/ diare/ keringat yang berlebih/dll/ serta pencatatan berat badan

pasien. 2erlu di perhatikan ke ungkinan kehilangan cairan ke ekstra5askular (redistribusi) seperti pada peritonitis/ asetis/ ileus paralitik/ ede a anasarka/ trau a luas (kerusakan otot atau crush syndro e). Ri:ayat penyakit jantung/ gangguan he odina ik/ adanya penyakit sirosis hati/ hipoalbu ine ia/ alergi yang tanyakan. g) 2e eriksaan Fisik Ada 0 hal penting yang harus di dapatkan pada pe eriksaan fisis pasien dengan GGA. apakah ada tanda-tanda obstruksi saluran ke ih penentuan status 5olu e sirkulasi adakah tanda-tanda penyakit siste ik yang ungkin enyebabkan gagal ginjal engakibatkan penurunan 5olu e efektif perlu selaludi

6) 9anda Klinis 4eplesi +airan tekanan 5ena jugular rendah hipotensiK tekanan darah turun lebih dari 6% @g pada perubahan posisi (baring-duduk)

5ena perifer kolaps dan perifer teraba dingin (hidung/ jari-jari tangan/ kaki)

$) 9anda Klinis Kelebihan +airan 6. tekanan 5ena jugularis tinggi $. terdengar suara gallop 0. hipertensi/ ede a perifer/ pe bengkakan hati/ ronki di paru

2ada pe eriksaan fisik perlu di lakukan palpasi/ perkusidaerah suprasifisis 0) Analisis ,rin 8erat jenis urin yang tinggi lebih dari 6.%$% sindro hepatorenal/ dan keadaan lain yang

encari adanya

pe besaran kandung ke ih/ yang ke udian konfir asi dengan pe asangan kateter. enunjukkan prarenal/ GA akut a:al/

enurunkan perfusi ginjal. 8erat jenis isos olal urin terdapat banyak protein/ glukosa/

(6.%6%) terdapat pada A9A/ pascarenal dan penyakit intertisial (tubulointertisial). 2ada keadaan ini 8E urin dapat eningkat kalaudala anitol/ atau kontras radiologik. g) 2e eriksaan penunjang 2ada GGA pe eriksaan ,#G dapat di peroleh infor asi enjadi pilihan uta a untuk e perlihatkan anato iginjal/

engenai besar ginjal/ ada tau tidaknya batu ginjal dan ada atau enentukan apakah gangguan fungi

tidaknya hidronefrosis. 2e eriksaan ,#G juga dapat kecil. h) 2e eriksaan 8iopsi Ginjal dan #erologi *ndikasi yang

ginjal ini sudah terjadi la a (GGK)/ yaitu apabila di te ukan ga baran ginjal yang sudah

e erlukan biopsi adalah apabila penyebab GGA tak jelas atau berlangsung

la a/ atau terdapat tanda glo erulonefrosis atau nefritis intertisisl. b. Ga%a& G$nja& K*#n$+ ' GGK ) a) 6. 2engertian Gagal ginjal kronis adalah suatu sindro klinis yang disebabkan penurunan fungsi ginjal

yang bersifat

enahun/ berlangsung progresif dan cukup lanjut/ hal ini terjadi bila laju filtrasi 1/ in. (#uyono/ et al/ $%%6) erupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irre5ersibel e pertahankan etabolis e dan kesei bangan

glo erular kurang dari )% $. Gagal ginjal kronis

di ana ke a puan tubuh gagal untuk

cairan dan elektrolit sehingga terjadi ure ia. (# elt!er 7 8are/ $%%6) 0. Gagal ginjal kronik biasanya akibat akhir dari kehilangan fungsi ginjal lanjut secara

bertahap (4oenges/ 6&&&K ?$?) (. Kegagalan ginjal kronis terjadi bila ginjal sudah tidak a pu e pertahankan enetap

lingkungan internal yang konsisten dengan kehidupan dan pe ulihan fungsi tidak di ulai. 2ada kebanyakan indi5idu transisi dari sehat ke status kronis atau penyakit yang sangat la ban dan ). enunggu beberapa tahun. (8arbara + 1ong/ 6&&?K 0?.) erupakan perke bangan gagal ginjal yang progresif dan

Gagal ginjal kronik

la bat/biasanya berlangsung beberapa tahun. (2rice/ 6&&$K .6$) ?. Gagal Ginjal Kronik (+RF) atau penyakit ginjal tahap akhir adalah gangguan fungsi ginjal enahun bersifat progresif dan irre5ersibel. 4i ana ke a puan tubuh gagal untuk

yang

e pertahankan

etabolis e dan kesei bangan cairan dan elektrolit/

enyebabkan ure ia

(retensi urea dan sa pah nitrogen lain dala

darah) ( K<8/ Dol $ hal 6((.)

b) Gtilogi 2enyebab gagak ginjal kronik cukup banyak tetapi untuk keperluan klinis dapat dibagi dala $ kelo pok ; 6. a. b. 2enyakit parenki ginjal

2enyakit ginjal pri er ; Glo erulonefritis/ <ielonefritis/ Ginjal polikistik/ 98+ ginjal 2enyakit ginjal sekunder ; Aefritis lupus/ Aefropati/ A ilordosis ginjal/ 2oliarteritis

nodasa/ #clerosis siste ik progresif/ Gout/ 4< $. 2enyakit ginjal obstruktif

2e besaran prostat/8atu saluran ke ih/ Refluks ureter/ #ecara garis besar penyebab gagal ginjal dapat dikategorikan; a. b. c. d. *nfeksi yang berulang dan nefron yang 3bstruksi saluran ke ih 4estruksi pe buluh darah akibat diabetes dan hipertensi yang la a #car pada jaringan dan trau a langsung pada ginjal e buruk

c)

2atofisiologi

2ada :aktu terjadi kegagalan ginjal sebagian nefron (ter asuk glo erulus dan tubulus) diduga utuh sedangkan yang lain rusak (hipotesa nefron utuh). Aefron-nefron yang utuh hipertrofi dan dala e produksi 5olu e filtrasi yang eningkat disertai reabsorpsi :alaupun keadaan penurunan GFR / daya saring. e ungkinkan ginjal untuk berfungsi sa pai N dari nefronBnefron rusak. enjadi lebih besar daripada yang bisa direabsorpsi berakibat

<etode adaptif ini

8eban bahan yang harus dilarut

diuresis os otik disertai poliuri dan haus. #elanjutnya karena ju lah nefron yang rusak berta bah banyak oliguri ti bul disertai retensi produk sisa. 9itik di ana ti bulnya gejalagejala pada pasien enjadi lebih jelas dan uncul gejala-gejala khas kegagalan ginjal bila l/ enit atau lebih rendah itu. ( 8arbara + 1ong/ kira-kira fungsi ginjal telah hilang .%' - &%'. 2ada tingkat ini fungsi renal yang de ikian nilai kreatinin clearance turun sa pai 6) 6&&?/ 0?.)

Fungsi renal dala ure ia

enurun/ produk akhir

etabolis e protein (yang nor alnya diekskresikan ke e pengaruhi setiap siste tubuh. aka gejala akan se akin berat. 8anyak gejala

urin) terti bun dala

darah. 9erjadi ure ia dan

#e akin banyak ti bunan produk sa pah

e baik setelah dialisis. (8runner 7 #uddarth/ $%%6 ; 6((.). gagal ginjal progresif dapat dibagi enjadi tiga stadiu yaitu;

2erjalanan u u 6. #tadiu

6 (penurunan cadangan ginjal) dan kadar 8lood ,reu Aitrogen (8,A) nor al dan

4i tandai dengan kreatinin seru penderita asi to atik. $. #tadiu $ (insufisiensi ginjal)

1ebih dari -)' jaringan yang berfungsi telah rusak (Glo erulo filtration Rate besarnya $)' dari nor al). 2ada tahap ini 8lood ,reu kreatinin seru dan poliuria 0. #tadiu 0 (Gagal ginjal stadiu akhir / ure ia) ulai eningklat Aitrogen ulai eningkat diatas nor al/ kadar elabihi kadar nor al/ a!ote ia ringan/ ti bul nokturia

9i bul apabila &%' kadar blood ureu .6()

assa nefron telah hancur/ nilai glo erulo filtration rate 6%' dari l per enit atau kurang. 2ada tahap ini kreatinin seru dan eningkat sangat encolok dan ti bul oliguri. (2rice/ 6&&$; .60-

nor al/ kreatinin klirens )-6% nitrgen

d) <anifestasi Klinis 6. Kardio5askuler K hipertensi/ piting ede 5ena leher $. *ntegu en ; :arna kulit abu-abu/ kulit kering bersisik/ ra but tipis/ kuku tipis dan rapuh 0. 2ulponer ; sputu kental/ nafas dangkal ucus/ anore>ia/ untah/ (pe bengkakan kaki/ tangan/ sakru ) pe besaran

(. Gastrointestinal ; nafas bau a onia/ ulserasi dan perdarahan konstipasi diare/ peredaran dari sel ke sel gastrointestinal

). Aeurologi/ kele ahan/ keletihan/ konfusi/ disorientasi/ kejang kele ahan ?. <ukuloskletal ; krea e) Ko plikasi otot/ kekuatan otot kurang/ fraktur tulang

6. @iperkalse ia akibat penurunan eksresi/ asidosis berlebih

etabolik/ katabolis e/

asukan diet

$. 2erikarditis akibat retensi produk sa pai ure ik dan dialisis yang tidak adekuat 0. @ipertensi akibat retensi cairan dan Aa/ (. Aane ia akibat penurunan eritroprotein ). 2enyakit tulang serta klasifikasi f) a. etastasis akibat retensi forfat/ kadar ca cere rendah alfungsi siste renin anggiotensia al dasteron

2e eriksaan diagnostik penunjang ,rine ;

Dol OL / Farna urine keruh (bakteri/ le ak/ pus/ pospat/ as urat)/ 8E OL/ 3s olaritas OL/ 8ikarbonat plas a enurun 6)-$) ol.liter/ Aa ; L (% <Ga/liter/ 2roteinuria

g) Far akologi gagal ginjal kronik 3bat-obatan ber anfaat untuk a. 4iuretik eningkatkan pengeluaran urin) e bantu e bantu pengeluaran kelebihan cairan enurunkan tekanan darah. engatasi gejala-gejala dan ko plikasi 2GK serta e bantu e perla bat proses kerusakan fungsi ginjal. 4iuretik (obat untuk b. 3bat Antihipertensi #ebagian besar penderita 2GK obat antihipertensi untuk dengan de ikian akan tekanan darah. c. Gritropoietin (Gpo) #alah satu fungsi ginjal yaitu erangsang su su produksi hor on Gpo enghasilkan hor on eritropoietin (Gpo). @or on ini bekerja e produksi sel-sel darah erah. 2GK enyebabkan eni bulkan ane ia. 3leh karena itu/ tulang untuk engala i tekanan darah tinggi. 3leh karena itu/ diperlukan batas nor al dan e pertahankan agar tekanan darah tetap dala

dan elektrolit dari tubuh/ serta ber anfaat

e perla bat proses kerusakan ginjal yang diakibatkan oleh tingginya

engala i penurunan sehingga

Gpo perlu digunakan untuk d. =at besi.

engatasi ane ia yang diakibatkan oleh 2GK. Gpo biasanya

diberikan dengan cara injeksi 6-$ kali/ inggu. =at besi (Ferrous Sulphate) seringkali ber anfaat untuk bentuk tablet (ditelan) atau injeksi (disuntik). b. #uple en Kalsiu 7 Kalsitriol dala darah enjadi rendah/ sebaliknya kadar fosfat dala darah engatasi ketidaksei bangan ineral ini/ diperlukan ko binasi 2ada 2GK/ kadar kalsiu e bantu engatasi ane ia yang

diakibatkan kekurangan Fe pada pasien dengan 2GK. #uple en !at besi diberikan dala

enjadi terlalu tinggi. ,ntuk

obat/suple en yaitu kalsitriol (5ita in 4 bentuk aktif) dan kalsiu .

6. a. a)

Klasifikasi Gagal ginjal Gagal Ginjal Akut 2rerenal 2engertian

Gagal ginjal akut 2rerenal adalah keadaan yang paling ringan yang dengan cepat dapat re5ersibel/ bila ferfusi ginjal segera diperbaiki. Gagal ginjal akut 2rerenal ginjal tidak segera diperbaiki/ akan b). Gtiologi 6. 2enurunan Dolu e 5askular K erupakan kelainan fungsional/ tanpa adanya kelainan histologik/ orfologik pada nefron. Aa un bila hipoperfusi eni bulkan terjadinya nekrosis tubulat akut (A9A).

a. Kehilangan darah/plas a karena perdarahan/luka bakar. b. Kehilangan cairan ekstraselular karena $. a. sepsis b. 8lokade ganglion c. Reaksi anafilaksis. 0. 2enurunan curah jantung/kegagalan po pa jantung Kenaikan kapasitas 5askular untah/ diare.

a. renjatan kardiogenik b. 2ayah jantung kongesti c. 9a ponade jantung d. 4istrit ia e. G boli paru f. *nfark jantung.

b. a)

Gagal Ginjal Akut 2ost Renal 2engertian

GGA posrenal adalah suatu keadaan di ana pe bentukan urin cukup/ na un alirannya dala saluran ke ih terha bat. 2enyebab tersering adalah obstruksi/ ekstra5asasi eskipun dapat juga karena

b) Gtilogi

6. 3bstruksi a. #aluran kencing ; batu/ pe bekuan darah/ tu or/ kristal dll. b. 9ubuli ginjal ; Kristal/ pig en/ protein ( ielo a). $. Gktra5asasi.

c.

Gagal Ginjal Akut Renal

6. GGA renal sebagai akibat penyakit ginjal pri er seperti ; a. Glo erulonefritis b. Aefrosklerosis c. 2enyakit kolagen d. Angitis hipersensitif e. Aefritis interstitialis akut karena obat/ ki ia/ atau ku an. $.Aefrosis 9ubuler Akut ( A9A ) Aefropati 5aso otorik akut terjadi karena iske ia ginjal sebagai kelanjutan GGA. 2rerenal atau pengaruh bahan nefrotoksik.8ila iske ia ginjal sangat berat dan berlangsung la a dapat engakibatkan terjadinya nekrosis kortikol akut( AKA) di ana lesi pada u u nya difus pada seluruh korteks yang besifat re5ersibel.8ila lesinya tidak difus (patchy) ada ke ungkinan re5ersible.

D. a.

ARMAKOLOGI DAN IMPLIKASI KEPERA!ATAN PADA GGA5 GGK Ana&%("$+ engurangi atau nya an enghilangkan rasa nyeri dan akhirnya akan pada orang yang

adalah obat yang dapat e berikan enderita. rasa

Anti infla asi adalah obat yang dapat ikroorganis e (non infeksi).

enghilangkan radang yang disebabkan bukan karena

..

An"$.$#"$1

Antibiotik yang digunakan untuk 6. $. 0. (. +otri o>a!ole FluoroMuinolone

engatasi infeksi saluran ke ih antara lain;

8etalacta ; 2enicillin dan +ephalosporin A inoglycoside

1.

K#*"$+#s"(*#$0 erupakan obat yang aka dala e punyai khasiat dan indikasi klinis yang sangat luas.

Kortikosteroid cukup banyak/

<a faat dari preparat ini cukup besar tetapi karena efek sa ping yang tidak diharapkan penggunaannya dibatasi. enjadi aka ineralokortikoid dan glukokortikoid.

8erdasarkan khasiatnya/ kortikosteroid dibagi <ineralokortikoid e punyai efek terhadap eni bulkan efek retensi Aa dan deplesi K/ terapi. #edangkan glukokortikoid

etabolis e elektrolit Aa dan K/ yaitu ineralokortikoid jarang digunakan dala etabolis e glukosa/ anti

e punyai efek terhadap

i unitas/ efek neuroendokrinologik dan efek sitotoksik. #ebagian besar khasiat yang diharapkan dari pe akaian kortikosteroid adalah sebagai antiinfla asi/ antialergi atau i unosupresif. Karena khasiat inilah kortikosteroid banyak digunakan dala der atologi. Kortikosteroid adalah hor on yang disintesis di korteks adrenal/ berasal dari kolesterol dengan struktur uta a siklopentanoperhidrofenantren dan hasil akhir berupa aldosteron dan kortisol ($6 ato +). #elain kortikosteroid juga dihasilkan androgen le ah (6& ato engacu baik kepada glukokortikoid dan engacu kepada penggunaan sehari-hari lebih banyak +). *stilah IkortikosteroidJ sendiri sebenarnya ineralokortikoid/ na un dala glukokortikoid saja. Kortikosteroid bekerja dengan cara hor on e asuki sel ele:ati e pengaruhi kecepatan sintesis protein. <olekul sitoplas a sel dan ensti ulasi transkripsi enghasilkan efek bidang

e bran plas a secara difusi pasif. @anya di jaringan target engala i perubahan konfor asi/ lalu

hor on ini bereaksi dengan reseptor protein yang spesifik dala e bentuk ko pleks reseptor-steroid. Ko pleks ini bergerak

enuju nukleus dan berikatan dengan kro atin. *katan ini

RAA dan sintesis protein spesifik. *nduksi sintesis protein ini yang akan fisiologik steroid. Kortikosteroid e iliki dua efek uta a/ yaitu dala

etabolis e dan infla asi. obilisasi asa engha bat/inhibisi a bilan glukosa di

Kortikosteroid berfungsi dala otot dan jaringan adiposa.

proses glukoneogenesis di hati/ lipolisis dan

a ino (sebagai substrat untuk glukoneogenesis) serta

#edangkan untuk efek antiinfla atiknya/ efek tersebut terjadi pe bentukan berbagai ast)/ kronik. engha bat fungsi akrofag/ dan bekerja dala

elalui penekanan aupun

ediator infla asi (fosfolipase A/ cycloo>igenase/ degranulasi sel keadaan infla asi akut

2enggunaan kortikosteroid dapat dibagi sebagai terapi substitusi hor on

aupun terapi non

endokrin. ,ntuk terapi substitusi hor on/ kortikosteroid diberikan kepada penderita insuffisiensi adrenal/ sedangkan untuk terapi non-endokrin antara lain untuk pengobatan arthritis/ asth a bronkial/ alergik/ penyakit kulit (der atitis)/ shock anafilaktik/ penye purnaan fungsi paru pada fetus dll. E-(+ sam2$n% +#*"$+#s"(*#$0 Kortikosteroid jarang eni bulkan beraga eni bulkan efek sa ping jika hanya digunakan dala :aktu singkat

dan non-siste ik. Aa un apabila digunakan untuk jangka :aktu yang la a dapat efek sa ping. Ada dua penyebab ti bulnya efek sa ping pada enerus teruta a dengan dosis besar. Gfek sa ping yang dapat penggunaan kortikosteroid. Gfek sa ping dapat ti bul karena penghentian pe berian secara tiba-tiba atau pe berian terus ti bul antara lain; *nsufisiensi adrenal akut/krisis adrenal inggu) yang dihentikan secara endadak dapat

2e berian kortikosteroid jangka la a (L$ dibedakan dari Addison disease/ di oleh ber aca

eni bulkan insufisiensi adrenal akut (krisis adrenal). *nsufisensi adrenal akut sebaiknya ana pada Addison disease terjadi destruksi adrenokorteks penyebab ( is.autoi un/ granulo atosa/ keganasan dll). *nsufisiensi adrenal e produksi kortikosteroid endogen. 2ada saat ineralokortikoid yang ikut berkurang.

akut terjadi akibat penekanan su bu hipothala us-hipofisis-adrenal oleh kortikosteroid eksogen/ sehingga kelenjar adrenal kurang kortikosteroid eksogen dihentikan/ terjadilah kekurangan kortikosteroid (endogen). 4apat terjadi kehilangan ion AaH dan shock/ terkait akti5itas de a / Gejala yang ti bul antara lain gangguan saluran cerna/ dehidrasi/ rasa le ah/ hipotensi/ ialgia/ dan arthralgia. @al ini diatasi dengan pe berian hidrokortison/ disertai enghindari insufisiensi adrenal aka asupan air/ AaH/ +l-/ dan glukosa secepatnya. ,ntuk

penghentian penggunaan kortikosteroid harus secara perlahan /bertahap. @abitus +ushing jangka :aktu la a enyebabkan kondisi hiperkortis e

2enggunaan kortikosteroid dala sehingga

eni bulkan ga baran habitus +ushing. Kortikosteroid yang berlebihan akan oon face/ buffalo hu p/ penu pukan le ak suprakla5ikular/ erah

e icu katabolis e le ak sehingga terjadi redistribusi le ak di bagian tertentu tubuh. Gejala yang ti bul antara lain ekstre itas kurus/ striae/ acne dan hirsutis . <oon face dan buffalo hu p disebabkan redistribusi/aku ulasi le ak di :ajah dan punggung. #triae (parut kulit ber:arna

uda)

uncul akibat peregangan kulit (stretching) di daerah perut yang disebabkan oleh

aku ulasi le ak subkutan. @iperglike ia dan glikosuria e etabolis e glukosa yaitu elalui

Karena kortikosteroid (glukokortikoid) berperan dala peningkatan glukoneogenesis dan akti5itas en!i berupa peninggian kadar glukosa dala

glukosa-?-pospat/

aka akan ti bul gejala enyebabkan

darah sehingga terjadi hiperglike ia dan glikosuria.

4apat juga terjadi resistensi insulin dan gangguan toleransi glukosa/ sehingga diabetes steroid (steroid-induced diabetes). 2enurunan absorpsi kalsiu intesinal

2enelitian kalsiu

enunjukkan bah:a beta etason serta prednison ju lah signifikan. @al ini dapat

enyebabkan penurunan absorpsi e buat kesei bangan kalsiu

di intestinal dala

yang negatif. Kesei bangan nitrogen negatif enyebabkan obilisasi asa a ino dari jaringan ekstrahepatik/ yang enyebabkan tingginya kadar

Kortikosteroid juga asa a ino dala

digunakan sebagai substrat untuk glukoneogenesis. @al ini negatif. <udah terkena infeksi e iliki efek elalui etabolik juga

plas a/ peningkatan pe bentukan urea/ dan kesei bangan nitrogen

Kortikosteroid selain sehingga

e iliki efek antiinfla atik. Gfek

antiinfla atik ini terjadi 2enekanan siste

ekanis e salah satunya penekanan aktifitas fosfolipase enghentikan reaksi peradangan/ na un dapat encegah

encegah pe bentukan prostaglandin/ prostasiklin/ tro boksan dan leukotrien. i un ini ber anfaat untuk

e udahkan pasien terkena infeksi. 3leh karena itu pada pe berian kortikosteroid sebagai antiinfla atik sebaiknya disertakan dengan pe berian antibiotik/antifungal untuk infeksi. 9ukak peptik erupakan ko plikasi yang kadang-kadang terjadi pada pengobatan dengan elakukan pe eriksaan akan diberikan obat diberikan. 2e berian dosis besar

9ukak peptik

kortikosteroid. #ebab itu bila ada kecurigaan dianjurkan untuk radiologi terhadap saluran cerna bagian atas sebelu

sebaiknya dilakukan pada :aktu la bung berisi/ dan di antara :aktu berbahaya karena dapat berlangsung dengan gejala klinis ini al.

antasida (bila perlu). 2erforasi yang terjadi se:aktu terapi kortikosteroid dosis besar sangat

3steoporosis (steroid-induced osteoporosis) enurunkan kadar +a$H dala darah dengan cara alah engha bat e icu terjadinya engaktifkan

Kortikosteroid dapat

pe bentukan osteoklast/ na un dala osteoporosis. #elain itu juga eningkatkan ekskresinya 29@ yang osteoporosis dan ko presi. <iopatik

jangka :aktu la a

engha bat pe bentukan

tulang (sintesis protein di osteoblast) dan

eningkatkan resorpsi sehingga

enurunkan absorpsi +a$H dan 23(0- dari intestinal dan elalui ginjal/ sehingga secara tidak langsung akan

enyebabkan resorpsi. #alah satu ko plikasinya adalah fraktur 5ertebra akibat

Katabolis e protein akibat penggunaan kortikosteroid yang dapat assa otot/ sehingga <iopatik eni bulkan kele ahan dan

enyebabkan berkurangnya

iopatik. <iopatik biasanya terjadi pada

otot proksi al lengan dan tungkai/ bahu dan pel5is/ dan pada pengobatan dengan dosis besar. erupakan ko plikasi berat dan obat harus segera dihentikan.

2sikosis erupakan ko plikasi berbahaya dan sering terjadi. Ke ungkinan hal ini terjadi otak/ sehingga e pengaruhi uncul/ antara lain; ner5ositas/ beberapa bulan setelah obat

2sikosis

karena adanya gangguan kesei bangan elektrolit dala kepekaan otak. 8erbagai bentuk gangguan ji:a dapat penggunaan hor on ini dapat hilang segera atau dala dihentikan. @iperkoagubilitas darah

inso nia/ psikopatik/ ski!ofrenik/ kecenderungan bunuh diri. Gangguan ji:a akibat

@iperkoagulabilitas darah dengan kejadian tro boe boli telah dite ukan teruta a pada pasien yang e punyai penyakit yang e udahkan terjadinya tro bosis intra5askular. 2engobatan kortikosteroid dosis besar pada pasien ini/ harus disertai pe berian antikoagulan sebagai terapi profilaksis. 2ertu buhan terha bat enyebabkan pertu buhan terha bat. engha bat gro:th hor one. elalui ginjal/ akibatnya terjadi enyebabkan gangguan proses

2ada anak-anak penggunaan kortikosteroid dapat <ekanis e terjadinya #elain itu kortikosteroid sekresi 29@ yang

elalui sti ulasi so atostatin/ yang enyebabkan kehilangan +a$H

eningkatkan akti5itas osteoklast engha bat pertu buhan.

eresorpsi tulang. Kortikosteroid juga

engha bat hor on-hor on gonad/ yang pada akhirnya penulangan sehingga

2eningkatan tekanan darah ineralokortikoidnya dapat yang enyebabkan peningkatan tekanan

Kortikosteroid dengan efek

darah/hipertensi. "aitu efek retensi sodiu tekanan darah. 8eberapa obat dengan efek dan hidrokortison. -

engakibatkan retensi air dan peninggian

ineralokortikoid kuat antara lain fludrokortison

Glauko a (steroid-induced glaucoma) diketahui dengan baik. 4iduga terdapat enyebabkan

2atofisiologi glauko a akibat kortikosteroid belu

defek berupa peningkatan aku ulasi glikosa inoglikan atau peningkatan akti5itas respons protein trabecular-meshwork inducible glucocorticoid (9*GR) sehingga obstruksi cairan. #elain itu bukti lain dan 4an beraga ,ntuk enyebabkan aku ulasi. asih ada beberapa efek sa ping lain seperti katarak/ peninggian kolesterol 141/ efek sa ping ini asih ada yang belu diketahui dan sedang diteliti. ini al ? prinsip terapi engha bat pinositosis aMueous hu or atau engisyaratkan terjadi perubahan sitoskeleton yang engha bat pe bersihan glikosa inoglikans

gineko astia/ akne/ 5irilisasi/ pe besaran prostat/ sterilitas dll. <ekanis e terjadinya

enghindari efek sa ping yang tidak diinginkan tsb/ diajukan obat digunakan;

yang perlu diperhatikan sebelu 6. $. 0.

,ntuk tiap penyakit pada tiap pasien/ dosis efektif harus ditetapkan dengan trial and #uatu dosis tunggal kortiksteroid u u nya tidak berbahaya/ 2enggunaan kortikosteroid untuk beberapa hari tanpa adanya kontraindikasi spesifik/ e bahayakan kecuali dosis sangat besar/ inggu/lebih hingga dosis elebihi dosis isalnya diabetes

error/ dan harus die5aluasi dari :aktu ke :aktu sesuai dengan perubahan penyakit/

tidak (.

8ila pengobatan diperpanjang sa pai $

substitusi/ insidens efek sa ping dan efek lethal potensial akan berta bah. A:asi dan sadari risio pengaruhnya terhadap etabolis e teruta a bila gejala terkait uncul resistensi insulin/ osteoporosis/ la batnya penye buhan luka/ ). Kecuali untuk insufisiensi adrenal/ penggunaan kortikosteroid bukan terapi kausal elainkan hanya paliatif saja/ ?. 2enghentian pengobatan tiba-tiba pada terapi jangka panjang dengan dosis besar/ e punyai risiko insufisiensi adrenal yang hebat dan enganca ji:a.

#ecara ringka dapat dikatakan bah:a bila kortikosteroid akan digunakan untuk jangka panjang/ harus diberikan dala dosis ini al yang asih efektif elalui trial and error. 4osis a:al harus kecil ke udian secara bertahap ditingkatkan/ dan diturunkan secara bertahap pula. ,ntuk terapi yang bertujuan cukup besar/ dan bila dala engatasi keadaan yang enganca / dosis a:al haruslah beberapa hari belu terlihat efeknya dosis dapat dilipatgandakan.

#edangkan untuk keadaan yang tidak keputusan/ dokter harus dapat akibat penyakit itu sendiri.

enganca

ji:a/ kortikosteroid dosis besar dapat enga bil

diberikan untuk :aktu singkat sela a tidak ada kontraindikasi spesifik. #ebelu

e perti bangkan antara bahaya pengobatan dan bahaya

0.

D$(u*("$+ ena bah kecepatan pe bentukan urin. *stilah diuresis enunjukkan adanya pena bahan 5olu e urin yang air.

4iuretik adalah obat yang dapat diproduksi dan yang kedua

e punyai dua pengertian/ perta a

enunjukkan ju lah pengeluaran !at-!at terlarut dala e obilisasi cairan ude / yang berarti

Fungsi uta a diuretik adalah untuk nor al. 4iuretik dapat dibagi 6. 4iuretik os otik $. diuretik golongan pengha bat en!i 0. diuretik golongan tia!id (. diuretik he at kaliu ). diuretik kuat

engubah enjadi

kesei bangan cairan sede ikian rupa sehingga 5olu e cairan ekstra sel ke bali

enjadi ) golongan yaitu ; karbonik anhidrase

6. 4iuretik os otik 4iuretik os otik e punyai te pat kerja ; engha bat reabsorpsi 6. 9ubuli proksi al 4iuretik os otik ini bekerja pada tubuli proksi al dengan cara natriu dan air elalui daya os otiknya. engha bat reabsorpsi natriu dan $. Ansa enle 4iuretik os otik ini bekerja pada ansa henle dengan cara air oleh karena hipertonisitas daerah 0. 4uktus Koligentes 4iuretik os otik ini bekerja pada 4uktus Koligentes dengan cara natriu adanya faktor lain. *stilah diuretik os otik biasanya dipakaiuntuk !at bukan elektrolit yang diekskresi oeh ginjal. +ontoh dari diuretik os otik adalah K isisorbid. $. 4iuretik golongan pengha bat en!i karbonik anhidrase engha bat reabsorpsi bikarbonat. eat!ola id. 4iuretik ini bekerja pada tubuli 2roksi al dengan cara udah dan cepat anitol/ urea/ gliserin dan engha bat reabsorpsi dan air akibat adanya papillary :ash out/ kecepatan aliran filtrat yang tinggi/ atau edula enurun.

"ang ter asuk golongan diuretik ini adalah aseta!ola id/ diklorofena id dan

0. 4iuretik golongan tia!id 4iuretik golongan tia!id ini bekerja pada hulu tubuli distal dengan cara reabsorpsi natriu klorida. etiklotia!id/ engha bat

3bat-obat diuretik yang ter suk golongan ini adalah K klorotia!id/ hidroklorotia!id/ hidroflu etia!id/ bendroflu etia!id/ politia!id/ ben!tia!id/ siklotia!id/ klortalidon/ kuineta!on/ dan indapa id. (. 4iuretik he at kaliu 4iuretik he at kaliu dengan cara ini bekerja pada hilir tubuli distal dan duktus koligentes daerah korteks dan sekresi kaliu dengan jalan antagonis e engha bat reabsorpsi natriu

ko petitif (sipironolakton) atau secara langsung (tria teren dan a ilorida). ). 4iuretik kuat 4iuretik kuat ini bekerja pada Ansa @enle bagian asenden pada bagian dengan epitel tebal dengan cara engha bat transport elektrolit natriu / kaliu / dan klorida. etakrinat/ furose id dan bu eta id. "ang ter asuk diuretik kuat adalah K asa 2enggunaan klinik diuretik 6. @ipertensi 4iuretik golongan 9ia!id/ erupakan pilihan uta a step 6/ pada sebagian besar penderita. 4iuretik kuat (biasanya furose id)/ digunakan bila terdapat gangguan fungsi ginjal atau bila diperlukan efek diuretik yang segera. 4iuretik he at kaliu / digunakan bersa a tia!id atau diuretik kuat/ bila ada bahaya hipokale ia. $. 2ayah jantung kronik kongestif 4iuretik golongan tia!id/ digunakann bila fungsi ginjal nor al. 4iuretik kuat biasanya furose id/ teruta a ber anfaat pada penderita dengan gangguan fungsi ginja. 4iuretik he at kaliu / digunakan bersa a tia!id atau diuretik kuat bila ada bahaya hipokale ia. 0. ,de 8iasanya (. #indro paru akut enggunakan diuretik kuat (furose id) nefrotik

8iasanya digunakan tia!id atau diuretik kuat bersa a dengan spironolakton. ). 2ayah ginjal akut <anitol dan/atau furose id/ bila diuresis berhasil/ 5olu e cairan tubuh yang hilang harus diganti dengan hati-hati. ?. 2enyakit hati kronik spironolakton (sendiri atau bersa a tia!id atau diuretik kuat). -. ,de otak 4iuretik os otik .. @iperklase ia 4iuretik furose id/ diberikan bersa a infus Aa+l hipertonis.

&. 8atu ginjal 4iuretik tia!id

6%. 4iabetes insipidus 4iuretik golongan tia!id disertai dengan diet rendah gara 66. 3pen angle glauco a 4iuretik aseta!ola id digunakan untuk jangka panjang. 6$. Acute angle closure glauco a 4iuretik os otik atau aseta!ola id digunakan prabedah.

P(n%#.a"an GGA 9ujuan dari pengobatan adalah yang berlebihan. Asupan cairan dibatasi dan disesuaikan dengan 5olu e air ke ih yang dikeluarkan. Asupan gara kaliu . Antibiotik bisa diberikan untuk ju lah cairan yang dibuang polistiren sulfonat untuk li bah lebih kaliu udah untuk encegah atau engobati infeksi. ,ntuk eningkatkan dan !at-!at yang dala keadaan nor al dibuang oleh ginjal/ juga dibatasi. dan 2enderita dianjurkan untuk enjalani diet kaya karbohidrat serta rendah protein/ natriu ene ukan dan engobati penyebab dari gagal ginjal akut. etabolik

#elain itu pengobatan dipusatkan untuk

encegah peni bunan cairan dan li bah

elalui ginjal/ bisa diberikan diuretik. Kadang diberikan natriu engatasi hiperkale ia. ,ntuk e buang kelebihan cairan dan erasa lebih baik dan

etabolik bisa dilakukan dialisa. 4engan dialisa penderita akan engendalikan gagal ginjal.

4ialisa tidak harus dijalani oleh setiap

penderita/ tetapi sering dapat seru nya sangat tinggi.

e perpanjang harapan hidup penderita/ teruta a jika kadar

*ndikasi dilakukannya dialisa adalah; a. b. c. d. e. f. Keadaan ental enurun

2erikarditis @iperkale ia Anuria +airan yang berlebihan Kadar kreatinin L 6% g/d1 dan 8,A L 6$% g/d1.

P(*anan #.a" 0a&am "(*a2$ %a%a& %$nja& +*#n$+ 3bat-obatan ber anfaat untuk engatasi gejala-gejala dan ko plikasi 2GK serta e bantu

e perla bat proses kerusakan fungsi ginjal. 6. 4iuretik eningkatkan pengeluaran urin) e bantu e bantu pengeluaran kelebihan cairan enurunkan tekanan darah.

4iuretik (obat untuk

dan elektrolit dari tubuh/ serta ber anfaat $. 3bat Antihipertensi

#ebagian besar penderita 2GK obat antihipertensi untuk dengan de ikian akan tekanan darah. 0. Gritropoietin (Gpo) #alah satu fungsi ginjal yaitu erangsang su su produksi hor on Gpo

engala i tekanan darah tinggi. 3leh karena itu/ diperlukan batas nor al dan

e pertahankan agar tekanan darah tetap dala

e perla bat proses kerusakan ginjal yang diakibatkan oleh tingginya

enghasilkan hor on eritropoietin (Gpo). @or on ini bekerja e produksi sel-sel darah erah. 2GK enyebabkan eni bulkan ane ia. 3leh karena itu/

tulang untuk

engala i penurunan sehingga

Gpo perlu digunakan untuk (. =at besi

engatasi ane ia yang diakibatkan oleh 2GK. Gpo biasanya

diberikan dengan cara injeksi 6-$ kali/ inggu. =at besi (Ferrous Sulphate) seringkali ber anfaat untuk bentuk tablet (ditelan) atau injeksi (disuntik). ). #uple en Kalsiu 7 Kalsitriol dala darah enjadi rendah/ sebaliknya kadar fosfat dala darah engatasi ketidaksei bangan ineral ini/ diperlukan ko binasi 2ada 2GK/ kadar kalsiu e bantu engatasi ane ia yang

diakibatkan kekurangan Fe pada pasien dengan 2GK. #uple en !at besi diberikan dala

enjadi terlalu tinggi. ,ntuk

obat/suple en yaitu kalsitriol (5ita in 4 bentuk aktif) dan kalsiu 2enanganan penderita GGK

eliputi penanganan ; endasari encapai gagal ginjal ter inal

2enyakit yang Keadaan sebelu

Gagal ginjal ter inal endasari isalnya pengobatan glo erulonefritis/ reflu> nefropati/ endasari. eliputi ;

2enanganan penyakit yang

uropati obstruktif/ serta penyakit-penyakit siste ik yang 2enanganan sebelu 6. penderita

encapai gagal ginjal ter inal

2engobatan secara konser5atif

2engobatan secara si pto atis/ yaitu <engusahakan kehidupan penderita

engurangi gejala ure ia seperti

ual/

untah elakukan

enjadi nor al ke bali/ sehingga dapat

aktifitas seperti sekolah dan kehidupan social <e pertahankan pertu buhan yang nor al <engha bat laju progresifitas enjadi gagal ginjal ter inal enjalani terapi pengganti ginjal isalnya

<e persiapkan penderita dan keluarga untuk

dialisis/ transplantasi ginja

8. 2GAA9A1AK#AAAAA <G4*K GGA/ GGK a. 2enatalaksanaan GGA

6. 4ialisis 4ialisis dapat dilakukan untuk encegah ko plikasi gagal ginjal akut yang serius/ seperti e perbaiki abnor alitas bioki ia K enghilangkan dapat dikonsu si secara bebas K

hiperkale ia/ perikarditis dan kejang. 2erikarditis enyebabkan caiarn/ protein dan natriu kecendurungan perdarahan K dan $. 2enanganan hiperkale ia Kesei bangan cairan dan elektrolit hiperkale ia elektrolit seru erupakan

e bantu penye buhan luka.

asalah uta a pada gagal ginjal akut K enganca ji:a pada gangguan ini. 3leh ol/1)/ perubahan GKG (tinggi puncak polistriren sulfonat elalui serangkaian pe eriksaan kadar

erupakan kondisi yang paling ( nilai kaliu L ).)

karena itu pasien dipantau akan adanya hiperkale ia GM/1 K #* ; ).)

gelo bang 9 rendah atau sangat tinggi)/ dan perubahan status klinis. 2ningkatan kadar kaliu dapat dikurangi dengan pe berian ion pengganti resin (Aatriu Pkaye>alatelQ)/ secara oral atau b. 2enatalaksanaan GGK a. 9entukan dan tatalaksana penyebabnya b. *nstruksi diet/ pe batasan protein (?% gr protein/hari) cairan yang diperlukan )%%-?%% l/$( ja c. 2e berian furose id dosis besar $)%-6%%%/hari/diuretik loop &bu eta id as etaksana) 2ada beberapa pasien diperlukan untuk klorida natriu bicarbonat oral encegah kelebihan cairan atau suple en natriu / elalui retensi ene a.

a. @iperfosfata ia/ hipokale ia dapat ditangani dengan antasida b. 4iet tinggi kalori dan rendah protein

c. Kontrol hipertensi ( edikasi antihipertensi) d. Ane ia ditangani dengan eposen (eritropin e. @t anusia reko binan)

eningkat 0%'. Gposen 6%/) cc 0 > se inggu/ pe berian reparin

f. 4ialisis 4ialisis dapat dilakukan untuk encegah ko plikasi gagal ginjal akut yang serius/ seperti e perbaiki abnor alitas bioki ia K enghilangkan dapat dikonsu si secara bebas K

hiperkale ia/ perikarditis dan kejang. 2erikarditis enyebabkan caiarn/ protein dan natriu kecendurungan perdarahan K dan

e bantu penye buhan luka.

g. 2enanganan hiperkale ia Kesei bangan cairan dan elektrolit hiperkale ia elektrolit seru erupakan asalah uta a pada gagal ginjal akut K enganca ji:a pada gangguan ini. 3leh elalui serangkaian pe eriksaan kadar ol/1)/ perubahan GKG (tinggi puncak polistriren sulfonat

erupakan kondisi yang paling (nilai kaliu L ).)

karena itu pasien dipantau akan adanya hiperkale ia GM/1 K #* ; ).)

gelo bang 9 rendah atau sangat tinggi)/ dan perubahan status klinis. 2ningkatan kadar kaliu dapat dikurangi dengan pe berian ion pengganti resin (Aatriu Pkaye>alatelQ)/ secara oral atau elalui retensi ene a.

h. <e pertahankan kesei bangan cairan 2enatalaksanaan kesei banagan cairan didasarkan pada berat badan harian/ pengukuran tekanan 5ena sentral/ konsentrasi urin dan seru / cairan yang hilang/ tekanan darah dan status klinis pasien. <asukkan dan haluaran oral dan parentral dari urine/ drainase la bung/ feses/ drainase luka dan perspirasi dihitung dan digunakan sebagai dasar untuk terapi penggantia cairan. 2ada u unya keadaan sudah sede ikian rupa sehingga etiologi tidak dapat diobati lagi. ,saha harus ditujukan untuk terdiri ; 6. 2engaturan 2engaturan diurisis dapat inu inu dasarnya adalah e berikan cairan sede ikian rupa sehingga dicapai aka diberikan perparenteral. rongga badan dan engurangi gejala/ encegah kerusakan/pe burukan faal ginjal yang

aksi al. 8ila cairan tidak dapat diberikan per oral

2e berian yang berlebihan dapat $. 2engendalian hipertensi 9ekanan darah sedapat darah selalu

eni bulkan penu pukan di dala

e bahayakan seperti hiper5ole ia yang sangat sulit diatasi. ungkin harus dikendalikan. 2endapat bah:a penurunan tekanan

e perburuk faal ginjal/ tidak benar. 4engan obat tertentu tekanan darah dapat

diturunkan tanpa

engurangi faal ginjal/ dala

isalnya dengan beta bloker/ alpa

etildopa/

5asodilator. <engurangi intake gara renal failure disertai retensi Aatriu . 0. 2engendalian K dala ke atian darah

rangka ini harus hati-hati karena tidak se ua

<engendalikan K darah sangat penting/ karena peninggian K dapat endadak. "ang perta a harus diingat ialah jangan

eni bulkan

eni bulkan hiperkale ia

karena tindakan kita sendiri seperti obat-obatan/ diet buah/dan lain-lain. #elain dengan pe eriksaan darah/ hiperkale ia juga dapat didiagnosa dengan GGG/ dan GKG. 8ila terjadi hiperkale ia aka pengobatannya dengan engurangi intake K/ pe berian Aa 8ikarbonat/ dan pe berian infus glukosa. (. 2enanggulangan Ane ia Ane ia ditujukan erupakan asalah yang sulit ditanggulangi pada +RF. ,saha perta a harus encari apakah ada perdarahan yang engatasi faktor defisiensi/ ke udian

ungkin dapat diatasi. 2engendalian gagal ginjal pada keseluruhan akan dapat hanya dapat diberikan bila ada indikasi yang kuat/ ). 2enanggulangan asidosis 2ada u u nya asidosis baru bergejala pada taraf lebih lanjut. #ebelu elalui akanan dan obat-obatan harus dihindari. Aatriu GM natriu e beri pengobatan yang khusus faktor lain harus diatasi dulu/ khususnya dehidrasi. 2e berian asa bikarbonat dapat diberikan per oral engatasi asidosis. atau parenteral. 2ada per ulaan 6%% ?. 2engobatan dan pencegahan infeksi Ginjal yang sakit lebih udah engala i infeksi dari pada biasanya. 2asien +RF dapat ikroba diberi bila ada bakteriuria dengan ditu pangi pyelonefritis di atas penyakit dasarnya. Adanya pyelonepritis ini tentu e perburuk lagi faal ginjal. 3bat-obat anti elalui ginjal. 9indakan yang perhatian khusus karena banyak diantara obat-obat yang toksik terhadap ginjal atau keluar e pengaruhi saluran kencing seperti kateterisasi sedapat ungkin harus dihindarkan. *nfeksi dite pat lain secara tidak langsung dapat pula eni bulkan per asalahan yang sa a dan pengurangan faal ginjal. -. 2engurangan protein dala 2rotein dala akanan akanan enolong enolong juga bila protein tersebut dipilih. engandung asa a ino esensial/ sangat engurangi ju lah dialisis. akanan harus diatur. 2ada dasarnya ju lah protein dala bikarbonat diberi intra5ena perlahan-lahan. eninggikan @b. 9ransfusi darah

isalnya ada insufisiensi koroner.

kalau perlu diulang. @e odialisis dan dialisis peritoneal dapat juga

dikurangi/ tetapi tindakan ini jauh lebih 4iet dengan rendah protein yang .. 2engobatan neuropati

bahkan dapat dipergunakan pada pasien +RF ter inal untuk

Aeuropati ti bul pada keadaan yang lebih lanjut. 8iasanya neuropati ini sukar diatasi dan eurpakan salah satu indikasi untuk dialisis. 2ada pasien yang sudah dialisispun neuropati asih dapat ti bul. &. 4ialisis 4asar dialisis adalah adanya darah yang engalir dibatasi selaput se i per iabel dengan

suatu cairan (cairan dialisis) yang dibuat sede ikia dari dala yang

rupa sehingga ko posisi elektrolitnya

sa a dengan darah nor al. 4engan de ikian diharapkan bah:a !at-!at yang tidak diinginkan darah akan berpindah ke cairan dialisis dan kalau perlu air juga dapat ditarik aca yaitu he odialisis dan peritoneal dialisis kecairan dialisis. 9indakan dialisis ada dua

erupakan tindakan pengganti fungsi faal ginjal se entara yaitu faal

pengeluaran/sekresi/ sedangkan fungsi endokrinnya tidak ditanggulangi. 6%. 9ransplantasi 4engan pencangkokkan ginjal yang sehat ke pe buluh darah pasien +RF faal ginjal diganti oleh ginjal yang baru. Ginjal yang sesuai harus aka seluruh e enuhi beberapa

persaratan/ dan persyaratan yang uta a adalah bah:a ginjal tersebut dia bil dari orang/ ayat yang ditinjau dari segi i unologik sa a dengan pasien. 2e ilihan dari segi i unologik ini teruta a dengan pe eriksaan @1A

4. GI6I 7ANG TEPAT PADA PASIEN GGA5 GGK 2e berian nutrisi penting untuk nutrisi pada GGK; 6. $. Kalori yang adekuat engacu pada reco ended daily allo:ance (R4A) e perberat e perbaiki nutrisi dan pertu buhan penderita. 2e berian

2rotein yang diberikan harus cukup untuk pertu buhan na un tidak

keadaan ure ia. 0. 2e berian diet yang engandung fosfat harus dibatasi untuk e pergunakan kalsiu encegah terjadinya engikat

hiperparatiroidis fosfat. (.

sekunder. 4ianjurkan

karbonat untuk

4iet tinggi kalori dan rendah protein

D. ASUHAN KEPERA!ATAN PASIEN DENGAN GAGAL GINJAL KRONIS Kasus ; 9n. 8enjo ((( tahun) 88 )% kg/ 98 6() c perjalanan klien ala / sering dira:at di R# dengan d>. <edis GGK. Klien seringnya

adalah seorang sopir truk angkutan barang/ julusan #urabaya B Eakarta/ dan

inu - inu an berenergi. 4ari hasil pengkajian didapatkan data @g/ na-as .au am#n$a+: u*(m$1 g/dl/ @b 6% g/dl/ Aa

engeluh nyeri pinggangnya dengan skala )/ seperti ditusuk-tusuk/ tidak 8AK sela a $ engeluh gatal pada kulit/ ureu $%% g/dl/ kretinin 6%

tahun. Klien ta pak (0(ma anasa*+a 89: 94 6)%/&% -*#s" '8): 6?% ol/ K -

ol/ terlihat gejala osteoporosis/ leukopenia/ tro bositopenia/. 2asien sudah

$ kali cuci darah dan direncanakan transplantasi ginjal. 2asien 4itangan kiri 2asien terpasang A3 shun".

endapatkan 0$$" u*(m$1.

Ka"a;+a"a su&$" / 1. GGK / engakibatkan penurunan

adalah suatu proses patofisiologi dengan etiologi yang beraga /

fungsi ginjal yang progresif dan pada u u nya berakhir dengan gagal ginjal. #elanjutnya gagal ginjal adalah suatu keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang ire5ersibel pada suatu saat yang paling banyak yang e erlukan terapi pengganti ginjal yang tetap berupa dialisis beberapa bentuknya erupakan penyebab penyakit atau transplantasi ginjal(. Glo erulonefritis dala

enga:ali gagal ginjal kronik. Ke ungkinan disebabkan oleh terapi elitus dan hipertensi sekarang adalah

glo erulonefritis yang agresif dan disebabkan oleh perubahan praktek progra ginjal tahap akhir yang diteri a pasien/ diabetes penyebab uta a gagal ginjal kronik6. 2. 9. E0(ma anasa*+a 89 / Na-as .au am#n$a+ / Aafas yang bau seperti air kencing <. U*(m$1 -*#s" /

8iasa disebut Atau ure ik es/ deposit frostlike pucat kristal putih pada kulit yang disebabkan oleh gagal ginjal dan ure ia. #enya:a urea dan produkproduk sisa lainnya dari ereka =. etabolis e yang tidak dapat diekskresikan oleh ginjal elalui kapiler kecil ke per ukaan kulit/ di ana enjadi urin diekskresikan

engu pulkan pada per ukaan. /

D$$" u*(m$1 Rendah Kalori 4iet 4iet ginjal 4iet 2rotein Rendah

<engkonsu si diet rendah protein untuk diterbitkan dala

engurangi gagal ginjal yang akan datang

setelah Anda didiagnosis dengan ure ia. <enurut infor asi dari sebuah penelitian yang jurnal Ginjal *nternasional/ diet yang terdiri dari sekitar %.0g protein per kg e perbaiki gejala pada indi5idu yang enderita ure ia. berat badan sehari-hari dapat

2erhatikan bah:a satu kg R $/$./ #ehingga berarti $%%-lb. indi5idu akan terbatas hanya di ba:ah 0%g protein per hari/ ju lah yang sangat rendah. ,ntuk e enuhi tujuan ini/ enghapus ha pir se ua su ber daging dan susu dari diet

Anda/ karena ini tinggi protein-barang dengan a bang pintu. #ebaliknya protein/ kacang-kacangan/ biji-bijian/ kelapa. ,ntuk baru Anda. 2erti bangan *ngatlah bah:a yang hilang dala enga bil sebuah buku

udah dapat

endorong Anda

ele:ati

engkonsu si diet tinggi karbohidrat dari buah-buahan/ engandung buah seperti alpukat dan enu untuk e enuhi gaya hidup

sayuran/ biji-bijian/ dan tinggi le ak tak jenuh dari su ber-su ber seperti se ua jenis inyak/ dan le ak yang e bantu Anda dala rendah protein upaya Anda/ perti bangkan untuk

asak 5egetarian untuk ide-ide

eskipun Anda akan tetap rendah protein/ Anda harus engganti

engganti kalori

diet Anda dengan baik karbohidrat atau le ak untuk karbohidrat. #atu gra

enghindari le ak/

penurunan berat badan yang tidak diinginkan. Ketika e iliki e pat kalori/ yang sa a dengan satu gra protein supaya Anda secara tidak sengaja pikirkan. <ungkin kalori dan untuk e bantu untuk e buat jurnal akanan dala

acronutrients/ 6g protein

bagai anapun/ berisi se bilan kalori/ jadi hati-hati dengan le ak Anda untuk substitusi engkonsu si kalori jauh lebih dari yang Anda

akanan di perta a/ kedua untuk diet Anda/ karena banyak

elacak

elacak g total protein yang Anda konsu si sepanjang hari. *ngatlah untuk akanan yang engandung seju lah kecil protein per porsi yang bisa dengan

enghitung g jejak protein dari direko endasikan di atas

udah tip Anda lebih dari batas Anda jika Anda tidak berhati-hati.

>. a. 4efinisi

A3 shun"

#uatu tindakan pe bedahan dengan cara

enghubungkan arteri radialis dengan 5ena

cephalica sehingga terjadi fistula arterio5ena sebagai akses dialisis. b. Ruang lingkup 3perasi A-D #hunt yang dilakukan Suality *nitiati5e (43S*) pada inter5ensi. erupakan i ple entasi dari panduan 4ialisis 3utco es

anaje en penatalaksanaan akses 5askular tahun 6&&-.

<elibatkan berbagai disiplin il u antara lain ahli nefrologi/ ahli bedah/ dan ahli radiologi

3perasi A-D shunt dilakukan secara side to side anasto osis atau side to end anasto osis atau end to end anasto osis antara arteri radialis dan 5ena cephalica pada lengan non do inan terlebih dahulu. 3perasi dilakukan pada lokasi paling distal sehingga operasi gagal atau tidak dapat dilakukan pada ekstre itas atas. 2ersyaratan pada pe buluh darah arteri; B 2erbedaan tekanan antara kedua lengan O $% B +abang arteri daerah pal ar pasien dala B 4ia eter lu en pe buluh arteri T $.% anasto osis. 2ersyaratan pada pe buluh darah 5ena; B 4ia eter lu en pe buluh 5ena T $.% pada lokasi di ana akan dilakukan @g elakukan tes Allen. e ungkinkan dilakukan operasi lebih proksi al jika gagal. 4apat dilakukan pada ekstre itas ba:ah jika

kondisi baik dengan

pada lokasi di ana akan dilakukan

anasto osis. B B 9idak ada obstruksi atau stenosis Kanulasi dilakukan pada seg en yang lurus

c. *ndikasi operasi 2asien dengan End Stage Renal Disease (G#R4) yang dialisis berulang dan jangka panjang e erlukan akses 5askular untuk

d. Kontra indikasi operasi B 1okasi pada 5ena yang telah dilakukan penusukan untuk akses cairan intra5ena/ 5ena seksi atau trau a. B 2ada 5ena yang telah B 9es Allen A&%#*$"ma 8erdasarkan K/43S* guidelines tahun $%%%/ pe ilihan AD shunt dilakukan pada engala i kalsifikasi atau terdapat athero a.

enunjukkan aliran pe buluh arteri yang abnor al.

6. $. 0. (. ).

arteri radialis dengan 5ena cephalica (8rescia +i ino) arteri brachialis dengan 5ena cephalica bahan sintetik A-D graft (e29FG U e>panded polytetrafluoroethylene) arteri brachialis dengan 5ena basilika kateter 5ena sentral dengan IcuffJ

Teknik Operasi

4ilakukan desinfeksi lapangan operasi dengan larutan antiseptik/ lalu diperse pit dengan 2enderita dilakukan anestesi lokal dengan lignocaine 6' (lidocain) yang dapat engurangi perdarahan. 4apat pula dilakukan anestesi blok yang saraf si patis sehingga ana e berikan keuntungan dengan ikut diha batnya siste

linen steril.

dita bahkan epinefrin untuk engha bat 5asospas e.

2ada pergelangan tangan dilakukan insisi bentuk # atau longitudinal atau tran5ersal/ lalu dan perdarahan yang terjadi dira:at.

diperdala

Flap kulit sebelah lateral diangkat sehingga 5ena cephalica terlihat lalu disisihkan sejauh untuk enghindari trau a pada cabang saraf radialis. uskulus fle>or carpi radialis

kurang lebih 0 c

Arteri radialis dapat dicapai tepat sebelah lateral dari e buka fascia dala

dengan cara

lengan ba:ah secara tran5ersal tepat diatas denyut nadi. dengan elakukan ligasi cabang-

Ke udian arteri radialis tersebut disisihkan sejauh $ c

cabang arteri kecilnya. Anasto osis dapat dilakukan secara end to end atau end to side atau side to side.

2ada tehnik end to side/ dengan benang yang diletakkan tepat diba:ah arteri radialis yang enggunakan kle 5askular.

disisihkan ke udian arteri tersebut dikle

<enggunakan

ata pisau no 66/ dilakukan insisi arteri radialis sejajar su bu sesuai

dengan dia eter 5ena cephalica yang telah dipotong.

Ke udian dilakukan penjahitan anasto osis

enggunakan benang

onofila en ?-% atau

--%.

2edarahan yang

asih ada dira:at dan ke udian luka pe bedahan ditutup dengan

langsung

enjahit kulit.

Ke udian dilakukan pe bebatan sepanjang lengan ba:ah.

e. Ko plikasi operasi

Ko plikasi pasca pe bedahan ialah terjadi stenosis/ tro bosis/ infeksi/ aneurys a/ sindro IstealJ arteri/ gagal jantung kongestif; a. S"(n#s$s

#tenosis dapat terjadi akibat terjadinya hiperplasia inti a 5ena cephalica distal dari

anasto osis pada A-D shunt radiocephalica sehingga A-D shunt tidak berfungsi. #edangkan pada penggunaan bahan sintetis e29FG terjadi stenosis akibat hiperplasia pseudointi a atau neointi a. #tenosis

erupakan faktor penyebab ti bulnya tro bosis sebesar .)'.

@iperplasis inti a ti bul karena;

9erjadinya cedera 5askular yang diti bulkan baik oleh karena operasinya ataupun kanulasi jaru yang berulang yang ke udian e icu terjadinya kejadian biologis (proliferasi sel otot elalui inti a Vproliferasi sel otot polos 5askular polos 5askular inti a V ekskresi

edial V sel lalu ber igrasi

atriks ekstraselular inti a).

9ekanan arteri yang konstan pada anato osis 5ena/ khususnya jika terjadi aliran turbulen/ enyebabkan cedera yang progesif terhadap dinding 5ena tersebut. Compliance mismatch antara 5ena dengan graft pada lokasi anasto osis Rusaknya integritas dan fungsi daripada sel endotelial

dapat

24GF (platelet deri5ed gro:th factor)/ bFGF (basic fibroblast gro:th factor)/ *GF-6 (insulin gro:th factor-6) turut asing .. T*#m.#s$s <uncul beberapa bulan setelah dilakukannya operasi. #ering diakibatkan karena faktor anato i atau faktor teknik seperti rendahnya aliran keluar 5ena/ tehnik penjahitan yang tidak baik/ graft kinking, dan akhirnya disebabkan oleh stenosis pada lokasi anasto osis. 2enanganan tro bosis eliputi tro bekto i dan re5isi secara pe bedahan. 9ro bosis yang diakibatkan penggunaan bahan sintetik dapat diatasi dengan far akoterapi (heparin/ antiplatelet agregasi)/ tro bekto i/ angioplasti dan penanganan secara pe bedahan. 1. In-(+s$ Kejadian infeksi jarang terjadi. 2enyebab uta a ialah ku an #taphylococcus aureus. Eika terjadi e boli septik bahan sintetik untuk aka fistula harus dire5isi atau dipindahkan. *nfeksi pada penggunaan asalah dan sering diperlukan tindakan bedah disertai penggunaan luas dan lakukan kultur ku an erupakan e icu terjadi hiperplasia inti a dengan ekanis enya asing-

antibiotik. 2ada a:al infeksi gunakan antibiotik spektru

e astikan penggunaan antibiotik yang tepat. Kadang diperlukan eksisi graft.

0. An(u*?sma

, u nya disebabkan karena penusukan jaru terjadi aneurys a akibat penusukan jaru 5ena. (. S$n0*#m s"(a& a*"(*$ 4ikatakan sindro

berulang pada graft. 2ada A-D fistula jarang

berulang tetapi oleh karena stenosis aliran keluar

IstealJ arteri jika distal dari ekstre itas yang dilakukan A-D shunt terjadi elalui anasto osis e iliki resistensi yang rendah dita bah aliran darah yang retrograde e perberat terjadinya iske ik tersebut. 2asien dengan iske ik

iske ik. @al ini disebabkan karena perubahan aliran darah dari arteri enuju ke 5ena yang ringan akan dari tangan dan lengan yang

erasakan parestesi dan teraba dingan distal dari anasto osis tetapi sensorik dan enghindari

otorik tidak terganggu. @al ini dapat diatasi dengan terapi si pto atik. *ske ik yang berat e butuhkan tindakan e ergensi pe bedahan dan harus segera diatasi untuk cedera saraf. -. H$2(*"(ns$ @(na Gejala yang na pak ialah pe bengkakan/ perubahan :arna kulit dan hiperpig entasi. 2aling sering disebabkan karena stenosis dan obstruksi pada 5ena. 1a a kela aan akan terjadi ulserasi dan nyeri. <anaje en penanganan terdiri dari koreksi stenosis dan kadang diperlukan ligasi 5ena distal dari te pat akses dialisis. %. Ga%a& jan"un% +#n%(s"$A-D shunt secara signifikan akan eningkatkan aliran darah balik ke jantung. Akibatnya akan

eningkatkan kerja jantung dan cardiac output/ kardio egali dan akhirnya terjadi gagal jantung kongestif pada beberapa pasien. 2enanganannya berupa koreksi secara operatif. f. <ortalitas Angka ke atian setelah tindakan A-D shunt %'. Ke atian u u nya dikarenakan penyakit penyebabnya yaitu end stage renal disease g. 2era:atan 2asca 8edah 2asca bedah penderita dapat dipulangkan. 4ilakukan pe bebatan pada daerah yang di operasi. 4aerah yang dilakukan A-D shunt tidak diperkenankan untuk *D line/ ditekan atau diukur tekanan darahnya. Eahitan diangkat setelah hari ke -

h. Follo:-,p @ari ke -/ ke 6( tentang adanya aliran ( thrill ) "ang die5aluasi;

klinis adanya getaran seira a denyut jantung pada daerah yang dilakukan A-D shunt

Ana&$sa 0a"a
tanggal 4ata 2roble Gtiologi 9 9 4 ? des $%66 4# ; - pasien engatakan sering inu 2erfusi jaringan renal/perifer tidak efektif -Reduksi ekanis dari aliran darah 5ena /arteri hiper5ol e ia

inu an berenergi 2asien engeluh nyeri pada

pinggangnya 2asien tidak 8AK sela a $tahun engeluh gatal pada kulit anarsaka H0 @g/nafas bau $%% g/dl/kreatinin

43 ; - ta pak ude 94 6)%/&% @asil lab ; ureu terlihat gejala

a oniak/ ure ic frost (H)/ 6% g/dl osteporosis/leucopenia/tro bositopenia 4# ; - klien engeluh nyeri pada pinggangnya dengan skala ) klien engeluh nyeri seperti ditusuk@g

Ayeri akut

Agen cidera (ki ia)

tusuk 43 ; - 94 6)%/&% -

2 ; gagal ginjal kronik S ; seperti ditusuk-tusuk R ; dipinggang # ;) 9 ;W

P*$#*$"as D$a%n#sa
6. 2erfusi jaringan renal/perifer tidak efektif b.d Reduksi ekanis dari aliran darah 5ena inu inu an

/arteri dan hiper5ole ia ditandai dengan pasien berenergi/pasien engeluh gatal pada kulit. 9a pak ude

engatakan sering

engeluh nyeri pada pinggangnya/pasien tidak 8AK sela a $tahun dan anarsaka H0/94 6)%/&% @g/nafas bau a oniak/

ure ic frost (H)/@asil lab ; ureu

$%% g/dl/kreatinin 6% g/dl dan terlihat gejala

osteporosis/leucopenia/tro bositopenia

$.

Ayeri akut b.d Agen cidera (ki ia) ditandai dengan klien

engeluh nyeri pada @g

pinggangnya dengan skala )/ klien

engeluh nyeri seperti ditusuk-tusuk. 94 6)%/&%

In"(*@(ns$
tang gal A o. 4 2 ? des $%66 6 2erfusi jaringan renal dan perifer dapat ke bali efektif setelah dilakukan tindakan kepera:atan sela a ->$( ja dengan kriteria hasil ; 8AK pasien dapat 2asien tidak engeluh gatal pada kulit ude Aafas tidak bau $. <onitor hasil ure ic frost (-)/ @asil lab ; nor al ; 6)/% g/dl g/dl B 0./) lab pasien (ueu /kreatinin) a oniak/ 9idak ta pak 6. <onitor hasil 6. 2asien yang engala i gangguan reabosbsi natriu yang nantinya AaH dapat asuk ke aliran darah dan dpt eningkatkan 94 $. 2asien dgn engala i gangguan pada proses pe buang toksik yg nantinya toksiknya dapat asuk ke aliran darah dan enyebabkan peningkatan ureu dan kreatinin dala darah 0. 2asien dgn engala i gangguan pada ekanis e pengaturan cairan dan enyebabkan penu pukan cairan ggk/gga akan ggk/gga akan 9ujuan *nter5ensi Rasional 9 9 4

99D pasien

keluar sedikit-sedikit

,reu

kreatinin nor al ; %/. g/dl B 6/0 gejala g/dl

osteporosis/leucopenia/t ro bositopenia berangsur 6$%/.% enghilang @g 94 nor al ;

pada tubuh (. 4engan e onitor 8+ pasien dpt diketahui pasien pengaturan cairan sdh baik/bl ). gara 0. <onitor tanda$ kelebihan cairan ginjal 2rotein dan dapat e perberat kerja

?.

4gn cuci darah e bersihkan

dapat darah dari toksik$ yg tdk dpt disaring oleh ginjal -. (. <onitor 8+ pasien 2e berian engeluarkan cairan yg enu puk pd tubuh akibat dr ginjal yg tdk bisa engeluarkan urine .. 9alk dpt engurangi rasa gatal pada pasien ). Anjurkan engurangi akanan yang rendah protein dan gara &. 9ransplatasi engganti ginjal yg sdh rusak/shg dgn ginjal yg baru diharap toksik tdk asuk ke aliran ?. 1anjutkan darah pasien untuk ginjal dpt diuretik dapat

terapi cuci darah

-.

Kolaborasi

pe berian diuretik

..

Kolaborasi

pe berian talk untk gatal$

&.

Kolaborasi

dengan dokter untuk dilakukan op $ Ayeri pada pasien tidak terjadi setelah dilakukan tindakan kepera:atan sela a 0>$(ja dengan kriteria hasil ; 6. Klien tidak engeluh nyeri pada pinggangnya $. 0. (. #kala nyeri enjadi $-( 94 nor al ; @g A nor al ; ?%-6%% 6$%/.% $. <onitor skala nyeri pada pasien transplantasi ginjal 6. <onitor tt5 pasien (94/A.RR) 6. 2asien yang engala i nyeri cenderung engala i peningkatan pada 94 /A/RR $. 4engan e onitor skala nyeri kita dapat engetahui apakah pasien asih engala i nyeri/tdk 0. 2e berian

>/ nt ). RR nor al ; $%6%% >/ nt

tehnik relaksasi dapat engalihkan perhatian pasien dan dapat erilekskan pasien shg rasa nyeri 0. Ajarkan tehnik dapat berkurang (. 2osisi yang e buat pasien erasa nya an dan nyeri dapat berkurang ). 2e berian engurangi nyeri yg diala i pasien analgetik dapat nya an dapat relaksasi

(.

8erikan posisi

nya an

).

Kolaborasi

dengan dokter pe berian analgetik

I. 6. , u

K("(*am2$&an 2(m(*$+saan -$s$+ s$s"(m 2(*+(m$han ; #tatus kesehatan secara u u perke ihan ; le ah/ letarghi

$. 9anda-tanda 5ital ; tekanan darah/ nadi/ pernapasan/ dan suhu tubuh 0. 2e eriksaan fisik siste

9eknik pe eriksaan fisik Ke ungkinan kelainan yang dite ukan 6. *nspeksi a. Kulit dan b. <ulut c. Fajah d. Abdo en 2asien posisi terlentang/ catat ukuran/ kesi etrisan/ adanya ke bung/ Kulit dan turgor kulit e bran enyebabkan ane ia. 9a pak ekskoriasi/ erupakan indikasi dehidrasi. assa atau pe bengkakan/ ukosa yang pucat/ indikasi gangguan ginjal yang e ar/ tekstur kulit kasar atau kering. 2enurunan e bran ukosa. +atat :arna/ turgor/ tekstur/ dan pengeluaran keringat.

Gde a/ indikasi retensi dan penu pukkan cairan. #to atitis/ napas bau a onia <oon face 2e besaran atau tidak si etris/ indikasi hernia atau adanya disfungsi renal. 4istensi atau perut yang nyeri e. <eatus urinary 1aki-laki posisi duduk atau berdiri/ tekan ujung gland penis dengan untuk e buka eatus urinary. e akai sarung tangan. 2erhatikan 2ada :anita ; posisi dorsal litoto i/ buka labia dengan eatus urinary $. 2alpasi a. Ginjal 6) Ginjal kiri jarang dapat teraba/ untuk eskipun de ikian usahakan untuk e palpasi ginjal engetahui ukuran dan sensasi. eni bulkan kerusakan jaringan. e akai sarung tangan enetap/ distensi/ kulit engkilap atau tegang. assa. Ayeri per ukaan indikasi

Eangan lakukan palpasi bila ragu karena dapat

$) 2osisi pasien supinasi/ palpasi dilakukan dari sebelah kanan. 0) 1etakkan tangan kiri diba:ah abdo en diantara tulang iga dan lengkung iliaka. 9angan kanan dibagian atas. engkilap dan tegang/ indikasi retensi cairan atau ascites. 4istensi eatus urinary seperti defek kandung ke ih/ pe besaran ginjal. Ke erahan/ ulserasi/ bengkak/ atau adanya cairan/ indikasi infeksi. 2ada laki-laki biasanya terdapat de5iasi kongenital. Eika terjadi pe besaran ginjal/ serius. 2e besaran kedua ginjal/ indikasi polisistik ginjal. 9enderness/le but pada palpasi ginjal () Anjurkan pasien nafas dala ke atas. )) 1akukan hal yang sa a untuk ginjal kanan aka indikasi infeksi/ gagal ginjal kronik. enekan se entara tangan kiri endorong aka dapat engarah ke neoplas a atau patologis renal yang

Ketidaksi etrisan ginjal indikasi hidronefrosis. dan tangan kanan

b. Kandung ke ih #ecara nor al/ kandung ke ih tidak dapat dipalpasi/ kecuali terjadi distensi urin dilakukan di daerah si physis pubis dan u bilicus. 0. 2erkusi a. Ginjal 6) Atur posisi klien duduk e belakangi pe eriksa. enggunakan kepalan tangan do inan. $) 1etakkan telapak tangan tidak do inan diatas sudut kosto5ertebral (+DA)/ lakukan perkusi atau tu bukan di atas telapak tangan dengan 0) ,langi prosedur untuk ginjal kanan Eika kandung ke ih penuh glo erulonefrosis. b. Kandung ke ih 6) #ecara nor al/ kandung ke ih tidak dapat diperkusi/ kecuali 5olu e urin di atas 6)% Eika terjadi distensi/ $) #ebelu aka kandung ke ih dapat diperkusi sa pai setinggi u bilicus. engetahui fundus elakukan perkusi kandung ke ih/ lakukan palpasi untuk l/ l. aka akan teraba le but/ bulat/ tegas/ dan sensitif. erupakan indikasi glo erulonefritis atau 9enderness dan nyeri pada perkusi +DA aka palpasi

kandung ke ih. #etelah itu lakukan perkusi di atas region suprapubic. Eika kandung ke ih penuh atau sedikitnya 5olu e urin )%% dullness (redup) di atas si physis pubis. (. Auskultasi Gunakan diafrag a stetoskop untuk kuadran atas abdo en. Eika terdengar bunyi bruit (bising) pada aorta abdo en dan arteri renalis/ indikasi adanya gangguan aliran darah ke ginjal (stenosis arteri ginjal J. K("(*am2$&an m(masan% +a"("(* 2*$a SOP PEMASANGAN KATETER PRIA PEMASANGAN KATETER PRIA #9AA4AR4 32GR#*3AA1 2R3#G4,R 2GAGGR9*AA <e asukkan selang karet atau plastic kedala kandung ke ih 6. <enghilangkan distensi kandung ke ih $. 9,E,AA 0. (. 6. <endapatkan urine steril <engosongkan kandung ke ih secara lengkap Kandung ke ih inkopeten 2enatalaksanaan kandung ke ih inkopeten elalui uretra dan aka engauskultasi bagian atas sudut kosto5ertebral dan aka akan terdengar bunyi

KG8*EAKAA

2G9,GA#

$. 2rostat hipertrofi 2era:at 6. 8ak instru ent steril berisis; pinset anato is/ duk/ kassa $. 0. (. ). ?. Kateter sesuai ukuran #arung tangan steril $ pasang 4esinfektan dala #puit $% cc 2elu as ,rine bag 2laster dan gunting #eli ut andi te patnya

2GRA1A9AA -. .. &.

6%. 2erlak dan pengalas 66. 8ak berisis air hangat/ :aslap/ sabun/ handuk 6$. 8engkok

2R3#G4,R 2G1AK#AAAAA

6. 6. $. 0. $. 6. $. 0. 0. 6. $.

Taha2 P*aIn"(*a+s$ <elakukan pengecekan progra <encuci tangan <ene patkan alat di dekat pasien Taha2 O*$(n"as$ <e berikan sala dan enyapa na a pasien terapi

<enjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan <enanyakan persetujuan dan kesiapan pasien Taha2 K(*ja <e asang sa piran dan enjaga pri5acy posisi dorcal

<engatur posisi pasien dala elepaskan pakaian ba:ah

recu banent dan 0. (. ). ?. steril -. .. &. $0 c 6%. 66. 6$. 60. 6(. (. 6. $.

<e asang perlak/ pengalas dan seli ut <e akai sarung tangan

andi

<e bersihkan genetalia dengan air hangat <engganti sarung tangan steril/ e asang duk

<e beri pelu as pada ujung kateter <engarahkan penis ke atas <e asukkan kateter perlahan-lahan sedala atau hingga urine keluar <enya bungkan kateter dengan urine bag <engisis balon dengan AMuadest sesuai ukuran <e fiksasi kateter kearah atas / perut <elepas duk/ pengalas dan sarung tangan <engganti seli ut Taha2 T(*m$nas$ <elakukan e5aluasi tindakan <erapikan pasien dan lingkungan andi dengan seli ut klien 6) B

0. (.

8erpa itan dengan klien <e bereskan alat-alat dan ke balikan alat

kete pat se ula ). ?. pera:atan <encuci tangan <encatat kegiatan dala le bar catatan

K.

K("(*am2$&an m(n%am.$& sam2&( 0a*ah u*(um: 1*(a"$n$n cara penga bilan darah;6.Ada 0 sa pel darah yang dapat dia bil; a . 4 a r a h edian cubiti. 2ada bayi/ dapat digunakan 5ena jugularis penga bilan sa pel darah isalnya/ 6% l.- G u n a k a n s y r i n g e d e n g a n

D e n a - 8 i a s a n y a d i a b i l d a r i l i p a t a n s i k u t a n g a n . -2ada orang de:asa biasanya dia bil dari 5ena superficialis atau sinus sagittalissuperior.-4igunakan dala dengan 5olu e yangcukup banyak/ jaru

$%-$6 G de:asa$0G(butterfly needle) bilan darah 5ena;

jaru

anak-anak - + a r a p e n g a

*katkan torniMuet pada lipatan siku atas/ ke udian tangan dikepal. 9entukan 5ena yang akan dia bil darahnya Aseptikkan te pat penga bilan dengan po5idone iodiu 6%'/ biarkan engering/ lalu

ulangi dengan alkohol -%'.X

4arah 5ena dipijat/dilonggarkan dengan tekanan ibu jari/telunjuk. 9usukkan jaru 8ila 8ila O 6/$) inch dengan posisi ()Y dengan lengantangan. diturunkan ke posisi 0%Y #etelah tertusuk/ jaru

enggunakan syringe/ sedot darah perlahan sa pai pada5olu e darah yang enggunakan jaru tanpa spuit/ biarkan darah langsung engalir ke edia.( edia

dibutuhkan.

transport/#2# %/%)'

J.

K("(*am2$&an m(n%u+u* u*$n "am2un%

PENAMPUNGAN URIN P(n%(*"$an ,rin ta pung (ti ed urin speci en/:aktu tertentu)8eberapa pe eriksaan urin ja e erlukan seluruh produksi urin yang dikeluarkan dala jangka :aktu tertentu/ rentangnya berkisar 6-$ B $( ja . ,rin ta pung ini biasanyadisi pan di le ari pendingin atau diberi preser5atif encegahpertu buhan bakteri atau encegah perubahan/kerusakan (!at aktif tertentu) yang

struktur urin. 8iasanya urindita pung di te pat kecil lalu dipindahkan segera ke pena pungan yang lebih besar.

Tujuan Adapun tujuan pe eriksaan yang 6. $. 0. <engkaji ke a puan ginjal <enentukan enggunakan urin ta pung adalah; engkonsentrasikan dan endilusi urin etabolis e glukosa/fungsi ginjal urin ( isal; albu in/ a ilase/ kreatinin/

<enentukan penyakit gangguan

kadar sesuatu dala

hor ontertentu) Ha& ?an% 2(*&u 0$&a+u+an 2(*aAa"/ (. ). ?. -. .. &. 2eriode pengu pulan jenis ini di ulai setelah klien berke ih 8eri :adah yang telah disiapkan oleh pihak laboratoriu . #etiap kali berke ih /urin diku pul dala :adah yang lebih besar engigatkan klien untuki berke ih nsebelu defekasi sebuah :adah yang bersih lalu

segera asukan dala 2era:at harus

#etiap spesi en harus bebas dari feses atau tisu toilet Fadah pengu pil urin perlu di asukan dala le ari G#

P(*s$a2an 2(*a&a"an 6.8ak instru en berisi ; a. b. c. d. e. $. 0. (. ). 2oly kateter sesuai ukuran 6 buah (klien de:asa yang perta a kali dipasang ,rine bag steril 6 buah 2inset anato i $ buah 4uk steril Kassa steril yang diberi jelly #arung tangan steril Kapas subli at dala #a piran ko tertutup 2erlak dan pengalasnya 6 buah kateter biasanya dipakai no. 6?)

?. -. .. &.

+airan aMuades atau Aacl 2lester Gunting 5erband 8engkok 6 buah

6%. Korentang pada te patnya 2rosedur 6) 2asien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan/ ke udian alatalatdidekatkan ke klien $) 2asang sa piran 3) +uci tangan () 2asang pengalas/perlak diba:ah bokong klien

)) 2akaian bagian ba:ah klien dikeataskan/dilepas/ dengan posisi klien terlentang. Kakisedikit dibuka. 8engkok diletakkan didekat bokong klien ?) 8uka bak instru en/ pakai sarung tangan steril/ pasang duk steril/ lalu bersihkan alatgenitalia dengan kapas subli at dengan penisdibersihkan dengan gerakan e utar dari bersih.1etakkan pinset dala c enggunakan pinset. -) 8ersihkan genitalia dengan cara ; 2enis dipegang dengan tangan non do inan enggunakan kapas subli at oleh tangan do inan dengan eatus keluar. 9indakan bisa dilakukan beberapa kali hingga bengkok uretra kira-kira6% enggunakan pinset sa pai urine keluar. <asukkancairan asuk padakandung ke ih.

.) A bil kateter ke udian olesi dengan jelly. <asukkan kateter kedala secara perlahan-lahan dengan

Aacl/aMuades $%-0% cc atau sesuai ukuran yang tertulis. 9arik sedikit kateter.Apabila pada saat ditarik kateter terasa tertahan berarti kateter sudah &) 1epaskan duk/ sa bungkan kateter dengan urine bag. 1alu ikat disisi te pat tidur K. K("(*am2$&an m(n%u+u* B4 PENILAIAN BALAN4E 4AIRAN P(n%(*"$an 2enghitungan kesei bangan cairan Tujuan <engetahui status cairan tubuh ; 6. $. 0. (. <engetahui ju lah asukan cairan asuk dan keluar tubuh

<engetahui keluaran cairan <engetahui balance cairan <enentukan kebutuhan cairan

P(*a&a"an 6. $. Alat tulis Gelas ukur urine/urine bag

P*#s(0u* 2(&a+sanaan A. Taha2 P*aIn"(*a+s$ 6. $. <elakukan pengecekan progra <encuci tangan terapi

B. Taha2 O*$(n"as$ 6. $. <e berikan sala pasien dan sapa na a pasien

<enjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan

4. Taha2 K(*ja 6. $. 0. (. ). ?. -. .. &. <enghitung in take oral ( inu ) <enghitung in take oral ( akan) <enghitung in take parenteral <enentukan cairan etabolis e

<enghitung out put urine <enghitung out put feces <enghitung out put abnor al ( untah/ drain/ perdarahan dll) <enghitung out put *F1 <enghitung balance cairan

D. Taha2 T(*m$nas$ 6. $. 0. (. 8erpa itan dengan klien <e bereskan alat-alat <encuci tangan <encatat kegiatan dala le bar catatan kepera:atan

L. K("(*am2$&an m(&a+u+an 2(n0+(s 0$$" GGA 5 GGK D$(" 3rang dengan fungsi ginjal yang rendah harus sadar bah:a beberapa bagian dari diet yang nor al dapat e perburuk kegagalan ginjal. e bantu tubuh kita e perbaiki eninggalkan

P*#"($n. 2rotein adalah penting untuk tubuh kita. 2rotein otot dan ela:an penyakit. Kita dibahas di atas/ ginjal yang sehat protein. Ginjal yang rusak tidak

endapatkan sebagian besar protein dari daging. #eperti enghilangkan bahan a pas dari darah tetapi e isahkan protein dari bahan a pas.

8eberapa dokter Kita tepat. K#&(s"(*#&. #atu oleh konsu si Kolesterol dapat

engusulkan pasien untuk

e batasi ju lah protein yang dikonsu si agar enghindari protein secara keseluruhan. e bentuk rencana pola akan yang

pekerjaan ginjalnya dikurangi. 9etapi kita tidak dapat ungkin harus konsultasi dengan ahli gi!i untuk

asalah lagi yang

ungkin terkait dengan kegagalan ginjal adalah tingkat darah. 9ingkat kolesterol yang tinggi dapat disebabkan

kolesterol yang terlalu tinggi dala

akanan tinggi le ak. enu puk pada dinding dala di pe buluh darah. 9u pukan ini elalui pe buluh dan dapat

eningkatkan beban pada jantung dala

e o pa darah

engakibatkan serangan jantung dan stoke. M(*#+#+. <erokok tidak hanya sebaiknya encoba berhenti eningkatkan risiko penyakit ginjal/ tetapi juga

eningkatkan ke atian akibat stroke dan serangan jantung pada orang dengan +K4. Kita erokok. dan akanan lain.

6a" na"*$um. =at natriu Aatriu dala enghindari

adalah bahan ki ia yang dite ukan pada gara engandung tingkat natriu yang tinggi.

akanan kita dapat akanan yang

eningkatkan tekanan darah/ jadi kita sebaiknya

6a" +a&$um. =at kaliu sayuran/ sehat sakit

adalah

ineral yang dite ukan secara ala i di banyak buahan dan dala darah/ dan e buang kelebihannya. Ginjal yang yang berlebih/ dan dengan fungsi ginjal e pengaruhi denyut jantung.

isalnya jeruk/ kentang/ pisang/ buah kering/ buncis kering dan kacang. Ginjal yang enghilangkan kaliu yang tinggi dapat

engatur tingkat !at kaliu ungkin tidak berhasil

yang sangat buruk/ tingkat kaliu

P(*"an?aan P(m$1u

1.

M(+an$sm( 2(n%a"u*an 1a$*an 0an (&(+"*#&$" Kesei bangan cairan dan elektrolit K hiperkale ia erupakan asalah uta a pada gagal ginjal akut ji:a pada gangguan ini. 3leh o1/1)/ perubahan GKG elalui serangkaian pe eriksaan

erupakan kondisi yang paling (nilai kaliu L ).)

enganca

karena itu pasien dipantau akan adanya hiperkale ia kadar elektrolit seru

GM/1 K #* ; ).)

(tinggi puncak gelo bang 9 rendah atau sangat tinggi)/ dan perubahan status klinis. 2eningkatan kadar kaliu dapat dikurangi dengan pe berian ion pengganti resin (natriu elalui retensi ene a. #orbital sering enginduksi tipe diare ( enginduksi e iliki balon pohstruren sulfonat /kaye>alatel)/ secara oral atau diberikan bersa a dengan kaye>alate untuk

kehilangan cairan di saluran gastrointestinal. Eika ene a retensi diberikan (kolon erupakan te pat uta a untuk pertukaran kaliu )/ Kateter rektal yang

dapat direspkan untuk

e fasilitasi retensi jika diperlukan. eningkat e erlukan dialisis/ peritoneal

2asien yang kadar kaliu nya tinggi dan dialisis/atau he ofiltrasi dengan segera. Glukosa/ insulin atau kalsiu tindakan darurat se entara untuk Aatriu bergerak kedala

glukonat secara intra5ena dapat digunakan sebagai enangani hiperkala ia. enaikkan ph plas a/ pasien enyebabkan kaliu enurun. #e ua produk kaliu

bicarbonat dapat diberikan untuk sel sehingga kadar kaliu

ekstrenal dihilangkan atau dikurangi.

M(m(2(*"ahan+an +(s($m.an%an 1a$*an. 2enatalaksanaan kesei bangan cairan didasarkan pada berat badan harian/ pengukuran tekanan 5ena sentral/ konsentrasi urin dan seru / cairan yang hilang/ tekanan darah dan status klinis pasien. <asukkan dan haluaran oral dan parentral dari urine/ drainase la bung/ faeces/ drainase luka dan perspirasi/ dihitung dan digunkan sebagai dasar untuk terapi penggantian cairan. +airan yang hilang elalui kulit dan paru dan hilang sebagai akibat dari proses penatalaksanaan cairan. 2asien diti bang etabolis e nor al juga diperti bangkan dala kesei bangan nitrogen negatif ( Kelebihan cairan dapat dideteksi

berat badan setiap hari dan dapat diperkirakan turun %/$ sa pai %/) kg setiap hari jika asukan kolon yang diteri a kurang dari kebutuhan). Eika engala i hipertensi/ diduga adanya retensi cairan. elalui te uan klinis seperti dyspnoe/ takikardi/dan distensi aka pasien kehilangan berat badan atau

5ena lehar. 2aru-paru auskultasi akan adanya tanda-tanda krekels basah. Karena ede a pul uner dapat diakibatkan karena pe ebrian cairan parenteral yang berlebihan/ ke:aspadaan penggunaannya harus ditingkatkan untuk beberapa kali dala sehari. engacu pada status hidrasi penderita. enghindari terjadinya dehidrasi. @arus untah/ dan lain-lain) dengan encapai gagal ginjal tahap encegah kelebihan cairan.

9erjadinya ede a diseluruh tubuh dikaji dengan pe eriksaan area prasakaral dan pratibial 2engaturan cairan pada penderita GGK harus

4ilakukan e5aluasi turgor kulit/ tekanan darah/ dan berat badan. 2ada penderita GGK dengan poliuria pe berian cairan harus cukup adekuat untuk cairan yang asuk. 2e berian cairan juga harus ada kesei bangan antara ju lah cairan yang dikeluarkan (urin/ 2e batasan cairan biasanya tidak diperlukan/ sa pai penderita akhir atau ter inal.

e perhitungkan insensible water loss.

2.

Ba%a$mana +#n0$s$ +#n0$s$ G R 2as$(nBJ(&as+an .a%a$mana 2(n%a"u*an G R

2as$(n Kondisi GFR pasien terganggu karena GFR (glo erolus filter range ) berfungsi untuk enyaeing toksik-toksik dan nantinya dikeluarkan le:at urine. Aaa un disini ureu dan

kreatinin pasien

eningkat/hal ini asuk kedala

engindikasi kan jika ginjal tidak dapat aliran darah.

enyaring toksik

sehingga racun bisa

Glo erular filtration rate (GFR) adalah 5olu e cairan disaring dari ginjal (ginjal) kapiler glo erular ke dala kapsul 8o: an per satuan :aktu P$Q 2usat untuk pe eliharaan fisiologis dari GFR. Adalah nada diferensial basal arteriol aferen dan eferen ( lihat diagra ). Glo erular filtration rate (GFR) dapat dihitung dengan tingkat yang stabil dala engukur bahan ki ia yang e iliki urin

darah/ dan difiltrasi secara bebas tetapi tidak direabsorpsi atau

disekresi oleh ginjal. 9ingkat 3leh karena itu diukur adalah kuantitas substansi dala

yang berasal dari 5olu e darah diperhitungkan. 2rinsip ini berkaitan dengan persa aan di ba:ah ini - untuk bahan yang digunakan/ produk konsentrasi urin dan aliran urin sa a dengan assa !at diekskresikan sela a :aktu yang telah diku pulkan urin. <assa ini sa a dengan assa disaring di glo erulus sebagai tidak dita bahkan atau dihapus dala assa ini dengan konsentrasi plas a 8o: an dala isalnya/ e berikan 5olu e plas a yang a:al datang dari/ dan dengan de ikian 5olu e cairan plas a yang telah periode :aktu tersebut. GFR biasanya dicatat dala enit l/ ililiter per enit. 8andingkan dengan fraksi filtrasi. nefron. <e bagi e iliki e asuki kapsul assa harus

satuan 5olu e per :aktu/

GFR adalah kecepatan laju filtrasi. "ang dapat dihitung dengan inuline clearance 3.K inuline absrpsi (-)/ sekresi (-) 4ala 6. klinik GFR ditentukan denngan ;

Gndogenous creatinine clearance ( hasil endogen +R.+1 U 6% B 6) ' inuline +1 ) Ku pul urine $( ja ,kur creatinin urin ,kur creatinin plas a sela a periode pengu pulan urin @itung ru us GFR dengan ru us ; creat.e>creted ( g/ nt ) U ....... l/ nt

GFR U

2las a creatinin (

g/ nt )

Karena GFR

erupakan fungsi dari luas per ukaan tubuh ( body surface area U 8#A )/

hasilnya harus dikoreksi dengan standart 8#A orang de:asa #tandart 88 orang de:asa U ??/) kg

8#A U ( %.%$ > ??.) ) H %.(% U 6.-0 <Z +orrected +R. +1 U patient[s +R > 6.-0 2atient[s 8#A U + +R

$.

GFR yang paling akurat diukur dengan ; *nuline clearance *othala ate clearance #ebagai I G,*4GJ untuk ukuran GFR dapat dipakai seru creatine le5el Aor al seru O $ tahun $ tahun B a:al pubertas A:al puber B de:asa 3rang ge uk otot O %.( O%.? O6.% 6.$ g/dl g/dl g/dl g/dl +R

I G,*4GJ lainnya ; le5el 8,A *fant B child / 6.)

g/dl - nor al

G&#m(*u&a* $&"*a"$#n Ra"( 'G R) .(*0asa*+an u+u*an +*(a"$n$n GFR adalah hitungan yang enandai tingkat efisiensi penyaringan bahan a pas dari darah e butuhkan suntikan !at pada aliran darah yang ene ukan

oleh ginjal. @itungan GFR yang u u

ke udian diukur pada penga bilan air seni $( ja . 8aru-baru ini/ para il u:an e butuhkan pengukuran tingkat kreatinin dala Kreatinin adalah bahan a pas dala contoh darah.

bah:a GFR dapat dihitung tanpa suntikan atau penga bilan air seni. @itungan baru ini hanya

darah yang dihasilkan oleh penguraian sel otot secara enghilangkan kreatinin dari darah dan darah. enentukan ada berapa iligra kreatinin

nor al sela a kegiatan. Ginjal yang sehat sebagai ana 4ala dala

e asukkannya pada air seni untuk dikeluarkan dari tubuh. 8ila ginjal tidak bekerja estinya/ kreatinin bertu puk dala

laboratoriu / darah kita akan dites untuk

satu desiliter darah ( g/d1). 9ingkat kreatinin dala

darah dapat berubah-ubah/ dan erasa sakit/

setiap laboratoriu

e punyai nilai nor al sendiri/ u u nya %/?-6/$ g/d1. 8ila tingkat

kreatinin sedikit di atas batas atas nila nor al ini/ kita ke ungkinan tidak akan kekuatan penuh. #atu ru usan untuk engesti asikan fungsi ginjal adalah

tetapi tingkat yang lebih tinggi ini adalah tanda bah:a ginjal kita tidak bekerja dengan enya akan tingkat kreatinin 6/- g/d1 untuk kebanyakan laki-laki dan 6/( g/d1 untuk kebanyakan

pere puan sebagai )%' fungsi ginjal nor al. 9etapi karena tingkat kreatinin begitu berubahubah/ dan dapat dipengaruhi oleh enentukan apakah kita @itungan GFR baru akanan/ hitungan GFR adalah lebih tepat untuk e punyai fungsi ginjal yang rendah.

e akai ukuran kreatinin kita bersa aan dengan berat badan/ usia/ dan dapat enghitung GFR e asukkannya pada laporan.

nilai ditentukan untuk jenis kela in dan ras. 8eberapa laboratoriu saat tingkat kreatinin diukur/ dan B&##0 U*(a N$"*#%(n 'BUN) 4arah kita

engangkat protein pada sel di seluruh tubuh kita. #etelah sel enghilangkan urea dari darah dan

e akai protein/ engandung

sisa bahan a pas dike balikan ke darah sebagai urea/ sebuah senya:a yang nitrogen. Ginjal yang sehat 8ila ginjal kita tidak bekerja dengan baik/ urea itu akan tetap dala #atu desiliter darah nor al ginjal kita darah.

e asukkannya ke air seni.

engandung --$% g urea. 8ila 8,A kita lebih dari $% g/d1/

ungkin tidak bekerja dengan kekuatan penuh. 2enyebab lain 8,A tinggi yang

ungkin ter asuk dehidrasi dan kegagalan jantung. 8ila tes darah dan air seni enunjukkan kehilangan fungsi ginjal/ dokter e bantu enentukan penyebab ungkin akan

engusulkan tes ta bahan untuk

asalah.

T(s "am.ahan un"u+ 2(n?a+$" %$nja& Gam.a* %$nja& '*(na& $ma%$n%). <engga barkan ginjal dapat dilakukan dengan ultrasound/ +9 scan/ atau <R* scan. Alat ini paling e bantu untuk encari pertu buhan yang abnor al atau tersu batnya aliran air seni. B$#2s$ %$nja&. 4okter ikroskop. ,ntuk ginjal. Earu jaringan akan itu ungkin ingin e eriksa sepotong kecil jaringan ginjal kita dengan kecil di asukkan elalui kulit kita di belakang

enga bil contoh jaringan ini/ harus dilakukan biopsi ginjal B tindakan enga bil serat jaringan berukuran 6-$c . ,ntuk tindakan ini/ kita harus

yang dilakukan di ru ah sakit. #ebuah jaru tengkurap pada eja dan

eneri a pe biusan lokal untuk enentukan

e atirasakan kulit. +ontoh

e bantu dokter

asalah di tingkat sel.

A2a s"a0$um 2(n?a+$" %$nja&B GFR kita adalah tanda terbaik untuk Kidney Foundation A# berbeda untuk

enunjukkan kesehatan ginjal. 2ada $%%$/ Aational enetapkan li a stadiu engusulkan tindakan yang enurun. 2edo an tersebut penyakit ginjal.

enerbitkan pedo an pengobatan yang

+K4 berdasarkan ukuran GFR yang asing- asing stadiu

Risiko +K4

eningkat. GFR &% atau lebih dianggap nor al. 8ahkan dengan GFR e punyai e punyai ri:ayat penyakit ginjal. #e akin tua

nor al/ kita

ungkin berisiko lebih tinggi terhadap +K4 bila kita diabetes/

tekanan darah yang tinggi/ atau keluarga kita

kita/ se akin tinggi risiko. 3rang berusia di atas ?) tahun dua kali lipat lebih keturunan Afrika lebih berisiko

ungkin

enge bangkan +K4 dibandingkan orang berusia di antara () dan ?) tahun. 3rang A erika enge bangkan +K4.

#tadiu

6; Kerusakan ginjal dengan GFR nor al (&% atau lebih). Kerusakan pada ginjal GFR ulai enurun. 2ada stadiu perta a penyakit ginjal ini/ tujuan engurangi risiko penyakit e perla bat perke bangan +K4 dan

dapat dideteksi sebelu

pengobatan adalah untuk

jantung dan pe buluh darah.

#tadiu

$; Kerusakan ginjal dengan penurunan ringan pada GFR (?%-.&). #aat fungsi ulai enurun/ dokter akan e perkirakan perke bangan +K4 kita dan asalah kesehatan lain. engurangi risiko

ginjal kita

eneruskan pengobatan untuk

#tadiu

0; 2enurunan lanjut pada GFR (0%-)&). #aat +K4 sudah berlanjut pada stadiu asalah tulang engobati enjadi se akin u u . Kita sebaiknya bekerja dengan dokter asalah ini.

ini/ ane ia dan untuk

encegah atau

#tadiu

(; 2enurunan berat pada GFR (6)-$&). 9eruskan pengobatan untuk ko plikasi ungkin engenai pengobatan untuk kegagalan ginjal. <asinge ilih he odialisis/ kita akan lengan e perkuat pe buluh darah dala e butuhkan persiapan. 8ila kita e perbesar dan

+K4 dan belajar se aksi al asing pengobatan agar siap e butuhkan tindakan untuk harus ditana dala

eneri a pe asukan jaru perut kita. Atau

secara sering. ,ntuk dialisis peritonea/ sebuah kateter ungkin kita ingin inta anggota keluarga atau te an

enyu bang satu ginjal untuk dicangkok.

#tadiu

); Kegagalan ginjal (GFR di ba:ah 6)). #aat ginjal kita tidak bekerja cukup e butuhkan dialisis atau pencangkokan ginjal. enunjukkan apakah !at-!at tertentu dala darah

untuk #elain

enahan kehidupan kita/ kita akan e antau GFR/ tes darah dapat enangani

kurang beri bang. 8ila tingkat fosforus atau kaliu endesak dokter untuk per anen. asalah ini sebelu

ulai naik/ sebuah tes darah akan e pengaruhi kesehatan kita secara

0.

@itung ++9 pasien ; engukur fungsi ginjal yang tersisa/ etode yang agak ru it dan e akai ulai dari yang e akai peralatan enghitung fungsi e akai

Ada berbagai cara canggih/ yang ingin e akai

etode yang sederhana. 8agi anda

enghe at pengeluaran/ berikut ini diberikan contoh cara

ginjal berdasarkan perkiraan bersihan kreatinin (Creatinine Clearance) dengan ru us Cockcroft-Gault. 2erhitungan ini sering disebut ++9 terhitung. +aranya;

++9 terhitung pada laki-lakiU \(6(%-u ur) > berat badan] / (-$ > kreatinin darah) ++9 terhitung pada pere puanU \(6(%-u ur) > berat badan] / (-$ > kreatinin darah) dikali %/.)

Ru us ; ((6(%-usia) > 88)

(-$ > kreatinin darah )

U ((6(%- (() > )%)

(-$ > 6%)

U &? > )%

-$%

U (.%%

U ?/?-

-$%

<.

M(nu*u" an0a a2a+ah 2as$(n 2(*&u 0$.(*$ 0$$" +hususBj(&as+an engala i gangguan pada enghindari akanan yang engala i e perberat kerja ginjal/jika

2erlu/teruta a pada pasien GGA/GGK pada ginjal pasti berprotein dan gara dapur sebab jenis akanan tsb dapat

etabolis e/pada kasus seperti ini pasien dianjurkan untuk

pasien dengan GGK/GGA diperberat kerja ginjalnya ditakutkan pasien akan kerusakan ginjal secara per anen. 9eruta a pada pasien GGK/GGA yang e batasi asupan gara .

engala i hipertensi atau ede a sebaiknya

=.

M(nu*u" an0a:a2a+ah 2as$(n 2(*&u 0$&a+u+an 2(masan%an 1a"("(*:2(m(*$+saan

0a*ah u*(um 0an 1*(a"$n$n:0$am.$& u*$n "am2un%:0$u+u* B4B 2e asangan cateter utlak diperlukan karena pasien engala i gangguan pada e bantu untuk erangsan urine

2e asangan cateter tidak

ginjalnya.#ehingga :alaupun dipasang cateter tidak akan pasien keluar.Kecuali pasien engeluarkan darahnya 2e eriksaan darah ureu dan creatinin

engala i pendarahan/ aka perlu dipasang cateter untuk

2e eriksaan ureu urine tetapi

dan kreatinin perlu dilakukan karena pasien dengan GGK/GGA ginjalnya aliran darah sehingga jika pasien dia bil darahnya bisa dan kreatinin

engala i gangguan pengeluaran toksik akibatnya toksik yang harusnya dikeluarkan le:at asuk kedala didapatkan peningkatan ureu ,rin ta pung e per udah pera:at untuk

2erlu dilakukan sebab dengan pe berian urine ta pung dapat enghitung 8+ pasien 8+

2erlu dilakukan sebab fungsi ginjal salah satunya cairan dan dapat ?.

engeluarkan urine.Eika pasien tubuh

engala i

gangguan pada ginjal urine akan sulit untuk dikeluarkan enggangu kesei bangan cairan dala

aka dapat terjadi penu pukan

8agai ana pera:atan kateter dan AD shunt 2era:atan kateter

Alat ; 8ak instru ent steril berisi ; sarung tangan steril/kapas lidi steril/pincet anato is dan sirurgi/kapas dan kasa steril Aa+l %/&' 2erlak/alas bokong 8engkok 8etadine 2lester dan gunting #arung tangan bersih +ara kerja

o o o o o o

<encuci tangan dan

e akai sarung tangan bersih

<e asang perlak/alas bokong <engatur posisi/:anita ; dorsal recu bent dan pria ; supine 2ada pria lepas kassa penutup eatus uretra

<engganti sarung tangan bersih dengan steril <e buka eatus/kaji keadaan eatus.8ersihkan dengan kasa Aa+1 %/& ' steril/olesi eatus sepajang 6%c dengan arah elingkar

dengan betadine dari ujung kateter dekat o o 2ada pria

e bungkus ujung penis dengan kasa steril e fiksasi pada paha bagian dala /pada pria

<e fiksasi dengan plester.2ada :anita

pada perut ba:ah

P(*aAa"an A3 shun"

2GRAFA9AA @G<34*A1*#A 6.2GRAFA9AA #G8G1,< @G<34*A1*#*# (2RA @4) 2ersiapan 1istrik Air (sudah elalui pengolahan) #aluran pe buangan 4ialisat (proportioning sisti / batch sisti ) 2ersiapan peralatan H obat-obatan 4ialy!er/ Ginjal buatan (G8) AD 8lood line AD fistula/abocath *nfuse set #puit ; )% cc/ ) cc/ dll K insulin @eparin inj ^ylocain (anestesi local) Aa+l %/&% ' Kain kasa/ Gaas steril 4uk steril #arung tangan steril 8ak kecil steril <angkuk kecil steril Kle 2lester 4esinfektan (alcohol H bethadine) esin

Gelas ukur ( at kan) 9i bangan 88 For ulir he odialisis #irkulasi darah +uci tangan 1etakkan G8 pada holder/ dengan posisi erah diatas erah @ubungkan ujung putih pada A81 dengan G8 ujung alat pena pung/ at-kan erah diba:ah/ biru diatas

@ubungkan ujung putih D81 dengan G8 ujung biru/ ujung biru D81 dihubungkan dengan 1etakkan posisi G8 terbalik/ yaitu yang tanda Gantungkan Aa+l %/& ' ($-0 kolf) 2asang infus set pada kolf Aa+l @ubungkan ujung infus set dengan ujung 9utup se ua kle 8uka kle 5ena/ pe berian obat-obatan) ujung dari A81/ D81 dan infus set l/ enekan-nekan G8 harus hilang (sa pai bebeas udara) dengan cara Ealankan Sb dengan kecepatan kurang lebih 6%% ,dara yang ada dala D81 Air trap/8ubble trap diisi $/0-0/( bagian #etiap kolf Aa+l sesudah/ hendak #etelah udara dala <asukkan heparin dala engganti kolf baru Sb di atikan tetap dilepas G8 habis/ hubungkan ujung A81 dengan ujung D81/ kle sirkulasi darah sebanyak 6)%%-$%%% , infus dibuka enit sebelu erah A81 atau te pat khusus yang ada pada slang A81/ D81/ (untuk hubungan tekanan arteri/ tekanan

Ganti kolf Aa+l dengan yang baru yang telah diberi heparin )%% , dan kle Ealankan sirkulasi darah H soaking ( ele babkan G8) sela a 6%-6) dihubungkan dengan sirkulasi siste ik (pasien)

+A9A9AA ____ 2GR#*A2AA #*RK,1A#* Rinsing/<e bilas G8 H D81 H A81 2ri ing/ #oaking/ +ara engisi G8 H D81 H A81 ele babkan G8. sirkulasi (A81 H G8 H D81 ) at kan (gelas

Dolu e pri ing ; darah yang berada dala enghitung 5olu e pri ing ; ` Aa+l yang dipakai ta pung/ ukur) +ontoh ; a Aa+l yang dipakai e bilas ; 6%%% cc at kan ; -)% cc a Aa+l yang ada didala

e bilas dikurangi ju lah Aa+l yang ada didala

Eadi 5olu e pri ing ; 6%%% cc B -)% cc U $)% cc

+ara 8ila

ele babkan (soaking) G8 "aitu dengan

enghubungkan G8 dengan sirkulasi dialisat

e pergunakan dialy!er reuse / pe akaian G8 ulang ; enit pada posisi rinse

8uang for alin dari ko parte en darah dan ko parte en dialisat @ubungkan dialy!er dengan selang dialisat 8iarkan kurang lebih 6) 9est for alin dengan tablet clinitest ; 9a pung cairan yang keluar dari dialy!er atau drain A bil 6% tts (6/$ cc)/ dala 1ihat reaksi ; Farna biru ; B / negatif Farna hijau ; H / positif Farna kuning ; H / positif Farna coklat ; H/ positif #elanjutnya 6.2ersiapan engisi G8 sesuai dengan cara ental engisi G8 baru 2ersiapan pasien $.*!in he odialisis 0.2ersiapan fisik ;9i bang 88/ 2osisi/ 3bser5asi K, (ukur 99D) $.2GRAFA9AA #G1A<A @G<34*A1*#*# (*A9RA @4) 2asien #arana hubungan sirkulasi/ akses sirkulasi ; 4engan internal A-D shunt/ fistula ci ino 2asien sebelu nya dianjurkan cuci lengan 7 tangan 9eknik aseptic H antiseptic ; bethadine H alcohol Anestesi local (lidocain inj/ procain inj) 2unksi 5ena (outlet). 4engan AD fistula no G.6( s/d G.6?/ abocath/ fiksasi/ tutup dengan kasa steril 8erikan bolus heparin inj (dosis a:al) 2unksi inlet (fistula)/ fiksasi/ tutup dengan kassa steril 4engan eksternal A-D shunt (#chibner) 4esinfektan Kle kanula arteri 7 5ena 8olus heparin inj (dosis a:al) 9anpa 6 7 $ (fe ora dll) 4esinfektan Anestesi local 2unksi outlet/ 5ena (salah satu 5ena yang besar/ biasanya di lengan). 8olus heparin inj (dosis a:al) Fiksasi/ tutup kassa steril asukkan ke dala tabung gelas/ asukkan 6cairan tablet clinitest ke

tabung gelas yang sudah berisi cairan

2unksi inlet (5ena/ arteri fe oralis) Raba arteri fe oralis 9ekan arteri fe oralis %/) B 6 c ke arah edialDena fe oralis enit

Anestesi lokal (infiltrasi anetesi) Dena fe oralis dipunksi setelah anestesi lokal 0-) Fiksasi 9utup dengan kassa steril <e ulai he odialisis 6.,jung A81 line dihubungkan dengan punksi inlet $.,jung D81 line dihubungkan dengan punksi outlet 0.#e ua kle 6%% dibuka/ kecuali kle infus set l/ / sa pai sirkulasi darah terisi darah se ua.(.Ealankan po pa darah (blood pu p)

dengan Sb ).2o pa darah (blood pu p stop/ sa bungkan ujung dari D81 dengan punksi outlet ?.Fiksasi A81 7 D81 (sehingga pasien tidak sulit untuk bergerak) -.cairan pri ing dia pung di gelas ukur dan ju lahnya dicatat (cairan dikeluarkan sesuai kebutuhan). ..Ealankan po pa darah dengan Sb U 6%% l/ (dilihat dari keadaan pasien) onitor ; 5enous pressure/ arteri pressure/ hidupkan air/ &.@ubungkan selang-selang untuk blood leak detector 6%.2o pa heparin dijalankan (dosis heparin sesuai keperluan). @eparin dilarutkan dengan Aa+l l/ / setelah 6) enit bisa dinaikkan sa pai 0%%

66.,kur 94/ Aadi setiap 6 ja . 8ila keadaan pasien tidak baik/ le ah lakukan A/ lebih sering.

engukur 94/

6$.*si for ulir @4 antara lain ; Aa a/ , ur/ 88/ 94/ #/ A/ 2/ 9ipe G8/ +airan pri ing yang asuk/ akan/ inu / keluhan sela a @4/ asalah sela a @4. +A9A9AA ____ 6.2er ulaan @4 posisi dialy!er terbalik setelah dialy!er bebas udara posisi ke balikan ke posisi sebenarnya. $.2ada :aktu dulu 0.#e ua sa bungan dikencangkan (.9e pat-te pat punksi harus harus sering dikontrol/ untuk dari te pat punksi. <esin <e progra esin he odialisis ; l/ 6.Sb ; $%% B 0%% enghindari terjadi perdarahan enghubungkan 5enous line dengan punksi outlet/ udara harus dia ankan lebih

$.Sd ; 0%% B )%% (.9<2. ,FR ).@eparinisasi

l/

0.9e peratur ; 0?-(%%+

9ekanan (H) /5enous pressure 9rans <e bran 2ressure / 9<2 9ekanan (-) / dialysate pressure 9ekanan (H) H tekanan (-) 9ekanan / pressure ; Arterial pressure / tekanan arteri ; banyaknya darah yang keluar dari tubuh Denous pressure / tekanan 5ena ; lancar/ tidak darah yang @eparinisasi 4osis heparin ; 4osis a:al ; $) B )% ,/kg 88 4osis selanjutnya ( aintenance) U )%% B 6%%% ,/kg 88 +ara e berikan sa pai 6 ja terakhir sebelu @4 selesai) Kontinus *nter iten (biasa diberikan tiap 6 ja @eparinisasi u u Kontinus ; 4osis a:al ; bb. , 4osis selanjutnya ; bb , *nter itten ; asuk ke dala .

4osis a:al ; bb , 4osis selanjutnya ; bb. , @eparinisasi regional 4osis a:al ; bb , 4osis selanjutnya ; b.. , 2rota in ; b. , @eparin ; prota in U 6%% , ; 6 g diali!er. asuk ke tubuh/ D81. @eparin 7 prota in dilarutkan dengan Aa+l. @eparin diberikan/ dipasang pada selang sebelu 2rota in diberikan/ dipasang pada selang sebelu @eparinisasi #yarat-syarat ; 4ialy!er khusus (kalau ada). Sb tinggi ($)% B 0%% l/ ) 4osis heparin ; )%% , (pada sirkulasi darah). 8ilas dengan Aa+l setiap ; c B 6 ja 8anyaknya Aa+l yang asuk harus dihitung ini al

Eu lahnya Aa+l yang progra ultrafiltrasi +A9A9AA

asuk harus dikeluarkan dari tubuh/ bisa di asukkan ke dala

4osis a:al ; diberikan pada :aktu punksi ; sirkulasi siste 4osis selanjutnya; diberikan dengan sirkulasi ( aintenance) ekstra korporeal. 2GAGA<A9AA 38#GRDA#*/ <3A*93R #G1A<A @G<34*A1*#A 6.2A#*GA K, pasien 99D 2erdarahan 9e pat punksi inlet/ outlet Keluhan/ ko plikasi he odialisis

$.<G#*A 7 2GRA1A9AA Sb Sd 9e perature Kodukti5iti 2ressure/ tekanan ; arterial/ 5enous/ dialysate/ ,FR Air leak 7 8lood leak @eparinisasi #irkulasi ekstra corporeal #a bungan-sa bungan +A9A9AA ; 3bat enaikkan 94 ( tu. pend hipotensi berat) ; Gfedrin 6 a pul H 6% cc aMuadest k d l/*D disuntik $

0.2GRAFA9AA #G#,4A@ @G<34*A1*#*# (23#9 @4) <engakhiri @4 -2ersiapan alat ;

-Kain kasa/ gaas steril -2lester -Derband gulung -Alkohol/ bethadine -Antibiotik po:der (nebacetin/ cicatrin) -8antal pasir (6-6/$ kera ) ; pada punksi fe oral +ara bekerja 6.) enit sebelu he odialisis berakhir Sb diturunkan sekitar 6%%cc/ ,FR U % $.,kur 94/ nadi 0.8lood pu p stop (.,jung A81 dikle / jaru diberi betadine. ).@ubungkan ujung abl dengan infus set )% B 6%% cc) 6%% -.#etelah darah ..Earu bethadine l/ (Aa+l asuk ; ?.4arah di asukkan ke dala tubuh dengan do inlet dicabut / bekas punksi inlet ditekan dengan kassa steril yang

dorong dengan nacl sa bil Mb dijalankan asuk ke tubuh 8lood pu p stop/ ujun D81 dikle . outlet dicabut/ bekas punksi inlet 7 outlet ditekan dengan kassa steril yang diberi

&.8ila perdarahan pada punksi sudah berhenti/ bubuhi bekas punksi inlet 7 outlet dengan antibiotik po:der/ lalu tutup dengan kain kassa/band aid lalu pasang 5erband. 6%.,kur 99D ; 94. A/ #/ 2 66.9i bang 88 (kalau +A9A9AA ; 6.+airan pendorong/ pe bilas (Aa+l) sesuai dengan kebutuhan / kalau perlu di dorong dengan udara ( harus hati-hati) $.2enekanan bekas punksi dengan 0 jari sekitar 6% bantal pasir (.8ekas punksi arteri penekanan harus tepat/ lebih la a ).<e akai teknik aseptik dan antiseptik #+R*8AGR 6.2akai sarung tangan $.#ebelu lebih dulu A81 7 D81 dilepas dari kanula aka kanula arteri 7 kanula 5ena harus dikle enit 0.8ekas punksi fe oral lebih la a/ setelah perdarahan berhenti/ ditekan ke bali dengan e ungkinkan) 6$.*si for ulir he odialisis

0.kanula arteri 7 5ena dibilas dengan Aa+l yang diberi $)%% , B 0%% , heparin inj (.Kedua sisi kanula dihubungkan ke bali dengan konektor ).1epas kle ?.Fiksasi -.2asang balutan dengan sedikit kanula bisa dilihat dari luar/ untuk atau tidak. engetahui ada bekuan pada kedua kanula

BAB III PENUTUP

K(s$m2u&an

2enyakit Gagal Ginjal adalah suatu penyakit di ana fungsi organ ginjal penurunan hingga akhirnya tidak lagi pe buangan elektrolit tubuh/ sodiu dan kaliu didala a pu bekerja sa a sekali dala

engala i

hal penyaringan

enjaga kesei bangan cairan dan !at ki ia tubuh seperti

darah atau produksi urine. enyerang siapa saja yang enderita penyakit serius

2enyakit gagal ginjal ini dapat ginjal lebih sering diala ai

atau terluka di ana hal itu berda pak langsung pada ginjal itu sendiri. 2enyakit gagal ereka yang berusia de:asa/ terlebih pada lanjut usia.

Gagal ginjal atau Acute renal failure (ARF) dapat diartikan sebagai penurunan cepat/tiba-tiba atau parah pada fungsi filtrasi ginjal. Kondisi ini biasanya ditandai oleh peningkatan konsentrasi kreatinin seru atau a!ote ia. "ang enjadi patokan adanya kerusakan ginjal adalah penurunan produksi urin. Gagal ginjal kronis erupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irre5ersibel e pertahankan etabolis e dan kesei bangan

di ana ke a puan tubuh gagal untuk

cairan dan elektrolit sehingga terjadi ure ia. 9erjadinya gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang di dedrita oleh tubuh yang ana secara perlahan-lahan berda pak pada kerusakan organ ginjal.

DA TAR PUSTAKA

4a5ey/ 2atrick.$%%0.At a Glance

edicine. Eakarta ; G<#

#udoyo/ Aru F/ dkk.$%%-.!uku A"ar #lmu $en%akit Dalam &ilid # Edisi #'.Eakarta ; FK,* # elt!er/ #u!anne + dan 8renda G. 8are. $%%6. !uku A"ar (eperawatan Eakarta ; GG+ #antosa/ 8udi. $%%?. $anduan Diagnosa (eperawatan *A*DA +,,--+,,.) 2ri a <edikal 2rice/ #yl5ia A dan 1orraine <. Filson. $%%). $atofisologi Edisi . 'ol) + . Eakarta ; GG+ http;//:::.e>o edindonesia.co /referensi-kedokteran/artikel-il iah-kedokteran/nefrologyhypertension-ginjal-renal-penyakit-dala /$%6%/6$/%./penyakit-ginjal-kronik-$/ edikal !edah)