Anda di halaman 1dari 5

Tatalaksana anak i dengan gizi buruk -..

0 dibagi menjadi l# $$#beberapa i fase, yaitu fase stabilisasi, fase transisi, dan fase rehabilitasi Terdapat 10 2hal 3yang 4 harus 54 dilakukan dalam 4 tatalaksana 2 4 anak dengan gizi buruk, yaitu:

6 7 7

8 6 9:

99 9
#

l , i

t i

-1

$$# i t l t

6 3 84 654 9
0-.00 t i; # l#

27 4 92
$$# i

92 47

47

4 7 46:
l t l i

ti 3 i l 1 i t l 2 4 34 4 i3 2i 7 4 48 83 4 > 6 4 3 84 8 ? 4 34 4 4 4 3 4 4 22 4 4 3 4 6 8 79 6 7 6 6 9 6 9 8 6 sus

i#f l t ,< 1 .00

= 0,.%

f l t t i i %4t 4 4 . 3

7 83

i ; ,< 1

%0

l -&

Tatalaksana K

@A
Hipoglikemia , i i i i l i i li i , it il l %1mg# B t 1 C.) .it& , ti C + gi 1) glukosa# 1) ) ( asir 10C &mmol#B. C ) ) <l ) D C i .) ) D. gera C ) iE eri ) makan ) ) atau ) larutan ) . D+) gula ) setelah )G ( FG / 0 /!emberian / 1G %G 0 1 % 0 F /sering F " H 0 enting F G H 1 ada 0 anak % giG 0 i buruk. %( " abila fasilitas 1 masuk rumah sakit. makan ang sangat ilakukan setempat C C & 1G %G 0") % " 0) % / ) G +C) H ) /) 0 E G ++C 11 H $ tidak memungkinkan untuk memeriksa kadar gula darah, maka semua anak gi i buruk harus& dianggap mengalami hipoglikemia H H H dan harus segera ditangani sesuai panduan. anda anak ang mengalami hipoglikemia & adalah letargis, nadi lemah, dan Fase Stabilisasi (hari 1-3 atau sampai hari 7) 0 kehilangan kesadaran. E Merupakan Hipotermia fase untuk menstabilkan kondisi pasien dari kondisi hipoglikemi. !ada fase stabilisasi pasien mendapatkan: Iiagnosis hipotermi adalah apabila suhu aksila energi sebanyak "0-100 kkal#kg$$ #hari -kondisi yang menganc am ji a, seperti syok, hipotermi, dan

&%,% o 0.

atalaksananya :

y ,egera beri makan ;-D%, apabila diperlukan, lakukan rehidrasi terlebih dahulu protein sebanyak 1-1,% gram#kg$$#hari y !astikan bah a anak berpakaian, termasuk kepalanya. utup dengan selimut hangat dan letakan pemanas
tidak mengarah langsung kepada anak/ atau lampu di dekatnya, atau letakan anak langsung pada dada atau cairan 1&0 ml#kg$$#hari atau 100 ml#kg$$#hari bila terdapet edema berat perut ibunya. (pabila menggunakan lampu listrik, letakan lampu pijar 10 K dengan jarak %0 J

$eri antibiotik sesuai pedoman 'itamin ( )*+ bulan %0.000 ,-, +-11 bulan 100.000 ,-, 1-% tahun .00.000,-/ Dehidrasi

m dari tubuh anak

'itamin 0 )*+ bulan &0berlebihan mg, +-11 bulan &% mg, 1-& tahun 10 mg, 1-+ tahun 1%mengenai mg/ 0enderung terjadi diagnosis dari dehidrasi dan estimasi yang berlebihan derajat keparahannya pada anak gi i buruk. Lal tersebut disebabkan oleh sulitnya menentukan status dehidrasi secara tepat pada anak dengan gi yaitu hanya dengan menggunakan gejala klinis saja. gi i buruk dengan diare cair, apabila gejala dehidrasi tidak jelas M folat (sam %mg#hari pada hari -, selanjutnya 1 (nak mg#hari anggap dehidrasi ringan. atalaksananya : M

i buruk,

'itamin $ kompleks 1 tablet#hari y Nangan menggunakan infus untuk rehidrasi, kecuali pada kasus dehidrasi berat dengan syok

y $eri Oe,oMal sec ara oral atau melalui PM Fase Transisi (hari 8-14) dengan gi i baik.

, lakukan lebih lambat dibanding jika melakukan rehidrasi pada anak

! setiap &0 menit untuk . jam pertama y $eri % mB#kg$$ ,etelah kondisi anak stabil maka jumlah makanan pun bisa ditingkatkan agar anak siap memasuki fase rehabilitasi y ,etelah . jam, berikan Oe, oMal %-10 mB#kg$$#jam berselang-seling dengan ;-D% dengan jumlah yang sama, transisi pasien mendapatkan: setiap jam selama 10 jam
-

. !ada fase

Gangguan keseimbangan elektrolit

y energi Numlah yang100-1%0 pasti tergantung seberapa banyak anak mau, Qolume tinja yang keluar, dan apakah anak muntah sebanyak kkal#kg$$#hari y ,elanjutnya berikan ;-D% secara teratur setiap . jam y protein (pabila anak .-& masih diare, beri Oe, oMal setiap kali diare sebanyak gram#kg$$ #hari y Rsia 1 tahunS %0-100 ml setiap $( $ T y cairan Rsia 1tahunS 100-.00 ml setiap $($ 1%0 ml#kg$$#hari

'itamin ( )*+ bulan %0.000 ,-, +-11 bulan 100.000 ,-, 1-% tahun .00.000 ,-/ ,emua anak dengan gi i buruk mengalami defisiensi kalium dan magnesium yang mungkin membutuhkan aktu . minggu atau lebih untuk memperbaikinya. i buruk dapat terjadi kelebihan natrium total dalam tubuh, O ,elain itu, pada anak dengan gi - alaupun (sam kadar folat natrium 1 mg#hari dalam serum mungkin rendah. Uondisi tersebut dapat menyebabkan terjadinya edema. Nangan obati O edema dengan diuretikum. !emberian natrium yang berlebihan dapat menyebabkan kematian. atalaksananya : 'itamin $ kompleks 1 tablet#hari

Rntuk mengatasi gangguan elektrolit diberikan kalium dan magnesium yang seudah terkandung di dalam larutan

mineral miV yang ditambahkan dalam ;-D%, ;-100 atau Oe,oMal Fase Rehabilitasi (2-6 minggu)

y Munakan larutan Oe, oMal untuk rehidrasi y saat,iapkan makanan tanpa menambah garam Pa0l/ !ada rehabilitasi, keadaan anak sudah baik, sistem pencernaannya pun sudah mulai terbiasa dengan makanan yang

Infeksi diberikan sebelumnya. ,ehingga pada fase ini, anak diberikan makanan T untuk tumbuh kejar. ! ada fase rehabilitasi, pasien mendapatkan:

!ada anak dengan gi i buruk, gejala infeksi yang biasa ditemukan seperti demam, seringkali tidak ada. !adahal infeksi ganda merupakan hal yang sering terjadi pada gi i buruk. <leh karena itu, anggaplah semua anak dengan gi i buruk mengalami R infeksi saat mereka datang ke rumah sakit dan segera R tangani dengan antibiotik. anda adanya infeksi berat Radalah adanya ' hipoglikemia dan hipotermia. atalaksananya :

'

(ntibiotik spektrum luas

y y

(pabila tidak ada komplikasi atau infeksi nyata, beri U otrimoksazol per oral setiap 1. jam selama % hari (pabila terdapat komplikasi anak terlihat sakit berat, maka berikan: K (mpisilin %0 mg#kg$$ -M#-' setiap

.% mg ,MW = % mg

K
hipoglikemia, hipotermia, atau anak terlihat letargis atau tampak sakit berat/ atau

'

M!#kg$$/

X dengan (moksisilin oral 1% mg#kg$$ setiap jamK selama % hari/ atau ampisilin oral %0 mg# kg$$ setiap jam Y X selama % hari/ sehingga total selama D hari, ditambah Mentamisin D,% mg#kg$$#hari -M#-'/ setiap hari selama D K K hari, ditambah Mentamisin D,% mg#kg$$#hari -M#-'/ setiap hari selama D hari. Nika anak tidak membaik dalam K aktu 1" jam, tambahkan Uloramfenikol .% mg#kg$$ -M#-' setiap " jam/ selama % hari K 'aksin campak jika berumur bulan dan belum pernah mendapatkannya, atau jika anak berumur Z H bulan dan sudah K X pernah diberi Qaksin sebelum berumur H bulan. unda imunisasi bila syok. '
Defisiensi zat gizi mikro ,emua anak gizi buruk mengalami defisiensi Qitamin dan mineral. Meskipun sering ditemukan anemia, jangan beri zat besi pada fase a al. unggu sampai anak mempunyai nafsu makan yang baik dan mulai bertambah berat badannya pada minggu kedua,[mulai fase rehabilitasi/, karena zat besi dapat memperparah infeksi. $erikan setiap hari selama . minggu: MultiQitamin (sam folat ,eng % mg pada hari 1, dan selnjutnya 1 mg# hari/

jam selama . hari/, dilajutkan

biasanya

a
. mg Wn elemenatal# kg$$# hari/

a [
embaga 0,& mg 0u# kg$$ # hari/

a
mulai fase rehibilitasi/

;erosulfat & mg# kg$$# hari setelah berat badan naik 'itamin (S diberikan secara oral pada hari pertama

a
kecuali apabila telah diberikan sebelum dirujuk/ denga dosis:

a
y y y
(nak (nak

bc -1. bulan: 100.000 -R d c (nak 1-% tahun: .00.000 -R

bulan: %0.000 -R

\ kapsul biru/ 1 kapsul biru/ 1 dU apsul merah/

Pemberian makanan awal

,ifat utama yang menonjol dari pemberian makanan a al adalah:

y y y

Makanan dalam jumlah sedikit tetapi sering dan rendah osmolaritas maupun rendah laktosa Iiberikan secara oral atau melalui PM

e pemberian (,-, namun pastikan bah a jumlah ;-D% yang (pabila anak masih mendapatkan ( ,-, lanjutkan

, hindari penggunaan parenteral

ditentukan harus terpenuhi Memberikan makanan untuk tumbuh kejar anda yang menunjukan bah a anak telah mencapai fase ini adalah:

Jdema minimal atau hilang atalaksana : ;-D%/ ke ;ormula tumbuh kejar ;-100/ fase transisi/ :

y y

Uembalinya nafsu makan

Bakukan transisi secara bertahap dari formula a al -

Manti ;-D% dengan ;-100, dan berikan ; 100 dalam jumlah yang sama dengan ;-D% selam . hari berturut-turut

,elanjutnya naikan jumlah ;-100 sebanyak 10 mB setiap kali pemberian sampai anak tidak mampu menghabiskan atau tersisa sedikit. $iasanya hal tersebut terjadi ketika pemberian formula mencapai .00 mB#kg$$ #hari. Iapat pula digunakan bubur atau makanan pendamping (,- yang dimodifikasi sehingga kandungan energi dan proteinnya sebanding dengan ;-100 ,etelah transisi bertahap, selanjutnya beri anak :

5!rotein: 1-+ g# kg$$# hari (pabila anak masih mendapatkan (,-, lanjutkan pemberian (,-, namun pastikan bah a anak sudah mendapat ;-100 sesuai kebutuhan, karena (,- tidak mengandung cukup energi untuk menunjang tumbuh kejar. Makanan-terpeutik-siap-saji use therapeutic food ] OR ;/ yang mengandung energi sebanyak %00 kkal# sachet H. g dapat digunakan pada fase rehabilitasi. p !enilaian kemajuan Uemajuan terapi dinilai dari kecepatan kenaikan berat badan setelah tahap transisi dan mendapat ;-100: imbang dan catat berat badan setiap pagi sebelum diberi makan

y y y

5!emberian makan yang sering dengan jumlah tidak terbatas 5Jnergi: 1%0-..0 kkal# kg$$# hari

sesuai kemampuan anak/

i
ready to

Litung dan catat kenaikan berat badan setiap & hari dalam gram# kg$$# hari

(pabila kenaikan berat badan: Uurang ,edang $aik %g#kg$$#hari/S anak membutuhkan penilaian ulang secara lengkap %-10g#kg$$#hari/S periksa apakah target asupan terpenuhi, atau mungkin ada infeksi yang tidak terdeteksi

r ^ ^

Z10g#kg$$#hari/

^
Stimulasi sensorik dan emosional Rntuk memberikan stimulasi sensorik dan emosional, lakukan beberapa tindakan berikut: Rngkapan kasih sayang Bingkungan yang ceria erapi bermain terstruktur selama 1%-&0 menit per hari

(ktiQitas fisik segera setelah anak cukup sehat Ueterlibatan ibu sesering mungkin misalnya: menghibur, memberi makan, memandikan, bermain/

t
Mempersiapkan pulang dan tindak lanjut di rumah (pabila telah tercapai $$# $Z-.,I setara dengan Z"0C/, maka dapat dianggap anak telah sembuh. (nak mungkin masih s berpera akan pendek. !ola pemberian makan yang baik dan stimulasi harus tetap memiliki $$#R rendah karena anak t dilanjutkan di rumah. $erikan contoh kepada orang tua : Menu dan cara membuat makanan kaya energi dan padat gizi serta frekuensi pemberian makan yang sering erapi bermain dan terstruktur

,elain itu juga sarankan ibu untuk melengkapi imunisasi dasar dan#atau ulangan serta mengikuti program pemberian Qitamin (. !aluasi

JQaluasi dilakukan dengan mengukur kenaikan berat badan anak. Uenaikan berat badan yang diharapkan adalah Z%0g#kg$$ #minggu. !enyebab peningkatan berat badan yang buruk antara lain:

L-' #(-I, ,elain memantau berat badan, perlu dilihat pula kondisi anak setelah pemberian makanan, apakah terjadi refeeding syndrome atau tidak. anda refeeding syndrome adalah timbulnya hipofosfatemia berat setelah uptake fosfat oleh sel selama minggu pertama mulai Q refeed . Uadar fosfat dalam serum sebanyak 0,% mmol#mB dapat menimbulkan kelemahan, rabdomiolisis, disfungsi neutrofil, kegagalan kardiorespirasi, arritmia, kejang, perubahan tingkat kesadaran, atau kematian mendadak. Uadar fosfat harus dipantau selama refeeding , dan jika rendah, fosfat harus diberikan selama refeeding untuk menangani hipofosfatemia berat. Re"erensi# Leird K0. ;ood insecurity, hunger, and undernutrition. -n: Uliegman OM, Nenson L$, $ehrman OJ, ,tanton $;. editors. th Pelson teVtbook of pediatrics. 1" ed. !hiladelphia: ,aunders JlseQier_ .00D. p...D-&..

y y y y y y y y y y y y y y

!emberian makanan yang tidak adekuat, periksa : $ilamana pemberian makanan sudah benar $ilamana target intake energi dan protein tercapai eknik pemberian makanan atan

u Uualitas pera

,emua aspek penyediaan makanan Iefisiensi nutrien spesifik, periksa : Ueadekuatan komposisi mutiQitamin !enyediaan elektrolit#mineral solution, dan apakah hal ini diresepkan dan dikelola dengan benar -nfeksi yang tidak diatasi Rlangi urinalisis untuk sel darah putih !eriksa tinja $ila memungkinkan, lakukan X-ray dada