Anda di halaman 1dari 27

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen. Pada dasarnya, setiap orang memiliki kebutuhan yang sama. Akan tetapi karena terdapat perbedaan budaya, maka kebutuhan tersebut pun ikut berbeda. Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada. Lalu jika gagal memenuhi kebutuhannya, manusia akan berfikir keras dan bergerak untuk berusaha mendapatkan. Kebutuhan fisiologis atau kebutuhan fisik manusia merupakan kebutuhan yang paling mendasar yang harus terpenuhi agar kelangsungan hidup bisa bertahan. Ada beberapa kebutuhan fisik manusia yang akan dibahas yaitu Mobilisasi yang merupakan suatu kemampuan individu untuk bergerak secara bebas, mudah dan teratur serta pengaturan posisi sebagai salah satu cara mengurangi resiko menghindari terjadinya dekubitus pressure area akibat tekanan yang menetap pada bagian tubuh dan mempertahankan posisi tubuh dengan benar sesuai dengan body aligmen !"truktur tubuh#. Mobilisasi mempunyai banyak tujuan, seperti megekspresikan emosi dengan gerakan nonverbal, pertahanan diri, pemenuhan kebutuhan dasar, aktivitas kehidupan sehari$hari dan kegiatan rekreasi. Dalam mempertahankan mobilisasi fisik secara optimal maka system saraf, otot, dan skeletal harus tetap utuh dan berfungsi baik. Mobilisasi mengacu pada kemampuan seseorang untuk bergerak bebas, dan imobilisasi mengacu pada ketidakmampuan seseorang untuk bergerak dengan bebas. Mobilisasi dan imobilisasi berada pada satu rentang dengan banyak tingkatan imobilisasi parsial di antaranya. %eberapa klien mengalami kemunduran dan selanjutnya berada di antara rentang mobilisasi$imobilisasi, tetapi pada klien lain, berada pada kondisi imobilisasi mutlak dan berlanjut sampai jangka &aktu tidak terbatas !Perry dan Potter, '(()#.

B. Tujuan

*ujuan dibentuknya makalah ini adalah+


1. ,ntuk memenuhi apa dan bagaimana mobilisasi dan imobilisasi sesuai

dengan Keterampilan Kepera&atan Dasar.


2. ,ntuk memenuhi pengaturan dan fungsi Posisi dan -ange of Motion

!-.M# pada pasien dalam Keterampilan Kepera&atan Dasar.

BAB II PEMBAHASAN

A. Kebutuhan Mobilisasi dan I obilisasi

Kepera&atan klinik menghendaki pera&atan untuk menggabungkan ilmu pengetahuan dan keterampilan ke dalam praktik. "alah satu komponen dari ilmu pengetahuan dan keterampilan adalah mekanika tubuh, suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan usaha dalam mengoordinasikan system musculoskeletal dan saraf. Mekanika tubuh meliputi pengetahuan tentang bagaimana dan mengapa kelompok otot tertentu digunakan untuk menghasilkan dan mempertahankan gerakan secara aman. Dalam menggunakan mekanika tubuh yang tepat pera&at perlu mengerti pengetahuan tentang pergerakan, termasuk bagaimana mengoordinasikan gerakan tubuh yang meliputi integrasi dari system skeletal, otot skelet, dan system saraf. Mekanika tubuh adalah suatu usaha mengoordinasikan system musculoskeletal dan system saraf dalam mempertahankan keseimbangan, postur, dan kesejajaran tubuh selama mengangkat, membungkuk, bergerak, dan melakukan aktivitas sehari$hari. Penggunaan mekanika tubuh yang tepat dapat mengurangi resiko cedera system musculoskeletal. Mekanika yang tepat juga memfasilitasi pergerakan tubuh, yang memungkinkan mobilisasi fisik tanpa terjadi ketegangan otot dan penggunaan energi otot yang berlebihan.

B. Mobilisasi

Mobilitas atau mobilisasi merupakan kemampuan individu untuk bergerak secara bebas, mudah, dan teratur dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas guna mempertahankan kesehatannya.
a. /enis Mobilitas

Mobilitas penuh, merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak secara

penuh dan bebas sehingga dapat melakukan interaksi sosial dan menjalankan peran sehari$hari. Mobilitas penuh ini merupakan fungsi saraf motorik volunteer dan sensorik untuk dapat mengontrol seluruh area tubuh seseorang.
Mobilitas sebagian, merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak

dengan batasan jelas dan tidak mampu bergerak secara bebas karena dipengaruhi oleh gangguan saraf motorik dan sensorik pada area tubuhnya. Mobilitas sebagian dibagi menjadi dua jenis, yaitu+
i.

Mobilitas sebagian temporer, merupakan kemampuan individu untuk bergerak dengan batasan yang sifatnya sementara.

ii.

Mobilitas sebagian permanen, merupakan kemampuan individu untuk bergerak dengan batasan yang sifatnya menetap.

b. 0aktor yang Memengaruhi Mobilitas

Mobilitas seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya+


Gaya Hidup. Perubahan gaya hidup dapat memengaruhi mobilitas

seseorang karena gaya hidup berdampak pada perilaku atau kebiasaan sehari$hari.
Proses penyakit/cedera. Proses penyakit dapat memengaruhi mobilitas

seseorang karena dapat memengaruhi fungsi system tubuh. "ebagai contoh, orang yang menderita fraktur femur akan mengalami keterbatasan pergerakan dalam ekstremitas ba&ah.
Kebudayaan. Kemampuan melakukan mobilitas dapat juga dipengaruhi

kebudayaan. "ebagai contoh, orang yang memiliki budaya sering berjalan jauh memiliki kemampuan mobilitas yang kuat1 sebaliknya ada orang yang mengalami gangguan mobilitas !sakit# karena adat dan budaya tertentu dilarang untuk beraktivitas.

Tingkat energi. 2nergy adalah sumber untuk melakukan mobilitas. Agar

sesorang dapat melakukan mobilitas dengan baik, dibutuhkan energy yang cukup.
Usia dan Status Perkembangan. *erdapat perbedaan kemampuan mobilitas

pada tingkat usia yang berbeda. 3al ini dikarenakan kemampuan atau kematangan fungsi alat gerak sejalan dengan perkembangan usia.
c. ,paya Pencegahan *erjadinya Mobilisasi

,paya pencegahan terjadinya masalah akibat kurangnya mobilisasi antara lain+


1. Perbaikan status gi4i. 2. Memperbaiki kemampuan mobilisasi. 3. Melaksanakan latihan pasif dan aktif. 4. Mempertahankan posisi tubuh dengan benar sesuai dengan body aligment

!"truktur *ubuh#.
d. *oleransi Aktifitas

Penilaian toleransi aktivitas sangat penting terutama pada klien dengan gangguan kardiovaskuler seperti Angina pectoris, 5nfark, Miocard atau pada klien dengan imobilisasi yang lama akibat kelumpuhan. 3al tersebut biasanya dikaji pada &aktu sebelum melakukan mobilisasi, saat mobilisasi dan setelah mobilisasi. *anda$tanda yang dapat dikaji pada intoleransi aktifitas antara lain !6ordon, '(78#+
1. Denyut nadi frekuensinya mengalami peningkatan, irama tidak teratur. 2. *ekanan darah biasanya terjadi penurunan tekanan sistol hipotensi orthostatic. 3. Pernafasan terjadi peningkatan frekuensi, pernafasan cepat dangkal. 4. 9arna kulit dan suhu tubuh terjadi penurunan.

5. Kecepatan dan posisi tubuh, disini akan mengalami kecepatan aktifitas dan

ketidakstabilan posisi tubuh.


6. "tatus emosi labil.

C. I obilisasi

5mobilitas atau imobilisasi merupakan keadaan di mana seseorang tidak dapat bergerak secara bebeas karena kondisi yang menganggu pergerakan !aktivitas#, misalnya mengalami trauma tulang belakang, cedera otak berat disertai fraktur pada ekstremitas, dan sebagainya.
a. /enis 5mobilitas 5mobilitas 0isik, merupakan pembatasan untuk bergerak secara fisik

dengan tujuan mencegah terjadinya gangguan komplikasi pergerakan.


5mobilitas 5ntelektual, merupakan keadaan ketika seseorang mengalami

keterbatasan daya pikir, seperti pada pasien yang mengalami kerusakan otak akibat suatu penyakit.
5mobilitas 2mosional, keadaan ketika seseorang mengalami pembatasan

secara emosional karena adanya perubahan secara tiba$tiba dalam menyesuaikan diri.
5mobilitas "osial, keadaan individu yang mengalami hambatan dalam

melakukan interaksi social karena keadaan penyakitnya sehingga dapat memengaruhi perannya dalam kehidupan sosial.
b. Perubahan "istem *ubuh Akibat 5mobilitas

Dampak dari imobilitas tubuh dapat memengaruhi system tubuh seperti perubahan pada metabolism tubuh, ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, gangguan dalam kebutuhan nutrisi, gangguan fungsi gastrointestinal, perubahan system pernapasan, perubahan kardiovaskular, perubahan system musculoskeletal,

perubahan kulit, perubahan eliminasi !buang air besar dan buang air kecil#, dan perubahan perilaku.
1. Perubahan Metabolisme 2. Ketidakseimbangan :airan dan 2lektrolit 3. 6angguan Pengubahan ;at 6i4i 4. 6angguan 0ungsi 6astrointestinal 5. Perubahan "istem 2liminasi 6. Perubahan Kardiovaskular 7. Perubahan "istem Muskuloskeletal

Perubahan yang terjadi dalam system musculoskeletal sebagai dampak imobilitas adalah sebagai berikut+
a. 6angguan Muskular. b. 6angguan "keletal. 8. Perubahan "istem 5ntegumen 9. Perubahan 2liminasi 10. Perubahan Perilaku

D. Pelaksanaan !Tindakan" Ke#era$atan

*indakan kepera&atan yang dapat dilakukan adalah pengaturan posisi tubuh sesuai kebutuhan pasien serta melakukan latihan -.M pasif dan aktif.
a. -ange of Motion !-.M#

Range of motion !-.M# adalah gerakan dalam keadaan normal dapat dilakukan oleh sendi yang bersangkutan !"uratun, dkk, <==>#. Latihan range of motion !-.M# adalah latihan yang dilakukan untuk mempertahankan atau
7

memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan menggerakan persendian secara normal dan lengkap untuk meningkatkan massa otot dan tonus otot. Latihan -.M biasanya dilakukan pada pasien semikoma dan tidak sadar, pasien dengan keterbatasan mobilisasi tidak mampu melakukan beberapa atau semua latihan rentang gerak dengan mandiri, pasien tirah baring total atau pasien dengan paralisis ekstermitas total. Range of motion adalah gerakan dalam keadaan normal dapat dilakukan oleh sendi yang bersangkutan. Latihan range of motion !-.M# merupakan istilah baku untuk menyatakan batas atau batasan gerakan sendi yang normal dan sebagai dasar untuk menetapkan adanya kelainan ataupun untuk menyatakan batas gerakan sendi yang abnormal.
1. Klasifikasi Latihan -ange of Motion !-.M# -.M pasif adalah latihan -.M yang di lakukan pasien dengan bantuan

pera&at pada setiap$setiap gerakan. 5ndikasi latihan pasif adalah pasien semikoma dan tidak sadar, pasien dengan keterbatasan mobilisasi tidak mampu melakukan beberapa atau semua latihan rentang gerak dengan mandiri, pasien tirah baring total atau pasien dengan paralisis ekstermitas total !suratun, dkk, <==>#.
-.M aktif adalah Pera&at memberikan motivasi, dan membimbing klien

dalam melaksanakan pergerakan sendi secara mandiri sesuai dengan rentang gerak sendi normal. 3al ini untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot serta sendi dengan cara menggunakan otot$ototnya secara aktif . "endi yang digerakkan pada -.M aktif adalah sendi di seluruh tubuh dari kepala sampai ujung jari kaki oleh klien sendri secara aktif.
2. Prinsip Dasar Latihan -ange of Motion !-.M# -.M harus diulang sekitar > kali dan dikerjakan minimal < kali sehari -.M di lakukan berlahan dan hati$hati sehingga tidak melelahkan pasien.

Dalam merencanakan program latihan -.M, perhatikan umur pasien,

diagnosa, tanda$tanda vital dan lamanya tirah baring.


%agian$bagian tubuh yang dapat di lakukan latihan -.M adalah leher, jari,

lengan, siku, bahu, tumit, kaki, dan pergelangan kaki.


-.M dapat dilakukan pada semua persendian atau hanya pada bagian$

bagian yang di curigai mengalami proses penyakit.


Melakukan -.M harus sesuai &aktunya. Misalnya setelah mandi atau

pera&atan rutin telah dilakukan.


3. *ujuan -ange of Motion !-.M# Mempertahankan atau memelihara fleksibilitas dan kekuatan otot Memelihara mobilitas persendian Merangsang sirkulasi darah Mencegah kelainan bentuk, kekakuan dan kontraktur Mempertrahankan fungsi jantung dan pernapasan 4. 5ndikasi -ange of Motion !-.M# "troke atau penurunan tingkat kesadaran Kelemahan otot 0ase rehabilitasi fisik Klien dengan tirah baring lama 5. Manfaat -ange of Motion !-.M# Memperbaiki tonus otot Meningkatkan mobilisasi sendi Memperbaiki toleransi otot untuk latihan

Meningkatkan massa otot Mengurangi kehilangan tulang 6. Kontra 5ndikasi *rombus emboli dan keradangan pada pembuluh darah Kelainan sendi atau tulang Klien fase imobilisasi karena kasus penyakit !jantung# *rauma baru dengan kemunginan ada fraktur yang tersembunyi atau luka

dalam
?yeri berat "endi kaku atau tidak dapat bergerak 7. /enis -ange of Motion !-.M# a. Leher, "pinal, "erfikal

*ipe "endi+ Pivotal !putar#


0leksi+ Menggerakan dagu menempel ke dada, rentang )@A 2kstensi+ Mengembalikan kepala ke posisi tegak, rentang )@ 3iperektasi+ Menekuk kepala ke belakang sejauh mungkin, rentang )=$

)@A
0leksi lateral+ Memiringkan kepala sejauh mungkin sejauh mungkin

kearah setiap bahu, rentang )=$)@A


-otasi+Memutar kepala sejauh mungkin dalam gerakan sirkuler,

rentang '>=A

10

6ambar '.' Leher


b. %ahu

*ipe "endi+ all and Socket


0leksi+ Menaikan lengan dari posisi di samping tubuh ke depan ke

posisi di atas kepala, rentang '>=A


2kstensi+ Mengembalikan lengan ke posisi di samping tubuh,

rentang '>=A
3iperektensi+ Mengerkan lengan kebelakang tubuh, siku tetap

lurus, rentang )@$8=A


Abduksi+ Menaikan lengan ke posisi samping di atas kepala

dengan telapak tangan jauh dari kepala, rentang '>=A


Adduksi+ Menurunkan lengan ke samping dan menyilang tubuh

sejauh mungkin, rentang B<=A


-otasi dalam+ Dengan siku pleksi, memutar bahu dengan

menggerakan lengan sampai ibu jari menghadap ke dalam dan ke belakang, rentang (=A
-otasi luar

+ Dengan siku fleksi, menggerakan lengan sampai

ibu jari ke atas dan samping kepala, rentang (=A


"irkumduksi+ Menggerakan lengan dengan lingkaran penuh,

rentang B8=A

11

6ambar '.<. %ahu


c. "iku

*ipe "endi+ Hinge


0leksi+ Menggerakkan siku sehingga lengan bahu bergerak ke

depan sendi bahu dan tangan sejajar bahu, rentang '@=A.


2ktensi+ Meluruskan siku dengan menurunkan tangan, rentang

'@=A.

12

6ambar '.B. "iku


d. Lengan %a&ah

*ipe "endi+ Pivotal !Putar#


"upinasi+ Memutar lengan ba&ah dan tangan sehingga telapak tangan

menghadap ke atas, rentang 7=$(=A.


Pronasi+ Memutar lengan ba&ah sehingga telapak tangan menghadap

ke ba&ah, rentang 7=$(=A.


e. Pergelangan *angan

*ipe "endi+ Kondiloid


0leksi+ Menggerakan telapak tangan ke sisi bagian dalam lengan

ba&ah, rentang >=$(=A


2kstensi+ Mengerakan jari$jari tangan sehingga jari$jari, tangan,

lengan ba&ah berada dalam arah yang sama, rentang >=$(=A


3iperekstensi+ Memba&a permukaan tangan dorsal ke belakang sejauh

mungkin, rentang >($(=A


Abduksi+ Menekuk pergelangan tangan miring ke ibu jari, rentang B=A Adduksi+ Menekuk pergelangan tangan miring ke arah lima jari,

rentang B=$@=A

13

6ambar '.) Pergelangan tanga


f.

/ari$jari *angan *ipe "endi+ !ondyloid hinge


0leksi+ Membuat genggaman, rentang (=A 2kstensi+ Meluruskan jari$jari tangan, rentang (=A 3iperekstensi+ Menggerakan jari$jari tangan ke belakang sejauh

mungkin, rentang B=$8=A


Abduksi+ Mereggangkan jari$jari tangan yang satu dengan yang lain,

rentang B=A
Adduksi+ Merapatkan kembali jari$jari tangan, rentang B=A g. 5bu /ari

*ipe "endi+ Pelana


0leksi+ Mengerakan ibu jari menyilang permukaan telapak tangan,

rentang (=A
2kstensi+ Menggerakan ibu jari lurus menjauh dari tangan, rentang (=A Abduksi+ Menjauhkan ibu jari ke samping, rentang B=A Adduksi+ Mengerakan ibu jari ke depan tangan, rentang B=A

14

.posisi+ Menyentuhkan ibu jari ke setiap jari$jari tangan pada tangan

yang sama
h. Pinggul

*ipe "endi+ all and Socket


0leksi+ Mengerakan tungkai ke depan dan atas, rentang (=$'<=A 2kstensi+ Menggerakan kembali ke samping tungkai yang lain, rentang

(=$'<=A
3iperekstensi+ Mengerakan tungkai ke belakang tubuh, rentang B=$

@=A
Abduksi+ Menggerakan tungkai ke samping menjauhi tubuh, rentang

B=$@=A
Adduksi+ Mengerakan tungkai kembali ke posisi media dan melebihi

jika mungkin, rentang B=$@=A


-otasi dalam+ Memutar kaki dan tungkai ke arah tungkai lain, rentang

(=A
-otasi luar + Memutar kaki dan tungkai menjauhi tungkai lain, rentang

(=A
"irkumduksi+ Menggerakan tungkai melingkar

15

6ambar '.@. Pinggul


i.

Lutut *ipe "endi+ Hinge


0leksi+ Mengerakan tumit ke arah belakang paha, rentang '<=$'B=A 2kstensi+ Mengembalikan tungkai kelantai, rentang '<=$'B=A

6ambar '.8 Lutut


j.

Mata Kaki *ipe "endi+ Hinge


Dorsifleksi+ Menggerakan kaki sehingga jari$jari kaki menekuk ke

atas, rentang <=$B=A


Plantarfleksi+ Menggerakan kaki sehingga jari$jari kaki menekuk ke

ba&ah, rentang )@$@=A

16

6ambar '.7 Mata kaki


k. Kaki

*ipe "endi+ Gliding


5nversi+ Memutar telapak kaki ke samping dalam, rentang '=A 2versi+ Memutar telapak kaki ke samping luar, rentang '=A

6ambar '. >. Kaki


l.

/ari$jari Kaki *ipe "endi+ !ondyloid


0leksi+ Menekukkan jari$jari kaki ke ba&ah, rentang B=$8=A 2kstensi+ Meluruskan jari$jari kaki, rentang B=$8=A Abduksi+ Menggerakan jari$jari kaki satu dengan yang lain, rentang '@A Adduksi+ Merapatkan kembali bersama$sama, rentang '@

8. Alat Pengukur -ange of Motion !-.M#

6ambar '. (. Goniometer !Alat Pengukur -.M#


b. Pengaturan Posisi

Pengaturan posisi yang dapat dilakukan pada pasien ketika mendapatkan pera&atan, dengan tujuan untuk kenyamanan pasien, pemudahan pera&atan dan

17

pemberian obat, menghindari terjadinya pressure area akibat tekanan yang menetap pada bagian tubuh tertentu. Pengaturan posisi antara lain, adalah+
a. Posisi 0o&ler Posisi fo&ler adalah posisi duduk atau setengah duduk !semifo"ler#,

di mana bagian kepala tempat tidr lebih tinggi dinaikkan. Posisi ini dulakukan untuk mempertahankan kenyamanan dan memfasilitasi fungsi pernapasan pasien. 5ndikasi+
Pada pasien yang mengalami gangguan pernapasan Pada pasien yang mengalami gangguan imobilisasi b. Posisi "ims Posisi miring ke kanan atau ke kiri. Dilakukan untuk memberi

kenyamanan dan untuk mempermudah tindakan pemeriksaan rectum atau pemberian huknah atau obat$obatan lain melalui anus !suposutoria#. 5ndikasi+
Pasien dengan pemeriksaan dan pengobatan daerah perineal Pasien yang tidak sadarkan diri Pasien paralisis Pasien yang akan dienema ,ntuk tidur pada &anita hamil. c. Posisi *rendelenburg

Posisi pasien berbaring di tempat tidur dengan bagian kepala lebih rendah daripada bagian kaki. Dilakukan untuk melancarkan peredaran darah ke

18

otak, dan pada pasien shock dan pada pasien yang dipasang skintraksi pada kakinya. 5ndikasi+
Pada pasien syok *ekanan darah rendah Pasien dengan pemeriksaan tertentu misal broncoscopy d. Posisi Dorsal -ecumbent

Posisi berbaring terlentang dengan kedua lutut fleksi !ditarik atau direnggangkan# diatas tempat tidur. Dilakukan untuk mera&at dan memeriksa genetalia serta proses persalinan. 5ndikasi+
Pasien dengan pemeriksaan pada bagian pelvic, vagina dan anus. Pasien dengan ketegangan punggung belakang. e. Posisi Lithotomi

Posisi berbaring terlentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya ke atas bagian perut. Dilakukan untuk memeriksa genetalia pada proses persalinan, dan memasang alat kontrasepsi. 5ndikasi+
Pada pemeriksaan genekologis ,ntuk menegakkan diagnosa atau memberikan pengobatan terhadap

penyakit pada uretra, rektum, vagina dan kandung kemih.


f.

Posisi 6enu Pectoral Posisi menungging dengan kedua kaki ditekuk dan dada menempel pada bagian atas tempat tidur. Dilakukan untuk memeriksa daerah rectum dan

19

sigmoid dan untuk membantu merubah letak kepala janin pada bayi yang sungsang. 5ndikasi+
Pasien hemorrhoid Pemeriksaan dan pengobatan daerah rectum, sigmoid dan vagina. g. Posisi .rthopenic

Posisi pasien duduk dengan menyandarkan kepala pada penampang yang sejajar dada, seperti pada meja. 5ndikasi+ Pasien dengan sesak berat dan tidak bisa tidur terlentang.
h. Posisi "upinasi

Posisi telentang dengan pasien menyandarkan punggungnya agar dasar tubuh sama dengan kesejajaran berdiri yang baik. 5ndikasi+
Paien dengan tindakan post anestesi atau pembedahan tertentu. Pasien dengan kondisi sangat lemah atau koma. i.

Posisi Pronasi
Pasien tidur dalam posisi telungkup %erbaring dengan &ajah menghadap

ke bantal. 5ndikasi+
Pasien yang menjalani bedah mulut dan kerongkongan. Pasien dengan pemeriksaan pada daerah bokong atau punggung. j.

Posisi Lateral

20

Posisi miring dimana pasien bersandar kesamping dengan sebagian besar

berat tubuh berada pada pinggul dan bahu. 5ndikasi+


Pasien yang ingin beristirahat. Pasien yang mengalami kelumpuhan baik hemiplegic maupun para plegi. Pasien yang posisi fo&ler atau dorsal recumbent dalam posisi lama. Penderita yang mengalami kelemahan dan pasca operasi. Penderita yang mengalami penurunan kesadaran.

21

ASUHAN KEPE%A&ATAN

'. Anamnesa '# Keluhan nyeri pada gerakan. <# 2nggan berusaha atau kesulitan dalam gerakan yang diinginkan. B# Kerusakan koordinasi keterbatasan tentang penurunan tentang kekuatan otot. <. pemeriksaan 0isik Kaji %atasan Karakteristik '# *anda$tanda vital %atas suhu normal suhu saat ini irama dan frekukensi jantung abnormal, tekanan darah abnormal, pernafasan abnormal. <# "tatus mental "adar, mengantuk, kebingungan, orientasi, atau koma. B# 0ungsi motorik *angan kanan , tangan kiri, kaki kanan dan kaki kiri dikaji dalam rengtang berapa pergerakan bisa diklakukan MM* skala =$@. = C *idak ada kontraksi atau dipalpasi tidak ada tonus otot. ' C Ada kontraksi, tidak ada gerakan. < C Ada kontraksi,mampu menggerakkan sendi tapi tidak mampu mela&an gravitasi B C ada kontraksi otot,mampu mela&an gravitasi , gerakan full room, ) C ada kontraksi otot,mampu mela&an gravitasidan tahanan minimal,full room, @ C dapat melakukan aktivitas seluruhnya B. -encana Asuhan Kepera&atan Diagnosa Kepera&atan

22

6angguan mobilitas fisik berhubungan dengan kekuatan dan ketahanan sekunder akibat tumor sistem saraf pusat %atasan Karakteristik Mayor a. Mampu untuk bergerak dengan maksud tertentu dalam lingkungannya seperti mobilisasi ditempat tidur dan ambulasi. b. Keterbatasan menggerakkan sendi$sendi !rentang gerak# Minor Adanya keterbatasan aktivitas. Malas untuk bergerak. B. *ujuan '# Pasien dapat memobilisasi secara maksimal tanpa dibantu. <# Pasien mampu melakukan aktivitas fisiknya dengan baik dan mempertahankan kualitas hidupnya. ). Kriteria 3asil 5ndividu akan + '# Menceritakan kekuatan dan tahanan ekstremmitas bagian kanan. <# Dapat melakukan ADL !Aktivity Daily Life# secara bertahap B# Mendemontrasikan tindakan$tindakan untuk meningkatkan mobilitas. )# Mampu menggunakan tindakan pengamanan yang meminimalkan kemungkinan terhadap potensial luka$luka catau cidera. @. 5mplementasi dan -asional '# Pantau **D tiap ) jam sekali - + *ekanan darah merupakan parameter untuk mengetahui tingkat kelumpuhan dari pasien. <# Kaji dan laporkan tingkat kemampuan pasien dalam aktivitas.

23

- + Mengidentifikasi kekuatan ataas kelemahan dan dapat memberikan informasi atau tindakan mengenai pemulihan. B# Ajarakan latihan tentang gerak secara perlahan - + Mempertahakan mobolisasi dan fungsi sesuai atau posisi normal ekstremitas. )# :iptakan lingkungan terapeutik - + Memberikan rasa nyaman pada pasien. @# Kaji kekuatan otot !MM*# - + Mengetahui dalam tentang berapa pergerakan yang bisa dilakukan pasien. 8# Lakukan kolaborasi dengan ahli fisioterapi secara aktif. - + ,ntuk menjaga keseimbangan koordinasi dan kekuatan otot, memberi terapi fisik dapat melatih pasien untuk belajar mandiri. 8. 2valuasi '# Pasien menunjukkan kemampuan untuk melakukan mobilisasi diri misal ditempat tidur. <# Pasien mengikuti latihan fisioterapi dengan ketat. B# Pasien dapat melakukan ADL !activity of dialing living#

24

BAB III PENUTUP

A. Kesi #ulan

Mobilisasi dan 5mobilisasi berpengaruh pada keadaan pasien, karena adanya kemampuan pasien yang dapat bergerak secara bebas ataupun tidak bebas karena adanya faktor$faktor tertentu, dalam 5mobilisasi akan adanya perubahan pada system$sistem tertentu pada pasien. *indakan kepera&atan dalam Mobilisasi dan 5mobilisasi, di antaranya adalah Range of #otion !-.M# dan Penepatan Posisi pada pasien. -ange of Motion harus dilaksanakan secra berulang, perlahan dan hati$hati sehingga tidak melelahkan. -ange of Motion dapat dilakukan pada semua persendian atau hanya pada bagian$bagian yang di curigai mengalami proses penyakit serta harus sesuai &aktunya. Posisi pada pasien pun harus tepat pelaksanaannya, karena terdapat tujuan$tujuan tertentu di setiap posisi pada pasien.

B. Saran

Pembaca dan terutama penulis dapat mengetahui, memahami, dan menjelaskan tentang Mobilisasi dan 5mobilisasi, baik itu -ange of Motion !-.M# dan juga Posisi pada pasien beserta semua prinsip, indikasi dan kontraindikasinya agar dapat mengaplikasikannya dalam dunia kepera&atan dan memenuhi keterampilan kepera&atan dasar.

25

DA'TA% PUSTAKA

Alimul, A4i4 A, <==(, Pengantar Kebutuhan $asar #anusia% &plikasi Konsep dan Proses Kepera"atan, /akarta+ "alemba Medika. Potter E Perry, <==8, uku &'ar (undamental Kepera"atan% Konsep) Proses) dan Praktik) *disi +) ,ol -, /akarta+ 26:. &&&.referensionline.info ... jurnal$tentang$pengaruh$latihan$range$of$ motion. http+ &&&.scribd.com doc @((B@'<B -.M$-ange$.f$Motion. http+ &&&.scribd.com doc @7'7B7@( Mobilisasi$Dan$Posisi.

26

27