Anda di halaman 1dari 54

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Masalah Telinga adalah organ penginderaan dengan fungsi ganda dan kompleks (pendengaran dan keseimbanga Anatominya juga sangat rumit . Indera pendengaran berperan penting pada partisipasi seseorang dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Sangat penting untuk perkembangan normal dan pemeliharaan bicara, dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain melalui bicara tergantung pada kemampuan mendengar. eteksi a!al dan diagnosis akurat gangguan otologik sangat penting. i antara

mereka yang dapat membantu diagnosis dan atau menangani kelainan otologik adalah ahli otolaringologi, pediatrisian, internis, pera!at, ahli audiologi, ahli patologi !icara dan pendidik. "era!at yang terlibat dalam spesialisasi otolaringologi, saat ini dapat raemperoleh sertifikat di bidang kepera!atan otorinolaringologi leher dan kepala (#$%&'( cerificate in otorhinolaringology-head and neck nursing). *saha untuk mengeluarkan (mengorek) dengan batang korek, jepit rambut atau benda lain akan dapat berbahaya karena dapat mengakibatkan kotoran terdorong ke dalam (dapat menyumbat karena bagian dalam lebih sempit), serta adanya trauma terhadap kulit dan dapat menyebabkan infeksi dan kerusakan gendang telinga dan akhirnya dapat menyebabkan impaksi,otalgia (nyeri pada telinga) atau bahkan kehilangan pendengaran. $titis media merupakan salah satu penyakit langganan anak. "revalensi terjadinya otitis media di seluruh dunia untuk usia +, tahun sekitar -. / sedangkan anak-anak berusia
1

0 tahun sekitar 10 /.

i Amerika Serikat, diperkirakan 23 / anak mengalami minimal +

episode otitis media sebelum usia 0 tahun dan hampir setengah dari mereka mengalaminya 0 kali atau lebih. i Inggris, setidaknya .3 / anak mengalami minimal + episode sebelum

usia +, tahun ( Abidin, .,,4. i negara tersebut otitis media paling sering terjadi pada usia 0-- tahun. 5engingat masih tingginya angka otitis media pada anak-anak, maka diagnosis dini yang tepat dan pengobatan secara tuntas mutlak diperlukan guna mengurangi angka kejadian komplikasi dan perkembangan penyakit menjadi otitis media kronis.

1.2

Tujuan engan adanya makalah ini, para pembaca dapat mengetahui mengenai Asuhan 6epera!atan pada pasien dengan otitis media akut, yang meliputi 7 +. efinisi

.. 6lasifikasi 0. 8tiologi 9. "atofisiologi 3. 5anifestasi klinis -. "emeriksaan iagnostik 2. 6omplikasi


2

1. "enatalaksanaan medis 4. "enatalaksanaan 6epera!atan

BAB II TINJAUAN TEORI A. De !n!s! $titis media akut ($5A) adalah peradangan akut sebagian atau seluruh periosteum telinga tengah (6apita selekta kedokteran, +444). Telinga sendiri terbagi menjadi tiga bagian7 telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Telinga tengah adalah daerah yang dibatasi dengan dunia luar oleh gendang telinga. aerah ini menghubungkan suara dengan alat

pendengaran di telinga dalam. Selain itu di daerah ini terdapat saluran 8ustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga hidung belakang dan tenggorokan bagian atas. :una saluran ini adalah 7 5enjaga keseimbangan tekanan udara di dalam telinga dan menyesuaikannya dengan tekanan udara di dunia luar. 5engalirkan sedikit lendir yang dihasilkan sel-sel yang melapisi telinga tengah ke bagian belakang hidung.

B. "ta#!u$
3

+. Stadium penyumbatan tuba eustachius, tanda yang khas pada stadium ini adalah penarikan membran timpani pada telinga ke arah dalam akibat tekanan negatif yang ditimbulkan oleh sumbatan .. Stadium ;iperemis, tampak pembuluh darah yang melebar di membran timbani atau seluruh membran timpani. 0. Stadium Supurasi, bengkak yang hebat pada selaput permukaan telinga tengah dan hancurnya sel-sel di dalam telinga tengah menyebabkan cairan yang kental tertimbun di telinga tengah 9. Stadium "erforasi, pecahnya membrane timpani, dan keluar cairan putih 3. Stadium %esolusi, perlahan-lahan membrane timpani akan menyembuh jika robekan tidak terlalu lebar, tetapi jika robekan lebar, stadium perforasi dapat menetap dan berubah menjadi $titis 5edia Supuratif 6ronik. %. Et!&l&g! "enyebab otitis media akut ($5A) dapat merupakan virus maupun bakteri. "ada .3/ pasien, tidak ditemukan mikroorganisme penyebabnya. <irus ditemukan pada .3/ kasus dan kadang menginfeksi telinga tengah bersama bakteri. =akteri penyebab otitis media tersering adalah Streptococcus pneumoniae, diikuti oleh ;aemophilus influen>ae dan 5ora?ella cattarhalis. @ang perlu diingat pada $5A, !alaupun sebagian besar kasus disebabkan oleh bakteri, hanya sedikit kasus yang membutuhkan antibiotik. ;al ini dimungkinkan karena tanpa antibiotik pun saluran 8ustachius akan terbuka kembali sehingga bakteri akan tersingkir bersama aliran lendir.

Anak lebih mudah terserang otitis media dibanding orang de!asa karena beberapa hal, yaitu 7 Sistem kekebalan tubuh anak masih dalam perkembangan. Saluran 8ustachius pada anak lebih lurus secara hori>ontal dan lebih pendek sehingga IS"A lebih mudah menyebar ke telinga tengah. Adenoid (adenoid7 salah satu organ di tenggorokan bagian atas yang berperan dalam kekebalan tubuh) pada anak relatif lebih besar dibanding orang de!asa. "osisi adenoid berdekatan dengan muara saluran 8ustachius sehingga adenoid yang besar dapat mengganggu terbukanya saluran 8ustachius. Selain itu adenoid sendiri dapat terinfeksi di mana infeksi tersebut kemudian menyebar ke telinga tengah le!at saluran 8ustachius.

D. Pat& !s!&l&g! $titis media sering dia!ali dengan infeksi pada saluran napas seperti radang tenggorokan atau pilek yang menyebar ke telinga tengah le!at saluran 8ustachius. Saat bakteri melalui saluran 8ustachius, mereka dapat menyebabkan infeksi di saluran tersebut sehingga terjadi pembengkakan di sekitar saluran, tersumbatnya saluran, dan datangnya selsel darah putih untuk mela!an bakteri. Sel-sel darah putih akan membunuh bakteri dengan mengorbankan diri mereka sendiri. Sebagai hasilnya terbentuklah nanah dalam telinga tengah. Selain itu pembengkakan jaringan sekitar saluran 8ustachius menyebabkan lendir yang dihasilkan sel-sel di telinga tengah terkumpul di belakang gendang telinga. Aika lendir dan nanah bertambah banyak, pendengaran dapat terganggu karena gendang telinga dan tulang-tulang kecil penghubung gendang telinga dengan organ pendengaran di telinga dalam tidak dapat bergerak bebas. 6ehilangan pendengaran yang
5

dialami umumnya sekitar .9 desibel (bisikan halus). 'amun cairan yang lebih banyak dapat menyebabkan gangguan pendengaran hingga 93 desibel (kisaran pembicaraan normal). Selain itu telinga juga akan terasa nyeri. an yang paling berat, cairan yang terlalu banyak

tersebut akhirnya dapat merobek gendang telinga karena tekanannya. Sebagaimana halnya dengan kejadian infeksi saluran pernapasan atas (IS"A), otitis media juga merupakan salah satu penyakit langganan anak. i Amerika Serikat,

diperkirakan 23/ anak mengalami setidaknya satu episode otitis media sebelum usia tiga tahun dan hampir setengah dari mereka mengalaminya tiga kali atau lebih. i Inggris, i

setidaknya .3/ anak mengalami minimal satu episode sebelum usia sepuluh tahun. negara tersebut otitis media paling sering terjadi pada usia 0-- tahun

E. Man! estas! kl!n!s :ejala klinis otitis media akut ($5A) tergantung pada stadium penyakit dan umur pasien. Stadium otitis media akut ($5A) berdasarkan perubahan mukosa telinga tengah 7 1. "ta#!u$ &klus! tu'a Eusta(h!us Terdapat gambaran retraksi membran timpani akibat tekanan negatif di dalam telinga tengah. 6adang ber!arna normal atau keruh pucat. 8fusi tidak dapat dideteksi. Sukar dibedakan dengan otitis media serosa akibat virus atau alergi. 2. "ta#!u$ h!)ere$!s *)resu)uras!+ Tampak pembuluh darah yang melebar di membran timpani atau seluruh membran timpani tampak hiperemis serta edema. Sekret yang telah terbentuk mungkin masih bersifat eksudat serosa sehingga sukar terlihat. ,. "ta#!u$ su)uras!
6

5embrana timpani menonjol ke arah telinga luar akibat edema yang hebat pada mukosa telinga tengah dan hancurnya sel epitel superfisial serta terbentuknya eksudat purulen di kavum timpani."asien tampak sangat sakit, nadi dan suhu meningkat, serta nyeri di telinga bertambah hebat.Apabila tekanan tidak berkurang, akan terjadi iskemia, tromboflebitis dan nekrosis mukosa serta submukosa. 'ekrosis ini terlihat sebagai daerah yang lebih lembek dan kekuningan pada membran timpani. ruptur. -. "ta#!u$ )er &ras! 6arena pemberian antibiotik yang terlambat atau virulensi kuman yang tinggi, dapat terjadi ruptur membran timpani dan nanah keluar mengalir dari telinga tengah ke telinga luar. "asien yang semula gelisah menjadi tenang, suhu badan turun, dan dapat tidur nyenyak. .. "ta#!u$ res&lus! =ila membran timpani tetap utuh maka perlahan-lahan akan normal kembali. =ila terjadi perforasi maka sekret akan berkurang dan mengering. =ila daya tahan tubuh baik dan virulensi kuman rendah maka resolusi dapat terjadi tanpa pengobatan. $titis media akut ($5A) berubah menjadi otitis media supuratif subakut bila perforasi menetap dengan sekret yang keluar terus-menerus atau hilang timbul lebih dari 0 minggu. isebut otitis apat i tempat ini akan terjadi

media supuratif kronik ($5S6) bila berlangsung lebih +,3 atau . bulan.

meninggalkan gejala sisa berupa otitis media serosa bila sekret menetap di kavum timpani tanpa perforasi."ada anak, keluhan utama adalah rasa nyeri di dalam telinga dan suhu tubuh yang tinggi. =iasanya terdapat ri!ayat batuk pilek sebelumnya."ada orang de!asa, didapatkan juga gangguan pendengaran berupa rasa penuh atau kurang
7

dengar."ada bayi dan anak kecil gejala khas otitis media anak adalah suhu tubuh yang tinggi (B 04,3 derajat celsius), gelisah, sulit tidur, tiba-tiba menjerit saat tidur, diare, kejang, dan kadang-kadang memegang telinga yang sakit. Setelah terjadi ruptur membran tinmpani, suhu tubuh akan turun dan anak tertidur.

/. Pe$er!ksaan D!agn&st!k +. $toscope untuk melakukan auskultasi pada bagian telinga luar .. Timpanogram untuk mengukur keseuaian dan kekakuan membrane timpani 0. 6ultur dan uji sensitifitas C dilakukan bila dilakukan timpanosentesis (Aspirasi jarum dari telinga tengah melalui membrane timpani). 9. $toskopi pneumatik (pemeriksaan telinga dengan otoskop untuk melihat gendang telinga yang dilengkapi dengan udara kecil). *ntuk menilai respon gendang telinga terhadap perubahan tekanan udara.

0. 1&$)l!kas! 6omplikasi yang serius terdiri dari 7 Infeksi pada tulang di sekitar telinga tengah (mastoiditis atau petrositis) Labirintitis (infeksi pada kanalis semisirkuler) 6elumpuhan pada !ajah Tuli "eradangan pada selaput otak (meningitis)
8

Abses $tak %uptur membrane timpani Tuli jangka pendek

Tanda-tanda terjadinya komplikasi7

Sakit kepala Tuli yang terjadi secara mendadak Vertigo (perasaan berputar) emam dan menggigil.

H. Penatalaksanaan Me#!s ;asil penatalaksanaan otitis media bergantung pada eektivitas terapi ( mis. dosis antibiotika oral yang diresepkan dan durasi terapi ), virulensi bakteri, dan status fisik pasien. engan terapi antibiotika spectrum luas yang tepat dan a!al, otitis media dapat hilang tanpa gejala sisa yang serius. =ila terjadi pengeluaran cairan, biasanya perlu diresepkan preparat otik antibiotika. 6ondisi bisa berkembang menjadi subakut ( mis. =erlangsung 0 minggu sampai 0 bulan ), dengan pengeluaran cairan purulen menetap dari telinga. Aarang sekali terjadi kehilangan pendengaran permanen. Insisi pada membrane timpani dikenal ebagai miringotomi atau timpanotomi. 5embrane timpani dianestesi menggunakan anestesi lokal seperti fenol atau menggunakan iontoforesis. "ada iontoforesis suatu arus elektris mengalir melalui larutan lidokain-epinefrin untuk membuat liang telinga dan membran timpani kebas. "rosedur ini tidak menimbulkan nyeri dan berlangsung tidak sampai lima belas menit. i ba!ah mikroskop kemudian dibuat

insisi melalui membran timpani untuk mengurangi tekanan dan mengalirkan cairan serosa
9

atau purulen dari telinga tengah. 'ormalnya prosedur ini tidak diperlukan untuk otitis media akut, namun perlu dilakukan bila nyeri menetap. 5iringotomi juga juga memungkinkan identifikasi organisme infeksi dan menentukan sensitivitasnya terhadap agens antibiotika. Insisi akan menyembuh dalam .9 atau 2. jam. =ila episode otitis media akut terjadi berulang dan tidak ada kontraindikasi dapat dipasang tabung ventilasi atau penyeimbang tekanan ( "8, "ressure eDuali>ing ). Tabung ventilasi secara temporer mengambil alih tugas tuba eustachii dalam menyeimbangkan tekanan dan dipertahankan selama - sampai +1 bulan. Tabung ventilasi lama kelamaan akan diekstrusi oleh migrasi kulit normal membran timpani, dan lubang dapat menyembuh pada hampir setiap kasus. Tabung ventilasi lebih sering digunakan untuk menangani episode otitis media akut berulang pada anak daripada de!asa. Pe$'er!an Ant!'!&t!k $5A umumnya adalah penyakit yang akan sembuh dengan sendirinya. Sekitar 1,/ $5A sembuh dalam 0 hari tanpa antibiotik. "enggunaan antibiotik tidak mengurangi komplikasi yang dapat terjadi, termasuk berkurangnya pendengaran. $bservasi dapat dilakukan pada sebagian besar kasus. Aika gejala tidak membaik dalam 91-2. jam atau ada perburukan gejala, antibiotik diberikan. Pe$'er!an Analges!a2)ere#a n3er! "enanganan $5A selayaknya disertai penghilang nyeri (analgesia). Analgesia yang umumnya digunakan adalah analgesia sederhana seperti paracetamol atau ibuprofen. 'amun perlu diperhatikan bah!a pada penggunaan ibuprofen, harus dipastikan bah!a anak tidak mengalami gangguan pencernaan seperti muntah atau diare karena ibuprofen dapat memperparah iritasi saluran cerna.
10

O'at la!n "emberian obat-obatan lain seperti antihistamin (antialergi) atau dekongestan tidak memberikan manfaat bagi anak. "emberian kortikosteroid juga tidak dianjurkan. 5yringotomy (myringotomy7 melubangi gendang telinga untuk mengeluarkan cairan yang menumpuk di belakangnya) juga hanya dilakukan pada kasus-kasus khusus di mana terjadi gejala yang sangat berat atau ada komplikasi. #airan yang keluar harus dikultur. "emberian antibiotik sebagai profilaksis untuk mencegah berulangnya $5A tidak memiliki bukti yang cukup. Terapi bergantung pada stadium penyakitnya. "engobatan pada stadium a!al ditujukan untuk mengobati infeksi saluran napas, dengan pemberian antibiotik, dekongestan lokal atau sistemik, dan antipiretik. +. "ta#!u$ Oklus! Terapi ditujukan untuk membuka kembali tuba 8ustachius sehingga tekanan negatif di telinga tengah hilang. iberikan obat tetes hidung ;#l efedrin ,,.3 / untuk anak E +.

tahun atau ;#l efedrin ,,3 / dalam larutan fisiologis untuk anak diatas +. tahun dan de!asa. Sumber infeksi lokal harus diobati. Antibiotik diberikan bila penyebabnya kuman. .. "ta#!u$ Presu)uras! iberikan antibiotik, obat tetes hidung dan analgesik. =ila membran timpani sudah terlihat hiperemis difus, sebaiknya dilakukan miringotomi. ianjurkan pemberian

antibiotik golongan penisilin atau eritromisin. Aika terjadi resistensi, dapat diberikan
11

kombinasi dengan asam klavulanat atau sefalosporin. *ntuk terapi a!al diberikan penisilin intramuskular agar konsentrasinya adekuat di dalam darah sehingga tidak terjadi mastoiditis terselubung, gangguan pendengaran sebagai gejala sisa dan kekambuhan. Antibiotik diberikan minimal selama 2 hari. 0. "ta#!u$ "u)uras! Selain antibiotik, pasien harus dirujuk untuk melakukan miringotomi bila membran timpani masih utuh sehingga gejala cepat hilang dan tidak terjadi ruptur. 9. "ta#!u$ Per &ras! Terlihat sekret banyak keluar, kadang secara berdenyut. iberikan obat cuci telinga

;.$. 0/ selama 0-3 hari serta antibiotik yang adekuat sampai 0 minggu. =iasanya sekret akan hilang dan perforasi akan menutup sendiri dalam 2-+, hari. 3. "ta#!u$ Res&lus! 5embran timpani berangsur normal kembali, sekret tidak ada lagi, dan perforasi menutup. =ila tidak, antibiotik dapat dilanjutkan sampai 0 minggu. =ila tetap, mungkin telah terjadi mastoiditis.

I. Penatalaksanaan 1e)era4atan iagnosa 6epera!atan 7 'yeri berhubungan dengan proses peradangan :angguan sensori F presepsi berhubungan dengan kerusakan pada telinga tengah Intoleransi aktifitas berhubungan dengan nyeri Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan mengenai pengobatan dan pencegahan kekambuhan
12

Isolasi sosial berhubungan dengan nyeri, otore menurun ingaran %esiko tinggi trauma berhubungan dengan gangguan presepsi pendengaran 6urangnya pengetahuan mengenai pengobatan dan pencegahan kekambuhan

N&

D!agn&sa

Tujuan2 1H

Inter5ens!

Ras!&nal

13

1.

'yeri berhubungan dengan proses peradangan

Setelah dilakukan askep selama .?.9 jam, diharapkan nyeri pada klien dapat teratasi dengan 6; 7 - 6lien

- Ajarkan klien untuk mengalihkan suasana dengan melakukan metode relaksasi saat nyeri yang teramat sangat muncul, relaksasi seperti menarik napas panjang

- 5etode pengalihan

suasana dengan melakukan relaksasi bisa mengurangi nyeri yang diderita klien

mengungkap - 6ompres dingin di kan bah!a nyeri berkurang - 6lien mampu melakukan sekitar area telinga

- 6ompres dingin

bertujuan mengurangi nyeri karena rasa nyeri teralihkan oleh rasa dingin di sekitar area telinga

- "osisi yang sesuai akan

metode pengalihan

- Atur posisi klien membuat klien merasa nyaman

suasana
- Analgesik merupakan

- *ntuk kolaborasi, beri aspirinFanalgesik

pereda nyeri yang efektif pada pasien


14

sesuai instruksi, beri sedatif sesuai indikasi

untuk mengurangi sensasi nyeri dari dalam.

15

2.

"erubahan persepsi F sensoris berhubungan dengan obstruksi, infeksi di telinga tengah atau kerusakan di syaraf pendengaran

Setelah dilakukan askep selama .?.9 jam, diharapkan perubahan persepsi sensori pada klien dapat teratasi dengan 6; 7 - 6lien akan mengalami peningkatan persepsi F sensoris

- Ajarkan klien menggunakan dan mera!at alat pendengaran secara tepat

- 6eefektifan alat

pendengaran tergantung pada tipe gangguan F ketulian, pemakaian serta pera!atannya yang tepat.

- Apabila penyebab

- Instruksikan klien untuk menggunakan teknik-teknik yang aman sehingga dapat mencegah terjadinya ketulian lebih jauh.

pokok ketulian tidak progresif, maka pendengaran yang tersisa sensitif terhadap trauma dan infeksi sehingga harus dilindungi

pendengaran - $bservasi tandasampai pada tingkat fungsional tanda a!al kehilangan pendengaran yang lanjut.

iagnosa dini terhadap keadaan telinga atau terhadap masalah$asalah )en#engaran rusak se(ara )er$anen.

16

- Instruksikan klien untuk menghabiskan seluruh dosis antibiotik ( baik itu antibiotik sistemik maupun lokal )

- Penghent!an tera)! ant!'!&t!ka se'elu$ 4aktun3a #a)at $en3e'a'kan &rgan!s$e s!sa 'erke$'ang '!ak seh!ngga !n eks! akan 'erlanjut

17

,.

:angguan komunikasi berhubungan dengan efek kehilangan pendengaran

Setelah dilakukan askep selama .?.9 jam, diharapkan :angguan komunikasi pada klien dapat berkurang F hilang dengan 6; 7 - 6lien memakai alat bantu dengar ( jika sesuai ), menerima pesan

apatkan apa metode komunikasi yang diinginkan dan catat pada rencana pera!atan metode yang digunakan oleh staf dan klien, seperti 7 tulisan, berbicara, bahasa isyarat.

engan mengetahui metode komunikasi yang diinginkan oleh klien maka metode yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan klien.

- "esan yang ingin

#!sa$)a!kan &leh - "antau kemampuan klien untuk menerima pesan secara verbal. a. Aika ia dapat mendengar pada satu telinga, berbicara dengan perlahan dan jelas langsung ke telinga yang baik. Tempatkan klien dengan
18

)era4at ke)a#a kl!en #a)at #!ter!$a #engan 'a!k &leh kl!en.

telinga yang baik berhadapan dengan pintu ekati klien dari sisi telinga yang baik. b. Aika klien dapat membaca ucapan 7 &ihat langsung pada klien dan bicaralah lambat dan jelas. ;indari berdiri di depan cahaya karena dapat menyebabkan klien tidak dapat membaca bibir anda. c. "erkecil distraksi yang dapat menghambat konsentrasi klien.
19

5inimalkan percakapan jika klien kelelahan atau gunakan komunikasi tertulis. Tegaskan komunikasi penting dengan menuliskannya. d. Aika ia hanya mampu berbahasa isyarat, sediakan penerjemah. Alamatkan semua komunikasi pada klien, tidak kepada penerjemah. Aadi seolah-olah pera!at sendiri yang langsung berbicara pada klien dengan
20

- 5emungkinkan

komunikasi dua arah antara pera!at dengan klien dapat berjalan dengan baik dan klien dapat menerima pesan pera!at secara tepat.

mengabaikan keberadaan penerjemah.

- :unakan faktorfaktor yang meningkatkan pendengaran dan pemahaman. a. =icara dengan jelas menghadap individu b. *langi jika kilen tidak memahami seluruh isi pembicaraan c. :unakan rabaan dan isyarat untuk meningkatkan komunikasi d. <alidasi pemahaman individu dengan
21

mengajukan pertanyaan yang memerlukan ja!aban lebih dair ya dan tidak.

-.

#emas berhubungan dengan prosedur operasi, diagnosis, prognosis, anestesi, nyeri, hilangnya fungsi, kemungkinan penurunan pendengaran lebih besar setelah operasi.

Setelah dilakukan askep selama .?.9 jam, diharapkan %asa cemas klien akan berkurang F hilang hilang dengan 6; 7 - 6lien mampu mengungakp kan ketakutan F kekha!atira

- 5engatakan hal sejujurnya kepada klien ketika mendiskusikan mengenai kemungkinan kemajuan dari fungsi pendengarannya untuk mempertahankan harapan klien dalam berkomunikasi

- ;arapan-harapan yang

tidak realistik tidak dapat mengurangi kecemasan, justru malah menimbulkan ketidakkepercayaan klien terhadap pera!at. 5enunjukkan kepada klien bah!a dia dapat berkomunikasi dengan efektif tanpa menggunakan alat khusus sehingga dapat mengurangi rasa cemasnya

22

nnya - =erikan informasi tentang kelompok yang juga pernah mengalami gangguan seperti yang dialami klien untuk memberikan dukungan kepada klien.

ukungan dari beberapa orang yang memiliki pengalaman yang sama akan sangat membantu klien.

- Agar klien menyadari

- =erikan informasi mengenai sumbersumber dan alat-alat yang tersedia yang .. Isolasi sosial berhubungan dengan nyeri , otore berbau busuk Setelah dilakukan askep selama .?.9 jam, diharapkan 6lien dapat tetap mengembangk - @akinkan klien bah!a setelah dilakukan pengobatan

sumber-sumber apa saja yang ada di sekitarnya yang dapat mendukung dia untuk

berkomunikasi. dapat membantu klien - =ina hubungan saling - ;ubungan saling percaya percaya dapat menjadi dasar terjadinya hubungan sosial.

- 6lien akan kooperatif F

berpartisipasi dalam persiapan pembedahan


23

an hubungan dengan orang lain. engan 6; 7 - 6lien tetap mengemban gkan hubungan dengan orang lain

F pembedahan cairan akan keluar dan bau busuk akan hilang

( tympanoplasti ) dan akan mulai mengajak bicara dengan pera!at dan keluarga

6.

6urangnya pengetahuan mengenai pengobatan dan pencegahan kekambuhan

Setelah dilakukan askep selama .?.9 jam, diharapkan 1lien mempunyai pemahaman yang baik tentang pengobatan dan cara

- Ajarkan klien mengganti balutan dan menggunakan antibiotik secara kontinyu sesuai aturan.

- "endidikan kesehatan tenyang cara mengganti balutan dapat meningkatkan pemahaman klien sehingga dapat berpartisipasi dalam pencegahan kekambuhan.

- =eritahu komplikasi yang mungkin timbul

- "emahaman tentang komplikasi yang dapat


24

pencegahan kekambuhan. engan 6; 7 - 6lien paham mengenai pengobatan dan pencegahan kekambuhan

dan bagaimana cara melaporkannya.

terjadi pada klien dapat membantu klien dan keluarga untuk melaporkan ke tenaga kesehatan sehingga dapat dengan cepat ditangani.

- Gollo! up sangat - Tekankan hal-hal yang penting yang perlu ditindak lanjuti F evaluasi pendengaran. penting dilakukan oleh anak karena dapat mengetahui perkembangan penyakit dan mencegah terjadinya kekambuhan.

25

BAB III TINJAUAN 1A"U" Anak m ( 3 tahun )di dampingi ibunya, datang ke poloklinik T;T %s. =.$s menangis dan mengeluhkan nyeri pada telinga kanan. ;asil anamnesa pera!at, sejak + hari yang lalu, keluar nanah dari dalam telinga kanan os. 0 hari yang lalu os mengalami gangguan salurran napas. Saat ini os sulit mendengar. A. "engkajian +. Anamnesa ;asil anamnesa doperoleh bah!a anak m (3 tahun) sejak + hari yang lalu, keluar nanah dari dalam telinga kanan nya .0 hari yang lalu anak m mengalami gangguan saluran napas. Saat ini anak m sulit mendengar. .. "engkajian
26

'ama *sia

7 7

Anak 5 3 tahun perempuan

Aenis kelamin 7

0. %i!ayat penyakit sekarang Anak m mengeluhkan nyeri pada telinga kanan nya dan saat ini dia sulit mendengar

A. Anal!sa #ata 'o ata 8tiologi 5asalah kepera!atan

27

+ -

s7 6lien mengatakan

=akteriF virus

'yeri

nyeri pada telinga kanan o7 6lien menangis i telinga klien tampak

5enginfeksi telinga (kavum timpani,tuba eusthasius)

"roses peradangan ( inflamasi telinga tengah

tampak keluar nanah 'yeri

.. -

s7 6lien mengatakan sulit mendengar o7 6lien tampak menangis 6lien tampak sulit mendengar

Invaksi bakteri

:angguan persepsi sensori

Infeksi telinga tengah (kavum timpani,tuba eusthacius)

"eningkatan produksi cairan serosa

28

Akulumulasi cairan mucus dan serosa

;antaran suara atau udara yang diterima menurun

"enurun fungsi pendengaran

0.

s7 - 6lien nyeri kanan o7 - 6lien menangis tampak mengeluhkan pada telinga

infeksi sekunder (ispa) bakteri streptococcus, hemophylus influen>a

Ansietas

Invasi bakteri

Infeksi telinga tengah

29

"proses peradangan

'yeri

Ansietas

9.

s7 - 6lien mengatakn sulit mendengar. o7 - Telinga klien tampak keluar nanah.

Invaksi bakteri

%esiko gangguan komunikasi

Infeksi telinga tengah (kavum timpani,tuba eusthacius)

"eningkatan produksi cairan serosa

Akulumulasi cairan mucus dan serosa

30

;antaran suara atau udara yang diterima menurun

"enurun fungsi pendengaran

:angguan komunikasi

iagnosa kepera!atan yang muncul 7 +. 'yeri berhubungaan dengan proses peradangan .. "erubahan persepsiFsensoris berhubungan dengan infeksi di telinga tengah 0. Ansietas berhubungan dengan prosedur peningkatan nyeri 9. %esiko :angguan komunikasi berhubungan dengan efek kehilangan pendengaran

INTER7EN"I 1EPERA8ATAN N& D!agn&sa Tujuan2 1H Inter5ens! Ras!&nal

31

1.

'yeri berhubungan dengan proses peradangan

Setelah dilakukan askep selama .?.9 jam, diharapkan nyeri pada klien dapat teratasi dengan 6; 7 - 6lien

- Ajarkan klien untuk mengalihkan suasana dengan melakukan metode relaksasi saat nyeri yang teramat sangat muncul, relaksasi seperti menarik napas panjang

- 5etode pengalihan suasana

dengan melakukan relaksasi bisa mengurangi nyeri yang diderita klien

mengungkap - 6ompres dingin di kan bah!a nyeri berkurang - 6lien mampu melakukan metode pengalihan suasana - *ntuk kolaborasi, beri aspirinFanalgesik sesuai instruksi, beri - Atur posisi klien sekitar area telinga

- 6ompres dingin bertujuan

mengurangi nyeri karena rasa nyeri teralihkan oleh rasa dingin di sekitar area telinga

- "osisi yang sesuai akan

membuat klien merasa nyaman

- Analgesik merupakan

pereda nyeri yang efektif pada pasien untuk mengurangi sensasi nyeri
32

sedatif sesuai indikasi

dari dalam.

33

2.

"erubahan persepsi F sensoris berhubungan dengan obstruksi, infeksi di telinga tengah atau kerusakan di syaraf pendengaran

Setelah dilakukan askep selama .?.9 jam, diharapkan perubahan persepsi sensori pada klien dapat teratasi dengan 6; 7 - 6lien akan mengalami peningkatan persepsi F sensoris pendengaran sampai pada tingkat fungsional

- Ajarkan klien menggunakan dan mera!at alat pendengaran secara tepat

- 6eefektifan alat pendengaran

tergantung pada tipe gangguan F ketulian, pemakaian serta pera!atannya yang tepat.

- Instruksikan klien untuk menggunakan teknik-teknik yang aman sehingga dapat mencegah terjadinya ketulian lebih jauh.

- Apabila penyebab pokok

ketulian tidak progresif, maka pendengaran yang tersisa sensitif terhadap trauma dan infeksi sehingga harus dilindungi

- $bservasi tandatanda a!al kehilangan pendengaran yang lanjut.

iagnosa dini terhadap keadaan telinga atau terhadap masalah-masalah pendengaran rusak secara permanen.

- "enghentian terapi

- Instruksikan klien untuk menghabiskan seluruh dosis

antibiotika sebelum !aktunya dapat menyebabkan organisme sisa


34

antibiotik ( baik itu antibiotik sistemik maupun lokal )

berkembang biak sehingga infeksi akan berlanjut

35

,.

#emas berhubungan dengan prosedur operasi, diagnosis, prognosis, anestesi, nyeri, hilangnya fungsi, kemungkinan penurunan pendengaran lebih besar setelah operasi.

Setelah dilakukan askep selama .?.9 jam, diharapkan %asa cemas klien akan berkurang F hilang hilang dengan 6; 7 6lien mampu mengungakap kan ketakutan F kekha!atirann ya

- 5engatakan hal sejujurnya kepada klien ketika mendiskusikan mengenai kemungkinan kemajuan dari fungsi pendengarannya untuk mempertahankan harapan klien dalam berkomunikasi

- ;arapan-harapan yang tidak

realistik tidak dapat mengurangi kecemasan, justru malah menimbulkan ketidakkepercayaan klien terhadap pera!at. 5enunjukkan kepada klien bah!a dia dapat berkomunikasi dengan efektif tanpa menggunakan alat khusus sehingga dapat mengurangi rasa cemasnya

- =erikan informasi tentang kelompok yang juga pernah mengalami gangguan seperti yang dialami klien untuk memberikan dukungan kepada klien.

ukungan dari beberapa orang yang memiliki pengalaman yang sama akan sangat membantu klien.

- Agar klien menyadari

sumber-sumber apa saja yang ada di sekitarnya yang


36

- =erikan informasi mengenai sumbersumber dan alat-alat yang tersedia yang dapat membantu klien

dapat mendukung dia untuk berkomunikasi.

-.

%esiko gangguan komunikasi berhubungan dengan efek kehilangan pendengaran

Setelah dilakukan askep selama .?.9 jam, diharapkan :angguan komunikasi pada klien dapat berkurang F hilang dengan 6; 7 - 6lien memakai alat bantu dengar ( jika

apatkan apa metode komunikasi yang diinginkan dan catat pada rencana pera!atan metode yang digunakan oleh staf dan klien, seperti 7 tulisan, berbicara, bahasa isyarat.

engan mengetahui metode komunikasi yang diinginkan oleh klien maka metode yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan klien.

- "esan yang ingin

disampaikan oleh pera!at - "antau kemampuan klien untuk menerima pesan secara verbal. a. Aika ia dapat
37

kepada klien dapat diterima dengan baik oleh klien.

sesuai ), menerima pesan

mendengar pada satu telinga, berbicara dengan perlahan dan jelas langsung ke telinga yang baik. Tempatkan klien dengan telinga yang baik berhadapan dengan pintu ekati klien dari sisi telinga yang baik. b. Aika klien dapat membaca ucapan 7 &ihat langsung pada klien dan bicaralah lambat dan jelas. ;indari berdiri di depan cahaya karena dapat
38

menyebabkan klien tidak dapat membaca bibir anda. c. "erkecil distraksi yang dapat menghambat konsentrasi klien. 5inimalkan percakapan jika klien kelelahan atau gunakan komunikasi tertulis. Tegaskan komunikasi penting dengan menuliskannya. d. Aika ia hanya mampu berbahasa isyarat, sediakan penerjemah. Alamatkan semua
39

komunikasi pada klien, tidak kepada penerjemah. Aadi seolah-olah pera!at sendiri yang langsung berbicara pada klien dengan mengabaikan keberadaan penerjemah.

- :unakan faktorfaktor yang meningkatkan pendengaran dan pemahaman. a. =icara dengan jelas menghadap individu b. *langi jika kilen tidak memahami seluruh isi
40

- 5emungkinkan komunikasi

dua arah antara pera!at dengan klien dapat berjalan dengan baik dan klien dapat menerima pesan pera!at secara tepat.

pembicaraan c. :unakan rabaan dan isyarat untuk meningkatkan komunikasi d. <alidasi pemahaman individu dengan mengajukan pertanyaan yang memerlukan ja!aban lebih dair ya dan tidak

IMPLEMENTA"I 9 E7ALUA"I 1EPERA8ATAN N& D!agn&sa Tanggal I$)le$entas! E5aluas!

41

1e)era4atan +. 'yeri berhubungan dengan proses peradangan.

2 4aktu +, Auni .,+. F +2.,, HI= - 5engajarkan klien untuk mengalihkan suasana dengan melakukan metode relaksasi saat nyeri yang teramat sangat muncul, relaksasi seperti menarik napas panjang - 5engompres dingin di sekitar area telinga. - 5engatur posisi klien - 5emberikan aspirinFanalgesik sesuai instruksi, beri sedatif sesuai indikasi. "u'jekt! : 6lien mengatakan nyeri pada telinga kanan 6lien tampak menangis O'jekt! : i telinga klien tampak keluar nanah Anal!sa : 5asalah sudah teratasi Plann!ng : &anjutkan intervensi diagnosa selanjutnya

42

..

"erubahan

+, Auni

- 5engajarkan klien menggunakan dan mera!at alat pendengaran secara tepat. - 5enginstruksikan klien untuk menggunakan teknik-teknik yang aman sehingga dapat mencegah terjadinya ketulian lebih jauh. - 5engobservasi

"u'jekt! : 6lien mengatakan sulit mendengar O'jekt! : 6lien tampak menangis 6lien tampak sulit mendengar Anal!sa : 5asalah sudah teratasi Plann!ng : &anjutkan intervensi diagnosa selanjutnya

persepsi F sensoris .,+. F berhubungan dengan obstruksi, infeksi di telinga tengah atau kerusakan di syaraf pendengaran +2.,, HI=

43

tanda-tanda a!al kehilangan pendengaran yang lanjut. - 5enginstruksikan klien untuk menghabiskan seluruh dosis antibiotik ( baik itu antibiotik sistemik maupun lokal ). 0 #emas berhubungan dengan nyeri +, Auni .,+. F +2.,, HI= - 5engatakan hal sejujurnya kepada klien ketika mendiskusikan mengenai kemungkinan kemajuan dari fungsi pendengarannya untuk mempertahankan
44

"u'jekt! : 6lien mengeluhkan nyeri pada telinga kanan O'jekt! : 6lien tampak menangis Anal!sa : 5asalah sudah teratasi Plann!ng : &anjutkan intervensi diagnosa selanjutnya

harapan klien dalam berkomunikasi. - 5emberikan informasi tentang kelompok yang juga pernah mengalami gangguan seperti yang dialami klien untuk memberikan dukungan kepada klien. - 5emberikan informasi mengenai sumbersumber dan alatalat yang tersedia yang dapat membantu klien.

45

9.

%esiko gangguan komunikasi berhubungan dengan efek kehilangan pendengaran

+, Auni .,+. F +2.,, HI=

- 5endapatkan apa metode komunikasi yang diinginkan dan

"u'jekt! : 6lien mengeluhkan nyeri pada telinga kanan O'jekt! :

catat pada rencana 6lien tampak menangis pera!atan metode yang digunakan oleh staf dan klien, seperti 7 tulisan, berbicara, bahasa isyarat. - 5emantau kemampuan klien untuk menerima pesan secara verbal. a. Aika ia dapat mendengar pada satu telinga, berbicara dengan perlahan dan jelas langsung ke telinga yang baik.
46

Anal!sa : 5asalah sudah teratasi Plann!ng : &anjutkan intervensi diagnosa selanjutnya

Tempatkan klien dengan telinga yang baik berhadapan dengan pintu ekati klien dari sisi telinga yang baik. b. Aika klien dapat membaca ucapan 7 &ihat langsung pada klien dan bicaralah lambat dan jelas. ;indari berdiri di depan cahaya karena dapat menyebabkan klien tidak dapat membaca bibir anda. c. "erkecil distraksi yang dapat
47

menghambat konsentrasi klien. 5inimalkan percakapan jika klien kelelahan atau gunakan komunikasi tertulis. Tegaskan komunikasi penting dengan menuliskannya. d. Aika ia hanya mampu berbahasa isyarat, sediakan penerjemah. Alamatkan semua komunikasi pada klien, tidak kepada penerjemah. Aadi seolah-olah pera!at sendiri
48

yang langsung berbicara pada klien dengan mengabaikan keberadaan penerjemah. - 5enggunakan faktor-faktor yang meningkatkan pendengaran dan pemahaman. a. =icara dengan jelas menghadap individu b. *langi jika kilen tidak memahami seluruh isi pembicaraan c. :unakan rabaan dan isyarat untuk meningkatkan komunikasi d. <alidasi
49

pemahaman individu dengan mengajukan pertanyaan yang memerlukan ja!aban lebih dair ya dan tidak.

PEMBAHA"AN ari hasil pengkajian langsung yang dilakukan penulis pada tanggal +, Auni .,+., diperoleh data bah!a klien anak 5 menderita otitis media akut dengan stadium perforasi. "ada anak 5 didapatkan manifestasi klinis sebagai berikut 7 - 6lien mengatakan nyeri pada telinga kanan - 6lien tampak menangis - 6eluar nanah dari telinga kanan klien

50

- 6lien mengatakan sulit mendengar - 6lien tampak menangis - 6lien mengalami gangguan pernafasan 0 hari yang lalu :ejala umum dari otitis media akut meliputi 7 mengalami gangguan pernapasan, keluarnya cairan dari telinga, demam, kehilangan pendengaran, dan tinitus. "ada pemeriksaan otoskopis, kanalis auditoris eksternus sering tampak normal, dan tak terjadi nyeri bila aurikula digerakkan. 5embran timpani tampak merah dan sering menggelembung. Sehingga saya menyimpulkan tidak terdapat kesenjangan antara manifestasi klinis teori dengan manifestasi klinis kasus. Sedangkan untuk penegakkan diagnosa yang di angkat berdasarkan analisa data dari kasus anak 5 yaitu 7 - 'yeri berhubungaan dengan proses peradangan - "erubahan persepsiFsensoris berhubungan dengan obstruksi, infeksi di telinga tengah atau kerusakan di saraf pendengaran. - #emas berhubungan dengan nyeri - %esiko gangguan berkomunikasi berhubungan dengan efek kehilangan pendengaran an diagnosa dari otitis media akut berdasarkan teori yaitu 7 - 'yeri berhubungan dengan proses peradangan - :angguan sensori F presepsi berhubungan dengan kerusakan pada telinga tengah - Intoleransi aktifitas berhubungan dengan nyeri
51

- Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan mengenai pengobatan dan pencegahan kekambuhan - Isolasi sosial berhubungan dengan nyeri, otore menurun ingaran - %esiko tinggi trauma berhubungan dengan gangguan presepsi pendengaran - 6urangnya pengetahuan mengenai pengobatan dan pencegahan kekambuhan Sehingga saya menyimpulkan tidak terdapat kesenjangan antara diagnosa kepera!atan di teori dengan diagnosa yang diangkat pada kasus An. 5 *ntuk intervensi dan rasional saya merujuk pada buku %encana Asuhan 6epera!atan karangan oengoes ( +444 ) dan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan klien.

BAB I7 PENUTUP
A. 1es!$)ulan
52

$titis media akut adalah keadaan dimana terdapatnya cairan di dalam telinga tengah dengan tanda dan gejala infeksi. $titis media akut bisa terjadi pada semua usia, tetapi paling sering ditemukan pada anak-anak terutama usia 0 bulan I 0 tahun. "enyebab utama otitis media akut adalah masuknya bakteri patogenik kedalam telingah tengah yang normalnya steril. "aling sering terjadi bila terjadi disfungsi tuba eustachi seperti obstruksi yang diakibatkan oleh infeksi saluran nafas.

B. "aran

1.

iharapkan kepada mahasis!a dapat mempelajari dan memahami tentang penyakit otitis media akut dan pencegahannya.

2.

alam bidang kepera!atan, mempelajari suatu penyakit itu penting, dan diharapkan kepada mahasis!a mampu membuat konsep teoritis suatu penyakit tersebut beserta asuhan kepera!atannya

53

DA/TAR PU"TA1A

#harlene A. %eeves dkk. .,,+. Keperawatan Medikal Bedah. Aakarta 7 Salemba medika 5arilynn. 8. 8:# oengoes, dkk. .,,,. Rencana Asuhan Keperawatan. Aakarta 7 =uku 6edokteran

54