Anda di halaman 1dari 52

BAHAYA NARKOBA & MIRAS

DILAKSANAKAN OLEH:

BADAN NARKOTIKA KABUPATEN POSO


LORE, 16 JULI 2011

NARKOBA BAGI KESEHATAN


NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA OBAT SECARA KESELURUHAN BAHAN LAIN YANG MENYEBABKAN TIDAK SEHAT ATAU MEMUDAHKAN UNTUK TIDAK SEHAT, BAIK FISIK MAUPUN FSIKIS

OBAT
Produk atau bahan yang mengandung zat kimia atau alam dengan dosis tertentu (lazim) yang digunakan mempercantik tubuh, menambah kekuatan tubuh, mengurangi penyakit, mencegah penyakit dan menghilangkan penyakit (KP2R)

Penggolongan obat berdasarkan keamanannya


1. Narkotika (UU No. 23 1993 UU No. 22 1997) 2. Obat Keras : - Daftar Gevaarlijk (St. No. 419 ayat 3 dan 5 - OKT (UU No. 5 1997) KUHP 204, 205, 386. 3. Obat Bebas terbatas ( Warschuwing, oleh van staat, Hoofd van het Departement van Gesondheid) 4. Obat Bebas
Obat Tradisional - Jamu (Empirical based herbal medicine) - Obat Herbal Terstandar (Scientific based herbal medicine) - Fitofarmaka (Clinical based herbal medicine)

LOGO Narkotika
WARNA MERAH

LOGO Obat Keras dan Obat Keras Tertentu

LINGKAR DAN HURUF K WARNA HITAM

DASAR WARNA MERAH

LOGO Obat Bebas Terbatas

LINKARAN WARNA HITAM

DASAR WARNA BIRU

Logo Obat Bebas

LINKARAN WRNA HITAM

DASAR WARNA HIJAU

LOGO OBAT JAMU

LOGO OBAT

OBAT HERBAL TERSTANDAR

LOGO OBAT

FITOFARMAKA

Narkotika

Obat Keras dan Obat Keras Tertentu

Obat Bebas Terbatas

Logo Obat Bebas

OBAT HERBAL TERSTANDAR

FITOFARMAKA

NARKOTIKA : Merupakan derivat morpin dan kokain bekerja menekan SSP. Dipakai untuk :
Pembiusan Menghilangkan nyeri Menekan batuk

PENGGOLONGAN NARKOTIK

1. Narkotik alam - Opium (Papaper somniferum L) - Koka (Erithroxylon coca) - Ganja (Cannabis sativa L) 2. Narkotik semi sintetik Dibuat dari alkaloid dan diproses secara kimiawi, contoh Heroin 3. Narkotik sintetik yang diperoleh dari proses kimiawi dengan kimia baru yang hasilnya mempunyai efek narkotik Contohnya : Phetidin, metadon.

OPIOID
Meperidine Morphine Heroin
<25 mg 3 5 jam, bila tidak ada suplai abstenesi 8 10 jam dari dosis akhir Keadaan akut abstenesi 7 10 hari, fase kedua 26 30 minggu.

PSIKOTROPIKA= obat berkhasiat mempengaruhi fungsi mental, alam kesadaran, penghayatan dan tingkah laku. terbagi atas : Major tranguilizer/neuroleptic/ antipsikotic Minor tranguilizer/ anxiolitic Antidepressant Psikotogenik

SEDATIF DAN HIPNOTIK Alkohol Barbiturat Benzodiazepine Chloral hydrat (Mickey Finn) Flunitrazepam (Rohypnol Roofies

STIMULANSIA
Caffeine Nicotine Cocaine Amphetamine Steroid anabolik

Sel fungsional Obat

Sel fungsional

homeostatis

obat

Sel fungsional Sebelum homeostatis

Bahaya penggunaan narkoba


Ketergantungan fisik dan psikis Depresi hebat Toleransi Gejala putus obat (withdrawl effect) Rusaknya organ tubuh like otak, jantung, ginjal, hati kematian

KETERGANTUNGAN FISIK Adaptasi neurologis tubuh untuk menghadirkan narkotika atau psikotropika, ditandai dengan gejala awal putus obat/zat jika pemakaian dihentikan

KETERGANTUNGAN PSIKIS Pola perilaku yang sangat kuat untuk menggunakan narkotika atau psikotropika agar memperoleh kenikmatan

GEJALA PUTUS OBAT (WITHDRAWL EFFECT) Reaksi fisik maupun psikis yang hebat disebabkan oleh karena penghentian obat secara tiba-tiba TOLERANSI Peningkatan dosis untuk mendapatkan pengaruh yang sama sebagai akibat dari penggunaan yang lama dan terusmenerus

OPIOID
Efek dihasilkan 3-5 jam Gejala putus obat 8-10 jam setelah penggunaan dosis terakhir : menguap,berkeringat (awal) diikuti gelisah tidur, lemah, kedinginan, mual muntah, nyeri otot, gerakan tidak terkontrol,hipertermia, dan hipertensi (7-10 hari) hipotensi, bradikardi, hipotermia, midriasis (26-30 hari) Bahaya lainnya selain overdosis fatal adalah komplikasi dengan penggunaan jarum suntik like hepatitis B dan AIDS Kecenderungan pembunuhan, bunuh diri, dan kecelakaan lebih besar bagi pengguna daripada masyarakat umum

Gejala Dini
Kesehatan fisik menurun Penampilan menurun Badan kurus, lemah, malas dan nafsu makan tidak ada Pernafasan lambat dan dangkal Pupil mata mengecil Tekanan darah menurun Kejang otot Kesadaran makin menurun

Perilaku pengguna Narkoba


Sering bolos Sering terlambat masuk sekolah dengan alasan lambat bangun Sering terlambat masuk kelas setelah istirahat Sering mengantuk dan tertidur di kelas Prestasi sekolah menurun tajam Sulit berkonsentrasi dan penurunan daya ingat

Perilaku pengguna Narkoba


Kurang memperhatikan penampilan dan kerapian Bicara cadel atau gugup Perubahan pola tidur Mata sering merah dan hidung berair Sering tidak membayar uang sekolah Di rumah sering kehilangan barang Mudah tersinggung dan mudah marah Sering berbohong

Ciri-ciri remaja yang berpotensi menyalahgunakan Narkoba


Sifat mudah kecewa dan cenderung agresif Perasaan rendah diri Suka mencari sensasi Cepat menjadi bosan Kurang motivasi untuk berhasil Cenderung mengabaikan peraturan Prestasi belajar yang menurun Hubungan keluarga yang tidak harmonis

Habituasi

Toleransi

Setelah bangun, Mengeluh: -Seperti akan mati -Lebih gelisah lagi -Tremor -Iritabilitas -Berkeringat -Menguap -Bersin -Mual -Midriasis -Demam -Napas cepat -Kolik -muntah

Bila putus obat

Tidur nyenyak

Gejala abstenensi -Sakit -Gelisah -iritabel dehidrasi Kurus kering

Hiperhidrosis

Kolaps kardiovaskuler kematian

Penyebab Pemakai Napza


Rasa ingin tahu/ingin pengalaman baru/supaya diterima lingkungan Frustasi/pelarian dari lingkungan sosial/keluarga yang tidak diinginkan

Hal yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi korban Keluhan somatik yang bersumber psikologik (psikosomatik) Keluhan mental emosional

Contoh keluhan psikosomatik


Cardiovaskuler : Jantung berdebar, tengkuk pegal, darah tinggi, dsb. Paru-paru: sesak nafas, pendek nafas, Gastrointestinal: sakit ulu hati, perut perih, kembung, mual, diare Dermatologi: gatal-gatal, eksim, dsb. Muskuloskeletal: encok, pegal, sakit kepala(tegang) Endokrin: banyak keluar keringat

Contoh keluhan mental emosional


Susah tidur, gangguan tidur Gelisah, ngamuk, ngaco,curiga,ketakutan Murung, mudah tersinggung, banyak menangis dan atau banyak tertawa Cemas, was-was, panik, prestasi dan kerja menurun Sering memakai obat tidur Khusus usia 3 sampai 16 thn perkembangan terhambat

Perlu ditanyakan hal di bawah ini


Apakah keluhan sudah berlangsung lama atau sering kambuh Apakah terjadi setelah mengalami stres atau banyak fikiran Apakah disertai kehilangan gairah kerja/belajar/makan/seks Apakah disertai gangguan dalam keluarga /pekerjaan/sekolah atau masyarakat Lain-lain.

Kesimpulan anamnesis
Tidak ada gangguan mentalemosional, bila korban hanya mempunyai keluhan somatik saja Ada gangguan mental-emosional, bila korban ada keluhan psikosomatik Perlu observasi lebih lanjut bila meragukan

Rehabilitasi Korban
Fsikologis Farmakologis

Fsikologis
Pengendalian depresi suasana hati dan gambaran fsikosis Intervensi yang lama umumnya dibutuhkan untuk menghadapi residivis Konsultasi dengan kawan sebaya Sementara waktu menghindarkan korban dari tempat pergaulan, hingga pemulihan telah sempurna.

Farmakologis
Lebih sering digunakan untuk detoksifiksi Prinsip Detoksifikasi : menggantikan obat yang mempunyai masa kerja yang lebih panjang, ekuivalen secara farmakologis dengan obat yang disalahgunakan, dapat menstabilkan kondisi pasien dengan obat tersebut, dan secara bertahap menghentikan obat pengganti tersebut.

Pengobatan Farmakologis
Opioid (Heroin, morphin, oxycodone = mepiridine) digunakan Methadone, clonidine dan lefoxidine, buprenorphine --agonis Naltrexone ----- Antagonis Barbiturat dan benzodiazepine digunakan phenobarbital

Pengobatan Farmakologis
Stimulansia (coffeine, Nocotine [clonidine, Bupropion, mecamylamine], cocaine, ampethamine), ---- antipsikotik dan antidepresan. Halusinogen (Lysergic acid diethylamide), Mescaline, Psilocybin.---- Abstenensi Steroid ---- Abstenensi.

KONAS
Tersedianya obat yang berkualitas, berkhasiat, aman dan terjangkau Tepat guna & Penggunaan (rational drug use) Informasi obat dan pengobatan

Public Protection Hazart of Medication


Quality assurance Distribution Rational drug use

Pengawasan & Pengendalian Sarana Distribusi Farmasi


Pelayanan Perizinan Sarana Distribusi Pengawasan dan pembinaan Sarana Distribusi Drug Use Control & Quality Assurance Drug Informer

Distribusi Farmasi
Pihak Pemerintah
Pabrik

Pihak Swasta
Pabrik PBF

PBF GFK RS Pasien Puskesmas Pustu Polindes Apotik

T.O

K.O

Pasien

Promosi Kesehatan
Peningkatan Peran Masyarakat dalam pembangunan kesehatan Sosialisasi UU No 36 Tentang Kesehatan Sosialisasi KONAS

Rehabilitasi Korban
Layanan Kesehatan Jiwa Masyarakat Pengembalian Korban kemasyarakat dengan memberi motivasi untuk hidup sehat