Anda di halaman 1dari 76

SURAT KETERANGAN

Nomor:
Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala SMAN 3 Bandar Lampung menerangkan bahwa buku
Rumus-rumus Fisika SMA adalah benar ditulis oleh:
Penulis Pertama,
Nama : ra! amriani
N"P : #3#$%&'($
Penulis Kedua,
Nama : )ainal Abidin, S!Pd
N"P : #3*''3''+
dan telah digunakan sebagai pelengkap material pembela,aran di SMAN 3 Bandar Lampung!
emikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan seperlun-a!
Bandar Lampung, . Mei *''&
Kepala SMAN 3 Bandar Lampung
rs! / 0 1 N A "
N"P! #3#&+'$.$
*
KATA PENGANTAR
Buku Rumus-rumus Fisika SMA ini ditulis bukan bermaksud untuk dihapal oleh para siswa
namun bertu,uan untuk digunakan sebagai buku pendamping dalam meme2ahkan soal3soal 4isika!
1umus3rumus 4isika merupakan bahasa sains -ang konsisten dalam men,elaskan 4enomena alam
dan sebagai bahasa uni5ersal -ang berlaku dalam dunia ilmiah, untuk itu pemahaman pada
konsep, asas, dan prinsip 4isika merupakan hal pertama -ang harus dimengerti oleh para siswa,
bukan dengan 2ara menghapal rumus3rumus!
alam meme2ahkan soal3soal 4isika, buku ini dapat digunakan untuk memberi gambaran global
dari rumus3rumus 4isika dan dapat digunakan sebagai pendamping dalam melatih kemampuan
meme2ahkan soal3soal 4isika!
engan selesai penulisan buku ini penulis mengu2apkan terima kasih kepada rs! /ernadi
sebagai Kepala SMAN 3 Bandar Lampung, atas semua dukungann-a, masukan dan saran dari
para kolega diu2apkan terima kasih! Mereka adalah guru3guru 4isika SMAN 3 Bandar Lampung,
-aitu Ari4 Santoso, S!Pd, 0uis 6aliah, S!Pd, ra! Sartinem dan 7era No4ri8awati, S!Pd!
Buku ini tentu ,auh dari sempurna, masukan, kritik dan saran -ang membangun dapat
disampaikan melalui email: mbak9annie:-ahoo!2o!id atau 8ainal!abidin!musto4a:gmail!2om!
Semoga kehadiran buku ini dapat memenuhi tu,uan penulisan dan berman4aat bagi penggunan-a!
Bandar Lampung, 3' April *''&
amriani
)ainal Abidin
3
DAFTAR ISI
Surat Keterangan #
Kata Pengantar *
a4tar "si 3
#! Besaran dan Satuan .
*! ;erak Lurus (
3! /ukum Newton #*
.! Memadu ;erak #.
%! ;erak 1otasi #$
$! ;ra5itasi *'
+! <saha30nergi *#
&! Momentum3"mpuls3=umbukan **
(! 0lastisitas *3
#'! 7luida *.
##! ;elombang Bun-i *$
#*! Suhu dan Kalor 3'
#3! Listrik Stattis 33
#.! Listrik inamis 3+
#%! Medan Magnet .3
#$! "mbas 0lektromagnetik .+
#+! >ptika ;eometri .(
#&! Alat3alat >ptik %3
#(! Arus Bolak3balik %%
*'! Perkembangan =eori Atom %&
*#! 1adioakti5itas $#
**! Kesetimbangan Benda =egar $.
*3! =eori Kinetik ;as $(
*.! /ukum =ermodinamika +#
*%! ;elombang 0lektromagnetik +%
*$! >ptika 7isis ++
*+! 1elati5itas &'
*&! ualisme ;elombang ?aha-a &#
.
BESARAN DAN SATUAN
Ada + ma2am besaran dasar berdimensi:
Besaran Satuan @S"A imensi
#! Pan,ang m B L C
*! Massa kg B M C
3! 6aktu detik B = C
.! Suhu Mutlak DK B

C
%! "ntensitas ?aha-a ?d B E C
$! Kuat Arus Ampere B " C
+! Eumlah )at mol B N C
* ma2am besaran tambahan tak berdimensi:
a! Sudut datar 3333F satuan : radian
b! Sudut ruang 3333F satuan : steradian
Satuan S" Satuan Metrik
MKS ?;S
imensi 3333F Primer 3333F dan dimensi Sekunder 333F ,abaran ;una dimensi untuk :
?he2king persamaan 7isika!
imensi di2ari melalui 3333F 1umus atau Satuan Metrik
?ontoh :
@da-aA
# 3 * 3
3* *
L= ML=
=
= ML

33 * 33 *
= ML = ML
No Besaran Rumus Sat. Metrik (SI) Dimensi
%
1
1
1
]
1

=
L
M
P v F
t
W

# Ke2epatan
t
s
v
dt
m
#
LT
* Per2epatan
t
v
a

*
dt
m
*
LT
3 ;a-a
a m F
( ) N
dt
m kg
*
*
MLT
. <saha
s F W
( ) Eoule
*
*
dt
m kg
* *
T ML
% a-a
t
W
P ( ) 6att
3
*
dt
m kg
3 *
T ML
$ =ekanan
A
F
P ( ) atm

*
dt m
kg
* #
T ML
+ 0nergi kinetik
*
*
#
mv Ek ( ) Eoule
*
*
dt
m kg
* *
T ML
& 0nergi potensial
h g m Ep
( ) Eoule
*
*
dt
m kg
* *
T ML
( Momentum
v m M dt
m kg
#
MLT
#' "mpuls
t F i dt
m kg
#
MLT
## Massa Eenis
V
m

3
m
kg
3
ML
#* Berat Eenis s G
V
w
* *
dt m
kg
* *
T ML
#3 Konst! pegas
x
F
k
*
dt
kg
*
MT
#. Konst! gra4itasi ; G
*
*
m
Fr
*
3
kgdt
m
* 3 #
T L M
#% Konst! gas 1 G
T n
V P
!
!
K mol dt
kgm
o *
*
# # * *
N T ML
#$ ;ra5itasi
m
F
g
*
dt
m
*
LT
#+ Momen "nersia
*
mR I
*
m kg
*
ML
ANGKA PENTING
Angka Penting : Semua angka -ang diperoleh dari hasil pengukuran dengan alat ukur, terdiri dari :
$
Angka pasti
Angka taksiran
Aturan :
a! Pen,umlahan H Pengurangan
itulis berdasarkan desimal paling sedikit
?ontoh :
*,+.&#
&,.#
3333333 I
##,#%&# 333333F ##,#$
b! Perkalian H Pembagian
itulis berdasarkan angka penting paling sedikit
?ontoh :
.,+%$
##'
333333333

''''
.+%$
.+%$
33333333333333 I
%*3,#$' 3333F %*'
BESARAN EKT!R
Besaran Skalar : adalah besaran -ang han-a ditentukan oleh besarn-a atau nilain-a sa,a!
?ontoh : pan,ang, massa, waktu, kela,uan, dan sebagain-a!
Besaran Vektor : adalah Besaran -ang selain ditentukan oleh besarn-a atau nilain-a,
,uga ditentukan oleh arahn-a!
?ontoh : ke2epatan, per2epatan, ga-a dan sebagain-a!
Si"at-si"at #ektor
#!
A

I
B

G
B

I
A

Si4at komutati4!
*!
A

I @
B

A G @
A

I
B

A I

Si4at assosiati4!
3! a @
A

I
B

A G a
A

I a
B

.! H
A

H I H
B

H
A

I
B

H
RESU$TAN DUA EKT!R
+
J G sudut antara A dan B
H
R

H G
H H H H H H H H 2os A B A B

+ +
* *
*
arahn-a :
H H
sin
H H
sin
H H
sin
R A B



# *
Kektor sudut 5L G 5 2os

5- G 5 sin

K#
#

5L G 5 2os
#

5- G 5 sin
#

K*
*

5L G 5 2os
*

5- G 5 sin
*

K3
3

5L G 5 2os
3

5- G 5 sin
3


!!!!!!! vx

!!!!!!! v!
1esultan H
v
1 H G
@ A @ A + v v
" #
* *
Arah resultan : tg G

v
v
#
"
&
Uraian ektor Pa%a Sistem Koor%inat Ruan& ( '( )( * )

G masing3masing sudut antara 5ektor A


dengan sumbu3sumbu L, - dan 8
A
G
A
L I
A
- I
A
8 atau
A
G H
A
L H

i
I H
A
- H

$
I H
A
8 H

k
H
A
L H G
A
2os

H
A
- H G
A
2os

H
A
8 H G
A
2os

Besaran 5ektor A
A A A A
" # %
+ + H H H H H H
* * *
dan

i
,

$
,

k
masing3masing 5ektor satuan pada sumbu L, - dan 8
GERAK LURUS
(
Kt G ke2epatan waktu t detik S G ,arak -ang ditempuh
Ko G ke2epatan awal a G per2epatan
t G waktu g G per2epatan gra5itasi

5'G'
h
;EB
#'
v G gh *
t G g h H *
5oG'

5M h#
h*
ariasi G$B
P N
A B
A
O
B

P N
SP
A B
SN
Gerak $urus Beru+a, Beraturan
#
v
G
# *
# *
t t
r r
t
r

*!
# *
# *
t t
v v
t
v
a

3!
dt
dr
v
x
x
P
dt
dr
v
!
!

P
dt
dr
v
&
&

* * *
& ! x
v v v v + +
.!
dt
dv
a
x
x
P
dt
dv
a
!
!

P
dt
dv
a
&
&

##
v G A * # @ * h h g
SP I SN G AB
SA G SB
SP Q SN G AB
* * *
& ! x
a a a a + +
% iketahui a@tA
( ) dt t a v
t
t

*
#
$!


*
#
t
t
dt vt r
h G tinggi
K- G ke2epatan terhadap sumbu - h# G ketinggian pertama K8 G ke2epatan terhadap sumbu 8
h* G ketinggian kedua R
v
R G ke2epatan rata3rata mutlak
SP G ,arak -ang ditempuh P RSR G per2epatan rata3rata mutlak
SN G ,arak -ang ditempuh N aL G per2epatan terhadap sumbu L
AB G pan,ang lintasan a- G per2epatan terhadap sumbu -
SA G ,arak -ang ditempuh A a8 G per2epatan terhadap sumbu 8
SB G ,arak -ang ditempuh B a@tA G a 4ungsi t
v
G ke2epatan rata3rata K@tA G K 4ungsi t
Tr G perubahan posisi K# G ke2epatan #
Tt G selang waktu KL G ke2epatan terhadap sumbu L
r* G posisi akhir
r# G posisi awal
t# G waktu awal bergerak
t* G waktu akhir bergerak
S G per2epatan rata3rata
TK G perubahan rata3rata
K* G ke2epatan *
HUKUM NEWTON
#! /k! " Newton /k! kelembaman @inersiaA :
<ntuk benda diam dan ;LB

' F

' Fx
dan

' F!

*! /k! "" Newton ' a ;LBB

a m F
( ) a m m
* # * #
+
a m T
# #

#*
3! /ukum """ Newton 7 aksi G 3 7 reaksi
Aksi Q reaksi tidak mungkin ter,adi pada # benda
.! ;a-a gesek @4gA : U ;a-a gesek statis @4sA diam 4s G N!s
U ;a-a gesek kinetik @4kA bergerak 4k G N! k
Arah selalu berlawanan dengan gerak bendaHsistem!
N G w N G w Q 7 sin N G w I 7sin N G w 2os
! Statika


' F : U

' Fx
U

' F!


'
V7L G resultan ga-a sumbu L
V7- G resultan ga-a sumbu -
V7 G resultan ga-a
m G massa
a G per2epatan
N G ga-a normal
WsG koe4isien gesek statis
WkG koe4isien gesek kinetik
6 G ga-a berat
JGsudut -ang dibentuk ga-a berat setelah diuraikan ke sumbu
#3
MEMADU GERAK
#! 2os *
* #
*
*
*
#
v v v v v
R
+ + ;LB Q ;LB

Kr G ke2epatan resultan
*! ;erak Peluru K# G ke2epatan benda #
Pada sumbu x ;LB K* G ke2epatan benda *
Pada sumbu ! ;KA Q ;KB
Y
Ko

X
2os
'
v v
x

t v x 2os
'
t g v v
!
sin
'
*
'
*
#
sin gt t v !
X G ,arak -ang ditempuh benda pada sb L
Y G ,earak -ang ditempuh benda pada sb -
KL G ke2epatan di sumbu L
S-arat : K' G ke2epatan awal
Men2apai titik tertinggi
'
!
v
t G waktu
Earak tembak maL
' !
g G per2epatan gra5itasi

#.
/
h !
Koordinat titik pun2ak

,
_

g
v
g
v
*
sin
,
*
* sin
* *
'
*
'

Earak tembak maL tidak berlaku ,ika dilempar dari pun2ak P ,adi harus pakai
h !
g
v
x
* sin
*
'
maL

#%
GERAK ROTASI
;01AK =1ANSLAS" ;01AK 1>=AS" /ubungann-a
Pergeseran linier s Pergeseran sudut s G ! 1
Ke2epatan linier 5 Ke2epatan sudut 5 G ! 1
Per2epatan Linier a Per2epatan sudut a G ! 1
Kelembaman translasi
@ massa A
m Kelembaman rotasi
@momen inersiaA
" " G m!r
*
;a-a 7 G m ! a =orsi @momen ga-aA G " ! G 7 ! 1
0nergi kinetik 0nergi kinetik 3
a-a P G 7 ! 5 a-a P G ! 3
Momentum linier p G m!5 Momentum anguler L G " ! 3
PADA GERAK DENGAN PER-EPATAN TETAP
;01AK =1ANSLAS" @A1A/ =0=APA ;01AK 1>=AS" @S<MB< =0=APA
5t G 5' I at t G ' I !t
s G 5ot I
#
H* a t
*
G 't I
#
H* !t
*
5t
*
G 5'
*
I * a!s t
*
G '
*
I *!
s G ,arak
a G per2epatan
5 G ke2epatan
1 G ,ariQ,ari lintasan
5t G ke2epatan dalam waktu t detik
5o G ke2epatan awal
t G waktu -ang ditempuh
Yt G ke2epatan sudut dalam waktu t detik
YoG ke2epatan sudut awal
Besarn-a sudut :
G
'
R
radian
#$
S G pan,ang busur
1 G ,ari3,ari
4 ! = G # 4 G
#
T
G
*
T
atau G * 4
5 G 1
5# G 5*, tetapi #

*
5# G 5*, tetapi #

*
A G 1 G ? , tetapi 5 A

5 B

5 ?
ar G
v
R
*
atau ar G
*
1
7r G m !
v
R
*
atau 7r G m
*
1
#! ;erak benda di luar dinding melingkar
#+
N G m ! g 3 m !
v
R
*
N G m ! g 2os 3 m !
v
R
*
*! ;erak benda di dalam dinding melingkar!
N G m ! g I m !
v
R
*
N G m ! g 2os I m !
v
R
*
N G m !
v
R
*
3 m ! g 2os N G m !
v
R
*
3 m ! g
3! Benda dihubungkan dengan tali diputar 5ertikal
#&
= G m ! g I m
v
R
*
= G m m ! g 2os I m
v
R
*

= G m !
v
R
*
3 m ! g 2os
= G m !
v
R
*
3 m ! g
.! Benda dihubungkan dengan tali diputar mendatar @a-unan 2entri4ugalHkonisA
= 2os G m ! g
= sin G m !
v
R
*
Perioden-a = G *
L
g
2os
Keterangan : 1 adalah ,ari3,ari lingkaran
%! ;erak benda pada sebuah tikungan berbentuk lingkaran mendatar!
N ! k G m !
v
R
*
N G ga-a normal
N G m ! g
GRAVITASI
#(
#!
*
* #
R
m m
( F

K0K=>1
*!
*
R
M
( g K0K=>1

kuat medan gra5itasi
3!
R
M
( v massa bumi
.!
R
M m
( Ep


%!
( )
A B B A
v v m w

$! /K0

,
_

+
* #
*
#
*
*
# #
*
R R
(M v v
7 G ga-a tarik3menarik antara kedua benda
; G konstanta gra5itasi
m# G massa benda #
m* G massa benda *
1 G ,arak antara dua benda
0p G energi potensial gra5itasi
K G potensial gra5itasi
6AB G <saha dari benda A ke B
K# G ke2epatan benda #
K* G ke2epatan benda *
USAHAENERGI
999999999999999
#!
s F w 2os
J G sudut kemiringan

5 G ke2epatan
*!
*
*
#
mv Ek 6 G usaha
7 G ;a-a
3!
h g m Ep
s G ,arak
0p G 0nergi Potenaial
*'
.!
Ek Ep Em)k +
m G massa benda
g G per2epatan gra5itasi
%!
Ek w
h G ketinggian benda dari tanah
0k G 0nergi Kinetik
$!
Ep w
0m G 0nergi mekanik
+! /K0 @/ukum Kekekalan 0nergiA
* * # #
Ep Ek Ep Ek + +
MOMENTUMIMPULSTUMBUKAN
#!
v m P
P G momentum
m G massa
*!
t F I
5 G ke2epatan
" G impuls
3!
( )
'
v v m I
P I
t


7G ga-a
Tt G selang waktu
.! /KM @/ukum Kekekalan MomentumA

+
B B A A B B A A
v m v m v m v m
arah kekanan 5 I
arah ke kiri 5 3
%!
B A
B A
v v
v v
)

) G koe4isien tumbukan @kelentinganA


$! Eenis tumbukan
Lenting sempurna # ) /K0
*#
/KM
Lenting sebagian # ' < < ) /KM
=idak lenting sama sekali ' ) /KM
+!
'
#
h
h
)
h# G tinggi benda setelah pemantulan #
ho G tinggi benda mula3mula
&!
n
n
) h h
*
'

hn G tinggi benda setelah pemantulan ke n
(!
ELASTISITAS
#!
x k F
7 G ga-a pegas
k G konstanta pegas
*!
*
*
#
x k Ep
luasan gra4ik F Q x L G simpangan pada pegas
0p G energi potensial
3 * #
k k kp +
susunan paralel
.!
* #
# # #
k k ks
+
susunan seri

%!
L A
L F P
E


'

7 G ga-a tekanHtarik
Lo G pan,ang mula3mula
A G luas penampang -ang tegak lurus ga-a 7
TL G pertambahan pan,ang
0 G modulus elastisitas
P G stress
Z G strain
**
0 hilang G 0k sebelum tumbukan Q 0k sesudah tumbukan
G

'

,
_


+
,
_

'

+
* *
* *
*
#
*
#
*
#
*
#
B B A A B B A A
v m v m v m v m
FLUIDA
F.ui%a Tak Ber&erak
#!
v
m

8at

*!
air
relati5

&

air
pada .
'
?
3
#
+m
gr
G
3
#'''
m
kg
3!
B A
B A
+
v v
m m
+
+

.!
h g
& h

%!
A h g
A Fh
&
h


$! Ar/,ime%es : ;a-a ke atas -ang beker,a pada benda besarn-a sama dengan ,umlah @beratA 8at 2air -ang
dipindahkan!
h g F
& A

+! =erapung
A
F w < @,ika dibenamkan seluruhn-aA

A
F w
dalam keadaan setimbang
*
v g v g
& , ,d

*3
&! Mela-ang
( )
* # * #
v v g w w
&
+ +
(! =enggelam
A
F w >
A s
F w w
#'! Kohesi @KA
Adhesi @AA
##! Kapilaritas
r g
!
&

2os *
F. ui %a Ber&erak
#! v A
t
-
Kol
*! Kontinuitas
* * # #
v A v A
3! Bernoull-
*
* * *
*
# # #
*
#
*
#
v h g P v h g P + + + +
[ G massa ,enis
m G massa
5 G 5olume
A G luas permukaan
P G da-a tekan
h G ketinggian dari dasar
N G ebit
[relati4 G massa ,enis relati4
*.
GELOMBANG BUNYI
GETARAN
k G konstanta pegas
#! 6 G berat
L G perubahan pan,ang pegas
7 G ga-a pegas
- G simpangan
*! 0p G energi potensial
0mek G energi mekanik
0k G energi kinetik
3! A G amplitudo
t G waktu
Y G ke2epatan sudut
.! m G massa
= G periode
k G konstanta
%! l G pan,ang
4 G 4rekuensi
\ G pan,ang gelombang
Lo G pan,ang mula3mula
$! TL G perubahan pan,ang
n G nada dasar ke
Kp G ke2epatan pendengar
Ks G ke2epatan sumber bun-i
+! P G da-a
1#G ,arak #
1* G ,arak *
&!
(!
#'!
##!
#*!
#3!
*%
k G
x
w
F = - k .
Ep . / k!
0
E m)k . / kA
0
Ek . / k 1A
0
2!
0
A
v .
m
! A k A @
* *

*
m k
t A ! sin
t A v 2os
t A a sin
*

t A m Ek
* * *
*
#
2os
t A m Ep
* * *
*
#
sin
* *
*
#
A m m)k E
#.! *
k
m
T
#%!
*
g
l
T
GE$!MBANG
mekanik re4leksi gel! gel!
re4raksi longitudinal trans5ersal
inter4erensi #
;elombang de4raksi
polarisasi
#
gel!
#!
t v 3 v
*!
3!
.!
%!
$!
+!
*$
elektromagnetik
! gel! ber,alan G
,
_

x
T
t
A * sin
! diam u,ung bebas
'

,
_

L
T
t x
A ! * sin * 2os *
! diam u,ung terikat
*
#

,
_

L
T
t x
A ! * 2os * sin *

m F
v

E
v
E G modulus -oung
L A
Lo F P
E
Lo
L
A
F

strain
stress
v gas G

P
G
M
RT

v
p

BUN0I ;elombang Longitudinal
nada F *'!''' /8 @<ltrasoni2A keras H lemah tergantung Amplitudo
Bun-i *' /8 Q *'!''' /8
desah ] *' /8 @"n4rasoni2A tinggiHrendah tergantung 7rekuensi

Nada Sumber
#! awai
N4
* Pipa >rgana =erbuka
3! Pipa >rgana =ertutup
*+
( )
( )s n
P n
*
#
+
+
v
L
n
3
n
*
# +

( )
( )s n
P n
#
*
+
+
v
L
n
3
n
*
# +

( )
( )s n
P n
#
#
+
+
v
L
n
3
n
.
# * +

Si4at :
1e4leksi @PemantulanA
1esonansi
"nter4erensi @Per2obaan NuinkeA
memperkuat n
memperlemah ( )
*
#
# + n
Pela-angan @beatA Beat
04ek oppler
"ntensitas
=ara4 "ntensitas @TIA
*
m
6att
#*
'
#'

I
dB
SUHU DAN KALOR
*&
*
!tpp v
d
ln G ( )
.
#
# * n
4 la-angan G
B A
3 3
s
s
P
P
3
v v
v v
3
t
t

*
. R
P
A
P
I


*
*
*
#
* #
#
:
#
:
R R
I I
'
log #'
I
I
TI
'#! ? 1 7 K
=d #'' &' *#* 3+3 ? G 2el2ius
1 G reamur
Air #'' &' #&' #'' 7 G 4ahrenheit
tkG suhu dalam kel5in
=b ' ' 3* *+3 t 2 G suhu dal am 2el si us
? : 1 : 7 G % : . : (
tK G t? I *+3
?ontoh :
X Y
=b 3*' .' X : Y G #%' : *''
G 3 : .
$' M

3
.
@$' I *'A I .' G ^
=d #3' *.'
enaikkan suhu
Si4at termal 8at diberi kalor @panasA perubahan dimensi @ukuranA
ubahan wu,ud
*! Muai pan,ang! TL G perubahan pan,ang
G koe4isien muai pan,ang
L G Lo ! ! t Lo G pan,ang mula3mula
Tt G perubahan suhu
Lt G Lo @ # I ! t A Lt G pan,ang saat t
o
TA G perubahan luas

Ao G luas mula3mula
3! Muai luas! _G koe4isien muai luas
TK G perubahan 5olume
A G Ao ! ! t Ko G Kolume awal
`G koe4isien muai 5olume
At G Ao @ # I ! t A
.! Muai 5olume!
K G Ko ! ! t

Kt G Ko @ # I ! ! t A
*(

G *
a G N G kalor
G 3
m G massa
2G kalor ,enis
t G perubahan suhu
%! N G m ! 2! t / G perambatan suhu
$! N G / ! t
+! / G m ! 2
&! A8as Bla2k! =#
Ndilepas
Ndilepas G Nditerima
=A
Nditerima
=*
'(! Kalaor laten Kalor lebur N G m ! Kl Kl G kalor lebur

Kalor uap N G m ! Ku Ku G kalor uap
(! Perambatan kalor!
Konduksi Kon5eksi 1adiasi
/ G
l
t A k ! !
/ G h ! A ! t " G e ! ! =
.

A G luas
k G koe4isien konduksi
l G pan,ang bahan
h G koe4isien kon4eksi
" G "ntensitas
e G emiti5itas bahan
b G konstanta Bolt8man
= G suhu
3'
LISTRIK STATIS
'#!
F k
5 5
r

# *
*
!


k
#
.
'

G ( L #'
(
Nm
*
H?oulomb
*
' G &,&% L #'
3#*
?oulomb
*
H newton m
*
7 G ga-a
N# G muatan benda #
N* G muatan benda *
1 G ,arak benda # ke *
'*!
E k
-
r

*

0 G kuat medan listrik
3#
N G muatan
1 G ,arak
'3! Kuat medan listrik oleh bola konduktor!

0
1
G'!
Es k
-
R

*

Ep k
-
r

*
0r G kuat medan listrik di pusat bola
0s G kuat medan listrik di kulit bola
0p G kuat medan listrik pada ,arak p dari pusat bola
'.! Kuat medan disekitar pelat bermuatan!


Ep

*
'

-
A

E
P

'
b G rapat muatan 0p G kuat medan listrik
'%!
W k - 5
r r
A B
B A
>
! ! !@ A
# #
Bila rA G maka
W k
- 5
r
B
B
c
!
!
>

33333
E k
- 5
r
- 5
r
P
B B

!
!
! #
.
'

$!
V k
-
r
-
r
B B

#
.
'

!
K G potensial listrik
'+! W 5 v v
A B B A >
!@ A
'&! P>=0NS"AL B>LA K>N<K=>1!
3*

K> G KK G V k
5
R
L
! V k
5
r
M
!
'(! /<K<M K0K0KALAN 0N01;"
( ) ( ) v v
5
m
V V
*
*
#
*
# *
*
+ @ A
#'!
-
V

##!

A
d
'
'

A
d

!
#*!
K
K A
d

'
'
!

#3! W
-

#
*
*
atau W V
#
*
*
#.! Susunan Seri!

3 N
s
G N# G N* G N3 G !!!!!
3 K
s
G K
ab
I K
b2
I K
2d
I K
de
I!!!!!
3
# # # #
# * 3

'
+ + +!!!!!
#%! Susunan paralel!
33

3 K
p
G K#G K* G K3
3 Np G N# I N* I N3 I !!!!!
3 ?p G ?# I ?* I ?3 I !!!!!
#$!
* #
* * * #

V V
V
(AB
+
+

? G kapasitas listrik
N G muatan listrik
K G beda potensial
?o G Kapasitas dalam hampa udara
d G ,arak antar dua keeping
A G luas masing3masing keeping
K G konstanta dielektrik
6 G energi kapasitor
3.
LISTRIK DINAMIS
#! i
d5
dt

*! dd G n!e!K!A!dt
i
d5
dt
n ) V A ! ! ! Ampere
'3! 6
i
A
n ) V ! ! AmpereHm
*
'.!
i
V V
R
A B


'%! 1 G !
L
A

3%
'$! 1@tA G 1' @ # I !t A
'+! S<S<NAN S01"

i G i# G i* G i3 G !!!!
KS G Kab I Kb2 I K2d I !!!
1S G 1# I 1* I 13 I !!!
'&! S<S<NAN PA1AL0L

KP G K# G K* G K3
i I i# I i* I i3 I !!!!

# # # #
# * 3
R R R R
p
+ + +!!!
'(! Eembatan wheatstone
1X ! 1* G 1# ! R1

R
R R
R
"

# 3
*
!
#'! AMP010M0=01H ;ALKAN>M0=01!

3$
R
n
R
' d

#
#
>hm
##! K>L=M0=01!

15 G @ n 3 # A 1d >hm
!
6 G i
*
! r ! t G K ! i ! t Eoule
# kalori G .,* Eoule dan # Eoule G ',*. Kalori
6 G ',*. i
*
! r ! t G ',*. K ! i ! t Kalori
#3! P
dw
dt
V i ! @Kolt 3Ampere G 6attA
#.! 0lemen P1"M01 : elemen ini membutuhkan pergantian bahan pereaksi setelah se,umlah energi dibebaskan
melalui rangkaian luar misaln-a : Baterai!
Pada elemen ini sering ter,adi peristiwa polarisasi -aitu tertutupn-a elektroda3elektroda sebuah elemen karena hasil
reaksi kimia -ang mengendap pada elektroda3elektroda tersebut!
<ntuk menghilangkan proses polarisasi itu ditambahkan suatu 8at depolarisator!
Berdasarkan adaHtidakn-a depolarisator, dibedakan dua ma2am elemen primer :
#! 0lemen -ang tidak tetapP elemen -ang tidak mempun-ai depolarisator, misaln-a pada elemen Kolta!
*! 0lemen tetapP elemen -ang mempun-ai depolarisator!
misaln-a : pada elemen aniel, Le2lan2he, 6eston, dll!
bA 0lemen S0K<N01 : 0lemen ini dapat memperbaharui bahan pereaksin-a setelah dialiri arus dari sumber lain,
-ang arahn-a berlawanan dengan arus -ang dihasilkan, misaln-a : A22u!
Misalkan : Akumulator timbal asam sul4at! Pada elemen ini sebagai Katoda adalah PbP sedangkan sebagai Anode
dipakai Pb>* dengan memakai elektrolit /*S>.!
2A 0lemen BA/AN BAKA1 : adalah elemen elektrokimia -ang dapat mengubah energi kimia bahan bakar -ang
diberikan se2ara kontinue men,adi energi listrik!
Misalkan : pada elemen /idrogen3>ksigen -ang dipakai pada penerbangan angkasa!
3+
#%. G
dW
d5
@ EouleH?oulomb G Kolt A

#$!
i
R r

#+! disusun se2ara seri




i
n
n r R

+
!
!

#&! disusun se2ara paralel


i
r
m
R

#(! Susunan seri 3 paralel


3&


i
n
n
m
r R

+
!
!

*'! =0;AN;AN E0P"=


K G i ! 1
*#! /ukum Kir2hho44 " @ /ukum titik 2abang A
i G '

i# I i* I i3 G i. I i%
**! /ukum Kir2ho44 "" @ /ukum rangkaian tertutup itu A

i!1 G '
0 : negati4
0 : positi4
arah arus berlawanan dengan arah loop diberi tanda negati4!
" G kuat arus 1o G hambatan mula3mula
d G muatan listrik J G koe4isien suhu
t G waktu P G da-a
5 G ke2epatan ele2tron r G hambatan dalam
n G ,umlah ele2tron per satuan 5olume Z G ;;L
e G muatan ele2tron n G ,umlah rangkaian seri
A G luas penampang kawat m G ,umlah rangkaian paralel
K G beda potensial 1d G hambatan dalam
3(
1 G hambatan K G tegangan ,epit
[ G hambat ,enis kawat 15 G tahanan depan
MEDAN MAGNET
'#! r


'
'*! B
A


.'
'3!
7
B

'.! B 7 r o 7 ! !
'%! Benda magnetik : nilai permeabilitas relati4 lebih ke2il dari satu!
?ontoh : Bismuth, tembaga, emas, antimon, ka2a 4linta!
Benda paramagnetik : nilai permeabilitas relati4 lebih besar dari pada satu!
?ontoh : Aluminium, platina, oksigen, sul4at tembaga dan ban-ak lagi garam3garam logam adalah 8at
paramagnetik!
Benda 4eromagnetik : nilai permeabilitas relati4 sampai beberapa ribu!
?ontoh : Besi, ba,a, nikel, 2obalt dan 2ampuran logam tertentu @ almi2o A
'$! 1umus Biot Sa5art!
dB G
'
.


*
sin !
r
d I
k G
'
.

G #'
3+

W),)r
A m !
89: "nduksi magnetik di sekitar arus lurus
B G
'
*

!
I
a !
/ G
B

G
B
r

!
'
G
I
a * !
'&! "nduksi "nduksi magnetik pada ,arak L dari pusat arus lingkaran!
B G
'
*

!
a I N
r
! !
! sin
* #

atau B G
'
*

!
a I N
r
*
3
! !
'(! "nduksi magnetik di pusat lingkaran!
B G
'
*

!
I N
a
!
#'! Sol enoi de
"nduksi magnetik di tengah3tengah solenoide :
.#

B n I
'

Bila p tepat di u,ung3u,ung solenoide



B n I
'
*

##! =or oi da
I n B


n G
N
R *
#*! ;a-a Lorent8
7 G B "

sin
7 G B!d!5 sin
#3!

Besar ga-a Lorent8 tiap satuan pan,ang

F
I I
a
P -

'
*

#.! ;er ak Par t i kel Ber muat an al am Medan Li st r i k


lintasan berupa : PA1AB>LA!
per2epatan : a
5 E
m

!
<saha : 6 G 7 ! d G d ! 0 !d
<saha G perubahan energi kin
0k G d ! 0 !d

#
* *
*
#
* #
*
mv mv 5 E d ! !
.*
#%! Lintasan partikel ,ika 5 tegak lurus 0!

t
v



d at
5 E
m v
"

#
*
*
#
*
*
*
!
!
!

Ke2epatan pada saat meninggalkan medan listrik!

v v v
" #
+
* *

v a t
5 E
m v
#
"
!
!
!

Arah ke2epatan dengan bidang horisontal :

tg
v
v
#
"

#$! ;er ak Par t i kel Ber muat an al am Medan Magnet
Lintasan partikel bermuatan dalam medan magnet berupa L"N;KA1AN!
,ari3,ari : 1 G
m v
B 5
#+! Momen koppel -ang timbul pada kawat persegi dalam medan magnet
G B!i!A!N!Sin
Wr G permeabilitas relati5e a G ,ariQ,ari lingkaran
W G permeabilitas 8at r G ,arak
B G induksi magnet " G kuat arus
e G 7luks N G ban-ak lilitan
/ G kuat medan magnet l G pan,ang kawat
A G luas bidang -ang ditembus 7 G ga-a Lorent8
d G muatan listrik 5 G ke2epatan partikel
f G sudut antara 5 dengan B 1 G ,ari3,ari lintasan partikel
.3
IMBAS ELEKTROMAGNETIK
Perubahan 4luks : 0ind G 3N
dt
d
Perubahan arus : 0ind G 3L
dt
di

GG$ IMBAS "nduktansi timbal balik : 0ind# G 3M
#
#
dt
di
, 0ind* G 3M
*
*
dt
di
Kawat memot ong gar i s ga-a : 0i n d G B! l ! 5 si n

Kumparan berputar : 0ind G N!B!A! sin t
L G N
i

..
L G

A N
o
*

INDUKTANSI DIRI
M G N*
#
#
i

, M G N#
*
*
i

M G

A N N
o * #

@"nduktansi 1uhmkor44A
"deal : Np : Ns G "s : "p
=1ANS7>1MA=>1 N2 3 Ns 4 E2 3 Es
=idak ideal : Ps G Pp
0ind G ;;L induksi
N G ban-ak lilitan
B G induksi magnet
A G luas bidang permukaanHkumparan
f G 4luks magnet
L G induktansi diri
" G kuat arus
Np G ban-ak lilitan kumparan primer
Ns G ban-ak lilitan kumparan sekunder
l G pan,ang solenoida
Pp G a-a pada kumparan primer
Ps G da-a pada kumparan sekunder
0p G tegangan pada kumparan primer
0s G tegangan pada kumparan sekunder
Y G ke2epatan sudut
M G induktansi 1uhmkor44
.%
OPTIKA GEOMETRI
Plato dan Euclides : adanya sinar-sinar penglihat.
=eori melihat benda Aristoteles : Menentang sinar3sinar penglihat!
Al /asan : Pan2aran atau pantulan benda
Si r I saak Newt on : Teor i Emi si Sumber cahaya
menyal ur kan
Par t i kel yang keci l dan r i ngan ber kecepat an t i nggi .
hr i st i an !uygens : Teor i Et er al am : cahaya pada
dasar nya
Sama dengan bunyi " mer ambat memer l ukan
medi um.
Thomas #oung dan $ugust i ne %r esnel l : ahaya
dapat l ent ur dan ber i nt er & er ensi
Eean Leon 7ou2aul t : ?epat rambat 2aha-a di 8at
2ai r l ebi h ke2i l dari pada di udara!
=0>1" ?A/AYA 'ames lerk (a)well : ahaya gelombang elektromagnetik.
!einrich *udolph !ert+ : ahaya geloimbang trans,ersal
karena (engalami polarisasi.
Pieter -eeman : ahaya dapat dipengaruhi medan magnet
yang kuat.
'ohannes Stark : ahaya dapat dipengaruhi medan listrik
yang kuat.
(ichelson dan (orley : Eter alam tidak ada.
(a) .arl Ernest /udwig Planck : Teori kwantum
cahaya.
.$
$lbert Einstein : Teori dualisme cahaya. ahaya se-
bagai partikel dan bersi&at gelombang
(erupakan gelombang elektromagnetik.
Tidak memerlukan medium dalam perambatannya
(erambat dalam garis lurus
SI %$T $!$#$ .ecepat an t er besar di dal am ,akum 0. 12
3
m4 s
.ecepatan dalam medium lebih kecil dari kecepatan di
,akum.
.ecepatan di dalam ,akum adalah absolut tidak tergan-
tung pada pengamat.

PE($NT5/$N $!$#$.
21.
g
# # #
s s 3
+
26. ( 7 -
s
s
g
7 4
h
h
g
4
20. ermin datar : * 7 si&at bayangan : maya" sama besar" tegak
n 7

3$'
- 1
28. cermin gabungan d 7 s19 : s6
(total 7 (1.(6
ermin cekung : * 7 positi& (engenal 8 ruang
Si&at bayangan : benda di *uang I : (aya" tegak" diperbesar
;enda di *uang II : Nyata" terbalik" diperbesar
;enda di *uang III: Nyata" terbalik" diperkecil
ermin cembung : * 7 negati& si&at bayangan : (aya" tegak" diperkecil
PE(;I$S$N4*E%*$.SI.
21. Indeks bias nbenda 7
m
;
m
v
+

nbenda < 1
n relati& medium 1 thdp medium 6 n16 7
#
*
#
*
*
#


v
v
n
n
26. benda bening datar n sin i 7 n9 sin r
.+
20. kaca plan paralel =1> n sin i 7 n9 sin r =cari r>
=6> t 7 A sin@
2os
r i
r
d

28. Prisma =de,iasi> umum =1> n sin i1 7 n9 sin r1 =cari r1>


2 =6> 7 r1 : i6 =cari i6>
=0> n9 sin i6 7 n sin r6 =cari r6>
=8> 7 i1 : r6 -

minimum syarat : i1 7 r6

< 12
o
sin ? =min : > 7

*
#
sin
g
n
n
< 7 12
o
min 7
A # @
g

n
n

2@. Permukaan lengkung.
R
n n
s
n
s
n
+
g
g
g
2A. /ensa tebal =1>
#
g
g
#
g
#
R
n n
s
n
s
n
+

=6>d 7 s19 : s6

=0>
*
g
g
*
*
g
R
n n
s
n
s
n
+
2B. /ensa tipis A
# #
A@ # @
#
* #
g
R R n
n
3



* #
# # #
3 3 3
ga,
+
embung-cembung =bikon,eks> *1 :" *6 -
Catar D cembung *1 7 tak hingga " *6 -
ekung D cembung *1 - " *6 -
ekung-cekung =bikonkaa&> *1 - " *6 :
Catar D cekung *1 7 tak hingga " *6 :
embung D cekung *1 : " *6 :
.&
E. /ensa .on,ergen =positi&>
g
# # #
s s 3
+
di,ergen =negati&> ( 7 -
s
s
g
7 4
h
h
g
4
12. .ekuatan lensa =P> P 7
3
#
& dalam meter
P 7
3
#''
& dalam cm
n 7 banyak bayangan =untuk cermin datar> * 7 Fari-Fari bidang lengkung
G 7 sudut antara ke dua cermin H 7 panFang gelombang cahaya
& 7 Farak &ocus P 7 kekuatan lensa
s 7 Farak benda ke cermin
s9 7 Farak bayangan ke cermin
h 7 tinggi benda
h9 7 tinggi bayangan
m 7 perbesaran bayangan
i 7 sudut datang
r 7 sudut pantul
n 7 indeks bias
d 7 tebal kaca
t 7 pergeseran sinar
I 7 sudut pembias
J 7 de,iasi
.(
ALAT-ALAT OPTIK
Mata 0metropi @mata normalA pp G *% 2m P pr G
Mata M-opi @mata dekatHrabun ,auhA pp G *% 2m P pr ]
M A = A Mata /ipermetropi @rabun dekatA pp F *% 2m P pr G
Mata Presbiopi @mata tuaA pp F *% 2m P pr ]
Ka2a Mata lensa Negati4 @<ntuk orang M-opiA
s G dan sh G 3pr
KA?A MA=A
Ka2a Mata lensa Positi4 @<ntuk orang hipermetropiA
s G *% 2m dan sh G 3pp
Akomodasi maL P G
# +
3
'd
itempel dimata
=anpa Akomodasi P G
3
'd
L><P0
Ber,arak d 2m dari mata G 3sh I d G da-a akomodasi
%'
P G
3 4
d 'd
4
'd
3
'd
!
!
+
Sd G titik ba2a normal
d G shob- I sok
Akomodasi maL
P G A # @
g
+
3ok
'd
s
s
o,!
o,!

M"K1>SK>P d G ,arak lensa ob-ekti4 3 okuler
=anpa Akomadasi d G shob- I 4ok
P G A @
g
3ok
'd
s
s
o,!
o,!

Akomodasi maL d G 4ob- I sok


P G A @
'd
3 'd
3
3
ok
ok
o,!
+
=01>P>N; B"N=AN;
=anpa akomodasi d G 4ob- I 4ok
P G
ok
o,!
3
3
Pp G titik ,auh mata
Pp G titik dekat mata
sh G ,arak ba-angan
s G ,arak benda ke lup
P G kekuatan lensa
d G ,arak lensa ob-ekti4 dengan lensa okuler
%#
ARUS BOLAK-BALIK
>siloskop G mengukur tegangan maL
0G0maL! Sin !t
0e4ekti4 G -ang diukur oleh 5oltmeter
0maL G -ang belum terukur
0pp G dari pun2ak ke pun2ak
Y G 4rekwensi anguler
t G waktu
KmaL G tegangan maksimum
"maL G Arus maksimum
= G periode
0e4ekti4G
*
maL V
"e4ekti4G
*
maL i
"e4ekti4 G "maLi

T
dt
T T
'
*
A
*
@ sin
#
a
0pp G *!0maL
"! 1esistor pada ?3A?

""! "nduktor @LA pada ?3A?
Xl G reaktansi indukti4

dt
t ax
L E
! sin ! dim

%*
t i L E ! 2os ! maL ! !
L "l !
@satuan XL G ohmA
"""! ?apa2itor pada ?3A?
? G kapasitas kapasitor
NG?!K
X2 G reaktansi kapasiti4
dt
V d+
dt
d-
i
!


dt
t dV +
i
! sin ! maL !

t V + i ! 2os ! maL ! !
X? G

#
@Satuan X? G 'hmA
"K! 13L3? dirangkai seri

#! L "l ! !
*!

"+
!
#

3! ;ambar 4asor

.!
* *
A @ "+ "l R % +
%!
%
E
i
$! R i Va, !
* *
Vl Vr Va+ +
"+ i V+d
"l i V,+
!
!

* *
A @ V+ Vl Vr Vad
V+ Vl V,d
+

+! a-aGPsemu!2os
%3
a-aGPsemu!
%
R
Psemu G K!" @Kolt AmperA
a! > "+ "l 1L? bersi4at indukti4
K mendahului " dengan beda 4ase
b! "+ "l 1L? resonansi
) G 1 kuat arus paling besar, karena hambatan total paling ke2il!
L
3
!
#
*
#

L T ! *
2! > "l "+ 1L? bersi4at 2apasiti4
" mendahului K dengan beda 4ase
&! tg G
R
" "L
) G "mpedansi
f G sudut 4ase
L G induktansi diri
4 G 4rekwensi
= G periode
1 G hambatan
PERKEMBANGAN TEORI ATOM
- Atom3atom merupakan partikel terke2il dari suatu 8at
- Atom3atom suatu 8at tidak dapat diuraikan men,adi partikel
Yang lebih ke2il!
%.
- Atom suatu unsur tidak dapat diubah men,adi unsur lain!
- Atom3atom setiap 8at adalah identik, artin-a mempun-ai
Bentuk, ukuran dan massa -ang sama!
AL=>N 3 Atom suatu 8at berbeda si4at dengan atom 8at lain!
- ua atom atau lebih -ang berasal dari unsur3unsur -ang berlainan
dapat membentuk sen-awa!
- Pada suatu reaksi atom3atom bergabung menurut perban3
ingan tertentu!
- Bila dua ma2am atom membentuk dua ma2am sen-awa
Atau lebih, maka perbandingan atom3atom -ang sama dalam kedua
sen-awa itu sederhana!
K0L0MA/ANNYA!
- Atom tidak dapat dibagi lagi bertentangan dengan ekspe3
1imen!
3 alton tidak membedakan pengertian atom dan molekul
Satuan molekul ,uga disebut atom!
- Atom merupakan bola ke2il -ang keras dan padat ber3
=entangan dengan eksperimen 7arada- dan E!E =homson
- Atom merupakan suatu bola -ang mempun-ai muatan
Positi4 -ang terbagi merata ke seluruh isi atom!
=0>1" E!E =/>MS>N
A=>M - Muatan positi4 dalam atom ini dinetralkan oleh elektron3
0lektron -ang tersebar diantara muatan3muatan positi4
"tu dan ,umlah elektron ini sama dengan ,umlah muatan
Positi4!
K0L0MA/ANNYA!
- Bertentangan dengan per2obaan 1uther4ord dengan ham3
Buran sinar Al4a tern-ata muatan positi4 tidak merata na3
Mun terkumpul ,adi satu -ang disebut "N=" A=>M!
- Atom terdiri dari muatan3muatan positi4, di mana seluruh
Muatan posoiti4 dan sebagian besar massa atom terkumpul ditengah3
tengah atom -ang disebut dengan "N=" A=>M!
- i sekeliling inti atom, pada ,arak -ang relati4 ,auh beredar
1<=/017>1 Lah elektron3elektron mengelilingi inti atom!
- Muatan inti atom sama dengan muatan elektron -ang me3
ngelilingi inti, sehingga atom bersi4at netral!
K0L0MA/ANNYA!
- Model atom ini tidak dapat menun,ukkan kestabilan atom
Atau tidak mendukung kemantapan atom!
- Model atom ini tidak dapat menun,ukkan bahwa spektrum
Atom3atom /idtrogen adalah spektrum garis tertentu!
Pengukuran massa elektron oleh : E!E! =homson dengan per2obaan =etes Min-ak Milikan!
%%
S"NA1 KA=>A Partikel bermuatan negati4
Si4at : 3 Bergerak 2epat menurut garis lurus keluar tegak lurus dari katoda!
3 Memiliki energi
3 Memendarkan ka2a
3 Membelok dalam medan listrik dan medan magnet!
M>0L A=>M B>/1 "B<A= B01ASA1KAN * P>S=<LA=NYA YA"=< :
#! 0lektron tidak dapat berputar dalam lintasan -ang sembarang, elektron han-a dapat berputar pada lintasan tertentu
tanpa meman2arkan energi! Lintasan ini
isebut lintasan stasioner! Besar momentum anguler elektron pada lintasan
Stasioner ini adalah : m5r G
*
nh
n disebut bilangan kwantum @kulitA utama!
*! 0lektron -ang men-erap energi @4otonA akan berpindah ke lintasan -ang ener3
gin-a tinggi, dan sebalikn-a!
#! 0p G 3k
r
)
*
*! 0k G 3 j k
r
)
*
3! 0total G 3 j k
r
)
*
.! r G
*
*
*
A
*
@

h
k m)
n
%! r# : r* : r3 : ^ G #
*
: *
*
: 3
*
: ^
$!
A
# #
@
#
* *
B A
n n
R

1 G tetapan 1idberg 1 G #,'(+!#'


+
m
3#

eret L-man nA G # nB G *, 3, . ^!
eret Balmer nA G * nB G 3, ., %, ^!
eret Pas2hen nA G 3 nB G ., %, $, ^!
eret Bra2kett nA G . nB G %, $, +, ^!
eret P4und nA G % nB G $, +, &, ^!
maL 4min nB G # lebihn-a dari nA
min 4maL nB G
0nergi stasioner 0 G )V
n
*
$ , #3
'%! 0nergi
0nergi Pan2aran 0 G #3,$ @
A
# #
* *
B A
n n

eK 0 G h!4 @EA
%$
e G muatan ele2tron
r G ,ari3,ari lintasan ele2tron
0p G 0nergi potensial
0k G energi kineti2
n G bilangan kuantum
r G ,ari3,ari lintasan ele2tron
\ G pan,ang gelombang
h G tetapan Plan2k

RADIOAKTIVITAS
Adan-a 7os4ore2ensi : berpendarn-a benda setelah disinari!
asar penemuan
Adan-a 7luore2ensi : berpendarn-a benda saat disinari!
Penemu: /enr- Be2duerel
Menghitamkan 4ilm
apat mengadakan ionisasi
apat memendarkan bahan3bahan tetentu
Si4at3si4at Merusak ,aringan tubuh
a-a tembusn-a besar
Sinar
Ma2am sinar Sinar Penemu: Pierre ?urie dan Marrie ?urie
Sinar
<rutan naik da-a tembus: Sinar , Sinar , Sinar
<rutan naik da-a ionisasi: Sinar , Sinar , Sinar
L L L L L L L L L L L
%+
B
L L L L L L L L L L L L

L L L L L L L L L L L L
'#! " G "o e
3L
'*! /KL nilai L sehingga " G j "o /KL G

$(3 , ' * ln

'3! )X
A
N G A Q )
'.! e44e2t massa G @mproton I mnetronA Q minti
'%! 0ikat inti G i@mproton I mnetronA Q minti a!(3# MeK m dalam sma
G i@mproton I mnetronA Q minti a!2
*
m dalam kg

)X
A
)3*X
A3.
atau )X
A
)3*X
A3.
I
'$! /ukum Pergeseran
)X
A
)I #X
A
atau )X
A
)I #X
A
I
Eika meman2arkan tetap
'+! = G

* ln $(3 , '

#! 1 G ! N
*! N G No!*
3tH=
3! G
m
E
.! 0reaksi G @msebelum reaksi 3msesudah reaksi A!(3# MeK m dalam sma!
G @msebelum reaksi 3msesudah reaksi A!2
*
m dalam kg
#*! 1eaksi 7"S" Pembelahan inti berat men,adi ringan
=er,adi pada reaktor atom dan bom atom
Menghasilkan 0nergi besar ] ener4i reaksi 7<S"
apat dikendalikan!
1eaksi 7<S" Penggabungan inti ringan men,adi inti berat
=er,adi pada reaksi di Matahari dan bom hidrogen
=idak dapat dikendalikan!
Pen2a2ah ;eiger Muller @pulsa listrikA
=abung Sintilasi @pulsa listrikA
%&
#3! ALA= 0=0KS" Kamar kabut 6ilson @Ee,ak lintasan sa,aA
0mulsi 4ilm
X G nama atom H unsure
8 G nomor atom
a G nomor massa
p G proton
n G netron
m G massa
= G waktu paruh
N G ,umlah inti -ang belum meluruh
No G ,umlah inti mula*
\ G konstanta peluruhan
t G laman-a berdesintegrasi
1 G akti5itas radioakti4
%(
KESETIMBANGAN BENDA TEGAR
Momen: Momen ;a-a : G7!l!sin
Momen Kopel : dua ga-a -ang sama besar tetapi berlawanan arah, besarn-a G 7!d
Kesetimbangan =ranslasi : 7LG',7-G'
Kesetimbangan 1otasi : G'
Kesetimbangan translasi dan 1otasi : 7G', G'
Kesetimbangan Stabil @mantapA :
Apabila ga-a dihilangkan, akan kembali ke kedudukan semula!
Kesetimbangan @titik berat benda akan naikA
Kesetimbangan "nde4eren :
;a-a dihilangkan, setimbang di tempat berlainan
@titik berat benda tetapA
Keseimbangan labil :
Apabila ga-a dihilangkan, tidak dapat kembali semula!
@titik berat benda akan turunA
TITIK BERAT BENDA
=itik berat untuk benda -ang homogen @ massa ,enis tiap3tiap bagian benda sama A!
a! <ntuk benda linier @ berbentuk garis A
x
l x
l
n n
'

!
!
l !
l
n n
'

!
b! <ntuk benda luasan @ benda dua dimensi A, maka :
x
A x
A
n n
'

!
!
A !
A
n n
'

!
2! <ntuk benda ruang @ berdimensi tiga A
x
V x
V
n n
'

!
!
V !
V
n n
'

!
Si4at 3 si4at:
#! Eika benda homogen mempun-ai sumbu simetri atau bidang simetri, maka titik beratn-a terletak pada sumbu
simetri atau bidang simetri tersebut!
*! Letak titik berat benda padat bersi4at tetap, tidak tergantung pada posisi benda!
3! Kalau suatu benda homogen mempun-ai dua bidang simetri @ bidang sumbu A maka titik beratn-a terletak pada
garis potong kedua bidang tersebut!
Kalau suatu benda mempun-ai tiga buah bidang simetri -ang tidak melalui satu garis, maka titik beratn-a terletak pada
titik potong ketiga simetri tersebut!
$'
V7L G resultan ga-a di sumbu L
V7- G resultan ga-a di sumbu -
Vb G ,umlah momen ga-a
=abel titik berat teratur linier
Nama benda ;ambar benda letak titik berat keterangan
#! ;aris lurus
L' G
#
*
l
8 G titik tengah garis
*! Busur lingkaran
! R
tali ,;s;r AB
,;s;r AB
'

1 G ,ari3,ari lingkaran
3! Busur setengah
lingkaran
!
R
'
*

=abel titik berat benda teratur berbentuk luas bidang homogen


Nama benda ;ambar benda Letak titik berat Keterangan
#! Bidang segitiga
-' G
#
3
t
t G tinggi
8 G perpotongan
garis3garis berat
A k ?7
*!Ea,aran gen,ang,
Belah ketupat,
Bu,ur sangkar
Persegi pan,ang
-' G
#
*
t
t G tinggi
8 G perpotongan
diagonal A? dan
B
$#
3! Bidang ,uring
lingkaran
! R
tali ,;s;r AB
,;s;r AB
'
*
3

1 G ,ari3,ari lingkaran
.!Bidang setengah
lingkaran
!
R
'
.
3

1 G ,ari3,ari lingkaran
=abel titik berat benda teratur berbentu bidang ruang homogen
Nama benda ;ambar benda Letak titik berat Keterangan
#! Bidang kulit
prisma 8 pada titik
tengah garis 8#8* -' G
#
*
l
8# G titik berat
bidang alas
8* G titik berat
bidang atas
l G pan,ang sisi
tegak!
*! Bidang kulit
silinder!
@ tanpa tutup A
-' G
#
*
t
A G * 1!t
t G tinggi
silinder
1 G ,ari3,ari
lingkaran alas
A G luas kulit
silinder
3! Bidang Kulit
limas
=h8 G
#
3
=h =
=h= G garis
tinggi ruang
$*
.! Bidang kulit
keru2ut
8=h G
#
3
= =h
= =h G tinggi
keru2ut
=h G pusat
lingkaran alas
%! Bidang kulit
setengah bola!
-' G
#
*
1
1 G ,ari3,ari
=abel titik berat benda teratur berbentuk ruang, pe,al homogen
Nama benda ;ambar benda Letak titik berat Keterangan
#! Prisma
beraturan!
8 pada titik tengah garis
8#8*
-' G
#
*
l
K G luas alas kali tinggi
8# G titik berat
bidang alas
8* G titik berat
bidang atas
l G pan,ang sisi
tegak
K G 5olume
prisma
*! Silinder Pe,al
-' G
#
*
t
K G 1
*
t
t G tinggi silinder
1 G ,ari3,ari
lingkaran alas
3! Limas pe,al
beraturan
-' G
#
.
= =h
G
#
.
t
K G luas alas L tinggi
3
= =h G t G tinggi
limas beraturan
$3
.! Keru2ut pe,al
-' G
#
.
t
K G
#
3
1
*
t
t G tinggi keru2ut
1 G ,ari3,ari lingkaran
alas
%! Setengah bola
pe,al
-' G
3
&
1
1 G ,ari3,ari bola!
TEORI KINETIK GAS
GAS IDEA$
#! ;as ideal terdiri atas partikel3partikel @atom3atom ataupun molekul3molekul A dalam ,umlah -ang besar sekali!
*! Partikel3partikel tersebut senantiasa bergerak dengan arah randomHsebarang!
3! Partikel3partikel tersebut merata dalam ruang -ang ke2il!
.! Earak antara partikel3partikel ,auh lebih besar dari ukuran partikel3partikel, sehingga ukurtan partikel dapat
diabaikan!
%! =idak ada ga-a antara partikel -ang satu dengan -ang lain, ke2uali bila bertumbukan!
$! =umbukan antara partikel ataupun antara partikel dengan dinding ter,adi se2ara lenting sempurna, partikel
dianggap sebagai bola ke2il -ang keras, dinding dianggap li2in dan tegar!
+! /ukum3hukum Newton tentang gerak berlaku!
$.
#!
n
N
N

'
*! 5
ras G
m
kT 3
'3! m
M
N
dan
k
R
N

'

'.! 5
ras G
3RT
M
8<: Pada s;h; !ang sama= ;nt;k 0 ma+am gas k)+)patann!a dapat din!atakan >
5
ras# :
5
ras* G
#
#
M
:
*
#
M
8?: Pada gas !ang sama= nam;n s;h; ,)r,)da dapat disimp;lkan >
5
ras# :
5
ras* G
T
# :
T
*
'+!
Vras
L
t
*

'&! F
N m V ras
L

3
*
!
'(!
V
ras V m N
P
*
!
3

atau ras V P
*
3
#

#'!
P
N
mV ras
N
Ek
V V

*
3
*
3
#
*
*
! !
##! P ! K G Kh ! = atau P ! K G N! k !=
k G Konstanta Boltman G #,3& L #'
3*3
,ouleH
'
K
#*! P ! K G n 1 = dengan
n
N
N

'
1 G &,3#+ ,ouleHmol!
'
K
G &,3#+ L #'
+
ergHmol
'
K
G #,(&+ kaloriHmol
'
K
G ','&*'% liter!atmHmol
'
K
#3! P
R
Mr
T atau
P R T
Mr

!
atau
P Mr
R T
T
!
!
#.!
*
* *
#
# #
! !
T
V P
T
V P

Persamaan ini sering disebut dengan /ukum Bo!l)2(a! L;ssa+!


$%
#%! T Nk Ek !
*
3

P G tekanan gas ideal


N G ban-ak partikel gas
m G massa # pertikel gas
K G 5olume gas
5 G ke2epatan partikel gas
n G ,umlah mol gas
No G bilangan A5ogadro
1 G tetapan gas umum
M G massa atom relati4
k G tetapan bolt8man
0k G energi kineti2
5ras G ke2epatan partikel gas ideal
[ G massa ,enis gas ideal
= G suhu
HUKUM TERMODINAMIKA
'#! 2
p
3 2
5
G 1
2
p
G kapasitas panas ,enis @ kalor ,enis A gas ideal pada tekanan konstan!
2
5
G kapasitas panas ,enis @ kalor ,enis A gas ideal pada 5olume konstan!
'*! panas ,enis gas ideal pada suhu sedang ,sebagai berikut:
a! <ntuk gas beratom tunggal @ monoatomik A diperoleh bahwa :
P +
R
%
*
V +
R
3
*


P
V
+
+
# $+ ,
b! <ntuk gas beratom dua @ diatomik A diperoleh bahwa :
P +
R
+
*
V +
R
%
*


P
V
+
+
# . ,
G konstanta Lapla2e!
'3! <saha -ang dilakukan oleh gas terhadap udara luar : 6 G p!

K
$$
'.! 0nergi dalam suatu gas "deal adalah : @ n R T
3
*
! !
'%! /<K<M " =01M>"NAM"KA

N G

< I

N G kalor -ang masukHkeluar sistem

< G perubahan energi dalam

6 G <saha luar!
PR!SES - PR!SES PADA 5UKUM TERM!DINAMIKA I
A: 7;k;m I t)rmodinamika ;nt;k Pros)s Iso,arik:
Pada proses ini gas dipanaskan dengan tekanan tetap!
@ lihat gambar A!
sebelum dipanaskan sesudah dipanaskan
engan demikian pada proses ini berlaku persamaan Bo-le3;a-Lussa2
V
T
V
T
#
#
*
*

Eika gra4ik ini digambarkan dalam hubungan P dan K maka dapat gra4ik sebagai berikut :
Pemanasan Pendinginan

6 G

N 3

< G m @ 2p 3 25 A @ =* 3 =# A
*! 7;k;m I T)rmodinamika ;nt;k Pros)s Isokhorik 1 Isovol;mik B
Pada proses ini 5olume Sistem konstan! @ lihat gambar A
Sebelum dipanaskan! Sesudah dipanaskan!
engan demikian dalam proses ini berlaku /ukum Bo-le3;a- Lussa2 dalam bentuk :
P
T
P
T
#
#
*
*

$+
Eika digambarkan dalam gra4ik hubungan P dan K maka gra4ikn-a sebagai berikut :
Pemanasan Pendinginan

K G ' 3333333 6 G ' @ tidak ada usaha luar selama proses A

N G <* 3 <#

N G

<

< G m ! 25 @ =* 3 =# A
C: 7;k;m I t)rmodinamika ;nt;k pros)s Isoth)rmik:
Selama proses suhun-a konstan!
@ lihat gambar A
Sebelum dipanaskan! Sesudah dipanaskan!
>leh karena suhun-a tetap, maka berlaku /ukum B>YL0!
P# K* G P* K*
Eika digambarkan gra4ik hubungan P dan K maka gra4ikn-a berupa :
Pemanasan Pendinginan
=* G =# 33333333333333F

< G ' @ <saha dalamn-a nol A


W P V
V
V
P V
V
V

# #
*
#
* *
*
#
@ ln A @ ln A
W P V
P
P
P V
P
P

# #
#
*
* *
#
*
@ ln A @ ln A
W n R T
V
V
n R T
V
V

#
*
#
*
*
#
@ ln A @ ln A
W n R T
P
P
n R T
P
P

#
#
*
*
#
*
@ ln A @ ln A
ln L G*,3'3 log L
D: 7;k;m I T)rmodinamika ;nt;k pros)s Adia,atik!
$&
Selama proses tak ada panas -ang masuk H keluar sistem ,adi N G '
@ lihat gambar A
Sebelum proses SelamaHakhir proses
oleh karena tidak ada panas -ang masuk H keluar sistem maka berlaku 7;k;m Bo!l)2(a! L;ssa+
PV
T
PV
T
# #
#
* *
*

Eika digambarkan dalam gra4ik hubungan P dan K maka berupa :


Pengembangan Pemampatan

N G ' 333333 > G

< I

6
<* 3<# G 3

6
=#!K#
3#
G =*!K*
3#

6 G m ! 25 @ =# 3 =* A atau 6 G
P V
# #
#
!

@ K*
3#
3 K#
3#
A
P#!K#

G P*!K*

'$! /<K<M "" =01M>"NAM"KA




En)rgi !ang ,)rman3aat
En)rgi !ang as;kkan dim


W
-
- -
-
*
* #
*
$(

@ A # #''l
#
*
-
-
M)n;r;t arnot ;nt;k )33isi)nsi m)sin +arnot ,)rlak; p;la 3

@ A # #''l
#
*
T
T
= G suhu
m G e4isiensi
P G tekanan
K G 5olume
6 G usaha
GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
;elombang 0lektromagnet : 1ambatan perubahan medan listrik dan medan magnet
Kektor perubahan medan listrik tegak lurus 5ektor perubahan medan magnet
?iri32iri ;0M :
Menun,ukkan ge,ala : pemantulan, pembiasan di4raksi, polarisasi

diserap oleh konduktor dan diteruskan oleh isolator!
?oulomb : nMuatan listrik menghasilkan medan listrik -ang kuato
>ersted : ni sekitar arus listrik ada medan magneto
7arada- : nPerubahan medan magnet akan menimbulkan medan listriko
=0>1" Lorent8 : nkawat berarus listrik dalam medan magnet terdapat ga-ao
MaLwell : nPerubahan medan listrik menimbulkan medan magneto,
n;aha-a adalah gelombang elektromagneto
Biot Sa5art : nAliran muatan @arusA listrik menghasilkan medan magneto
/u-gens : n?aha-a sebagai gerak gelombango
@SA"ntensitas ;0MHenergi rata3rata per satuan luas :
A ! @ sin !
!
*
'
' '
t kx
B E
'


'
' '!
maL

B E
'
+ E ' ! !
*
#
*
' '
' '!
#

+
'
*
'
! ! * +
E
'
+'
1adiasi Kalor :
1adiasi dari benda3benda -ang dipanasi
Yang dapat men-erap seluruh radiasi adalah benda hitam mutlak
- Konduksi : partikeln-a bergetar 8at padat
- Kon5eksi : molekul berpindah 8at 2air dan gas
- 1adiasi : tanpa 8at perantara!
Spektrum ;0M: <rutan naik 4rekwensin-a @urutan turun pan,ang gelombangn-aA:
gel! 1adio, gel radar dan =K, gel! "n4ra merah, 2aha-a tampak, sinar ultra ungu,
sinar X, sinar gamma!
.
! ! T )
A
w
I
eGemiti5itas : hitam mutlak : eG#
putih : eG'
G konstanta Bolt8man G %,$+*!#'
3&
wattHm
*
K
T
+
2Gtetapan 6ienG*,&(&!#'
33
m
K
5 G ke2epatan
2 G ke2epatan 2aha-a
= G suhu mutlak
\ G pan,ang gelombang
e G emisi5itas
A G luas permukaan
S G intensitas
9
S G "ntensitas rata3rata
+#
OPTIKA FISIS
Sinar -ang dapat diuraikan Polikromatik
?A/AYA Sinar -ang tak dapat diuraikan Monokromatik
alam ruang hampa 2epat rambat sama besar
4r ekwensi masi ng war na beda
P,! ;elomb masing warna beda
Merah @ dan 5 terbesarA
Eingga
Kuning
"SP01S" @P01<1A"AN 6A1NAA /i,au
Biru
Nila
<ngu @n, , 4 dan 04oton terbesarA
Benda bening r G Hrm Q ruH
Plan paralel t G Htm Q tuH
Prisma G u 3 m
Lensa sh G Hshm Q shuH
4 G H4m Q 4uH
M0N"AAKAN "SP01S" : Prisma Akromatik
@nhu Q nhmAh G @nu Q nmA

Lensa Akromatik!

ga,;ng; ga,m)rah
3 3
# #


+ A
# #
A@ # @ A
# #
A@ # @
* #
g
* #
R R n
n
R R n
n
m m
A
# #
A@ # @ A
# #
A@ # @
* #
g
* #
R R n
n
R R n
n
; ;
+
7linta Kerona 7linta Kerona
P1"SMA PANAN; L<1<S @nhh Q #A Ah G @nh Q #A A
+*
MaL
*
#
A * @
!
k
d p

?ermin 7resnell

Min
*
#
A # * @
!
k
d p

MaL
*
#
A * @
!
k
d p

Per2obaan Young

Min
*
#
A # * @
!
k
d p

"N=017010NS"
@S-arat : KoherenA
@A, 4, samaA
MaL rk
*
G j 1 @*k3#A
?in2in Newton
@gelap sbg pusatA Min rk
*
G j 1 @*kA
MaL *nh d 2os r G @*k3#A j
Selaput tipis
Min *nh d 2os r G @*kA j
MaL d sin G @*k I #A j
?elah tunggal
Min sin G @*kA j
"71AKS"
MaL d sin G @*kA j
Kisi
Min d sin G @*k Q #A j

k G #, *, 3 ! ! ! !
a-a <rai @dA d G #,**
4
L !
L G ,arak ke la-ar
G diameter lensa

n G indeks bias d G tebal lapisan
p G de5iasi r G sudut bias
_ G sudut pembias rk G ,ari3,ari 2in2in terang ke k
\ G pan,ang gelombang 2aha-a 1 G ,ari3,ari lensa
p G ,arak terang dari pusat f G sudut di4raksiHde5iasi
k G orde garis terangHgelap 4 G 4okus
+3
RELATIVITAS
1elati5itas:
a! Pen,umlahan ke2epatan
K# K* K# K*
*
* #
* #
!
#

V V
V V
Vr
+
+

*
* #
* #
!
#

V V
V V
Vr

b! ilatasi waktu
*
*
' # g

V
t t th]t'
2! Kontraksi Lorent8
+.
*
*
' # g

V
L L
d! Massa dan 0nergi
*
*
'
#
g

V
m
m

mhFm'
e! 0totalG0diamI0k

,
_

#
#
#
!
*
*
*

V
m Ek
K# G ke2epatan partikel # terhadap bumi
K* G ke2epatan partikel * terhadap partikel #
Kr G ke2epatan partikel * terhadap bumi
2 G ke2epatan 2aha-a
K G ke2epatan
Lh G pan,ang setelah mengalami perubahan
Lo G pan,ang mula3mula
mh G massa benda saat bergerak
mo G massas benda saat diam
0k G energi kinetik
to G selang waktu -ang daiamati oleh pengamat diam terhadap benda
th G selang waktu -ang diamati pengamat bergerak
DUALISME GELOMBANG CAHAYA
a! Semakin besar intensitas 2aha-a semakin ban-ak elektron elektron -ang diemisikan
b! Ke2epatan elektron -ang diemisikan bergantung pada 4rekuensiP semakin besar 4, makin besar pula ke2epatan
elektron -ang diemisikan
3 h E ! 0 G 0nergi
h G tetapan Plan2k
' E Ek E + 4 G 4rekwensi
a E Ek 2 G ke2epatan 2aha-a
'
*
! !
*
#
h3 3 h V m 5 G ke2epatan

,
_


'
*
*
#


h mV a G energi ambang

,
_


'
# #
! !

+ h Ek m G massa
\ G pan,ang gelombang
+%

h
p

3 h
P3oton P
!
p G momentum
pGmomentum 0k G 0nergi kinetik
/-potesa de Broglie

3
+


V m
h
p
h
!

Ek m p ! ! *
?atatan penting :
0kG%. e5 G %.!#,$!#'
3#(
Eoule
Massa #e G (,#!#'
33#
kg
/amburan ?ompton : ( ) 2os # !
!
g
'

+ m
h
+$