Anda di halaman 1dari 12

KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 32/Kpts-II/2001 TENTANG KRITERIA DAN STANDAR PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN Menimbang : a.

bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan meneta!kan bahwa Pemerintah men"elenggarakan !engukuhan kawasan hutan guna memberikan ke!astian hukum atas kawasan hutan# b. bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor $5 Tahun $%%% tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Pemerintah Pro!insi sebagai &aerah 'tonom telah diteta!kan Kewenangan Pemerintah (Pusat) mengenai !eneta!an kriteria dan standar !engukuhan kawasan hutan# *. bahwa berhubung dengan itu di!andang !erlu untuk meneta!kan ketentuan mengenai Kriteria dan +tandar Pengukuhan Kawasan ,utan dengan Ke!utusan Menteri Kehutanan. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 19-% tentang Peraturan &asar Pokok-Pokok .graria# $. Undang-Undang Nomor 1/ Tahun 1905 tentang Pengesahan Kon1ensi ,ukum 2aut Tahun 190$# 3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 199% tentang Konser1asi +umber &a"a .lam ,a"ati dan 4kosistemn"a# 4. Undang-Undang Nomor $4 Tahun 199$ tentang Penataan 5uang# 5. Undang-Undang Nomor $3 Tahun 199/ tentang Pengelolaan 2ingkungan ,idu!# -. Undang-Undang Nomor $$ Tahun 1999 tentang Pemerintahan &aerah# /. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan# 0. Peraturan Pemerintah Nomor -0 Tahun 1990 tentang Kawasan +uaka .lam dan Kawasan Pelestarian .lam# 9. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 1999 tentang Perusahaan Umum Kehutanan Negara# 1%. Peraturan Pemerintah Nomor $5 Tahun $%%% tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Pro!insi sebagai &aerah 'tonom# 11. Ke!utusan Presiden Nomor 13- Tahun 1999 tentang +usunan 'rganisasi &e!artemen# 1$. Ke!utusan Presiden Nomor $346M Tahun $%%% 7o. Nomor $096M Tahun $%%% tentang Pembentukan Kabinet Persatuan Nasional# 13. Ke!utusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor %%$6K!ts-886$%%% tentang 'rganisasi dan Tata Ker7a &e!artemen Kehutanan dan Perkebunan# 14. Ke!utusan Menteri Kehutanan Nomor 3996K!ts-886199% 7o. Nomor -356K!ts-886199tentang Pedoman Pengukuhan ,utan# 15. Ke!utusan Menteri Kehutanan Nomor 4%%6K!ts-886199% 7o. Nomor -356K!ts-886199tentang Panitia Tata 9atas# 1-. Ke!utusan Menteri Kehutanan Nomor -136K!ts-886199/ tentang Pedoman Pengukuhan Kawasan +uaka .lam dan Kawasan Pelestarian .lam Perairan.

M4MUTU+K.N : Meneta!kan : K4PUTU+.N M4NT458 K4,UT.N.N T4NT.N: K58T458. &.N +T.N&.5 P4N:UKU,.N K.;.+.N ,UT.N 9.9 8 K4T4NTU.N UMUM Pasal 1 &alam ke!utusan ini "ang dimaksud dengan: 1. ,utan adalah suatu kesatuan ekosistem beru!a ham!aran lahan berisi sumber da"a alam ha"ati "ang didominasi !e!ohonan dalam !ersekutuan alam lingkungann"a "angsatu dengan "anglainn"a tidak da!at di!isahkan. $. Kawasan ,utan adalah wila"ah tertentu "ang ditun7uk dan atau diteta!kan oleh Pemerintah untuk di!ertahankan keberadaann"a sebagai hutan teta! termasuk Kawasan +uaka .lam dan Kawasan Pelestarian .lam Perairan. 3. Pengukuhan kawasan hutan adalah kegiatan-kegiatan "ang dilakukan melalui !roses !enun7ukan !enataan batas !emetaan dan !eneta!an kawasan hutan. 4. Penun7ukan kawasan hutan adalah !eneta!an awal suatu wila"ah tertentu sebagai kawasan hutan "angda!at beru!a !enun7ukan men*aku! wila"ah !ro!insi atau !artial6kelom!ok hutan. 5. Penataan batas kawasan hutan adalah kegiatan "ang meli!uti !ro"eksi batas in1entarisasi hak-hak !ihak ketiga !eman*angan tanda batas sementara !eman*angan dan !engukuran tanda batas de<initi<. -. Pemetaan kawasan hutan adalah kegiatan !emetaan hasil !elaksanaan !enataan batas kawasan hutan beru!a !eta tata batas "ang meru!akan satu kesatuan "ang tidak ter!isahkan dengan 9erita .*ara Tata 9atas. /. Peneta!an kawasan hutan adalah suatu !enegasan tentang ke!astian hukum mengenai status letak batas dan luas suatu wila"ah tertentu "ang sudah ditun7uk sebagai kawasan hutan men7adi kawasan hutan teta! dengan Ke!utusan Menteri. 0. wila"ah tertentu adalah kelom!ok hutan atau gabungan bebera!a kelom!ok hutan baik berhutan mau!un tidak berhutan. 9. 9atas kawasan hutan adalah batas antara kawasan hutan dengan bukan kawasan hutan. 1%. 9erita .*ara Tata 9atas Kawasan ,utan adalah berita a*ara tentang hasil !enataan batas kawasan hutan "ang disusun oleh Panitia Tata 9atas dengan dilam!iri 9erita .*ara Pengakuan ,asil Pembuatan 9atas berita a*ara-berita a*ara lainn"a sebagai hasil !enataan batas notulen ra!at-ra!at Panitia Tata 9atas dan surat-surat bukti lainn"a "ang berkaitan dengan kawasan hutan tersebut. 11. Panitia Tata 9atas adalah Panitia Tata 9atas (PT9) Kawasan ,utan termasuk kawasan suaka alam darat mau!un !erairan kawasan !elestarian alam darat mau!un !erairan dan taman buru. 1$. Menteri adalah menteri "ang diserahi tugas dan bertanggung 7awab di bidang kehutanan. 9.9 88 M.K+U& &.N TU=U.N Pasal $

Maksud !eneta!an kriteria dan standar !engukuhan kawasan hutan adalah merumuskan !embakuan ukuran dan s!esi<ikasi teknis taha!an-taha!an kegiatan !engukuhan kawasan hutan. Pasal 3 Tu7uan !eneta!an kriteria dan standar !engukuhan kawasan hutan adalah terwu7udn"a ke!astian hukum atas status letak batas dan luas kawasan hutan. 9.9 888 5U.N: 28N:KUP Pasal 4 5uang lingku! !engukuhan kawasan hutan meli!uti : a. b. *. d. Penun7ukan Kawasan ,utan Penataan 9atas Kawasan ,utan Pemetaan Kawasan ,utan Peneta!an Kawasan ,utan 9.9 8> K58T458. 9agian Pertama Penun7ukan Kawasan ,utan Pasal 5 (1) Kriteria !enun7ukan kawasan hutan dirin*i menurut status keadaan letak batas dan luas areal "ang akan ditun7uk. ($) Kriteria status areal "ang ditun7uk sebagai kawasan hutan sebagaimana dimaksud !ada Pasal 5 a"at (1) adalah: a. 9elum !ernah ditun7uk atau diteta!kan Menteri sebagai kawasan hutan (!enun7ukan !artial). b. Tidak dibebani hak-hak atas tanah. *. Tergambar dalam !eta !enun7ukan kawasan hutan dan !erairan !ro!insi "angditeta!kan oleh Menteri atau 5en*ana Tata 5uang ;ila"ah Pro!insi6Kabu!aten (5T5;P65T5;K). (3) Kriteria keadaan areal "angditun7uk sebagai kawasan hutan sebagaimana dimaksud !ada Pasal 5 a"at (1) adalah:

a. 9erhutan dan6atau tidak berhutan


b. &a!at dihutankan se*ara kon1ensional (4) Kriteria letak batas dan luas areal "ang ditun7uk sebagai kawasan hutan sebagaimana dimaksud !ada Pasal 5 a"at (1) adalah: a. &aratan dan !erairan

b. 9atas dan luasn"a 7elas dan terukur. Pasal Kriteria <ungsi hutan areal "ang akan ditun7uk sebagai kawasan hutan sebagaimana dimaksud !ada Pasal 5 a"at (1) adalah: a. &itentukan berdasarkan PP No. 4/ Tahun 199/ tentang 5en*ana Tata 5uang ;ila"ah Nasional se!an7ang men"angkut Taman 9uru (T9) ,utan 2indung (,2) ,utan Produksi Terbatas (,PT) ,utan Produksi Teta! (,P) dan ,utan Produksi "ang da!at dikon1ersi (,PK). b. &itentukan berdasarkan PP No. -0 Tahun 1990 tentang Kawasan +uaka alam (K+.) dan Kawasan Pelestarian .lam (KP.) se!an7ang men"angkut ?agar .lam (?.) +uaka Margasatwa (+M) Taman Nasional (TN) Tahura dan Taman ;isata .lam (T;.). 9agian Kedua Penataan 9atas Kawasan ,utan Pasal / (1) Kriteria !enataan batas dirin*i menurut status tra"ek batas !atok dan !al batas dan Panitia Tata 9atas Kawasan ,utan. ($) Kriteria status areal "ang ditata batas sebagai kawasan hutan sebagaimana dimaksud !ada Pasal / a"at (1) adalah: a. Kawasan hutan "ang telah ditun7uk b. 9ebas dari hak-hak !ihak ketiga *. Mem!eroleh !engakuan !ara !ihak (mas"arakat badan hukum !emerintah) di se!an7ang tra"ek !enetaan batas. (3) Kriteria tra"ek batas areal "ang ditata batas sebagai kawasan hutan sebagaimana dimaksud !ada Pasal / a"at (1) adalah: a. Mem!un"ai titik ikat "ang !asti di la!angan b. Mengikuti a@imuth dan 7arak "ang terukur men"esuaikan dengan batas alam (sungai te!i !antai te!i danau dan lain-lain) *. Mem!un"ai lorong batas (4) Kriteria !atok dan !al batas areal "ang ditata batas sebagai kawasan hutan sebagaimana dimaksud !ada Pasal / a"at (1) adalah:

a. Patok batas dan !al batas mem!un"ai koordinat b. Patok batas digunakan untuk !enataan batas sementara *. Pal batas digunakan untuk !enataan batas di<initi<
Pasal 0 Kriteria Panitia Tata 9atas areal "ang ditata batas sebagai kawasan hutan sebagaimana dimaksud !ada Pasal / a"at (1) adalah: a. &ibentuk dan dis"ahkan oleh 9u!ati6;alikota

b. PT9 Kawasan ,utan diketuai oelh 9u!ati6;alikota dengan anggota terdiri dari unsurunsur: 1. 9adan Peren*anaan Pembangunan Kabu!aten6Kota $. Kantor Pertanahan Kabu!aten6Kota 3. &inas-&inas "ang terkait di Kabu!aten6Kota 4. ?amat Ke!ala ;ila"ah Ke*amatan 5. +ub 9alai 8n1entarisasi dan Per!etaan ,utan -. +ub 9alai Konser1asi +umber &a"a .lam6+ub +eksi Konser1asi +umber &a"a .lam /. 8nstansi lain "ang diangga! !erlu 0. Ke!ala &esa 9. Tokoh mas"arakat6ketua adat mas"arakat setem!at Untuk !enataan batas !erairan anggota Panitia Tata 9atas ditambah : 1%. 11. 1$. 13. Ke!ala &istrik6+ub &istrik Na1igasi Ke!ala &inas Perikanan Kantor &e!artemen Perhubungan Kantor &e!artemen Kelautan 9agian Ketiga Pemetaan Kawasan ,utan Pasal 9 (1) Kriteria !emetaan kawasan hutan dirin*i menurut Peta Tata 9atas dan 9erita .*ara Tata 9atas Kawasan ,utan "ang akan di!etakan. ($) Kriteria Peta tata 9atas .real "ang di!etakan sebagai kawasan hutan sebagaimana dimaskud !ada Pasal 9 a"at (1) adalah: a. Peta dasar "ang digunakan ditentukan berdasarkan urutan ketersediaan li!utan !eta atas kawasan hutan "ang di!etakan "aitu Peta 5u!a 9umi (598) Peta To!ogra<i (T'P) dan Peta =oint '!ration :ra!hi* (=':). b. Menggambarkan hasil !elaksanaan !enataan batas kawasan hutan dalam bentuk !eta tata batas. (3) Kriteria 9erita Tata 9atas (9.T9) kawasan hutan sebagaimana !ada Pasal 9 a"at (1) adalah: a. 9.T9 +ementara "ang meli!uti : 1. Tra"ek batas "ang digunakan dalam 9.T9 sementara telah diumumkan ke!ada mas"arakat. $. Memuat !ern"ataan !engakuan mas"arakat di se!an7ang tra"ek !enataan batas kawasan hutan. b. 9.T9 &i<initi< "ang meli!uti : 1. Telah mem!eroleh !ersetu7uan PT9 "ang din"atakan dalam bentuk !enandatanganan oleh seluruh anggota PT9. $. .dan"a !ern"ataan tidak ter*atat hak-hak ke!emilikan atas tanah tanam tumbuh bangunan dan sebagain"a. 3. Memuat rin*ian route !elaksanaan !engukuran batas kawasan hutan. 9agian Keem!at Peneta!an Kawasan ,utan

Pasal 1% (1) Kriteria !eneta!an kawasan huatn dirin*i menurut !eta !eneta!an kawasan hutan 9.T9 kawasan hutan dan ke!utusan !eneta!an kawasan areal "ang akan diteta!kan. ($) Kriteria !eta !eneta!an kawasan hutan "ang akan diteta!kan sebagai kawasan hutan sebagaimana dimaksud !ada Pasal 1% a"at (1) adalah: a. Peta dasar "ang digunakan ditentukan berdasarkan urutan ketersediaan li!utan !eta atas kawasan hutan "ang di!etakan "aitu Peta 5u!a 9umi (598) Peta To!ogra<i (T'P) dan Peta =oint '!eration :ra!hi* (=':). b. &a!at menggunakan kombinasi batas dari hasil !enataan batas di<initi< dengan batas lainn"a se!erti batas administrasi !emerintahan (kabu!aten atau !ro!insi). (3) Kriteria 9.T9 kawasan hutan "ang diteta!kan sebagai kawasan hutan sebagaimana dimaksud !ada Pasal 1% a"at (1) adalah 9.T9 di<initi< "ang telah disahkan oleh Menteri. (4) Kriteria ke!utusan !eneta!an kawasan hutan areal "ang diteta!kan sebagai kawasan hutan sebagaimana dimaksud !ada Pasal 1% a"at (1) adalah memuat ke!utusan !eneta!an kawasan hutan sesuai "ang ter*antum dalam 9.T9 kawasan hutan dan tergambar dalam !eta !eneta!an kawasan hutan 9.9 > +T.N&.5 9agian Pertama Penun7ukan Kawasan ,utan Pasal 11 (1) +tandar !enun7ukan kawasan hutan terhada! areal "ang akan ditun7uk adalah: a. &iusulkan oleh Pemda dan &P5& berdasarkan Peta Penun7ukan Kawasan ,utan (dan Perairan) Pro!insi dan atau 5en*ana Tata 5uang ;ila"ah Pro!insi6 Kebu!aten (5T5;P6 5T5;K) dan nama kelom!ok hutann"a. b. Peta Penun7ukan dibuat dengan minimal skala 1 : $5%.%%% tergantung luas kawasan "angditun7uk serta memenuhi kaidah-kaidah !emetaan. ($) Ke!utusan !enun7ukan kawasan hutan oleh : a. Menteri a!abila Kawasan Pelestarian .lam Kawasan +uaka .lam dan Taman 9uru dan ,utan 2indung serta ,utan Produksi lintas !ro!insi. b. :ubernur a!abila ,utan 2indung dan ,utan Produksi dalam wila"ah !ro!insi. 9agian Kedua Penataan 9atas Kawasan ,utan Pasal 1$ (1) +tandar !enataan batas kawasan hutan dirin*i menurut status tra"ek batas !atok dan !al batas (kawasan hutan) !atok dan !al batas (kawasan !erairan) dan Panitia Tata 9atas Kawasan ,utan.

($) +tandar status areal "ang ditata batas sebagai kawasan hutan sebagaimana dimaksud !ada Pasal 1$ a"at (1) adalah: a. &ibuat 9erita .*ara Pengakuan ,asil Pembuatan batas "ang ditandatangani oleh ;akil6 Tokoh6 Ketua adat mas"arakat setem!at Ke!ala &esa 8nstansi Kehutanan &aerah ?amat Ketua Tim Pelaksana Tata 9atas dan 9u!ati6;alikota. b. &ibuat 9erita .*ara Persetu7uan ,asil Pembuatan 9atas +ementara "ang ditandatangani Panitia Tata 9atas. (3) +tandar tra"ek batas areal "ang ditata batas sebagai kawasan hutan sebagaimana dimaksud !ada Pasal 1$ a"at (1) adalah: a. Titik ikat meli!uti titik triangulasi titik do!ler titik hasil !erhitungan dengan alat :P+ titik markant (keberadaann"a di la!angan kedudukann"a te!at dengan "ang tergambar di !eta dasar). b. 5intis batas dibuat dengan *ara melakukan !embersihan selebar A $ meter sehingga men"eru!ai 7alur. *. 2orong batas dibuat dengan ukuran 15% *m dengan selokan6 !arit berukuran (3% B 3% B 3%) *m kiri kanan lorong batas (lam!iran 1). Pasal 13 (1) +tandar !atok dan !al batas (kawasan hutan) areal "ang ditata batas sebagai kawasan hutan sebagaimana dimaksud !ada Pasal 13 a"at (1) adalah: a. Patok batas di!an*ang se!an7ang rintis batas dengan 7arak $5 meter sam!ai 15% meter ke*uali di Pulau =awa dan Pulau Madura dengan 7arak $5 meter sam!ai /5 meter. b. Pal batas dibuat dari : 1. 9eton bertulang besi ukuran 1% *m B 1% *m dengan !an7ang 13% *m termasuk bagian "ang ditanam dalam tanah sedalam -% *m se!erti gambar !ada lam!iran $. $. Ka"u kelas awet 8 dan atau awet 88 atau ka"u hasil !engawetan dengan ukuran 15 *m B 15 *m dengan !an7ang 13% *m termasuk bagian "ang ditanam dalam tanah -% *m sedang bagian "ang ditanam di!oles dengan residu6 *at meni se!erti gambar !ada lam!iran 3. *. ?ara !enulisan huru< dan nomor !al batas sebagai berikut : 1. Pal batas "ang membatasi kawasan hutan dengan areal bukan kawasan hutan (disebut batas luar kawasan hutan) ditulis huru< 9 !ada sisi !al "ang menghada! ke arah luar kawasan hutan. $. Pada sisi !al batas "ang menghada! ke dalam kawasan hutan ditulis inisial6 kode singkatan huru< <ungsi hutan "ang bersangkutan sebagai berikut sesuai dengan gambar !ada lam!iran 4. ?. C ?agar .lam +M C +uaka Margasatwa TN C Taman Nasional T;. C Taman ;isata .lam T,5 C Taman ,utan 5a"a T9 C Taman 9uru ,2 C ,utan 2indung ,PT C ,utan Produksi Terbatas ,P C ,utan Produksi Teta! ($) +tandar !atok dan !al batas (kawasan !erairan) "ang ditata batas sebagai kawasan !erairan sebagaimana dimaksud !ada Pasal 13 a"at (1) adalah:

a. Titik 5e<erensi 1. Penentuan 2okasi Titik 5e<erensi a. Pada kondisi tanah "ang relati< stabil b. Terhindar dari baha"a erosi6 abrasi gelombang laut *. Mudah diketemukan d. Mudah untuk di7angkau e. &i daerah terbuka <. 5uang !andang ke arah area lokasi *uku! luas g. Pada status ke!emilikan tanah "ang 7elas atau tanah milik !emerintah $. 9entuk dan dimensi !ilar terdiri dari : a. Pagar titik re<erensi (lam!iran -) b. 9angunan titik re<erensi (lam!iran /) *. Pilar titik re<erensi (lam!iran 0) d. Pilar titik bantu (lam!iaran 9) e. Pilar titik re<erensi dan !ilar bantu (lam!iran 1%) (tam!ak atas) <. 9rass Tablet (lam!iran 11) g. Tanda sisi !ilar (lam!iran 1$) b. 5ambu tanda khusus (rambu suar). +!esi<ikasi teknis rambu suar meli!uti : 1. 2okasi $. Posisi (lintang dan bu7ur) 3. Konstruksi : tiang tunggal ' $%-4% *m warna kuning retrore<le*ting 4. ;arna *aha"a : kuning 5. 8rama6 !eriode : ?K 4 detik# dan sebagain"a -. =arak tam!ak : 0 mil laut /. 4le1asi : 15 meter 0. +umber *aha"a : sistem tenaga sur"a 9. Tanda !un*ak : bentuk DED diagonal warna kuning retro<le*ting 9entuk gambar rambu suar se!erti lam!iran 13. Pasal 14 +tandar Panitia Tata 9atas areal "ang ditata batas sebagai kawasan hutan sebagaimana dimaksud !ada Pasal 1$ a"at (1) adalah Pe7abat 8nstansi Pemda !e7abat instansi kehutanan "ang menangani !engukuhan kawasan hutan di daerah Ke!ala &esa Tokoh6 Ketua adat mas"arakat setem!at untuk kawasan hutan (daratan) sedang untuk kawasan konser1asi !erairan ditambah !e7abat instansi !erhubungan na1igasi dan !erikanan di daerah. 9agian Ketiga Pemetaan Kawasan ,utan Pasal 15 (1) +tandar !emetaan kawasan hutan dirinsi menurut Peta Tata 9atas dan 9erita .*ara Tata 9atas Kawasan ,utan "ang akan di!etakan. ($) +tandar !eta tata batas areal "ang di!etakan sebagai kawasan hutan sebagaimana dimaksud !ada Pasal 15 a"at (1) adalah: a. Ukuran !eta -% *m B 0% *m (termasuk in<ormasi te!i) b. &ibuat klise dengan 7udul Peta Tata 9atas dengan minimal skala 1 : $5.%%% *. Pembuatan Peta Tata 9atas mengikuti kaidah-kaidah !emetaan

(3) +tandar 9erita .*ara Tata 9atas areal "ang di!etakan sebagai kawasan hutan sebagaimana dimaksud !ada Pasal 15 a"at (1) adalah memuat in<ormasi antara lain: a. Nama kawasan (<ungsi hutan)6 kelom!ok hutan b. Nomor dan tanggal ke!utusan !enun7ukan kawasan hutan *. 2etak lokasi berdasarkan administrasi !emerintahan (wila"ah ke*amatan kabu!aten6 kota !ro!insi) d. 5ealisasi !an7ang batas dan luas kawasan hutan e. Keterangan in<ormasi te!i !eta sesuai dengan kaidah kartogra<is <. Nama !ersonal Panitia Tata 9atas serta 7abatan dan kedudukann"a serta *a!6 stem!el instansin"a g. Kolom tanggal !engesahan 9erita .*ara Tata 9atas dan Peta Tata 9atas disetu7ui dan ditandatangani oleh Panitia Tata 9atas (*ontoh 9erita .*ara Tata 9atas !ada lam!iran 5) 9agian Keem!at Peneta!an Kawasan ,utan Pasal 1(1) +tandar !eneta!an kawasan hutan dirin*i menurut !eta !eneta!an kawasan hutan dan ke!utusan !eneta!an kawasan hutan "ang akan diteta!kan. ($) +tandar !eta !eneta!an kawasan hutan areal "ang diteta!kan sebagai kawasan hutan sebagaimana dimaksud !ada Pasal 1- a"at (1) adalah: a. Peta kawasan hutan "ang akan diteta!kan bersumber dari hasil !enataan batas temu gelang ter*antum dalam 9.T9 dan !eta tata batasn"a serta mem!un"ai legalitas !engesahan. b. &i!eroleh luas kawasan hutan dari kombinasi batas "ang telah ditandatangani Panitia Tata 9atas dan batas admnistrasi !emerintahan "ang ter*antum dalam !eta dasar (kabu!aten dan !ro!insi). (3) +tandar ke!utusan !eneta!an kawasan hutan areal "ang diteta!kan sebagai kawasan hutan sebagaimana !ada Pasal 1- a"at (1) adalah dibuat rangka! 0 (dela!an) di!eruntukkan bagi: a. b. *. d. e. <. Pe7abat 4selon 8 terkait di &e!artemen Kehutanan :ubernur &inas Kehutanan Pro!insi 9u!ati6 ;alikota Unit Pelaksana Teknis &e!artemen Kehutanan 8nstansi Kehutanan "ang menangani !engukuhan kawasan hutan di daerah 9.9 >8 ,.+82 K4:8.T.N 9agian Pertama Penun7ukan Kawasan ,utan Pasal 1/ ,asil kegiatan !enun7ukan kawasan hutan "ang akan ditun7uk adalah :

a. Ke!utusan Menteri Kehutanan tentang Penun7ukan Kawasan ,utan untuk Kawasan +uaka .lam Kawasan Pelestarian .lam dan Taman 9uru serta Kawasan ,utan 2indung dan ,utan Produksi lintas !ro!insi. b. Ke!utusan :ubernur tentang Penun7ukan Kawasan ,utan untuk ,utan 2indung dan ,utan Produksi dalam satu wila"ah !ro!insi. *. Peta Penun7ukan Kawasan ,utan sebagai lam!iran dari Ke!utusan Menteri Kehutanan atau :ubernur. 9agian Kedua Penataan 9atas Kawasan ,utan Pasal 10 ,asil kegiatan !enataan batas kawasan hutan adalah : a. Patok batas sementara b. Pal batas de<initi< 9agian Ketiga Pemetaan Kawasan ,utan Pasal 19 ,asil kegiatan !emetaan kawasan hutan adalah : a. Peta Tata 9atas Kawasan ,utan b. 9erita .*ara Tata 9atas 9agian Keem!at Peneta!an Kawasan ,utan Pasal $% ,asil kegiatan !eneta!an kawasan hutan adalah : a. Peta Peneta!an Kawasan ,utan "ang bersumber dari hasil !enataan batas temu gelang "angter*antum dalam 9.T9 b. Ke!utusan Menteri tentang !eneta!an kawasan hutan 9.9 >88 K4T4NTU.N P45.28,.N Pasal $1 Kawasan hutan "ang sebelumn"a telah ditun7uk ditata batas atau diteta!kan oleh Menteri dan selaras dengan !eta !enun7ukan kawasan hutan (!erairan) "ang diteta!kan oleh Menteri masih teta! berlaku. Pasal $$ Kawasan hutan "ang telah ditata batas dan tidak selaras dengan !eta !enun7ukan kawasan hutan (dan !erairan) "ang diteta!kan oleh Menteri masih teta! berlaku sam!ai dengan

diterbitkann"a 9erita .*ara Tata 9atas Kawasan ,utan "ang selaras dengan !eta !enun7ukan kawasan hutan (dan !erairan) tersebut dan din"atakan !engha!usann"a di dalam 9erita .*ara Tata 9atas Kawasan ,utan. 9.9 >888 P4NUTUP Pasal $3 Kriteria dan +tandar Pengukuhan Kawasan ,utan ini sebagai dasar a*uan : a. :ubernur untuk men"usun !edoman !en"elenggaraan !enun7ukan kawasan ,2 dan ,P atau !enataan batas kawasan hutan. b. 9u!ati6 ;alikota untuk men"usun !etun7uk !elaksanaan6 !etun7uk teknis !en"elenggaraan !enataan batas kawasan hutan. Pasal $4 &engan diteta!kann"a ke!utusan ini maka : a. Ke!utusan Menteri Kehutanan Nomor 3996k!ts-886199% tanggal - .gustus 199% 7o. Nomor -346K!ts-886199- tanggal / 'ktober 199-# b. Ke!utusan Menteri Kehutanan Nomor 4%%6k!ts-886199% tanggal - .gustus 199% 7o. Nomor -356K!ts-886199- tanggal / 'ktober 199-# "ang bertentangan dengan ke!utusan ini din"atakan tidak berlaku lagi. Pasal $5 Ke!utusan ini mulai berlaku se7ak tanggal diteta!kan. &iteta!kan di : =.K.5T. Pada tanggal : 1$ Pebruari $%%1 M4NT458 K4,UT.N.N ttd. &r. 8r. NU5 M.,MU&8 8+M.82 M+*. +alinan Ke!utusan ini &isam!aikan ke!ada Fth. : 1. Menteri Koordinator 9idang Perekonomian di =akarta $. Menteri &alam Negeri dan 'tonomi &aerah6 Ke!ala 9adan Pertanahan Nasional di =akarta 3. Menteri Pemukiman dan Prasarana ;ila"ah di =akarta 4. Menteri Tenaga Ker7a dan Transmigrasi di =akarta 5. Menteri 4nergi dan +umber &a"a Mineral di =akarta -. Menteri Negara 2ingkungan ,idu!6 Ke!ala 9a!!edal di =akarta /. Menteri Pertanian di =akarta 0. Menteri Negara 4ks!lorasi 2aut dan Perikanan di =akarta 9. Ke!ala 9.PP4N.+ di =akarta 1%. Para Pe7abat 4selon 8 lingku! &e!artemen Kehutanan di =akarta

11. 1$. 13. 14. 15. 1-. 1/. 10. 19. $%.

Para :ubernur di seluruh 8ndonesia Para 9u!ati6;alikota di seluruh 8ndonesia Ke!ala &inas Kehutanan Pro!insi di seluruh 8ndonesia Ke!ala Unit Perum Perhutani 8 88 dan 888 di Tem!at Ke!ala 9alai 8n1entarisasi dan Per!etaan ,utan di seluruh 8ndonesia Ke!ala +ub 9alai 8n1entarisasi dan Per!etaan ,utan di seluruh 8ndonesia Para Ke!ala 9alai Konser1asi +umber &a"a .lam di seluruh 8ndonesia Para Ke!ala 9alai Taman Nasional di seluruh 8ndonesia Para Ke!ala Unit Konser1asi +umber &a"a .lam di seluruh 8ndonesia Para Ke!ala Unit Taman Nasional di seluruh 8ndonesia